Merayakan Adopsi Lebih dari Sekadar Baby Shower

Orang tua angkat mungkin menempuh jalan yang berbeda untuk menjadi orang tua, tetapi itu sama layaknya untuk dirayakan dan didukung.

Gabriel Trujillo / Gambar Offset
Saat keluarga dan teman mengharapkan bayi, mereka membuat daftar, memposting foto singkat di media sosial, dan membagikan perbandingan buah dan hewan dengan ukuran bayi. (Bayi adalah tikus sawah minggu ini! Bayi seukuran melon sekarang!)

Kemudian, sekitar sebulan sebelum kelahiran bayi, tidak jarang baby shower merayakan kedatangannya yang akan datang dengan hadiah, permainan, dan makanan.

Tetapi ketika seseorang yang kita cintai menyambut seorang anak melalui adopsi, bukankah kedatangan itu dirayakan dengan cara yang sama? Benar.

Menurut Mayra Mendez, PhD, LMFT, psikoterapis berlisensi, “Seharusnya tidak ada perbedaan antara merayakan anak biologis versus anak angkat karena kedua pengalaman tersebut mewakili perayaan kehidupan.”

Ketika seseorang di komunitas Anda mengadopsi seorang anak, mereka membutuhkan banyak dukungan yang sama seperti mereka yang menyambut seorang anak biologis. Terkadang, bahkan lebih.

Adopsi dapat menimbulkan biaya finansial yang signifikan

Pada saat Angeliegh Wingard Hartman dan suaminya mengadopsi putra mereka, mereka telah menghabiskan banyak uang untuk mengejar impian mereka menjadi orang tua.

“Kami telah menghabiskan sekitar $ 45.000 untuk dua putaran IVF, diikuti oleh $ 13.000 untuk adopsi putra kami,” katanya.

Hartman juga menunjukkan bahwa “kebanyakan orang yang mengadopsi sudah sangat lelah secara emosional dan finansial.”

Karena semua pengeluaran ini, mereka hampir tidak mampu membeli perlengkapan bayi dan pakaian serta bergantung pada barang bekas.

Ada juga tantangan emosional untuk mengadopsi

Karena adopsi bisa dan sering gagal, banyak orang tua angkat menghindari melengkapi kamar bayi atau mengisi lemari dengan pakaian bayi.

“Sepanjang waktu, Anda tahu mereka bisa berubah pikiran,” kata Hartman. “Anda tidak ingin ruangan yang penuh dengan hal-hal yang mengingatkan Anda bahwa itu tidak berhasil.”

Untuk menghindari beberapa patah hati itu, keluarga Lauren Weir memilih untuk merayakan dia dan suaminya ketika mereka secara resmi disetujui untuk mengadopsi, tetapi tidak ada anak tertentu yang sedang dalam proses penempatan.

Seperti yang Weir katakan, “Kami ingin menikmati waktu mengantisipasi pertumbuhan keluarga kami. Keluarga kami memberi kami hadiah yang netral gender dan banyak yang memberikan dana untuk membantu menutupi biaya adopsi. ”

Namun, setelah mereka menyambut putri mereka, teman-teman mengadakan acara mandi untuk merayakan kedatangannya dan memberi mereka hadiah yang dipilih khusus untuknya.

“Kami sangat senang mengetahui bahwa apa pun tantangan yang ada di depan, anak ini akan memiliki komunitas yang mencintai mereka,” katanya. “Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan dukungannya.”

Baca juga:

Penjualan langsung

Penjualan langsungPenjualan langsung

            Penjualan langsung merupakan cara penjualan di mana penjual langsung berhubungan, berhadapan atau bertatap muka dengan calon pembeli atau langganannya.
Disini pembeli dapat langsung mengemukakan keinginannya bahkan sering terjadi tawar-menawar untuk mencapai kesesuaian. Penjual sebagai alat penghubung bagi perusahaan dan sebagai wakil perusahaan dalam menghadapi pembeli dapat membantu pembeli untuk menetukan pilihannya.

 

Tetapi sering terjadi bahwa penjual justru mempengaruhi pembeli dalam proses pembeliannya. Penjualan langsung ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penjualan melalui toko dan penjualan diluar toko.

1)      Penjualan Melalui toko

Penjualan melalui toko ini sering dilakukan untuk penjualan eceran. Namun, tidak berarti bahwa penjualan eceran itu selalu dilakukan melalui toko. Penjualan partai besar dapat dilakukan oleh penjual yang memiliki took. Dalam penjualan ini, pembeli harus datang ke toko untuk mendapatkan kebutuhannya. Jadi, transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli itu terjadi di toko. Semua contoh barang yang ditawarkan oleh penjual ditempatkan di toko.

 

RECENT POSTS

 SISTEM PENJUALAN

 SISTEM PENJUALAN SISTEM PENJUALAN

            Penjualan adalah suatu proses kegiatan penyerahan barang atau jasa berdasarkan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang terkait dalam kegiatan itu. Orang yang menyerahkan barang atau jasa disebut penjual. Setelah penyerahan barang itu, maka penjual akan menerima sejumlah uang (sesuai harga) dari pembeli yang membeli barang atau jasa tersebut. Bentuk penyerahan barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sepenuhnya dengan cara pemindahan fisik atau hanya pemindahan hak saja. Sebenarnya suatu penjualan sangat berkaitan erat dengan pengetahuan ilmu menjual. Yaitu kegiatan dengan cara mempengaruhi orang-orang at agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga terjadi suatu kesepakatan jual beli yang diakhiri dengan kepuasan antara penjual dan pembeli.

 

Untuk terjadinya suatu penjualan

 

, seorang penjual harus mengemukakan beberapa hal mengenai barang, antara lain :

  1. Penjelasan mengenai harga yang memadai untuk pemilihan barang yang ditawarkan.
  2. Faedah atau kegunaan barang.
  3. Kekhususan atau keistimewaan barang
  4. Keuntungan tertentu yang mungkin timbul dan diperoleh pembeli dari pemilihan barang itu.

 

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Alasan-alasan Penjualan

Alasan-alasan PenjualanAlasan-alasan Penjualan

Yang dimasud alasan penjualan adalah faktor-faktor yang dapat dikemukakan oleh penjual kepada calon pembeli mengenai barang-barang yang akan dijual. Misalnya, mengenai mutunya, manfaatnya, nilai ekonominya, dan sebagainya.Setiap perbuatan yang menunjukkan hal-hal yang menyenangkan calon pembeli itu disebut alas an-alasan penjualan.Misalnya, penjual mengatakan bahwa sarung ini tidak luntur. Setelah calon pembeli mendengar, menjadi sadar akan nilai dan keuntungan yang mungkin nanti diperolehnya bila membeli barang tersebut. Jika alasan penjual itu dapat sesuai dengan barang yang terjual, maka tentu calon pembeli dapat menjadi langganan kita.

  1. Teknik-teknik Penjualan

Untuk meyakinkan langganan atau calon pembeli supaya mau membeli, tidak dapat dipisahkan dari cara menawarkan. Dalam usaha meyakinkan pembeli, penjual harus berusaha memperkecil kekurangan-kekurangan yang terdapat pada barang dagangannya.Sebaliknya tunjukkanlah sikap kelebihan yang terdapat dalam barangnya, tetapi jangan lupa semua keterangan tersebut harus dapat dibuktikan. Dalam proses penjualan, saat-saat klimaks adalah pada saat pembeli akan mengambil keputusan untuk membeli. Kemudian baru hal-hal yang menyangkut harga, penyerahan dan berakhirlah suatu proses penjualan.

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

 

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

      Pemerintah memegang peranan penting sebagai pusat atau pengatur perekonomian. Dengan adanya pemerintah, akan ada perubahan dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional. Seperti pungutan pajak yang berfungsi untuk mengurangi pengeluaran agregat dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu pajak dapat membuat pemerintah menaikkan pembelanjaan yang bersifat agregat. Perekonomian 3 sektor tidak melibatkan proses ekspor dan import, sehingga perekonomian 3 sektor dinamakan sebagai kegiatan ekonomi tertutup.

      Selain sebagai pengatur, pemerintah juga memiliki peranan sebagai konsumen produk barang dan jasa. Pemerintah harus menggunakan berbagai produk seperti alat-alat kantor, kelengkapan Negara, jasa aparatur Negara dan lain-lain, Pemerintah memiliki tugas sebagai prosusen yang mengelola berbagai perusahaan Negara untuk menghasilkan produk yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Contoh: air,gas, listrik,dll.

       Pajak Pemerintah memiliki tugas untuk menarik pajak dari setiap wajib pajak untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Negara.

 

RECENT POSTS

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal
Langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjannya dengan maksud unttuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal . Dalam suatu perekonomian tertutup, yaitu perekonomianyang tidak menjalankan kegiatan perdagangan luar negeri. Dua masalah makro ekonomi yang utama adalah pengangguran dan inflasi.

Pada hakekatnya kebijakan fiskal tersebut merupakan kebijakan T (mengubah tarif-tarif pajak) dan kebijakan G (mengubah pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi aktivitas perekonomian yang bersangkutan sesuai dengan sasaran-sasaran yang digariskan oleh pemerintah yang bersangkutan .

Masalah pengangguran dan inflasi

Tingkat kegiatan ekonomi negara yang wujud pada suatu waktu tertentu adalah berbentuk salah satu dari tiga keadaan berikut:
-Mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh
-Menghadapi masalah pengangguran
-Menghadapi masalah inflasi

 

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/

Multiplier pengeluaran pemerintah

Multiplier pengeluaran pemerintah
Multiplier pengeluaran pemerintah

Sistem pajak tetap
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan kenaikan pendapatan nasional (ΔY) dapat dihitung dengan persamaan:

ΔY= 1/(1-b) ΔG

Sistem pajak proporsional
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b+bt) dan kenaikkan pendapatan ΔY dapat dihitung menggunakan persamaan:
ΔY= 1/(1-b+bt) ΔG

Multiplier pajak

Sistem pajak tetap
Pengurangan pajak sebanyak ΔI akan menambah PN (ΔY) sebanyak b/(1-b) dikali dengan pengurangan pajak yang dilakukan. Dalam pajak tetap nilai multiplier perubahan pajak (MT) adalah:
M_T= ΔY/ΔT= b/(1-b )

Sistem pajak proporsional
Pertambahan dalam pendapatan nasional (ΔY = Y2 – Y) dapat ditentukan dengan menggunakan formula:
ΔY= 1/(1-b+bt) (tΔT)
atau
ΔY= b/(1-b+bt) (ΔT)

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/jasa-penulis-artikel/

 

Personality individu sendiri, seperti

Personality individu sendiri, sepertiPersonality individu sendiri, seperti

  1. Mempunyai kepribadian yang lemah karena lingkungan pembentuk psikis yang tidaktepat.
  2.  Ciri-ciri kepribadian, seperti yang dinyatakan oleh Conger, 1973, Haditono, 1999,remaja yang terlalu PD, memberontak, ambivalen terhadap otoritas, mendendam, bermusuhan, curiga, destruktif, implusif, dan kontrol batin yang kurang.
  3. Tidak suka mentaati norma, dengan perilaku awal ditunjukkan dengan suka membolos,merokok pada usia awal, dan pelanggaran norma-norma sekitarnya.
  4. Penampilan fisik yang berbeda dengan kelompoknya.
  5. Psikis, seperti IQ rendah, kecenderungan psikopat, dan sukar dididik.

2)      Latar belakang keluaraga, seperti:

  1. Orangtua broken home
  2. Situasi yang memaksa.
  3. Orangtua kerja seharian, sehingga kurang perhatian dan hanya pemenuhan kebutuhanmateri.
  4. Orangtua terlalu melindungi (over protective).
  5. Orangtua sangat memanjakan.
  6. Status ekonomi orangtua yang rendah.
  7. Duplikat orangtua yang berperilaku kurang baik.

3)      Latar belakang masyarakat, seperti:

  1.  Pengaruh peer group .
  2. Pengaruh media massa yang tidak terbendung.
  3. Kekangan sekolah dan lingkungan sosial yang tidak menentu.

RECENT POSTS

 

Perkembangan Soasial

Perkembangan Soasial

Pada masa remaja berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat pribadi, minat, nilai-nilai, maupun perasaannya. Pada masa ini juga berkembang sikap “conformity”, yaitu kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran atau keinginan orang lain (teman sebaya).

Apabila kelompok teman sebaya yang diikuti menampilkan sikap dan perilaku yang secara moral dan agama dapat dipertanggung jawabkan maka kemungkinan besar remaja tersebut akan menampilkan pribadinya yang baik. Sedangkan, apabila kelompoknya itu menampilkan dan perilaku yang melecehkan nilai-nilai moral maka sangat dimungkinkan remaja akan melakukan perilaku seperti kelompoknya tersebut.


  1. Bahaya dan Masalah – Masalah Pada Masa Remaja

Seiring dengan perkembangan fisik yang sangat cepat dapat berakibat pada masa remajayang tidak dapat menyesuaikan diri secara baik, sering menimbulkan bahaya-bahaya yang muncul pada masa remaja. Menurut Hurlock (1991: 236-237) Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock(1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:

1)       Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi dirumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.

2)      Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalah pahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.

Selain itu, Hurlock juga berpendapat bahwa terdapat dua bahaya yang dapat muncul padamasa remaja, yaitu:

1)      Bahaya fisik, yaitu bahaya yang meliputi kematian, bunuh diri atau percobaan bunuh diri,cacat fisik, kecanggungan, dan kekakuan.

 

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/

Perkembangan Emosi

Perkembangan EmosiPerkembangan Emosi

Emosi dan perasaan adalah dua hak yang berbeda. Tetapi perbedaan antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas. Emosi dan perasaan merupakan suatu gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya. Pada suatu saat warna efektif dapat dikatan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Contohnya marah yang akan ditunjukkan dalam bentuk diam. Jadi sukar sekali kita mendefinisikan emosi. Jadi, emosi adalah pengalaman efektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.

Masa remaja merupakan masa yang penuh badai dan tekanan. Ketegangan emosi meninggi akibat perubahan fisik dan juga kelenjar. Rata-rata emosi para remaja menjadi tinggi karena mereka sedang berada dibawah tekanan sosial dan juga mereka sedang menghadapi kondisi baru, sedangkan selama anak-anak mereka kurang mempersiapkan diri.

Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah: cinta/kasih sayang, gembira, amarah, takut dan cemas, cemburu sedih, dan lain-lain. Perbedaannya terletak pada macam dan derajat rangsangan yang membangkitkan emosinya, dan khususnya pola pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi mereka.

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/