Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang KemanusiaanPengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Fitrah manusia membuatnya berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran (Hanief). “Dlamier” atau hati nurani adalah pemancar keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran. Tujuan hidup manusia ialah kebenaran yang mutlak atau kebenaran yang terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Karena secara fitrahnya manusia cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan, maka manusia secara dasar / asasi disebut sebagai mahluk yang mempunyai cita-cita dan cenderung kepada sesuatu yang ideal (mahluk ideal). Dalam arti tidak mau menerima “apa adanya” dan tetap selalu berusaha mewujudkan “apa yang semestinya atau apa yang seharusnya”. Hanya manusia yang dapat membentuk lingkungannya dan bukan lingkungan yang membentuk dirinya. Dengan kesadaran atau pikirannya, ia selalu menginginkan sesuatu yang lebik baik, begitupun seterusnya. Apabila manusia tidak mempunyai nilai kemanusiaan ini, maka dapat dipastikan, manusia saat ini akan tetap dalam keadaan yang sama, tidak maju-maju dan tidak bisa mampu menciptkan sebuah peradaban. Manusia yang hidup berarti dan berharga ialah dia yang merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kegiatan – kegiatan yang membawa perubahan kearah kemajuan- kemajuan Keikhlasan adalah kunci kebahagiaan hidup manusia, tidak ada kebahagiaan sejati tanpa keikhlasan dan keikhlasan selalu menimbulkan kebahagiaan.

        III.     Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) Dan Keharusan Universal (Takdir)

Seperti yang disinggung dalam bab II, bahwa salah satu dari nilai asasi manusia adalah sebagai mahluk yang berkehendak bebas/ merdeka. Tanpa kemerdekaan / kebebasan memilih, maka tak akan ada keikhlasan. Karena pekerjaan itu, tidak dipilih sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Keikhlasan yang insani tidak mungkin ada tanpa kemerdekaan Kemerdekaan itu dalam pengertian kebebasan memilih sehingga pekerjaan itu benar-

 

RECENT POSTS

Umpan Balik Mekanikal vs Respon Pengendalian

Umpan Balik Mekanikal vs Respon Pengendalian

Fokus utama dalam subsistem pengendalian keuangan adalah pada perilaku orangorang dalam organisasi, dan bukan pada mesin. Oleh sebab itu, pengendalian keuangan dapat dipahami secara baik melalui penekanan pada pentingnya asu.msiasumsi keperilakuan. Tetapi tidak semua desain pengendalian berhubungan dengan keperilakuan. Aplikasi mekanikal dari pengendalian, seperti halnya pada thermostatyang mengatur suhu ruangan, menekankan umpan balik mekanik daripada respon-respon keperilakuan. Tentu saja, peralatan mekanik dan elektrik serfs metode-metode dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku manusia.

Sebuah alarm peringatan telah dipasang sebagai sarana pengaman untuk mencegah kecelakaanatau sebuah desain sistempassword untuk mencegah orang-orang yang tidakberhak dapat menggunakan komputer, adalah beberapa contoh yang sudah ada. Contohcontoh ini mempekerjakan sarana-sarana mekanik dan elektrik, tapi tujuan, pengendalian adalah untuk mempengaruhi manusiadaripada untuk memunculkan, respon mesin. Karena menekankanpada respon manusia daripada respon mesin, makasubsisteni dari pengendalian keuangan mendasarkan pemikirannya pada asumsi-asumsi keperilakuan. Tujuan keperilakuan Jalam pengendalian keuangan dapat direkonsifiasi dengan sebuah definisi umum tentang pengendalian. Pada umumnya, pengendalian didefinisikan sebagai sebuai inisiatif yang dipilih karena dipercaya bahwa kemungkinan mendapatkan suatu outcome yang diharapkan akan makin meningkat. Dalam pengendalian keuangan hasilhasil pokok yang diharapkan merupakan peristiwa-peristiwa keperilakuan dan penerapannya

dari masalah-masalah keuangan.

Definisi pengendalian cidasarkan pada konsep “keyakinan” dan “probabilitas”. Manajer-manajer memiliki keyakinan tentang cara dunia mereka bekerja den berbagai respon yang mereka harapkan saat sebuah inisiatif dipilih. Outcome keperilakuan dapat diprediksi. Dalam konteks organisasi yang nyata, adalah penting untukmemahami dengan baik hubungan sebabakibat baik terlihat nyata ataupun tidakpada lingkungan yang kompleks. Menetapkan standar yang tinggi di dalam sistemakuntansi biaya, misalnya, tidak menjamin pekerja akan lebih produktif. Demikian juga, pen6rapan sistem akuntansi pertanggung jawaban tidak menjamin manajer akan lebih bertanggungjawab danefektif dalam mengalokasikan sumber berdaya yang dikuasai. Dalam memilih pengendalian keuangan, manajer akan bergantung pada keyakinan dan pengalaman mereka. Outcome keperilakuan yang berhubungan dengan inisiatif-inisiatif pengendalian akan dimengerti dengan lebih realistis dan akurat dalam situasi dimana keyakinan dan taksiran kemungkinan terhadap hal ini daripada hubungan kausal yang naif. Tujuan utamaliteratur akuntansi biasanya menekankan asumsi-asumsi keperilakuan yang pokok dalam pengendalian keuangan. Hal ini dapat dinterpretasikah sebagai evc!usi pemikiran dan perluasan lingkungan yang mempengaruhi akuntansi dan displin akuntansi. Banyak hal yang diperoleh dari penggabungan antara pendekatan perilaku untuk pengendalian dalam akuntansi manajerial dan akuntansi tradisional dengan konsep-konsep nonkeperilakuan dari pengendalian yang ada dalam literatur akuntansi dan auditing.

RECENT POSTS

 

kontrak manufaktur dan alih teknologi.

 Mengeluarkan lisensi asing/kontrak manufaktur dan alih teknologi.

Perusahaan pemberi Lisensi  (Licensor) membuat persetujuan dengan menerima Lisensi (Licensee) bahwa Licensee memperoleh Hak untuk menggunakan Proses / Teknologi Produksi, Merk Dagang, Paten dsb,  dengan membayar Fee / Royalty kepada Licensor . Licensor dalam hal ini memperoleh manfaat , yaitu dapat memasuki pasar Asing dengan Risiko Rendah. Contoh : DISNEYLAND  mengeluarkan Lisensi untuk memproduksi dan memasarkan produknya : – Donald Bebek, Mickeymouse, dll.

  1. Melakukan Franchising

Yaitu bentuk kerjasama tertulis antara pihak Franchisor dan Franchise diberi hak untuk mendistribusikan Produk atau Jasa tertentu dalam periode dan Wilayah tertentu serta cara-cara  yang ditentukan oleh Franchisor. Contoh :  MC. Donald, KFC. Dll.

  1. Membuka Usaha Patungan atau Joint Venture

Investor luar negeri dapat bergabung investor lkal untuk membentuk usaha patungan dimana mereka membagi kepemilikan dan control. Perusahaan luar neheri mungkin kekurangan sumber daya finansial atau manajerial atau manajerial untuk menjalankan usahanya.

SUmber :

https://fgth.uk/kepler-nasa-temukan-20-dunia-baru-yang-berpotensi-dihuni/

 

Akibat Kelebihan

Akibat Kelebihan

Kelebihan vitamin C berasal dari makanan tidak menimbulkan gejala. Tetapi konsumsi vitamin C berupa suplemen secara berlebihan tiap hari dapat menimbulkan hiperoksaluria dan risiko lebih tinggi terhadap batu ginjal. Dengan konsumsi 5-10 gram vitamin C baru sedikit asam askorbat dikeluarkan melalui urin. Risiko batu oksalat dengan suplemen vitamin C dosis tinggi dengan demikian rendah, akan tetapi hal ini dapt menjadi berarti pada seseorang yang mempunyai kecendrunga untuk pembentukan batu ginjal.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah mengenai vitamin C ini adalah : Vitamin C ditemukan oleh Albert Szent-Györgyi pada tahun 1932. Merupakan vitamin yang larut dalam air dan paling labil yang berfungsi sebagai antioksidan. Konsentrasi tertinggi vitamin ini berada di dalam jaringan adrenal, pituitari dan retina. Sumber dari vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, stroberi dll. Akibat yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini adalah penyakit skorbut dan jika kelebihan mengkonsumsi suplemen vitamin C akan menderita penyakit batu ginjal.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/