Cyber Law adalah

Cyber Law adalah

Cyber Law adalah
Cyber Law adalah

Dapatkah Dunia Cyber Diatur?

q Banyak orang yang mengatakan bahwa dunia cyber tidak dapat diatur

q Kata “cyber” ini berasal dari kata “cybernetics” dimana tujuannya adalah mengendalikan sesuatu (misalnya robot) dari jarak jauh

Jadi tujuan utamanya adalah pengendalian total à aneh jika dikatakan cyber

q Cyber law meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan subyek hukum yang memanfaatkan teknologi Internet yang dimulai pada saat mulai “online” dan seterusnya sampai saat memasuki dunia maya

q Oleh karena itu dalam pembahasan cyber law, kita tidak dapat lepas dari aspek yang menyangkut isu prosedural, seperti jurisdiksi, pembuktian, penyidikan, kontrak/transaksi elektronik dan tanda tangan digital/elektronik, pornografi, pencurian melalui Internet, perlindungan konsumen, pemanfaatan Internet dalam aktivitas keseharian manusia, seperti e-commercee-governmente-taxe-learninge-health, dan sebagainya

Baca Juga :

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang
Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal tempe. Makanan ini rutin tersaji di meja makan berbagai kalangan sosial. Mulai dari orang kaya, miskin, pengusaha, artis, pejabat, semua suka tempe. Entah sejak kapan tempe ini menyatu dengan rakyat Indonesia. Yang pasti, begitu memberikan makanan padat pertama, rata-rata ibu di Indonesia mengenalkan tempe pada anaknya. Mungkin kebiasaan ini sudah berlangsung dari dulu, sampai akhirnya kelezatan tempe menempel dari lidah generasi ke generasi.

Saat krisis ekonomi menghimpit Indonesia, tempe menjadi penyelamat. Murahnya harga dan kandungan zat isoflavone di dalamnya mampu menopang kebutuhan gizi jutaan masyarakat miskin. Itu sebabnya tempe bisa dikategorikan sebagai makanan dengan kandungan gizi terbaik di Indonesia. Thanks to tempe.

Kabar kurang mengenakkan dari tempe justru terjadi tahun 2004 lalu. Berkat “kesaktiannya” itu, Jepang mematenkan tempe. Banyak orang Indonesia yang resah, tapi segera mereda. Ternyata Jepang mematenkan tempe versi mereka sendiri, namanya natto. Sama seperti tempe kita, natto menyehatkan. Terbuat dari kedelai rebus dan diragi. Bedanya natto lebih basah dan apek. Natto dikenal sejak 950 tahun lalu. Ketika seseorang bernama Hachimantaro Yoshiie dan rekan-rekannya harus mengungsi dari ancaman militer klan Abe. Saat itu mereka membawa berkarung-karung kedelai rebus. Begitu tiba di pengungsian, kedelai rebus tadi sudah berubah menjadi natto. Sejak itulah, natto diproduksi oleh banyak perusahaan. Dijual bersama tahu dan susu kedelai.

Lalu bagaimana dengan tempe Indonesia, apa orang Jepang juga mengenalnya? Yup, bangsa Jepang sangat suka tempe kita. Mereka menyebutnya Indonesia no natto. Mereka juga memproduksi dalam skala besar. Baik industri rumah tangga maupun pabrik. Yang mencengangkan, orang Jepang mengadakan kursus masak tempe dan melakukan riset masakan tempe Indonesia.

Karena orang Jepang sangat percaya Indonesia no natto berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Maka mereka lebih suka makan tempe mentah. Kalaupun digoreng atau dipanggang, mereka tidak menambahkan bumbu alias tetap tawar. Tempe goreng biasanya dimakan bersama lobak parut dan kecap Jepang. Kalau untuk menemani minum sake, tempe diberi gula agar manis.

Bila di negeri asalnya (Indonesia) tempe bisa diperoleh dengan harga 1000 rupiah, di Jepang tempe menjadi makanan mahal. Satu kantong plastik atau sekitar 150 gram berharga di atas 300 yen. Harga ini setara dengan harga daging sapi impor Australia seberat 300 gram. Wah, jika di Jepang tempe menjadi makanan mahal, mengapa kita merasa lebih bangga menyantap daging impor dibanding tempe? Padahal melahap sepotong tempe sangat menyehatkan sekaligus menjaga agar makanan tradisional tidak kehilangan hak paten. Cara lain agar tempe tetap lestari adalah jangan pernah bosan membuat inovasi hidangan dari tempe.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita
Kami Shibai, sebuah budaya cerita

Selasa lalu siswa-siswi SD SRIT dihibur oleh pertunjukkan Kami Shibai, sebuah budaya cerita yang ada di Jepang sejak ratusan tahun silam. Secara etimologis Kami Shibai dapat diartikan sebagai cerita bergambar yang terbuat dari kertas, namun secara sosiologis ia bisa diartikan sebagai budaya tutur bergambar yang menjadi media berkembangnya cerita-cerita rakyat maupun cerita anak-anak yang tumbuh dan berkembang di negeri sakura. Secara ekonomis Kami Shibai adalah juga budaya ekonomi sebagian rakyat kecil Jepang pada ratusan tahun silam. Menurut sejarahnya pada ratusan tahun silam lalu budaya Kami Shibai sesungguhnya berfungsi untuk menghibur anak-anak dan sekaligus menjajakan jajanan yang dijual untuk anak-anak. Budaya tutur yang menghibur dan mencerdaskan sekaligus berfungsi ekonomis bagi para pelaku budaya Kami Shibai dimasa lalu.

Kini budaya yang sudah berumur itu masih tetap terpelihara dan terus dikembangkan oleh para pegiat budaya di Jepang. Hal ini terlihat seperti yang terjadi pada Selasa lalu di Sekolah RI Tokyo. Pegiat Kami Shibai asal Indonesia yang sudah berkeluarga dengan orang Jepang dan menetap lama di negeri sakura menunjukkan kebolehannya dalam mengapresiasi budaya yang sudah berumur itu. Pegiat budaya yang dimaksud adalah Silvia Cakrawati Mihira. Kemampuanya bertutur patut diacungkan jempol, sebab mampu membuat siswa-siswi SD SRIT berdecak kagum, sedih, kesel, dan gembira. Hari itu Silvia San menunjukkan lembaran-lembaran gambar berwarna dari sebuah box kecil yang diposisikan seperti mini screen . Dengan gambar-gambar yang menarik membuat anak-anak antusias untuk melihatnya. Bertuturnya lalu meluncur dengan gaya bahasanya yang menarik, walhasil cerita bawang merah-bawang putih, lalu cerita rakyat dari Vietnam tentang perdebatan para binatang mengenai dari mana terbitnya matahari, dan cerita tentang anak muda Jepang yang dikejar-kejar penjahat yang bisa mewujud menjadi raksasa perempuan tua namun kemudian penggangu atau penjahat itu berubah wujud menjadi kacang setelah sang pemuda Jepang masuk kuil dan dilindungi biksu hingga kemudian raksasa nenek perempuan itu menjadi mengecil menjadi kacang dan dimakan dengan nikmat oleh sang biksu bagai kacang goreng yang gurih. Tentu saja cerita ini penuh variasi hingga menimbulkan reaksi tertawa anak-anak SD SRIT yang nonton selama satu jam tanpa terasa.

Terlepas dari itu semua, kita bisa mengambil pelajaran bahwa budaya tutur masyarakat Jepang masih terus terpelihara meski sudah berumur ratusan tahun. Sebuah apresiasi budaya yang hebat, sebab pegiat budaya Kami Shibai ini juga memiliki komunitasnya sendiri dan Silvia San adalah bagian dari komunitas itu. Kita layaknya perlu bangga dengan upaya Silvia San dalam mendalami budaya tutur negeri samurai ini.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa
Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 12 Ambon sangat menguntungkan bahkan memudahkan siswa yang berada di sekitar sekolah tersebut.

Tahun Ajaran 2019/2020 SMAN 12 Ambon merekrut 221 siswa baru dari yang mendaftar sebanyak 300 orang lebih.

“Jumlah siswa baru tahun ajaran 2019/2020 turun drastis jika dibandingkan tahun ajaran lalu,” kata Kepala SMAN 12 Ambon F. Th. Pentury, M.Pd di Ambon, Jumat (12/7/2019).

Menurut Pentury, tahun ini kelas 10 hanya terdapat enam rombongan

belajar (Rombel) sedangkan tahun 2018 lalu delapan rombel.

221 siswa baru yang direkrut itu sudah melalui sistem seleksi yang baik dan mereka sudah selesai mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS) dari tanggal 8-11 Juli 2019.

Selain PLS, mereka juga mendapat sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDZ dari Puskesmas Air Salobar.

“Karena jumlah siswa baru menurun maka tentu sangat berpengaruh

terhadap jumlah dana BOS pada SMAN 12,” ucapnya.

Dikatakan, hal penting yang harus dilakukan dalam tahun ajaran baru ini adalah; Proses belajar mengajar ditingkatkan agar hasil belajarnya dapat terukur pada ujian akhir nanti,

Cara penyajian materi pelajaran oleh guru, Cara penyerapan dan cara belajar siswa di kelas karena, jangan sampai guru serius mengajar tetapi siswanya masa bodoh.

Selain itu sebagai kepala sekolah, Pentury akan melakukan fungsi kontrol

terhadap kinerja guru seperti; Kehadiran guru, Hadir di kelas saat jam mengajar, Kesiapan perangkat guru saat mengajar.

Diharapkan, siswa baru pada SMAN 12 Ambon melakukan proses belajar mengajar sesuai aturan, bertahan sampai lulus dan tidak pindah sekolah.

 

Baca Juga :

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi
SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMK Negeri 1 Banda Kabupaten Maluku Tengah sesuai kuota menerima 100 siswa baru tanpa zonasi, yang diharapkan berasal dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.

Penerimaan 100 siswa baru ini tidak dipungut biaya apapun mulai dari

pendaftaran, seragam sekolah diberikan gratis, sampai dengan mereka diasramakan, kecuali biaya makan mereka ditanggung sendiri.

Kepala SMK Negeri 1 Banda, Rachman La Jay, S.Pd kepada media ini di Ambon, Jumat (28/6/2019) mengungkapkan, penerimaan siswa baru untuk SMKN 1 Banda sesuai kuota, namun jika pendaftaran melebihi maka dilakukan test masuk.

Tujuannya, untuk melihat poster tubuh dan kejiwaan sekaligus penentuan jurusan. Para siswa baru dibebaskan dari berbagai beban biaya, hanya biaya hidup (makan-minum) ditanggung orang tua.

Menurut La Jay, program ini mendukung dan menindaklanjuti program

Gubernur Maluku, Murad Ismail yakni; Maluku pintar dan cerdas yang mana anak didik bersekolah, Proses belajar mengajar murah dan berkualitas. Sekaligus didukung dengan Program Indonesia Pintar (PIP).

Untuk itu, dihimbau kepada orang tua yang tidak mampu di kabupaten/kota se-Maluku, agar dapat menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 1 Banda karena kualitasnya sudah diuji dan terukur.

SMK Negeri 1 Banda sudah masuk dalam SMK Rujukan dan sudah

melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), termasuk Kurikulum 13 (K-13).

Dikatakan, SMKN 1 Banda memiliki fasitas yang memadai seperti Gedung Sekolah, Asrama dan Kapal, yang digunakan untuk latihan.

Diharapkan, ada perhatian dari Pemprov Maluku melalui Dinas Dikbud, agar SMK Negeri 1 Banda dapat dijadikan Pusat Pelatihan Basic Safety Trainning (BST) di Maluku.

 

Sumber :

https://realviagraforsale-rxonline.com/kumpulan-doa-sehari-hari/

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru
SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

Sistem penerimaan siswa baru untuk tingkat SMA/Sederajat sesuai Petunjuk Tehnis (Juknis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku dan hasil kesepakatan Musayaarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) manganut sistem Zone.

Yakni tidak boleh menerima sisiwa yang berasal dari luar wilayah Kecamatan Salahutu, kecuali siswa tersebut pindah domisili mengikuti keluarga dengan menunjukan kartu keluarga (KK).

Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Salahutu Tulehu, Ali Nahumarury, S.Pd

kepada media ini di Tulehu, Kamis (20/6/2019) mengatakan, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019-2020 menganut sistem Zone, dan tidak bisa menerima siswa diluar kecamatan dimana sekolah tersebut berada.

Agar semua siswa dapat masuk di semua sekolah yang ada di wilayah kecamatan masing-masing, juga terkait dengan siswa tersebut menerima dana BOS, termasuk sertifikasi guru.

Menurutnya, untuk SMA Negeri 1 Salahutu Tulehu pada tahun ajaran baru ini menerima 150 siswa baru sesuai kuota atau daya tampung.

Ada 6 rombongan belajar (Rombel) kelas, perkelas minimal 30 siswa, dan

waktu penerimaan selama empat hari, sejak tanggal 11 hingga 14 Juni 2019, agar siswa yang melamar tidak hanya memilih SMAN 1 Salahutu, namun masih bisa di sekolah lain.

Animo para siswa lulusan SMP untuk masuk SMAN 1 Salahutu cukup banyak sekitar 230 orang, sehingga harus dilaksanakan test masuk yang dijadwalkan selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Juni 2019.

Dengan maksud agar diterima sesuai kuota sebanyak 150 siswa, juga dapat

mengukur kemampuan siswa untuk masuk dalam jurusan.

Dikatakan, proses belajar mengajar di sekolah waktunya berputar hanya 1 kali atau 1 shif, karena sekolah yang berputar 2 shif sangat tidak efektif, tidak memiliki kualitas.

Karena satu jam pelajaran memakan waktu 45 menit, sehingga sangat efektif jika hanya 1 shif, dengan begitu sekolah ini diupayakan sebagai sekolah yang bermutu dan berkualitas.

 

Sumber :

https://realviagraforsale-rxonline.com/sejarah-perang-salib/

KISAH NABI IBRAHIM A.S.

KISAH NABI IBRAHIM A.S.

Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar Tarih bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah area bernama “Faddam A’ram” di dalam kerajaan “Babylon” yang pd sementara itu diperintah oleh seorang raja bernama “Namrud bin Kan’aan.”
Kerajaan Babylon pd era itu juga kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera di dalam kondisi serba lumayan sandang mahupun pandangan dan juga saranan-saranan yang jadi kepentingan perkembangan jasmani mrk.Akan namun tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mrk yang sudah mengurniakan mrk bersama segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan’aan mobilisasi tampuk pemerintahnya bersama tangan besi dan kekuasaan mutlak.Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dpt dilanggar atau di tawar. Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang berlebuh-lebihanyang ia menikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak senang bersama kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir terkecuali rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang tidal dpt memberi faedah dan mendtgkan kebahagiaan bagi mrk, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.Dia yang dpt berbicara, mampu mendengar, dpt berfikir, dpt memimpin mrk, mempunyai kemakmuran bagi mrk dan membiarkan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dpt membuat perubahan orang miskin jadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya jadi orang mulia. di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan punya negara yang besar dan luas.

Di tengah-tengah penduduk yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang bapak yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan mempunyai pelita kebenaran kepada kaumnya,jauh-jauh sudah diilhami akal sihat dan fikiran tajam dan juga kesedaran bahwa apa yang sudah diperbuat oleh kaumnya juga ayahnya sendiri adalah perbuat yang sesat yang pertanda kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi sehingga mrk kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.

Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjual patung-patung buatannya namun gara-gara iman dan tauhid yang sudah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjual brg-brg itu apalagi secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calun customer bersama kata-kata: ” Siapakah yang akan belanja patung-patung yang tidak berfungsi ini? ”

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah

Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku di dalam penduduk kaumnya ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan
hatinya dan juga membersihkannya dari keragu-raguan yang barangkali esekali mangganggu fikirannya bersama memohon kepada Allah sehingga diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.Berserulah ia kepada Allah: ” Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.” Allah menjawab seruannya bersama berfirman: ”Tidakkah engkau beriman dan yakin kepada kekuasaan-Ku?” Nabi Ibrahim menjawab: ” Betul, wahai Tuhanku, saya sudah beriman dan yakin kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun saya ingin sekali lihat itu bersama mata kepala ku sendiri, sehingga saya mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan sehingga makin jadi tidak tipis dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu.”

Allah memperkenankan permintaan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung lalu sehabis memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya jadi berkeping-keping mencampur-baurkan sesudah itu tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu di tempatkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.
Setelah dijalankan apa yang sudah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh masing-masing bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu di dalam kondisi utuh bernyawa layaknya sedia sementara begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, diamati bersama mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa dpt menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari suatu hal yang tidak ada. Dan bersama demikianlah tercapailah apa yang di inginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menyingkirkan barangkali ada kesangsian di di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan tekad Allah tidak ada suatu hal pun di langit atau di bumi yang dpt menghambat atau menentangnya dan hanya kata “Kun” yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikenhendaki ” Fayakun”.

Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

Aazar, bapak Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibikin dan dipahatnya sendiri dan drpnya orang belanja patung-patung yang dijadikan persembahan.
Nabi Ibrahim menjadi bahwa kewajiban pertama yang harus ia melakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyedarkan bapak kandungnya pernah orang yang paling dekat kepadanya bahwa keyakinan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya sehingga membiarkan keyakinan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak pada orang tuanya dan bersama kalimat yang halus ia dtg kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia sudah diilhamkan bersama ilmu dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya bersama lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala layaknya lain-lain kaumnya padahal ia sadar bahwa berhala-berhala itu tidak berfungsi sedikit pun tidak dpt mendtgkan keuntungan bagi penyembahnya atau menghindar kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah cuman ajaran syaitan yang sebetulnya jadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi. Ia berseru kepada ayahnya sehingga merenungkan dan berkhayal nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mrk rezeki dan kenikmatan hidup dan juga menguasakan bumi bersama segala isinya kepada manusia.

Aazar jadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kalimat seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan perihal yang kurang patut bahwa puteranya sudah berani mengecam dan menghina keyakinan ayahnya apalagi mengajakkannya untuk meninggalkan keyakinan itu dan menganut keyakinan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya namun dinyatakannya di dalam kalimat yang kasar dan di dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka. IA bicara kepada Nabi Ibrahim bersama suara gusar: ” Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari keyakinan dan persembahanku ? Dan keyakinan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan sehingga saya mengikutinya? Janganlah engkau menghidupkan amarahku dan cuba mendurhakaiku.Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak rela bercampur denganmu di dalam suatu tempat tinggal di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum saya menimpamu bersama batu dan mencelakakan engkau.”

Nabi Ibrahim terima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kalimat kasarnya bersama sikap tenang, normal selaku anak pada bapak seray berkata: ” Oh ayahku! Semoga engkau selamat, saya akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu bersama persembahan tidak cuman kepada Allah. Mudah-mudahan saya tidak jadi orang yang celaka dan malang bersama doaku utkmu.” Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan tempat tinggal ayahnya di dalam kondisi sedih dan prihati gara-gara tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala

Kegagalan Nabi Ibrahim di dalam usahanya menyedarkan ayahnya yang tersesat itu terlalu menusuk hatinya gara-gara ia sebagai putera yang baik ingin sekali lihat ayahnya berada di dalam jalur yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sedar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin bersama sepenuh hatinya sehingga ayahnya mendpt hidayah ,bila belum diharapkan oleh Allah maka sia-sialah permintaan dan usahanya.
Penolakan ayahnya pada dakwahnya bersama cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun pengaruhi keputusan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berlangsung terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan bersama tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya

Nabi Ibrahim tidak henti-henti di dalam setiap peluang mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang keyakinan yang mrk anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa jikalau mrk sudah tidak berdaya menilak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan keyakinan mrk maka dalil dan alasan yang usanglah yang mrk kemukakan iaitu bahwa mrk hanya meneruskan apa yang oleh bapa-bapa dan nenek moyang mrk dijalankan dan sesekali mrk tidak akan membiarkan keyakinan dan agama yang sudah mrk warisi.

Nabi Ibrahim pd akhirnya menjadi tidak berfungsi kembali berdebat dan bermujadalah bersama kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mahu terima info dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu
berpegang pada satu-satunya alasan bahwa mrk tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mrk, walaupun oleh Nabi Ibrahim dinyatakan beberapa kali bahwa mrk dan bapa-bapa mrk salah dan tersesat ikuti jejak syaitan dan iblis.
Nabi Ibrahim sesudah itu merancang akan tunjukkan kepada kaumnya bersama perbuatan yang nyata yang mampu mrk lihat bersama mata kepala mrk sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mrk serius tidak berfungsi bagi mrk dan apalagi tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

Adalah sudah jadi tradisi dan tradisi penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap tahun mrk keluar kota beramai-ramai pd suatu hari raya yang mrk anggap sebagai keramat. Berhari-hari mrk tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkhemah bersama mempunyai bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mrk bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mrk kosong dan sunyi. Mrk berseru dan mengajak semua penduduk sehingga keluar meninggalkan tempat tinggal dan ikut beramai -ramai menjunjung hari-hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga ikut diajak ikut dan juga berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di tempat tinggal apalagi mrk menjadi khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mrk jikalau ia ikut serta.

” Inilah dia peluang yang ku nantikan,” kata hati Nabi Ibrahim tatkala lihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar terkecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan mempunyai sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju area beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang keluar diserambi area peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung bicara Nabi Ibrahim, mengejek: ” Mengapa kamu tidak makan makanan yang lazat yang disaljikan bagi kamu ini? Jawablah saya dan berkata-katalah kamu.”
Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong bersama kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan lihat kondisi patung-patung, tuhan-tuhan mrk hancur berantakan dan jadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain bersama suara hairan dan takjub: “Gerangan siapakah yang sudah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini pada tuhan-tuhan persembahan mrk ini?” Berkata salah seorang diantara mrk: ” Ada barangkali bahwa orang yang tetap mengolok-olok dan mengejek persembahan kita yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini.” Seorang yang lain meningkatkan info bersama berkata: ” Bahkan dialah yang tentu berbuat, gara-gara ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kita semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu.” Selidik punya selidik, akhirnya terdpt kepastian yang tidak diragukan kembali bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai mengulas perihal yang diakui suatu perihal atau penghinaan yang tidak dpt diampuni pada keyakinan dan persembahan mrk. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut sehingga si pelaku diminta bertanggungjawab di dalam suatu pengadilan terbuka, di mana semua rakyat penduduk kota mampu ikut dan juga menyaksikannya.

Dan sebetulnya itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim sehingga pengadilannya dijalankan secara terbuka di mana semua warga penduduk mampu ikut menyaksikannya. Karena bersama cara demikianlah beliau mampu secara terselubung berdakwah menyerang keyakinan mrk yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan keyakinan yang ia bawa, terkecuali diantara yang ada ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan.
Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang di sediakan bagi sidang pengadilan itu.

Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin bersama teriakan kutukan dan cercaan, pertanda terlalu gusarnya para penyembah berhala pada beliau yang sudah berani menghancurkan persembahan mrk.

Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim: ” Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?” Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab: ” Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Cuba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya. ” Para hakim penanya terdiam sejenak seraya lihat yang satu kepada yang lain dan berbisik-bisik, seakan-akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu. Kemudian bicara si hakim: ” Engkaukan sadar bahwa patung-patung itu tidak mampu bercakap dan bicara mengapa engkau minta kita bertanya kepadanya?” Tibalah masanya yang sebetulnya dinantikan oleh Nabi Ibrahim,maka sebagai jawapan atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mrk,yang mrk pertahankan mati-matian, cuman hanya gara-gara kebiasaan itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu: ” Jika demikianlah halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak mampu berkata, tidak mampu lihat dan tidak mampu mendengar, tidak mampu mempunyai faedah atau menolak mudharat, apalagi tidak mampu menopang dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu bersama keyakinan dan persembahan kamu itu! Tidakkah mampu kamu berfikir bersama akal yang sihat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang salah yang hanya difahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi bersama segala mengisi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu bersama persembahan kamu itu.”

Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya iut, para hakim mencetuskan keputusan bahawa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mrk, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang ada lihat pengadilan itu: ” Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu , terkecuali kamu terlalu setia kepadanya.”

Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup

Keputusan mahkamah sudah dijatuhakan.Nabi Ibrahim harus dihukum bersama membakar hidup-hidup di dalam api yang besar sebesar dosa yang sudah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh semua rakyat sedang diaturkan. Tanah lapang bagi area pembakaran di sediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar bersama banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bahagian mempunyai kayu bakar sebanyak yang ia mampu sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mrk yang sudah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.

Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota mempunyai kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mrk. Di pada terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang mempunyai sumbangan kayu bakarnya bersama harapan memperolehi barakah dari tuhan-tuhan mereka bersama membuat sembuh penyakit mereka atau menjaga yang hamil di sementara ia bersalin.
Setelah terkumpul kayu bakar di lanpangan yang di sediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk dan juga tersusun laksan sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk lihat pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya wap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian di dalam kondisi terbelenggu, Nabi Ibrahim didtgkan dan dari atas sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu bersama iringan firman Allah: ” Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”

Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai sementara ia dilemparkan ke di dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap tunjukkan sikap tenang dan tawakkal gara-gara iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela membiarkan hamba pesuruhnya jadi makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Allah. Dan sebetulnya demikianlah apa yang berlangsung tatkala ia berada di dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia menjadi dingin sesuai bersama seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan busana yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, perihal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, sehingga mampu melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.

Para pemirsa upacara pembakaran hairan tercenggang tatkala lihat Nabi Ibrahim keluar dari bukit api yang sudah padam dan jadi abu itu di dalam kondisi selamat, utuh bersama pakaiannya yang tetap berda layaknya biasa, tidak ada gejala sentuhan api sedikit jua pun. Mereka bersurai meninggalkan lapangan di dalam kondisi hairan seraya bertanya-tanya pada diri sendiri dan di pada satu sama lain bagaimana perihal yang ajaib itu berlaku, padahal menurut pemikiran mereka dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai tuhan-tuhan yang mereka puja dan sembah.Ada sebahagian drp mrk yang di dalam hati kecilnya menjadi meragui kebenaran agama mrk namun tidak berani melahirkan rasa ragu-ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mrk menjadi kecewa dan malu, gara-gara hukuman yang mrk jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar sepanjang berminggu-minggu sudah berakhir bersama kegagalan, sehingga mrk menjadi malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.

Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, sudah menimbulkan kegoncangan di dalam keyakinan sebahagian penduduk pada persembahan dan patung-patung mrk dan membuka mata hati banyak drp mrk untuk berkhayal kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, apalagi tidak kurang drp mrk yang ingin tunjukkan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khuatir akan mendapat kesukaran di dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang barangkali akan jadi hilang akal jikalau merasakan bahwa pengaruhnya sudah bealih ke pihak Nabi Ibrahim.

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

KISAH NABI SALEH A.S.

KISAH NABI SALEH A.S.

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara pakar peristiwa dimasukkan bahagian berasal dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke di dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama ” Alhijir ” terdapat pada Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang udah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka pada dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad udah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah-tanah yang subur yang menambahkan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya berasal dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, mulai aman berasal dari segala masalah alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka bakal kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mrk berqurban, daerah mrk minta perlindungan berasal dari segala bala dan musibah dan berharap kebaikan serta kebahagiaan.Mrk tidak dpt lihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dpt mrk jangkau bersama pancaindera.

Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak bakal melepas hamba-hamba_Nya berada di dalam kegelapan berkesinambungan tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk berikan penerangan dan memimpin mrk keluar berasal dari jalur yang sesat ke jalur yang benar. Demikian pula Allah tidak bakal menurunkan azab dan seksaan kepada suatu umat sebelum saat mrk diperingatkan dan diberi petunjukkan oleh-Nya bersama perantara seorang yang dipilih untuk jadi utusan dan rasul-Nya. Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mrk udah diutuskan Nabi Saleh seorang yang udah dipilih-Nya berasal dari suku mrk sendiri, berasal dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, populer tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah di dalam pergaulan.

Dikenalkan mrk oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mrk sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang udah mencipta mrk, menciptakan alam kira-kira mrk, menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bhn-bhn keperluan hidup mrk, mencipta binatang-binatang yang berikan faedah dan berfaedah bagi mrk dan bersama demikianlah berikan kepada mrk kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.Tuhan Yang Esa itulah yang perlu mrk sembah dan bukan patung-patung yang mrk pahat sendiri berasal dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa berikan sesuatu kepada mrk atau merawat mrk berasal dari kecemasan dan bahaya.

Nabi Saleh memperingatkan mrk bahwa ia adlah seorang drp mrk, berhubungan pada dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mrk adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku bersama mrk.Ia berharap kebaikan dan kebajikan bagi mrk dan sesekali tidak bakal menjerumuskan mrk ke di dalam hal-hal yang bakal membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mrk. Ia menerangkan kepada mrk bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mrk adalah amanat Allah yang perlu dia sampaikan kepada mrk untuk kebaikan mrk semasa hidup mrk dan setelah mrk mati di akhirat kelak. Ia berharap kaumnya memperhitungkan dan memikirkan sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan rekomendasikan dan supaya mrk segera meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu dan yakin beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan kelakuan syirik yang selama ini udah mrk lakukan.Allah maha dekat kepada mrk mendengarkan doa mrk dan berikan ampun kepada yang salah bila dimintanya.

Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mrk merupakan hal yang baru yang tidak dikira bakal mampir berasal dari saudara atau anak mrk sendiri.Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka kepadanya: “Wahai Saleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, cekatan dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu senantiasa tepat. Pada dirimu kami lihat gejala kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami berharap berasal dari engkau sebetulnya untuk memimpinkami selesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, berikan anjuran di dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan jadi ikutan dan keyakinan kami di sementara kami hadapi krisis dan kesusahan.Akan tapi segala harapan itu jadi meleset dan keyakinan kami kepadamu tergelincir hari ini bersama tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami. Apakah yang engkau serukan kepada kami? Enkau meminta supaya kami meninggalkan persembahan kami dan nenek moyang kami, persembahan dan agama yang udah jadi darah daging kami jadi sebahagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan senantiasa jadi pegangan untuk selama-lamanya.Kami sesekali tidak bakal meninggalkannya dikarenakan seruanmu dan kami tidak bakal mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak mempercayai cakap-cakap kosongmu apalagi menyangsikan kenabianmu. Kami tidak bakal mendurhakai nenek moyang kami bersama meninggalkan persembahan mrk dan ikuti jejakmu.”

Nabi Saleh memperingatkan mereka supaya jangan menentangnya dan supaya ikuti ajakannya beriman kepada Allah yang udah mengurniai mrk rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mrk kisah kaum-kaum yang mendapat seksa dan azab berasal dari Allah dikarenakan menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya. Hal yang serupa itu dpt berlangsung di atas mrk kecuali mrk tidak mahu menerima dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang bagian berasal dari keluarga besar mrk dan yang tidak berharap atau menuntut upah drp mrk atas usahanya itu. Ia cuma memberikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang bakal memberinya upah dan ganjaran untuk usahanya berikan pimpinan dan tuntutan kepada mrk.

Sekelompok kecil berasal dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri berasal dari orang-orang yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya namun sebahagian yang terbesar terutamanya mrk yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan senantiasa berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya: ” Wahai Saleh! Kami kira bahwa engkau udah kerasukan syaitan dan terkena sihir.Engkau udah jadi sinting dan menderita sakit gila. Akalmu udah beralih dan fikiranmu udah kacau supaya engkau bersama tidak sedar udah mengeluarkan kalimat ucapan yang tidak masuk akal dan barangkali engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku bahwa engkau udah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya. Apakah kelebihanmu drp kami semua supaya engkau dipilih jadi rasul, padahal ada orang-orang di pada kami yang lebih patut dan lebih cekap untuk jadi nabi atau rasul drp engkau. Tujuanmu bersama bercakap kosong dan kata-katamu hanya untuk mengejar kedudukan dan inginkan diangkat jadi kepala dan pemimpin bagi kaummu.Jika engkau mulai bahwa engkau sihat badan dan sihat fikiran dan mengaku bahwa engkau tidak membawa arah dan obyek yang terselubung di dalam dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu bersama mencerca persembahan kami dan nenek moyangmu sendiri.Kami tidak bakal ikuti jalanmu dan meninggalkan jalur yang udah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih dahulu.”

Nabi Saleh menjawab: ” Aku udah berulang-ulang menjelaskan kepadamu bahwa saya tidak berharap sesuatu apa pun drpmu sebagai imbalan atas usahaku berikan tuntunandan penerangan kepada kamu. Aku tidak berharap upah atau inginkan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang saya jalankan hanya atas perintah Allah dan drp-Nya kelak saya harapkan balasan dan ganjaran untuk itu. Dan bagaimana saya mampu mengikutimu dan menterlantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal saya talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku.Jgnlah sesekali anda harapkan bahawa saya bakal melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya cuma hanya untuk melanjutkan persembahan nenek moyang kami yang bathil itu. Siapakah yang bakal melindungiku berasal dari murka dan azab Tuhan kecuali saya berbuat demikian? Sesungguhnya anda cuma bakal merugikan dan membinasakan saya bersama seruanmu itu.”

Setelah gagal dan berhasil menghentikan bisnis dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia apalagi jadi giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berupaya hendak membendung arus dakwahnya yang jadi lama jadi mendpt perhatian terutama berasal dari kalangan bawahan menengah di dalam masyarakat. Mrk
menentang Nabi Saleh dan untuk perlihatkan kebenaran kenabiannya bersama suatu bukti mukjizat di dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Saleh A.S.

Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti drpnya berwujud mukjizat itu adalah mempunyai tujuan hendak menghalau pengaruhnya dan membuang habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mrk. Nabi Saleh membalas tentangan mrk bersama menuntut janji bersama mrk bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mrk minta bahwa mrk bakal meninggalkan agama dan persembahan mrk dan bakal ikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.

Sesuai bersama keinginan dan anjuran pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah supaya memberinya suatu mukjizat untuk perlihatkan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang tetap berkeras kepala itu. Ia memohon berasal dari Allah bersama kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya berasal dari perut sebuah batu karang besar yang terdpt di segi sebuah bukit yang mereka tunjuk.
Maka sejurus kemudian bersama izin Allah Yang Maha Kuasa ulang Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar berasal dari perutnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar berasal dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mrk: ” Inilah dia unta Allah, janganlah anda ganggu dan biarkanlah ia melacak makanannya sendiri di atas bumi Allah ia membawa giliran untuk mendptkan air minum dan anda membawa giliran untuk mendptkan minum bagimu dan bagi ternakanmu termasuk dan ketahuilah bahwa Allah bakal menurunkan azab-Nya bila anda hingga mengganggu binatang ini.”

Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendpt gangguan. Dan kala giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yyang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu mampir minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya, hal mana mengakibatkan rasa tidak suka pada pemilik-pemilik binatang itu yang jadi hari jadi merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan masalah laksana duri yang melintang di di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendtgkan mukjizat yang mrk tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud di dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghalau pegaruh Nabi Saleh apalagi sebaliknya udah menaikkan tebal keyakinan para pengikutnya dan menghilang banyak kesangsian berasal dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mrk pemilik-pemilik ternakan yang mulai jengkel dan tidak suka bersama adanya unta Nabi Saleh yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mrk serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

Unta Nabi Saleh Dibunuh

Persekongkolan diselenggarakan oleh orang-orang berasal dari kaum Tsamud untuk sesuaikan rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh. Dan sementara orang tetap dibayangi oleh rasa was-was berasal dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu di samping adanya stimulan keinginan yang kuat untuk membuang binatang itu berasal dari atas bumi mrk, muncullah tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan bakal menyerah dirinya kepada siapa yang dpt membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang membawa lebih dari satu puteri cantik-cantik menawarkan bakal menghadiahkan salah seorang berasal dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yyang mengundang hasrat berasal dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengakibatkan dua orang laki laki bernama Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-kemas bakal jalankan pembunuhan bagi capai hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang bakal diterimanya berasal dari para kafir suku Tsamud bila unta Nabi Saleh udah mati dibunuh.
Dengan perlindungan tujuh orang laki laki ulang bersembunyilah kumpulan itu di suatu daerah di mana kebanyakan di lalui oleh unta di dalam perjalanannya ke perigi daerah ianya minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda’ yang disusul oleh Gudar bersama menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota memberikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendpt sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira berasal dari pihak musyrikin seakan-akan mrk ulang berasal dari medan perang bersama membawa kemenangan yang gilang gemilang.
Berkata mrk kepada Nabi Saleh: ” Wahai Saleh! Untamu udah amti dibunuh, cubalah datangkan bakal apa yang engkau katakan dulu bakal ancamannya bila unta itu diganggu, kecuali engkau sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang terlalu benar di dalam kata-katanya.”

Nabi Saleh menjawab: ” Aku udah peringatkan kamu, bahwa Allah bakal menurunkan azab-Nya atas anda kecuali anda mengganggu unta itu. Maka bersama terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau bakal tibanya jaman azab yang Allah talah janjikan dan udah saya sampaikan kepada kamu.Kamu udah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu kepada-Nya.Janji Allah tidak bakal meleset .Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kemauan Allah dan taqdir-Nya yang tidak dpt ditunda atau dihalang.”

Ada barangkali menurut sementara pakar tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh berikan sementara tiga hari itu untuk berikan kesempatan, kalau-kalau mrk sedar bakal dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.
Akan tapi di dalam sebenarnya tempoh tiga hari itu apalagi jadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.

Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang bakal menimpa di atas mrk bakal didahului bersama tanda-tanda, iaitu pada hari pertama bila mrk terbangun berasal dari tidurnya bakal menemui wajah mrk jadi kuning dan beralih jadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.
Mendebgar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabu Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.Mrk mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah bersama bakal jalankan rancangan pembunuhan itu di sementara malam, di sementara orang tetap tidur nyenyak untuk hindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, kecuali diketahui identiti mrk sebagai pembunuhnya. Rancangan mrk ini dirahsiakan supaya tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mrk mampir ke daerah Nabi Saleh bagi jalankan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui berasal dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mrk di atas tanah di dalam situasi tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah udah melindingi rasul-Nya berasal dari kelakuan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.
Satu hari sebelum saat hari turunnya azab yang udah ditentukan itu, bersama izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah daerah di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan bersama gempa bumi yang mengerikan.

Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat di dalam 11 surah di antaranya surah Al-A’raaf, ayat 73 hingga 79 , surah ” Hud ” ayat 61 supaya ayat 68 dan surah ” Al-Qamar ” ayat 23 supaya ayat 32.

Pengajaran Dari Kisah Nabi Saleh A.S.

Pengajaran yang menonjol yang dpt dipetik berasal dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan kelakuan mungkar yang dikerjakan oleh sekelompok kecil warga penduduk dpt berakibat negatif yang membinasakan penduduk itu seluruhnya.
Lihatlah betapa kaum Tsamud jadi binasa, hancur dan apalagi tersapu bersih berasal dari atas bumi dikarenakan dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dikerjakan oleh lebih dari satu gelintir orang pembunuh unta Nabi Saleh A.S.
Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah supaya kami jalankan amar makruf nahi mungkar. Karena bersama jalankan tugas amar makruf nahi mungkar yang jadi fardu kifayah itu, setidak-tidaknya kecuali tidak berhasil menghindar kemungkaran yang berlangsung di di dalam penduduk dan lindungan kami ,kita udah melepas diri berasal dari dosa menyetujui atau merestui kelakuan mungkar itu

Bersikap pasif acuh tak acuh pada maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata mampu diertikan sebagai persetujuan dan penyekutuan pada kelakuan mungkar itu.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

KISAH NABI HUD A.S.

KISAH NABI HUD A.S.

“Aad” adalah nama bapa suatu suku yang hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama “Al-Ahqaf” terdapat di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan terhitung suku yang tertua sesudak kaum Nabi Nuh dan juga kondang dengan kemampuan jasmani didalam wujud tubuh-tubuh yang besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yang subur dengan sumber-sumber airnya yang mengalir berasal dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam untuk bhn makanan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dengan kebun-kebun bunga yang indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur, sejahtera dan puas dan juga didalam saat yang singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yang terbesar di antara suku-suku yang hidup di sekelilingnya.

Sebagaimana dengan kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adalah penghidupan rohaninya tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka memicu patung-patung yang diberi nama ” Shamud” dan ” Alhattar” dan itu yang disembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaan mereka dpt memberi kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan dan juga sanggup menolak kejahatan, kerugian dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris dan Nabi Nuh udah tidak berbekas didalam hati, jiwa dan juga langkah hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yang mereka sedang tenggelam di dalamnya berkat tanah yang subur dan menghasilkan yang melimpah ruah menurut anggapan mereka adalah kurniaan dan pertolongan ke-2 berhala mereka yang mereka sembah. Karenanya mereka tidak putus-putus sujud kepada ke-2 berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya berasal dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.

Sebagai akibat dan buah berasal dari aqidah yang sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai oleh tuntutan dan pimpinan Iblis, di mana nilai-nilai ethical dan akhlak tidak menjadi basic penimbangan atau perbuatan dan tindak-tanduk seseorang tapi kebendaan dan kemampuan lahiriahlah yang menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan sewenang-wenang di didalam masyarakat di mana yang kuat menindas yang lemah yang besar memperkosa yang kecil dan yang berkuasa memeras yang di bawahnya. Sifat-sifat sombong, congkak, iri-hati, dengki, hasut dan benci-membenci yang didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat dan rendah hati. Demikianlah deskripsi masyarakat suku Aad tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka.

Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya

Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa berasal dari masa ke semasa terkecuali hamba-hamba-Nya udah berada didalam kehidupan yang sesat udah jauh menyimpang berasal dari ajaran-ajaran agama yang dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang Nabi atau Rasul yang bertugas untuk beri kesegaran lagi ajaran-ajaran nabi-nabi yang pada mulanya mengembalikan masyarakat yang udah tersesat ke jalanlurus dan benar dan membersihkan bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya dengan iman tauhid dan aqidah yang sesuia dengan fitrah.

Demikianlah maka kepada suku Aad yang udah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri berasal dari keluarga yang terpandang dan berpengaruh kondang sejak kecilnya dengan perbuatan yang baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana didalam pergaulan dengan kawan-kawannya.
Nabi Hud mengawali dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada gejala wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yang mencipta mereka seluruh dan mengurniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir dan juga tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat. Dialah yang seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka perbuat sendiri. Mereka sebagai manusia adalah makhluk Tuhan paling mulia yang tidak sewajarnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yang sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri dan memusnahkannya berasal dari pandangan.

Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia adalah pesuruh Allah yang diberi tugas untuk membawa mereka ke jalur yang benar beriman kepada Allah yang menciptakan mereka menghidup dan mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Ia tidak mengharapkan upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalur yang benar. Ia hanya menggerakkan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa terkecuali mrk senantiasa menutup telinga dan mata mrk menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka bakal ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yang mati binasa tenggelam didalam air bah akibat kecongkakan dan kesombongan mereka menolak ajaran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka kepada berhala dan patung-patung yang mereka sembah dan puja itu.

Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yang tidak dulu mrk dengar ataupun menduga. Mereka lihat bahawa ajaran yang dibawa oleh Nabi Hud itu bakal merubah serupa sekali langkah hidup mereka dan membongkar peraturan dan rutinitas istiadat yang udah mereka kenal dan warisi berasal dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang dan terasa hairan bahawa seorang berasal dari suku mereka sendiri udah berani mengupayakan merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang baru yang mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikan dan di terima oleh akal fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dengan beragam alasan dan tuduhan kosong pada diri beliau dan juga ejekan-ejekan dan hinaan yang diterimanya dengan kepala dingin dan penuh kesabaran.

Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud: “Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yang engkau hendak rekomendasikan kepada kami? Engkau menghendaki sehingga kita meninggalkan persembahan kita kepada tuhan-tuhan kita yang berkuasa ini dan menyembah tuhan mu yang tidak dpt kita jangkau dengan pancaindera kita dan tuhan yang menurut kata kamu tidak bersekutu. Cara persembahan yang kita jalankan ini ialah yang udah kita warisi berasal dari nenek moyang kita dan tidak sesekali kita tidak bakal meninggalkannya lebih-lebih sebaliknya engkaulah yang seharusnya lagi kepada peraturan nenek moyangmu dan jgn mencederai kepercayaan dan agama mereka dengan memebawa suatu agama baru yang tidak kenal oleh mereka dan pasti tidak bakal direstuinya.”

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, “Sesungguhnya Tuhan yang aku serukan ini kepada kamu untuk menyembah-Nya walau kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu tapi kamu dpt lihat dam merasakan wujudnya didalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya dan didalam alam semesta yang mengelilingimu lebih dari satu langit dengan matahari bulan dan bintang-bintangnya bumi dengan gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang kesemuanya dpt berfungsi bagi kamu sebagai manusia. Dan menjadi kamu dpt menikmati kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yang wajib kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tidak ada bersekutu tidak beranak dan diperanakan yang walau kamu tidak dpt menjangkau-Nya dengan pancainderamu, Dia dekat drp kamu paham segala gerak-geri dan tingkah lakumu paham isikan hati mu denyut jantungmu dan jalur fikiranmu. Tuhan itulah yang wajib disembah oleh manusia dengan kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya dan bukan patung-patung yang kamu perbuat pahat dan ukir dengan tangan kamu sendiri kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yang pasif tidak sanggup berbuat sesuatu yang untung atau merugikan kamu. Alangkah bodohnya dan dangkalnya fikiranmu terkecuali kamu senantiasa mempertahankan agamamu yang sesat itu dan menolak ajaran dan agama yang udah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu.”

Wahai Hud! jawab kaumnya, “Gerangan apakah yang menjadikan engkau berpandangan dan berfikiran lain drp yang udah menjadi pegangan hidup kita sejak dahulu saat dan menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri lebih-lebih sehingga engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kita dan memperbodohkan kita dan berpikiran kita berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu untuk membawa agama dan kepercayaan baru kepada kita dan mengajak kita muncul berasal dari jalur yang sesat menurut pengakuanmu ke jalur yang benar dan lurus. Kami terasa hairan dan tidak dpt terima oleh akal kita sendiri bahwa engkau udah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan kamu di atas seseorang drp kita , engkau tidak lebih tidak kurang adalah seorang manusia biasa seperti kita hidup makan minum dan tidur tidak ada bedanya dengan kami, mengapa engkau yang dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kita seorang pendusta besar atau barangkali engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan tuhan-tuhan kita yang senantiasa engkau eje
hina dan cemuhkan.”

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud, “aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku senantiasa waras dan sihat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yang kamu pertuhankan itu tidak dpt mendatangkan sesuatu problem atau penyakit bagi bandaku atau fikiranku. Kamu kenal aku, sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahawa aku tidak dulu berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dengan kamu tidak dulu muncul pd diriku gejala ketidak wajaran perlakuanku atau gejala yang menyangsikan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku adalah benar pesuruh Allah yang diberi amanat untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang udah tersesat kemasukan dampak ajaran Iblis dan udah jauh menyimpang berasal dari jalur yang benar yang diajar oleh nabi-nabi yang terdahulu dikarenakan Allah tidak bakal membebaskan hamba-hamba-Nya benar-benar lama terlantar didalam kesesatan dan hidup didalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul yang menuntun mereka ke jalur yang benar dan penghidupan yang diredhai-Nya. Maka percayalah kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah Tuhan seru sekalian alam Tuhan yang menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi turunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu, menumbuhkan tumbuh0tumbuhan bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala perbuatan tidak benar dan tindakan sesatmu, sehingga Dia tingkatkan rezekimu dan kemakmuran hidupmu dan terhindarlah kamu berasal dari azab dunia sebagaimana yang udah dialami oleh kaum Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kamu bakal dibangkitkan lagi kelak berasal dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini dan diberi ganjaran cocok dengan amalanmu yang baik dan soleh mendpt ganjaran baik dan yang hina dan tidak baik bakal diganjarkan dengan api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah Allah kepada kamu dan dengan ini udah memperingati kamu bakal akibat yang bakal menimpa kepada dirimu terkecuali kamu senantiasa mengingkari kebenaran dakwahku.”

Kaum Aad menjawab: ” Kami jadi tambah percaya dan tidak sangsi lagi bahawa engkau udah mendpt kutukan tuhan-tuhan kita sehingga memicu fikiran kamu kacau dan akalmu berubah menjadi sinting. Engkau udah mengucapkan kalimat yang tidak masuk akal bahwa terkecuali kita ikuti agamamu, bakal jadi tambah rezeki dan kemakmuran hidup kita dan bahawa kita bakal dibangkitkan lagi berasal dari kubur kita dan terima segala ganjaran atas segala amalan kami.Adakah barangkali kita bakal dibangkitkan lagi berasal dari kubur kita sehabis kita mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yang engkau senantiasa menakut-nakuti kita dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kita anggap kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kita tidak bakal menyerah kepadamu dan ikuti ajaranmu dikarenakan bayangan azab dan seksa yang engkau bayang-bayangkannya kepada kita lebih-lebih kita menentang kepadamu datangkanlah apa yang engkau janjikan dan ancamkan itu terkecuali engkau nyata-nyata benar didalam kata-katamu dan bukan seorang pendusta.”

Baiklah! jawab Nabi Hud, ” Jika kamu menyangsikan kebenaran kata-kataku dan senantiasa berkeras kepala tidak mengindahkan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak bakal dpt membebaskan diri berasal dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku udah menyampaikan risalah-Nya dengan sepenuh tenagaku kepada mu dan bakal senantiasa mengupayakan sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalur yang baik yang udah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya.”

Pembalasan Allah Atas Kaum Aad

Pembalasan Tuhan pada kaum Aad yang kafir dan senantiasa membangkang itu diturunkan didalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mrk, sehingga mengundang keresahan dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil berasal dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.Dalam suasana demikian Nabi Hud tetap mengupayakan meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu adalah suatu permulaan seksaan berasal dari Allah yang dijanjikan dan bahwa Allah tetap lagi memberi peluang kepada mereka untuk sedar bakal kesesatan dan kekafiran mrk dan lagi beriman kepada Allah dengan meninggalkan persembahan mrk yang bathil kemudian bertaubat dan memohon ampun kepada Allah sehingga segera hujan turun lagi dengan lebatnya dan terhindar mrk berasal dari bahaya kelaparan yang mengancam. Akan tapi mereka senantiasa belum mahu percaya dan berpikiran janji Nabi Hud itu adalah janji kosong belaka. Mereka lebih-lebih pergi menghadap berhala-berhala mereka memohon pertolongan ari musibah yang mereka hadapi.

Tentangan mrk pada janji Allah yang diwahyukan kepada Nabi Hud segera mendapat jawapan dengan dtgnya pembalasan langkah ke-2 yang dimulai dengan terlihatnya gumpalan awan dan mega hitam yang tidak tipis di atas mereka yang disambutnya dengan sorak-sorai gembira, dikarenakan dikiranya bahwa hujan bakal segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami kebun-kebun mereka yang sedang mengalami kekeringan.
Melihat sikap kaum Aad yang sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dengan suara mengejek: “Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kamu tapi mega yang bakal membawa kehancuran kamu sebagai pembalasan Allah yang udah ku janjikan dan kamu ternanti-nanti untuk menunjukkan kebenaran kata-kataku yang senantiasa kamu sangkal dan kamu dusta”.

Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yang diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun berasal dari awan yang tidak tipis itu tapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai bunyi gemuruh yang merisaukan yang udah merusakkan bangunan-bangunan tempat tinggal berasal dari dasarnya membawa berterbangan seluruh perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana sini hilir mudik melacak pertolongan .Suami tidak paham di mana isterinya berada dan ibu terhitung kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi serupa rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung sepanjang lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh bersih kaum Aad yang congkak itu dan menamatkan riwayatnya didalam suasana yang menyedihkan itu untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang bakal datang.

Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yang beriman udah mendapat pertolongan Allah berasal dari bencana yang menimpa kaumnya yang kacau bilau dan tenang seraya lihat suasana kaumnya yang kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan bunyi pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang berjatuhan dan juga teriakan dan tangisan orang yang meminta tolong dan mohon perlindungan.
Setelah suasana cuaca lagi tenang dan tanah ” Al-Ahqaf ” udah menjadi sunyi senyap berasal dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di mana ia tinggal menggunakan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana di mana sampai saat ini makamnya yang terdapat di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih kurang 50 km berasal dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang datang beramai-ramai berasal dari kira-kira tempat itu, terutamanya dan bulan Syaaban pada tiap tiap tahun.

Kisah Nabi Hud Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat didalam 10 surah di antaranya surah Hud, ayat 50 sampai 60 , surah ” Al-Mukminun ” ayat 31 sehingga ayat 41 , surah ” Al-Ahqaaf ” ayat 21 sehingga ayat 26 dan surah ” Al-Haaqqah ” ayat 6 ,7 dan 8.

Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud A.S.

Nabi Hud udah memberi semisal dan sistem yang baik yang patut ditiru dan diikuti oleh juru dakwah dan pakar penerangan agama.Beliau menghadapi kaumnya yang sombong dan keras kepala itu dengan penuh kesabaran, ketabahan dan kelapangan dada. Ia tidak sesekali membalas ejekan dan kalimat kasar mereka dengan serupa tapi menolaknya dengan kalimat yang halus yang menunjukkan bahawa beliau sanggup menguasai emosinya dan tidak sampai kehilangan akal atau kesabaran.

Nabi Hud tidak marah dan tidak gusar dikala kaumnya mengejek dengan menuduhnya udah menjadi gila dan sinting. Ia dengan lemah lembut menolak tuduhan dan ejekan itu dengan hanya mengata: “Aku tidak gila dan bahawa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah tidak sanggup menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tapi aku ini adalah rasul pesuruh Allah kepadamu dan nyata-nyata aku adalah seorang penasihat yang jujur bagimu meminta kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan sehingga kamu terhindar dan selamat berasal dari azab dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat.”

Dalam berdialog dengan kaumnya.Nabi Hud senantiasa mengupayakan mengetok hati nurani mereka dan mengajak mereka berfikir secara rasional, mengfungsikan akal dan fikiran yang sihat dengan memberikan bukti-bukti yang sanggup di terima oleh akal mereka perihal kebenaran dakwahnya dan kesesatan jalur mereka tapi hidayah iu adalah berasal dari Allah, Dia bakal memberinya kepada siapa yang Dia kehendakinya.

Baca Juga :

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger
Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :