Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi

Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi

Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi

Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No 36 Tahun 1999 menyebutkan bahwa , Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan/atau penerimaan dan setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya. Dari definisi tersebut, maka Internet dan segala fasilitas yang dimilikinya merupakan salah satu bentuk alat komunikasi karena dapat mengirimkan dan menerima setiap informasi dalam bentuk gambar, suara maupun film dengan sistem elektromagnetik. Penyalahgunaan Internet yang mengganggu ketertiban umum atau pribadi dapat dikenakan sanksi dengan menggunakan Undang-Undang ini, terutama bagi para hacker yang masuk ke sistem jaringan milik orang lain sebagaimana diatur pada Pasal 22, yaitu Setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi:

  1. a) Akses ke jaringan telekomunikasi
  2. b) Akses ke jasa telekomunikasi
  3. c) Akses ke jaringan telekomunikasi khusus

Apabila seseorang melakukan hal tersebut seperti yang pernah terjadi pada website KPU www.kpu.go.id, maka dapat dikenakan Pasal 50 yang berbunyi

“Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22,

dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling

banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah)”

Sumber : https://busbagus.co.id/art-of-conquest-apk/

Cyberlaw di mata Internasional

Cyberlaw di mata Internasional

Cyberlaw di mata Internasional
Cyberlaw di mata Internasional

PERATURAN DAN REGULASI TENTANG CYBER CRIME DI INDONESIA

Indonesia masih belum mengatur tentang hukum dalam cyber crime, lalu bagaimana cara penegak hukum menangkap dan mempidanakan para pelaku kejahatan didunia maya ini. Berikut akan saya jelaskan mengenai hokum yang berlaku di Indonesia.

(Correct me if I’m wrong :: maklum bukan orang hukum 😀 :: )

:::::::CMIIW::::::::

  1. Kitab Undang Undang Hukum Pidana

Berikut adalah pasal-pasal yang mungkin bisa kita sangkutkan dengan cyber crime.

1)      Pasal 362 KUHP

biasanya dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang diambil dengan menggunakan software card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.

2)     Pasal 378 KUHP

Pada pasal ini biasanyadapat dikenakan untuk kasus  penipuan dengan seolah-olah menawarkan dan menjual suatu produk atau barang dengan memasang iklan di salah satu website sehingga orang tertarik untuk membelinya lalu mengirimkan uang kepada pemasang iklan. Tetapi, pada kenyataannya, barang tersebut tidak ada.

3)      Pasal 335 KUHP

Biasanya pada pasal ini dapat dikenakan untuk kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan melalui e-mail yang dikirimkan oleh pelaku untuk memaksa korban melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelaku dan jika tidak dilaksanakan akan membawa dampak yang membahayakan.

4)     Pasal 311 KUHP

Pasal ini dapat kita kenakan untuk kasus pencemaran nama baik dengan menggunakan media Internet. Modusnya adalah pelaku menyebarkan e-mail kepada teman-teman korban tentang suatu cerita yang tidak benar atau mengirimkan e-mail ke suatu mailing list sehingga banyak orang mengetahui cerita tersebut.

5)     Pasal 303 KUHP

Pada pasal ini dapat dikenakan untuk menjerat permainan judi yang dilakukan secara online di Internet dengan penyelenggara dari Indonesia.  Sama seperti para pelaku judi di dunia nyata.

6)      Pasal 282 KUHP

Pasal ini dapat dikenakan untuk penyebaran pornografi maupun website porno yang banyak beredar dan mudah diakses di Internet. Walaupun  berbahasa Indonesia, sangat sulit sekali untuk menindak pelakunya karena mereka melakukan pendaftaran domain tersebut diluar negri dimana pornografi yang merupakan illegal

7)     Pasal 282 dan 311 KUHP

Pada pasal ini dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet , misalnya kasus Ariel “peterpan”.

8)     Pasal 406 KUHP

Para pelaku ini dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik   orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Sumber : https://vhost.id/arcaea-apk/

Inilah Smartphone Android Tercepat Oktober 2018 Versi AnTuTu

Inilah Smartphone Android Tercepat Oktober 2018 Versi AnTuTu

Inilah Smartphone Android Tercepat Oktober 2018 Versi AnTuTu
Inilah Smartphone Android Tercepat Oktober 2018 Versi AnTuTu

AnTuTu rutin merilis daftar sepuluh smartphone tercepat versi mereka

setiap bulannya. Kalau edisi bulan lalu (September 2018) dikuasai oleh ASUS ROG Phone dan Black Shark Helo dengan Snapdragon 845, kini mereka harus rela tergeser dari posisi teratas.

Adalah Huawei Mate 20 series yang mampu menjadi pemimpin skor

AnTuTu tertinggi bulan Oktober 2018 untuk platform Android. Trio smartphone flagship dari Huawei, yakni Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X sukses menduduki peringkat tiga teratas.

Uniknya yang bertengger di peringkat pertama adalah Huawei Mate 20 yang sejatinya adalah varian lebih rendah dari Mate 20 X dan Mate 20 Pro. Huawei Mate 20 berhasil menorehkan skor 311.840 poin. Sementara Mate 20 Pro 307.693 poin dan Mate 20 X hanya 303.112 poin.

Ya, chipset Kirin 980 dengan fabrikasi 7 nanometer yang dikembangkan

Huawei memang terbukti mampu mengungguli kinerja Snapdragon 845. Namun sayangnya skor benchmark keduanya terpaut tak terlalu jauh bedanya.

 

Baca Juga :

Bocoran Snapdragon 8150 Sudah Muncul di Geekbench

Bocoran Snapdragon 8150 Sudah Muncul di Geekbench

Bocoran Snapdragon 8150 Sudah Muncul di Geekbench
Bocoran Snapdragon 8150 Sudah Muncul di Geekbench

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, baru-baru ini telah hadir smartphone layar lipat pertama dan perangkat tersebut datang dengan nama FlexPai. Menariknya, FlexPai yang memiliki layar berukuran 7,8 inci ini datang dengan otak Snapdragon 8150 yang memiliki fabrikasi 7 nanometer.

Ya! otak yang terpasang di dalam perangkat tersebut adalah chipset terbaru yang bakal diperkenalkan oleh Qualcomm di akhir tahun ini. Snapdragon 8150 yang sebelumnya disebut-sebut Snapdragon 855 merupakan penerus dari chipset Snapdragon 845 yang dipakai oleh kebanyakan smartphone flagship.

Bocorannya, chipset Snapdragon 8150 itu sendiri dibangun berdasarkan

core Kryo generasi terbaru. Konfigurasinya bukan lagi 4 + 4, tetapi sejumlah rumor menyebutkan bahwa Qualcomm akan mengemas chipset ini dengan konfigurasi 2 + 2 + 4.

Ya! Bisa dibilang Snapdragon 8150 memiliki kemiripan desain tiga tingkat yang dipunyai Kirin 980 yang juga dibangun dengan teknologi fabrikasi 7 nanometer. Dua core berkaitan dengan kinerja, dua core untuk kecepatan dan empat core kecil untuk menangani tuga-tugas yang lebih ringan.

Satu hal yang tak kalah mengejutkan, performa Snapdragon 8150 ini rupanya sudah tercatat di situs Geekbench. Ada peningkatan yang yang sangat kuat yang berhasil dibangun oleh Qualcomm terhadap Snapdragon 8150 dibandingkan dengan pendahulunya, Snapdragon 845.

Tercatat, dalam pengujian multi-core, skor yang diraih mencapai 10.084

poin dan berhasil menaklukkan Kirin 980 yang ada di dalam Huawei Mate 20 Pro. Meski begitu, chipset ini masih belum bisa melampaui performa Apple A12 Bionic yang ada di dalam Apple iPhone Xs Max.

Lantas, bagimana dengan pengujian single-core? Seperti yang kita lihat,

Snapdragon 8150 hanya mampu meraih skor 3.181 poin. Tak hanya tertinggal oleh Apple A12 Bionic, chipset ini juga kalah dengan Kirin 980 yang ada di dalam Huawei Mate 20 Pro.

 

sumber :

https://solidaritymagazine.org/amber-weather-pro-apk/

WhatsApp Bakal Segera Dihinggapi Iklan, Mulai Kapan?

WhatsApp Bakal Segera Dihinggapi Iklan, Mulai Kapan?

WhatsApp Bakal Segera Dihinggapi Iklan, Mulai Kapan
WhatsApp Bakal Segera Dihinggapi Iklan, Mulai Kapan

Salah satu aplikasi chatting favorit yang biasa kita gunakan untuk

bersilaturahmi secara virtual, WhatsApp, baru saja membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Vice President WhatsApp Chris Daniels sudah mengonfirmasi bahwa aplikasi miliknya tersebut bakal segera dihinggapi iklan.

Hal ini sebenarnya bukan berita baru. Pasalnya Mark Zuckerberg memang

sudah pernah berencana untuk memonetisasi WhatsApp ketika Facebook resmi mengakuisisi WhatsApp beberapa tahun lalu.

Bagaimana iklan bakal muncul di WhatsApp? Dijelaskan, iklan nantinya akan muncul pada tab “Status”. Seperti yang kita tahu, tab Status pada WhatsApp memiliki tampilan dan pola yang mirip seperti Instagram Story atau pun Facebook Story. Ya, di sinilah iklan bakal bernaung.

Sistem periklanan di WhatsApp bakal memanfaatkan algoritma sistem

periklanan yang ada di dalam Facebook. Jadi kemungkinan besar Facebook dan WhatsApp akan menampilkan iklan berdasarkan data nomor telepon yang kita punya.

 

sumber :

https://solidaritymagazine.org/ip-cam-viewer-pro-apk/

Durasi Waktu Paling Ideal Untuk Mencuci Tangan

Durasi Waktu Paling Ideal Untuk Mencuci Tangan

Kebersihan merupakan hal paling sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh. Dan karena tangan merupakananggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan kuman dan bakteri, maka kamu pun harus sering mencuci tangan, khususnya saat anda bercita-cita makan.

Mencuci tangan tak lumayan melulu dengan menggunakan air. Kamu wajib mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun. Dan mencuci tangan tak dapat dilaksanakan melulu sebentar saja. Berdasarkan penjelasan dari Center for Disease Control and Prevention, sangat tidak kamu harus menghabiskan 20 detik untuk mencuci tangan dengan baik dan benar.

Berikut ialah teknik membasuh tangan yang tepat:

1. Mulailah dengan menggosok telapak tangan maju mundur satu sama lain. Kemudian gosok pula bagian belakangan kedua tangan. Lakukan ini selama 5 detik

2. Kemudian beralih ke jari. Gosok masing-masing jari dengan sabun.

3. Jangan lupakan tempat kuku. Sebabnya kuman sering bersembunyi di balik kuku. Bersihkan tempat kuku dengan sabun juga.

4. Setelah itu, gosok kembali seluruh telapak tangan dengan sabun. Proses ini paling tidak memang menghabiskan waktu selama 20 detik.

5. Terakhir, bilas dengan air yang mengalir. Gosok seluruh bagian telapak tangan hingga bersih dan tidak ada sabun yang tertinggal.

“Hindari mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antibiotik seperti triclosan. Sebab diketahui bahwa zat ini akan menyebabkan resistensi pada mikroba yang malah riskan guna kesehatan,” tulis tulisan laksana yang dilansir dari Boldsky

Baca Juga :

Pendidikan Moral Membina Nilai Moral

Pendidikan Moral Membina Nilai Moral

Nilai moral mesti diajarkan untuk siswa sebab nilai moral memiliki akibat yang signifikan terhadap pencapaian dan perilaku siswa.

Pendidikan moral bertujuan guna mempromosikan pertumbuhan moral murid dan pembentukan karakter. Berbagai kiat mengajar, belajar, dan pedagogis diusulkan dengan penekanan pada domain spesifik edukasi moral guna memupuk moral, nilai dan etika dalam benak siswa dan mengembangkan sekian banyak keterampilan dan atribut yang dibutuhkan untuk keberhasilan dalam hidup. Pendidikan moral ialah penting untuk membina masyarakat yang bermoral, dan ialah upaya sadar guna memupuk kebajikan. Komponen psikologis dari edukasi moral merangkum aspek kognitif, afektif, dan perilaku moralitas seperti, pengetahuan moral, perasaan moral, dan perbuatan moral.

Karakter yang baik terdiri dari kebaikan di mana kebajikan ialah kualitas insan yang baik secara objektif seperti, kebijaksanaan, kejujuran, kebaikan, dan disiplin diri. Kebajikan menyerahkan standar guna menilai karakter yang baik. Dengan demikian semakin tidak sedikit kebajikan yang anda miliki, semakin powerful karakter kita. Pendidikan moral berfokus pada konsep moral, tata krama dan kesantunan, dan menyusun kepribadian, nilai, sikap dan kelaziman siswa dalam perkembangannya.

Keluarga, masyarakat dan lembaga keagamaan mempunyai wewenang guna mengajarkan karakter dan moral, dan agama ialah satu-satunya sumber potensi moralitas, nilai dan etika. Peran sekolah ialah untuk mengembangkan penduduk negara moral, dan konsentrasi pada pengembangan moral dan karakter, pengajaran kewarganegaraan dan pengembangan kemampuan kewarganegaraan dan disposisi. Yang benar merawat kejujuran intelektual dalam benak siswa akan menolong untuk memperkaya fakultas mereka pengetahuan, moralitas, nilai dan etika. Adalah urgen bahwa guru menekankan edukasi moral guna mengembangkan kebajikan, sifat kualitas, jati diri dan kepemimpinan dalam siswa. Pendidikan moral terutama dibutuhkan di mula tahun sekolah saat siswa muda pada etape mengembangkan pandangan dunia mereka sendiri.

Guru dapat menuntun dan menginstruksikan dengan benar supaya siswa memperoleh kelaziman baik kejujuran, keberanian dan keadilan dari orang tua, wali atau guru yang sendiri hendaknya memperlihatkan kebaikan semacam itu. Dan guru bisa mengeksplorasi lingkup peluang pendidikan formal guna menginformasikan dan pelajaran refleksi, lambat dan seksama pertimbangan.

Integrasi nilai moral/aspek nilai moral: banting tulang dan tanggung jawab, ketepatan masa-masa dan Time kesadaran, integritas pribadi, berpantang dari penyalahgunaan narkoba, Hawa menggoda, perampokan, pemerasan, perniagaan narkoba, penculikan dan perniagaan manusia, patuh untuk para senior, kerendahan hati, rasa hormat, kebajikan dan pengampunan, kasih amal dan keadilan, integritas pribadi, memuliakan hak dan hak istimewa orang lain, memuliakan nilai kebiasaan dan moral, martabat untuk masing-masing individu, suara evaluasi moral, bekerja di bawah dan pengawasan, Persatuan Nasional, partisipasi aktif dalam hal pemerintahan. Nilai moral mengacu pada nilai laksana keadilan, keberanian, kejujuran, kebenaran mengatakan, kemurahan hati, welas asih, pengendalian diri, penghormatan terhadap kepentingan orang lain, tanggung jawab, kerja sama, welas asih, pengentasan penderitaan, pencegahan bahaya, atau pengurangan kemiskinan.

Nilai moral mesti diajarkan untuk siswa melewati pendidikan di institusi edukasi dan pun di lokasi tinggal mereka. Guru, orang tua dan pun siswa mesti berkolaborasi untuk membuat hubungan yang peduli salah satu mereka. Ada sejumlah strategi guna mengajarkan nilai moral untuk siswa, laksana program pembentukan karakter yang kegiatan ditata untuk meningkatkan kepintaran emosional siswa, kepedulian masyarakat sekolah yang mengatur pekerjaan untuk membuat kepedulian hubungan antara guru-mahasiswa dan
Integratif model edukasi etis yang guna pengembangan karakter moral: suportif iklim, kemampuan etis, instruksi magang, Self-regulasi dan mengadopsi pendekatan sistem perkembangan.

Dengan teknologi yang cepat, evolusi ekonomi dan budaya, lembaga edukasi harus mengembangkan sekian banyak cara guna secara moral memicu remaja dan menciptakan mereka berkomitmen untuk perbuatan moral. Pendidikan moral ialah apa juga yang dilaksanakan sekolah untuk memprovokasi bagaimana murid berpikir, merasa, dan beraksi mengenai masalah yang benar dan salah. Fungsi lembaga pendidikan, diyakini, tidak melulu membuat orang pintar tetapi pun untuk menciptakan mereka baik. Kembalinya edukasi moral ke pusat perhatian ialah disebabkan oleh fakta bahwa masyarakat canggih semakin mesti berurusan dengan kecenderungan mengganggu baik di dalam sekolah, dan dalam masyarakat yang lebih luas.

Pendidikan moral ialah gerakan nasional yang membuat lembaga edukasi yang mendorong etis, bertanggung jawab dan peduli orang muda dengan pemodelan dan melatih karakter yang baik melewati penekanan pada nilai universal yang kita seluruh berbagi. Ini ialah disengaja, upaya proaktif oleh sekolah, masyarakat, dan negara guna menanamkan dalam murid mereka urgen inti, nilai etika laksana kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap diri sendiri dan orang beda khusus memuliakan perempuan dan anak. Pendidikan moral mengajarkan untuk siswa tentang nilai dan kebaikan manusia, tergolong kejujuran, kebaikan, kemurahan hati, keberanian, kebebasan, kesetaraan, dan respek untuk semua orang. Tujuannya ialah untuk menambah siswa guna menjadi bertanggung jawab secara moral, disiplin diri penduduk negara.

Penting guna diketahui bahwa nilai moral ialah penting guna diajarkan untuk siswa sebab nilai moral memiliki akibat yang signifikan terhadap pencapaian dan perilaku siswa. Dan asa dengan pengajaran nilai-nilai moral, murid dapat mempelajari apa yang mereka akan, mereka dapat memisahkan apa yang baik atau buruk, mereka bisa memecahkan masalah kehidupan mereka.

Pendidikan moral ialah upaya yang disengaja guna mengembangkan karakter yang baik menurut kebaikan inti yang baik untuk individu dan baik untuk masyarakat setelah seluruh ke negara. Ini ialah pendekatan yang disengaja dimana personil sekolah, tidak jarang dalam hubungannya dengan orang tua dan anggota masyarakat menolong siswa menjadi peduli, berprinsip, bertanggung jawab dan modern generasi yang bakal memimpin negara di masa depan.

Sumberhttps://www.surveymonkey.com/r/WQYTPVV

Melaksanakan Pendidikan Karakter di Sekolah

Melaksanakan Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan karakter tidak baru di Indonesia sebab telah lama diterapkan dalam kurikulum edukasi nasional. Sepanjang sejarah di semua dunia, edukasi pada dasarnya mempunyai dua tujuan: untuk menolong orang guna menjadi cerdas dan cerdas dan untuk menolong mereka menjadi insan yang baik.

Membuat orang pintar dan cerdas mudah dilaksanakan tetapi menciptakan orang yang baik dan budiman tampaknya jauh lebih sulit. Jadi masuk akal untuk menuliskan bahwa masalah moral ialah masalah yang menyertai kehidupan manusia. Ini ialah fakta mengenai masalah moral yang lantas menempatkan pentingnya mengorganisir edukasi karakter.

Ada sejumlah nama guna merujuk pada studi pembentukan karakter peserta didik, tergantung pada aspek penekanan. Di antara yang umum dikenal ialah pendidikan moral, nilai

pendidikan, edukasi agama, edukasi karakter, dan edukasi karakter tersebut sendiri. Setiap penamaan terkadang dipakai secara bergantian. Misalnya edukasi karakter pun adalahnilai edukasi atau edukasi agama tersebut sendiri.

Sebagai aspek kepribadian, karakter ialah refleksi dari seluruh jati diri seseorang yang berarti mentalitas, sikap dan perilaku. Pendidikan karakter semacam ini lebih tepat sebagai edukasi karakter. Belajar mengenai Adab, sopan santun, dan adat istiadat, menciptakan pendidikan karakter semacam ini lebih menekankan perilaku sebetulnya dari bagaimana seseorang bisa disebut jati diri yang baik atau buruk menurut norma kontekstual dan budaya.

Penurunan kualitas moral salah satu siswa memerlukan pendidikan karakter yang memegang. Sekolah mesti berperan untuk menolong siswa dalam menyusun dan membina karakter mereka dengan nilai yang baik. Pendidikan karakter ditunjukkan untuk menekankan pada rasa hormat, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan keadilan. Itu pun membantu murid untuk memahami, memerhatikan, dan mengerjakan nilai ini dalam kehidupan mereka sendiri.

Sebagai guru pun perlu dicerna bahwa edukasi tidak hanya bermanfaat sebagai media guna mengembangkan keterampilan sendiri, namun juga bermanfaat untuk menyusun karakter dan kemajuan bangsa yang bermatabat. Oleh sebab itu, sebagai faedah yang melekat pada eksistensi Pendidikan Nasional untuk menyusun karakter dan kemajuan bangsa, edukasi karakter adalahmanifestasi dari peran tersebut.

Oleh sebab itu, edukasi karakter menjadi tugas seluruh pihak yang tercebur dalam upaya pendidikan. Jika edukasi karakter diselenggarakan di sekolah maka konselor sekolah bakal menjadi pelopor dan koordinator program.

Itu sebab konselor sekolah yang secara eksklusif mempunyai tugas untuk menolong siswa mengembangkan keprihatinan sosial dan masalah kesehatan mental, sampai-sampai konselor sekolah mesti paling akrab dengan program edukasi karakter. Konselor sekolah mesti dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengamalan program yang berhasil.

Sumberhttp://casathome.ihep.ac.cn/team_display.php?teamid=479512

TWO STAY TWO STRAY BERBASIS TEORI VAN HIELE

TWO STAY TWO STRAY BERBASIS TEORI VAN HIELE

TWO STAY TWO STRAY BERBASIS TEORI VAN HIELE
TWO STAY TWO STRAY BERBASIS TEORI VAN HIELE
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah pada umumnya. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak dapat terlepas dari kurikulum. Kurikulum merupakan program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa (Hamalik, 2015 : 65). Kurikulum dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di semua jenjang pendidikan.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 19 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan : “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu“. Kurikulum disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Jenjang pendidikan formal yang paling mendasar yaitu Sekolah Dasar (SD). Pendidikan di sekolah dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar baca, tulis hitung, pengetahuan, dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya (Susanto, 2015 : 89). Salah satu mata pelajaran yang diajarkan yaitu mata pelajaran matematika. Matematika diajarkan di jenjang sekolah dasar mulai dari kelas I-VI. Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, sehingga konsep matematika harus dipahami dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu (Susanto, 2015 : 183).
Abdurrahman (2012 : 253) menyatakan mata pelajaran matematika yang diajarkan di SD mencakup tiga cabang, yaitu aritmetika, aljabar, dan geometri. Maryunis (1989) dalam Abdurrahman (2012 : 204) menyebutkan salah satu cabang matematika yang diajarkan pada sekolah dasar yaitu geometri. Geometri merupakan cabang matematika yang berkenaan dengan titik dan garis. Tujuan materi geometri salah satunya yaitu menguasai bentuk dan sifat yang mencakup pembelajaran sifat-sifat dari bentuk-bentuk baik dua maupun tiga dimensi dan pembelajaran tentang hubungan yang terbangun dari sifat-sifat tersebut (Walle, 2008 : 150). Cabang geometri tersebut terwujud dalam beberapa materi, salah satunya yaitu materi sifat-sifat bangun datar. Materi sifat-sifat bangun datar merupakan materi mengenai pemahaman konsep. Siswa dapat mengembangkan konsep apabila mampu mengklasifikasikan atau mengelompokkan benda-benda atau ketika siswa dapat mengasosiasikan suatu nama dengan kelompok benda tertentu (Abdurrahman, 2012 : 204-5).
Susanto (2015 : 189) menyatakan salah satu kompetensi pembelajaran matematika di sekolah dasar yaitu menentukan sifat dan unsur berbagai bangun datar dan bangun ruang sederhana, termasuk penggunaan sudut, keliling, luas, dan volume. Pembelajaran matematika merupakan proses belajar dan pemberian pengalaman kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari (Muhsetyo, 2008 : 26). Guru mempunyai peran penting dalam merencanakan pembelajaran di sekolah dasar dengan baik agar tercapai tujuan pembelajaran yang optimal.
Burden & Byrd (1999) dalam Anitah (2009 : 2.19) mengemukakan perencanaan pembelajaran berkenaan dengan keputusan yang diambil guru dalam mengorganisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Guru menyiapkan perencanaan pembelajaran yang matang sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai apabila guru mampu menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif membentuk, menemukan, dan mengembangkan pengetahuan (Susanto, 2015 : 190).

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL MIND

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL MIND

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL MIND
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MODEL MIND
Di era globalisasi, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sudah semakin modern harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang berkualitas akan mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK semaksimal mungkin. Pendidikan sebagai sarana dan wahana yang sangat baik dalam pembinaan SDM yang berkualitas perlu mendapat perhatian, penanganan, dan prioritas secara baik oleh pemerintah, pengelola pendidikan, dan masyarakat.
Pendidikan merupakan hak setiap manusia, dan merupakan kewajiban bagi manusia untuk mengikuti pendidikan. Berkaitan dengan hak dan kewajiban pendidikan bagi setiap manusia, di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Amandemen) Pasal 31 Ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapat pendidikan, selanjutnya dalam Ayat 2 juga disebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Manusia dengan adanya pendidikan, akan mampu mengembangkan pola pikir, dan kemampuan yang dimiliki, sehingga bermanfaat bagi dirinya, masyarakat, dan bangsa.
Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 1 bahwa : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Munib, dkk (2011 : 34) juga berpendapat : “Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat atau tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan”. Lebih lanjut, Rusman (2012 : 201) menyatakan bahwa pendidikan hendaknya mampu mengkondisikan, dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa, menumbuhkan aktivitas serta daya cipta atau kreativitas, sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pembelajaran. Pendidikan di Indonesia dapat ditempuh melalui 3 jalur, yakni pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I Pasal 1 Ayat 2, pendidikan formal adalah “jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi”. Pendidikan formal tersebut dapat diselenggarakan melalui sekolah.
Pada hakikatnya, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang menyediakan banyak kegiatan belajar, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman pendidikan. Pendidikan diharapkan tidak hanya membentuk manusia yang bermartabat saja, tetapi juga mampu menjadi pilar peradaban bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan nasional seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab II Pasal 3 yaitu :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Demi tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan tersebut, maka pendidikan di Indonesia harus dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Kurikulum dibentuk agar tujuan pendidikan dapat terlaksana dan tercapai tepat sasaran. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab I Pasal 1 Ayat 19 menyatakan bahwa :
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum pendidikan dasar (SD/MI/SLB) dan menengah menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab X Pasal 37 Ayat 1, wajib memuat 10 mata pelajaran, salah satunya yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Susanto (2013 : 137) menyatakan bahwa, IPS merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah dalam rangka memberi wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada siswa, khususnya di tingkat dasar dan menengah.
IPS dikenal sebagai mata pelajaran yang memiliki cakupan materi yang luas, sehingga pembelajaran IPS harus dikemas dalam pembelajaran yang menarik. Proses pembelajaran IPS yang masih berpusat pada guru dan memonopoli peran sebagai sumber informasi, sudah sepantasnya diubah dengan menerapkan metode atau model pembelajaran yang bervariasi. Hal ini sesuai dengan proses pembelajaran yang dimaksudkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses yang menjelaskan bahwa : Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kenyataannya, masih banyak guru yang melaksanakan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode pembelajaran yang cenderung monoton, yaitu masih menggunakan pembelajaran konvensional berupa metode ceramah dan tanya jawab yang berpusat pada guru. Dalam situasi tersebut, maka peran guru dan buku-buku teks masih merupakan sumber belajar yang sangat utama. Siswa hanya berperan sebagai objek belajar yang harus bisa menghafal semua materi yang telah disampaikan oleh guru. Cara-cara yang demikian cenderung membuat siswa lebih bersikap apatis, baik terhadap mata pelajaran itu sendiri maupun terhadap gejala-gejala sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Metode ceramah memang memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi di sisi lain kurang dapat mengaktifkan siswa dan dapat membuat siswa cepat bosan terhadap proses pembelajaran. Terlebih lagi, pembelajaran yang menggunakan metode ceramah cenderung mengarahkan siswa untuk mencatat materi yang telah atau akan disampaikan oleh guru.

Sumber : https://lakonlokal.id/social-media-marketing/