Kelembaban Relatif (Relative Humadity /RH)

Kelembaban Relatif (Relative Humadity /RH)Kelembaban Relatif (Relative Humadity

Kelembaban udara yang ekstrim dapat berkaitan dengan buruknya kualitas udara. RH yang rendah dapat mengakibatkan terjadinya gejala SBS seperti iritasi mata, iritasi tenggorokan dan batuk-batuk .

Menurut SK Gubernur No.54 tahun 2008 tahun 2002, agar ruang kerja perkantoran memenuhi persyaratan, bila kelembaban udara ruang. 60 %  perlu menggunakan alat dehumidifier, dan bila < 40 %  perlu menggunakan humidifier misalnya mesin pembentikan aerasol.

4)    Pencahayaan

Cahaya merupakan pencaran gelombang elektromagnetik yang melayang melewati udara, iluminasi merupakan jumlah atau kualitas cahaya yang jatuh kesuatu permukaan. Apabila suatu gedung tingkat ilmunasinya tidak memenuhi syarat maka dapat menyebabkan kelelahan mata. ( Spengler et al.2000)

5)    Kecepatan Aliran Udara

Pergerakan udara yang tinggi akan mengakibatkan menurunnya suhu tubuh dan menyebabkan tubuh mersakan suhu yang lebih rendah. Namun apabila kecepatan aliran udara stagnan ( minimal air movement) dapat membuat terasa sesak dan buruknya kualiatas udara ( BiNardi 2003)

 

Sumber :

https://kisahsejarah.id/

Parameter kualitas udara dalam ruangan 

Parameter kualitas udara dalam ruangan

  1. Parameter Fisik

1)    Particulate Matter

Debu partikulat merupakan salah satu polutan  yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara ( suspended particulate matter/spm) dengan ukuran satu micron samapai dengan 500 mikron. Dalam kasus pecemaran udara baik dalam maupun di ruang gedung (indor  dan outdoor pollutan) debu sering dijadikan salah satu indicator pencemaran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerja Partikel debu akan ada di udara dalam waktu yang relative lama dengan keadaan melayang-layang di udara kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan.

2)    Suhu

Definisi suhu  yang nyaman (thermal comfort) menurut ASHRAE adalah suatu kondisi yang dirasakan dan menunjukkan kepuasam terhadap suhu yang ada di lingkungan Untuk pekerja kantor dimana  pekerjaan yang berulang-ulang selama beberapa jam, aktivitas personal, pakaian, tingkat kebugaran, dan pergerakan  udara merupakan factor yang cukup berpengaruh terhadap persepsi seseorang terhadap kenyamanan suhu. Sedangkan kelembapan aktif juga turut  berpengaruh terhadap suhu dimana kelembaban yang rendah akan membuat suhu semakin dingin dan begitu juga sebaliknya.(BiNardi 2003)

Sumber :

https://tukangkonten.com/

 

KRITERIA DAN ARAH INVESTASI

KRITERIA DAN ARAH INVESTASIKRITERIA DAN ARAH INVESTASI

Kriteria-kriteria yang harus diperhatikkan dalam mengalokasikan kapital antara lain:

  1. Investasi harus ditempatkan sedimikian rupa, sehingga memaksimalkan perbandingan antara output dengan capital ( COR Terendah )
  2. Proyek-proyek yang dipilih harus memberikan perbandingan yang maksimal dari pada penggunaan tenaga kerja terhadap investasinya ( produktivitas tenaga kerja yang tinggi )
  3. Investasi hendaknya mengurangi kesulitan-kesulitan dalam neraca pembayaran sehingga akan memaksimalkan perbandingan antara ekspor dan investasi.

Penggunaan syarat-syarat ini teryata tidak mudah. Oleh karena itu kriteria “Produktivitas social marginal” ditafsirkan sesuai dengan perubahan-perubahan faktor tersebut yang biasanya akan menimbulkan perbedaan pendapat.[3]

Untuk itu,maka beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Pendapatan Per Kapita

         Tipe investasi produksi, misalnya terdapat proyek-proyek disektor pertanian dimana dibutuhkan tenaga kerja yang banyak. Investasi ini akan menaikkan pendapatan disektor tersebut, tetapi jika kenaikkan jumlah penduduk dan pendapatan sama tingginya maka pendapatan perkapita akan kembali ketingkat semula.

  1. Pendapatan Nasional

            Kenaikkan pendapatan nasional belum tentu menguntungkan masyarakat seluruhnya, karena mungkin pendapatan tersebut hanya diterima atau hanya dapat dinikmati oleh beberapa golongan saja. Untuk itu agar pendapatan nasional dapat meningkat maka tidak hanya memperhatikan pendapatan perkapita saja, tetapi juga harus memperhatikan distribusi pendapatanya .

Sumber :

https://desaingrafis.co.id/

AKUMULASI KAPITAL

AKUMULASI KAPITAL

  Akumulasi kapital adalah salah satu faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dan dapat terwujud dalam tabungan rill, sehingga sumber uang yang semula tujuannya untuk konsumtif dapat diarahkan untuk tujuan produktif. Perlu adanya mekanisme kredit, agar sumber uang tersebut bisa digunakan investor terutama untuk membuat barang capital yang produktif. Yang mempengaruhi mobilitas, alokasi capital dan dapat menyalurkan  tabungan investasi produktif.  Tanpa tambahan output akan menyebabkan inflasi[2].

  Jadi untuk perkembangan ekonomi tidak sekedar menaikkan akan uang,akan tetapi juga menaikkan jumlah output riil. Kekurangan-kekurangan di bidang teknik yang diperlukan tidak dapat di atasi hanya dengan menambah uang saja. Yang diperlukan adalah pembentukam capital rill tidak dalam bentuk uang. Yang diperlukan dalam mengukur banyaknya kapital diantaranya :

  1. Perkiraan tingkat pertambahan penduduk
  2. Target kenaikan pendapatan rill perkapita
  3. Angka rasio pertambahan  antara investasi dan output.

Intinya jika ingin menaikan pendapatan per kapita maka juga harus menaikan akumulasi kapital. Maka dari itu investasi harus di tingkatkan. Berikut ini merupakan cara-cara untuk menaikan tingkat investasi:

Sumber :

https://businessnews.id/

 Karakteristik Premanisme

 Karakteristik Premanisme Karakteristik Premanisme

Premanisme banyak  tumbuh dan berkembang di kota-kota besar, dan bertanggung  jawab atas banyaknya kejahatan dalam bentuk pencurian, perusakan milik orang lain, dengan sengaja melanggar dan menantang otoritas orang dewasa serta moralitas yang konvensional, melakukan tindak kekerasan menteror lingkungan, dan lain-lain.[2] Pada umumnya para penganut paham premanisme sangat agresif sifatnya, suka berbaku hantam dengan siapapun juga tanpa suatu-sebab yang jelas, dengan tujuan sekedar untuk mengukur kekuatan kelompok sendiri, serta membuat onar di tengah ligkungan.

Pada intinya, gerombolan pemuda (preman) dari suatu gang dengan ciri-ciri a-sosial dan kriminal itu adalah anak-anak normal: namun oleh satu atau beberapabentuk pengabaian, dan upaya mecari kompensasi bagi segala kekurangannya, menyebabkan anak-anak muda ini kemudian menjadi jahat. Mereka lantas berusaha mendapatkan segala sesuatu yang ”memuaskan”, yang tidak cukup diberikan oleh orang tua mereka, keluaraga dan masyarakat sekitarnya. Hal-hal yang tidak ditemukan ditengah-tengah keluaraga dan lingkungan sendiri, kemudian justru ditemukan didalam gang itu: yaitu antara lain berupa posisi sosial, status, suatau ideal, pribadi idola, aksi-aksi bersama. Ikatan persahabatn, simpati kasih sayang, prestise, harga diri, rasa aman terlindung, dan seterusnya.[3]

Kebanyakan geng tersebut pada awalnya merupakan kelompok bermain yang beroperasi bersama-sama untuk mencari pengalaman baru yang menggairahkan, dan melakukan eksperimen yang  merangsang  jiwa mereka. Dari permainan yang netral dan menyenangkan hati itu, lama kelamaan perbuatan mereka menjadi liar dan tidak terkendali, ada di luar kontrol orang dewasa. Lalu berubah aksi-aksinya menjadi tindak kekerasan dan kejahatan.

Sumber :

https://whypoll.org/

 

 Bentuk-Bentuk Kesalahan

 Bentuk-Bentuk Kesalahan

Ilmu hukum pidana mengenal dua bentuk kesalahan, yaitu kesengajaan atau dolus dan ke-alpaan atau culpa. Sebagian besar pasal-pasal dalam KUHP membuat kesalahan dalam bentuk kesengajaan dengan menggunakan berbagai rumusan, di samping beberapa tindak pidana yang dilakukan dengan ke-alpaan, misalnya saja pada Pasal 359 dan 360 KUHP yang sering diterapkan di dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Beberapa bentuk kesalahan yaitu :

  1. Kesengajaan (dolus)

Dolus dalam bahasa Belanda disebut opzet dan dalam bahasa inggris disebut intention yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sengaja atau kesengajaan.

KUHP sendiri tidak menjelaskan pengertian kesengajaan dan ke-alpaan itu. Oleh Memori van Toeliching dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesengajaan adalah willens en watens yang artinya adalah menghendaki dan menginsyafi atau mengetahui atau secara agak lengkap seseorang yang melakukan suatu perbuatan dengan sengaja harus menghendaki perbuatannya itu dan harus menginsyafi atau mengetahui akibat yang mungkin akan terjadi karena perbuatannya.

RECENT POSTS

Unsur-Unsur Kesalahan

Unsur-Unsur KesalahanUnsur-Unsur Kesalahan

Kesalahan dalam pertanggungjawaban pidana dimana meliputi :

  1. Adanya kemampuan bertanggungjawab pada sipelaku (Schuldfahigkeit atau Zurechnungsfahigkeit); artinya keadaan jiwa sipelaku harus normal. Disini dipersoalkan apakah orang tertentu menjadi “Normadressat” yang mampu.
  2. Hubungan batin antara sipelaku dengan perbuatannya, yang berupa kesengajaan (Dolus) atau ke-alpaan (Culpa), ini disebut bentuk-bentuk kesalahan. Dalam hal ini dipersoalkan sikap batin seseorang pelaku terhadap perbuatannya.
  3. Tidak adanya alasan yang menghapus kesalahan atau tidak ada alasan pemaaf meskipun apa yang disebut dalam a dan b ada, ada kemungkinan bahwa ada keadaan yang mempengaruhi sipelaku sehingga kesalahannya hapus, misalnya dengan adanya kelampauan batas pembelaan terpaksa.

Kalau ketiga-tiga unsur ada maka orang yang bersangkutan bisa dinyatakan bersalah atau mempunyai pertanggungan jawab pidana, sehingga bisa dipidana.

Sumber :

https://promo-honda.id/

 

Tata Nama Enzim

Tata Nama EnzimTata Nama Enzim

Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.

Satu abad lalu, baru

\ada beberapa enzim yang dikenal dan kebanyakan di antaranya mengatalisis reaksi hidrolisis ikatan kovalen. Semua enzim ini diidentifikasi dengan penambahan akhiran –ase pada nama substansi atau substrat yang dihidrolisisnya. Jadi, lipase menghidrolisis lemak (Yunani lipos), amilase menghidrolisis pati (Yunani amylon), dan protease menghidrolisis protein. Meskipun banyak sisa peristilahan ini masih tetap bertahan sampai sekarang, pemakaiannya sudah terbukti tidak memadai ketika ditemukan berbagai enzim yang mengatalisis reaksi yang berbeda terhadap substrat yang sama, misal, oksidasi atau reduksi terhadap fungsi alcohol suatu gula. Sementara akhiran –ase tetap digunakan, nama enzim yang ada sekarang ini lebih menekankan pada tipe reaksi yang dikatalisisnya. Sebagai contoh, enzim dehidrogenase mengatalisis pengeluaran hidrogen, sementara enzim transferase mengatalisis reaksi pemindahan gugus.

Sumber :

https://etrading.co.id/

Keharusan Pendidikan

Keharusan PendidikanKeharusan Pendidikan

Anak didik adalah anak atau orang yang belum dewasa atau belum memperoleh kedewasaan atau seseorang yang masih menjadi tanggung jawab seseorang pendidik tertentu. Anak didik adalah anak yang memiliki sifat ketergantungan kepada pendidiknya untuk dapat menyelenggarakan dan melanjutkan hidupnya secara jasmani maupun rohani.

Manusia adalah subjek pendidikan sekaligus objek pendidikan. Sebagai subjek pendidikan, manusia (dewasa) bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan secara moral, berkewajiban atas perkembangan pribadi anak-anak mereka.

Sebagai objek pendidikan, manusia (anak) merupakan sasaran pembinaan dalam melaksanakan pendidikan yang pada hakikatnya ia memiliki pribadi yang sama seperti manusia dewasa namun karena kodratnya belum.

Dalam realita sekarang ini banyak anak didik yang moralnya buruk, seperti tawuran, memakai narkoba, dll. Untuk itu pendidikan agama harus ditingkatkan, baik itu di keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Dengan ditanamkannya ajaran tentang agama sejak dini sehingga anak didik akan dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Betapa pentingnya pendidikan agama bagi warga negara Indonesia, terbukti dari peraturan pemerintah yang mengharuskan pendidikan agama diberikan sejak anak itu bersekolah di TK sampai perguruan tinggi.

Ada beberapa alasan yang menjadi dasar mengapa manusia harus dididik dan memperoleh pendidikan, yaitu :

RECENT POSTS

Tindakan Heroik Di Aceh

Tindakan Heroik Di Aceh

Di Aceh terjadi sebuah pertempuran besar. Pertempuran tersebut terjadi karena pembentukan Organisasi yang dibentuk oleh para pemuda pada tanggal 6 oktober 1945 yang diberi nama Angkatan Pemuda Indonesia (API), namun seminggu berdirinya organisasi tersebut kemudian jepang melarang berdirinya Organisasi tersebut. Walaupun dipakasa untuk membubarkan API, tapi para pemuda menolak dengan keras dan timbullah pertempuran. Para pemuda melucuti senjata Jepang. Selain itu, para pemuda juga mengambil alih kantor-kantor pemerintah Jepang dan mengibarkan bendera merah putih.

  1. Tindakan Heroik Di Palembang

Di Palembang pada 8 Oktober 1945 Dr.A.K.Gani memimpin rakyat mengadakan upacar pengibarab Bendera Merah-Putih. Perekutan kekuasaan di Plembnag dilakukan tanpa Insiden. Pihak Jepang berusaha menghindari pertempuran.

  1. Tindakan Heroik Di Kalimantan

Di Kalimantan dukungan Proklamasi Kemerdekaan dilakukan dengan berdemokrasi, pengibaran Bendera Merah-Putih dan mengadakan rapat-rapat. Pada 14 November 1945 dengan beraninya sekitar 8000 orang berkumpul di komplek NICA dengan mengarak Bendera Merah-Putih.

Sumber :

https://rianablog.com/