Jenis Lembaga Keuangan Bank

Ada 2 jenis lembaga keuangan yang berperan dalam perekonomian suatu negara, yaitu bank dan lembaga keuangan non-bank. Perbedaan-perbedaan ini saling melengkapi jika bank tidak dapat memainkan peran setiap saat, tetapi lembaga keuangan non-bank mengkompensasi kekurangan ini. Pada dasarnya, bank adalah lembaga keuangan utama yang memfasilitasi klien dan membutuhkan akuntansi sebagai sistem informasi bersama dengan pengoperasian sistem informasi akuntansi sehingga mereka dapat melakukan transaksi apa pun dengan mudah.

Jenis lembaga keuangan bank

Lembaga keuangan perusahaan perbankan yang berpartisipasi dalam siklus akuntansi perusahaan jasa umumnya meliputi 2 jenis:

Bank umum (tradisional dan syariah),
Bank kredit pedesaan (tradisional dan syariah).
Definisi bank dan perjanjian komersial

Bank komersial adalah bank yang melakukan kegiatan komersial tradisional, serta prinsip Syariah yang menyediakan layanan lalu lintas pembayaran dalam aktivitasnya, berdasarkan Undang-Undang Republik India No. 7 tahun 1992 terkait dengan perbankan yang diperbarui dengan UU No. 10 tahun 1998. Bank komersial atau bank komersial (bank komersial) berperan dalam penyediaan layanan lalu lintas pembayaran yang umum (semua layanan perbankan yang ada) dan area yang dapat beroperasi di semua sektor.

Kegiatan utama bank umum, mirip dengan bank tradisional, adalah mengumpulkan dana dari orang-orang dalam bentuk tabungan, giro atau deposito, atau dalam bentuk pinjaman atau pinjaman (pinjaman). Pendanaan atau penggalangan dana dilakukan dalam bentuk mendistribusikan bunga atau pendapatan dari deposito kepada pelanggan. Pinjaman (kredit) dikenai layanan pinjaman dalam bentuk bunga dan biaya administrasi untuk penerima kredit (debitur). Penyaluran dana publik (pinjaman) terdiri dari 3 bentuk, yaitu pinjaman investasi, pinjaman modal kerja dan pinjaman konsumen.

Bank-bank komersial yang semula hanya bank tradisional, dalam bentuk lain (layanan) adalah transfer (pengiriman), pengumpulan (kliring), kliring (kliring), setoran b (x (setoran uang), layanan kartu kredit, dan debit). Menyediakan., Mata uang asing (uang kertas), garansi bank, referensi bank, wesel, letter of credit (L / C), cek perjalanan, penjualan dan pembelian sekuritas, titik pembayaran seperti pembayaran pajak, telepon, air, listrik, Pembayaran Biaya Haji (BPIH), transfer pendaftaran pelanggan ke universitas, gaji / pensiun / biaya, dividen, kupon, bonus / penghargaan, bonus dan lain-lain. Bank juga mengeluarkan pinjaman emisi (penjamin), penjamin. Broker dapat berupa sekuritas (broker / broker). Bentuk badan hukum adalah bank komersial, yaitu, perusahaan negara, perusahaan daerah, koperasi dan perusahaan terbatas.

Dalam hal kegiatan, bank tradisional dan Syariah serupa, tetapi berbeda dalam hal biaya layanan atau pendapatan bank. Bank tradisional menggunakan sistem bunga, sementara bank syariah tidak menerapkan bunga, tetapi sistem bagi hasil didasarkan pada prinsip Syariah. Prinsip syariah ketika menyetor dana antara bank dan pihak lain (klien) berdasarkan hukum Islam, pembayaran kegiatan komersial atau melalui penerapan aturan berdasarkan hukum Islam, antara kegiatan lain sesuai dengan hukum Islam.

Bentuk hukum bank syariah adalah perseroan terbatas, perusahaan daerah, atau koperasi. Kegiatan komersial Islamic Mercantile Bank meliputi:

Tautan Sponsor

  • Dana tersebut dalam bentuk simpanan publik dalam bentuk, mis. permintaan deposito berdasarkan prinsip Wadiah, tabungan berdasarkan prinsip Wadia atau Mudarbah, dan deposito berdasarkan prinsip
  • Mudharbah dan bentuk lain berdasarkan prinsip Wadiyah atau Mudharbah.
  • Penyaluran dana dalam bentuk kwitansi dengan prinsip jual beli, termasuk
  • Mudharbah, Ishtishna, Ijarah dan Salam. Selain itu, pembiayaan berdasarkan bagi hasil mencakup perjanjian Mudharabah dan Mushairah.
  • Dan pinjaman atas dasar doktrin Kurdi di bidang akuntansi Islam.
  • Jaminan pembelian, penjualan dan / atau risiko pembelian surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan berdasarkan transaksi aktual (transaksi internal) berdasarkan prinsip penjualan atau pembelian.
    DUA. dengan surat berharga pemerintah serta dengan prinsip Syariah yang dibeli oleh bank.

Sumber: www.guruakuntansi.co.id

Baca juga: