sejarah eropa modern

sejarah eropa modern

 

Latar Belakang Renaisans

Zaman pertengahan merupakan zaman kegelapan dimana pengaruh keagaaman sangat terasa. Gereja mengatur selurus aspek kehidupan masyarakat dari kreativitas sampai pemerintahan. Raja sendiri seolah tidak memiliki kekuasaan, karena gerejalah yang sebenarnya mengatur pemerintahan, ini dikarenakan semua kepentingan haruslah demi kepentingan gereja, jika tidak gereja akan memberikan hukuman yang kejam. Pemikiran manusia pada zaman ini mendapat doktrinasi dari gereja sehingga segala tujuan selalu dikaitkan dengan tujuan akhir yakni takdir manusia telah ditentukan oleh Tuhan.
Renaisans muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan. Mereka membebaskan diri menjadi masyarakat yang bebas, termasuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga fokus dalam hal kemajuan. Dukungan dari keluarga saudagar kaya memberikan semangat Renaisans sehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
Zaman Renaisans terjadi pada abad ke-14 M sampai abad ke-17 M, dimulai dari Italia kemudian menyebar ke seluruh Eropa di akhir abad pertengahan. Renaisans merupakan kelahiran kembali dari budaya Yunani dan Romawi kuno, masyarakat Italia percaya bahwa zaman Renaisans merupakan kembalinya sumber pengetahuan dan standar dari keindahan maupun tata krama yang telah dibentuk oleh masyarakat Yunani dan Romawi Kuno.[1]
Sedangkan istilah Renaisans pertama kali disebut oleh Vasari, kemudian Michelet. Pada 1860 M Jacob Burckhardt kembali memperkenalkan istilah tersebut dalam karyanya: Die cultuur der Renaissance in Italien. Sejak tahun 1860 M itulah istilah Renaisans populer digunakan.
Pusat dan awal dari Renaisans Eropa terletak di Florence, Italia pada abad 14 M. Ini dikarenakan faktor kekhasan sosial dan kemasyarakatan Florence pada struktur politik, perlindungan keluarga bangsawan, serta keluarga Medici yang memberikan perlindungan kepada segolongan sarjana Yunani yang akhirnya mengabdikan diri ke keluarga tersebut.[2] Florence juga merupakan kota yang strategis dan pusat industri wol terbaik di Italia, sehingga Florencia menjadi pusat perdagangan dan kota pertemuan dagang yang kaya raya.
Dengan jatuhnya Konstatinopel di tahun 1453 M menghasilkan gelombang imigran yang membawa naskah dari Yunani Kuno, yang kemudian menjadikan fokus baru untuk mempelajari karya-karya Yunani, filsafat, serta matematika. Selain itu, selama abad ke 14 M, masyarakat Italia umumnya menghabiskan sebagain besar uangnya untuk mendukung seni. Sehingga banyak yang mengatakan bahwa Renaisans menjadi tempat mencari karya seni yang akan membantu talenta-talenta seni mengubah sejarah Barat dari zaman pertengahan ke zaman baru.[3]
Wabah hitam juga menjadi latar belakang secara tidak langsung terjadinya Renaisans. Wabah hitam yang terjadi pada tahun 1348 M menhancurkan hampir separuh populasi Italia, dan megakibatkan resesi ekonomi. Mereka yang akhirnya selamat dari wabah ini menjadi lebih kaya dari sebelumnya, serta bertindak sebagai pendorong untuk menjalani kehidupan yang mewah.[4] Masyarakat meningkatkan mobilitas sosial mereka, terutama di Florence, dimana rakyat ingin merekam status sosial dan politik masing-masing. Seni rumah, harta benda, dan pakaian adalah cara memeragakan status dan menyumbang kembali kebangkitan budaya.

RECENT POSTS

kelebihan kerajaan kalingga

kelebihan kerajaan kalingga

 

Adapun keadaan kerajaan di keling dalam jaman itu yang dikabarkan oleh orang Tiong Hoa ialah bahwa kota dikelilingi dengan pagar kayu ; rajanya beristana dirumah yang bertingkat, yang ditutup dengan atap;tempat duduk sang raja adalah Peterana gading. Orang-orangnya sudah pandai tulis-menulis dan mengenal ilmu perbintangan yang sangat tampak bagi orang tiong hoa adalah orang kaling (jawa) makan tidak makan dengan sendok atau cukit melainkan jarinya saja. Minuman kerasnya yang dibuat adalah air yang disadap dari tandan bunga kelapa (Toak). Dikatakan pula, bahwa tahun 640 atau 648 Masehi kerajaan jawa mengirimkan utusan ke negeri tiong hoa begitu pula dalam tahun 666. sesudah utusan jawa ke negeri tiongkok yang kedua kalinya itu dikatakan bahwa tanah jawa diperintah oleh raja perempuan yakni dalam tahun 674-675 Masehi. Adapun raja perempuan itu Si-Mo, dan memegang pemerintahan negerinya dengan keras.

D. Keadaan Ekonomi dan Agama

1. Matapencaharian
Kerajaan Ho-ling mempunyai hasil bumiberupa kulit penyu, emas dan perak, cula badak dan gading. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut.
2. Keagamaan
Salah satu sumber yang berbicara tentang keagamaan Kerajaan Ho-ling adalah sumber Cina yang berasal dari catatan perjalanan I-tsing, seorang pendeta agama Budha dari Cina dan kronik Dinasti Sung. Dikatakan bahwa pada 664-667 M, pendeta Budha Cina bernama Hwu-ning dengan pembantunya Yun-ki datang ke Ho-ling.
Di sana kedua pendeta tersebut bersama-sama dengan Joh-na po-t’o-lo menerjemahkan Kitab Budha bagian Nirwana. Terjemahan inilah yang dibawa pulang ke Cina. Menurut I-tsing, Kitab suci Budha yang diterjemahkan tersebut sangat berbeda dengan kitab Suci Budha Mahayana. Menurut catatan Dinasti Sung yang memerintah setelah Dinasti T’ang, terbukti bahwa terjemahan yang diterjemahkan Hwu-Ning dengan Yun-ki bersama dengan Njnanabhdra itu adalah kitab Nirwana bagian akhir yang menceritakan tentang pembakaran jenazah sang Budha, dengan sisa tulang yang tidak habis terbakar dikumpulkan untuk dijadikan relik suci.
Dengan demikian jelas bahwa Ho-ling tidak menganut agama Budha aliran Mahayana, tetapi menganut agama Budha Hinayana aliran Mulasarastiwada. Kronik Dinasti Sung juga menyebutkan bahwa yang memimpin dan mentahbiskan Yun-ki menjadi pendeta Budha adalah Njnanabhadra.
3. Hubungan Dengan Negeri Luar
Pada masa Chen-kuang (627-649 M) raja Ho-ling bersama dengan raja To-ho-lo To-p’o-teng, menyerahkan upeti ke Cina. Kaisar Cina mengirimkan balasan yang dengan dibubuhi cap kerajaan dan raja To-ho-lo meminta kuda-kuda yang terbaik dan dikabulkan oleh kaisar Cina. Kemudian Kerajaan Ho-ling mengirimkan utusan (upeti lagi) pada 666 M, 767 M dan 768 M. Utusan yang datang pada 813 M (atau 815 M) datang dengan mempersembahkan empat budak sheng-chih (jenggi), burung kakatua, dan burung p’in-chiat (?) dan benda-benda lainnya. Kaisar amat berkenan hatinya sehingga memberikan gelar kehormatan kepada utusan tersebut. Utusan itu mohon supaya gelar tersebut diberikan saja kepada adiknya. Kaisar amat terkesan dengan sikap itu dan memberikan gelar kehormatan kepada keduanya. Sampai dengan tahun 813 M, Ho-ling masih mengirim utusan ke negeri Cina dengan membawa “hadiah” berupa empat orang budak Sen-ki, burung kakatua, dan sejumlah jenis burung lainnya.


Sumber: https://belantaraindonesia.org/

mata pencaharian kerajaan kalingga

mata pencaharian kerajaan kalingga

 

A. Latar Belakang Berdirinya

Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad kemudian pada abad ke-16 menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima dan kaitannya dengan Kerajaan Galuh. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok.

B. Letak Kerajaan Kalingga
Keterangan geografi tentang letak ho-ling ditunjukkan dengan beberapa keterangan :
1. Sejarah lama Dinasti Tang
2. Sejarah baru Dinasti Tang
3. Karya I-tsing a Record and Memoire
1) Yun-Ki
Yun-Ki, pendeta kelahiran chiao-chih (TongKin) tinggal 10 tahun di ho-ling, dilaut selatan. Ia menjadi murid jnanabhadra, belajar K’un-lun dan bahasa Sansekerta. Ketika I-tsing menulis bukunya memoire, Yun-k’i tinggal di shih-li-fo-shih.
2) Ch’ang-Min
Ch’ang-Min, menumpang perahu yang panjangnya 200 kaki dan dapat mengangkut penumpang sebanyak 600 sampai 700 orang, menuju Ho-ling. Dari sana dia berlayar ke Melayu dalam perjalanan ke India. Tetapi perahunya karam tidak jauh dari tempat pangkalnya bertolak, karena terlalu berat muatannya. Ch’ang-Min meninggal.
3) Ming-Yuen
Ming-yuen, berangkat dari chiao-chih (Tongkin); perahunya dihantam ombak sampai di Ho-ling.
4) Tan-Yuen
Tan-yuen, berangkat ke chiao-chih melalui daratan. Ketika musim angin baik tiba, ia menumpang perahu ke arah selatan dengan harapan akan sampai di India. Dia meninggal sesampainya di P’u-pen di sebelah utara Ho-ling.
5) Fa-Lang
Fa-lang, berlayar dari pan-jong;pada akhir bulan dia sampai di fo-shih (Sriwijaya);sesudah beberapa lama tinggal disana, dia berangkat ke Ho-ling. Disana dia meninggal.
6) Tao-Lin
Tao-lin, melakukan perjalanan jauh berlayar menuju laut selatan. Dia sampai di lhan-chia, Ho-ling dan Lo-jeng-kuo. Di tiap negeri yang disinggahi, dia diterima oleh raja dan diperlakukan dengan baik. Sesudah beberapa tahun ia sampai di tan-mo-lo-ti (Tamralipti). Disana dia tinggal 3 tahun untuk belajar bahasa sansekerta.
7) Pendeta Hui-Ning
Pendeta Hui-Ning, berangkat ke Ho-ling pada tahun 665. di sana dia bekerja sama dengan pendeta setempat joh-na-po-to-lo (Jnanabhadra) untuk menterjemahkan bagian terakhir nirwana sutra tentang pembakaran jenazah budha dan pengumpulan peninggalan-penginggalannya. Setelah selesai, Hui-ning mengutus Yun-k’i membawa pulang ke negeri Cina hasil kerjanya. Sekembalinya Yun-k’i ke Ho-ling lagi, Hui-ning sudah tidak ada lagi disitu. Yun-k’i lalu berlayar ke Sriwijaya.


Sumber: https://robinschone.com/

tujuan rasulullah diutus ke bumi

Misi, Tujuan dan Tugas Kerasulan Nabi

1. Mengajarkan Ketauhidan.

Rasulullah Saw mengajarkan untuk mengesakan Allah Swt dan memberantas kemusyrikan yang dilakukan oleh masyarakat Mekkah pada saat itu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya : 25)

2. Menyempurnakan Akhlak.
Akhlak Nabi Muhammad Saw. merupakan acuan yang tidak ada bandingannya. Bukan hanya dipuji oleh manusia, tetapi juga oleh Allah Swt. Hal ini dapat dilihat dalam firman-Nya: وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيم
Artinya: “Dan sesunguhnya kamu ( Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung.“ (QS. Al-Qalam: 4 )
Ketika Aisyah binti Abu Bakar (istri Nabi Muhammad) ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad saw., ia menjawab : “Akhlaknya adalah Al-Qur’an “. (HR. Ahmad dan Muslim)

Nabi Muhammad Saw. bersabda: Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad)
Hadits di atas mengisyaratkan bahwa akhlak merupakan ajaran yang diterima Rasulullah Saw dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi umat yang pada saat itu dalam kejahiliyahan. Pada saat itu, manusia mengagungkan hawa nafsu dan sekaligus menjadi hamba hawa nafsu. Ajaran akhlak yang dibawa Nabi Muhammad Saw tersebut terangkum dalam sebuah hadits yang artinya:
“Hai Muhammad, beritahu padaku tentang iman, iman yaitu engkau percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, dan hari kebangkitan. Kemudian, Jibril bertanya lagi, hai Muhammad apa yang dimaksud dengan Islam? Islam, yaitu engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selainAllah dan Muhammad adalah utusan-Nya,mendirikan salat,menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah bila mampu. Kemudian, Jibril bertanya lagi, “Hai Rasulullah apa yang dimaksud dengan ihsan? Ihsan, yaitu engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya. Apabila engkau tidak melihatnya, maka Dia pasti melihatmu.” (HR. Muslim)
Hadits di atas menjelaskan bahwa ajaran akhlak yang dibawa Nabi Muhammad berupa tiga hal, yaitu: iman, Islam, dan ihsan. Ketiganya merupakan proses yang kontinu yang hendaknya dilakukan seorang Muslim. Ini semua tidak hanya merupakan kewajiban bagi seorang Muslim, tetapi juga merupakan pendidikan yang dilakukan seumur hidup guna membentuk akhlak yang baik terhadap Allah swt. dan sesama makhluk. Berdasarkan hadits tersebut, kita dapat mengetahui bahwa tujuan berakhlak itu supaya hubungan kita dengan Allah dan makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis.

RECENT POSTS

Beberapa malam Nabi Muhammad SAW telah siap menerima wahyu

Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Di usia 14 pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khatijah, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri dan berkhalwat di goa Hira, yaitu goa yang berada di bukit Nur (jabal Nur) yang terletak di dekat Makkah. Berkhalwat ini dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan khusuk, kadang sampai beberapa hari baru pulang jika bekal sudah habis. Di sanalah, beliau menghabiskan waktu selama berhari-hari dan bermalam-malam. Pada malam bertepatan dengan malam Jum’at tanggal 17 Ramadhan, yaitu ketika beliau sedang bertafakur di dalam goa Hira dan telah berusia empat puluh tahun, beliau didatangi malaikat Jibril yang seraya berkata kepadanya: “Bacalah!”, beliau menjawab: “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya. Dan pada yang ketiga kalinya, Jibril berkata kepadanya Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah;Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam; Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al ‘Alaq : 1 – 5)

Setelah itu, Jibrilpun meninggalkannya, dan Rasulullah sudah tidak kuat lagi berada di goa Hira’.

Akhirnya beliau pulang ke rumahnya dan menghampiri Khadijah dengan gemetar sambil berkata: “Selimuti saya!, selimuti saya!”, maka Khadijah pun menyelimutinya, sehingga rasa takutnya sirna. Lalu memberitahu Khadijah tentang apa yang telah diperolehnya dan berkata: “Sungguh saya khawatir terhadap diriku”. Khadijah menanggapinya dan menenangkan serta meyakinkan Nabi Muhammad SAW: “Sekali-kali tidak, demi Allah, Dia tidak akan merendahkan dirimu untuk selamanya, karena sesungguhnya engkau adalah orang yang menyambungkan tali persaudaraan, menanggung beban kesusahan orang lain, memberi orang yang tak punya, menjamu tamu, dan menolong orang yang menegakkan kebenaran”. Setelah tenang Siti Khatijah mengajak Nabi Muhammad SAW untuk menemui saudaranya Waraqah bin Naufal. Di depan Waraqah Nabi Muhammad SAW menceriterakan semua yang terjadi, kemudian Waraqah membuka kitab Taurat dan Injil serta berkata “demi Tuhan, yang datang itu adalah Malaikat Jibril yang pernah datang pada Nabi Musa, baik-baiklah menjaga diri, tabahkan hatimu wahai Muhammad, kelak engkau akan diangkat menjadi Rasul, jangan takut, tapi gembiralah menerima wahyu itu”.
Nabi Muhammad SAW telah mendapat wahyu yang pertama dari Allah SWT dan telah mendapat nasehat dari Waraqah bin Naufal. Beberapa malam Nabi Muhammad SAW telah siap menerima wahyu kembali, tetapi wahyu tersebut tidak kunjung datang. Pada malam ke-40 barulah wahyu kedua turun, waktu itu Nabi sedang berjalan-jalan ke suatu tempat. Tiba-tiba mendengar suara : “ya Muhammad, engkau benar utusan Allah”. Nabi merasa takut mendengar suara itu, beliau segera kembali ke rumah menyuruh Siti Khatijah menyelimutinya, suara tadi terdengar lagi dengan jelas dan semakin dekat Jibril mendatanginya sambil duduk di atas kursi antara bumi dan langit, lalu turunlah ayat Artinya : “ Hai orang yang berkemul (berselimut); Bangunlah, lalu berilah peringatan!; Dan Tuhanmu agungkanlah!; Dan pakaianmu bersihkanlah; Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (QS. Al Mudatsir : 1 – 5).
Mulai saat inilah Muhammad telah diangkat oleh Allah SWT menjadi Rasul. Tugas baru telah datang, yaitu menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia, setelah itu wahyu pun turun terus-menerus dan berkelanjutan.Nabi memulai dakwahnya, Khadijah masuk Islam dan bersaksi atas keesaan Allah dan kenabian suaminya yang mulia. Sehingga, ia adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Kemudian, sebagai balas budi pada pamannya, Abu Thalib yang mengasuh dan menjaganya sejak kepergian ibunda dan kakeknya, Rasulullah memilih Ali dari sekian banyak putranya itu, untuk dididik di sisinya dan ditanggung nafkahnya. Dalam kondisi seperti ini, hati Alipun terbuka dan akhirnya masuk Islam. Setelah itu, barulah Zaid bin Haritsah, seorang budak yang telah dimerdekakan oleh Khadijah menyusul masuk Islam. Rasulullah juga bercerita kepada teman akrabnya, Abu Bakar, maka iapun beriman dan membenarkannya, tanpa ada keraguan kemudian Abu Bakar mengajak teman seperdagangannya mereka menyambut dengan baik, di antar mereka yang kemudian masuk Islam adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan Abdurrahman bin Auf.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/

Muhammad menjadi yatim piatu

Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad

Setelah kembali kepada ibunya, Muhammad diasuh dengan kasih sayang. Muhammad tumbuh menjadi anak yang terpuji. Perilakunya berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Selain ibunya, kakeknya pun sangat sayang kepada Muhammad, sebagai pengganti anaknya, Abdullah. Suatu hari, Muhammad yang berusia 6 tahun di ajak oleh ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya. Selain itu, ibunya pun hendak mengenalkan Muhammad kepada saudara-saudaranya. Perjalanan mereka ditemani oleh Ummu Aiman. Ummu Aiman adalah seorang budak perempuan. Saat perjalanan pulang, Aminah mengalami sakit keras. Karena sakitnya itu, Aminah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Aminah wafat dan kembali kepada Allah. Muhammad saat itu sangat sedih dan tak kuasa menahan air matanya. Belumlah lama Muhammad merasakan kasih sayang Ibunya, kini Ibunya telah berpulang ke Rahmatullah. Sekarang, Muhammad menjadi yatim piatu. Ummu Aiman yang pada saat itu menemani Muhammad memeluk Muhammad dan menangis.

Sesampainya di Mekah, Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Kakeknya sangat menyayangi Muhammad. Kakeknya meratapi nasib Muhammad yang masih kecil sudah mengalami kepedihan yang begitu berat. Abdul Muthalib sangat mengistimewakan Muhammad. Muhammad diasuh dengan kasih sayang yang sangat besar. Namun, Muhammad tidak dapat merasakan kasih sayang kakeknya tersebut dalam waktu yang lama. Kakeknya akhirnya meninggal dunia ketika Muhammad berusia delapan tahun. Kepedihan dan kesedihan pun dirasakan kembali oleh Muhammad kecil. Sepeninggalan kakeknya, Muhammad kemudian diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib sangat mencintai Muhammad seperti anaknya yang lain, bahkan lebih. Begitu pula Fatimah, istri Abu Thalib, beliau pun sangat mencintai Muhammad.
Ketika usianya yang masih muda belia, semangat kerja keras dan keuletannya sudah muncul. Di saat anak-anak seusianya bermain dengan penuh suka cita, Muhammad dapat bekerja dan dapat membanggakan pamannya dan orang-orang di sekitarnya. Muhammad pun menjadi anak yang disayangi semua orang yang ada di sekitarnya. Suatu saat diceritakan ketika sedang menggembala kambing, Muhammad mendengar suara hiburan. Beliaupun meminta teman sesama penggembala untuk menjaga ternaknya, sedangkan beliau hendak melihat tempat suara itu. Ternyata, suara hiburan itu berasal dari pesta pernikahan. Saat beliau hendak memasuki tempat itu, rasa kantuk yang amat sangat menghinggapinya sehingga beliau tertidur. Allah telah menjaga Muhammad untuk tidak menyaksikan hiburan. Saat terbangun, hiburan itu telah berakhir dan beliau pun kembali ke ternaknya.
Selain membantu Abu Thalib, Muhammad pun sering membantu yang lainnya. Muhammad suatu hari pernah membantu pamannya Abbas untuk memindahkan batu-batu kecil di sekitar Ka’bah. Pamannya waktu itu meminta Muhammad untuk meletakkan sarungnya di pundak agar tidak menghalangi langkah bekerjanya. Namun, Muhammad tidak melakukannya. Dengan demikian, tidak ada seorangpun yang dapat melihat auratnya. Suatu saat Abu Thalib hendak berdagang ke negeri Syam beserta rombongan yang lainnya. Abu Thalib tak kuasa meninggalkan Muhammad. Kemudian, Muhammad pun diajaknya membantu berdagang ke negeri Syam. Selama di perjalanan, keajaiban pun selalu mengikuti para rombongan dagang. Awan selalu menaungi Muhammad ke mana pun Muhammad berjalan. Dengan demikian, Muhammad tidak merasakan panasnya matahari.
Peristiwa tersebut disaksikan oleh seorang pendeta Nasrani yang bernama Bahira. Bahira merupakan pendeta yang sangat memahami injil dan taurat. Bahira pun sangat paham akan tanda-tanda kehadiran rasul akhir zaman. Bahira kemudian mengundang para rombongan dagang tersebut untuk makan bersamanya. Setelah melihat Muhammad, Bahira mengetahui bahwa ada tanda-tanda kenabian di dalam diri Muhammad. Kemudian, BahiramenanyakanperihalMuhammadkepadaAbuThalib.
BahirakemudianbertanyakepadaAbuThalib.”Siapakahdia?”
Abu Thalib menjawab, “Dia anakku”.
“Bukan, dia bukan anakmu, orang tuanya pastilah telah meninggal”, kata Bahira.
“Memang benar, ayahnya telah meninggal ketika dia dalam kandungan. Selanjutnya, ibunya juga meninggaldunia,”jelasAbuThalib.
Bahira kembali berkata “Sebaiknya kamu bawa kembali anak ini ke negerimu. Jagalah baik-baik dan waspadalah terhadap orang Yahudi. Sebab, jika orang Yahudi tahu, mereka akan membunuhnya”. Abu Thalib pun membawa Muhammad pulang kembali ke Mekah dan menjaganya lebih hati-hati lagi. Abu Thalib yakin bahwa Muhammad mempunyai kelebihan daripada manusia yang lainnya.


Sumber: https://swatproject.org/

federasi dari tujuh emirat yang terdiri dari Abu Dhabi

SEJARAH UMAT ISLAM DI UNI EMIRAT ARAB

GEOGRAFI, DEMOGRAFI DAN SOSIAL BUDAYA

UEA terletak di ujung Semenanjung Arab di Teluk Persia dengan luas 83.600 KM2, berbatasan dengan Oman di timur dan Arab Saudi di selatan, serta berbagi perbatasan maritim dengan Qatar di barat dan Iran di utara.Monarki konstitusional berdaulat adalah federasi dari tujuh emirat yang terdiri dari Abu Dhabi (yang berfungsi sebagai ibu kota), Ajnan , Dubai , Fujairah , Ras Al Khaimah , Sharjah dan Umm Al Quwain. Setiap emirat diatur oleh penguasa; bersama-sama, mereka bersama-sama membentuk Dewan Tertinggi Federal . Salah satu penguasa berfungsi sebagai Presiden Uni Emirat Arab.
Abu Dhabi adalah federasi yang terbesar dan sekaligus menjadi ibu kota negara UEA. Industri minyak dan gas terbesar di UEA ada di Abu Dhabi, diikuti oleh Dubai, Sharjah dan Ras al Khaimah. Sementara Dubai adalah pusat bisnis perniagaan, perbankan dan turisme UEA. Persatuan Emirat Arab ini membentuk aparat administrative dibidang financial, peradilan, kepolisian, dan jabatan dalam pemerintahan. Di sana terdapat sebuah majelis, kabinet dan pasukan pertahanan federal.
Sebelum tahun 1960-an, UEA hanya merupakan daerah gurun dengan penduduk yang nomaden. Mereka tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari lumpur atau di tenda-tenda. Mata pencaharian masyarakat UEA pada saat itu adalah bertani, beternak, menangkap ikan dan mencari mutiara di Teluk dan Samudera Hindia. Ditemukannya minyak di bawah perairan Abu Dhabi pada tahun 1958, yang kemudian diikuti oleh penemuan minyak di daratan pada tahun 1960 dan dilakukannya produksi komersial pada tahun 1962, mengubah negara UEA menjadi negara modern dan kaya.
Setelah terbentuknya Uni Emirat Arab kehidupan sosial budaya masyarakat di UEA pun mengalami perkembangan. Perkembangan yang terjadi pada masyarakat Uni Emirat rab dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pendidikan dan gaya hidup atau budaya mereka. Pendidikan di Uni Emirat Arab mulai mengalami perkembangan semenjak ditemukannya minyak di negara tersebut.Penemuan minyak tersebut menjadi sumber pendapat yang menjanjikan bagi negara sehingga dapat membantu pembangunan fasilitas-fasilitas yang mendukung perkembangan masyarakat seperti halnya fasilitas pendidikan.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah UEA yaitu dengan mendirikan Dewan Pendidikan Abu Dhabi (ADEC), sebuah badan usaha independen Abu Dhabi, pada tahun 2005 untuk mengembangkan pendidikan di seluruh UEA. ADEC akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan (MOE) dalam merumuskan rencana pendidikan emirat dalam kerangka kebijakan pendidikan umum UEA. ADEC mengambil pendekatan wirausaha untuk melibatkan sektor swasta, memperbaiki dan memodernisasi fasilitas, mengurangi birokrasi, memperbarui kurikulum dan memanfaatkan teknologi informasi.
Uni Emirat Arab dipimpin oleh Presiden, sesuai dengan konstitusi Dewan Penguasa Tetinggi UAE memilih khalifah sebagai presiden yang dipegang oleh Abu Dhabi. Setiap emirat dipimpin oleh emir. Abu Dhabam Uni Emirat Arab.
Teratat sekitar 9,3 juta penduduk UEA, hanya 15% yang merupakan penduduk lokal, sisanya warga imigran dari India, Bangladesh, Paksitan, Srilangka, Filipina, Thailand dan lainnya. UAE sangat longgar dan terbuka dengan keragaman budaya dan agama. Dari jumlah penduduk tersebut sebanyak 76% muslim, 9 % Kristen, 15% agama lain. Di antara warga muslim emirat, 85% adalah sunni, 15% syiah sebagian besar terkonsentrasidi emirat Sharjah dan Dubai. Imigran Oman kebanyakan adalah Ibadi, sementara pengaruh sufi juga ada. Bahasa Arab adalah bahasa nasionl UNI Emirat Arab. Dialek teluk Arab dituturkan secara asli oleh orang-orang Emirat.

RECENT POSTS

Idris I bin Abdullah seorang keturunan Ali bin Abi Thalib

Islam di Maroko

Maroko dikenal sebagai salah satu negara yang kental dengan nuansa Islam. Padahal, berkembangnya Islam di negeri yang berbatasan dengan Aljazair dan Mauritania itu setelah melalui fase yang cukup panjang. Sebelum Islam masuk, negeri yang berada di Afrika bagian utara itu hanyalah sebuah wilayah yang keadaan masyarakatnya terbelakang. Saat itu wilayah yang sempat dikuasai Kekaisaran Romawi, lalu beralih ke tangan Vandals, Visigoth, dan Imperium Bizantium itu cukup memerihatinkan dari berbagai sisi kehidupannya.
Namun masa jahiliyah itu secara perlahan berakhir tatkala cahaya Islam mulai menyinari negeri itu pada abad tujuh masehi. Pada 670 M, Uqba Ibnu Naif, seorang dai Islam sekaligus utusan dari Dinasti Umayyah, memimpin pasukan Islam memasuki wilayah itu. Peradaban tinggi Islam pun akhirnya menyinari negeri yang terletak di antara Laut Mediteranea, Sahara, dan Samudra Atlantik itu. Namun, berkembangnya Islam di negeri itu bukan tanpa rintangan. Pasukan Islam butuh sekitar 53 tahun untuk menguasai sepenuhnya daerah tersebut. Dan butuh satu abad untuk berasimilasi dengan penduduk asli tersebut, suku barbar.

Maroko semula dikuasai oleh bangsa Barbar,

daerah pesisir yang dikenal dengan nama Maroko berada di bawah kekuasaan Phoenician dan Carthaginian dari dari tahun 10-3 SM. Keduanya, Phoenician dan Carthaginian menggunakan pantai tersebut untuk urusan perdagangan dengan negaranegara di sekitar Iberian Peninsula atau Semenanjung Iberian.
Saat Romawi mulai ekspansi wilayah kekuasaan ke Afrika Utara pada tahun 1 SM, pertama kali mereka mengambil Pelabuhan Mediterania dan tidak masuk hingga daratan. Namun, Provinsi Mauritania Tingitana berdiri di bagian selatan dari semenanjung itu. Invasi kaum Vandal di awal tahun 5 M sebagian besar melalui Maroko yang berhadapan langsung dengan negara makmur sekarang yang dikenal dengan Tunisia. Ada invasi berikutnya yang kali ini dilakukan oleh Visigoths pada 6 M. Islam dibawa masuk ke Maroko oleh para penyerang Arab hingga ke wilayah
timur jauh dari Afrika Utara di tahun 684. Dan, perubahan dari bangsa barbar menempati peran penting pada penaklukan Islam atas Spanyol.
Doktrin Schismatic oleh Khawarijism, yang menyangkal budaya Arab murni di awal masa Islam, menyebabkan percekcokan internal pada pertengahan tahun 8 M. Setelah Maroko dikuasai penuh Dinasti Umay yah, pimpinan dinasti tersebut yakni Mu sa bin Nusair, mengangkat Tariq bin Ziyad se bagai gubernur Maroko. Saat itu terjadi revolusi sosial ke arah positif. Warga suku barbar semakin harmonis, segala peraturan Islam yang bersumber dari Alquran dan hadis mulai di terapkan dalam segala aspek kehidupan, per eko nomian dan kesejahteraan masyarakat meningkat, ilmu pengetahuan pun berkembang cukup pesat.
Ketika kekuasaan Dinasti Umayyah digu- lingkan Dinasti Abbasiyah, Maroko pun menjadi wilayah kekuasaan Abbasiyah. Perubahan kekuasaan itu memunculkan dinasti kecil di Maroko namun tetap berpusat pada Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Pada 172 H/789 M, berdirilah Kerajaan Idrisid dinasti Syiah pertama–yang didirikan Idris I bin Abdullah seorang keturunan Ali bin Abi Thalib. Padahal, Abbasiyah merupakan dinasti yang ber aliran Suni. Lima tahun memimpin, Idris I pun terbunuh kemudian digantikan oleh Idris II. Pada masa kekuasaan Idris II inilah Dinasti Idrisid melepaskan diri dari Dinasti Abbasiyyah.
Idris II sukses menjadikan Maroko sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Dan sejak pada masa inilah pusat pemerintahan dipindahkan dari Walila, ke Fez. Dinasti ini berakhir pada 364 H/974 M. Pasca wafatnya Idris II, para penerusnya kebanyakan lemah, kecuali Yahya bin Muhammad dan Yahya IV.
Bahkan di bawah kekuasaan Yahya IV ini Dinasti Idrisid mencapai puncak kejayaannya. Lalu setelah Dinasti Idrisid tumbang, bangsa Arab mulai kehilangan pengaruh politiknya di Maroko. Dinasti Fatimiah yang beraliran Syiah memanfaatkan kondisi tersebut di atas. Dinasti yang berbasis di Kairo, Mesir, itu berhasil mengambil alih kekuasaan hingga 1171 M.
Ketika Dinasti Fatimiah kehilangan kendali atas Maroko, muncul Dinasti Al-Murabitun yang berpusat di Marrakech sebagai penggantinya. Kekuasaannya mencakup Gunung Sahara, Afrika barat laut, dan Spanyol. Dinasti Fatimiah mengalami masa keemasan saat dipimpin Ibnu Tasyfin. Ia mengirimkan 100 kapal, 7.000 tentara berkuda serta 20 ribu tentara saat diminta Mu’tad bin Ibad, raja Sevilla untuk melawan tentara Kristen yang ingin melenyapkan Islam di Eropa. Da lam pertempuran itu, pasukan Islam menang gemilang dan berjaya di Spanyol hingga empat abad lamanya. Setelah kekuasaan Murabitun jatuh, Maroko dikendalikan Dinasti Al-Muwahhidun (1121-1269 M).
Pada masa kepemimpinan Abu Ya’kub Yusuf bin Abdul Mu’min (1163-1184 M), kota Marrakech menjadi salah satu pusat peradaban Islam di bidang sains dan sastra, serta menjadi pelindung kaum Muslimin untuk mempertahankan Islam dari serangan dan ambisi Kristen Spanyol. Dinasti ini juga ikut membantu Salahudin Al-Ayubi melawan tentara Kristen dalam Perang Salib.


Sumber: https://bengkelharga.com/

Luas wilayah Maroko adalah sebesar 446.550km2

PETA DAN SEJARAH MAROKO

Negara Maroko

Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di benua Afika bagian Utara. Negara yang secara astronomis berada diantara 27°-36°LU dan 1°-14°BB ini berbatasan darat dengan Aljazair disebelah timur dan selatannya sedangkan di sebelah barat dayanya berbatasan Sahara Barat. Sebelah utara Maroko adalah selat Gibraltar yang memisahkannya dengan Spanyol dan daratan Eropa sedangkan di sebelah Baratnya adalah Samudera Atlantik. Negara yang memiliki nama lengkap Kerajaan Maroko ini mengakui wilayah Sahara Barat sebagai salah satu Provinsinya sejak tahun 1975, namun sebagian besar negara di dunia Internasional ini tidak mengakui pengakuan ini.
Dalam sejarahnya, Spanyol mulai menduduki Maroko utara pada tahun 1860 hingga sepenuhnya menjadi negara protektorat Spanyol dari tahun 1912. Perjuangan kemerdekaan Maroko berhasil pada tanggal 2 Maret 1956, Raja Mohammed V yaitu kakek raja saat ini naik tahta sebagai raja pertama setelah kemerdekaan dari Spanyol ini. Ibukota Kerajaan Maroko adalah Kota Rabat.
Pada tahun 2011, Maroko mulai mengadopsi sistem pemerintahan Monarki Konstitusional Parlementer dan menyelenggarakan pemilihan umum langsung pada tahun 2015. Kepala Negara Maroko adalah Raja yang saat ini dijabat oleh Raja Mohammed VI sedangkan kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri yang saat ini dijabat oleh Saad-Eddine al-Othmani (sejak 17 Maret 2017). Perdana Menteri Maroko diangkat oleh Raja yang pada dasarnya adalah pemimpin partai terbesar yang menang pada pemilihan umum legislatif.
Luas wilayah Maroko adalah sebesar 446.550km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 33.986.655 jiwa (berdasarkan estimasi Juli 2017 dan tidak termasuk wilayah Sahara Barat). Mayoritas penduduknya adalah Arab-Berber yang beragama Islam. Berbeda dengan negara-negara tetangganya yang berada di benua Eropa, Maroko merupakan negara yang kebudayaanya adalah campuran antara bangsa Eropa, bangsa Arab dan bangsa Berber. Bahasa resmi negara Maroko adalah Bahasa Arab.
Di bidang perekonomian, Maroko memanfaatkan kedekatan wilayahnya dengan benua Eropa dan biaya tenaga kerja yang relatif rendah untuk menuju pembangunan ekonomi yang beragam, terbuka dan orientasi pasar. Sektor utama ekonominya adalah pertanian, pariwisata, aerospace, otomotif, fosfat, tekstil dan pakaian jadi. Maroko meningkatkan infrastrukturnya di pelabuhan, transportasi dan infrastruktur industri lainnya untuk memposisikan dirinya sebagai pusat bisnis di seluruh benua Afrika. Maroko juga mengadakan perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Amerika Serikat pada tahun 2006, perjanjian status advance dengan Uni Eropa pada tahun 2008. Pada tahun 2014, Kerajaan Maroko menghapus subsidi untuk bahan bakar seperti bensin dan solar sehingga mengurangi pengeluaran yang membebani anggaran negara.
Meskipun memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi (sekitar 4,8% pada tahun 2017), Maroko masih mengalami tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat buta huruf yang tinggi dan kemiskinan terutama di daerah-daerah pendesaan. Pendapatan Domestik Bruto Maroko adalah sebesar US$300,1 miliar dengan pendapatan perkapita sekitar US$8.600,-. Sekitar 15% populasinya masih berada dibawah angka kemiskinan. Maroko merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di benua Afrika.
Di hubunga luar negeri, Kerajaan Maroko adalah negara anggota PBB dan juga negara anggota lembaga-lembaga dibawah PBB seperti WHO, FAO, UNESCO, ILO, IMF, WTO dan ITU. Selain itu, Maroko juga bergabung sebagai negara anggota Uni Afrika, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab.


Sumber: https://ngegas.com/

Penyebaran agama Kristen di India dilakukan olehnya orang-orang Portugis

KEHIDUPAN KEAGAMAAN DI MASA SULTAN AKBAR

1. Agama Islam

Sebelum sultan Akbar naik tahta, pemerintahan di India telah diwarnai oleh kaum ortodoks Sunni, baik di masa dinasti Ghaznawi dan Ghor, atau di masa kesultanan Delhi dan dinasti Sur. Namun ketika terjadinya disintegrasi pada kesultanaan Delhi, beberapa negara bagian di India menyatakan Syiah Itsna’ Asy’ariyah sebagai agama negara, seperti Bijapur pada tahun 1502 dan Ahmadagar tahun 1537. Penyebabnya adalah adanya pengaruh dari kerajaan Safawi di Persia (1501-1722) yang menganut aliran Syi’ah Itsna’ Asy’ariyah sebagai agama resmi negara. Meskipun begitu, kaum ortodoks Sunni masih tetap menjadi mayoritas yang paling berpengaruh. Sejak awal berdirinya kerajaan Mughal sampai dengan pertengahan pemerintahan Sultan Akbar, para ulama sangat memegang peranan penting dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan agama dan kemasyarakatan.
Sultan Akbar pada mulanya sangat antusias dalam mengembangkan agama Islam. Hal ini terbukti dengan didirikannya Ibadat Khana (982 H / 1574 M) di negeri-negeri yang berhasil di taklukkannya, seperti Gondwana, Chitor, Ranthamanbor, Kalanjar dan Gujarat. Selain itu sultan Akbar sering menziarahi makam Mu’inuddin Chistiy di Ajmer dan gemar mendengarkan pelajaran agama melalui Syekh Abdul Nabi. Hal ini menunjukkan tingginya semangat agama Islam Sultan Akbar.
2. Agama Hindu
Agama Hindu berkembang perlahan melalui percampuran sistem kepercayaan yang dibawa oleh bangsa Arya kira-kira 1500 SM dengan kepercayaan asli bangsa Dravida yang mereka taklukkan. Didalamnya termuat juga kebudayaan rakyat Harappa yang tinggi peradabannya dari lembah Indus.
Pada masa periode Veda, kira-kira 600 SM timbul ajaran baru dalam agama Hindu yaitu kelahiran kembali (reincarnation of the soul) yang digabungkan dengan ide karma yaitu undang-undang fundamental sebab-akibat. Sedangkan pada masa periode Epik, kurang lebih 200 M muncul ajaran pembagian manusia ke dalam empat kelas atau varna, yaitu Brahmana, Ksatrya, Vaisya, dan Sudra. Sesudahnya muncul pula kelas kelima yang tidak dapat disentuh yaitu Pariya.
Interaksi antara Islam dan Hindu pertama kali dilakukan oleh Kabir. Ia adalah seorang agamawan radikal yang menentang agama Islam dan sekte-sekte Hindu. Beberapa ajarannya adalah penentangannya terhadap politeisme, penyembahan berhala dan kasta. Dia mengutuk formalitas muslim dan berusaha keras untuk menghilangkan penghalang antara orang-orang Hindu dan Islam.
3. Agama Sikh
Agama Sikh muncul pada awal abad ke-16 sebagai sinkretisme dari agama Hindu dan Islam. Peletak dasar agama Sikh adalah Nanak. Dia dilahirkan di Nankana, 40 mil dari Lahore tahun 1469. Sasaran dakwah Nanak adalah orang-orang Islam dan Hindu. Meskipun pada masa itu tidak lazim menyamakan agama Hindu dan Islam, akan tetapi Nanak tidak mempedulikan hal itu.
Ajaran nanak terdiri atas cinta kepada Tuhan, cinta kepada manusia dan cinta kepada makhluk Tuhan. Para pengikutnya menamakan dirinya Sikh yang berasal dari bahasa SansEkerta sishya, berarti seorang pelajar atau seorang yang memperoleh pelajaran spiritual dari seorang guru. Perkumpulan Sikh dinamakan Sangat. Tempat-tempat orang Sikh berkumpul mendengarkan khutbah gurunya dan bernyanyi bersama memuji Tuhan terkenal sebagai Gurdwaras.
Pada awalnya Sikh merupakan sekte dalam agama Hindu tetapi pada masa Guru ke-5, Arjun, yang semasa dengan Sultan Akbar, sekte ini berkembang menjadi sebuah agama yang berdiri sendiri. Tujuannya adalah Guru Arjun ingin meninggikan status Sikhisme dari sebuah aliran menjadi sebuah agama. Ia mengumpulkan himne-himne Sikh menjadi sebuah buku suci yang bernama Adi Granth sebagai kitab suci kepercayaan agama Sikh.
4. Agama Kristen
Penyebaran agama Kristen di India dilakukan olehnya orang-orang Portugis yang berhasil menguasai Goa oleh Alfonso d’Albuquerque tahun 1510. Selain itu ada pula kelompok Jesuit atau masyarakat Yesus yang merupakan sebuah ordo agama Katolik Roma yang didirikan oleh St. Ignatius Loyola. Jesuit terdiri dari sejumlah orang pendeta yang telah disumpah untuk menjadi miskin, terhormat dan patuh. Tujuan Loyola membentuk Jesuit adalah untuk menyediakan sekawanan pendeta pengabdi yang seluruh kehidupannya dibaktikan untuk kebutuhan gereja.
Hubungan Sultan Akbar dengan orang-orang Jesuit ini bermula dari adanya perhatian Sultan Akbar terhadap persoalan agama dan keinginannya untuk mengetahui lebih banyak tentang kebenaran. Sultan Akbar mengundang mereka untuk berperan serta dalam perdebatan di Ibadat Khana. Kesempatan ini digunakan oleh para Jesuit untuk mengkonversi Sultan Akbar. Dalam tiga kali misi yang diutus dari Goa ke istana Mughal membawa harapan membujuk Sultan Akbar agar mau memperkenalkan agama Kristen di daerah kekuasaannya dan meminta sang Sultan untuk memeluk agama Kristen. Namun Sultan Akbar selalu menolaknya dengan halus. Orang-orang Jesuit ini hanya berhasil mendapatkan izin untuk mendirikan gereja di Agra, Lahore dan Cambay.

RECENT POSTS