Ujian Sekolah lewat Smartphone, Pemkot Luncurkan Edubox Smart School

Ujian Sekolah lewat Smartphone, Pemkot Luncurkan Edubox Smart School

Ujian Sekolah lewat Smartphone, Pemkot Luncurkan Edubox Smart School
Ujian Sekolah lewat Smartphone, Pemkot Luncurkan Edubox Smart School

CICENDO – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meluncurkan Edubox Smart School di 25 sekolah. Edubox tersebut dinilai bisa menghemat anggaran hingga Rp 30 miliar.

Pria yang karib disapa Emil ini mengatakan, perangkat lunak Edubox

tersebut membuat belajar mengajar lebih menyenangkan. ”Jadi tidak mengandalkan jaringan internet luar. Keuntungan banyak, menghemat Rp 30 miliar per tahun,” kata Emil kepada wartawan usai peluncuran Edubox Smart School di SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan, kemarin (1/11).

Emil mengungkapkan, banyak hal yang bisa dihemat dan dipermudah dengan sistem Edubox tersebut. Seperti keuntungannya dalam program ini bisa menghemat anggaran Rp 30 miliar per tahun dari biaya ujian yang sifatnya dengan kertas.

”Ujian sekarang bisa dengan HP kira-kira begitu. Yang tidak punya

smartphone nanti ujiannya di laboratorium menggunakan komputer yang disediakan sekolah. Tapi 90 persen menurut penelitian rata-rata sudah punya smartphone sehingga ujiannya bisa di situ,” jelas Emil.

Emil menambahkan, selain urusan belajar mengajar, dengan sistem Edubox, siswa yang berniat membolos bisa diketahui. Sebab GPS yang ada ada ponsel teregistrasi di sistem sekolah. Dengan demikian kepala sekolah, wali kelas, orang tua, bisa tahu anaknya di mana dengan di saat jam sekolah . ”Dengan begitu, anak-anak yang bolos itu pasti ketahuan tidak sedang berada di lokasi,” ujar Emil.

Emil menambahkan, guru bisa diuntungkan dengan pengaplikasian sistem

ini. Guru tidak perlu lagi memeriksa kertas hasil ujian. Karena dengan cara ini, guru juga bisa punya setengah juta soal ujian. Saking banyaknya maka tiap anak ujiannya beda-beda. ”Sehingga tidak ada lagi yang bisa mencontek, hasil ujiannya langsung diketahui. Jadi guru tidak perlu lagi memeriksa kertas ujian yang jumlahnya puluhan, ratusan,” terangnya.

”Dengan sistem Edubox, ke depan siswa juga tidak perlu buku-buku dan tidak perlu foto copy bahan pelajaran. Semua bahan ajar pelan-pelan ditransfer jadi e-book. Jadi anak-anak juga bisa baca di situ,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://weareglory.com/teks-eksposisi/

Berawal Kebiasaan Menteri Baru Kebijakan Baru

Berawal Kebiasaan Menteri Baru Kebijakan Baru

Berawal Kebiasaan Menteri Baru Kebijakan Baru
Berawal Kebiasaan Menteri Baru Kebijakan Baru

DIPROTES sekencang apapun, kebijakan sekolah lima hari oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah pasti tetap digulirkan. Jika dirunut ke belakang, kebijakan ini buah dari kebiasaan menteri baru membawa gagasan baru. Penerapan sekolah lima hari yang bertahap, diharap langgeng meskipun ada pergantian kabinet 2019 nanti.

Wacana pemberlakuan sekolah sehari penuh dilontarkan Mendikbud Muhadjir Effendy pertama kali pada Agustus 2016. Tepat sebulan setelah dia dilantik menjadi Mendikbud menggantikan Anies Baswedan. Pengamat pendidikan Jejen Musfah mengatakan rencana pemberlakuan sekolah lima hari, kemudian populer dengan sebutan full day school, memang telah berkembang sejak tahun lalu.

’’Sepertinya sudah sunnatullah menteri baru membawa kebijakan baru,’’

katanya di Jakarta kemarin. Pria yang menjabat sebagai Ketua Program Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, ada fakta bahwa pernyataan ganti menteri ganti kebijakan itu memang berlaku.

Perilaku ganti menteri ganti kebijakan itu didasari oleh banyak faktor. Diantaranya adalah seorang menteri merasa dituntut untuk menghadirkan program yang inovatif, baru, dan kreatif. Tidak mungkin seorang menteri hanya meneruskan program menteri sebelumnya tanpa ada program baru.

’’Menteri yang tidak membawa kebaruan, baik itu program atau kebijakan,

dianggap tidak ada prestasinya,’’ katanya. Padahal menurut Jejen untuk dunia pendidikan tidak bisa serta merta menjalankan kebiasaan ganti menteri ganti kebijakan. Sebab urusan pendidikan itu menyangkut sekitar 50 juta murid dan 3 jutaan guru.

Jejen menjelaskan kebijakan apapun di dunia pendidikan, tidak akan bisa

dilakukan secara serentak. Termasuk penerapan sekolah selama delapan jam sehari. Sebab ketimpangan sekolah di Indonesia masih terjadi sampai saat ini. Kebijakan sekolah delapan jam sehari bisa jadi baik di sekolah tertentu. Tetapi di sekolah lainnya kebijakan tersebut mustahil diterapkan.

’’Contohnya di sekolah yang menjalankan dua sift. Ada yang masuk pagi dan siang,’’ tuturnya. Dipola seperti apapun, cukup kesulitan siswa di sekolah dua sift itu untuk masuk bersamaan. Sebab infrastruktur kelasnya terbatas. Kemudian gurunya juga terbatas.

Baca Juga :

PPDB SMA/SMK Dilakukan Online

PPDB SMA/SMK Dilakukan Online

PPDB SMA SMK Dilakukan Online
PPDB SMA SMK Dilakukan Online

SUMEDANG – Proses penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat

SMA/SMK sederajat untuk tahun ajaran 2017/2018 sedikit berbeda. Pasalnya, pendaftaran dilakukan secara online.

Untuk jalur akademik akan diseleksi berdasarkan hasil ujian sekolah dan ujian nasional. Setiap sekolah juga memiliki passing grade untuk menyeleksi para calon siswa.

Sementara untuk jalur afirmasi, diperuntukkan kepada calon siswa yang

memiliki kriteria khusus non akademik. Seperti siswa tidak mampu, siswa berprestasi, dan lainnya.

“Untuk tanggal 3 sampai 8Juli 2017 penerimaan siswa jalur akademik dengan kuota 238 siwa. Meskipun begitu kemungkinan pendaftar bisa mencapai 600 orang siwa,” kata Sekretaris PPDB SMAN Tanjungsari, Jajang S.Pd kepada Jabar Ekspres, kemarin.

Sesuai arahan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat PPDB di SMAN

Tanjungsari pendaftaran melalui online. “Demi kelacaran pendaftaran secara online panitia membantu dengan mengonlinekan calon peserta didik baru,” terangnya.

Meskipun begitu hari pertama pembukaan jalur akademik berjalan dengan lancar semua siswa yang mendaftar sudah terdaftarkan dengan baik secara online.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

14.402 Ruang Kelas SD Rusak Berat

14.402 Ruang Kelas SD Rusak Berat

14.402 Ruang Kelas SD Rusak Berat
14.402 Ruang Kelas SD Rusak Berat

JAKARTA – Sarana dan prasarana menjadi salah satu penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sayangnya, hingga kini masih banyak sekolah dengan ruang kelas yang tidak layak. Bahkan, mayoritas rusak berat.

Berdasar data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tingkat sekolah dasar (SD) misalnya, dari 26.401 sekolah yang tersensus, sebanyak 14.402 ruang kelas rusak berat. Mulai dinding-dinding rusak hingga atap terancam roboh.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud Wowon Widaryat menyampaikan, jumlah tersebut bisa terus bertambah karena ada sekitar 148 ribu SD di Indonesia.

Belum lagi, ada perubahan sistem pengawasan yang kini diterapkan

Kemendikbud untuk memantau kondisi sekolah secara menyeluruh. Yakni, dengan sistem sensus pada satu per satu SD. ”Yang dulu diketahui sebatas permukaan atau jenis kerusakan tanpa tahu seberapa parah, mulai tahun lalu kita ubah,” tutur Wowon saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Sensus tersebut melibatkan para murid SMK jurusan teknik bangunan. Ada sekitar 611 SMK dan 6 ribu siswa yang dilibatkan dalam pengawasan kondisi sarana dan prasarana sekolah tersebut. Selain mengetahui kondisi di lapangan, kerja sama itu bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk terjun langsung. Siswa bisa menerapkan apa yang mereka peroleh di sekolah. Mulai menganalisis kerusakan, mengategorikan, hingga memasukkan data ke sistem terpadu.

Dengan sistem itu, kondisi sarana dan prasarana sekolah bisa diketahui

lebih riil. Untuk data sementara saja, menurut dia, jumlah kelas rusak meningkat tajam jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab, tahun lalu hanya ada 4.061 ruang kelas rusak yang berhasil terekam. Itu diperoleh dari laporan pemda. ”Kita juga kaget, ternyata jauh lebih banyak. Yang dulu tidak tampak sekarang jadi terlihat,” ujarnya.

Buruknya pendataan pemda, lanjut dia, kembali terlihat saat pengajuan DAK untuk perbaikan sekolah. Saat dimintai data detail kerusakan sekolah, hampir seluruh pemda tidak memilikinya. Padahal, sejatinya pengawasan dan pembinaan keberlanjutan sarana dan prasarana sekolah menjadi tanggung jawab pemda sepenuhnya. Pusat hanya bertugas membantu.

Meski begitu, pemerintah pusat tetap turun tangan. Tahun ini

Kemendikbud sudah menganggarkan dana Rp 1,4 triliun untuk program renovasi ruang kelas. Dia mengakui, jumlah itu jauh dari harapan.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Karir yang Bisa di Tempuh dengan Jurusan Matematika

Karir yang Bisa di Tempuh dengan Jurusan Matematika

Memutuskan memungut jurusan matematika mempunyai penawaran kerja yang lumayan dibutuhkan di luar sana. Ada sejumlah lowongan yang dapat diisi oleh mereka yang adalahsarjana jurusan matematika.

Seorang jurusan matematika tidak hanya dapat bekerja dibidang akademi laksana menjadi guru matematika di sekolahan. Ada sejumlah posisi yang barangkali belum anda ketahui membutukan kualifikasi dari seorang berpengalaman matematika.

Ini dia profesi dan karir yang dapat kamu tempuh dengan jurusan matematika.

Manjadi Seorang Analis Keuangan
Memiliki keterampilan mengenai jurusan matematika bisa membawa anda berkarir sebagai seorang analis keuangan. Berhubungan dengan angka, menghitung dan menganalisis dapat menjadi salahs atu keterampilan yang dipelajari dari jurusan matematika.

Memiliki pemahaman menjadi seorang analis finansial membutuhkan ilmu dan praktik yang dipunyai seorang berpengalaman atau bidangnya. Tidak seluruh jurusan dapat menjadi analis keuangan andai tidak mengetahui dasar dan pengetahuan di bidangnya.

Menjadi analis finansial dapat membawa anda untuk mengenmbangkan karir dengan penghasilan yang lumayan besar. Hitung saja guna analis finansial di Indonesia rata-rata kamu dapat mendapatkan upah sebesar 4,5-8 juta per bulan, bahkan dapat lebih dari itu.

Bekerja Sebagai Akuntan
Menjadi seorang berpengalaman matematika dapat membantu anda untuk belajar teliti tentang angka-angka dan hasil daftar keuangan. Memiliki keterampilan lebih tentang ilmu matematika bisa membantu kamu untuk dapat fokus memeriksa daftar keuangan yang diisi dengan laporan berupa angka.

Untuk menjadi seorang akuntan di Indonesia sendiri kamu dapat memperoleh penghasilan mulai dari 5-10 juta rupiah masing-masing bulan . Adapun upah akuntan di Negara lain dapat mencapai 400-800 juta rupiah per tahun. Angka yang lumayan fantastis bukan?

Berprofesi Sebagai Aktuaris
Memahami bisang matematika dengan memilih jurusan matematika ketika berkuliah bakal membantu kamu menjadi seorang aktuaris. Apa tersebut aktuaris? Pra aktuaris bakal bekerja menganalisa data-data kematian, kecelakaan, pensiunan dan beda sebagainya.

Tujuan mengerjakan analis data ini guna memperkirakan jumlah dana yang dapat diserahkan untuk asuransi. Sasaran semua aktuaris ini ialah dibidang asuransi.

Seorang aktuaris dapat mendapatkan upah per tahun menjangkau 1, 3 miliar. Karir yang lumayan diperhitungkan guna menjadi seorang aktuaris. Tentunya terdapat syarat dan kualifikasi lainnya yang diperlukan di samping adalahlulusan dengan jurusan matematika.

Memilih Menjadi Ekonom
Bekerja sebagai ekonomi bersangkutan dengan semua sarjana alumni matematika. Penyusunan laporan, meneliti keuangan, fiscal, perencanaan untuk buatan dan penyaluran membutuhkan seorang jurusan matematika guna merubah data menjadi angka yang dapat di generalisasikan.

Eorang ekonom jug diperlukan untuk memproses data ekonomi dan statistik dengan memakai sampel- sampel yang dibutuhkan. Gaji dari seorang ekonomi dapat mencapai 1,4 miliar dalam 1 tahun. Peluang kerja yang lumayan menjanjikan guna karir anda bukan?

Berkarir Sebagai Ahli Statistika
Memahami dan menguasai ilmu matematika dapat membantu anda untuk menjadi seorang berpengalaman statistika. Ada pemahaman yang mesti anda pelajari lagi ketika hendak menjadi seorang berpengalaman statistika.

Mengambil jurusan matematika dapat menjadi modal mula mengembangkan karir sebagai berpengalaman statistik tetapi, anda pun membutuhkan pemahaman tentang dasar analisis statistik, mengetahui pengelolaan data.

Menjai seorang berpengalaman matematika pun akan membawa anda bekerja sebagai berpengalaman statistik di perusahaan- perusahaan besar. Adapun upah yang dapat didapatkan seorang berpengalaman statistika berkisar 1,1 miliar per tahun.

Mengembangkan Karir Menjadi Ahli Matematika
Bayangkan saja andai seorang jurusan matematika menjadi seorang berpengalaman matematika yang dapat menyelesaikan sekian banyak permasalahan. Ada sejumlah fenomena yang mesti ditamatkan menggunakan formula atau bahasa dari matematika.

Seorang berpengalaman matematika bakal mempelajari tentang bidang sains ataupun bidang manajemen dan beda sebagainya. Tujuannya menuntaskan masalah yang terdapat dengan cara matematika. Gaji yang dapat di dapatkan oleh jurusan matematika berkisar 800 juta rupiah hingga 1,5 miliar rupiah per tahun.

Itu dia sejumlah informasi tentang pekerjaan yang dapat menunjang karir untuk seorang sarjana dengan jurusan matematika. Penting dikenang bahwa ada pemahaman ilmu beda yang mesti dipelajari untuk menduduki posisi laksana di atas.

Baca Juga :

Masalah yang Melatarbelakangi Sistem Pendidikan Indonesia

Masalah yang Melatarbelakangi Sistem Pendidikan Indonesia

Tak terdapat salahnya andai masyarakat hendak tahu tentang edukasi yang terdapat di Indonesia. Justru rasa hendak tahu masyarakat mengenai dunia edukasi Indonesia bakal lebih sangat menolong perkembangan edukasi Indonesia ke depannya. Hal ini menilik peran masyarakat sebagai konsumen dan pengawas dunia edukasi di samping pemerintah.

Dan laksana yang tidak sedikit beredar kini ini, bahwa Indonesia tidak bisa menghadirkan pertumbuhan dalam dunia pendidikan sebab ada sekian banyak macam masalah yang menjadi latar belakangnya. Apa saja masalah yang sebetulnya melatarbelakangi dunia edukasi yang terdapat di Indonesia? Berikut informasi yang mesti anda telaah dan sebetulnya harus anda cari penyelesaian tepatnya kini ini. Yuk simak!

Masalah yang Melatarbelakangi Sistem Pendidikan Indonesia

Sistem pemerataan edukasi Indonesia
Upaya yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka menyelenggarakan gedung sekolah dan pun gedung baru utamanya pada jenjang edukasi dasar dan menengah tengah berlalu dilakukan. Hanya saja yang terjadi pemerataan mendapatkan peluang pendidikan untuk anak – anak Indonesia masih perlu dianalisis lagi dan masih butuh dikembangkan lagi secara bertahap. Mungkin akibat ini masih belum terasa di Pulau Jawa sebab memang Pulau Jawa lebih maju dikomparasikan pulau beda di Indonesia.

Dan yang semakin bisa dirasakan ialah di sekitar area Papua, Kalimantan, Belitung yang seluruh hal tentang edukasi dan akses edukasi terasa sulit. Ini yang pun menjadi di antara bukti bahwa sebenarnya edukasi di Indonesia belum benar – benar menjangkau titik pertumbuhan yang positif. Salah satu penyelesaian untuk urusan ini ialah adanya sistem pemetaan dalam edukasi dan pun wajib belajar yang sudah ditentukan pemerintah terdapat baiknya didukung dengan pendanaan pemerintah guna siswa tidak cukup mampu.

Relevansi pendidikan
Awalnya memang pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga sekolah dinilai tidak relevan dengan tuntutan didalam dunia kerja. Lowongan kerja yang diperlukan tidak terpenuhi oleh alumni sekolah. Karena tersebut khususnya tingkat SMU ada pun yang namanya SMK dimana disana murid dapat memilih mana jurusan yang diharapkan sesuai dengan minat, bakat dan pun sasaran kerja yang hendak dicapai.

Anak – anak yang memang orientasinya kuliah bisa melanjutkan di tingkat SMA sedangkan anak – anak yang memang orientasinya kerja pasti perlu guna melanjutkan di tingkat SMK agar bekal ke lingkungan kerja dapat diserap secara lebih intens dan lebih baik lagi.

Kualitas pendidikan
Kualitas memang mesti diserahkan dalam edukasi dan ini menjadi sebuah aspek dalam dunia edukasi yang tidak bisa ditawar – tawar. Berbagai inovasi dalam dunia pendidikan lantas disempurnakan. Dan di antara yang sangat terbaru dalam dunia pendidikan ialah pendekatan secara saintifik dalam pembelajaran. Nantinya menunjukkan siswa pada proses bagaimana menemukan ilmu pengetahuan.

Efisiensi pendidikan
Proses edukasi yang tepat guna memang dinilai bakal dapat menolong peningkatan kualitas pendidikan. Karena tersebut inovasi edukasi harus berorientasi pada bagaimana tata seperti pembelajaran di sekolah. Dan ini pun turut menjadi tuntutan supaya efisiensi edukasi akan bisa diwujudkan nantinya.
Demikian tidak banyak informasi mengenai Masalah yang Melatarbelakangi Sistem Pendidikan Indonesia. Mari anda telaah lagi dan tolong pemerintah untuk membenahi diri dalam tatanan pendidikan. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Sumber : https://buttonspace.com/for/www.pelajaran.co.id

Masalah Pendidikan Indonesia yang Tak Pernah Tuntas

Masalah Pendidikan Indonesia yang Tak Pernah Tuntas

Walaupun masalah korupsi telah ditangkap oleh petugas KPK dan selalu berjuang diperbaiki dengan pemilihan aparat – aparat yang bersih tetapi tetap saja Indonesia seolah stagnan di situ saja tanpa tidak sedikit perkembangan yang berarti. Aparat yang bertugas seolah tak pernah dapat mengatasi sekian banyak masalah lapangan yang terjadi. Bukan melulu soal korupsi tetapi pun soal sistem edukasi yang berlaku di Indonesia.

Sampai ketika ini dana edukasi masih terkesan tidak layak, belum lagi kinerja guru yang berlabel “tanpa tanda jasa” lantas membuatnya tidak menemukan penghargaan atas “gaji” yang terbaik sampai-sampai pelayanan pendidikan pun biasa – biasa saja. Itu di antara masalah yang terjadi dan menjadi problematika yang tidak sedikit dibicarakan di lingkungan masyarakat terbawah. Belum lagi masih tidak sedikit ketimpangan yang terjadi dalam dunia pendidikan sampai menimbulkan masalah di babak – babak baru yang tak pernah usai meski presiden telah berganti – ganti. Disini ayo kita coba kupas tentang masalah edukasi Indonesia yang tak pernah tuntas dan semestinya dirapikan oleh petugas negara. Simak kabarnya

Masalah Pendidikan yang Tak Pernah Tuntas

Kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan
Kesenjangan sosial memang menjadi soal yang sangat urgen di negeri ini. Dan urusan ini yang pun menjadi penyebab tingkat edukasi antar satu provinsi dan provinsi beda begitu tidak sebanding. Jika memang bercermin di lokasi yang terdapat di Pulau Jawa, laksana halnya di DKI Jakarta, Jawa Barat dan pun Yogyakarta memang disana edukasi sudah paling baik. Dan hal bertolak belakang kalau anda lihat edukasi yang terdapat di Bangka Belitung atau di Kalimantan atau wilayah lain dimana disana bahkan infrastrukturnya saja tidak begitu memungkinkan.

Sistem Ujian Nasional
Masalah beda yang pun kemungkinan hadir dalam edukasi yang terdapat di Indonesia yakni sistem ujian nasional. Dimana Dosen UIN Sunan Ampel dan Ketua Majelis Dikdasmen pun mengatakan bahwa seluruh pihak turut mesti aktif dan berkomitmen atas ujian nasional supaya tidak terjadi kesimpangsiuran dalam tata seperti ujian nasional yang diadakan bersamaan dan serentak di negeri ini.

Berdasarkan keterangan dari Biyanto pribadi, bahwa capaian nilai anak dalam ujian nasional sebetulnya bukan destinasi utama dari pendidikan. Dan ujian ini pun harus dicerna sebagai di antara tahapan yang mesti dilewati siswa guna menapaki jenjang edukasi yang selanjutnya. Karena tersebut sebenarnya dalam ujian nasional anak mesti konsentrasi berlaku jujur. Tak butuh malu dengan nilai yang tidak cukup baik atau lebih rendah dari rekan – teman, yang urgen jujur.

Infrastruktur edukasi yang tidak cukup memadai
Ada tidak sedikit infrastruktur yang sebetulnya sangat urgen tetapi pun masih belum digenapi sehingga menciptakan sistem edukasi tidak terselenggara dengan lancar. Ini yang sebetulnya harus dirapikan kembali oleh pemerintah.

Demikian tidak banyak informasi mengenai Masalah Pendidikan yang Tak Pernah Tuntas. Semoga menjadi informasi yang berfungsi untuk Anda.

Sumber : http://av1611.org/newslink.php?news_link=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota
Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Terdapat hubungan yang sangat erat antara masyarakat terhadap ruang sebagai wadah kegiatan. Kota sebagai tempat terpusatnya kegiatan masyarakat, akan senantiasa berkembang baik kuantitas maupun kualitasnya, sesuai perkembangan kuantitas dan kuali-tas masyarakat. Hal tersebut merupakan indikator dinamika serta kondisi pembangunan masyarakat kota tersebut berserta wilayah di sekitarnya.

Disadari bahwa berbagai macam usaha pembangunan di kota telah dilaksanakan di Indonesia selama ini. Namun secara umum diketahui pula bahwa di balik hasil pembangunan fisik kota yang menunjang kesejahteraan masyarakat, tidak sedikit pula dampak pembangunan yang dirasa merugikan kehidupan (fisik dan psikhis) masyarakat.

Berkurangnya lahan pertanian subur di sepanjang jalur transportasi, banjir-banjir lokal karena tersumbatnya saluran drainase oleh sampah, galian-galian pipa dan kabel yang tidak kunjung selesai dan lain-lain yang semua itu sebagai akibat pembangunan yang dilaksanakan tidak secara terpadu antara satu sektor dengan sektor lainnya. Di samping itu izin pembangunan yang direkomendasikan Pemerintah Daerah sering tidak terpadu dengan peraturan daerah yang telah ditetapkan. Seperti daerah hijau (sebagai penyangga) diijinkan untuk daerah permukiman.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa di daerah perkotaan (khususnya di kota-kota besar) terjadi: (a) penurunan persentase rumah tangga terhadap rasa aman dari tindak kejahatan; (b) peningkatan jumlah pengangguran dan jumlah kriminalitas oleh kelompok pemuda. Keadaan yang demikian ini semakin meningkat pada akhir-akhir ini, terutama disebabkan oleh kondisi perekonomian nasional yang semakin terpuruk, yang berakibat begitu besarnya pemutusan hubungan kerja (PHK), perkelahian antar kelompok preman, dan terhentinya pelaksanaan proyek-proyek besar.

Keadaan sebagai tergambar di atas telah merupakan keadaan yang umum di negara-negara berkembang sebagai akibat dari pembangunan lebih berorientasikan pada daerah perkotaan. Dengan pola pembangunan yang demikian menjadikan laju urbansisasi berjalan dengan cepatnya. Namun urbanisasi tersebut tidak dibarengi perubahan pola pikir masyarakat dari perdesaan menjadi pola pikir perkotaan. Keadaan seperti ini justru merugikan para urbanisan sendiri, yang akibatnya menjadi beban masyarakat kota pada umumnya, dan pengelola kota pada khususnya. Hal tersebut tercermin dari lebih tingginya persentase penduduk miskin di daerah perkotaan.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara nasional persentase jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan (17,6 %) dan di daerah perdesaan (14,2 %), sedang di wilayah P. Jawa dan Bali nasional persentase jumlah penduduk miskin di perkotaan: 18,5 %, sedang di perdesaan 12,5 %). Hal ini diperkirakan karena besarnya laju urbanisasi (3,38 %) di daerah perkotaan, yang pada umumnya dilakukan oleh mereka yang belum memiliki ketrampilan khusus sebagai modal menghadapi persaingan antar masyarakat perkotaan.

Baca Juga : 

KAIDAH HERMENEUTIK

KAIDAH HERMENEUTIK

KAIDAH HERMENEUTIK
KAIDAH HERMENEUTIK

1. Prinsip Makna dalam Teks
Para pemikir Islam (Penafsir, Ahli Fiqh, Teolog) mempunyai keyakinan bahwa ayat-ayat al-Qur’an menunjukkan makna-makna khusus. Makna-makna di mana maksud Allah Swt yang Mahatahu dan Mahabijaksana tertuang dalam bentuk bahasa Arab yang fasih dan baligh (elokuen) dalam ikhtiar manusia untuk memberi hidayah pada manusia.
Dan tugas para ilmuan agama serta ahli tafsir adalah menggunakan metode benar dan menjaga kaidah-kaidah serta prinsip-prinsip tertentu untuk mendapatkan pemahaman yang benar dari makna-makna ayat suci Al – Qur’an.
Prinsip tersebut tidak terkhususkan pada Al – Qur’an tetapi juga untuk hadits – hadits maksum As dan juga setiap teks yang dipilih oleh setiap penyusun berakal dalam perkataan-perkataan dan tulisan-tulisannya.
Konstruksi kaidah ini berasal dari metode dan cara-cara manusia berakal dimana mereka berkehendak memindahkan hasil pikiran dan konsepsinya, mereka pindahkan dengan jalan bahasa. Pada hakikatnya Sistem percakapan dan pemahaman manusia berdiri atas ini.
Di antara orang-orang berakal baik itu ilmuan maupun masyarakat biasa semuanya menerima asas ini, bahwa sipembicara dalam menjelaskan maksudnya dengan jalan kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan atau tulisan-tulisan mereka lakukan. Berdasarkan ini maka setiap teks mempunyai makna khusus dimana si penulis menuangkan maksudnya.
Di dunia Barat berlaku juga teori ini pada abad-abad sebelumnya, dan itu tidak hanya berlaku untuk konteks percakapan biasa tapi juga pada pembahasan filsafat dan pembahasan ilmiah. Para ilmuan dan teoritis ilmu hermeneutik seperti Schleier Macher dan Wilhelm Dilthey masih perpijak pada teori ini sampai kemudian muncul fase postmoderisme yang meragukan prinsip dan asas rasional ini. Di antara yang menolak pandangan tersebut datang dari pengikut hermeneutik filsafat Gadamer dan pengikut dekonstruksi Derrida.
Derrida melakukan kritik terhadap pandangan bahwa makna dalam perkataan mempunyai kehadiran sedangkan dalam tulisan adalah tersembunyi, tetapi ia juga tidak menerima kebalikan dari itu bahwa tulisan lebih baik dari pada perkataan dan makna hadir di dalamnya. Dia berpendapat bentuk keyakinan ini adalah fokus penulis namanya, dan ia berkeyakinan dalam teks tulisan makna juga adalah gaib. Derrida tidak menerima “pemahaman makna akhir teks”, sebab dalam pembacaan akan tecipta makna-makna yang tidak terhitung jumlahnya. Derrida tidak bermaksud meruntuhkan teks, tetapi ia meruntuhkan dalil – dalil makna teks. Menurut pandangannya makna bukanlah suatu perkara yang tetap dan dahulu atas petunjuk atau tujuan, tetapi makna bahkan bergantung pada petunjuk yang secara esensial adalah tidak tetap dan tidak permanen. Dalam dekonstruksi dengan mengacak hubungan kata satu sama lain, dan dengan mendekonstruksi teks, memungkinkan perluasan nisbah makna-makna dan petunjuk-petujuk yang bermacam-macam, dan pada akhirnya tidak menerima adanya satu dalil dan makna khusus sebagai wajah akhir teks dan sebagai petunjuk akhir teks.
Dalam hermeneutik filsafat Gadamer, juga berpandangan kalau makna teks bukanlah sesuatu yang menjadi maksud penyusun, tetapi hasil persinggungan antara horizon makna penyusun dan horizon penafsir teks. Dan dalam hal ini asumsi-asumsi penafsir mempunyai dampak kunci, dan secara otomatis mengingkari makna sentral dan makna akhir teks. Gadamer juga tidak meyakini realitas makna dalm teks, tetapi ia berpandangan bahwa makna teks adalah menifestasi yang dihasilkan oleh pembaca atau si penafsir teks. Dan penampakan ini juga lebih dari segala sesuatunya yang mengikut pada alam rasional dan ruh si penafsir teks, hatta penyusun teks itu sendiri.
Dalam hermeneutik Gadamer titik penting bukan hasrat atau meksud penyusun dan bukan karya atau teks sebagai sesuatu fi nafsihi di luar dari sejarah, tetapi yang urgen adalah sesuatu yang menjadi arah berulang-ulang sejarah dalam memanifestasi. Menurut Gadamer dzihniyyat (alam pikiran) penyusun atau pembaca tidak ada satu pun menjadi rujukan realitas, tetapi makna sejarah itu sendiri dimana pengaruhnya dalam zaman sekarang untuk kita, yang menjadi rujukan realitas.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA
HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

1. Hermeneutik dan Epistemologi
Hermeneutik dan epistemologi ditinjau dari dimensi peran yang berhubungan dengan makrifat dan pemahaman manusia, keduanya mempunyai hubungan yang dekat. Tapi kedua ilmu ini juga tidak bisa dikatakan satu, atau salah satu dari keduanya dikembalikan pada lainnya (dasar yang lainnya). Sebab hermeneutik adalah menjelaskan tentang metode mendapatkan pemahaman, syarat-syarat serta kaidah-kaidahnya; sedangkan epistemologi mempunyai permasalahan lain seperti:
a. Apakah pemahaman dan pengetahuan manusia fitri dan apriori, atau hissi (panca indra), empirik dan aposteriori, dan atau kedua-duanya dari itu?
b. Apa ukuran kebenaran dan kesalahan, hakikat dan bukan hakikat?
c. Hubungan apa yang terjadi antara subyek dan obyek?
d. Apa yang menjadi wasilah makrifat manusia? Akal, hissi atau wijdân ( hati nurani) atau semuanya?
Permasalahan-permasalahan di atas tidaklah dibahas dalam hermeneutik. Memang terkadang dalam epistemologi masalah syarat dan penghalang mendapatkan pengetahuan juga dibahas, pembahasan seperti ini juga bisa dikembangkan dalam hermeneutik, sebab itu pada dasarnya pembahasan ini mempunyai warna hermeneutik.

2. Hermeneutik dan Logika
Kedua ilmu ini dari sisi mengajarkan cara berfikir dan memahami adalah satu. Tetapi ilmu logika dengan berdasarkan batasan-batasan yang dimiliki sebagai ilmu alat, merupakan persiapan ilmu, di mana di seluruh metode-metode pemikiran dan ilmiah menjadi tolok ukur. Dan hal ini tidak terlepas (berlaku juga) pada seluruh metode-metode hermeneutik yang beraneka ragam, sebab dalam posisi mengambil konklusi dan berargumen, hermeneutik tidak bisa terlepas dari menggunakan salah satu dari metode-metode ilmu logika, apakah itu hermeneutik yang berdasar (berfokus) penyusun, berdasar teks, atau berdasar penafsir.
Dengan kata lain dalam ilmu hermeneutik terdapat pandangan bahwa suatu teks tertulis, dan tafsiran suatu karya seni, atau bahkan dalam suatu fenomena natural berlaku syarat-syarat atau kaidah-kaidah, dimana hal itu berhubungan dengan pandangan dunia penyusun, dan atau syarat-syarat natural serta sosiologi dimana karya tersebut dihasilkan, dan atau keadaan, ruh serta syarat-syarat pemikiran dan kebudayaan si penafsir. Pengaruh apa yang diberikan (positif atau negatif) terhadap penafsiran dan pemahaman manusia? Tapi adapun bagaimana karya-karya manusia mendapatkan sistem keteraturan dan bagaimana dari mukadimah-mukadimah (premis-premis) dihasilkan konklusi tidaklah dijelaskan dalam ilmu hermeneutik, dan ini merupakan tanggungjawab ilmu logika shuri (formal).

3. Hubungan Hermeneutik dengan Ilmu Bahasa (linguistik)
Dari satu sisi hermeneutik mempunyai hubungan dengan teks, sedangkan di sisi lain keberadaan teks tergantung pada bahasa. Maka, kedua ilmu ini memiliki hubungan yang kuat. Masalah ini juga dalam hermeneutik klasik dan juga dalam hermeneutik modern, lebih khusus pada hermeneutik Gadamer sampai Gadamer memandang bahwa bahasa tidak hanya sebagai wasilah pindahnya pemahaman tetapi juga pemberi keberadaan pemahaman, dengan kata lain dia memandang esensi pemahaman adalah bahasa.
Oleh sebab itu, ilmu hermeneutik dan ilmu bahasa mempunyai hubungan kuat, tetapi tetap keduanya merupakan ilmu yang berbeda sebab masing-masing mempunyai subyek, metode dan tujuan khusus. Pada hakikatnya ilmu hermeneutik mengambil pendapat dari ilmu bahasa, dengan kata lain ilmu bahasa terutama bagian yang membahas penggunaan dan struktur bahasa mempunyai hubungan dengan ilmu hermeneutik sebagaimana hubungan ilmu logika dengan ilmu hermeneutik.

4. Hermeneutik dan Ilmu Tafsir
Tidak diragukan bahwa di dunia Islam pandangan hermeneutik juga mewarnai pikiran-pikiran para ulama Islam. Sebab jika kita melihat bahwa Nabi Saw. beliau juga bertugas dan berperan sebagai penjelas dan penafsir al-Qur’an itu sendiri.
Allamah Thaba-thabai dalam menghubungkan ayat ini:
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan dzikr (al-Qur’an) kepadamu, supaya kamu menjelaskan kepada manusia apa yang telah Kami turunkan kepada mereka. Dan semoga mereka menjadi orang-orang yang berpikir” (Q.S: an-Nahl :44)
Kepada ayat:
“Sebagaimana Kami telah mengutus pada kamu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan mensucikan kamu serta mengajarkan kepada kamu kitab dan hikmah”
Berdalil dan berkata : Sejarah penafsiran dimulai pada zaman turunnya al-Qur’an.
Jadi sesudah turunnya al-Qur’an, kaum Muslimin dengan seksama memperhatikan pemahaman dan penafsirannya dan para sahabat Nabi Saw. menjadi penafsir dan orang yang mengetahui pada pemahaman dan maksud dari pada al-Qur’an, dimana Imam Ali As. merupakan yang terbaik di antara mereka.
Setelah berlalu zaman dan semakin jauh dari masa turunnya wahyu maka kebutuhan kaum Muslimin terhadap penafsiran, pemahaman dan maksud dari pada al-Qur’an, dirasakan lebih besar lagi. Dan ini menyebabkan perhatian ulama islam terhadap ilmu tafsir semakin tinggi sehingga melahirkan karya-karya tafsir yang banyak di dunia Islam.
Dalam sejarah Ilmu tafsir di dunia Islam terdapat tiga metode tafsir umum:
1) Tafsir al-Qur’an dengan riwayat.
2) Tafsir al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan manusia