Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori
Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Tim gabungan antara pogram studi Agro­teknologi Universitas Nusa Bangsa (UNB) dengan Badan Litbang Kementan RI yang diketuai Andi Masnang, me­lakukan riset mengenai tek­nologi konservasi pada lahan kering berlereng di Desa Suka­mantri, Tamansari, Bogor.

Menurut Andi, riset ini dilakukan karena didasari kekhawatiran pada lahan kering berlereng yang cenderung menyebabkan aliran permukaan erosi yang akan menurunkan tingkat kesuburan tanah.

“Aliran permukaan ini juga akan menyebabkan pemupukan yang dilakukan petani menjadi tidak efektif karena pupuk justru hilang terbawa aliran per­mukaan,” jelas Andi.
Karena itu, Andi dan timnya mencetuskan tindakan konservasi tanah dan air yang dapat dilakukan adalah dengan teknologi rorak. Dia men­jelaskan, rorak adalah lubang-lubang buntu dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah dan sejajar dengan garis kontur.

“Dengan cara pemotongan panjang lereng melalui pembuatan rorak, jumlah aliran permukaan berkurang karena sebagian aliran permukaan masuk ke rorak, sehinga sedimen yang tertangkap dapat dikembalikan ke lahan. Selain itu, rorak dapat meningkatkan kandungan air dalam tanah,” bebernya.

Andi menambahkan, penelitian ini dilakukan karena petani cenderung

enggan mengaplikasikan rorak. Sebab, menurut mereka, akan mengurangi luas lahan tanam. Nah, tim berusaha meng­itegrasikan teknologi rorak, bioteknologi, dan vertical planting. “Sehingga diharapkan petani berminat menerapkan teknologi konservasi tanah dan air yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatannya,” tambah Andi.

Ia mengungkapkan, hasil dari penelitian ini mengindikasikan jika implementasi rorak dapat mengendalikan aliran permukaan sampai di bawah 7 persen dari curah hujan. “Artinya, aliran permukaan yang terjadi lebih rendah dari yang tanpa rorak, sehingga lebih dapat menyimpan air atau lebih baik terhadap keamanan lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, timnya juga memperlakukan rorak secara tunggal maupun yang

diintegrasikan dengan mulsa/serasah, biopori, tanaman vertikal maupun kombinasi ketiganya. Hasilnya pun sama baiknya dalam mengendalikan aliran permukaan dan menurunkan erosi. “Selain itu, dengan menggunakan teknologi rorak ini mampu meningkatkan hasil panen dibandingkan kontrol atau tanpa perlakuan rorak,”ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, dihadiri para petani dan kelompok wanita tani di

sekitar Desa Sukamantri. Mereka juga antusias mengaplikasikan materi yang sederhana dan mudah dilakukan tersebut. “Diharapkan dengan penyuluhan ini akan semakin banyak petani yang mengaplikasikan rorak, akan semakin meningkatnya mutu lingkungan hidup sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” harap Andi.

Pembinaan dan penyuluhan dilakukan kepada petani secara rutin mulai 23 Oktober 2017 sampai Oktober 2018. Pembinaan dilakukan Andi Masnang selaku ketua beserta anggota tim Umi Haryati, Asmanur Jannah, Aisyah dan Reny Andriyanty.(*cr1/b)

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/sejarah-asean/

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa
Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Yayasan Birrul Waalidain menggenjot kemampuan bahasa Inggris siswanya

(SD dan SMP) dengan banyak praktik. Seperti pada program rutin kali ini, yakni mengundang tenaga pengajar dari Kampung Inggris Sawangan, Desa Bojongsari. Ketua Yayasan Birrul Waalidain, Memed Jalaludin mengatakan, kerja sama yayasannya dengan Kampung Inggris Sawangan telah berjalan selama dua tahun.

Selain untuk meningkatkan kemampuan siswa berbahasa Inggris, kegiatan ini juga sebagai bentuk memperluas hubungan dan komunikasi Yayasan Birrul Waalidain dengan pihak eksternal. “Karena kan kami mempunyai program yang sama untuk pengembangan dan pembelajaran bahasa Inggris,” ungkap Memed.

Yayasan telah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa yang penting

untuk dipelajari dan dikembangkan, selain bahasa Indonesia dan Arab. “Untuk pembelajaran bahasa Inggris ini kami tidak hanya bekerja sama dengan Kampung Inggris Sawangan, tetapi juga dengan Kampung Inggris Dompet Dhuafa,” jelasnya.

Secara rutin, seminggu sekali, pihaknya mengundang tenaga pengajar

bahasa Inggris tersebut, baik dari dalam maupun luar negeri. “Pendidikan itu kan sangat dinamis.Jadi kita jangan merasa puas dengan apa yang kita peroleh, padahal orang lain terus mengembangkan diri dengan penelitian dan lain sebagainya. Jadi kerja sama ini adalah upaya kita untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” tuturnya.

Tenaga pengajar dari Kampung Inggris Sawangan, Nuryadin Hasan mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan Yayasan Birrul Walidain

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/hikmah-puasa/

5 TIPS INI AKAN MEMBANTUMU BERHASIL DI KAMPUS

5 TIPS INI AKAN MEMBANTUMU BERHASIL DI KAMPUS

Bagi mayoritas calon mahasiswa, menginjak dunia kuliah bukan sesuatu yang mudah. Tidak melulu karena mesti melewati sekian banyak tahap seleksi, tetapi pun karena mesti menjalani masa orientasi. Belum lagi, mereka yang jadi mahasiswa baru ini bakal dihadapkan dengan serangkaian adaptasi; baik tersebut dari sistem belajar, pembelajaran di kelas, pergaulan, sampai urusan lokasi tinggal dan tata kelola keuangan.

Nah, supaya kamu dapat menjalani masa ini dengan baik, yuk simak 5 tips inilah ini!

Manfaatkan Ospek sebagai Ajang Mencari Teman
Ada baiknya anda buang jauh-jauh anggapan bahwa ospek ialah ajang perploncoan yang menakutkan. Ospek di masa kini tidak semenyeramkan itu, kok. Justru, fokusnya ialah bagaimana supaya para mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan kampus dengan baik.

Karenanya, anda harus memanfaatkan momen ini untuk menggali teman seperjuangan yang cocok. Carilah rekan yang tidak melulu seru untuk disuruh hangout, tetapi pun yang asyik guna diajak bertukar pikiran masalah kuliah. Memiliki rekan yang sesuai seperti ini pasti akan menciptakan masa kuliah 4 tahun bakal lebih asyik dan menyenangkan, bukan?

Jangan Malu Berinteraksi dengan Senior
Tak dapat dimungkiri bahwa kesan negatif ospek juga dominan buruk pada image kakak tingkat atau senior. Ini menciptakan mahasiswa baru ingin menjaga jarak, segan, atau bahkan takut andai harus berinteraksi dengan mereka. Padahal, bersangkutan dengan senior di kampus bakal memberimu tidak sedikit manfaat.

Kamu bakal lebih gampang mengenal lingkungan kampus, memahami karakter dosen, dan bahkan dapat bertanya mengenai materi kuliah. Juga tak menutup bisa jadi mereka akan menyerahkan tips dan trik berhubungan bagaimana menapaki masa kuliah dengan segala problematikanya.

Di samping itu, semakin anda kenal dan akrab dengan tidak sedikit senior, ini akan berfungsi ketika sudah lulus nanti.

Kenali Lingkungan Kampus dengan Baik dan Cepat
Ketika anda sudah mulai menapaki dunia kuliah, itu dengan kata lain kamu mesti mandiri. Tak peduli seberapa asing dengan lingkungan kampus, mahasiswa baru bakal dituntut untuk mengerjakan semuanya sendiri. Karenanya, anda harus dapat cepat mengenal lingkungan ini supaya proses adaptasi perkuliahan dapat berjalan lancar.

Tentunya, andai kamu telah memahami denah tempat kampus yang mencakup ruang kelas, ruang dosen, akademik, perpustakaan, laboratorium, dan lainnya, seluruh urusan bakal menjadi lebih mudah. Di samping fisik, mahasiswa baru pun harus mengetahui lingkungan ini dalam urusan budaya. Kamu butuh tahu laksana apa kebiasaan, nilai dan norma, atau bahkan aturan-aturan tak tertulis yang berlaku di kampus tersebut.

Bersikaplah Ramah pada Siapa Saja
Bersikap ramah pada dosen dan senior ialah hal wajar yang tentu telah diketahui oleh seluruh orang yang jadi mahasiswa baru. Namun, ketahuilah bahwa interaksi di dunia kampus tidak melulu berkutat dengan kelompok itu-itu saja. Kamu pun pasti bakal berinteraksi dengan petugas akademik, kemahasiswaan, kebersihan, dan bahkan keamanan. Dengan bersikap baik untuk semua orang tersebut, dipastikan kamu bakal lebih nyaman dan gampang dalam menjalani hari-hari di dunia perkuliahan.

Beri Kesan yang Baik pada Dosen
Ada ungkapan yang mengaku bahwa kesan kesatu ialah penentu segalanya. Meski tak sepenuhnya benar, kesan kesatu memang urgen dalam menyusun pandangan seseorang terhadap sesuatu. Percayalah, urusan ini juga berlaku ketika anda jadi mahasiswa baru.

Usahakan sebisa barangkali buatlah kesan yang baik di hadapan dosen. Jangan pernah menyepelekan pentingnya kesan di pertemuan kesatu ini, karena dapat jadi urusan tersebutlah yang melekat dalam pikiran dosen terhadap karakter mahasiswanya. Jadi, bersikaplah yang sopan, ramah, dan aktif di kelas, ya.

Itulah sejumlah tips untuk anda yang baru saja jadi mahasiswa baru. Semoga tips tersebut dapat membuatmu lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

http://id.nan-net.jp/system/login/link.cgi?jump=https://www.pelajaran.co.id

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand
Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Universitas Pakuan kembali akan melepaskan maha­siswanya untuk melaku­kan kuliah kerja nyata (KKN) dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) International melalui Alumni Association di Patani, Thailand, Juni mendatang.

Ada tiga mahasiswa Unpak yang terpilih mengikuti pro­gram bertaraf international tersebut. Yaitu Alvia Rahman, Rizki Refitasari jurusan Pendi­dikan Bahasa Indonesia dan Annisa Nur Alviana dari juru­san Pendi­dikan Bahasa Inggris.

Rekor Unpak, Bibin Rubini menjelaskan, ketiganya mewa­kili Unpak, sebagai salah satu per­gu­ruan tinggi yang ikut serta dalam program.

’’Ada bebera­pa perguruan tinggi, Unpak salah satunya,” bebernya kepa­da Radar Bogor, kemarin.

Mereka, kata dia, telah meng­ikuti seleksi internal di kampus. ’’Dan tiga ini

yang paling terbaik,” ungkap Bibin.

Hal itu dibenarkan Alvia Rah­man. Mahasiswa semester 6 itu mengatakan, ada tiga seleksi yang diikutinya bersama Rizki di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Pertama wawancara dengan ketua prodi, tahap selanjutnya yaitu praktik mengajar. Terakhir wawancara bahasa Inggris.

’’Nah, di seleksi itu, kami saja yang lolos, dari 8 teman kami yang ikut juga di jurusan yang sama,” jelasnya.

Berbeda dengan Annisa Nur Alviana dari jurusan Pendidikan Bahasa

Inggris. Ia hanya di seleksi dengan wawancara saja. Dalam wawancara tersebut, ketiganya sama-sama ditanya mengenai kesanggupan mereka dari segi bekal dan juga mental.

Annisa yang juga ditemui bersama Alvia dan Rizki meng­aku, setelah lulus seleksi, mere­ka diminta melengkapi bebera­pa dokumen untuk tinggal di Thailand selama 4 bulan ke depan. ’’Sisanya, kami persiap­kan mental dan beberapa perle­ngkapan saja,” tambahnya.

Mereka kompak berharap, bahwa program ini bisa menja­dikan sebuah

pengala­man yang sangat berharga, yang tidak bisa semua orang menda­patkan kesempatan yang sama.

’’Pasti akan kami maksmimalkan de­ngan baik, untuk masa depan kami ke depan,” tutupnya.(ran)

 

Baca Juga :

Fokus Sosialisasi PPDB

Fokus Sosialisasi PPDB

Fokus Sosialisasi PPDB
Fokus Sosialisasi PPDB

Tingkatkan silatu­rah­mi, keluarga besar Musya­warah Kerja Kepala Sekolah

(MKKS) wilayah 1 Jawa Barat kumpul membahas persiapan pendidikan ke depan sekaligus buka puasa bersama di Hotel Renotel Olympic, kemarin (21/5).

Ketua MKKS SMA wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Bambang Supriyadi mengatakan bahwa mening­katnya mutu pendi­dikan, seiri­ng dengan mening­katnya kiner­ja kepala sekolah. Sehingga fokus meningkatkan kinerja kepala sekolah lebih penting untuk menciptakan mutu pendidikan yang bagus.

Bambang juga mengatakan, menyiapkan PPDB yang sudah di depan mata,

sosialisasi sangat perlu dilakukan terus kepada anak-anak SMP. ’’Agar sistem PPDB yang meliputi jalur zonasi, jalur prestasi, pindahan bisa dipahami oleh calon orang tua murid,” tegas­nya kepada Radar Bogor.

Dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Asep

Darsono menging­atkan program atau hajat besar sekolah dalam waktu dekat, yaitu PPDB. Dan itu menjadi tugas kepala sekolah, wakasek humas dan kesiswaan wajib mengadakan sosialisasi. ’’Sosia­lisasi harus dilakukan sebelum pengumuman UN, kisaran 29 Mei,” tambahnya.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional
Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Jelang Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional 2019, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menggelar rapat evaluasi dan persiapan di ruang Paseban Sri Bima, Kompleks Balai Kota Bogor, Senin (13/5).

Ade Sarip meminta LSS jangan hanya sekadar ajang mengejar juara. Lebih dari itu, LSS bagi Kota Bogor harus menjadi basis untuk kepentingan memper­siapkan Kota Bogor sebagai kota yang sehat.

’’Ketika program ini disanding dengan pendidikan, akan jauh lebih masif dipahami oleh masyarakat. Informasinya menyebar, menjadi karakter dan suatu saat akan terwujud masyarakat yang sehat mulai dari lingkungan sekolah,” ungkap Ade Sarip.

Sedangkan, predikat juara dalam LSS ini merupakan bonus bagi Kota Bogor

untuk menarik tamu dari daerah lain untuk berkunjung.

’’Contoh ketika tahun kemarin TK Akbar juara LSS tingkat nasional. Sekian banyak daerah datang ke Kota Bogor hanya untuk berkunjung dan melihat bagaimana upaya menjadikan TK yang sehat demikian juga lingkungannya. Jadi hal itu berdampak pada kunjungan tamu ke Kota Bogor,” terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini Kota Bogor tengah mempersiapkan SMP Negeri 5 melaju ke tingkat nasional. SMP Negeri 5 Bogor tahun lalu menjadi juara I LSS tingkat Provinsi Jawa Barat.

Melalui rapat ini Ade ingin mengecek seluruh SKPD yang terlibat dalam tim.

Semua diminta untuk aktif menginven­tarisir kekurangan. Nanti SKPD mengin­tervensi agar nantinya tidak ada lagi hal yang kurang tentang sekolah sehat. ’’Minimal tri-UKS bisa berjalan. Pertama kaitan dengan pendidikan. UKS harus ditingkatkan di sekolah oleh guru kepada para siswa termasuk guru-guru yang lain. Kedua, pelayanan kesehatan dan ketiga lingkungan,” jelasnya.

Terkait lingkungan seputar sekolah, Ade meminta camat, lurah dan Satpol

PP berperan. ’’Lingkungan seputar SMP Negeri 5 jangan sampai ada kawasan yang kumuh dan menjual rokok,” beber dia.

Rapat evaluasi dan persiapan LSS tingkat nasional dihadiri Asisten Umum Setdakot Bogor Dody Achdiyat, Kepala Bappeda Erna Hernawati, Kabag Adkesra Iman dan perwakilan dari OPD serta organisasi terkait.(*/ran)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Cyber Law adalah

Cyber Law adalah

Cyber Law adalah
Cyber Law adalah

Dapatkah Dunia Cyber Diatur?

q Banyak orang yang mengatakan bahwa dunia cyber tidak dapat diatur

q Kata “cyber” ini berasal dari kata “cybernetics” dimana tujuannya adalah mengendalikan sesuatu (misalnya robot) dari jarak jauh

Jadi tujuan utamanya adalah pengendalian total à aneh jika dikatakan cyber

q Cyber law meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan subyek hukum yang memanfaatkan teknologi Internet yang dimulai pada saat mulai “online” dan seterusnya sampai saat memasuki dunia maya

q Oleh karena itu dalam pembahasan cyber law, kita tidak dapat lepas dari aspek yang menyangkut isu prosedural, seperti jurisdiksi, pembuktian, penyidikan, kontrak/transaksi elektronik dan tanda tangan digital/elektronik, pornografi, pencurian melalui Internet, perlindungan konsumen, pemanfaatan Internet dalam aktivitas keseharian manusia, seperti e-commercee-governmente-taxe-learninge-health, dan sebagainya

Baca Juga :

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang
Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal tempe. Makanan ini rutin tersaji di meja makan berbagai kalangan sosial. Mulai dari orang kaya, miskin, pengusaha, artis, pejabat, semua suka tempe. Entah sejak kapan tempe ini menyatu dengan rakyat Indonesia. Yang pasti, begitu memberikan makanan padat pertama, rata-rata ibu di Indonesia mengenalkan tempe pada anaknya. Mungkin kebiasaan ini sudah berlangsung dari dulu, sampai akhirnya kelezatan tempe menempel dari lidah generasi ke generasi.

Saat krisis ekonomi menghimpit Indonesia, tempe menjadi penyelamat. Murahnya harga dan kandungan zat isoflavone di dalamnya mampu menopang kebutuhan gizi jutaan masyarakat miskin. Itu sebabnya tempe bisa dikategorikan sebagai makanan dengan kandungan gizi terbaik di Indonesia. Thanks to tempe.

Kabar kurang mengenakkan dari tempe justru terjadi tahun 2004 lalu. Berkat “kesaktiannya” itu, Jepang mematenkan tempe. Banyak orang Indonesia yang resah, tapi segera mereda. Ternyata Jepang mematenkan tempe versi mereka sendiri, namanya natto. Sama seperti tempe kita, natto menyehatkan. Terbuat dari kedelai rebus dan diragi. Bedanya natto lebih basah dan apek. Natto dikenal sejak 950 tahun lalu. Ketika seseorang bernama Hachimantaro Yoshiie dan rekan-rekannya harus mengungsi dari ancaman militer klan Abe. Saat itu mereka membawa berkarung-karung kedelai rebus. Begitu tiba di pengungsian, kedelai rebus tadi sudah berubah menjadi natto. Sejak itulah, natto diproduksi oleh banyak perusahaan. Dijual bersama tahu dan susu kedelai.

Lalu bagaimana dengan tempe Indonesia, apa orang Jepang juga mengenalnya? Yup, bangsa Jepang sangat suka tempe kita. Mereka menyebutnya Indonesia no natto. Mereka juga memproduksi dalam skala besar. Baik industri rumah tangga maupun pabrik. Yang mencengangkan, orang Jepang mengadakan kursus masak tempe dan melakukan riset masakan tempe Indonesia.

Karena orang Jepang sangat percaya Indonesia no natto berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Maka mereka lebih suka makan tempe mentah. Kalaupun digoreng atau dipanggang, mereka tidak menambahkan bumbu alias tetap tawar. Tempe goreng biasanya dimakan bersama lobak parut dan kecap Jepang. Kalau untuk menemani minum sake, tempe diberi gula agar manis.

Bila di negeri asalnya (Indonesia) tempe bisa diperoleh dengan harga 1000 rupiah, di Jepang tempe menjadi makanan mahal. Satu kantong plastik atau sekitar 150 gram berharga di atas 300 yen. Harga ini setara dengan harga daging sapi impor Australia seberat 300 gram. Wah, jika di Jepang tempe menjadi makanan mahal, mengapa kita merasa lebih bangga menyantap daging impor dibanding tempe? Padahal melahap sepotong tempe sangat menyehatkan sekaligus menjaga agar makanan tradisional tidak kehilangan hak paten. Cara lain agar tempe tetap lestari adalah jangan pernah bosan membuat inovasi hidangan dari tempe.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita
Kami Shibai, sebuah budaya cerita

Selasa lalu siswa-siswi SD SRIT dihibur oleh pertunjukkan Kami Shibai, sebuah budaya cerita yang ada di Jepang sejak ratusan tahun silam. Secara etimologis Kami Shibai dapat diartikan sebagai cerita bergambar yang terbuat dari kertas, namun secara sosiologis ia bisa diartikan sebagai budaya tutur bergambar yang menjadi media berkembangnya cerita-cerita rakyat maupun cerita anak-anak yang tumbuh dan berkembang di negeri sakura. Secara ekonomis Kami Shibai adalah juga budaya ekonomi sebagian rakyat kecil Jepang pada ratusan tahun silam. Menurut sejarahnya pada ratusan tahun silam lalu budaya Kami Shibai sesungguhnya berfungsi untuk menghibur anak-anak dan sekaligus menjajakan jajanan yang dijual untuk anak-anak. Budaya tutur yang menghibur dan mencerdaskan sekaligus berfungsi ekonomis bagi para pelaku budaya Kami Shibai dimasa lalu.

Kini budaya yang sudah berumur itu masih tetap terpelihara dan terus dikembangkan oleh para pegiat budaya di Jepang. Hal ini terlihat seperti yang terjadi pada Selasa lalu di Sekolah RI Tokyo. Pegiat Kami Shibai asal Indonesia yang sudah berkeluarga dengan orang Jepang dan menetap lama di negeri sakura menunjukkan kebolehannya dalam mengapresiasi budaya yang sudah berumur itu. Pegiat budaya yang dimaksud adalah Silvia Cakrawati Mihira. Kemampuanya bertutur patut diacungkan jempol, sebab mampu membuat siswa-siswi SD SRIT berdecak kagum, sedih, kesel, dan gembira. Hari itu Silvia San menunjukkan lembaran-lembaran gambar berwarna dari sebuah box kecil yang diposisikan seperti mini screen . Dengan gambar-gambar yang menarik membuat anak-anak antusias untuk melihatnya. Bertuturnya lalu meluncur dengan gaya bahasanya yang menarik, walhasil cerita bawang merah-bawang putih, lalu cerita rakyat dari Vietnam tentang perdebatan para binatang mengenai dari mana terbitnya matahari, dan cerita tentang anak muda Jepang yang dikejar-kejar penjahat yang bisa mewujud menjadi raksasa perempuan tua namun kemudian penggangu atau penjahat itu berubah wujud menjadi kacang setelah sang pemuda Jepang masuk kuil dan dilindungi biksu hingga kemudian raksasa nenek perempuan itu menjadi mengecil menjadi kacang dan dimakan dengan nikmat oleh sang biksu bagai kacang goreng yang gurih. Tentu saja cerita ini penuh variasi hingga menimbulkan reaksi tertawa anak-anak SD SRIT yang nonton selama satu jam tanpa terasa.

Terlepas dari itu semua, kita bisa mengambil pelajaran bahwa budaya tutur masyarakat Jepang masih terus terpelihara meski sudah berumur ratusan tahun. Sebuah apresiasi budaya yang hebat, sebab pegiat budaya Kami Shibai ini juga memiliki komunitasnya sendiri dan Silvia San adalah bagian dari komunitas itu. Kita layaknya perlu bangga dengan upaya Silvia San dalam mendalami budaya tutur negeri samurai ini.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa
Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 12 Ambon sangat menguntungkan bahkan memudahkan siswa yang berada di sekitar sekolah tersebut.

Tahun Ajaran 2019/2020 SMAN 12 Ambon merekrut 221 siswa baru dari yang mendaftar sebanyak 300 orang lebih.

“Jumlah siswa baru tahun ajaran 2019/2020 turun drastis jika dibandingkan tahun ajaran lalu,” kata Kepala SMAN 12 Ambon F. Th. Pentury, M.Pd di Ambon, Jumat (12/7/2019).

Menurut Pentury, tahun ini kelas 10 hanya terdapat enam rombongan

belajar (Rombel) sedangkan tahun 2018 lalu delapan rombel.

221 siswa baru yang direkrut itu sudah melalui sistem seleksi yang baik dan mereka sudah selesai mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS) dari tanggal 8-11 Juli 2019.

Selain PLS, mereka juga mendapat sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDZ dari Puskesmas Air Salobar.

“Karena jumlah siswa baru menurun maka tentu sangat berpengaruh

terhadap jumlah dana BOS pada SMAN 12,” ucapnya.

Dikatakan, hal penting yang harus dilakukan dalam tahun ajaran baru ini adalah; Proses belajar mengajar ditingkatkan agar hasil belajarnya dapat terukur pada ujian akhir nanti,

Cara penyajian materi pelajaran oleh guru, Cara penyerapan dan cara belajar siswa di kelas karena, jangan sampai guru serius mengajar tetapi siswanya masa bodoh.

Selain itu sebagai kepala sekolah, Pentury akan melakukan fungsi kontrol

terhadap kinerja guru seperti; Kehadiran guru, Hadir di kelas saat jam mengajar, Kesiapan perangkat guru saat mengajar.

Diharapkan, siswa baru pada SMAN 12 Ambon melakukan proses belajar mengajar sesuai aturan, bertahan sampai lulus dan tidak pindah sekolah.

 

Baca Juga :