Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

Sepenggal Kisah saya dan Skripsi
Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

hola semua…
sudah lama aku ingin menulis cerita ini.. tapi baru kesampaian sekarang.

semoga beberapa uraian kata dibawah ini dapat menjelaskan serta menceritakan tentang kisah ku dengan Skripsi yang telah kulalui.

dan semoga mungkin bisa bermanfaat bagi yang baca.. Silakan Membaca

NB: agak panjang jadi bacanya pelan-pelan saja

The Story begin
[kira-kira tahun 2008 awal-pertengahan 2008]

yup awal mula ide skripsi saya adalah ketika ada mata kuliah yang bernama “Metode Penelitian Administrasi Negara” nah dari mata kuliah itu munculah cikal bakal skripsi ini. karena diakhir kuliah semester itu tugas akhirnya berupa proposal skripsi, dengan harapan nantinya proposal yang dibikin mahasiswa dilanjutkan menjadi proposal skripsi.

pada mata kuliah ini juga kebetulan diadakan praktek penelitian (lebih tepatnya dosen yang memanfaatkan mahasiswa untuk menjadi enumerator atau tukang survei) tentang kualitas trans Jogja yang pada waktu itu lagi masa awal-awal beroperasi.

nah dari sana lah sebagian ide dari skripsi ini muncul, karena ide sebagian lagi awalnya juga muncul dari matakuliah lain yang juga saya ambil pada semester itu. yaitu matakuliah manajemen Lingkungan. dengan mengkombinasikan manajemen lingkungan dan bus kota, maka ide awal skripsi saya adalah tentang “ketertarikan masyarakat kota Yogyakarta terhadap transportasi umum buskota”

Januari 2009

nah setelah awal tadi, skripsi ini vakum satu semester sampai kemudian di awal Januari saya dikejutkan oleh sebuah sms. dan ternyata sms itu adalah dari dosen pembimbing skripsi saya Bu Ambar Widaningrum (yang selanjutnya sering saya pangggil Madam A. Wida) yang isinya teguran keras mengapa saya belum pernah menghadap beliau.. huah.. malunya minta ampun mpe dosen yang nyari-nyari mahasiswanya… nah maka pada hari berikutnya (lupa saya tanggal berapa) saya memberanikan diri bertemu beliau.

seperti yang saya duga, saya dimarahi (namun entah kenapa nadanya bukan memarahi tetapi lebih ke menegur) karena saya satu-satunya mahasiswa bimbingan beliau yang belum ada proses sama sekali. mulai dari pertemuan tersebutlah saya baru mulai lagi dari awal membuat proposal dimulai dari bab pendahuluan.

namun.. berhubung saya masih mengambil kuliah, beberapa mata kuliah tambahan dan mengulang beberapa (maklum saya bukan termasuk orang yang rajin pangkal pandai), jadi yah proposal itu terhenti lagi sampai bab pendahuluan. >.<

Mei 2010

Vakum 1 tahun lebih. nah proposal itu belum juga mengalami kemajuan. maka karena desakan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan, maka saya berpikir (huahaha sok-sokan berpikir…) hm.. ok saya ralat, maka saya merenung. mengapa saya malas sekali mengerjakan itu proposal. dan usut diusut dan menganalisa. ternyata saya mendapat masukan dari Ibunda tercinta untuk mengakhiri pekerjaan sampingan saya.

(oh iya tadi belum saya ceritakan kalau sebelumnya, mulai dari tahun 2007 akhir saya bekerja sambilan sebagai operator <sebenernya lebih tepat dikatakan kasir> sebuah Gamenet, dan karena memang saya suka ngegame jadi yah cocok sekali menambah alasan saya malas-malasan)

nah mulai mei 2010 itulah saya mengerjakan lagi proposal saya. namun apalah daya juka malas lebih merajalela proposal itupun terhenti di bulan Juli dengan alasan puasa+ lebaran + kemudian mundur mundur terus ada musibah Erupsi Gunung merapi dan saya menyempatkan diri menjadi Relawan. maka tertunda lagi sampai awal Januari 2011.

Baca Juga :

CARA MEMBACA TABLATURE GITAR

CARA MEMBACA TABLATURE GITAR

CARA MEMBACA TABLATURE GITAR
CARA MEMBACA TABLATURE GITAR

Oke sobat sebelum kita mulai, lebih baik kita pahami dulu apa sih tab itu?

TAB atau Tablatur merupakan suatu cara penulisan musik untuk alat musik string (termasuk Gitar dan Bass). Seperti halnya penulisan pada notasi musik standard, TAB hanya menggunakan karakter dan angka ASCII, agar bisa ditempatkan di Internet dan terbaca oleh semua jenis program.

Standar format untuk file TAB adalah .tab atau file plain text dengan extension .txt

Dan berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh sebuah tab:
1. KEUNGGULAN TAB (Apa yang bisa pada TAB)

Dapat menunjukkan string mana yang harus dipijit dan dimainkan.
TAB dapat menunjukkan cara memainkan nada (hammer-on, pull-off, slide, bending dll.)
TAB juga dapat menunjukkan TUNING masing-masing string. Standard, drop-down atau up-tuning.
2. KELEMAHAN TAB (Apa yang nggak bisa pada TAB)

TAB tidak dapat menunjukkan lamanya nada yang harus dimainkan. Jadi harus mengenal atau mendengar lagu terlebih dahulu.
TAB juga tidak bisa memberitahukan jari mana yang harus digunakan.
TAB tidak bisa menunjukkan kapan saat picking (petik) atau strumming (genjreng).
3. DASAR-DASAR TAB

Jika anda sudah mahir bermain gitar anda pasti ingin bermain melody .dan anda pasti sudah mencari cari apa itu yang disebut dengan tab atau istilah formalnya adalah tablature. Tablature sebenarnya tidak melulu pada gitar saja, tapi bisa juga dipakai untuk alat musik lainnya.Tetapi disini khusus akan menjelaskan tentang tab pada gitar. “Mungkin dengan sekali penjelasan ,anda akan langsung paham, tetapi prakteknya sangat rumit dan kompleks…. he he he”. Mulai dari pengertian tablature dulu, kemudian baru menginjak istilah teknis tablature yang kompleks.

Definisi tablature: enam garis yang menggambarkan guitar fingerboard, garis teratas menunjukkan senar yang bernada paling tinggi (high E / E tinggi / senar no 1 — standard tuning).

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Tahukah Kamu

Tahukah Kamu

Tahukah Kamu
Tahukah Kamu

Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30
menit lamanya. (Wuih. Kalo ada reinkarnasi, mungkin banyak yang want to be a pig kalee yah?. Cuma gue bingung kok
bisa-bisanya tau soal ini ya?)

Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-
lumba yang bisa melakukan seks sebagai sebuah
kesenangan. (Oh jadi itu sebabnya Flipper sang
lumba-lumba selalu tersenyum! Dan babi bisa
orgasme 30 menit? Nggak adil, nggak adil!!)

Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi
betinanya selama kepalanya masih menempel
pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual
seks dengan memenggal kepala sang jantan.
(Mudah-mudahan nggak ada yang memberi tahu
mereka soal babi tadi.)Beberapa jenis singa mampu kawin sebanyak 50
kali dalam sehari.
(Boleh juga, tapi still more cool want to be a
pig: quality over quantity bo..)

Bintang laut tidak mempunyai otak. (wAh Pantesan aja si Petrick temennya Spong Bob begonya minta ampun, Ah, tapi kayaknya nggak
cuma bintang laut. Manusia juga ada.)

Sumber : https://filehippo.co.id/

UNIDA Juara 1 LKTI di Unair

UNIDA Juara 1 LKTI di Unair

UNIDA Juara 1 LKTI di Unair
UNIDA Juara 1 LKTI di Unair

Ratih Dewi Sujana ha­rumkan Universitas Djuanda (Unida) Bogor dengan mem­peroleh juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nut Research 2017 Tingkat Jawa dan Bali (27/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini baru pertama diadakan. Responsnya pun sangat baik. Terbukti dengan tingginya antusias peserta yang berkompetisi.

Ratih menjelaskan, peserta melalui beberapa tahap dan di final ia menyisakan lima pe­serta. “Diawali tahap seleksi abstrak, kemudian diumumkan dalam rentang waktu satu minggu, dilanjutkan pengum­pulan full paper, lalu penjelasan isi dari full paper tersebut mela­lui presentasi,” bebernya.

Mahasiswi jurusan Teknologi Pangan dan Gizi (TPG) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA Bogor tersebut, mem­buktikan bahwa dirinya mampu ber­saing dengan peserta lainnya. “Karya tulis tersebut saya siapkan selama satu minggu, waktu yang sangat singkat menurut saya. Di sanalah titik kesulitannya. Namun dalam waktu tersebut saya berhasil melakukan formulasi untuk produk, melakukan pengujian untuk keamanan produk itu sendiri, dan mempersiapkan full paper,” terang Ratih.

Dengan judul ‘Formulasi Serbuk Effervescent Kacang Merah (Phaseolus

Vulgaris) seba­gai Sediaan Protein Antimual bagi Ibu Hamil dalam Masa 1.000 Hari Pertama Kehi­dupan (1.000 PHK)’, dia sempat merasa tidak percaya diri melihat para pesaing dari PTN lainnya. “Bermodal keyakinan dan doa, saya yakin dan mampu menyelesaikan karya tulis dengan baik sehingga alham­dulillah meraih juara I tingkat Jawa dan Bali,” ungkap Ratih.

Sementara itu, Wakil Dekan FIPHAL UNIDA Bogor Ammi­nulloh merasa

bangga dengan prestasi Ratih. Dia mengapresiasi inisiatif dan kreativitas mahasiswinya mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, dua hal yang dimiliki Ratih juga sedikit berkurang di kalangan mahasiswa saat ini. Ia berharap, kemenangan Ratih memotivasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing beliau, Ibu Sri

Rejeki, Ibu WR I, dan Ibu Rita Rahmawati yang sangat mendukung kegiatan kemahasiswaan, para dosen FIPHAL, dan seluruh civitas akademika atas keberhasilan yang telah diraih Ratih Dewi Su­jana. Semoga Universitas Djuanda semakin berjaya,” ujarnya.(cr1/c)

 

Baca Juga :

Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori
Alternatif Atasi Kekeringan, UNB Riset Rorak dan Biopori

Tim gabungan antara pogram studi Agro­teknologi Universitas Nusa Bangsa (UNB) dengan Badan Litbang Kementan RI yang diketuai Andi Masnang, me­lakukan riset mengenai tek­nologi konservasi pada lahan kering berlereng di Desa Suka­mantri, Tamansari, Bogor.

Menurut Andi, riset ini dilakukan karena didasari kekhawatiran pada lahan kering berlereng yang cenderung menyebabkan aliran permukaan erosi yang akan menurunkan tingkat kesuburan tanah.

“Aliran permukaan ini juga akan menyebabkan pemupukan yang dilakukan petani menjadi tidak efektif karena pupuk justru hilang terbawa aliran per­mukaan,” jelas Andi.
Karena itu, Andi dan timnya mencetuskan tindakan konservasi tanah dan air yang dapat dilakukan adalah dengan teknologi rorak. Dia men­jelaskan, rorak adalah lubang-lubang buntu dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah dan sejajar dengan garis kontur.

“Dengan cara pemotongan panjang lereng melalui pembuatan rorak, jumlah aliran permukaan berkurang karena sebagian aliran permukaan masuk ke rorak, sehinga sedimen yang tertangkap dapat dikembalikan ke lahan. Selain itu, rorak dapat meningkatkan kandungan air dalam tanah,” bebernya.

Andi menambahkan, penelitian ini dilakukan karena petani cenderung

enggan mengaplikasikan rorak. Sebab, menurut mereka, akan mengurangi luas lahan tanam. Nah, tim berusaha meng­itegrasikan teknologi rorak, bioteknologi, dan vertical planting. “Sehingga diharapkan petani berminat menerapkan teknologi konservasi tanah dan air yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatannya,” tambah Andi.

Ia mengungkapkan, hasil dari penelitian ini mengindikasikan jika implementasi rorak dapat mengendalikan aliran permukaan sampai di bawah 7 persen dari curah hujan. “Artinya, aliran permukaan yang terjadi lebih rendah dari yang tanpa rorak, sehingga lebih dapat menyimpan air atau lebih baik terhadap keamanan lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, timnya juga memperlakukan rorak secara tunggal maupun yang

diintegrasikan dengan mulsa/serasah, biopori, tanaman vertikal maupun kombinasi ketiganya. Hasilnya pun sama baiknya dalam mengendalikan aliran permukaan dan menurunkan erosi. “Selain itu, dengan menggunakan teknologi rorak ini mampu meningkatkan hasil panen dibandingkan kontrol atau tanpa perlakuan rorak,”ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, dihadiri para petani dan kelompok wanita tani di

sekitar Desa Sukamantri. Mereka juga antusias mengaplikasikan materi yang sederhana dan mudah dilakukan tersebut. “Diharapkan dengan penyuluhan ini akan semakin banyak petani yang mengaplikasikan rorak, akan semakin meningkatnya mutu lingkungan hidup sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” harap Andi.

Pembinaan dan penyuluhan dilakukan kepada petani secara rutin mulai 23 Oktober 2017 sampai Oktober 2018. Pembinaan dilakukan Andi Masnang selaku ketua beserta anggota tim Umi Haryati, Asmanur Jannah, Aisyah dan Reny Andriyanty.(*cr1/b)

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/sejarah-asean/

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa
Birrul Waalidain Genjot Bahasa Inggris Siswa

Yayasan Birrul Waalidain menggenjot kemampuan bahasa Inggris siswanya

(SD dan SMP) dengan banyak praktik. Seperti pada program rutin kali ini, yakni mengundang tenaga pengajar dari Kampung Inggris Sawangan, Desa Bojongsari. Ketua Yayasan Birrul Waalidain, Memed Jalaludin mengatakan, kerja sama yayasannya dengan Kampung Inggris Sawangan telah berjalan selama dua tahun.

Selain untuk meningkatkan kemampuan siswa berbahasa Inggris, kegiatan ini juga sebagai bentuk memperluas hubungan dan komunikasi Yayasan Birrul Waalidain dengan pihak eksternal. “Karena kan kami mempunyai program yang sama untuk pengembangan dan pembelajaran bahasa Inggris,” ungkap Memed.

Yayasan telah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa yang penting

untuk dipelajari dan dikembangkan, selain bahasa Indonesia dan Arab. “Untuk pembelajaran bahasa Inggris ini kami tidak hanya bekerja sama dengan Kampung Inggris Sawangan, tetapi juga dengan Kampung Inggris Dompet Dhuafa,” jelasnya.

Secara rutin, seminggu sekali, pihaknya mengundang tenaga pengajar

bahasa Inggris tersebut, baik dari dalam maupun luar negeri. “Pendidikan itu kan sangat dinamis.Jadi kita jangan merasa puas dengan apa yang kita peroleh, padahal orang lain terus mengembangkan diri dengan penelitian dan lain sebagainya. Jadi kerja sama ini adalah upaya kita untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” tuturnya.

Tenaga pengajar dari Kampung Inggris Sawangan, Nuryadin Hasan mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan Yayasan Birrul Walidain

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/hikmah-puasa/

5 TIPS INI AKAN MEMBANTUMU BERHASIL DI KAMPUS

5 TIPS INI AKAN MEMBANTUMU BERHASIL DI KAMPUS

Bagi mayoritas calon mahasiswa, menginjak dunia kuliah bukan sesuatu yang mudah. Tidak melulu karena mesti melewati sekian banyak tahap seleksi, tetapi pun karena mesti menjalani masa orientasi. Belum lagi, mereka yang jadi mahasiswa baru ini bakal dihadapkan dengan serangkaian adaptasi; baik tersebut dari sistem belajar, pembelajaran di kelas, pergaulan, sampai urusan lokasi tinggal dan tata kelola keuangan.

Nah, supaya kamu dapat menjalani masa ini dengan baik, yuk simak 5 tips inilah ini!

Manfaatkan Ospek sebagai Ajang Mencari Teman
Ada baiknya anda buang jauh-jauh anggapan bahwa ospek ialah ajang perploncoan yang menakutkan. Ospek di masa kini tidak semenyeramkan itu, kok. Justru, fokusnya ialah bagaimana supaya para mahasiswa baru dapat mengenal lingkungan kampus dengan baik.

Karenanya, anda harus memanfaatkan momen ini untuk menggali teman seperjuangan yang cocok. Carilah rekan yang tidak melulu seru untuk disuruh hangout, tetapi pun yang asyik guna diajak bertukar pikiran masalah kuliah. Memiliki rekan yang sesuai seperti ini pasti akan menciptakan masa kuliah 4 tahun bakal lebih asyik dan menyenangkan, bukan?

Jangan Malu Berinteraksi dengan Senior
Tak dapat dimungkiri bahwa kesan negatif ospek juga dominan buruk pada image kakak tingkat atau senior. Ini menciptakan mahasiswa baru ingin menjaga jarak, segan, atau bahkan takut andai harus berinteraksi dengan mereka. Padahal, bersangkutan dengan senior di kampus bakal memberimu tidak sedikit manfaat.

Kamu bakal lebih gampang mengenal lingkungan kampus, memahami karakter dosen, dan bahkan dapat bertanya mengenai materi kuliah. Juga tak menutup bisa jadi mereka akan menyerahkan tips dan trik berhubungan bagaimana menapaki masa kuliah dengan segala problematikanya.

Di samping itu, semakin anda kenal dan akrab dengan tidak sedikit senior, ini akan berfungsi ketika sudah lulus nanti.

Kenali Lingkungan Kampus dengan Baik dan Cepat
Ketika anda sudah mulai menapaki dunia kuliah, itu dengan kata lain kamu mesti mandiri. Tak peduli seberapa asing dengan lingkungan kampus, mahasiswa baru bakal dituntut untuk mengerjakan semuanya sendiri. Karenanya, anda harus dapat cepat mengenal lingkungan ini supaya proses adaptasi perkuliahan dapat berjalan lancar.

Tentunya, andai kamu telah memahami denah tempat kampus yang mencakup ruang kelas, ruang dosen, akademik, perpustakaan, laboratorium, dan lainnya, seluruh urusan bakal menjadi lebih mudah. Di samping fisik, mahasiswa baru pun harus mengetahui lingkungan ini dalam urusan budaya. Kamu butuh tahu laksana apa kebiasaan, nilai dan norma, atau bahkan aturan-aturan tak tertulis yang berlaku di kampus tersebut.

Bersikaplah Ramah pada Siapa Saja
Bersikap ramah pada dosen dan senior ialah hal wajar yang tentu telah diketahui oleh seluruh orang yang jadi mahasiswa baru. Namun, ketahuilah bahwa interaksi di dunia kampus tidak melulu berkutat dengan kelompok itu-itu saja. Kamu pun pasti bakal berinteraksi dengan petugas akademik, kemahasiswaan, kebersihan, dan bahkan keamanan. Dengan bersikap baik untuk semua orang tersebut, dipastikan kamu bakal lebih nyaman dan gampang dalam menjalani hari-hari di dunia perkuliahan.

Beri Kesan yang Baik pada Dosen
Ada ungkapan yang mengaku bahwa kesan kesatu ialah penentu segalanya. Meski tak sepenuhnya benar, kesan kesatu memang urgen dalam menyusun pandangan seseorang terhadap sesuatu. Percayalah, urusan ini juga berlaku ketika anda jadi mahasiswa baru.

Usahakan sebisa barangkali buatlah kesan yang baik di hadapan dosen. Jangan pernah menyepelekan pentingnya kesan di pertemuan kesatu ini, karena dapat jadi urusan tersebutlah yang melekat dalam pikiran dosen terhadap karakter mahasiswanya. Jadi, bersikaplah yang sopan, ramah, dan aktif di kelas, ya.

Itulah sejumlah tips untuk anda yang baru saja jadi mahasiswa baru. Semoga tips tersebut dapat membuatmu lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

http://id.nan-net.jp/system/login/link.cgi?jump=https://www.pelajaran.co.id

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand
Keren! Tiga Mahasiswa Unpak Ngajar di Thailand

Universitas Pakuan kembali akan melepaskan maha­siswanya untuk melaku­kan kuliah kerja nyata (KKN) dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) International melalui Alumni Association di Patani, Thailand, Juni mendatang.

Ada tiga mahasiswa Unpak yang terpilih mengikuti pro­gram bertaraf international tersebut. Yaitu Alvia Rahman, Rizki Refitasari jurusan Pendi­dikan Bahasa Indonesia dan Annisa Nur Alviana dari juru­san Pendi­dikan Bahasa Inggris.

Rekor Unpak, Bibin Rubini menjelaskan, ketiganya mewa­kili Unpak, sebagai salah satu per­gu­ruan tinggi yang ikut serta dalam program.

’’Ada bebera­pa perguruan tinggi, Unpak salah satunya,” bebernya kepa­da Radar Bogor, kemarin.

Mereka, kata dia, telah meng­ikuti seleksi internal di kampus. ’’Dan tiga ini

yang paling terbaik,” ungkap Bibin.

Hal itu dibenarkan Alvia Rah­man. Mahasiswa semester 6 itu mengatakan, ada tiga seleksi yang diikutinya bersama Rizki di jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Pertama wawancara dengan ketua prodi, tahap selanjutnya yaitu praktik mengajar. Terakhir wawancara bahasa Inggris.

’’Nah, di seleksi itu, kami saja yang lolos, dari 8 teman kami yang ikut juga di jurusan yang sama,” jelasnya.

Berbeda dengan Annisa Nur Alviana dari jurusan Pendidikan Bahasa

Inggris. Ia hanya di seleksi dengan wawancara saja. Dalam wawancara tersebut, ketiganya sama-sama ditanya mengenai kesanggupan mereka dari segi bekal dan juga mental.

Annisa yang juga ditemui bersama Alvia dan Rizki meng­aku, setelah lulus seleksi, mere­ka diminta melengkapi bebera­pa dokumen untuk tinggal di Thailand selama 4 bulan ke depan. ’’Sisanya, kami persiap­kan mental dan beberapa perle­ngkapan saja,” tambahnya.

Mereka kompak berharap, bahwa program ini bisa menja­dikan sebuah

pengala­man yang sangat berharga, yang tidak bisa semua orang menda­patkan kesempatan yang sama.

’’Pasti akan kami maksmimalkan de­ngan baik, untuk masa depan kami ke depan,” tutupnya.(ran)

 

Baca Juga :

Fokus Sosialisasi PPDB

Fokus Sosialisasi PPDB

Fokus Sosialisasi PPDB
Fokus Sosialisasi PPDB

Tingkatkan silatu­rah­mi, keluarga besar Musya­warah Kerja Kepala Sekolah

(MKKS) wilayah 1 Jawa Barat kumpul membahas persiapan pendidikan ke depan sekaligus buka puasa bersama di Hotel Renotel Olympic, kemarin (21/5).

Ketua MKKS SMA wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Bambang Supriyadi mengatakan bahwa mening­katnya mutu pendi­dikan, seiri­ng dengan mening­katnya kiner­ja kepala sekolah. Sehingga fokus meningkatkan kinerja kepala sekolah lebih penting untuk menciptakan mutu pendidikan yang bagus.

Bambang juga mengatakan, menyiapkan PPDB yang sudah di depan mata,

sosialisasi sangat perlu dilakukan terus kepada anak-anak SMP. ’’Agar sistem PPDB yang meliputi jalur zonasi, jalur prestasi, pindahan bisa dipahami oleh calon orang tua murid,” tegas­nya kepada Radar Bogor.

Dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Asep

Darsono menging­atkan program atau hajat besar sekolah dalam waktu dekat, yaitu PPDB. Dan itu menjadi tugas kepala sekolah, wakasek humas dan kesiswaan wajib mengadakan sosialisasi. ’’Sosia­lisasi harus dilakukan sebelum pengumuman UN, kisaran 29 Mei,” tambahnya.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional
Siapkan SMPN 5 ke LSS Nasional

Jelang Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional 2019, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menggelar rapat evaluasi dan persiapan di ruang Paseban Sri Bima, Kompleks Balai Kota Bogor, Senin (13/5).

Ade Sarip meminta LSS jangan hanya sekadar ajang mengejar juara. Lebih dari itu, LSS bagi Kota Bogor harus menjadi basis untuk kepentingan memper­siapkan Kota Bogor sebagai kota yang sehat.

’’Ketika program ini disanding dengan pendidikan, akan jauh lebih masif dipahami oleh masyarakat. Informasinya menyebar, menjadi karakter dan suatu saat akan terwujud masyarakat yang sehat mulai dari lingkungan sekolah,” ungkap Ade Sarip.

Sedangkan, predikat juara dalam LSS ini merupakan bonus bagi Kota Bogor

untuk menarik tamu dari daerah lain untuk berkunjung.

’’Contoh ketika tahun kemarin TK Akbar juara LSS tingkat nasional. Sekian banyak daerah datang ke Kota Bogor hanya untuk berkunjung dan melihat bagaimana upaya menjadikan TK yang sehat demikian juga lingkungannya. Jadi hal itu berdampak pada kunjungan tamu ke Kota Bogor,” terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini Kota Bogor tengah mempersiapkan SMP Negeri 5 melaju ke tingkat nasional. SMP Negeri 5 Bogor tahun lalu menjadi juara I LSS tingkat Provinsi Jawa Barat.

Melalui rapat ini Ade ingin mengecek seluruh SKPD yang terlibat dalam tim.

Semua diminta untuk aktif menginven­tarisir kekurangan. Nanti SKPD mengin­tervensi agar nantinya tidak ada lagi hal yang kurang tentang sekolah sehat. ’’Minimal tri-UKS bisa berjalan. Pertama kaitan dengan pendidikan. UKS harus ditingkatkan di sekolah oleh guru kepada para siswa termasuk guru-guru yang lain. Kedua, pelayanan kesehatan dan ketiga lingkungan,” jelasnya.

Terkait lingkungan seputar sekolah, Ade meminta camat, lurah dan Satpol

PP berperan. ’’Lingkungan seputar SMP Negeri 5 jangan sampai ada kawasan yang kumuh dan menjual rokok,” beber dia.

Rapat evaluasi dan persiapan LSS tingkat nasional dihadiri Asisten Umum Setdakot Bogor Dody Achdiyat, Kepala Bappeda Erna Hernawati, Kabag Adkesra Iman dan perwakilan dari OPD serta organisasi terkait.(*/ran)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/