Pengertian Urbanisasi

Pengertian Urbanisasi

Sebelum menjawab tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi dan dampak yang ditimbulkan, serta strategi kebijakannya terlebih dahulu diterangkan tentang apa yang dimaksud dengan urbanisasi.

Menurut Keban T. Y dalam Poungsomlee dan Ross (1992), urbanisasi merupakan suatu gejala yang cenderung dilihat dari sisi demografis semata-mata, hal ini sebenarnya kurang tepat karena urbanisasi dapat dilihat secara multidimensional. Disamping dimensi demografis, urbanisasi juga dapat dilihat dari proses ekonomi politik (Drakakis-Smith,1988), modernisasi (Schwab,1982) dan legal (administrasi).

Dilihat dari segi pendekatan demografis urbanisasi dapat diartikan sebagai proses peningkatan konsentrasi penduduk diperkotaan sehingga proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan secara keseluruhan meningkat, dimana secara sederhana konsentrasi tersebut dapat diukur dari proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan, kecepatan perubahan proporsi tersebut atau kadang-kadang perubahan jumlah pusat kota.

Dari pendekatan ekonomi politik, urbanisasi dapat didefinisikan sebagai transformasi ekonomi dan sosial yang ditimbulkan sebagai akibat dari pengembangan dan ekspansi kapitalisme (Drakikis-Smith,1988). Sedangkan dari konteks moderinisasi, urbanisasi dapat dipandang sebagai perubahan dari orientasi tradisional ke orientasi modern tempat terjadi difusi modal, teknologi, nilai-nilai, pengelolaan kelembagaan dan orientasi politik dari dunia barat (kota) ke masyarakat tradisional (desa).

Sedangkan konteks legal, urbanisasi dapat dilihat dari pengembangan kota/kotamadya yang telah ada. Kota-kota tersebut secara hukum memiliki batas administrasi tertentu, dan hanya dapat berubah melalui suatu aturan legal-formal. Konteks ini berbeda dengan konteks fungsional batas-batas kotanya lebih ditentukan oleh fungsi atau karakteritik lokasi.

Everet S. Lee (1976)

mendefinisikan pengertian migrasi dalam arti luas yaitu perubahan tempat tinggal secara permanen tidak ada pembatasan jarak perpindahan dan sifatnya serta setiap migrasi mempunyai tempat asal, tempat tujuan dan adanya rintangan yang menghambat / rintangan.

Adapun faktor-faktor sehingga terjadi urbanisasi dimana faktor sosial ekonomi  di daerah asal yang tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan (needs) seseorang menyebabkan orang tersebut ingin pergi ke daerah lain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi antara daerah asal dan daerah tujuan terdapat perbedaan nilai kefaedahan wilayah (place utility). Dimana daerah tujuan harus mempunyai nilai kefaedahan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah asal untuk dapat menimbulkan mobilisasi penduduk. Ada beberapa kekuatan yang menyebabkan orang terikat pada daerah asal dan ada juga kekuatan yang mendorong orang untuk meninggalkan daerah asal (Mitchell, 1961). Kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal di sebut kekuatan sentripetal (centripetal forces) dapat berupa ikatan kekeluargaan, hubungan  sosial, pemilikan tanah, dan sebagainya dan kekuatan yang mendorong orang untuk meninggalkan daerah asal di sebut kekuatan sentrifugal (centrifugal forces) dapat berupa lapangan pekerjaan yang terbatas atau kurang lapangan pekerjaan selain agraris perbedaan upah antara desa dengan kota atau mungkin kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia di daerah asal, dan lain-lain.

Everet S. Lee (1966), Todaro (1979) dan Titus (1982) berpendapat bahwa motivasi sesorang untuk pindah adalah motif ekonomi, motif tersebut berkembang karena adanya ketimpangan ekonomi antar daerah. Todaro menyebut motif utama tersebut sebagai pertimbangan ekonomi yang rasional.

Everet S. Lee (1976) menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat upah kerja antara perdedaan dengan perkotaan yang menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota yang pesat.

Mobilisasi ke perkotaan mempunyai dua harapan, yaitu harapan untuk memperoleh pekerjaan dan harapan untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada yang diperoleh di perdesaan, dengan demikian mobilitas desa-kota sekaligus mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara desa dengan kota, oleh karena itu arah pergerakan penduduk juga cenderung ke  kota yang memiliki kekuatan yang relatif besar sehingga diharapkan dapat memenuhi pamrih-pamrih ekonomi mereka.

Selain itu Everet S. Lee (1976) juga mengemukakan bahwa yang mendorong untuk migrasi kadang-kadang bukan faktor nyata yang terdapat di tempat asal dan tempat tujuan tetapi adalah tanggapan seseorang terhadap faktor-faktor itu dan terutama tentang keadaan di tempat tujuan berdasarkan informasi dan hubungan-hubungan yang diperoleh sebelumnya. Penelitian Roberts (1978) di negara-negara Amerika Selatan, Hugo (1975)  di Jawa Barat dan Mantra serta Molo (1986) mengenai mobilitas sirkuler penduduk di enam kota besar di Indonesia menyimpulkan bahwa informasi dan hubungan-hubungan itu terjadi antara famili / keluarga dan kerabat sedaerah asal.

Jadi kekuatan sentripetal (centripetal forces) sebagai kekuatan yang mengikat tinggal di daerah asal, antara lain adalah :

³  Jalinan persaudaraan / kekeluargaan yang erat di desa

³  Sistem gotong royong masyarakat perdesaan

³  Keterikatan pada tanah pertanian (budaya agraris)

³  Keterikatan pada tanah kelahiran, aspek religius yang bersifat pribadi, adanya makam keluarga dan sebagainya.

Sedangkan kekuatan sentrifugal (centrifugal forces), sebagai kekuatan mendorong untuk meninggalkan daerah asal atau kekuatan yang melawan kekuatan sentrifugal sehingga terjadi migrasi sirkuler (Hugo, 1975 dan Mantra, 1980) dan Mitchell (1961).

Adapun kekuatan pengikat untuk tetap tinggal di daerah asal adalah :

³  Penghasilan di desa relatif rendah

³  Tidak ada / kurang pekerjaan selain  pertanian

³  Tidak punya lahan pertanian atau punya lahan pertanian tapi sempit.

³  Rendahnya penghasilan di desa berkaitan erat juga dengan tidak dimilikinya lahan atau lahan yang dimilikinya sempit.

Adanya perbedaan tingkat kehidupan antara ke dua daerah tersebut yakni kota dan desa, baik perbedaan tingkat ekonomi, sosial maupun politik, sehingga kota seakan-akan selalu  memberikan kesan yang menyenangkan bagi penduduk desa, karena dikota segalanya dapat dipenuhi dengan mudah, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Kota memberikan bayangan tentang kesenangan hidup dan mudahnya mencari pekerjaan yang layak dengan tidak perlu mengotori tangan.

Disamping adanya faktor penarik yang berasal dari kota, kesulitan-kesulitan hidup yang dirasakan di desa menjadi faktor pendorong bagi terlaksananya proses urbanisasi. Satu hal yang patut dicatat adalah kebayakan dari mereka yang berpindah tempat ke kota ini bukan semata-mata untuk meninggalkan status mereka saja (mobilitas sosial), tetapi lebih merupakan dorongan karena semakin sulitnya mencari kehidupan yang layak di daerah perdesaan.

Sedangkan menurut Khairuddin (1992:212) dalam (Schoorl, 1980:226-267 ; Koesoemaatmadja, 1976:24-25 ; Rahardjo, 1982:53, Marbun, 1979:78-80 ; Landis, 1984:166 ; dan Siagian, 1984:147) menggunakan istilah faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors), sehingga dari  kedua sisi ini baik faktor pendorong maupun faktor penarik, dapat disebutkan antara lain sebagai berikut

Baca juga:

Kebijakan Pemerintah Tentang Kepariwisataan.

Kebijakan Pemerintah Tentang Kepariwisataan.

Undang-undang peraturan pemerintah

Mengingat pariwisata Indonesia kini berkembang dengan pesat dan perolehan devisa semakin bertambah karenanya sebagai kebijaksanaan pembangunaan 5 tahun ke- VI disektor pariwisata ini Majelis Permusyarwatan Rakyat (MPR ), dengan ketetapan NO. II/ MPR/ 1993. mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) bab IV merumuskan bahwa, pembangunan kepariwisataan diarahkan pada peningkatan pariwisaa menjadi sector andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sector lain yang terkait, sehingga lapangan kerja pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, dan pendapatan Negara serta peningkatan peneriamaan devisa Negara melalui upaya pengembangan dan pendaya gunaan berbagai potensi kepariwisataan nasioanal.(Pendit, N, S. 1994 : 11).

Sebagai antispasi perkembangan dunia pariwisata yang telah mengglobal sifatnya, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No. 9. tahun 1996 tentang kepariwisataan, dengan ketentuan sebagai berikut.

1        Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

2        Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan pariwisata.

3        Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungandengan wisata,termasuk pengusaha obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dibidang tersebut.

4        Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.

5        Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelengarakan jasa pariwisata atau menyediakan, mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata, dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut.

PEMBAHASAN

            Banyak teori dan contoh yang menunjukkan bahwa aktifitas wisata dapat peran yang signifikan dalam pembiayaan program-program konservasi lingkungan hidup. Namun, tetap harus diperhatikan bahwa aktifitas wisata juga mempunyai potensi untuk ikut serta mengarahkan pada kerusakan lingkungan (Hakim, Lukman :116).

            Para perencana pembangunan sering mengemukakan argumentasi bahwa untuk meningkatkan taraf perekonomian msyarakat sekitar hutan, dimana sebagian besar adalah kawasan lindung atau kawasan dengan tingkat keanekaragaman tinggi, para pemerhati lingkungan, konservasoinis, dan pihak-pihak pelestari lingkungan hidup melihat bahwa pembangunan yang akan dilakukan merupakan ancaman nyata terhadap keanekaragaman hayati  yang ada didalam atau sekitar kawasan yang akan dikembangkan (Beatley, 1997) (Hakim, Lukman :117).

            Lebih jauh, banyak peneliti yang menyebutkan bahwa pembangunan jalan raya mempunyai banyak pengaruh terhadap objek-objek wisata. Jalan raya menjadi ancaman bagi keaneka ragaman hayati disekitarnya, karena memberikan efek fragmentasi habitat, koridor bagi penyebaran hama, dan penyakit. Sesutau yang tidak kalah penting yaitu kejadian tertabraknya satwa oleh pengendara mobil atau jenis angkutan lainnya (Hakim, Lukman :118).

            Dampak wisata lainnya terhadap lingkungan yang dapat diamati dan dirakasan yakni masalah limbah. Limbah yang dihasilkan pengunjung menjadi masalah lingkungan yang dapat mempengaruhi kualitas daerah tujuan wisata. Hal itu mudah terjadi, dimana ukuran daerah tujuan wisata mempunyai ukuran yang kecil, limbah cair biasanya datang dari hotel , wisma dan restaurant yang tersebar pada destinasi wisata. Tidak dapat dihindari bahwa tempat-tempat tersebut merupakn bagian dari akomodasi ekotorisme. Namun, perhatian dan penanganan limbah cair yang dihasilkan seringkali sangat kurang. Untuk mengatasi populasi air yang terjadi, dua strategi yang umumnya ditempuh yaitu mereduksi sumber-sumber pencemar dan melakukan perlakuan terhadap limbah cair agar tidak dapat memhahayakan lingkungan (Hakim, Lukman :119).

Sumber: https://carbomark.org/

Orientasi Pengembangan Obyek

Orientasi Pengembangan Obyek

Pengembangan daerah tujuan wisata (DTW) berarti juga akan mengembangkan obyek-byek wisata, karena obyek wisata merupakan bagian dari tujuan wisata.disamping itu kebijaksanaan dinas pariwisata menjadi arahan kebijaksanaan di daerah Yaitu :

1        Menggencarkan promosi pariwisata dari luar negeri dan yang menuju obyek wisata.

2        Meningkatkan mata pelayanaan dan mata produksi wisata.

3        Menggambarkan kawasan-kawasan pariwisata untuk memajukan daerah lokasi yang potensial.

4        Menggalakkan berbagai obyek wisata terutama Di Indonesia  Bagian Timur baik wisata bahari maupun wisata alam.

5        Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepariwisataan.

6        Membudayakan sadar wisata.

Kriteria Pengembangan Kawasan Pariwisata.

Study pengembangan obyek pariwisata diawali dengan pemikiran mengenai landasan, pengembangan kawasan tersebut baik ditinjau dari peran kegiatan pariwisata sebagai salah satu sector pembangunan wilayah maupun fungsi kawasan tersebut dalam kaitannya dengan wialayah pengembangan sekitarnya.

Untuk mewujudkan gagasan pengembangan tersebut dapat terlaksana dengan baik, selanjutnya memerlukan suatu kerja sama pengadaan sarana pariwisata ini dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan memperhatikan sumber daya yang ada serta kemampuan developer.

Citra pegembangan obyek pariwisata digali dari potensi sumber daya yang ada dan menciptakan atraksi menarik sesuai dengan system social dan nilai masyarakat setempat.

7        Pemanfaatan Sumber Daya Alam.

8        Penanganan Masalah Dampak Lingkungan.

9        Pertimbangan Ekonomi Tata Ruang.

10    Organisasi Dan Struktur Tata Ruang.

11    Sistem Transportasi Dan Media Pelayanan.

Adapun Kriteria dasar yang mempunyai syarat kelayakan lokasi kegiatan pariwisata dalam hubungannya dengan para pelaku yang memanfaatkan kegiatan tersebut, antara lain meliputi:

  1. Syarat tata ruang dan konstruksi
  2. Syarat orientasi terhadap cahaya matahari, cuaca, pemandangan alam dan lain sebagainya.
  3. Syarat kemudahan pencapaian obyek wisata, pusat pelayanan umum, hubungan antara unsur kegiatan, fasilitas transportasi.
  4. Syarat keindahan dalam memberikan ekspresi dan ketenangan kawasan, memanfaatkan lingkungan yang berorientasi pada pemandangan alam.
  5. Syarat lingkungan yang serasi

Kegiatan pariwisata cenderung merusak kelestarian lingkungan alam dan budaya setempat, oleh karenanya perlu dijaga agar terhindar dari dampak negative dengan pengawasan dan pengendalian yang ketat, memperhatiakn dan mencerminkan cirri budaya setempat yang khas.

Sumber: https://multiply.co.id/

Cari Mobil Bekas dan Tangguh? Seva.id Solusinya Yah!

Apakah Anda mencari mobil bekas berkualitas tinggi? Apakah Anda bingung memilih tempat karena tidak punya referensi? Coba situs web Seva.id, yang menawarkan layanan seva mobil bekas dan mobil Seva baru. Temukan mobil bekas berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

seva-mobil-bekas

Mobil atau kendaraan adalah salah satu kebutuhan sebagian orang. Namun untuk membeli mobil baru, terkadang tidak semua orang bisa memenuhinya. Solusi paling ideal adalah membeli mobil bekas. Di Seva.id Anda juga bisa mendapatkan pembelian suku cadang dan properti.

Apa itu Seva.id?

Seva.id adalah situs web untuk membeli mobil dengan kondisi bekas atau baru, disediakan oleh Astra International. Pelanggan yang mencari mobil akan merasa sangat mudah menemukan kendaraan yang mereka inginkan, karena pasar ini menawarkan berbagai fasilitas.

Berbagai layanan selain penjualan mobil, ada juga pembelian mobil bekas, penjualan mobil baru, penjualan suku cadang mobil baru dan bekas, layanan mobil Astra hingga perusahaan asuransi. Ada juga layanan penjualan real estat dari Seva.id.

Apa yang tersedia dari Seva.id?

Berikut adalah beberapa fitur atau hal yang dapat Anda temukan di Seva.id, termasuk:

  • Cari mobil bekas

Anda mencari mobil bekas, jadi disarankan untuk mengunjungi Seva.id. Astra International menawarkan berbagai mobil bekas berkualitas di pasar ini. Mobil bekas yang dijual bukan kecelakaan, karena telah diperiksa dari semua sisi, di dalam, di luar, dan dari mesin.

Akibatnya, pelanggan tidak perlu lagi khawatir tentang mobil yang akan mereka dapatkan. Selain itu, mobil yang disediakan oleh Seva.id memiliki dokumen kepemilikan penuh untuk memberikan kenyamanan kepada pembeli potensial.

  • Cari suku cadang

Selain menjual dan membeli mobil, Seva.id juga memiliki suku cadang, yang juga dikenal sebagai suku cadang mobil, yang Anda butuhkan. Di sini Anda akan menemukan berbagai suku cadang seperti baterai, minyak, aksesori, atau suku cadang mobil dengan kualitas terbaik.

  • Temukan mobil baru

Anda juga dapat menemukan mobil baru di Seva.id. Sebagai pasar yang didirikan oleh Grup Astra, mobil-mobil baru ini juga merupakan merek yang telah dimasukkan dalam Grup Astra, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu atau BMW. Lihatlah penawaran menarik dari Seva.id dan dapatkan mobil baru yang Anda inginkan.

  • Jasa keuangan dan asuransi

Seva.id juga menawarkan layanan keuangan yang dapat membantu Anda mendapatkan mobil, mis. B. Layanan keuangan untuk pinjaman. Anda dapat memilih produk keuangan untuk memperbaiki mobil atau mengganti mobil dengan suku cadang baru.

Ada juga produk asuransi yang diterbitkan oleh Grup Astra, seperti Asuransi Astra, Garda Oto dan HappyOne.id. Calon pembeli juga bisa mendapatkan saran keuangan dari Seva.id untuk menemukan solusi untuk dana yang dibutuhkan untuk kendaraan.

  • Layanan pemesanan

Selain persyaratan kendaraan, Seva.id juga menawarkan layanan pemesanan. Dengan layanan ini, mobil Anda dapat diservis dengan lebih mudah dalam waktu tertentu.

Seva.id bekerja sama dengan bengkel resmi merek mobil Grup Astra. Cukup masukkan detail pribadi Anda untuk mendaftarkan kendaraan Anda dan Seva.id akan menghubungi Anda pada waktu yang tepat untuk memperbaiki kendaraan.

  • Jual mobil Anda

Sebagai pasar mobil, Anda tidak hanya dapat melakukan pembelian, tetapi juga melakukan penjualan. Anda dapat mengiklankan mobil yang ingin Anda jual di Seva.id. Pilih fungsi “Jual mobil saya” sehingga mobil Anda dapat ditampilkan di pasar ini.

Layanan ini sangat berguna baik untuk penjual itu sendiri maupun bagi calon pembeli yang ingin mencari mobil bekas di Seva.id.

Perbandingan Antara Perundingan, Arbitrase dan Ligitasi

Perbandingan Antara Perundingan, Arbitrase dan Ligitasi

Perbandingan Antara Perundingan, Arbitrase dan Ligitasi
Perbandingan Antara Perundingan, Arbitrase dan Ligitasi

Dari beberapa cara penyelesaian sengketa di atas, saya akan menyimpulkan dan membandingkan tiga cara penyelesaian yaitu:

  1. Perundingan: merupakan tindakan atau proses menawar untuk meraih tujuan atau kesepakatan yang bisa diterima.
  2. Arbitrase: Kekuasaan untuk menyelesaiakan suatu perkara menurut kebijaksanaan.
  3. Ligitasi: Proses dimana seorang individu atau badan membawa sengketa, kasus ke pengadilan atau pengaduan dan penyelesaian tuntutan atau penggantian atas kerusakan.

Jadi perbandingan diantara ketiganya ini merupakan tahapan dari penyelesaian pertikaian. Tahap pertama terlebih dahulu melakukan perundingan diantara kedua belah pihak yang bertikai. Kedua ialah ke jalan Arbitrase, ini digunakan jika kedua belah pihak tidak bisa menyelesaiakan pertikaian yang ada oleh sebab itu memerlukan pihak ketiga. Ketiga ialah tahap yang sudah tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan pihak ketiga, oleh sebab itu mereka memutuhkan hukum atau pengadilan untuk menyelesaikan pertikaian yang ada.

Baca Juga : 

Ucapan selamat-selamat dari saya untuk Bulan Juni

Ucapan selamat-selamat dari saya untuk Bulan Juni

Ucapan selamat-selamat dari saya untuk Bulan Juni
Ucapan selamat-selamat dari saya untuk Bulan Juni

Kepada kalian yang gak sengaja membaca blog saya ini.
Maaf jika setiap bulan saya hanya menyisipkan satu postingan akhir-akhir ini.
Padahal kalau dipikir banyak sekali kejadian kejadian penting yang bisa saya tuliskan disini.
Sebelumnya perkenankan saya untuk mengucapkan selamat datang kepada hari hari penting yang terjadi di bulan juni ini.

Yang pertama saya ucapkan Sebagai marhaban ya Ramadhan.
Selamat datang Ramadhan 1435.
Mohon maaf lahir batin jikalau saya sering sekali menyakiti hati kalian.
Alhamdulillah kita semua di pertemukan lagi pada bulan Ramadhan.
Mari kita sucikan hati sambut Ramadhan.

Yang kedua selamat datang bulan kampanye. Dimana semua rakyat yang akan memilih pemimpin yang akan memberikan sinergi untuk negara 5tahun mendatang.

Yang ketiga saya ucapkan selamat datang bulan world cup. Semoga jerman menang. Aamiin

Yang keempat adalah saya ucapkan happy anniversary saya kepada salah seorang kekasih yang sangat saya cintai karena pada beberapa hari yang lalu kemarin adalah bulan ke empat bagi kami. Semoga hubungan kami selalu di ridhoi oleh Allah SWT. Dan di bulan Ramadhan ini insya allah akan kami lewati hingga Bulan Ramadhan Tahun-Tahun berikutnya
Aamiin yarobal alamin.

yang kelima selamat kepada kalian yang nantinya berhasil mencapai hari kemenangan setelah berpuasa sebulan .
Aamiin ya robal a’lamin

dan yang terakhir..
selamat hari pancasila, selamat hari ulangtahun tanggal 1 dan 2 juni untuk ibu dan adik saya pradipta, selamat uas, selamat nikah untuk yang nikah.

selamat akhir bulan Juni semoga menjadi bulan yang tidak terlupakan
🙂

Sumber : https://aziritt.net/

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu
Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Sebuah gempa berskala 7,2 mengguncang Vanuatu di Pasifik Selatan, Jumat (28/5) dini hari. Gempa tersebut memicu peringatan tsunami yang kemudian dibatalkan.

Menurut Lembaga Surveri Geologi AS (USGS), gempa terjadi pada pukul di 04.14 waktu setempat atau 24.14 WIB di kedalaman 36 kilometer di sekitar 214 kilometer barat laut Luganville, atau 2.070 kilometer di timur laut kota Brisbane, Australia.

Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Pasifik Selatan termasuk Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Kaledonia Baru setelah gempa tersebut. Peringatan seperti itu berarti garis pantai di dekat pusat gempa dapat terganggu gelombang pasang dalam beberapa menit. Tapi peringatan itu kemudian dibatalkan.

Sebuah gempa susulan berkekuatan 5,7 skala Richter terjadi sepuluh menit kemudian. Gempa susulan itu berpusat di kedalaman 35 kilometer di bawah dasar laut, 190 kilometer barat laut Luganville, kota terbesar kedua di Vanuatu.

“Pembacaan tingkat permukaan laut tidak menunjukkan sinyal tsunami,” kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sebagaimana dilansir AFP. “Jika tsunami terjadi, itu tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah di luar wilayah episentrum. Peringatan tsunami sekarang dibatalkan untuk semua daerah yang tercakup oleh pusat gempa ini.”

Pusat tsunami di Pasifik itu sebelumnya meminta pihak berwenang di seluruh wilayah itu untuk melakukan tindakan pencegahan, dengan mengatakan, “Sebuah gempa dengan kekuatan ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami yang merusak yang bisa menyerang garis pantai di wilayah dekat pusat gempa dalam beberapa menit hingga beberapa jam.”

Baca Juga :

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin
Kabut Sedini Mungkin

Garind malah cekikikan. Tapi Fla tetap mengunyah rotinya, dengan pandangan lurus ke depan. Lambung pesawat yang besar ini tiba-tiba seperti mengecil dalam bayangannya. Dari pengeras suara, awak pesawat mengumumkan, sekitar tiga jam lagi pesawat akan tiba di Frankfurt. Airport di kota itu telah menyambut kedatangan mereka dengan iming-iming belanja yang luar biasa mahalnya.

Garind menatap tajam ke arah Fla. Seperti sedang menjajagi ekspresi perasaan wanita muda itu. Lewat pengeras suara, awak pesawat memerintahkan agar penumpang mengenakan kembali seat belt-nya. Pesawat hendak sedikit bergoyang tak lebih dari setengah menit.

Tanpa bisa menyembunyikan kegugupannya, Fla langsung memasukkan kembali kepala sabuknya dengan ujung lubang yang lain. Cukup rapat.
”Sandaran kursinya…” Garind memperingatkan.

Setengah malu, Fla lantas membetulkan letak sandaran kursinya yang masih miring. Pesawat mulai bergoyang. Fla memejamkan mata, kemudian berdoa. Laki – laki di sampingnya melirik nakal. Setengah tersenyum, ia jatuhkan tubuhnya di punggung kursi dalam – dalam.

Ketika pesawat Mega Top ini menjejak landasan, lagi – lagi Fla dibuat kebingungan. Ia sangsi, akankah Stop Over di Frankfurt harus berganti pesawat. Sebelum niat bertanya itu ia lontarkan, Garind langsung nerocos sok pintar:
”Cuma istirahat dua jam. Tinggal saja bawaan beratmu di pesawat. Kalau mau beli cokelat atau apa, bawa tas tanganmu. Jangan lupa paspornya. Kita akan diperiksa lagi sebelum masuk pesawat.”
Rasa jengah itu tidak bisa disembunyikan. Dari wajah Fla yang mulai pucat, nampak rona kemerahan semburat di sana.
”Percaya nggak sama manusia vampir?” Garind bertanya spontan, saat keduanya melewati pintu pemeriksaan transit, dan menukar paspor dengan sebuah tiket plastik.

Sepanjang perjalanan antara ruang transit ke ruang tunggu, tak henti – hentinya lelaki itu mengutuk novelnya Anne Rice. Menurutnya, Interview with the Vampire terlalu melogis – logiskan dongeng.

”Setiba di New York, kita bisa nonton film terbaru Hollywood pasca WTC-Gate. Tapi di Embassy Suites – Broadway, saat ini sedang dipentaskan lagi sebuah teater musikal, Beauty and the Beast. Tak jauh dari sana ada McDonald’s. Kita bisa diskusikan pementasan itu sambil ngemil.”

Fla menghentikan langkahnya. Tepat di depan ”Delikatessen,” sebuah toko cinderamata terlengkap, ia berbelok. Terlihat sekali kalau Garind keteteran membuntutinya.
”Kau mau borong apa, Fla?”

Yang dibuntuti cuma membisu. Namun mulut Garind akhirnya menganga membentuk huruf ”O” begitu mendapati Fla membeli sejumlah boneka dan papan lambang kota Frankfurt.
”Di sini mahal – mahal, Non.”
”Ini perjalanan pertamaku keluar negeri. Sedikit boros tidak mengapa.”

Lelaki itu serasa kalah langkah. Ia cuma manggut – manggut, tanda menyerah. Berikutnya, Garind lebih sering diam ketika dengan lincahnya Fla keluar masuk toko yang berada di kawasan bandara.

Dalam perjalanan kembali menuju ruang transit, keduanya seolah sepasang partner yang tidak canggung lagi. Beberapa kali Garind membantu jinjingan perbelanjaan kawan barunya, sementara Fla tetap saja dingin. Laki – laki berkulit cokelat, dengan bentuk dagu kuat itu pun lebih sering memilih nyengir.

Tapi dalam penerbangan menuju New York, ceriwisnya kambuh lagi. Karena sudah merasa di atas angin, Fla langsung menghardik.

”Maaf deh, sedari tadi omonganmu nggak jelas juntrungnya. Sebenarnya kamu ini siapa, sih?”
Yang ditanya malah linglung. Kepalanya geleng – geleng kecil, lantas menengadahkan wajah ke langit – langit pesawat.
”Kamu ini kayaknya orang yang kerap sekali bepergian ke Amrik?”
Garind menghela nafas pendek. Senyumnya hambar.
”Berapa kali dalam setahun kamu bepergian seperti ini?”

Garind tidak secepatnya menjawab. Dengan demikian Fla semakin yakin, bahwa teman barunya ini jenis orang yang terbiasa hidup di lingkungan atas. Keyakinan itu kian tebal saat Garind mengusap rambutnya. Saat tangan kirinya bergerak ke atas, sekelebatan mata Fla menangkap jam tangan Philippe Charriol yang dikenakannya. Jam tangan buatan Paris yang dikenal mahal, pikirnya.
”Ini yang keempat kalinya sepanjang sepuluh bulan terakhir.”

Sumber : https://sorastudio.id/

TAOGE GORENG

TAOGE GORENG

TAOGE GORENG
TAOGE GORENG

Jangan lupa mencicipi Tauge Goreng kalau mampir ke Bogor. Salah satu Tauge Goreng yang sangat nikmat disantap adalah Tauge Goreng Ibu Hj. Rodiah di Jl. Jend Sudirman. Walaupun dinamakan taoge goreng, tapi sebetulnya sang taoge sama sekali tidak digoreng. Tauge direbus
bersama mi di atas nampan yang dipanaskan dengan api dari bara arang. Taoge yang sudah matang ini lalu disajikan bersama tahu goreng, lontong dan disiram kuah taoco yang dimasak bersama oncom dan bumbu.
Meski tiap pedagang taoge goreng selalu menyediakan bangku seadanya tempat kita makan, toh, orang lebih suka membawa pulang. Ternyata taoge yang dibawa pulang, lebih lezat dan harum. Apa rahasianya? Kemasan taoge yang berupa daun patat ternyata membuat taoge
Goreng lebih nikmat dan harum. Harga per porsi taoge goring berkisar Rp. 3.500. Selain, di depan toko roti Lautan, tauge goreng Hj. Rodiah bisa juga ditemui di Pasar Anyar. “Yang di sini sehari membutuhkan 10 kilogram taoge seharinya,” kata Ishak Sopandi, sang pengelola.

Baca Juga :

KEBUN RAYA BOGOR

KEBUN RAYA BOGOR

KEBUN RAYA BOGOR
KEBUN RAYA BOGOR

Kebun Raya Bogor didirikan pada tahun 1817 dengan luas areal 87 Ha atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani dari Jerman. Koleksi di Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman tropis dengan jenis tanaman lebih dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 spesies. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 13 Telp. (0251) 311362.
Tempat ini sangat cocok untuk acara kumpul keluarga dan teman-teman, karena tempatnya yang sejuk dan banyak juga pengetahuan yang bias kita dapat di sini.
Tempat makan di Bogor
SOTO KUNING

Soto kuning Bogor cukup banyak penggemarnya. Coba saja jalan-jalan keliling Bogor, pasti di tiap jalan Anda temukan dua atau bahkan lebih tukang soto kuning. Dan anehnya setiap hari soto mereka ludas dibeli orang meski lokasinya cuma di emper-emper jalan.Salah satu pedagang soto yang jadi favorit adalah Soto Pak Bongkok. Letaknya di Jl. Suryakencana, di perempatan jl. Roda, Gg. Aut, dan Suryakencana. Soto ini mangkal di depan mantan toko Djaja,
toko yang menjual onderdil mobil. Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga
kuning warnanya. Isinya berupa daging dan jeroan yang diletakkan di atas wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang diruncingkan, Anda bisa memilih dan menusuk daging pilihan Anda. Ada babat, lidah, daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto akan memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam mangkuk. Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang goreng, daging tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali rasanya. Di situ disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai tambahan.
Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok ini, kita harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti habis. Apalagi kalau hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti
berebutan. Salah satu pelanggan setianya adalah perancang kenamaan Peter Sie. Makanya tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6 kg daging dan jerohan sapi seharinya.

Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang lain. Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC. Penjualnya adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni antara Rp 1.500 – Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya. Sama dengan Soto Pak Bongkok, di Soto Salam (nama soto ini), kita juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya bangku yang disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita dating pukul 19.00, sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya baru pukul 17.00, lo! Soto kuning paling enak ditemani emping jengkol. Jangan takut akan baunya, karena dengan pengolahan sedemikian rupa, rasa dan bau jengkol nyaris tak terlacak.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/