Dapat Kucuran Anggaran DAK, SMP 2 Klampis Disidak Komisi D

Dapat Kucuran Anggaran DAK, SMP 2 Klampis Disidak Komisi D

Dapat Kucuran Anggaran DAK, SMP 2 Klampis Disidak Komisi D
Dapat Kucuran Anggaran DAK, SMP 2 Klampis Disidak Komisi D

Komisi D DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur Kembali melakukan

inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten setempat.

Sidak kali ini memonitoring pengerjaan pembangunan di SMP 2 Klampis. Sebab, sekolah tersebut mendapat kucuran anggaran sebesar Rp. 207.500.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019. Sabtu (10/8/2019).

Nur Hasan selaku Ketua Komisi D menyampaikan, pihaknya hanya dalam

meninjau sejauh mana hasil pekerjaan yang sudah dilalui. Selain itu, Komisi D kata dia, berharap pembangunan tidak melenceng dari RAB.
BacaLagi
MTs Al-Ma’arif NU Fajrul Hidayah Gelorakan Tahsin dan Tahfizul Qur’an
Dongeng Kak Avan, Bangunkan Imajinasi Anak

“Kami untuk meninjau agar tidak ada miskomunikasi ke depannya, serta menghimbau agar pembangunan sesuai dengan RAB,” kata Nur Hasan.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 2 Klampis, Imam Syafii

mengungkapkan, pengerjaan pembangunan sudah mencapai 60 % dari DAK pencairan tahap kedua dengan besar anggaran Rp. 124.500.000.

“Penggarapan sudah mencapai 60% dari dana DAK yang sudah tahap ke dua, Tinggal cat, keramik dan kusen saja untuk mencapai 100%,” terangnya disela kesibukan meninjau lokasi bersama komisi D.

 

Baca Juga :

Begini Cara KWB Berbagi Ilmu Jurnalistik Kepada Para Guru SMP di Bangkalan

Begini Cara KWB Berbagi Ilmu Jurnalistik Kepada Para Guru SMP di Bangkalan

Begini Cara KWB Berbagi Ilmu Jurnalistik Kepada Para Guru SMP di Bangkalan
Begini Cara KWB Berbagi Ilmu Jurnalistik Kepada Para Guru SMP di Bangkalan

Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB) menggelar seminar jurnalistik, bertempat di Aula SMPN 5, Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Rabu (16/10/2016).

Sebanyak 47 guru perwakilan dari masing-masing Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se Kabupaten Bangkalan mengikuti acara tersebut

Ketua KWB Bangkalan Ismail Hasyim mengatakan tujuan digelarnya acara tersebut adalah untuk memberikan edukasi jurnalistik bagi para guru SMP yang ada di Bangkalan.
BacaLagi
KKP dan Perinus Berdamai Soal KJA Sabang, FNI: Proses Hukum harus Jalan Terus
Korupsi Tindakan Kejahatan, Mari Kita Tegaskan Korupsi Musuh Bersama

“Sesuai tema dalam acara ini tujuannya tiada lain adalah untuk berbagi

ilmu bagi guru SMP yang ada,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia berharap salah satu guru di SMP se Bangkalan ada yang menguasai teknik atau ilmu jurnalistik. Tujuannya adalah untuk publikasi kegiatan di sekolah masing-masing.

“Karena menulis dan memplublikasikan tulisan bukanlah hal yang sulit semua orang pasti bisa jika mau belajar,” imbuhnya.

Oleh sebab itu ia meminta para guru yang menjadi peserta dalam acara tersebut bisa mempergunakan kesempatan sebaik mungkin.

“Jangan hanya sekedar memenuhi undangan tapi juga harus bisa menyerap

ilmu yang akan disampaikan pemateri,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan SMP Dinas Pendidikan Bangkalan Jufri Kora. Ia meminta para guru yang menjadi peserta serius mengikuti materi sampai selesai.

“Jarang-jarang para guru mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu jurnalistik seperti sekarang ini,” ujarnya.

Kata Jufri kemampuan menulis sangat penting dimiliki oleh para guru

khususnya guru SMP yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Apalagi saat ini adalah era digital, sangat mudah untuk menyebarkan informasi,” imbuhnya.

Maka dari itu untuk menyebarkan informasi dibutuhkan kemampuan menulis secara baik dan benar agar informasi bisa tersampaikan seutuhnya.

“Nah sekaranglah waktunya dimana teman-teman guru bisa belajar membuat tulisan yang baik dan benar,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/

KOMPETENSI PROFESI NETWORKING.

KOMPETENSI PROFESI NETWORKING

KOMPETENSI PROFESI NETWORKING
KOMPETENSI PROFESI NETWORKING

Dalam Uji kompetensi Networking diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang networking baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi networking secara perseorangan.

Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi networking adalah :
* TECHNICAL SUPPORT
* JUNIOR NETWORK ADMINISRATOR
* NETWORK ADMINISTRATOR
* SENIOR NETWORK ADMINISTRATOR
* JUNIOR SYSTEM ADMINISRATOR
* SENIOR SYSTEM ADMINISRATOR

KOMPETENSI PROFESI APLIKASI PERKANTORAN.
Dalam Uji kompetensi Aplikasi Perkantoran bukan hanya diperuntukkan kepada para profesinoalisme yang langsung berkaitan dengan aplikasi perkantoran, tetapi kepada seluruh profesonalisme lain yang dalam kebutuhannya juga menggunakan aplikasi perkantoran dalam kegiatannya baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi secara perseorangan.
Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi aplikasi perkantoran ini adalah :
* ACCOUNTAN
* ADMINISTRASI
* BASIC HELP DESK
* HELP DESK
* PROGRAMER dengan ADVANCE OFFICE

Secara level tingkatan untuk Aplikasi Perkantoran , adalah :
* Basic.
* Advance.
* Specialist. (penggunaan aplikasi perkantoran untuk hal-hal kusus, misalkan programmer denga menggunakan macro programming dalam aplikasi perkantoran).

KOMPETENSI PROFESI DESAIN GRAFIS.
Dalam Uji kompetensi Desain Grafis diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang Desain Grafis baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi Desain Grafis secara perseorangan.

Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi Desain Grafis adalah :
* DESAINNER
* KARTUNIS
* LAYOUTER
* EDITOR
* PHOTOGRAPHER

Baca Juga : 

Lembaga Sertifikasi di Bidang IT

Lembaga Sertifikasi di Bidang IT

lembaga Yang Melakukan Sertifikasi di Bidang IT
lembaga Yang Melakukan Sertifikasi di Bidang IT

Dalam bidang IT tentulah harus ada sertifikasi agar dapat terjamin kualitas dan kuantitas sesuatu yang berhubungan dengan IT tentunya. Oleh karena itu, ada lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi tersebut. Lembaga-lembaga yang melakukan sertifikasi tersebut yaitu :
Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP TIK) didirikan pada tanggal 1 Mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja profesional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga profesional baik nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
LSP TIK merupakan lembaga yang telah memiliki lisensi dari BNSP (Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi nomor 19/BNSP/VII/2007) untuk melakukan proses pembuktian bahwa seorang tenaga yang profesional benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya. Sehingga tenaga professional tersebut mendapatkan pengakuan Kompetensi profesi yang dimilikinya baik secara Nasional ataupun Internasional.
Pembuktian kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan profesi seseorang yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan untuk menentukan kompetensi seseorang, misalnya pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap. Seseorang yang sudah dinyatakan kompeten harus member laporan kepada LSP TIK minimal satu tahun satu kali, sehingga kompetensi pada profesionalismenya tetap tercatat dan diakui oleh LSP TIK maupun BNSP.
Untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi baik secara Nasional dan Internasional maka LSP TIK juga beracuan pada standar Internasional, dengan adanya dukungan Standar kompetensi Internasianal dari Microsoft, Adobe, dan Oracle
Dengan usia yang masih hampir dua tahun LSP TIK sudah bisa menunjukkan kompetensinya sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi yang bisa dipercaya oleh profesionalisme Teknologi Informasi dan Telekomunikasi baik dari Lembaga Pemerintahan, Lembaga Swasta ataupun perseorangan yang bergelut dan berprofesi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomuniasi. LSP TIK sudah melakukan pembuktian kompetensi nasional seperti di beberapa lembaga pemerintahan (Solo, Jogja, Cirebon), BUMN (PT.INTI, PLN), perusahaan Swasta, bahkan para profesional di bidang Informasi dan Komunikasi yang secara pribadi sadar akan pentingnya kemampuan pengakuan Kompetensi profesi dari LSP TIK.

Dalam pembuktian kompetensi, LSP TIK membagi menjadi beberapa profesi yang secara umum adalah :
1. Kompetensi profesi Programming .
2. Kompetensi profesi Networking.
3. Kompetensi profesi Aplikasi Perkantoran.
4. Kompetensi profesi Desain Grafis.
5. Kompetensi profesi Multimedia.
KOMPETENSI PROFESI PROGRAMMING.
Dalam Uji kompetensi Programming diperuntukkan kepada para profesinoalisme dalam bidang programming baik yang bekerja pada instansi ataupun yang menekuni profesi programming secara perseorangan.
Contoh jabatan/jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompetensi programming adalah :
* PRACTICAL PROGRAMMER
* JUNIOR PROGRAMMER
* PROGRAMMER
* SENIOR PROGRAMMER
* ANALYST PROGRAMMER
* JUNIOR WEB PROGRAMMER
* WEB PROGRAMMER
* WEB MASTER
* JUNIOR DATABASE PROGRAMMER
* DATABASE PROGRAMMER
* SENIOR DATABASE PROGRAMMER
* JUNIOR MULTIMEDIA PROGRAMMER
* MULTIMEDIA PROGRAMMER
* QUALITY ASSURANCE

Sumber : https://profilesinterror.com/

Web Administrators

Web Administrators

Web Administrators
Web Administrators

• Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.

• Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.

• Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.

• Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.

• Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.

• Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.

• Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.

• Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.

• Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.

• Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

Job description dari Web Administrators ruang lingkupnya berkenaan dengan bagian administrasi, maintenance, manajemen, dan audit.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Web Design

Web Design

Web Design
Web Design
Perancangan web atau Web Design adalah proses merancang halaman web, situs web, Wweb atau aplikasi multimedia untuk Web. Memanfaatkan berbagai disiplin ilmu, sepertianimasi, authoring, desain komunikasi, identitas korporat, desain grafis, interaksi manusia-komputer, arsitektur informasi, interaksi desain, pemasaran, fotografi, mesin pencari optimasi dan tipografi.
  • Markup bahasa (seperti HTML, XHTML dan XML)
  • Gaya lembar bahasa (seperti CSS dan XSL)
  • Client-side scripting (seperti JavaScript dan VBScript)
  • Server-side scripting (seperti PHP dan ASP)
  • Teknologi database (seperti MySQL dan PostgreSQL)
  • Teknologi multimedia (seperti Flash dan Silverlight)
Halaman web dan situs web dapat halaman statis, atau dapat diprogram ke halaman yang dinamis akan secara otomatis menyesuaikan konten atau tampilan visual, tergantung pada berbagai faktor, seperti masukan dari pengguna akhir atau masukan dari Webmaster.

Perancang Web

Perancang Web – Desainer Web atau Web Designer adalah orang yang mempunyai keahlian menciptakan konten presentasi (biasanya hypertext atau hypermedia) yang dikirimkan ke pengguna-akhir melalui World Wide Web, melalui Web browser atau perangkat lunak Web-enabled lain seperti televisi internet, Microblogging, pembaca RSS.
Halaman Web dan situs Web dapat halaman statis, atau dapat diprogram untuk halaman dinamis yang secara otomatis mengadaptasi konten atau tampilan visual tergantung pada berbagai faktor, seperti masukan dari pengguna akhir, masukan dari para Webmaster atau perubahan dalam lingkungan komputasi (seperti situs yang terkait dengan database yang telah diubah).
Tugas seorang Desainer Web secara umum adalah menentukan ? look and feel? dari sebuah situs Web. Secara langsung atau tidak, kita harus menguasai dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan tampilan dari sebuah situs Web. Seorang desainer Web harus pula memahami penerapan aspek-aspek yang terdapat di dalam desain Web, walaupuan tidak menguasai. Seperti halnya Java Script, kita tidak wajib mengetahui dan mampu membuat Java Script sendiri untuk kebutuhan desain, namun bagaimana dan estetika penerapan Java Script pada desain akan sangat menguntungkan bila kita memahaminya.
Dalam membuat Web, seorang desainer Web menentukan aspek-aspek desain yang diperlukan seperti pemilihan Font, warna, tataletak, dan lainnya. Tugas seorang desainer Web tidaklah semudah yang dibayangkan, penguasaan software-software grafis dan animasi dan HTML authoring saja tidak cukup untuk membuat situs Web yang baik. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan, terlebih bila dihadapkan dengan keinginan Klien, kita akan dihadapkan dengan kepuasan klien. Terkadang idealisme kita sebagai desainer Web akan kalah dengan idealisme klien.
Dengan berkembangnya spesialisasi dalam desain komunikasi dan bidang teknologi informasi, ada kecenderungan kuat untuk menarik garis yang jelas antara desain web khusus untuk halaman web dan pengembangan web untuk logistik secara keseluruhan dari semua layanan berbasis web.

Sistem Informasi

Sistem Informasi

Sistem Informasi
Sistem Informasi

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sumber : https://fgth.uk/rescue-wings-apk/

System Analysis

System Analysis

System Analysis
System Analysis

Systems Analysis and Design Methods (SADM) adalah suatu pendekatan untuk menganalisa dan merancang suatu sistem inofrmasi. Pendekatan ini dulunya dihasilkan untuk Central Computer and Telecommunication Agency (sekarang bernama Office of Government Commerce), sebuah kantor pemerintahan Inggris yang bergerak di bidang penggunaan teknologi dalam pemerintahan, dari tahun 1980 sampai sekarang. (Structured Systems Analysis and Design Method, 2009).

Tiga teknik penting yang digunakan dalam SADM ini yaitu: a) Logical Data Modeling, yaitu proses pengidentifikasian, pemodelan, dan dokumentasi data yang dibutuhkan dari sistem yang akan didisain. Data-data tersebut dipisahkan dalam entities dan relationship; b) Data Flow Modeling, yaitu proses pengidentifikasian, pemodelan, dan dokumentasi bagaimana data bergerak pada suatu sistem informasi.

Data flow modelling membahas proses (aktifitas yang mentransformasi data dari satu bentuk ke bentuk lain), menyimpan data, external entities (mengirim data ke dalam sistem atau menerima data dari suatu sistem), dan aliran data (rute tempat aliran data); c) Entity Behavior Modeling, yaitu proses pengidentifikasian, pemodelan dan dokumentasi kejadian-kejadian yang mempengaruhi masing-masing entity, dan urutan kejadian ini berlangsung.

Ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam proses analisis dan perancangan sistem ini (Structured Systems Analysis and Design Method, 2009), yaitu:
1. Analysis of the current system (menganalisis sistem yang ada)
2. Outline business specification (garis besar spesifikasi bisnis)
3. Detailed business specification (ditail spesifikasi bisnis)
4. Logical data design (disain data logika)
5. Logical process design (disain proses logika)
6. Physical design (disain fisik)

Menurut O’leary (2006) dalam melakukan analisa dan perancangan suatu sistem informasi, ada beberapa fase yang harus dilalui yang dikenal dengan systems life cycle seperti terlihat pada gambar 1. Dari sana dapat dilihat bahwa ada enam fase, yaitu:
1. Preliminary investigation (investigasi awal)
2. Systems analysis (analisis sistem)
3. Systems design (disain sistem)
4. Systems development (pengembangan sistem)
5. System implementation (implementasi sistem)
6. Systems maintenance (perawatan sistem)

Sumber : https://fgth.uk/monthly-idol-apk/

Arsitektur dan Service Pada Telematika

Arsitektur dan Service Pada Telematika

Arsitektur dan Service Pada Telematika
Arsitektur dan Service Pada Telematika

Menurut kamus, istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya.

Dengan kemajuan telematika yang pesat mendorong munculnya paradigma baru dalam pemrosesan data, yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal. Saat ini bisa dipangkas menjadi lebih murah. Yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara fisik melalui jalur jaringan komunikasi. Salah satu bentuk dari Distributed Processing adalah arsitektur client-server.

Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai definisi Client dan Server. Server adalah suatu penyedia layanan (pusat) atau service jika terdapat sebuah client yang meminta layanan. Bentuk layanannya pun dapat berupa data, object, control, file dan lain-lain. Sedangkan Client adalah sang peminta layanan. Untuk lokasi atau tata letak antara client dan server, biasanya dapat dilihat dan dibedakan dengan mudah dan jelas. Idealnya, perangkat lunak dari client maupun server harus independent dari perangkat keras maupun platform sistem operasi.

Didalam model client-server, biasanya sebuah aplikasi dibagi menjadi 2 bagian yang terpisah, tapi masih merupakan satu kesatuan yaitu komponen client dan komponen server. Komponen client sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen client dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna. Komponen server akan menerima request dari client, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client.

Berbicara mengenai arsitektur telematika tidak terlepas dari service pada telematika. Service atau layanan tersebut diantaranya:

1. Layanan Informasi
Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antar manusia. Ini merupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur. Layanan informasi mencakup empat hal pola lalu lintas informasi, antar lain: alokasi, pembicaraan, konsultasi dan registrasi.

2. Layanan Keamanan
Merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enskripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan audit.

3. Layanan Context Aware & Event Base
Istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Baca Juga :

Jenis Wireless terbagi menjadi 2

Jenis Wireless terbagi menjadi 2

Jenis Wireless terbagi menjadi 2
Jenis Wireless terbagi menjadi 2

1. Wi-Fi
2. WiMAX

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

Terminal
Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau melalui alat komunikasi. Terminal yang dihubungkan ke komputer yang letaknya jauh melalui alat komunikasi disebut Remote Job Entry Terminal (RJE Terminal). Terminal dapat digolongkan menjadi :

1. Intelligent Terminal
Disebut juga dengan nama logic terminal karena dapat diprogram oleh pemakai komputer. Intelligent terminal juga mempunyai microprocessor dan internal memory di dalamnya. Input dapat dimasukkan dan dapat dikoreksi serta dikirimkan ke pusat komputer bila dihubungkan dengan pusat komputer untuk diproses. Intelligent terminal biasanya digunakan untuk sistem komputer yang berbentuk jaringan kerja (network), yaitu beberapa terminal di hubungkan ke pusat komputer yang berupa CPU yang lebih besar. Inteligent terminal biasanya terdiri dari keyboard, visual display, internal memory dan simpanan luar berupa mini disk.

2. Non Intelligent Terminal (Dumb Terminal)
Terminal ini hanya berfungsi sebagai alat pemasukan input dan menampilkan output saja. Terminal seperti ini tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai processor.

3. Smart Terminal
Smart terminal memiliki suatu microprocessor dan beberapa internal memory di dalamnya. Input yang sudah dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Smart terminal tidak dapat diprogram oleh pemakai komputer.

Sumber :http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Perspective/comment/view/1132/1474/54013