Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota
Reformasi Perencanaan Tata Ruang Kota

Terdapat hubungan yang sangat erat antara masyarakat terhadap ruang sebagai wadah kegiatan. Kota sebagai tempat terpusatnya kegiatan masyarakat, akan senantiasa berkembang baik kuantitas maupun kualitasnya, sesuai perkembangan kuantitas dan kuali-tas masyarakat. Hal tersebut merupakan indikator dinamika serta kondisi pembangunan masyarakat kota tersebut berserta wilayah di sekitarnya.

Disadari bahwa berbagai macam usaha pembangunan di kota telah dilaksanakan di Indonesia selama ini. Namun secara umum diketahui pula bahwa di balik hasil pembangunan fisik kota yang menunjang kesejahteraan masyarakat, tidak sedikit pula dampak pembangunan yang dirasa merugikan kehidupan (fisik dan psikhis) masyarakat.

Berkurangnya lahan pertanian subur di sepanjang jalur transportasi, banjir-banjir lokal karena tersumbatnya saluran drainase oleh sampah, galian-galian pipa dan kabel yang tidak kunjung selesai dan lain-lain yang semua itu sebagai akibat pembangunan yang dilaksanakan tidak secara terpadu antara satu sektor dengan sektor lainnya. Di samping itu izin pembangunan yang direkomendasikan Pemerintah Daerah sering tidak terpadu dengan peraturan daerah yang telah ditetapkan. Seperti daerah hijau (sebagai penyangga) diijinkan untuk daerah permukiman.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa di daerah perkotaan (khususnya di kota-kota besar) terjadi: (a) penurunan persentase rumah tangga terhadap rasa aman dari tindak kejahatan; (b) peningkatan jumlah pengangguran dan jumlah kriminalitas oleh kelompok pemuda. Keadaan yang demikian ini semakin meningkat pada akhir-akhir ini, terutama disebabkan oleh kondisi perekonomian nasional yang semakin terpuruk, yang berakibat begitu besarnya pemutusan hubungan kerja (PHK), perkelahian antar kelompok preman, dan terhentinya pelaksanaan proyek-proyek besar.

Keadaan sebagai tergambar di atas telah merupakan keadaan yang umum di negara-negara berkembang sebagai akibat dari pembangunan lebih berorientasikan pada daerah perkotaan. Dengan pola pembangunan yang demikian menjadikan laju urbansisasi berjalan dengan cepatnya. Namun urbanisasi tersebut tidak dibarengi perubahan pola pikir masyarakat dari perdesaan menjadi pola pikir perkotaan. Keadaan seperti ini justru merugikan para urbanisan sendiri, yang akibatnya menjadi beban masyarakat kota pada umumnya, dan pengelola kota pada khususnya. Hal tersebut tercermin dari lebih tingginya persentase penduduk miskin di daerah perkotaan.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara nasional persentase jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan (17,6 %) dan di daerah perdesaan (14,2 %), sedang di wilayah P. Jawa dan Bali nasional persentase jumlah penduduk miskin di perkotaan: 18,5 %, sedang di perdesaan 12,5 %). Hal ini diperkirakan karena besarnya laju urbanisasi (3,38 %) di daerah perkotaan, yang pada umumnya dilakukan oleh mereka yang belum memiliki ketrampilan khusus sebagai modal menghadapi persaingan antar masyarakat perkotaan.

Baca Juga : 

KAIDAH HERMENEUTIK

KAIDAH HERMENEUTIK

KAIDAH HERMENEUTIK
KAIDAH HERMENEUTIK

1. Prinsip Makna dalam Teks
Para pemikir Islam (Penafsir, Ahli Fiqh, Teolog) mempunyai keyakinan bahwa ayat-ayat al-Qur’an menunjukkan makna-makna khusus. Makna-makna di mana maksud Allah Swt yang Mahatahu dan Mahabijaksana tertuang dalam bentuk bahasa Arab yang fasih dan baligh (elokuen) dalam ikhtiar manusia untuk memberi hidayah pada manusia.
Dan tugas para ilmuan agama serta ahli tafsir adalah menggunakan metode benar dan menjaga kaidah-kaidah serta prinsip-prinsip tertentu untuk mendapatkan pemahaman yang benar dari makna-makna ayat suci Al – Qur’an.
Prinsip tersebut tidak terkhususkan pada Al – Qur’an tetapi juga untuk hadits – hadits maksum As dan juga setiap teks yang dipilih oleh setiap penyusun berakal dalam perkataan-perkataan dan tulisan-tulisannya.
Konstruksi kaidah ini berasal dari metode dan cara-cara manusia berakal dimana mereka berkehendak memindahkan hasil pikiran dan konsepsinya, mereka pindahkan dengan jalan bahasa. Pada hakikatnya Sistem percakapan dan pemahaman manusia berdiri atas ini.
Di antara orang-orang berakal baik itu ilmuan maupun masyarakat biasa semuanya menerima asas ini, bahwa sipembicara dalam menjelaskan maksudnya dengan jalan kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan atau tulisan-tulisan mereka lakukan. Berdasarkan ini maka setiap teks mempunyai makna khusus dimana si penulis menuangkan maksudnya.
Di dunia Barat berlaku juga teori ini pada abad-abad sebelumnya, dan itu tidak hanya berlaku untuk konteks percakapan biasa tapi juga pada pembahasan filsafat dan pembahasan ilmiah. Para ilmuan dan teoritis ilmu hermeneutik seperti Schleier Macher dan Wilhelm Dilthey masih perpijak pada teori ini sampai kemudian muncul fase postmoderisme yang meragukan prinsip dan asas rasional ini. Di antara yang menolak pandangan tersebut datang dari pengikut hermeneutik filsafat Gadamer dan pengikut dekonstruksi Derrida.
Derrida melakukan kritik terhadap pandangan bahwa makna dalam perkataan mempunyai kehadiran sedangkan dalam tulisan adalah tersembunyi, tetapi ia juga tidak menerima kebalikan dari itu bahwa tulisan lebih baik dari pada perkataan dan makna hadir di dalamnya. Dia berpendapat bentuk keyakinan ini adalah fokus penulis namanya, dan ia berkeyakinan dalam teks tulisan makna juga adalah gaib. Derrida tidak menerima “pemahaman makna akhir teks”, sebab dalam pembacaan akan tecipta makna-makna yang tidak terhitung jumlahnya. Derrida tidak bermaksud meruntuhkan teks, tetapi ia meruntuhkan dalil – dalil makna teks. Menurut pandangannya makna bukanlah suatu perkara yang tetap dan dahulu atas petunjuk atau tujuan, tetapi makna bahkan bergantung pada petunjuk yang secara esensial adalah tidak tetap dan tidak permanen. Dalam dekonstruksi dengan mengacak hubungan kata satu sama lain, dan dengan mendekonstruksi teks, memungkinkan perluasan nisbah makna-makna dan petunjuk-petujuk yang bermacam-macam, dan pada akhirnya tidak menerima adanya satu dalil dan makna khusus sebagai wajah akhir teks dan sebagai petunjuk akhir teks.
Dalam hermeneutik filsafat Gadamer, juga berpandangan kalau makna teks bukanlah sesuatu yang menjadi maksud penyusun, tetapi hasil persinggungan antara horizon makna penyusun dan horizon penafsir teks. Dan dalam hal ini asumsi-asumsi penafsir mempunyai dampak kunci, dan secara otomatis mengingkari makna sentral dan makna akhir teks. Gadamer juga tidak meyakini realitas makna dalm teks, tetapi ia berpandangan bahwa makna teks adalah menifestasi yang dihasilkan oleh pembaca atau si penafsir teks. Dan penampakan ini juga lebih dari segala sesuatunya yang mengikut pada alam rasional dan ruh si penafsir teks, hatta penyusun teks itu sendiri.
Dalam hermeneutik Gadamer titik penting bukan hasrat atau meksud penyusun dan bukan karya atau teks sebagai sesuatu fi nafsihi di luar dari sejarah, tetapi yang urgen adalah sesuatu yang menjadi arah berulang-ulang sejarah dalam memanifestasi. Menurut Gadamer dzihniyyat (alam pikiran) penyusun atau pembaca tidak ada satu pun menjadi rujukan realitas, tetapi makna sejarah itu sendiri dimana pengaruhnya dalam zaman sekarang untuk kita, yang menjadi rujukan realitas.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA
HUBUNGAN HERMENEUTIK DENGAN ILMU – ILMU LAINNYA

1. Hermeneutik dan Epistemologi
Hermeneutik dan epistemologi ditinjau dari dimensi peran yang berhubungan dengan makrifat dan pemahaman manusia, keduanya mempunyai hubungan yang dekat. Tapi kedua ilmu ini juga tidak bisa dikatakan satu, atau salah satu dari keduanya dikembalikan pada lainnya (dasar yang lainnya). Sebab hermeneutik adalah menjelaskan tentang metode mendapatkan pemahaman, syarat-syarat serta kaidah-kaidahnya; sedangkan epistemologi mempunyai permasalahan lain seperti:
a. Apakah pemahaman dan pengetahuan manusia fitri dan apriori, atau hissi (panca indra), empirik dan aposteriori, dan atau kedua-duanya dari itu?
b. Apa ukuran kebenaran dan kesalahan, hakikat dan bukan hakikat?
c. Hubungan apa yang terjadi antara subyek dan obyek?
d. Apa yang menjadi wasilah makrifat manusia? Akal, hissi atau wijdân ( hati nurani) atau semuanya?
Permasalahan-permasalahan di atas tidaklah dibahas dalam hermeneutik. Memang terkadang dalam epistemologi masalah syarat dan penghalang mendapatkan pengetahuan juga dibahas, pembahasan seperti ini juga bisa dikembangkan dalam hermeneutik, sebab itu pada dasarnya pembahasan ini mempunyai warna hermeneutik.

2. Hermeneutik dan Logika
Kedua ilmu ini dari sisi mengajarkan cara berfikir dan memahami adalah satu. Tetapi ilmu logika dengan berdasarkan batasan-batasan yang dimiliki sebagai ilmu alat, merupakan persiapan ilmu, di mana di seluruh metode-metode pemikiran dan ilmiah menjadi tolok ukur. Dan hal ini tidak terlepas (berlaku juga) pada seluruh metode-metode hermeneutik yang beraneka ragam, sebab dalam posisi mengambil konklusi dan berargumen, hermeneutik tidak bisa terlepas dari menggunakan salah satu dari metode-metode ilmu logika, apakah itu hermeneutik yang berdasar (berfokus) penyusun, berdasar teks, atau berdasar penafsir.
Dengan kata lain dalam ilmu hermeneutik terdapat pandangan bahwa suatu teks tertulis, dan tafsiran suatu karya seni, atau bahkan dalam suatu fenomena natural berlaku syarat-syarat atau kaidah-kaidah, dimana hal itu berhubungan dengan pandangan dunia penyusun, dan atau syarat-syarat natural serta sosiologi dimana karya tersebut dihasilkan, dan atau keadaan, ruh serta syarat-syarat pemikiran dan kebudayaan si penafsir. Pengaruh apa yang diberikan (positif atau negatif) terhadap penafsiran dan pemahaman manusia? Tapi adapun bagaimana karya-karya manusia mendapatkan sistem keteraturan dan bagaimana dari mukadimah-mukadimah (premis-premis) dihasilkan konklusi tidaklah dijelaskan dalam ilmu hermeneutik, dan ini merupakan tanggungjawab ilmu logika shuri (formal).

3. Hubungan Hermeneutik dengan Ilmu Bahasa (linguistik)
Dari satu sisi hermeneutik mempunyai hubungan dengan teks, sedangkan di sisi lain keberadaan teks tergantung pada bahasa. Maka, kedua ilmu ini memiliki hubungan yang kuat. Masalah ini juga dalam hermeneutik klasik dan juga dalam hermeneutik modern, lebih khusus pada hermeneutik Gadamer sampai Gadamer memandang bahwa bahasa tidak hanya sebagai wasilah pindahnya pemahaman tetapi juga pemberi keberadaan pemahaman, dengan kata lain dia memandang esensi pemahaman adalah bahasa.
Oleh sebab itu, ilmu hermeneutik dan ilmu bahasa mempunyai hubungan kuat, tetapi tetap keduanya merupakan ilmu yang berbeda sebab masing-masing mempunyai subyek, metode dan tujuan khusus. Pada hakikatnya ilmu hermeneutik mengambil pendapat dari ilmu bahasa, dengan kata lain ilmu bahasa terutama bagian yang membahas penggunaan dan struktur bahasa mempunyai hubungan dengan ilmu hermeneutik sebagaimana hubungan ilmu logika dengan ilmu hermeneutik.

4. Hermeneutik dan Ilmu Tafsir
Tidak diragukan bahwa di dunia Islam pandangan hermeneutik juga mewarnai pikiran-pikiran para ulama Islam. Sebab jika kita melihat bahwa Nabi Saw. beliau juga bertugas dan berperan sebagai penjelas dan penafsir al-Qur’an itu sendiri.
Allamah Thaba-thabai dalam menghubungkan ayat ini:
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan dzikr (al-Qur’an) kepadamu, supaya kamu menjelaskan kepada manusia apa yang telah Kami turunkan kepada mereka. Dan semoga mereka menjadi orang-orang yang berpikir” (Q.S: an-Nahl :44)
Kepada ayat:
“Sebagaimana Kami telah mengutus pada kamu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan mensucikan kamu serta mengajarkan kepada kamu kitab dan hikmah”
Berdalil dan berkata : Sejarah penafsiran dimulai pada zaman turunnya al-Qur’an.
Jadi sesudah turunnya al-Qur’an, kaum Muslimin dengan seksama memperhatikan pemahaman dan penafsirannya dan para sahabat Nabi Saw. menjadi penafsir dan orang yang mengetahui pada pemahaman dan maksud dari pada al-Qur’an, dimana Imam Ali As. merupakan yang terbaik di antara mereka.
Setelah berlalu zaman dan semakin jauh dari masa turunnya wahyu maka kebutuhan kaum Muslimin terhadap penafsiran, pemahaman dan maksud dari pada al-Qur’an, dirasakan lebih besar lagi. Dan ini menyebabkan perhatian ulama islam terhadap ilmu tafsir semakin tinggi sehingga melahirkan karya-karya tafsir yang banyak di dunia Islam.
Dalam sejarah Ilmu tafsir di dunia Islam terdapat tiga metode tafsir umum:
1) Tafsir al-Qur’an dengan riwayat.
2) Tafsir al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan manusia

Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi

Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi

Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi
Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke SulawesiBaca Juga :

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III mengirimkan sejumlah bantuan sarana distribusi BBM dan avtur ke Sulawesi untuk membantu penyaluran BBM ke masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri dari 12 mobil tangki BBM, 1 mobil tangki avtur dan

26 orang awak mobil tangki. Semuanya dilepas pada Selasa (2/10) di TBBM Plumpang, Jakarta dan akan dikirim dengan menggunakan kapal.

Pelepasan tersebut dilakukan oleh GM Marketing Operation Region III Erry Widiastono dan Direktur Operasi Patra Niaga Made Adi Putra.

Erry menyampaikan, mobil tangki yang diberangkatkan ini berasal dari beberapa Terminal BBM yang ada di wilayah MOR III yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

“Jadi ada yang dari TBBM di Ujung Berung, Padalarang, Balongan hingga

Tasik. Mobil tangki ini akan dikirim ke Makassar dan Pare-Pare menggantikan mobil tangki disana yang sudah dikirim membantu Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Selain Mobil Tangki dan AMT yang diberangkatkan hari ini, sebelumnya MOR III juga telah mengirimkan 4 unit mobil tangki kapasitas 5KL pada Senin (1/10) tujuan Palu.

Tak hanya itu, pada Minggu (30/9) Pertamina MOR III juga telah

mengirimkan beberapa perlengkapan distribusi yaitu 22 dus pompa engkol, 2 box nozzle dan 20 pcs selang BBM.

“Dengan adanya bantuan ini maka penyaluran BBM di Sulawesi akan semakin lancar. Karena tim Pertamina yang sudah berada di sana telah mengupayakan maksimal untuk penyaluran BBM ke masyarakat,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Kelabakan Guru Honorer Mogok

Kelabakan Guru Honorer Mogok

Kelabakan Guru Honorer Mogok
Kelabakan Guru Honorer Mogok

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung berharap wacana mogok mengajar dan bekerja para guru honorer kategori 2 tidak terjadi. Sebab, jika para guru honorer ikut mogok massal maka proses belajar mengajar di kelas terhenti.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung, H. Juhana meminta para guru di Kabupaten Bandung tidak perlu mengikuti mogok mengajar secara massal. Dia meminta agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali agar status mereka bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia berharap, apabila tidak ada peluang guru honorer bisa menjadi PNS maka pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada guru honorer. Mereka sudah banyak yang lama mengabdi di sekolah.

“Dengan banyaknya tenaga honorer yang masa kerjanya sudah lama, wajar kalau mereka berharap diangkat secara otomatis tanpa ada persyarakat. Apalagi dibatasi usia,” jelas Juhana kepada wartawan kemarin. (5/9).

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu beredar surat Front Pembela Honorer Indonesia memberitahukan kepada seluruh guru honorer agar mogok mengajar secara massal. Sejak 15 Oktober hingga 31 Oktober mendatang atau kurang lebih 14 hari kerja.

Saat dikonfirmasi, Ketua Forum Guru Honorer Sekolah (FGHS) Kabupaten

Bandung, Toto Ruhiat mengungkapkan pihaknya mendengar seruan mogok massal mengajar tersebut. Namun, pihaknya mungkin belum mengikuti seruan tersebut sebab di forum terdapat banyak afiliasi.

“Iya benar, ada seruan mogok massal. Kita mungkin belum mengikuti mogok akan lebih ke pendekatan dialog karena ada berbagai afiliasi,” jelasnya

Dirinya bersama ribuan honorer di kabupaten Bandung berharap

pemerintah melalui Menpan RB bisa mengevaluasi dan mempertimbangkan terkait aturan formasi CPNS khususnya bagi tenaga honorer K2.

Lebih lanjut Toto meminta agar Bupati Bandung, Dadang M Naser mengeluarkan surat keputusan yang memudahkan guru honorer bisa mendapatkan dana sertifikasi.

Saat ini, para guru honorer hanya memperoleh surat penugasan yang

ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk penyaluran dana bos dan NUPTK.

“Guru honorer banyak yang sudah PPG dan untuk mendapatkan (dana) sertifikasi maka harus ada SK dari kepala daerah,” jelasnya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi
Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sosialisasikan program sertifikasi siswa SMK di Jawa Barat di Gedung PPSDM Aparatur, Jalan Cisitu Lama, Kota Bandung, kemarin (9/10).

Kegiatan ini disosialisasikan langsung oleh Kepala PPSDM KEBTKE, Umi Asngadah dan dihadiri oleh Staf Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat serta Kepala Sekolah SMK yang memiliki jurusan kelistrikan di Jawa Barat.

Umi mengutarakan, program sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan

kompetensi siswa SMK, khususnya jurusan ketenagalistrikan. ”Ini akan sangat baik untuk peserta didik. Jadi ketika lulus, tidak hanya bermodalkan ijazah (untuk mencari kerja), namun juga sudah memegang sertifikat tanda lulus uji kompetensi di ESDM di bidang ketenagalistrikan,” tutur Umi.

Awalnya, masih menurut Umi, lahirnya program ini dikhususkan untuk peserta didik dari sekolah 3T (terdepan, terluar dan terdalam). Namun, atas perintah pemerintah pusat, program sertifikasi ini mulai dianjurkan untuk sekolah umum dengan maksud untuk menciptakan siswa SMK yang siap kerja dan memiliki kompetensi tinggi.

Kepala Subbidang Evaluasi PPSDM KEBTKE, Ahmad Nasarudin

menjelaskan, program sertifikasi ini tak lepas dari program pemerintah yang sedang gencar melakukan pembangunan peningkatan batuan energi. ”Akan ada peluang kerja yang besar di bidang ketenagalistrikan dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh SMK,” ucapnya.

Ahmad juga mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, salah satu syarat yang harus dimiliki setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi.

Kepala SMKN 6 Bandung, R.M Lukman menyambut baik program kerja

sama tersebut. Menurutnya, sertifikasi bagi peserta didik di era sekarang menjadi keniscayaan guna kebutuhan di dunia kerja. “Kami menyambut baik kerja sama ini, karena ini akan berguna bagi peserta didik kita saat masuk ke dunia kerja,” ujarnya

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan
Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pada siswa juara satu Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat akan mendapatkan pembinaan untuk menghadapi LKS SMK tingkat Nasional pada Juli 2019 mendatang.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK), Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R Mulyadin mengatakan, pembinaan dilaksanakan selama enam bulan. Pembinaan tahun ini lebih panjang waktunya dibandingkan tahun sebelumnya.

Dodin menjelaskan, tahun sebelumnya siswa hanya memiliki waktu satu

bulan untuk persiapan. Tahun ini waktu pembinaan lebih panjang dengan tujuan memaksimalkan kemampuan siswa dalam menghadapi LKS tingkat Nasional. Pembinaan tidak hanya dari sekolah, akan tetapi sekolah bekerjasama dengan mitra industri secara langsung.

”Tahun kemarin ada 53 kompetisi keahlian, tahun ini hanya ada 26 kompetensi keahlian dengan online dua yang diperlombakan. Kita lebih fokus. Jadi Insya Allah dengan kesempatan ini Jawa Barat bisa melakukan persiapan yang maksimal dengan pembinaan baik di sekolah, di Industri, tujuannya agar tingkat kemampuan mereka juga jadi lebih baik,” ujar Dodin saat ditemui Selasa, 23 Oktober 2018.

Pembinaan akan dilakukan secara sistematis dan bekerjasama dengan

mitra industri. Dodin berharap, praktik pembinaan LKS tidak hanya dilakukan di sekolah, akan tetapi langsung di industri. Menurut Dodin, hal tersebut akan membuat kemampuan siswa lebih terarah. Selain itu, fokus pembinaan harus disesuaikan dengan nasional.

”Yang paling penting lagi, tadi kita ngobrol dengan industri, nanti yang dipelajari harus diselaraskan dengan yang di nasional. Misalnya, kita latihan mesin tipe A, begitu di nasional diganti, jadi mereka canggung lagi, harus belajar lagi padahal waktu sudah mepet. Untuk sekarang harus sejalan dengan nasional,” ujar Dodin.

Dodin mengatakan, untuk permulaan, sekolah yang menjadi juara pertama

akan diundang bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Industri. Rapat dilakukan agar ada kebersamaan berbagai pihak untuk membina siswa

 

Baca Juga :

Kembangkan Seni Karawitan

Kembangkan Seni Karawitan

Kembangkan Seni Karawitan
Kembangkan Seni Karawitan

Menanamkan budaya dan seni daerah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pengadilan mewajibkan siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler seni karawitan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa menguasai seni tradisional dan mendulang prestasi di bidang tersebut.

Kepala SDN 2 Pengadilan Yeni Wiarni SPd mengatakan seni karawitan di

SDN 2 Pengadilan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa dari kelas III dan VI.

”Selain Pramuka, kami juga mewajibkan ekstrakurikuler karawitan,” kata Yeni.

Lanjutnya, ekstrakurikuler tersebut digelar seminggu sekali yakni pada hari Senin setelah pulang sekolah. “Biasanya latihannya dilaksanakan selama dua jam pelajaran,” tutur dia.

Yeni menjelaskan, ekstrakurikuler seni karawitan ini bertujuan untuk

menanamkan jiwa seni, khususnya kesenian Sunda yang saat ini sudah mulai terkikis di kalangan anak muda. “Target utamanya memang prestasi, yakni mempersiapkan mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N),” jelasnya.

Tambah dia, berkat latihan yang intensif, SDN 2 Pengadilan menjadi juara tingkat kecamatan pada lomba kesenian tradisional. Makanya SDN 2 Pengadilan menargetkan menjadi juara pertama di tingkat Kota Tasikmalaya. “Mudah-mudahan dengan latihan rutin, SDN 2 Pengadilan menjadi perwakilan Kota Tasikmalaya pada lomba kesenian tradisional untuk tingkat Provinsi Jawa Barat,” papar Yeni.

Untuk persiapan lomba, sambungnya, biasanya dipilih siswa yang memang

berprestasi dan memiliki bakat dalam seni karawitan ini. Selanjutnya diberikan pembinaan secara intensif.

Yeni berharap, melalui ekstrakurikuler karawitan tersebut, bisa menanamkan jiwa seni dan terus memperkenalkan kesenian tradisional khas Sunda. “Mudah-mudahan siswa menguasai bidang kesenian, juga menjadi prestasi,” harapnya

 

Sumber :

https://s.id/6HWry

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar
Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Puluhan kepala sekolah menengah tingkat atas yang tergabung dalam Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (30/10). Mereka meminta anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) semester 2 dicairkan tepat pada waktunya.

Ketua FKSS Jawa Barat Usman menegaskan, pihaknya mempertanyakan tindak lanjut BPMU yang sudah jelas dianggarkan per siswa per tahun. Sesuai dengan pedoman dana bantuan tersebut, untuk anggaran sekolah di kabupaten nilainya Rp 500 ribu, dan untuk kota Rp 700 ribu. Pencairan diberikan per semester.

”Anggaran pertama pada Juni sudah cair. Dan anggaran kedua yang ditunggu-tunggu seharusnya sudah cair. Tapi ada informasi tidak akan cair,” tegasnya.

Pihaknya menggeruduk Disdik Jabar karena mendapat kabar anggaran BPMU tahun anggaran kedua tidak akan cair. ”Maka dari itu kita datang ke sini ramai-ramai. Dan betul. Hasil dari audensi ternyata anggaran kedua tidak akan cair,” katanya.

Pihaknya sudah mendapat jawaban dari Dinas Pendidikan Jabar yang

diwakili Sekretaris Disdik Jabar Firman. Dalam rapat Firman menyebutjan, anggaran dinas tidak cukup. Disdik mengupayakan akan dibayar pada tahun anggaran ke depan. Jika saja tetap tidak cair, pihaknya justru mempertanyakan kebijakan pemerintah terhadap dunia pendidikan. ”Tidak elok kalau tidak cair,” ucapnya.

H.A. Sobandi Ketua FKSS Kota Bandung meminta hak sekolah yang sudah dianggarkan pihak pemerintah. Jika kenyataannya tidak bisa dicairkan, pihaknya justru mempertanyakan di kemanakan dana yang sudah dianggarkan tersebut.

”Semua sekolah swasta se Jawa Barat belum nerima pencairan. Padahal sudah dianggarkan. Kemana uangnya,” tanyanya.

Ketua FKSS Kabupaten Bandung Agus Muhtar menyesalkan kondisi

keuangan Disdik Jabar. Masalahnya, pihaknya sudah menganggarkan dalam RKAS. Kenyataannya, hanya dianggarkan Rp 24 ribu dari jumlah anggaran semula Rp 500 ribu per siswa per tahun.

”Uang Rp 24 ribu tidak cukup untuk apa-apa. Jika seperti ini bagaimana kelangsungan hidup SMA swasta di Kabupaten Bandung,” katanya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Bogor dan Kota Depok Ade Sukmara

menambahkan, sekolah yang sudah menganggarkan dana BPMU dalam RKAS tidak main-main. Artinya, sudah dicantumkan sesuai aturan sekolah. Jika lantas tidak cair, bagaimana pertanggungjawaban kepala sekolah kepada guru, murid, dan orang tua.

 

Sumber :

http://www.nikehuarache.me.uk/basketball-basics-the-rules-concepts-definitions/

Cara Quality Time dengan Anak Untuk Orang Tua Super Sibuk

Cara Quality Time dengan Anak Untuk Orang Tua Super Sibuk

Menjadi orang tua yang bekerja mesti pintar-pintar menggali peluang. Tak melulu sibuk dengan urusan kegiatan di kantor, Anda pun dituntut untuk meluangkan waktu yang lumayan demi mengawasi tumbuh kembang anak. Meskipun melulu sebentar, kehadiran orang tua dalam sehari-hari anak ternyata sangat urgen untuk pertumbuhan mental si kecil. Untuk kalian yang super sibuk, ini teknik yang efektif untuk menguras quality time dengan anak.

1. Minta Bantuan Anak Kerjakan Tugas Rumah

Mintalah pertolongan anak memungut peran dalam kegiatan rumah. Untuk balita yang sudah menginjak usia 4 atau 5 tahun, Anda dapat menugaskan mereka menata meja untuk santap malam atau membereskan mainan yang berserakan. Bila sedang memasak, kita juga dapat meminta pertolongan mereka. Tak melulu menghabiskan quality time dengan anak, Anda pun akan mengajarkan mereka bertanggung jawab atas kesucian hunian yang ditempati.

2.Manfaatkan Waktu Sebelum Tidur

Setelah berlalu menyantap santap malam, Anda dapat menggunakan jeda waktu itu untuk berkata dengan si kecil. Bila cuaca memungkinkan, ajak anak berlangsung mengelilingi halaman lokasi tinggal atau perumahan dan tanyakan tentang aktivitasnya sekitar berada di sekolah.

Ketika telah selesai, mohon anak guna mempersiapkan dirinya untuk istirahat yakni dengan menggunakan piyama serta menggosok gigi. Anda dapat membacakan kisah serta menemaninya sampai tidur.

3. Main Game

Kegiatan lainnya yang dapat Anda jajaki untuk menciptakan quality time dengan anak ialah bermain game. Ternyata tidak sedikit permainan asyik yang dapat Anda mainkan bareng tanpa pertolongan gadget. Mulai dari kartu, ludo, halma, monopoli, scrable sampai catur. Tak perlu tidak sedikit mengobrol dan nikmati keseruan ketika permainan berlangsung.

Meskipun tampak sederhana, permainan-permainan diatas ternyata menyerahkan efek yang bagus untuk perkembangan kognitif dan mental si kecil. Misalnya mereka bakal belajar mengenai teknik berhitung, menata keuangan, sampai bagaimana beranggapan kritis guna memecahkan masalah.

4. Berlibur Bersama

Berlibur bareng adalahsalah satu pilihan quality time dengan anak yang lumayan sering dilaksanakan orang tua bekerja. Tak melulu berlibur ke luar kota atau luar negeri, kita juga dapat mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di dekat tempat tinggal. Misalnya kebun binatang, pantai, museum atau taman bermain. Mintalah pendapat si kecil manakah lokasi yang hendak sekali ia kunjungi.

Bila tidak mempunyai waktu yang panjang guna berlibur bersama, Anda dapat menggantinya dengan menyuruh si kecil ‘kencan’. Misalnya pergi bareng ke bioskop, santap malam di restoran atau sebatas berjalan kaki di pusat kota sambil merasakan es krim favoritnya.

5. Membantu Anak Mengerjakan Tugas

Anak, khususnya yang masih berusia di bawah enam tahun, bakal senang bila orang tua memperhatikannya dalam hal-hal kecil tergolong saat menggarap tugas sekolah. Membantu anak bukan berarti memungut alih tanggung jawab untuk menggarap tugas tersebut. Namun Anda mesti memberi arahan yang benar. Karena itu, paling penting untuk orang tua guna terus belajar dan memperluas pengetahuan.

5 urusan diatas dapat diterapkan orang tua yang sibuk untuk menguras quality time dengan anak. Agar seluruh berhasil, usahakan Anda mesti konsentrasi kepada sang anak. Sebisa barangkali singkirkan ponsel atau komputer ketika Anda bareng dengan mereka.

Sumber : http://www.cfw.tufts.edu/external.asp?https://www.pelajaran.co.id