Risiko dan Ketidakpastian

Risiko dan KetidakpastianRisiko dan Ketidakpastian

Secara umum, risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian. Risiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadinya kerugian. Berikut ini adalah jenis-jenis risiko:

  1. Risiko murni

Adalah risiko yang apabila benar-benar terjadi, akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi, tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak juga memberikan keuntungan.

  1. Risiko spekulatif

Adalah risiko yang berkaitang dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dam kemungkinan untuk mendapat kerugian.

  1. Risiko individu

Adalah risiko yang kemungkinan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Risiko individu ini masih dipilah menjadi 3 jenis :

  1. Risiko pribadi (personal risk)

Adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Atau dengan kata lain risiko ini berfungsi untuk menanggung dirinya sendiri atau orang yang ia asuransikan.

  1. Risiko harta (property risk)

Adalah risiko yang ditanggungkan atas harta yang dimilikinya rusak, hilang atau dicuri. Dengan kerusakan atau kehilangan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimilikinya.

Sumber :

https://bobhenneman.info/

 

Instrumen-instrumen Kebijaksanaan Fiskal dan Moneter

Instrumen-instrumen Kebijaksanaan Fiskal dan Moneter

Keserasian keseimbangan intern dan keseimbangan ekstern tidak dating dengan sendirinya. Pemerintah harus dengan sadar melalui kebijakan atau regulasi berusaha mencapainya. Masalahnya adalah bagaimana caranya pemerintah dapat membuat suatu kebijakan yang tepat.

Kelompok kebijakan pertama adalah

expenditure reducing/increasing policies. Yang termasuk kebijakan ini diantaranya adalah semua kebijakan fiscal dan moneter yang mempunyai efek utama terhadap tingkat Z. Misal perubahan pengeluaran pemerintah (∆G), kebijakan tingkat bunga dalam negeri (r), penambahan jumlah uang beredar (∆Ms), penurunan /peningkatan pajak pendapatan, dan lain-lainnya.

Kelompok kebijakan kedua adalah expenditure switching policies. Yang termasuk kebijakan ini diantaranya adalah semua kebijakan yang mempunyai efek utama terhadap tingkat ekspor dan impor, misalnya kebijakan kurs devisa (devaluasi/revaluasi), pembatasan terhadap impor dan bea masuk, dan lain-lainnya.

Dua dalil umum mengenai kedua keseimbangan diatas, yaitu: 1) kombinasi kebijakan terkait keserasian dua keseimbangan adalah tergantung pada posisi awal dari perekonomian tersebut terjadi, dan 2) menerapkan dalil Tinbergen-Meade, yaitu suatu dalil yang menjelaskan bahwa untuk mencapai keserasian kedua keseimbangan tersebut perlu dilakukan dua sasaran atau target secara bersama-sama dan tidak boleh hanya untuk salah satu keseimbangan saja yaitu dengan menerapkan dua kebijakan diatas secara bersama-sama dan simultan.

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di ManadoPeristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 februari 1946 di Manado. Para pemuda Manado bersama laskar rakyat dari barisan pejuang melakukan perebutan kekuasaan pemerintahan di Manado, Tomohon, dan Minahasa. Sekitar 600 orang pasukan dan pejabat Belanda berhasil ditahan.

II.C. Sejarah Pada Masa Orde Lama ( 1945 – 1966 )

Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia. Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat – menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando.

Sumber :

https://weshop.co.id/

Tanda-Tanda Wara

Tanda-Tanda Wara

Menurut Al-Faqih, bukti adanya wira’i (wara’) dalam diri seseorang adalah jika dalam diri orang tersebut telah ada sepuluh kewajiban, yaitu:

  1. Memelihara lisan, tidak sampai ghibah atau menggunjing. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Janganlah setengah di antara kamu menggunjing terhadap setengah lainnya.
  2. Tidak buruk sangka. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hindarkanlah prasangka buruk, karena setengahnya adalah dosa.

Dalam hadits Nabi saw. dijelaskan yang artinya, “Hati-hatilah kamu dari prasangka buruk, karena hal itu adalah perkataan paling bohong.

  1. Tidak menghina (merendahkan) orang lain. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 11 yang artinya, “Janganlah suatu kaum menghina kaum lainnya, boleh jadi kaum yang dihina itu adalah lebih baik dari pada kaum yang menghina.
  2. Memelihara pandangan mata dari yang haram. Firman Allah swt. dalam surah Nur ayat 30 yang artinya, “Katakanlah, ada orang-orang mukmin agar memejamkan pandangan matanya dari yang haram.
  3. Berbicara benar. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 152 yang artinya, “Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil.
  4. Mengingat nikmat Allah swt. yang telah diberikan kepadanya agar tidak sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 17 yang artinya, “Bahkan Allah-lah yang memberi karunia kepadamu ketika kau diberi petunjuk, sehingga kau beriman. Jika kau benar-benar beriman.
  5. Menggunakan hartanya dalam jalan kebenaran, bukan pada kebatilan. Firman Allah swt. dalam surah al-Furqan ayat 67 yang artinya, “Orang-orang yang membelanjakan hartanya tiada berlebihan dan tiada kikir, mereka tengah-tengah (berlaku sedang) dalam hal itu.
  6. Tidak ambisi kedudukan dan tidak pula berlaku sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Qashash ayat 83 yang artinya, “Negeri akhirat sengaja Kami sediakan bagi mereka yang tidak ambisi kedudukan dunia dan tidak pula suka merusak.
  7. Memelihara (waktu) sholat dan menyempurnakan ruku dan sujudnya. Firman Allah swt. dalam surah al-Baqarah ayat 238 yang artinya, “Peliharalah (waktu-waktu) sholat, terutama sholat pertengahan, tegakkanlah dengan khusyu’, diam bermunajat.
  8. Istiqomah mengikuti sunnah Rasul dan jamaah umat Islam. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 153 yang artinya, “Inilah ajaran yang menuju kepada keridhoan-Ku (jalan lurus-benar), lalu ikutilah, jangan mengikuti jalan-jalan lain, (jika demikian), pasti menyimpang jauh dari jalan Allah. Demikianlah pesan Dia kepadamu agar kamu bertakwa.“Ketahuilah bahwa wara’ itu baik, tetapi jika berlebih-lebihan sampai di luar batas, akhirnya menjadi tidak baik. Rasulullah saw. bersabda, “Celakalah orang-orang yang melampaui batas.”

Manfaat Wara’

  1. Terhindar dari adzab Allah, pikiran menjadi tenang dan hati menjadi tentram.
  2. Menahan diri dari hal yang dilarang.
  3. Tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  4. Mendatangkan cinta Allah karena Allah mencintai orang-orang yang wara’.
  5. Membuat doa dikabulkan, karena manusia jika mensucikan makanan, minuman dan bersikap wara’, lalu mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa, maka doa nya akan segera dikabulkan.
  6. Mendapatkan keridhaan Allah dan bertambahnya kebaikan.
  7. Terdapat perbedaan tingkatan manusia didalam surga sesuai dengan perbedaan tingkatan wara’ mereka.

 

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

Faktor-faktor Motivasi Kerja

Faktor-faktor Motivasi KerjaFaktor-faktor Motivasi Kerja

Motivasi seorang pekerja untuk bekerja biasanya merupakan hal yang rumit, karena motivasi itu melibatkan faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi individu maupun organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:

1). Faktor individu

Ø  Kebutuhan (needs), merupakan hak yang dimiliki setiap pekerja untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Ø  Kemampuan (abilities), adalah sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan.

2). Faktor organisasi

Ø  Pembayaran atau gaji (pay)

Setiap pekerja berhak mendapatkan gaji untuk kelangsungan hidupnya. Dan gaji dapat diartikan sebagai alat motivasi untuk pekerja agar bekerja lebih baik.

Ø  Keamanan pekerjaan (job security)

Kenyamanan dalam pekerjaan menjadi suatu penentu. Dibuktikan dengan keamanan setiap pekerja, agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tujuan.

Ø  Sesama pekerja (co-workers)

Rekan atau partner dalam perusahaan adalah seseorang yang mampu memberi semangat dan bantuan dalam pekerjaan yang dilakukan, sebagai bentuk hubungan yang baik antara sesama pekerja.

Ø  Pengawasan (supervision)

Pengawasan dari atasan dapat membuat setiap pekerja melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Ø  Pujian (praise)

         Pujian untuk para pekerja yang baik dapat memberi dorongan bagi pekerja itu sendiri untuk lebih semangat dalam melakukan pekerjaan.

Ø  Pekerjaan itu sendiri (job itself)[3]

Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan seorang pekerja akan mempermudah pekerjaan yang harus dilakukan.

RECENT POSTS

 

Fungsi keuangan

Fungsi keuangan

Walaupun rinciannya bervariasi antarorganisasi, fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya, dan deviden untuk suatu organisasi.Tujuan manajer keuangan adalah untuk merencanakan guna memperoleh dan mengunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi. Ada beberapa kegiatan yang terlibat yaitu :

  1. Dalam perencanan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanan strategis umum.
  2. Manajer keuangan harus memusatkan kegiatannya kepada keputusan investasi dan perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Perusahaan yang berhasi biasanya mengalami laju pertumbuhan penjualan yang tinggi, sehingga memerlukan dukungan penambahan investasi. Para manajer keuangan perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas atas alternatif investasi yang tersedia.
  3. Manjer keuangan harus bekerjasama dengan para manjer lainya agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin, karena semua keputusan bisnis memiliki dampak keuangan.
  4. Manajer keungan menghubungkan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan pasar modal, yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat berharaga perusahaan diperdagangkan.

Jadi tugas pokok manajer keuangan adalah berkaitan dengan keputusan investasi dan perhitungan biaya.dalam melaksanakan fungsinya maka manajer keungan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu sendiri. fungsi keuangan dalam organisasi.

Fungsi keuangan dalam organisasi biasanya dipisahkan menjadi dua jabatan yaitu :

  1. Bendahara

Bendahara bertanggung jawab atas perolehan dan pengamanan data. Tanggung jawab seorang bendahara biasanya terletak pada pengadaan dan pengelolaan uang tunai.meskipun tanggung jawab pembuatan laporan berada di tangan kontroler,bendahara pada umumnya membuat laporan mengenai posisi arus kas harian dan posisi modal kerja , membuat anggaran dan melaporkan informasi arus kas dan informasi uang tunai.

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/moto-g5s-plus-masuk-india-akhir-agustus/

Keberhasilan Usaha

Keberhasilan UsahaKeberhasilan Usaha

            Keberhasilan usaha tau bisnis suatu perusahaan merupakan keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Sedangkan pencapain kinerja keuangan merupakan targetkeuangan atau keuntungan yang diharapkan pada masa depan. Selain kinerja keuangan terdapat kinerja nonfinansial yang juga menjadi terget,sesuai dengan tujuan dan sasaran stratejik diperusahaan.

            Keberhasilan usaha dapat dilihat dari sisi kuantitatif dan sisi kualitatif. Dari sisi kuantitatif umumnya berkaitandengan keuangan atau fiansial seperti paten,reputasi, dan kecepatan pengembangan produk. Kedua kriteria keberhasilan usaha ini sering diperguanakan suatu perusahaan untuk mengetahui perkembangan keberhasilan usaha perusahaan tersebut.

            Kriteria keberhasilanusaha dari sisi keuangan atau finansial suatu perusahaan antaralain dapat berupa :

  1. Pertumbuhan penjualan (sales growth)
  2. Rasio keuntungan dengan modal (return on invested capital)
  3. Rasio keuntungan dengan ekuitas (return on equity)
  4. Rasio keuntungan dengan asset (return on assets)
  5. Rasio keuntungan dengan penjualan(return on sales)
  6. Penjualan per karyawan (sales employee)
  7. Perputaran persediaan (inventory turnover)
  8. Perputaran piutang (account receivable turnover)
  9. Rasio utang (debt ratio)
  10. Penghematan biaya (cost reduction)

Kriteria keberhasilan usaha dari sisi nonfinansial suatu perusahaan antara lain

  • kepuasaan pelanggan
  • Keluhan pelanggan
  • Retensi pelaggan
  • Pengembalian produk
  • Kualitas atau mutu  produk
  • Paten
  • Reputasi
  • Produk baru yang masuk pasar (new product released)
  • Kecepatan pengembangan produk
  • Employee turnover

Kedua kriteria penilaian kinerja stratejik dari keberhasilan usaha perusahaan seperti yang diutarakan diatas tidaklah semuanya selau digunakan oleh perusahaan. Faktor kriteria yang digunakan untuk menjadi target dalamtujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam keputusan stratejik perusahaan.

Keberhasilan usaha perusahaan dari waktuke waktu tentunya harus terus dinilai dan di evaluasi,terutamayang berkaitan dengan posisi perusahaan di pasar terutama posisi bersaingnya.posisi bersaingnya dalam rangka keberhasilan usaha perusahaan harus dapat ditingkatkan dan dipertahankan, sehingga menjadi keberhasilan yang berkelanjutan.

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/

Isu-isu Dalam Pemasaran Global

Isu-isu Dalam Pemasaran Global

Dalam ajang pemasaran global setidaknya ada empat isu sentral yang patut mendapatkan pusat perhatian serius dari pemasar, yaitu:

  1. Standarisasi Versus Adaptasi.

Isu staandarisasi versus adaptasi bukan hanya menyangkut aspek produk dan merk, namun juga unsur bauran pemasaran lainnya seperti distribusi, promosi, dan harga. Dalam konteks global branding keunggulan dan kelemahan melakukan standarisasi (mengguakan satu merk global) versus adaptasi (beberapa merk nasional berbeda).

  1. Sensitivitas Cultural.

Perbedaan budaya merupakan faktor yang paling sihnifikan sekaligus masalah paling pelik yang dihadapi perusahaan multinasional. Ketidakmampuan pemasar memahami dan mengapresiasi faktor ini kerap kali berujung pada kegagalan internasional.

  1. Nasionalisme.

Dalam pemasaran global kerap kali dijumpai adanya stereo typing tentang sikap terhadap produk buatan luar negeri. Banyak penelitian yang mengungkap bahwa evaluasi yang dilakukan konsumen atas suatu produk tertentu tidak hanya didasarkan pada daya tarik dan karateristik fisik produk saja, tetapi juga berdasarkan negara asalnya (country of origin). Maksudnya, segala pengaruh dari negara asal terhadap persepsi positif maupun negatif konsumen terhadap produk dan merek tertentu.

  1. Mode of Entry (strategi memasuki pasar luar negeri)

Secara garis besar alternatif strategi memasuki pasar negara lain meliputi: ekspor, kontraktual, wholly-owned subsidiaries, dan E-Marketing. Ekspor masih dapat di klasifikasikan lebih lanjut menjadi ekspor tidak langsung, ekspor bersama, dan ekspor langsung. Mode of entry kontraktual terdiri atas lisensi-waralaba, contrac manufacturig dan usaha patungan. Sedengkan wholly-owned subsidiaries meliputi akuisisi dan greenfield.

RECENT POSTS

PERBEDAAN SPDN DAN SPLN

PERBEDAAN SPDN DAN SPLN

  • WPDN dikenai pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh di Indonesia maupun dari luar Indonesia, WPLN dikenai pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia.

 

  • WPDN dikenai pajak berdasarkan tarif neto dengan tarif umum, WPLN dikenai pajak berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif sepadan.

 

  • WPDN wajib menyampaikan SPT PPh, WPLN tidak wajib menyampaikan SPT PPh karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final.



TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

 

Orang pribadi ata instansi yang tidak termask objek pajak menurut ketentuan UU PPh adalah:

 

  • Kantor perwakilan Negara asing

 

  • Pejabat-pejabat perwakilan diplomatic dan konsulat atau penjabat-penjabat yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bkan warga Negara Indonesia dan di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan diluar jabatan atau kerjaannya tersebut serta Negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik .

 

  • Organisasi-organisasi internasional dengan syarat :

 

  1. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebt

 

  1. Tidak menjalankan usaha atau kegiatan untuk memperoleh penghasilan dari indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran anggota.

 

  • Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional dengan syarat bukan WNI dan tidak menjalankan usaha, kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia.



Pengertian Pajak Internasional

 

Definisi Pajak Internasional dalam Undang-undang Pajak Penghasilan sampai detik ini belum ada. Bapak Sriadi Kepala Seksi Perjanjian Perpajakan Eropa, Kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak, memberanikan diri untuk mendefinisikan tentang pengertian Pajak Internasional berdasarkan uraian sebelumnya.

 

“Pajak Internasional adalah kesepakatan perpajakan yang berlaku di antara negara yang mempunyai Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan pelaksanaanya dilakukan dengan niat baik sesuai dengan Konvensi Wina (Pacta Sunt Servanda).”

 

Dengan demikian peraturan perpajakan yang berlaku di negara Indonesia terhadap badan atau orang asing menjadi tidak berlaku bilamana terdapat perjanjian bilateral (dua negara) tentang Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda dengan negara asal atau penduduk asing tersebut.

Sumber :

https://fgth.uk/

 

 

Pengertian Fi’il Ruba’i Mazid

Pengertian Fi’il Ruba’i Mazid

Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il mazidnya memuat huruf lebih dari empat huruf, dengan rincian yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.

Wazan fi’il ruba’i mazid ada 3 bab, yaitu:

  1. Wazan تَفَعْلَلَ ditambah ta’, seperti تَدَخْرَجَ (menjadi terguling), asalnya دَخْرَجَ (tergulingkan).
  2. Wazan اِفْعَنْلَلَ ditambah hamzah dan nun, seperti اِخْرَنْجَمَ (menjadi berkumpul), asalnya خَرْجَمَ (mengumpulkan/berdesakan).
  3. Wazan اِفْعَلَلَّ ditambah hamzah dan takrar lam fi’il yang kedua, seperti اِقْشَعَرَّ (sangat mengerut), asalnya قَشْعَرَ (mengerut).
  4. Fi’il Ruba’I Mazid Dengan Penambahan 1 Huruf
    Fi’il Ruba’i Mazid dengan penambahan 1 huruf hanya ada satu wazan, yaitu:  تَفَعْلُلاً – يَتَفَعْلَلُ – تَفَعْلَلَ
    dengan penambahan ta’ memiliki makna muthowa’ah atau ” hasil perbuatan”, contoh :
    Kata دَخْرَجَ bermakna “menggulingkan”, bila diubah menjadi تَدَخْرَجَ bermakna “terguling”.
  5. Fi’il Ruba’I Mazid Dengan Penambahan 2 Huruf
    Fi’il Ruba’i Mazid dengan penambahan 2 huruf ada dua wazan, yaitu:    افْعِنْلالاً – يَفْعَنْلِل – افْعَنْلَلَ
    اِفْعَلِلَّ  – يَفْعَلِلُّ  – اِفْعَلَلَّ
    Pertama : افْعِنْلالاً – يَفْعَنْلِل – افْعَنْلَلَ
    dengan penambahan hamzah dan nun memiliki makna muthowa’ah atau hasil perbuatan, contoh :
    Kata  خَرْجَمَ bermakna “mengumpulkan unta”, bila diubah menjadi اِخْرَنْجَمَ  bermakna “terkumpul” atau “berdesakan”.
    Kedua : افعللّ  – يفعللّ  – افعللّ
    dengan penambahan hamzah dan syaddah memiliki makna mubalaghoh atau “sangat”, contoh :
    Kata اِقْشَعَرَّ bermakna “berkerut”, bila diubah menjadi اقشعرّ bermakna “sangat berkerut”.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il madzinya memuat huruf lebih dari empat huruf, yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.
  3. Fi’il ruba’i mazid khumasi ialah kalimah yang fi’il madlinya terdiri dari lima huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang satu berupa huruf tambahan.
  4. Fi’il ruba’i mazid sudasi ialah kalimah yang fi’il madlinya memuat enam huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang dua berupa huruf tambahan.
  5. Saran

Sebagian besar penduduk di Indonesia adalah beragama islam, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat Indonesia mempelajari bahasa Arab dalam upaya untuk memperdalam pemahaman terhadap agamanya, karena mempelajari bahasa Arab tidak kalah pentingnya dengan bahasa-bahasa internasional lainnya, untuk itu demi upaya memajukan bahasa Arab serta memperdalam nilai-nilai keagamaan kita belajarlah bahasa Arab sedini mungkin