SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru
SMAN 1 Tulehu Sesuai Kuota Terima 150 Siswa Baru

Sistem penerimaan siswa baru untuk tingkat SMA/Sederajat sesuai Petunjuk Tehnis (Juknis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku dan hasil kesepakatan Musayaarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) manganut sistem Zone.

Yakni tidak boleh menerima sisiwa yang berasal dari luar wilayah Kecamatan Salahutu, kecuali siswa tersebut pindah domisili mengikuti keluarga dengan menunjukan kartu keluarga (KK).

Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Salahutu Tulehu, Ali Nahumarury, S.Pd

kepada media ini di Tulehu, Kamis (20/6/2019) mengatakan, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019-2020 menganut sistem Zone, dan tidak bisa menerima siswa diluar kecamatan dimana sekolah tersebut berada.

Agar semua siswa dapat masuk di semua sekolah yang ada di wilayah kecamatan masing-masing, juga terkait dengan siswa tersebut menerima dana BOS, termasuk sertifikasi guru.

Menurutnya, untuk SMA Negeri 1 Salahutu Tulehu pada tahun ajaran baru ini menerima 150 siswa baru sesuai kuota atau daya tampung.

Ada 6 rombongan belajar (Rombel) kelas, perkelas minimal 30 siswa, dan

waktu penerimaan selama empat hari, sejak tanggal 11 hingga 14 Juni 2019, agar siswa yang melamar tidak hanya memilih SMAN 1 Salahutu, namun masih bisa di sekolah lain.

Animo para siswa lulusan SMP untuk masuk SMAN 1 Salahutu cukup banyak sekitar 230 orang, sehingga harus dilaksanakan test masuk yang dijadwalkan selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Juni 2019.

Dengan maksud agar diterima sesuai kuota sebanyak 150 siswa, juga dapat

mengukur kemampuan siswa untuk masuk dalam jurusan.

Dikatakan, proses belajar mengajar di sekolah waktunya berputar hanya 1 kali atau 1 shif, karena sekolah yang berputar 2 shif sangat tidak efektif, tidak memiliki kualitas.

Karena satu jam pelajaran memakan waktu 45 menit, sehingga sangat efektif jika hanya 1 shif, dengan begitu sekolah ini diupayakan sebagai sekolah yang bermutu dan berkualitas.

 

Sumber :

https://realviagraforsale-rxonline.com/sejarah-perang-salib/

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger
Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

Reproduksi Bahasa Nusantara

Reproduksi Bahasa Nusantara

Reproduksi Bahasa Nusantara

Perkembangan bahasa nusantara memiliki 3 bentuk :

  1. Perkembangan yang disebabkan oleh interaksi antar bahasa daerah itu sendiri yang diakibatkan oleh pertemuan langsung dua daerah.
  2. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh interaksi bahasa daerah dengan bahasa nasional, terutama terjadi intensif sejak awal 1970an sejalan dengan proses formasi negara yang ditegaskan pemerintah orde baru.
  3. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh pertemuan bahasa ini dengan berbagai proses globalisasi, terutama terjadi sejak tahun 1980an dan secara intensif berlangsung sejak 1990an.

Ketiga masalah perkembangan tersebut menjadi dasar dalam melihat posisi bahasa daerah dewasa ini, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa fakta penting dalam perkembangan bahasa :

  1. Fakta tentang berkurangnya jumlah penutur bahasa nusantara. Hanya ada kelompok tertentu yang masih bisa berbahasa daerah, terutama kalangan tua, sementara anak-anak muda tidak lagi dapat berbahasa daerah dengan baik
  2. Fakta berkurangnya penggunaan sehari-hari bahsa nusantara. Faktor berkurangnya pemakaian sehari-hari selain disebabkan oleh kelompok yang menguasai tidak merata atau berkurang, juga disebabkan oleh berbagai bidang kehidupan ditata melalui bahasa nasional yang kemudian memberi ruang yang sangat terbatas bagi bahasa daerah.
  3. Fakta tentang gagalnya bahasa daerah merespon kebutuhan komunikasi global yang ditandai dengan masuknya “bahasa teknologi” melalui teknologi produksi sejak tahun 1970 hingga teknologi media pada tahun 1990an.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Faktor penyebab reproduksi budaya

Faktor penyebab reproduksi budaya

Faktor penyebab reproduksi budaya
Faktor penyebab reproduksi budaya

Menurut Irwan Abdullah di antara sebab perubahan budaya itu;[4]

Pertama, mencairnya batas-batas kebudayaan. Dahulu kebudayaan selalu diikat oleh batas-batas fisik yang jelas. Sebagai contoh pakaian kebaya, sungkeman, wayang kulit, blangkon selalu identic dengan pakaian atau adat buadaya jawa. Batas-batas fisik itu kemudian dijadikan dasar untuk menentukan keberadaan suatu kebudayaan.

Namun ketika kesadaran atau pola pikir manusia mengalami perubahan, mencairnya batas-batas teritorial identitas, mobilisasi manusia, kecanggihan intelektual yang dimiliki, media komunikasi yang semakin modern, masyarakat menjadi terintegrasi bukan hanya pada level local akan dunia, maka batas-batas identitas suatu kebudayaan itu pun mau tidak mau harus mencair atau memudar. Tradisi sungkeman pada masyarakat jawa sebagai symbol kepatuhan dan ketundukan seorang anak kepada orang tua pun menjadi tergantikan hanya lewat telepon atau alat canggih lainnya.

Bahkan dengan kecanggihan tekhnologi, batas-batas territorial sebuah komunitas, kelompok, terasa tak berarti. Orang Indonesia dalam waktu yang sama dapat berkomunikasi, berinteraksi dengan manusia luar yang tanpa di sadarinya transfer budaya pun saling berpindah. Manusia pun dalam waktu singkat dabat berganti-ganti karakter atau pola pikir layaknya seperti manusia “mutan”. Karena itu, dengan adanya integrasi tatanan global, kebudayaan kemudian tidak lagi terikat pada batas-batas fisik yang kaku yang disebabkan oleh ikatan ruang bersifat deterministic.

Kedua, sebab adanya perubahan budaya juga karena adanya politik ruang dan makna budaya. Makna suatu symbol juga disebabkan oleh struktur kekuasaan yang berubah. Hal ini terjadi karena menurut Irwan Abdullah suatu kebudayaan bagaimanapun tidak dapat dilepaskan begitu saja dari ruang di mana kebudayaan itu dibangun, dipelihara, dan dilestarikan, atau bahkan diubah.

Dengan adanya kepentingan kekuasaan yang berbeda, maka ruang yang menjadi wadah tempat kebudayaan telah mengalami re-definisi baru sejalan dengan tumbuhnya gaya hidup modern yang secara langsung diawali dengan perubahan rancangan ruang. Dahulu pusat-pusat kebudayaan memegang kendali dan suara dalam menentukan karakter suatu ruang social, kemudian selanjutnya dengan berbeda kepetingan, Negara harus mengambil alih peran dengan mendefinisikan ulang ruang agar sesuai dengan kepetingan orientasinya.

Ketika kondisi ini terjadi, maka ruang pun menjadi arena yang diperebutkan, demi melanggengkan sebuah kepentingan kekuasaan atau politik tertentu. Karena itu, makna kebudayaan pun harus tunduk terhadap siapa yang mendefinisikan ulang. Buah dari semua ini, maka sebuah symbol dan makna kebudayaan pun menjadi suatu objek yang kehadirannya dihasilkan oleh suatu proses negosiasi yang melibatkan sejumlah kontestan yang terlibat dengan kepentingan yang berbeda.

Ketiga, ketika hegemoni kepentingan politik kekuasaan terjadi, maka secara bersamaan pemaksaan akan makna ruang dan makna sebuah identitas budaya pun terjadi. Posisi public yang enggan mengikuti keinginan penguasa pun tercerai berai menjadi kelompok-kelompok kecil yang juga beragam di dalam memaknai ruak dan makna identitas budaya.Kontestasi berbagai institusi terjadi secara intensif yang menyebabkan individu menjadi objek dan komoditi dari kepentingan-kepentingan yang berbeda. Mereka yang tersubordinasi pun ikut melakukan kontestasi dalam bentuk pemaknaan dekonstruktif atau pembangkangan terhadap pendefinisian ruang dan makna identitas badaya yang dilakukan oleh hegemoni pemegang kendali kuasa.

Tarik menariknya antara pemegang kendali kuasa dengan mereka yang tersubordinasi pun menjadikan identitas kebudayaan pun mengalami konstruksi dan reproduksi yang berebda yang tentunya syarat akan kepentingan yang berbeda. Symbol-simbol budaya pun pada akhirnya dijadikan sebagai alas an penegasan autentisitas kelompok yang keberadaannya menjadi bagian dari system social global dengan pertentangan nilai yang juga tajam.

Meskipun begitu, Irwan Abdullah menyatakan bahwa tanpa adanya konflik kepentingan, maka sulit dibayangkan akan lahir sebuah kesadaran tentang perubahan yang sistematis menuju kepada suatu system social yang lebih berkembang. Karena itu ia mengatakan bahwa memahami kebudayaan harus dimulai dengan mendefinisikan ulang kebudayaan itu sendiri, bukan sebagai kebudayaan generic (yang merupakan pedoman yang diturunkan secara turun temurun), tetapi haruslah dijadikan sebagai kebudayaan diferensial (yang dinegosiasikan dalam keseluruhan interaksi social). Kebudayaan bukanlah suatu warisan yang secara turun temurun dibagi bersama atau dipraktikkan secara kolektif, tetapi menjadi kebudayaan yang lebih bersifat situasional yang keberadaannya tergantung pada karakter kekuasaan dan hubungan hubungan yang berubah dari waktu ke waktu. Usaha merajut kebudayaan telah berlangsung dalam suatu ruang yang penuh dengan kepentingan para pihak yang turut mengambil bagian dalam proses tersebut.

Sumber : https://jalantikus.app/

ANAK REMAJA KERAS KEPALA DAN PEMBERONTAK HADAPI DENGAN CARA INI

ANAK REMAJA KERAS KEPALA DAN PEMBERONTAK HADAPI DENGAN CARA INI

Seperti dipaparkan oleh Preston Ni M.S.B.A., seorang profesor jurusan komunikasi dan sekaligus penulis kitab How to Communicate Effectively and Handle Difficult People, remaja ialah pribadi yang menarik dan kontradiktif. Di satu sisi, mereka merasa seakan tahu segalanya. Namun di sisi lain, remaja sebenarnya mempunyai pengalaman yang terlalu tidak banyak untuk memperlihatkan kemandirian mereka. Jadi, bilamana Anda mempunyai anak remaja yang punya sikap keras kepala dan pemberontak, jajaki ikuti sejumlah tips ini.

Hindari Bersikap Negatif di Depannya
Untuk menghadapi remaja yang bersikap keras kepala dan pemberontak, tidak boleh menunjukkan sikap negatif di depannya. Sebisa barangkali hindari bersikap marah, meledak-ledak lagipula sampai mengucapkan ucapan-ucapan kasar di depan anak. Alih-alih menuntaskan masalah, sikap tersebut melulu akan memberinya “kekuatan” guna lebih melawan Anda.

Melatih Sikap Tenang
Reaksi berlebihan yang kita tunjukkan ketika menghadapi sikapnya, akan menciptakan dia semakin di atas angin. Alhasil, dia pun bakal memiliki dalil kuat guna terus mempengaruhi Anda dengan sikapnya. Oleh sebab itu, kita perlu mengajar sikap tenang saat menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak.

Sebagai contoh, saat Anda mulai merasa kesal pada sikapnya, sebelum menuliskan atau mengerjakan sesuatu pada anak, jajaki tarik napas dalam-dalam. Hitunglah hingga sepuluh secara perlahan. Cara simpel ini lumayan efektif untuk membalikkan ketenangan Anda. Ketenangan tersebut juga menciptakan Anda lebih mudah mengejar solusi untuk persoalan sang buah hati.

Memberi Batas yang Jelas
Ketika anak mengindikasikan sikap keras kepala dan pemberontak, orang tua perlu memutuskan batas yang jelas mengenai apa yang boleh dan jangan dilakukan. Batasan tersebut perlu kita bicarakan secara langsung dengan anak. Dengan demikian, dia tahu bahwa kita bersungguh-sungguh dengan aturan itu.

Batasan ini juga dapat disebut sebagai aturan atau kode etik rumah. Sebagai contoh, Anda memutuskan aturan bahwa masing-masing orang di lokasi tinggal akan diperlakukan sebagaimana sikap yang diperlihatkan oleh masing-masing. Misalnya saja, kita akan memuliakan pendapatnya bilamana dia pun melakukan urusan yang sama. Begitu pun sebaliknya, saat dia tidak memperhatikan masukan Anda, maka perlakuan serupa pun akan diterimanya.

Menguasai Kemampuan Komunikasi yang Tegas
Berdasarkan keterangan dari James Humes, mantan pengarang pidato presiden Amerika Serikat, bahasa yang tegas ialah seni dari komunikasi. Jadi, saat menghadapi seorang remaja yang keras kepala dan pemberontak, perkuat posisi kita dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi yang tegas.

Keterampilan tersebut pun membuat Anda dapat mengatakan “Tidak” dengan bahasa yang lebih diplomatis dan tegas. Tentunya, teknik komunikasi ini bakal memberi efek bertolak belakang pada anak remaja Anda.

Tetap Tunjukkan Empati dan Sikap Humoris
Saat menghadapi kondisi yang relatif ringan, tetap tunjukkan sikap empati dan humoris di depan anak. Hindari sikap bereaksi berlebihan yang melulu membuat kondisi semakin buruk. Alih-alih mengindikasikan wajah cemberut saat anak mulai berulah, tanggapi dia dengan tersenyum. Lalu katakan pada diri sendiri, “Ini tentu tidak mudah!”.

Dengan tetap mengedepankan sikap positif, masing-masing masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik. Di samping itu, anak remaja Anda pun akan belajar bahwa sikapnya tidak akan menciptakan dia dihargai oleh orang tua. Yang tak kalah penting ialah anak remaja tidak suka diceramahi terus-menerus, lagipula untuk hal-hal yang sepele.

Demikian sejumlah tips yang dapat Anda coba guna menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemberontak. Sumber : https://www.pelajaran.co.id

Sempat Tidak Percaya Diri, Hadyan Imal Fathoni Raih Emas dan Best MMT di OSN 2019

Sempat Tidak Percaya Diri, Hadyan Imal Fathoni Raih Emas dan Best MMT di OSN 2019

Sempat Tidak Percaya Diri, Hadyan Imal Fathoni Raih Emas dan Best MMT di OSN 2019
Sempat Tidak Percaya Diri, Hadyan Imal Fathoni Raih Emas dan Best MMT di OSN 2019

Gelisah melanda salah seorang peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) asal Jawa Barat, Hadyan Imal Fathoni saat pengumuman juara berlangsung pada Jumat (5/7/2019). Bukan tanpa alasan mengapa Imal pesimis. Ia mengaku sempat buntu ketika mengerjakan beberapa soal yang dianggapnya sulit. “Saya sudah maksimal, tapi memang sempat stuck di beberapa soal,” ujarnya.

Namun seperti kata pepatah, usaha takkan pernah mengkhianati hasil. Akhirnya, namanya disebut sebagai salah satu peraih medali emas di bidang geografi. Lebih dari itu, ia pun berhasil menyabet predikat best multimedia test. Usahanya tersebut ternyata membuahkan hasil.

“Pengumuman dimulai dari peraih perunggu. Ketika enggak ada nama saya sebagai peraih medali perunggu ataupun perak, saya sudah mulai nangis dan pasrah, udah enggak berharap apa-apa. Tapi ternyata pas nama saya diumumkan sebagai peraih emas, saya kaget banget. Saya langsung teriak dan lari ke panggung, pokoknya pecah banget,” cerita Imal saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Empat Proses Ujian

Imal menjelaskan, proses ujian di bidang geografi terbagi menjadi dua kategori, yakni ujian tulis dan praktik. Untuk ujian tulis terbagi tiga bagian, yakni esai, multimedia test (pilihan ganda), dan uji laboratorium. “Sedangkan praktiknya kita langsung ke lapangan. Tepatnya ke Pasar 45 dan Taman Persatuan Bangsa di Manado untuk melakukan observasi ke warga sekitar,” tuturnya.

Ia mengaku, uji laboratorium menjadi ujian yang paling sulit karena harus mencocokkan data ke dalam grafik. “Grafiknya banyak banget, ini yang paling sulit,” katanya.

Selain mendapat pengalaman baru, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Bekasi ini juga mendapatkan banyak teman dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia. “Menarik bisa berteman dengan mereka yang memiliki logat bicara berbeda. Bahkan, ada beberapa yang masih saling kontak lewat grup di media sosial,” tambahnya.

Modal Nekat

Imal menuturkan, salah satu faktor yang membuat ia meraih best multimedia test adalah keberaniannya mengerjakan seluruh soal yang berjumlah 40. Berdasarkan ketentuan yang berlaku di kategori multimedia test, peserta yang menjawab soal dengan benar akan diberi poin +3. Sedangkan jawaban salah diberi poin -1 dan jika tidak menjawab akan diberi poin 0.

“Saya memilih mengerjakan semua 40 soal tersebut, memang modal nekat banget,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan mengapa Imal nekat mengerjakan semua soal tersebut. Ia meyakini, pilihannya tepat setelah mengakumulasi perkiraan poin sesuai aturan yang berlaku. “Karena, kalau kita salah menjawab satu soal, itu sama saja dapat -4 poin dan kalau enggak jawab, sama dengan dapet -3 poin,” paparnya.

Pada prosesnya, Imal berusaha berhati-hati saat menjawab soal. Alih-alih menjawab langsung, Imal lebih memilih mengulas soal satu per satu. “Jika ada soal yang sudah yakin jawabannya, saya tandai dulu. Ketika sudah fix, baru saya isi pakai pulpen,” ujarnya.

Meski hasil ujian belum keluar, namun predikat best multimedia test yang diraih Imal membuktikan bahwa pilihannya itu tidak keliru.

Sempat Tidak Percaya Diri

Meski berhasil meraih medali emas dan penghargaan lainnya, Imal

mengaku sempat tidak percaya diri. Terlebih saat berkumpul dengan seluruh peserta olimpiade, ia sempat merasa minder. “Ketika ketemu sama siswa lain yang lolos, langsung ngerasa gugup aja. Takutnya enggak bisa, takutnya mereka jauh lebih pintar dari saya,” ungkapnya.

Namun, perasaan tersebut hilang seketika saat ia mulai berbagi

pengalaman dengan seluruh peserta lainnya. “Alhamdulillah dapat saran dari mereka agar saya enjoy menghadapinya. Juga enggak ada tekanan dari pihak sekolah yang mewajibkan saya dapat juara. Jadi, lebih enak menjalaninnya,” tutur siswa yang baru pertama kali mengikuti olimpiade tingkat nasional ini.

Dalam menghadapi OSN, siswa kelahiran Desember 2001 itu mengaku telah

melakukan persiapan sebaik-baiknya. Mulai dari mempelajari soal hingga mengikuti pembinaan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat pada Juni 2019. “Alhamdulillah, dari sana cukup banyak materi yang bisa diambil,” tambahnya.

Imal bersama 28 siswa lainnya berhasil meraih medali di ajang OSN ke-18 yang dihelat di Manado pada 30 Juni hingga 6 Juli, sekaligus mengantar Jawa Barat meraih juara II, terbaik dari 32 provinsi lainnya. ***

 

Baca Juga :

 

SMKN 2 Cibinong Rencanakan Sambut Peserta Didik Baru dengan Konser Musik

SMKN 2 Cibinong Rencanakan Sambut Peserta Didik Baru dengan Konser Musik

SMKN 2 Cibinong Rencanakan Sambut Peserta Didik Baru dengan Konser Musik
SMKN 2 Cibinong Rencanakan Sambut Peserta Didik Baru dengan Konser Musik

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Cibinong, Jln. SKB No. 1, Cibinong, Bogor berencana menggelar konser musik untuk menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Staf Hubungan Masyarakat SMKN 2 Cibinong, Citra Sekrapramanik menyatakan, pergelaran musik ini sebagai persembahan dan pembuktian kepada orang tua dan peserta didik baru bahwa siswa yang belajar di sekolah musik pertama dan telah terakreditasi ini sudah bisa memberikan penampilan terbaik hanya dalam waktu beberapa bulan.

“Penampilan ini untuk menunjukkan kepada orang tua dan peserta didik

baru bahwa siswa di sekolah ini bisa memberikan persembahan terbaik, seperti paduan suara dan angklung, sedangkan kakak kelasnya akan menampilkan orkestra,” ujar Citra saat diwawancarai, Jumat (5/7/2019).

Ia memaparkan, pertunjukan yang akan dipersembahkan adalah klasik populer. Sekolah pun menjalin kerja sama dengan salah satu konduktor terkenal, Addie M.S. dalam menyambut peserta didik baru, sekaligus peresmian auditorium.

Citra menceritakan, sebagian besar lulusan SMKN 2 Cibinong telah

mencetak prestasi dan mendapatkan beasiswa untuk meneruskan sekolah musik kemudian bekerja di luar negeri. Ia pun berharap siswa betah melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini karena khawatir kaget dengan pembelajaran dasar.

“Kebanyakan mindset anak-anak kalau musik itu berkaitan dengan band.

Padahal lebih dari itu, diperlukan juga belajar instrumen. Belajar musik pun mesti sabar karena harus perlahan-lahan dan beratih dari nol. Untuk menjadi musisi, diperlukan belajar selama tiga tahun, bahkan bisa lebih dari lima tahun. Mereka juga harus paham bahwa musik bisa jadi masa depan yang menjanjikan,” ujarnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-kerajaan-kalingga/

Ini 55 Peserta OSN 2019 Kontingen Jawa Barat

Ini 55 Peserta OSN 2019 Kontingen Jawa Barat

Ini 55 Peserta OSN 2019 Kontingen Jawa Barat
Ini 55 Peserta OSN 2019 Kontingen Jawa Barat

Sebanyak 55 siswa Jawa Barat (Jabar) bersaing di ajang Olimpiade Sains

Nasional (OSN) ke-18 yang diadakan di Manado, Sulawesi Utara pada 30 Juni – 6 Juli 2019. Para peserta merupakan siswa dengan nilai tertinggi pada OSN tingkat provinsi yang dilangsungkan pada 8 – 11 April 2019.

Ke-55 siswa tersebut terbagi menjadi sembilan tim sesuai bidang lomba

yang diikuti. Dengan perincian, 7 siswa di bidang matematika, 6 siswa (kimia), 6 siswa (fisika), 4 siswa (kebumian), 4 siswa (komputer/informatika), 8 siswa (biologi), 8 siswa (ekonomi), 5 siswa (astronomi), dan 7 siswa (geografi).

Tim Pendamping Kontingen Jawa Barat, Yudi Subarkah mengatakan,

dirinya optimis siswa Jabar bisa bersaing di kancah nasional tersebut. “Kita sudah melaksanakan pembinaan kepada para peserta agar mereka lebih siap. Kita yakin mereka mampu bersaing secara maksimal,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (2/7/2019).

Yudi menjelaskan, para peserta terlihat antusias dan bersemangat mengikuti ajang tersebut. Itu terlihat sejak hari pertama peserta datang ke hotel. “Saat datang, mereka langsung mempersiapkan bahan pelajaran yang akan diperlombakan. Mereka sangat antusias,” katanya.

Berikut peserta OSN tahun 2019:

 

1 Edgar Sulaeman SMAK BPK Penabur Cirebon Kota Cirebon Matematika
2 Ahmad Romy Zahran SMAN 1  Bogor Kota Bogor Matematika
3 Muflih Naufal Maxi SMA Cahaya Rancamaya Kota Bogor Matematika
4 Aurelius Bryan Yuwana SMA Victory Plus Kota Bekasi Matematika
5 Sandy Kristian Waluyo SMPK BPK Penabur Cirebon Kota Cirebon Matematika
6 Muhammad Rafif Priyo Waskito SMA Ibnu Hajar Boarding School Kota Depok Matematika
7 Yaseen Fajrie Yudha Ghozali SMAN 1 Depok Kota Depok Matematika
8 Reza Anita Sari SMA Negeri 2 Kota Bekasi Kota Bekasi Kimia
9 Adhitya Rimba El-Fajriansyah SMAN 2 Cirebon Kota Cirebon Kimia
10 Tasya Putri Arsy SMA Negeri 2 Kota Bekasi Kota Bekasi Kimia
11 Antama Andoni Alkautsar SMA Cahaya Rancamaya Kota Bogor Kimia
12 I Made Divananda SMAN 1 Tambun Selatan Kab. Bekasi Kimia
13 Nabil Khwarizmi Syuhada SMA Negeri 2 Cibinong Kab. Bogor Kimia
14 Peter Addison Sadhani SMA Santo Aloysius 1 Kota Bandung Fisika
15 M. Darmansyah SMAN 1  Bekasi Kota Bekasi Fisika
16 Natashya Parameswari SMAN 5 Bandung Kota Bandung Fisika
17 Cynthia Parameswari SMAN 3 Bandung Kota Bandung Fisika
18 Nicholas SMA Don Bosco 3 Kab. Bekasi Fisika
19 Shabri Ash Shiddieqy SMAN 1 Cigombong Kab. Bogor Fisika
20 Fathya Neysa Oktavia SMAN 2 Cibinong Kab. Bogor Kebumian
21 Josephine Febriyanti SMAN 2 Bogor Kota Bogor Kebumian
22 Gitanisa Aulia Sandy SMAN 1 Depok Kota Depok Kebumian
23 M. Yusup SMAN 1 Cisarua Kab. Bandung Barat Kebumian
24 Muhammad Halif SMAN 1 Depok Kota Depok Komputer/Informatika
25 Banabil Fawazaim Muhammad SMA Cahaya Rancamaya Kota Bogor Komputer/Informatika
26 Muhammad Kenshin Himura Mahmuddin SMAN 1 Bogor Kota Bogor Komputer/Informatika
27 Muhammad Arif Nuriman SMAN 5  Bekasi Kota Bekasi Komputer/Informatika
28 Muhammad Aimar SMA Pribadi Bandung Kota Bandung Biologi
29 Muhammad Zulfan Rahadian Al SMA Global Prestasi Kota Bekasi Biologi
30 Aldrich Christiandy SMA Santo Aloysius Batununggal 2 Kota Bandung Biologi
31 Nabil Rashad Winarso SMAN 2 Depok Kota Depok Biologi
32 Fursan Izzatul Islam SMAS Al-irsyad Satya Islamic School Kab. Bandung barat Biologi
33 Ringgo Bharata SMAN 1 Cibadak Kab. Sukabumi Biologi
34 Maulana Muhammad Yusuf Asyhari SMAN 1 Bogor Kota Bogor Biologi
35 Zidane Muhammad Alfarisi SMAN 3 Bandung Kota Bandung Biologi
36 Anggita Fiorella Moreni SMAN 1 Depok Kota Depok Ekonomi
37 Adzrani Anggita SMAN 1 Depok Kota Depok Ekonomi
38 Abirizar Isnain Daud SMA Pribadi Bandung Kota Bandung Ekonomi
39 Arbi Ardiansyah SMAN 3 Sukabumi Kota Sukabumi Ekonomi
40 Adis Susita Rahma SMAN 1 Bekasi Kota Bekasi Ekonomi
41 Nadya Paulita SMAN 4 Bekasi Kota Bekasi Ekonomi
42 Radya Adi Saputra SMAN 4 Bekasi Kota Bekasi Ekonomi
43 Muhammad Zaky Nur Fajar SMA PU Al Bayan Kab. Sukabumi Ekonomi
44 Argya Rangga Wicaksono SMAN 1 Bekasi Kota Bekasi Astronomi
45 Novan Saputra Haryana SMAN 5 Bekasi Kota Bekasi Astronomi
46 Mahbubi Satria Agusti Wirawan SMAN 14 Bekasi Kota Bekasi Astronomi
47 Ryo Albert Sutanto SMAN 4 Bekasi Kota Bekasi Astronomi
48 Primanda Adyatma Hafiz SMAN 1 Depok Kota Depok Astronomi
49 Aziz Naufal Afif SMAN 2 Depok Kota Depok Geografi
50 Muhammad Izzuddin MA Husnul Khotimah Kab. Kuningan Geografi
51 Yuni Cahya Maulidiani SMAN 1 Cianjur Kab. Cianjur Geografi
52 Hadyan Imal Fathoni SMAN 2 Bekasi Kota Bekasi Geografi
53 Ryo Dwi Permana SMAN 1 Cianjur Kab. Cianjur Geografi
54 Ramadi Syarif Hidayatullah SMAN 2 Bekasi Kota Bekasi Geografi
55 Dhiandra Aziz Farrel SMAN 5 Bandung Kota Bandung Geografi

 

Sumber :

https://weareglory.com/sholat-tarawih/

Pengertian Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral

Bank sentral di suatu Negara pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral akan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

  1. Sejarah Bank Sentral

Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa uang logam (emas, perak, perunggu, dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia.

Seiring dengan waktu dan terus berkembangnya perdagangan dan perekonomian, alat tukar berupa uang logam tersebut mulai menjadi keterbatasan karena memang ketersediaan sumber daya alam yang terbatas untuk mencetak jenis uang seperti itu, dan ini menghambat potensi untuk berkembang lebih besarnya lagi perekonomian suatu negara sementara jenis-jenis produk baru dan bentuk industri baru sangat potensial untuk muncul namun amat disayangkan jika aktivitas perdagangan dan perekonomian secara umum harus terhambat karena mengikuti kemampuan ketersediaan uang berupa logam yang sangat terbatas tersebut.

Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali ditemukan melalui sistem penjaminan yang dalam hal ini dilakukan oleh suatu badan penjamin sekaligus penyimpan yang disebut bank, dimana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau dijanjikan akan memiliki nilai beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh nasabah/masyarakat pada waktu mendatang atau pada masa yang ditentukan. Pada praktik dan perkembangannya masing-masing, bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya sendiri-sendiri dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing yang sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil. Dimana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan cara menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang dijanjikan atau bahkan lebih kecil dari jumlah yang sama dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut. Pada masa itulah mulai terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah model-model fraud dan rekayasa dalam sektor industri yang baru ini, yaitu sektor keuangan.

Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah emas deposit atau logam berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut, namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang, dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup
Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kehadiran pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup menjadi bidang kewirausahaan potensial di era revolusi industri 4.0. Selain mengandalkan teknologi, PPBT ini mampu mencetak lapangan kerja baru dan secara tidak langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sejak 2015 terus mendorong lahirnya PPBT. Ditargetkan di tahun 2019, Kemristekdikti dapat mencetak lahirnya 1.000 startup.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe, mengatakan, jika dari 1.000 PPBT itu butuh lima orang pekerja, artinya membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 5.000 orang. Beberapa inovasi dari PPBT juga erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti aplikasi bagi nelayan (smart fishing), petani dan lainnya. Teknologi dari PPBT dapat membantu peningkatan usaha dan hasil masyarakat tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Sebanyak 65 persen masyarakat kita berprofesi sebagai petani, nelayan dengan pendapatan marginal. Dengan sentuhan teknologi pendapatan mereka bisa naik,” katanya di sela-sela ekspos produk inovasi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi di Puncak, Bogor, Selasa (18/12).

Kehadiran teknologi bisa membuat hasil tangkapan nelayan, produktivitas beras petani dihargai secara pantas, karena dapat memutus mata rantai tengkulak.

Kehadiran revolusi industri 4.0 tidak hanya perlu direspon usaha menengah

dan besar. Industri kecil dan masyarakat wirausaha pun harus siap. Dalam konteks ini, kerja sama dan kolaborasi perlu ditingkatkan agar produk PPBT bisa bersaing hingga skala global.

Tahun 2015, jumlah PPBT yang didampingi dan didanai Kemristekdikti mencapai 52 PPBT, tahun 2016 ada 203 PPBT, tahun 2017 ada 661 PPBT dan tahun 2018 ada 956 PPBT.

Saat ini PPBT yang sudah dewasa atau mature dan tidak memerlukan pendampingan sudah banyak. Hanya saja PPBT dengan omset di atas Rp 1 miliar per bulan baru ada sekitar 6 persen dari jumlah yang ada saat ini.

Sementara itu, ratusan PPBT lainnya beromset di bawah Rp 500 juta per

bulan. “Bagi PPBT yang beromset di atas Rp 1 miliar itu dikategorikan sudah mature dan tidak perlu lagi pendampingan,” ucapnya.

Startup teknologi ini, selain mendapat pendampingan juga bantuan dana senilai Rp 300 juta hingga Rp 450 juta. Pendampingan dilakukan selama 8 bulan, agar pelaksanaan pengembangan bisnis berbasis teknologi benar-benar berjalan sesuai dengan kaidah kelayakan teknologi dan kelayakan bisnis.

Jumain menambahkan, inovasi merupakan penggerak pembangunan ke

depan. Bahkan, lanjutnya, Bappenas mendorong agar produk PPBT tidak hanya sebatas produk lokal tapi bisa merambah ke internasional.

“Beberapa startup didorong untuk ditingkatkan dan dikirim ke Inggris untuk menggali ilmu terkait di sana. Sehingga nantinya menjadi PPBT mature,” ungkap Jumain.

 

Baca Juga :