Tak Bisa Berbuat Banyak, Dispendik Pastikan Bawa Aspirasi Masyarakat ke Kemendikbud

Tak Bisa Berbuat Banyak, Dispendik Pastikan Bawa Aspirasi Masyarakat ke Kemendikbud

Tak Bisa Berbuat Banyak, Dispendik Pastikan Bawa Aspirasi Masyarakat ke Kemendikbud
Tak Bisa Berbuat Banyak, Dispendik Pastikan Bawa Aspirasi Masyarakat ke Kemendikbud

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, M. Iksan, memastikan diri akan melakukan konsultasi kepada Kemendikbud terkait tuntutan ratusan wali murid yang berunjuk rasa di kantor nyang ia pimpin.

“Karena seluruh kewenangan ada di pemerintah pusat, Kemendikbud,

maka saya akan konsultasikan seluruh aspirasi masyarakat yang tadi berunjuk rasa di sini. Saya tidak bisa berbuat banyak. Tapi yang jelas akan terus saya konsultasikan ke pusat seperti yang sudah saya lakukan sejak pagi tadi,” kata Iksan seusai berdialog dengan massa aksi, Rabu (19/6/2019).

“Tuntutan mulai penghapusan sistem zonasi hingga penambahan rombel akan kita konsultasikan. Besok kan sekitar pukul 15.00 atau 16.00 kan sudah janjian dengan masyarakat untuk melaporkan hasil konsultasi kami,” tambahnya.
Baca Juga:

Penerapan Zona Rawan Bencana Tunggu SK Bupati Sampang
Pengamat Pendidikan: Kalau Sekolah Sudah Setara, Tak Ada Alasan Tolak Zonasi
SMPN Pinggiran di Jember Punya Pesaing MTs dan Sekolah Swasta
Gubernur Jatim: Orang Tua Harus Paham Sistem Zonasi PPDB

Iksan menjelaskan, keputusan terkait apakah proses PPDB )Penerimaan

Peserta Didik Baru) diperpanjang ataupun penghapusan sistem zonasi baru bisa dikeluarkan besok. “Karena itu wewenang pusat, kami akan terus konsultasikan,” tegasnya.

Sebelumnya, demi menolak pemberlakuan sistem zonasi, ratusan wali

murid yang tengah melakukan unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya memastikan diri siap bermalam. “Harus dibatalkan. Kami siap bermalam disini. Pak Iksan (Kadindik) tidak boleh diam saja. Jangan hanya diam. Kami butuh jawaban,” teriak salah satu peserta aksi diiringi pekik setuju dari yang lain.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_7.jnz?portlet=Blog_7&screen=View+Post&screenType=next&&Id=5e5e7037-c643-42d7-80f4-f9afafdd43bb

UTD PMI Pamekasan Kumpulkan 80 Kantong Darah

UTD PMI Pamekasan Kumpulkan 80 Kantong Darah

UTD PMI Pamekasan Kumpulkan 80 Kantong Darah
UTD PMI Pamekasan Kumpulkan 80 Kantong Darah

Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mengumpulkan sebanyak 80 kantong darah dalam kegiatan bhakti sosial (bhaksos) Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Bhayangkara, Rabu (19/6/2019).

Dalam kegiatan yang digagas Polres Pamekasan, bekerjasama dengan

Kodim 0826 Pamekasan. Digelar di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81. Termasuk pihak UTD PMI setempat.

“Dalam kegiatan donor darah dalam rangka peringatan HUT 73 Polres Pamekasan, kami mengumpulkan sebanyak 80 kantong darah dari para pendonor,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, Achmad Syafirullah, kepada beritajatim.com.
Baca Juga:

HUT 73 Bhayangkara, Polres Pamekasan Gelar Donor Darah

Stok Darah A di UTD PMI Pamekasan Menipis
PMI Pamekasan Sigap Tangani Korban Kebakaran

Hanya saja jumlah tersebut tidak sesuai dengan target yang dicanangkan, yakni sebanyak 200 kantong darah. Namun pihaknya tetap bersyukur dengan jumlah total kantong darah yang dikumpulkan, terlebih hal itu bakal memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Sekalipun demikian, kami tetap bersyukur dengan jumlah total 80

kantong darah yang kita kumpulkan. Hal ini sudah sangat luar biasa untuk mensupport kebutuhan darah untuk kemanusiaan,” ungkap pria yang akrab disapa Dokter Syafi.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri khususnya Polres Pamekasan beserta jajaran, yang telah melaksanakan aksi sosial donor darah. “Jadi kami sampaikan terima kasih kepada Pak Kapolres yang sudah menggelar kegiatan sosial donor darah, semoga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=733e5ae0-fdb0-4a5e-8203-a8835054b9ee

Pengertian Konflik

Pengertian Konflik

Pengertian Konflik
Pengertian Konflik

Menurut kamus besar bahasa Indonesia konflik adalah percekcokkan, perselisihan, pertentangan. Konflik berasal dari kata kerja bahasa latin yaitu configure yang berarti saling memukul. Secara Sosiologis konflik diartikan sebagai proses social antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Jika dilihat definisi secara sosiologis, konflik senantiasa ada dalam kehidupan masyarakat sehingga konflik tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat diminimalkan.

Beberapa Faktor Penyebab Konflik
Perbedaan individu yang didasari oleh perbedaan pendirian dan perbedaan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda, sehingga dalam menilai sesuatu tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Misalnya masyarakat menilai kebijakan pemerintah mengenai menaikkan harga BBM karena harga bahan mentah naik. Tentu setiap masyarakat akan menilai dengan pemikirannya masing-masing yang mungkin secara umum terbagi menjadi kelompok yang pro dan kontra.

Perbedaan kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda

Orang dari kebudayaan berbeda, misalnya orang jawa dengan orang papua yang memiliki budaya berbeda, jelas akan membedakan pola pikir dan kepribadian yang berbeda pula. Jika hal ini tak ada suatu hal yang dapat mempersatukan, akan berakibat timbulnya konflik.

Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok

Manusia merupakan mahkluk yang unik karena satu dengan yang lain relative berbeda. Berbeda pendirian, pemikiran, perilaku, kebiasaan, dsb. Dari perbedaan itu tentu timbul perbedaan kepentingan yang latar belakangnya juga berbeda. Misalnya mengenai masalah pemanfaatan hutan. Para pecinta alam menganggap hutan sebagai bagian dari lingkungan hidup manusia dan habitat dari flora dan fauna. Sedangkan bagi para petani hutan dapat menghambat tumbuhnya jumlah areal persawahan atau perkebunan. Bagi para pengusaha kayu tentu ini menjadi komoditas yang menguntungkan. Dari kasus ini ada pihak – pihak yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan, sehingga dapat berakibat timbulnya konflik.

Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat

Perubahan merupakan suatu hal yang wajar didalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi perubahan yang sangat cepat akan memicu timbulnya konflik. Misalnya masyarakat pedesaan yang secara umum matapencariannya bertani yang hidupnya bergotong-royong dengan jadwal waktu yang relative tidak mengikat, kemudian tumbuh suatu industry dengan waktu yang relative cepat dengan kebiasaan cenderung individualis, disiplin kerja dan waktu kerja ditentukan, yang secara umum mengubah nilai-nilai masyarakat desa tadi, tentu akan menimbulkan konflik berupa penolakan diadakannya industry di wilayah itu.

Baca Juga :

Struktur atau Skema Organisasi

Struktur atau Skema Organisasi

Struktur atau Skema Organisasi
Struktur atau Skema Organisasi

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.

Sedangkan Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

Bentuk Vertikal
Bentuk Mendatar / horizontal
Bentuk Lingkaran / circular
Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
Bentuk Elliptical
Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)

Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.

Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips.

Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.

Sumber : https://www.bloglovin.com/@samanthavyas/learning-from-anywhere-modern-students-dont

Tipe atau Bentuk Organisasi

Tipe atau Bentuk Organisasi

organisasi
Tipe atau Bentuk Organisasi

Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:

1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)

Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

Memiliki ciri-ciri:

Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
Jumlah karyawan sedikit
Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
Belum terdapat spesialisasi
Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
Struktur organisasi sederhana dan stabil
Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :

Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
Adanya penghematan biaya
Pengawasan berjalan efektif

Kelemahan-kelemahan organisasi garis :

Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
Kurang tersedianya saf ahli

Sumber : http://theeacher.isblog.net/dosenpendidikan-introduces-high-school-study-materials-on-their-website-11733434

Foculance, Aplikasi Penyeimbang Waktu Bermain dan Belajar Anak

Foculance, Aplikasi Penyeimbang Waktu Bermain dan Belajar Anak

Foculance, Aplikasi Penyeimbang Waktu Bermain dan Belajar Anak
Foculance, Aplikasi Penyeimbang Waktu Bermain dan Belajar Anak

Seiring dengan berkembangnya era digital, saat ini segala aspek kehidupan tentunya tak luput bersentuhan dengan teknologi. Melihat fenomena tersebut, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sebuah aplikasi pengatur waktu akses aplikasi berbasis kuis yang bernama Foculance.

Yusuf Umar Hanafi dan Aufa Nabil Amiri, mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS yang tergabung dalam tim The Hash Slinging Slacer tersebut berharap dapat memberikan manfaat lebih melalui Foculance di antara berbagai aplikasi penunjang kegiatan sehari-hari yang tengah menjamur saat ini. Melalui inovasinya tersebut, tim ini pun berhasil mendapatkan medali perunggu kategori Pengembangan Perangkat Lunak pada Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GemasTIK) ke-12 tahun 2019, belum lama ini.

Yusuf Umar Hanafi menjelaskan bahwa ide pembuatan Foculance berawal dari seringnya ia menemui anak-anak usia sekolah yang kecanduan bermain ponsel. Ia menilai, mayoritas dari mereka memakai ponsel untuk bermain gim online dan menonton video. “Saat itu saya mengerjakan tugas di warkop, anak-anak asik memakai wi-fi untuk main gim,” ungkap Yusuf.

Mencoba menelusuri, mahasiswa yang menggemari bidang mobile development tersebut menemukan data yang cukup mencengangkan. Bahwa 83 persen anak di Indonesia sudah memiliki dan mahir mengoperasikan ponsel. Namun ketika ditelisik lebih dalam, tujuan orang tua memfasilitasi anak dengan ponsel adalah untuk fungsi komunikasi, terlebih lagi dengan harapan untuk dapat mengakses aplikasi pendidikan.

Tergerak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kedua mahasiswa

ini kemudian berinisiatif membuat sebuah aplikasi di mana anak dapat tetap memainkan ponsel tetapi juga diimbangi dengan kegiatan belajar. Sehingga tak hanya membatasi penggunaan ponsel pada anak seperti aplikasi yang sudah ada, tetapi juga dapat meningkatkan motivasi belajar anak. Dari situlah, Foculance kemudian muncul dan dikembangkan.

Memiliki fungsi sebagai pengontrol waktu bermain anak, terdapat dua jenis aplikasi Foculance yang kini sedang dikembangkan, yakni Foculance for Children dan Foculance for Parents. Untuk pendaftaran dilakukan dengan membuat akun orang tua pada aplikasi Foculance for Parents. Setelah memiliki akun, orang tua kemudian dapat mendaftarkan perangkat anak-anaknya. “Jadi setiap orang tua bisa mendaftarkan lebih dari satu device anaknya,” terang Yusuf.

Selanjutnya, imbuh Yusuf, akan muncul kode berupa angka sebanyak lima

digit yang berfungsi sebagai kode konfirmasi pada aplikasi Foculance for Children di perangkat sang anak. “Anak tidak perlu membuat akun, cukup ketik kode yang keluar di aplikasi Parents (Foculance for Parents, red),” jelas mahasiswa angkatan 2016 tersebut.

Cara kerja Foculance cukup mudah, yakni membatasi waktu akses sebuah

aplikasi dengan menggunakan pewaktu (timer). Adapun aplikasi yang diberi batasan waktu sudah ditentukan oleh orang tua terlebih dahulu melalui Foculance for Parents. Sehingga secara otomatis, ketika waktu akses sudah habis, maka aplikasi yang sedang dijalankan akan berhenti. “Akan muncul pilihan untuk berhenti yang itu berarti keluar dari aplikasi dan tidak memainkan ponsel, atau menjawab kuis,” tutur Yusuf menambahkan

 

Baca Juga :

Komisi IV Desak Dinas Kesehatan Segera Operasikan RSU Ketapang

Komisi IV Desak Dinas Kesehatan Segera Operasikan RSU Ketapang

Komisi IV Desak Dinas Kesehatan Segera Operasikan RSU Ketapang
Komisi IV Desak Dinas Kesehatan Segera Operasikan RSU Ketapang

Mega proyek pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) senilai milyaran rupiah di wilayah Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, mulai diplototi oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Sri Rustiana anggota Komisi IV meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera mengoperasikan RSU Ketapang, karena selama ini pemanfaatannya masih belum dirasakan masyarakat. Berdasarkan koordinasi dengan Dinkes setempat, porsi penempatan tenaga kesehatan di RSU Ketapang sudah dilakukan pemetaan sehingga menurutnya tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda pengoprasiannya.
Baca Juga:

11 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Berikut Ini Identitasnya

NU Kirim Bantuan ke Korban Banjir Ngawi
Larangan Merokok Diterapkan di Kawasan RSUD Jombang
Usai Makan Nasi Ultah, Puluhan Warga Tuban Keracunan
RSUD Genteng Minta KARS Segera Lakukan Survei Akreditasi

“Kami minta kepada Pemkab segera mengoperasionalkan gedung RSU Ketapang itu, tapi kami sarankan untuk tidak memakai tenaga kesehatan yang mempunyai track record buruk dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Sri Rustiana, Kamis (7/11/2019)

Terpisah, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Mulyadi

menyampaikan, RSU Ketapang rencananya beroperasi 2020 mendatang. Hanya saja pihaknya mengakui jika Sumber Daya Manusia (SDM) untuk tenaga kesehatan hingga saat ini dirasa masih minim. “Faktornya SDM masih minim karena saat ini belum ada rekrutment. Puskesmas saja sudah terbatas, tapi kami akan lakukan redistribusi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas untuk dialihkan ke RSU,” katanya.

Sekadar diketahui, pembangunan mega proyek RSU Ketapang yang

sebelumnya direncanakan dibangun hingga lantai lima diketahui telah menelan anggaran senilai puluhan miliar. Pada 2016, mega proyek RSU Ketapang dianggarakan senilai Rp 14 miliar, dan 2017 kembali dikucurkan senilai Rp 15 miliar.[sar

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/

 

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner
Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Berkembangnya zaman menuju modernitas ternyata tidak meninggalkan aspek luhurnya kehidupan di belakang. Terlebih saat ini Bioetika menjadi isu hangat yang sedang digagas di berbagai negara di dunia.

Begitu pula dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya hari ini menggelar Seminar ‘Respect For Cultural Diversity’ World Bioethics Day 2019, Selasa (5/11/2019). Bekerjasama dengan UNESCO Chair in Bioethics (UI-UCB) kegiatan ini mendatangkan berbagai narasumber dari beberapa disiplin ilmu.

Bioetika merupakan studi interdisipliner dari filsafat, etika, sosial, hukum,

ekonomi, pengobatan medis, etnologis, agama, lingkungan, dan keterkaitan isu-isu interdisipliner tersebut yang timbul dari ilmu pengetahuan dan teknologi biologi, dan aplikasinya didalam masyarakat dan biosfer.

Bioetika pada awalnya digunakan dalam dunia medis atau kedokteran tetapi saat ini hampir semua disiplin ilmu menerapkan asas kehidupan dalam memastikan bahwa kemajuan IPTEK memberikan kontribusi terhadap keadilan, kesetaraan, dan kepentingan umat manusia.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Prof Dr dr Soetojo, SpU mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan peringatan Hari Bioethics serta memperkuat asas Bioetika dalam keberagaman.

“Dalam peringatan hari Bioetika, kita merayakannya juga memperkenalkan

Bioetika Center yang ada di Unair. Untuk kegiatannya kita membahas perbedaan agar tidak menjadikan hambatan. Bioethics diversity kita kembalikan lagi sesuai asas kita bhineka tunggal Ika,” ujar Prof Soetojo.

Menurut, Dr Peter J Manopo, Ketua Indonesia Bioetik Forum, Pada intinya adalah bagaimana kita bersikap pada kehidupan bukan hanya pada kedokteran melainkan pada semua sisi kehidupan manusia.

“Bioetik bagaimana dasar moral kita bersikap seharusnya kepada sesama

makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan,” ungkap dr Peter.

Bioetik dalam bentuk legal sebenarnya baru berkembang tahun 2000-an di Indonesia tetapi dalam bentuk lain sudah ada sebelumnya seperti dalam bentuk sumpah kedokteran, akad nikah, etika persidangan dan sebagainya. Saat ini Bioetika tidak hanya difokuskan pada bagaimana cara bersikap ke sesama makhluk hidup tetapi juga menyangkut Hak Asasi.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/

50 Kasek Dicekoki PMSDP

50 Kasek Dicekoki PMSDP

50 Kasek Dicekoki PMSDP
50 Kasek Dicekoki PMSDP

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengumpulkan 50 Kepala Sekolah

Dasar (SD) Negeri/Swasta seKota Bogor, selama tiga hari. Pertemuan ini pun untuk membahas tentang pengembangan manajemen sekolah dasar potensial (PMSDP). Kegiatan ini pun berlangsung di kawasan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.

Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdiisdik)

Kota Bogor Jana Sugiana. Menurutnya, workshop ini bertujuan untuk memberikan bimbingan tentang identifikasi pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

“Peserta juga diberikan bimbingan tentang penyusunan program peningkatan mutu sekolah serta tentang penilaian dan evaluasi pemenuhan 8 SNP,” ujar Jana saat ditemui Metropolitn, kemarin.

Sehingga, kata dia, peningkatan mutu pendidikan (PMP), khususnya di

Kota Bogor dapat tercapai sesuai rencana. Workshop fulday ini juga untuk memberikan pemahaman tentang 8 SNP, sebagai salah satu tolak ukur peningkatan menajemen mutu pendidikan.

“Sekolah juga dapat menyusun program peningkatan mutu serta dapat melakukan evaluasi diri dalam pemenuhan 8 SNP tersebut,” bebernya.

 

Baca Juga :

Kasek SMP Wajib Buat Video Tolak HOAX

Kasek SMP Wajib Buat Video Tolak HOAX

Kasek SMP Wajib Buat Video Tolak HOAX
Kasek SMP Wajib Buat Video Tolak HOAX

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menghimbau kepada para kepala

sekolah (Kasek), khususnya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Kota Bogor, agar membuat video pernyataan menolak hal-hal yang buruk. Selain itu mendukung kepolisian dalam memberantas dan menegakkan hukum di wilayah Kota Bogor.

“Benar, kita telah menghimbau kepada semua Kepala SMP, agar membuat

video dimaksud, dengan sekreatif mungkin. Tapi, minimal berdurasi tidak lebih dari 50 detik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, video ini bisa berupa issu sara, ujaran kebencian, hoax, seks

bebas, dan kekerasan. Pembuatan video tersebut, tambah Fahrudin, harus berlatar belakang plang sekolah, plang kepolisian atau yang lainnya.

“Yang jelas jangan berlatar belakang iklan, politik, atau hal-hal yang kurang pas dengan pernyataan tersebut,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://www.bloglovin.com/@michael8984/you-can-get-best-educational-management-information-3699843