Cyber Law adalah

Cyber Law adalah

Cyber Law adalah
Cyber Law adalah

Dapatkah Dunia Cyber Diatur?

q Banyak orang yang mengatakan bahwa dunia cyber tidak dapat diatur

q Kata “cyber” ini berasal dari kata “cybernetics” dimana tujuannya adalah mengendalikan sesuatu (misalnya robot) dari jarak jauh

Jadi tujuan utamanya adalah pengendalian total à aneh jika dikatakan cyber

q Cyber law meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan subyek hukum yang memanfaatkan teknologi Internet yang dimulai pada saat mulai “online” dan seterusnya sampai saat memasuki dunia maya

q Oleh karena itu dalam pembahasan cyber law, kita tidak dapat lepas dari aspek yang menyangkut isu prosedural, seperti jurisdiksi, pembuktian, penyidikan, kontrak/transaksi elektronik dan tanda tangan digital/elektronik, pornografi, pencurian melalui Internet, perlindungan konsumen, pemanfaatan Internet dalam aktivitas keseharian manusia, seperti e-commercee-governmente-taxe-learninge-health, dan sebagainya

Baca Juga :

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang
Tempe Indonesia Digemari Masyarakat Jepang

Hampir semua masyarakat Indonesia mengenal tempe. Makanan ini rutin tersaji di meja makan berbagai kalangan sosial. Mulai dari orang kaya, miskin, pengusaha, artis, pejabat, semua suka tempe. Entah sejak kapan tempe ini menyatu dengan rakyat Indonesia. Yang pasti, begitu memberikan makanan padat pertama, rata-rata ibu di Indonesia mengenalkan tempe pada anaknya. Mungkin kebiasaan ini sudah berlangsung dari dulu, sampai akhirnya kelezatan tempe menempel dari lidah generasi ke generasi.

Saat krisis ekonomi menghimpit Indonesia, tempe menjadi penyelamat. Murahnya harga dan kandungan zat isoflavone di dalamnya mampu menopang kebutuhan gizi jutaan masyarakat miskin. Itu sebabnya tempe bisa dikategorikan sebagai makanan dengan kandungan gizi terbaik di Indonesia. Thanks to tempe.

Kabar kurang mengenakkan dari tempe justru terjadi tahun 2004 lalu. Berkat “kesaktiannya” itu, Jepang mematenkan tempe. Banyak orang Indonesia yang resah, tapi segera mereda. Ternyata Jepang mematenkan tempe versi mereka sendiri, namanya natto. Sama seperti tempe kita, natto menyehatkan. Terbuat dari kedelai rebus dan diragi. Bedanya natto lebih basah dan apek. Natto dikenal sejak 950 tahun lalu. Ketika seseorang bernama Hachimantaro Yoshiie dan rekan-rekannya harus mengungsi dari ancaman militer klan Abe. Saat itu mereka membawa berkarung-karung kedelai rebus. Begitu tiba di pengungsian, kedelai rebus tadi sudah berubah menjadi natto. Sejak itulah, natto diproduksi oleh banyak perusahaan. Dijual bersama tahu dan susu kedelai.

Lalu bagaimana dengan tempe Indonesia, apa orang Jepang juga mengenalnya? Yup, bangsa Jepang sangat suka tempe kita. Mereka menyebutnya Indonesia no natto. Mereka juga memproduksi dalam skala besar. Baik industri rumah tangga maupun pabrik. Yang mencengangkan, orang Jepang mengadakan kursus masak tempe dan melakukan riset masakan tempe Indonesia.

Karena orang Jepang sangat percaya Indonesia no natto berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Maka mereka lebih suka makan tempe mentah. Kalaupun digoreng atau dipanggang, mereka tidak menambahkan bumbu alias tetap tawar. Tempe goreng biasanya dimakan bersama lobak parut dan kecap Jepang. Kalau untuk menemani minum sake, tempe diberi gula agar manis.

Bila di negeri asalnya (Indonesia) tempe bisa diperoleh dengan harga 1000 rupiah, di Jepang tempe menjadi makanan mahal. Satu kantong plastik atau sekitar 150 gram berharga di atas 300 yen. Harga ini setara dengan harga daging sapi impor Australia seberat 300 gram. Wah, jika di Jepang tempe menjadi makanan mahal, mengapa kita merasa lebih bangga menyantap daging impor dibanding tempe? Padahal melahap sepotong tempe sangat menyehatkan sekaligus menjaga agar makanan tradisional tidak kehilangan hak paten. Cara lain agar tempe tetap lestari adalah jangan pernah bosan membuat inovasi hidangan dari tempe.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita…

Kami Shibai, sebuah budaya cerita
Kami Shibai, sebuah budaya cerita

Selasa lalu siswa-siswi SD SRIT dihibur oleh pertunjukkan Kami Shibai, sebuah budaya cerita yang ada di Jepang sejak ratusan tahun silam. Secara etimologis Kami Shibai dapat diartikan sebagai cerita bergambar yang terbuat dari kertas, namun secara sosiologis ia bisa diartikan sebagai budaya tutur bergambar yang menjadi media berkembangnya cerita-cerita rakyat maupun cerita anak-anak yang tumbuh dan berkembang di negeri sakura. Secara ekonomis Kami Shibai adalah juga budaya ekonomi sebagian rakyat kecil Jepang pada ratusan tahun silam. Menurut sejarahnya pada ratusan tahun silam lalu budaya Kami Shibai sesungguhnya berfungsi untuk menghibur anak-anak dan sekaligus menjajakan jajanan yang dijual untuk anak-anak. Budaya tutur yang menghibur dan mencerdaskan sekaligus berfungsi ekonomis bagi para pelaku budaya Kami Shibai dimasa lalu.

Kini budaya yang sudah berumur itu masih tetap terpelihara dan terus dikembangkan oleh para pegiat budaya di Jepang. Hal ini terlihat seperti yang terjadi pada Selasa lalu di Sekolah RI Tokyo. Pegiat Kami Shibai asal Indonesia yang sudah berkeluarga dengan orang Jepang dan menetap lama di negeri sakura menunjukkan kebolehannya dalam mengapresiasi budaya yang sudah berumur itu. Pegiat budaya yang dimaksud adalah Silvia Cakrawati Mihira. Kemampuanya bertutur patut diacungkan jempol, sebab mampu membuat siswa-siswi SD SRIT berdecak kagum, sedih, kesel, dan gembira. Hari itu Silvia San menunjukkan lembaran-lembaran gambar berwarna dari sebuah box kecil yang diposisikan seperti mini screen . Dengan gambar-gambar yang menarik membuat anak-anak antusias untuk melihatnya. Bertuturnya lalu meluncur dengan gaya bahasanya yang menarik, walhasil cerita bawang merah-bawang putih, lalu cerita rakyat dari Vietnam tentang perdebatan para binatang mengenai dari mana terbitnya matahari, dan cerita tentang anak muda Jepang yang dikejar-kejar penjahat yang bisa mewujud menjadi raksasa perempuan tua namun kemudian penggangu atau penjahat itu berubah wujud menjadi kacang setelah sang pemuda Jepang masuk kuil dan dilindungi biksu hingga kemudian raksasa nenek perempuan itu menjadi mengecil menjadi kacang dan dimakan dengan nikmat oleh sang biksu bagai kacang goreng yang gurih. Tentu saja cerita ini penuh variasi hingga menimbulkan reaksi tertawa anak-anak SD SRIT yang nonton selama satu jam tanpa terasa.

Terlepas dari itu semua, kita bisa mengambil pelajaran bahwa budaya tutur masyarakat Jepang masih terus terpelihara meski sudah berumur ratusan tahun. Sebuah apresiasi budaya yang hebat, sebab pegiat budaya Kami Shibai ini juga memiliki komunitasnya sendiri dan Silvia San adalah bagian dari komunitas itu. Kita layaknya perlu bangga dengan upaya Silvia San dalam mendalami budaya tutur negeri samurai ini.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa
Sistem Zonasi Sangat Menguntungkan Siswa

Sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 12 Ambon sangat menguntungkan bahkan memudahkan siswa yang berada di sekitar sekolah tersebut.

Tahun Ajaran 2019/2020 SMAN 12 Ambon merekrut 221 siswa baru dari yang mendaftar sebanyak 300 orang lebih.

“Jumlah siswa baru tahun ajaran 2019/2020 turun drastis jika dibandingkan tahun ajaran lalu,” kata Kepala SMAN 12 Ambon F. Th. Pentury, M.Pd di Ambon, Jumat (12/7/2019).

Menurut Pentury, tahun ini kelas 10 hanya terdapat enam rombongan

belajar (Rombel) sedangkan tahun 2018 lalu delapan rombel.

221 siswa baru yang direkrut itu sudah melalui sistem seleksi yang baik dan mereka sudah selesai mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS) dari tanggal 8-11 Juli 2019.

Selain PLS, mereka juga mendapat sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDZ dari Puskesmas Air Salobar.

“Karena jumlah siswa baru menurun maka tentu sangat berpengaruh

terhadap jumlah dana BOS pada SMAN 12,” ucapnya.

Dikatakan, hal penting yang harus dilakukan dalam tahun ajaran baru ini adalah; Proses belajar mengajar ditingkatkan agar hasil belajarnya dapat terukur pada ujian akhir nanti,

Cara penyajian materi pelajaran oleh guru, Cara penyerapan dan cara belajar siswa di kelas karena, jangan sampai guru serius mengajar tetapi siswanya masa bodoh.

Selain itu sebagai kepala sekolah, Pentury akan melakukan fungsi kontrol

terhadap kinerja guru seperti; Kehadiran guru, Hadir di kelas saat jam mengajar, Kesiapan perangkat guru saat mengajar.

Diharapkan, siswa baru pada SMAN 12 Ambon melakukan proses belajar mengajar sesuai aturan, bertahan sampai lulus dan tidak pindah sekolah.

 

Baca Juga :

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi
SMKN 1 Banda Terima 100 Siswa Baru Tanpa Zonasi

SMK Negeri 1 Banda Kabupaten Maluku Tengah sesuai kuota menerima 100 siswa baru tanpa zonasi, yang diharapkan berasal dari seluruh kabupaten/kota di Maluku.

Penerimaan 100 siswa baru ini tidak dipungut biaya apapun mulai dari

pendaftaran, seragam sekolah diberikan gratis, sampai dengan mereka diasramakan, kecuali biaya makan mereka ditanggung sendiri.

Kepala SMK Negeri 1 Banda, Rachman La Jay, S.Pd kepada media ini di Ambon, Jumat (28/6/2019) mengungkapkan, penerimaan siswa baru untuk SMKN 1 Banda sesuai kuota, namun jika pendaftaran melebihi maka dilakukan test masuk.

Tujuannya, untuk melihat poster tubuh dan kejiwaan sekaligus penentuan jurusan. Para siswa baru dibebaskan dari berbagai beban biaya, hanya biaya hidup (makan-minum) ditanggung orang tua.

Menurut La Jay, program ini mendukung dan menindaklanjuti program

Gubernur Maluku, Murad Ismail yakni; Maluku pintar dan cerdas yang mana anak didik bersekolah, Proses belajar mengajar murah dan berkualitas. Sekaligus didukung dengan Program Indonesia Pintar (PIP).

Untuk itu, dihimbau kepada orang tua yang tidak mampu di kabupaten/kota se-Maluku, agar dapat menyekolahkan anaknya di SMK Negeri 1 Banda karena kualitasnya sudah diuji dan terukur.

SMK Negeri 1 Banda sudah masuk dalam SMK Rujukan dan sudah

melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), termasuk Kurikulum 13 (K-13).

Dikatakan, SMKN 1 Banda memiliki fasitas yang memadai seperti Gedung Sekolah, Asrama dan Kapal, yang digunakan untuk latihan.

Diharapkan, ada perhatian dari Pemprov Maluku melalui Dinas Dikbud, agar SMK Negeri 1 Banda dapat dijadikan Pusat Pelatihan Basic Safety Trainning (BST) di Maluku.

 

Sumber :

https://realviagraforsale-rxonline.com/kumpulan-doa-sehari-hari/

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru
SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

Sistem penerimaan siswa baru untuk tingkat SMA/Sederajat sesuai Petunjuk Tehnis (Juknis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku dan hasil kesepakatan Musayaarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) manganut sistem Zone.

Yakni tidak boleh menerima sisiwa yang berasal dari luar wilayah Kecamatan Salahutu, kecuali siswa tersebut pindah domisili mengikuti keluarga dengan menunjukan kartu keluarga (KK).

Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Salahutu Tulehu, Ali Nahumarury, S.Pd

kepada media ini di Tulehu, Kamis (20/6/2019) mengatakan, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019-2020 menganut sistem Zone, dan tidak bisa menerima siswa diluar kecamatan dimana sekolah tersebut berada.

Agar semua siswa dapat masuk di semua sekolah yang ada di wilayah kecamatan masing-masing, juga terkait dengan siswa tersebut menerima dana BOS, termasuk sertifikasi guru.

Menurutnya, untuk SMA Negeri 1 Salahutu Tulehu pada tahun ajaran baru ini menerima 150 siswa baru sesuai kuota atau daya tampung.

Ada 6 rombongan belajar (Rombel) kelas, perkelas minimal 30 siswa, dan

waktu penerimaan selama empat hari, sejak tanggal 11 hingga 14 Juni 2019, agar siswa yang melamar tidak hanya memilih SMAN 1 Salahutu, namun masih bisa di sekolah lain.

Animo para siswa lulusan SMP untuk masuk SMAN 1 Salahutu cukup banyak sekitar 230 orang, sehingga harus dilaksanakan test masuk yang dijadwalkan selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Juni 2019.

Dengan maksud agar diterima sesuai kuota sebanyak 150 siswa, juga dapat

mengukur kemampuan siswa untuk masuk dalam jurusan.

Dikatakan, proses belajar mengajar di sekolah waktunya berputar hanya 1 kali atau 1 shif, karena sekolah yang berputar 2 shif sangat tidak efektif, tidak memiliki kualitas.

Karena satu jam pelajaran memakan waktu 45 menit, sehingga sangat efektif jika hanya 1 shif, dengan begitu sekolah ini diupayakan sebagai sekolah yang bermutu dan berkualitas.

 

Sumber :

https://realviagraforsale-rxonline.com/sejarah-perang-salib/

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger
Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

Reproduksi Bahasa Nusantara

Reproduksi Bahasa Nusantara

Reproduksi Bahasa Nusantara

Perkembangan bahasa nusantara memiliki 3 bentuk :

  1. Perkembangan yang disebabkan oleh interaksi antar bahasa daerah itu sendiri yang diakibatkan oleh pertemuan langsung dua daerah.
  2. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh interaksi bahasa daerah dengan bahasa nasional, terutama terjadi intensif sejak awal 1970an sejalan dengan proses formasi negara yang ditegaskan pemerintah orde baru.
  3. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh pertemuan bahasa ini dengan berbagai proses globalisasi, terutama terjadi sejak tahun 1980an dan secara intensif berlangsung sejak 1990an.

Ketiga masalah perkembangan tersebut menjadi dasar dalam melihat posisi bahasa daerah dewasa ini, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa fakta penting dalam perkembangan bahasa :

  1. Fakta tentang berkurangnya jumlah penutur bahasa nusantara. Hanya ada kelompok tertentu yang masih bisa berbahasa daerah, terutama kalangan tua, sementara anak-anak muda tidak lagi dapat berbahasa daerah dengan baik
  2. Fakta berkurangnya penggunaan sehari-hari bahsa nusantara. Faktor berkurangnya pemakaian sehari-hari selain disebabkan oleh kelompok yang menguasai tidak merata atau berkurang, juga disebabkan oleh berbagai bidang kehidupan ditata melalui bahasa nasional yang kemudian memberi ruang yang sangat terbatas bagi bahasa daerah.
  3. Fakta tentang gagalnya bahasa daerah merespon kebutuhan komunikasi global yang ditandai dengan masuknya “bahasa teknologi” melalui teknologi produksi sejak tahun 1970 hingga teknologi media pada tahun 1990an.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Faktor penyebab reproduksi budaya

Faktor penyebab reproduksi budaya

Faktor penyebab reproduksi budaya
Faktor penyebab reproduksi budaya

Menurut Irwan Abdullah di antara sebab perubahan budaya itu;[4]

Pertama, mencairnya batas-batas kebudayaan. Dahulu kebudayaan selalu diikat oleh batas-batas fisik yang jelas. Sebagai contoh pakaian kebaya, sungkeman, wayang kulit, blangkon selalu identic dengan pakaian atau adat buadaya jawa. Batas-batas fisik itu kemudian dijadikan dasar untuk menentukan keberadaan suatu kebudayaan.

Namun ketika kesadaran atau pola pikir manusia mengalami perubahan, mencairnya batas-batas teritorial identitas, mobilisasi manusia, kecanggihan intelektual yang dimiliki, media komunikasi yang semakin modern, masyarakat menjadi terintegrasi bukan hanya pada level local akan dunia, maka batas-batas identitas suatu kebudayaan itu pun mau tidak mau harus mencair atau memudar. Tradisi sungkeman pada masyarakat jawa sebagai symbol kepatuhan dan ketundukan seorang anak kepada orang tua pun menjadi tergantikan hanya lewat telepon atau alat canggih lainnya.

Bahkan dengan kecanggihan tekhnologi, batas-batas territorial sebuah komunitas, kelompok, terasa tak berarti. Orang Indonesia dalam waktu yang sama dapat berkomunikasi, berinteraksi dengan manusia luar yang tanpa di sadarinya transfer budaya pun saling berpindah. Manusia pun dalam waktu singkat dabat berganti-ganti karakter atau pola pikir layaknya seperti manusia “mutan”. Karena itu, dengan adanya integrasi tatanan global, kebudayaan kemudian tidak lagi terikat pada batas-batas fisik yang kaku yang disebabkan oleh ikatan ruang bersifat deterministic.

Kedua, sebab adanya perubahan budaya juga karena adanya politik ruang dan makna budaya. Makna suatu symbol juga disebabkan oleh struktur kekuasaan yang berubah. Hal ini terjadi karena menurut Irwan Abdullah suatu kebudayaan bagaimanapun tidak dapat dilepaskan begitu saja dari ruang di mana kebudayaan itu dibangun, dipelihara, dan dilestarikan, atau bahkan diubah.

Dengan adanya kepentingan kekuasaan yang berbeda, maka ruang yang menjadi wadah tempat kebudayaan telah mengalami re-definisi baru sejalan dengan tumbuhnya gaya hidup modern yang secara langsung diawali dengan perubahan rancangan ruang. Dahulu pusat-pusat kebudayaan memegang kendali dan suara dalam menentukan karakter suatu ruang social, kemudian selanjutnya dengan berbeda kepetingan, Negara harus mengambil alih peran dengan mendefinisikan ulang ruang agar sesuai dengan kepetingan orientasinya.

Ketika kondisi ini terjadi, maka ruang pun menjadi arena yang diperebutkan, demi melanggengkan sebuah kepentingan kekuasaan atau politik tertentu. Karena itu, makna kebudayaan pun harus tunduk terhadap siapa yang mendefinisikan ulang. Buah dari semua ini, maka sebuah symbol dan makna kebudayaan pun menjadi suatu objek yang kehadirannya dihasilkan oleh suatu proses negosiasi yang melibatkan sejumlah kontestan yang terlibat dengan kepentingan yang berbeda.

Ketiga, ketika hegemoni kepentingan politik kekuasaan terjadi, maka secara bersamaan pemaksaan akan makna ruang dan makna sebuah identitas budaya pun terjadi. Posisi public yang enggan mengikuti keinginan penguasa pun tercerai berai menjadi kelompok-kelompok kecil yang juga beragam di dalam memaknai ruak dan makna identitas budaya.Kontestasi berbagai institusi terjadi secara intensif yang menyebabkan individu menjadi objek dan komoditi dari kepentingan-kepentingan yang berbeda. Mereka yang tersubordinasi pun ikut melakukan kontestasi dalam bentuk pemaknaan dekonstruktif atau pembangkangan terhadap pendefinisian ruang dan makna identitas badaya yang dilakukan oleh hegemoni pemegang kendali kuasa.

Tarik menariknya antara pemegang kendali kuasa dengan mereka yang tersubordinasi pun menjadikan identitas kebudayaan pun mengalami konstruksi dan reproduksi yang berebda yang tentunya syarat akan kepentingan yang berbeda. Symbol-simbol budaya pun pada akhirnya dijadikan sebagai alas an penegasan autentisitas kelompok yang keberadaannya menjadi bagian dari system social global dengan pertentangan nilai yang juga tajam.

Meskipun begitu, Irwan Abdullah menyatakan bahwa tanpa adanya konflik kepentingan, maka sulit dibayangkan akan lahir sebuah kesadaran tentang perubahan yang sistematis menuju kepada suatu system social yang lebih berkembang. Karena itu ia mengatakan bahwa memahami kebudayaan harus dimulai dengan mendefinisikan ulang kebudayaan itu sendiri, bukan sebagai kebudayaan generic (yang merupakan pedoman yang diturunkan secara turun temurun), tetapi haruslah dijadikan sebagai kebudayaan diferensial (yang dinegosiasikan dalam keseluruhan interaksi social). Kebudayaan bukanlah suatu warisan yang secara turun temurun dibagi bersama atau dipraktikkan secara kolektif, tetapi menjadi kebudayaan yang lebih bersifat situasional yang keberadaannya tergantung pada karakter kekuasaan dan hubungan hubungan yang berubah dari waktu ke waktu. Usaha merajut kebudayaan telah berlangsung dalam suatu ruang yang penuh dengan kepentingan para pihak yang turut mengambil bagian dalam proses tersebut.

Sumber : https://jalantikus.app/

ANAK REMAJA KERAS KEPALA DAN PEMBERONTAK HADAPI DENGAN CARA INI

ANAK REMAJA KERAS KEPALA DAN PEMBERONTAK HADAPI DENGAN CARA INI

Seperti dipaparkan oleh Preston Ni M.S.B.A., seorang profesor jurusan komunikasi dan sekaligus penulis kitab How to Communicate Effectively and Handle Difficult People, remaja ialah pribadi yang menarik dan kontradiktif. Di satu sisi, mereka merasa seakan tahu segalanya. Namun di sisi lain, remaja sebenarnya mempunyai pengalaman yang terlalu tidak banyak untuk memperlihatkan kemandirian mereka. Jadi, bilamana Anda mempunyai anak remaja yang punya sikap keras kepala dan pemberontak, jajaki ikuti sejumlah tips ini.

Hindari Bersikap Negatif di Depannya
Untuk menghadapi remaja yang bersikap keras kepala dan pemberontak, tidak boleh menunjukkan sikap negatif di depannya. Sebisa barangkali hindari bersikap marah, meledak-ledak lagipula sampai mengucapkan ucapan-ucapan kasar di depan anak. Alih-alih menuntaskan masalah, sikap tersebut melulu akan memberinya “kekuatan” guna lebih melawan Anda.

Melatih Sikap Tenang
Reaksi berlebihan yang kita tunjukkan ketika menghadapi sikapnya, akan menciptakan dia semakin di atas angin. Alhasil, dia pun bakal memiliki dalil kuat guna terus mempengaruhi Anda dengan sikapnya. Oleh sebab itu, kita perlu mengajar sikap tenang saat menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak.

Sebagai contoh, saat Anda mulai merasa kesal pada sikapnya, sebelum menuliskan atau mengerjakan sesuatu pada anak, jajaki tarik napas dalam-dalam. Hitunglah hingga sepuluh secara perlahan. Cara simpel ini lumayan efektif untuk membalikkan ketenangan Anda. Ketenangan tersebut juga menciptakan Anda lebih mudah mengejar solusi untuk persoalan sang buah hati.

Memberi Batas yang Jelas
Ketika anak mengindikasikan sikap keras kepala dan pemberontak, orang tua perlu memutuskan batas yang jelas mengenai apa yang boleh dan jangan dilakukan. Batasan tersebut perlu kita bicarakan secara langsung dengan anak. Dengan demikian, dia tahu bahwa kita bersungguh-sungguh dengan aturan itu.

Batasan ini juga dapat disebut sebagai aturan atau kode etik rumah. Sebagai contoh, Anda memutuskan aturan bahwa masing-masing orang di lokasi tinggal akan diperlakukan sebagaimana sikap yang diperlihatkan oleh masing-masing. Misalnya saja, kita akan memuliakan pendapatnya bilamana dia pun melakukan urusan yang sama. Begitu pun sebaliknya, saat dia tidak memperhatikan masukan Anda, maka perlakuan serupa pun akan diterimanya.

Menguasai Kemampuan Komunikasi yang Tegas
Berdasarkan keterangan dari James Humes, mantan pengarang pidato presiden Amerika Serikat, bahasa yang tegas ialah seni dari komunikasi. Jadi, saat menghadapi seorang remaja yang keras kepala dan pemberontak, perkuat posisi kita dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi yang tegas.

Keterampilan tersebut pun membuat Anda dapat mengatakan “Tidak” dengan bahasa yang lebih diplomatis dan tegas. Tentunya, teknik komunikasi ini bakal memberi efek bertolak belakang pada anak remaja Anda.

Tetap Tunjukkan Empati dan Sikap Humoris
Saat menghadapi kondisi yang relatif ringan, tetap tunjukkan sikap empati dan humoris di depan anak. Hindari sikap bereaksi berlebihan yang melulu membuat kondisi semakin buruk. Alih-alih mengindikasikan wajah cemberut saat anak mulai berulah, tanggapi dia dengan tersenyum. Lalu katakan pada diri sendiri, “Ini tentu tidak mudah!”.

Dengan tetap mengedepankan sikap positif, masing-masing masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik. Di samping itu, anak remaja Anda pun akan belajar bahwa sikapnya tidak akan menciptakan dia dihargai oleh orang tua. Yang tak kalah penting ialah anak remaja tidak suka diceramahi terus-menerus, lagipula untuk hal-hal yang sepele.

Demikian sejumlah tips yang dapat Anda coba guna menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak. Sumber : https://www.pelajaran.co.id