Neomycin

Neomycin

Neomycin
Neomycin

Neomicin

adalah antibiotika spektrum luas,banyak digunakan pada macam-macam infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan mikroorganisme gram positif dan terutama gram negatif yang peka terhadap neomicin.

Neomicin dihasilkan oleh Streptomyces fradiae dan merupakan antibiotika golongan aminoglikosida yang bekerja dengan cara terikat pada ribosom 30S bakteri dan menghambat sintesis protein yang mengakibatkan rusaknya membran sitoplasma bakteri. Konsentrasi dalam darah yang direkomendasikan agar obat ini bekrja secara efektif adalah 50 µg/ml.

Obat ini dapat diberikan pada penderita infeksi yang disebabkan antara lain Straphylococcus aureus (termasuk strain yang resisten terhadap antibiotik lain), Streptococcus pneumoniae, Str. pyogenes, Escherichia coli, Klebsiella, Haemophilus influenzae, Salmonella typhi, Shigella dan Mycobacterium tuberculosis (termasuk strains yang resistant terhadap streptomycin). Neomicin juga aktif terhadap beberapa strains  Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa, spirochaetes, actinomycetes dan Entamoeba histolytica, tetapi tidak efektif dalam melawan jamur atau virus.

Kontra Indikasi

Neomycin sulphate parenteral tidak boleh diberikan bila penderita diketahui mengalami gangguan pendengaran dan gangguan ginjal, dan pada pemakaian topikal diketahui mengalami hipersensitifitas.

Dosis

Untuk mengurangi resiko akibat operasi daerah usus, neomicin dapat diberikan secara per oral 3 – 4 kali per hari sebelum operasi atau sesuai yang dibutuhkan. Untuk mengurangi terjadinya resiko gangguan pendengaran dan efek lainnya, adalah dengan memberikan dosis terendah yang masih efektif dan dalam waktu sesingkat mungkin.

Sediaan :

  • tablet
  • topikal, digunakan pada infeksi-infeksi kulit dan mata seperti, dermatosis, impetigo, wounds, luka bakar, ulcus, conjunctivitis, blepharitis dan sty.
  • vial yang diberikan secara IM. Digunakan pada penderita yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi infeksi serius yang disebabkan oleh organisme gram-positif seperti Klebsiella pneumoniae, Hemophilus influenza, Proteus vulgaris atau Pseudomonas aeruginosa dan infeski saluran kemih yang disebabkan oleh Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa, Aerobacter aerogenes atau Escherichia coli bila infeksi-infeksi tersebut resisten terhadap obat-obat yang lebih kurang toksik dibanding neomicin.

Materi Tentang Ekonomi Mikro (Mikroekonomi)

Materi Tentang Ekonomi Mikro (Mikroekonomi)

Materi Tentang Ekonomi Mikro (Mikroekonomi)
Materi Tentang Ekonomi Mikro (Mikroekonomi)

Pengertian

Ekonomi Mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari prilaku dari unit-unit ekonomi individual,seperti: rumah tangga, perusahaan, dan struktur industri. Ekonomi mikro membahas tentang alokasi dan efisiensi sumber daya pasar. Ekonomi mikro merupakan suatu sistem yang mempelajari kegiatan ekonomi individu, yaitu individu yang posisinya sebagai konsumen, individu sebagai pemilik faktor produksi, maupun individu sebagai produsen.

Teori Ekonomi Mikro

mulai dicetuskan dan dikembangkan oleh para ahli ekonomi klasik, yaitu di sekitar abad ke-18 dan abad ke -19. Beberapa ahli yang berjasa dalam mencetuskan dan mengembangkan teori ekonomi mikro antara lain Adam Smith, David Ricardo, yang kemudian dilanjutkan oleh Marshall dan Piqou. Dalam penyusunan teori ekonomi mikro, para ahli ekonomi tersebut menggunakan beberapa anggapan dasar, yaitu :

  1. Setiap subjek ekonomi umumnya selalu bertindak ekonomis rasional.
  2. Setiap subjek ekonomi memiliki informasi yang lengkap atas berbagai macam peristiwa yang terjadi di pasar.
  3. Tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga para subjek ekonomi dapat segera beradaptasi atau mengadakan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.

Dengan anggapan-anggapan di atas, para ahli ekonomi klasik memiliki keyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan berkembang terus menerus secara efisien, sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat, dan akan tercapai kesempatan kerja penuh (full employment).

Konsep “the invisible hand” dari Adam Smith menjelaskan bahwa dalam perekonomian bebas (tanpa campur tangan  pemerintah) perekonomian akan mencapai kondisi keseimbangan melalui mekanisme harga yang terjadi di pasar.
Dalam perkembangan zaman, permasalahan ekonomi mikro mulai muncul. Tidak setiap masalah baru tersebut dapat diselesaikan dengan mekanisme pasar. Hal ini disebut dengan kegagalan pasar (market  failure).
Contoh kegagalan pasar adalah pengadaan barang publik (barang  yang penggunaannya secara bersama) seperti  jalan raya. Produsen  (kontraktor) tidak akan membangun jalan raya secara gratis. Dengan demikian maka pembangunan jalan raya diambil alih oleh pemerintah dengan menggunakan dana APBN.

Terdapat 3 teori dalam ekonomi mikro antara lain:

  1. Teori harga, membahas tentang
    • hubungan dan interaksi antara penawaran dan permintaan barang jasa didalam suatu pasar,
    • faktor-faktor yang mempengaruhinya: struktur pasar, elastisitas penawaran, serta permintaan dan sebagainya.
    • proses pembentukan harga yang dipengaruhi oleh interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang atau jasa dalam suatu pasar;
    • bentuk-bentuk pasar,
    • menganalisa konsep elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran
  2. Teori produksi, membahas tentng analisa biaya produksi serta tingkat produksi yang optimal bahkan paling menguntungkan bagi produsen, sehingga mencapai tingkat laba maksimal, dan kombinasi faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum, tercapai.
  3. Teori distribusi, yaitu membahas tentang
    • faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, serta tingkat keuntungan dari pengusaha.

(Sumber: https://dosen.co.id/)