Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades
Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Akibat anaknya tidak diterima di SMPN 3 Ngamprah Kecamatan Ngamprah

Kabupaten Bandung Barat, 80 orang tua siswa warga Desa Cilame mendatangi kantor Desa, Senin (10/7).

Warga meminta rekomendasi dan jalan keluar dari kepala desa agar anak-anak mereka bisa bersekolah di SMP negeri pilihan mereka. Sebab, jika harus sekolah ke tempat lain warga menolak karena lokasinya jauh.

Adi Suyadi, salah seorang warga Permata RT05/05, Desa Cilame mengatakan, anaknya memilih sekolah ke SMPN 3 Ngamprah karena jaraknya yang dekat dengan rumah. Namun dia mendapatkan kabar jika sekolah itu sudah penuh, sehingga dia dan orang tua lainnya meminta kejelasan persoalan ini ke pihak desa.

“Anak saya Nadia Putri punya NEM 24, 50 dan ingin masuk sekolah itu

karena dekat. Tapi informasinya sudah penuh,” ucapnya, Senin (10/7).

Ketua Komite SMPN 3 Ngamprah Anas Barnas, mengatakan saat ini kuota murid di sekolah ini sudah penuh. Namun dirinya juga merasa prihatin dengan banyaknya warga sekitar sekolah yang tidak terakomodir. Untuk itu dirinya berharap ada kebijakan dari pihak sekolah agar yang tidak terakomodir ini bisa masuk.

“Mereka ini ingin masuk ke SMPN 3 Ngamprah karena kalau ke SPMN 4

Ngamprah jaraknya jauh karena beda desa,” tuturnya.

Kepala Desa Cilame Aas Mohamad Asor mengatakan akan menyampaikan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Bandung Barat.

“Persoalan ini terjadi karena jumlah ruangan kelas terbatas tapi peminat membludak,” tandasnya.

 

Baca Juga :

Anak Gembira, Keluarga dan Bangsa Bahagia

Anak Gembira, Keluarga dan Bangsa Bahagia

Anak Gembira, Keluarga dan Bangsa Bahagia
Anak Gembira, Keluarga dan Bangsa Bahagia

Anak-anak merupakan asset keluarga dan bangsa yang tidak ternilai harganya. Oleh karenanya, keberadaan mereka sudah semestinya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesempurna mungkin yang bisa dilakukan oleh orangtuanya juga negara.

Persiapan yang mesti dilakukan oleh orangtua, terutama ayah dan ibunya, tidak dimulai sejak mereka hidup bersama dalam bingkai rumah tangga, melainkan jauh hari sebelumnya. Sejak mereka didik dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin mendapatkan anak-anak yang cerdas dan shaleh bila kedua orangtuanya tidak pernah mendidik dirinya sendiri sebelumnya. Jika pun bisa, maka probabilitas nya terlalu minim. Dalam kata lain, sesungguhnya seorang anak terlahir dan besar bergantung pada pendidikan dan kondisi lingkungan yang diterapkan dalam keluarga, dan orangtuanya bertanggungjawab atasnya.

Demikian keterangan yang disampaikan Ahmad Arif Imamulhaq, salah

seorang pengurus Dewan Pendidikan Purwakarta menyikapi peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli.

Kang Arif yang juga pernah berkecimpung dalam dunia pendidikan anak ini menambahkan bahwa Negara, dalam hal ini pemerintah juga memiliki peranan utama dan penting dalam mempersiapkan generasi bangsa. Sistem pendidikan yang komprehensif, pembinaan anak-anak remaja dan pemuda, perlindungan anak maupun penataan infrastruktur yang ramah mestilah terintegrasi dengan baik sejalan dengan pembangunan mental spiritual masyarakat dan bangsa. Artinya pembangunan sarana prasarana yang dilakukan oleh pemerintah mesti paralel dengan upaya pembentukan perilaku masyarakatnya.

“Kita masih melihat sebagian orangtua masih abai terhadap anak anaknya.

Bila mereka berjalan, anak anaknya ada di samping jalan tidak terlindungi atau pada saat dibonceng kendaraan roda dua, anak anak duduk di depan sebagai tameng,” imbuh kang Arif.

“Saya masih menyaksikan beberapa toko mainan memiliki pelayan yang tidak ramah terhadap anak-anak. Mereka hanya berpikir menjual mainan sebanyak banyaknya tanpa memikirkan kondisi psikologis anak. Mereka lebih banyak memanfaatkan rengekan anak anak pada orangtuanya untuk mendapatkan mainan. Saya kira negara mesti hadir disini, memberikan pendampingan pada pemilik atau pelayan toko dan lebih jauhnya, menata lebih baik sarana prasarana yang mendukung penciptaan kota yang ramah anak,” timpal mantan aktivis HMI ini.

“Ke depan, mari kita wujudkan kota Purwakarta yang ramah terhadap anak

anak, remaja, orangtua maupun saudara-saudara kita yang disabilitas. Mari berbuat yang sederhana dulu, misalnya bila ada orang yang menyeberang, dahulukanlah. Jangan karena kita pakai kendaraan, mereka yang menyeberang harus mengalah. Yang menyeberang adalah manusia, hargailah manusia bukan kendaraan kita. Semewah apapun kendaraan kita, tetaplah tak lebih berharga dari manusia. Selamat hari anak Indonesia, semoga gembira dan bahagia selamanya,” pungkas Kang Arif yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada tersebut.

 

Sumber :

Mengetahui Definisi Bakteri Secara Lengkap

Paguyuban Pasundan Ajak Komunitas Sunda Ikut Jaga Keutuhan NKRI

Paguyuban Pasundan Ajak Komunitas Sunda Ikut Jaga Keutuhan NKRI

Paguyuban Pasundan Ajak Komunitas Sunda Ikut Jaga Keutuhan NKRI
Paguyuban Pasundan Ajak Komunitas Sunda Ikut Jaga Keutuhan NKRI

Milad ke-104 Paguyuban Pasundan mengajak seluruh komunitas urang

Sunda ikut menjaga keutuhan bangsa ditengah heterogenitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kami merasa bahwa akhir-akhir ini masalah kebangsaan terasa miris bagi saya, oleh karena itu kita punya tanggung jawab moril untuk mengembalikan kebersamaan diantara kita,” kata Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmuzi dalam acara milangkala Paguyuban Pasundan yang ke-104 di kantor Pengurus Besar Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatera Kota Bandung, Kamis (20/7).

Menurutnya Indonesia adalah negara besar dan heterogen, karenanya perlu

di manage dengan baik.

“Apabila tidak di manage dengan baik akan mengakibatkan musibah, tetapi kalau dimanage dengan baik akan melahirkan barokah dan maslahat bagi seluruh bangsa dan rakyat Indonesia,” tuturnya.

Dia menambahkan Paguyuban Pasundan punya tanggung jawab moral

menjaga keutuhan bangsa karena ikut merintis, melahirkan dan berjuang mendirikan negara Indonesia.

“Persatuan dan kesatuan bangsa mutlak kita rawat dan kita jaga,” tandasnya.

 

Sumber :

https://princehisham.com/mengetahui-tentang-pengertian-komunikasi/

Tugas Akhir Masih Jadi Momok Mahasiswa

Tugas Akhir Masih Jadi Momok Mahasiswa

Tugas Akhir Masih Jadi Momok Mahasiswa
Tugas Akhir Masih Jadi Momok Mahasiswa

Tugas akhir masih menjadi momok bagi sejumlah mahasiswa. Terutama

dalam penyusunan karya ilmiah oleh mahasiswa.

Makanya kami Risearch and Literasy Institute (RLI) punya inisiatif membantu lewat workshop cara cepat penggunaan Ms Word dalam karya tulis ilmiah,” ujar Direktur RLI Mulyawan SN, Rabu (29/5)

Pembelajaran tersebut sebagai bentuk pengembangan literasi di Sukabumi. Baik itu kota ataupun kabupaten.

“Kita selalu hadir dalam setiap pengembangan literasi,” ucapnya.

Pemateri Isra Yanuar Giu mengatakan, penulisan karya ilmiah merupakan

hal yang mudah. Terutama jika mengetahui trik penggunaan Ms Wordnya.

“Mereka bisa saja membuat karya ilmiah, tapi akan lama jika dengan cara biasa. Kalau mengetahui triknya, kita bisa lebih cepat. Dan di sini kita ajarkan triknya,” ungkpanya.

Oleh karena itu, proses workshop tersebut dilakukan secara detail mungkin.

Sehingga para mahasiswa yang berjumlah 50 orang bisa mengetahui dengan jelas.

“Para peserta dituntut untuk praktek langsung dalam menyusun karya Ilmiah secara simulasi,” pungkasnya. [

 

Baca Juga :

 

 

PPDB Sistem Zonasi Bagus Kalau Semua Kecamatan Ada Sekolah

PPDB Sistem Zonasi Bagus Kalau Semua Kecamatan Ada Sekolah

PPDB Sistem Zonasi Bagus Kalau Semua Kecamatan Ada Sekolah
PPDB Sistem Zonasi Bagus Kalau Semua Kecamatan Ada Sekolah

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi di Kota Sukabumi masih bisa dikatakan belum cocok. Hal itu terkecuali setiap kecamatan ada sekolah.

Kalau setiap kecamatan ada sekolah bagus. Namun program pemerintah

pusat wajib belajar 12 tahun harus dilaksanakan. Masyarakat jangan dibuat susah,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Gagan Rachman Suparman, Rabu (19/6).

Menurutnya, PPDB sistem zonasi ini menguntungkan bagi masyarakat yang dekat dengan sekolah negeri. Namun, menyulitkan bagi masyarakat yang tidak ada sekolah negeri di wilayahnya.

“Namun itu juga bukan dasar harus masuk sekolah negeri. Sebab, sekolah swasta juga ada yang bagus,” ucapnya.

Akan tetapi, semua pilihan terdapat di masyarakat itu sendiri. Terutama dalam memasukan anaknya untuk sekolah di negeri ataupun swasta. “Contoh Warudoyong tidak ada sekolah negeri. Tapi ada sekolah swasta. Tinggal dikembalikan kepada masyarakat mau masuk ke swasta atau negeri,” ungkapnya.

Selama ini, sekolah negeri banyak terpusat di Kecamatan Cikole. Makanya

beberapa kecamatan yang tidak ada sekolah negeri bisa meloncat ke sekolah lain. “Masyakarat yang tidak ada sekolah negeri bisa meloncat namun tetap harus mengikurti mekanisme yang ada

Namun di sisi lain, sistem zonasi ini menguntungkan bagi masyarakat Kota Sukabumi. Apabila berkaca dari hasil SKHUN, sekolah negeri di Kota Sukabumi kemungkinan banyak diisi warga Kabupaten Sukabumi.

“Dengan sistem zonasi ini kecil kemungkinan warga Kabupaten Sukabumi

masuk sekolah negeri di Kota Sukabumi. Kecuali lewat jalur prestasi. Itupun jumlahnya sekitar 5-10 orang,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/

Sistem Zonasi Dan Upaya Pemerataan Pendidikan

Sistem Zonasi Dan Upaya Pemerataan Pendidikan

Sistem Zonasi Dan Upaya Pemerataan Pendidikan
Sistem Zonasi Dan Upaya Pemerataan Pendidikan

Pemerataan pendidikan merupakan pekerjaan rumah bagi seluruh stakeholder pendidikan dan masyarakat. Pun demikian di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Bagi stakeholder pendidikan, yang di dalamnya ada pemerintah dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membuat kebijakan dan mensosialisasikan kebijakannya kepada masyarakat.

“Dalam hal pemerataan pendidikan, saat ini sudah ada langkah pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 terkait penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi yang lebih besar,” ujar Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Purwakarta, Agus Marzuki, Sabtu (15/6).

Dalam agenda rapat bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Purwakarta, Asep Mulyana beserta jajaran pengurus Wandik di SMAN 1 Cibatu, dimana sebelumnya rapat bersama Dinas Pendidikan Purwakarta. Dewan Pendidikan juga mendukung kebijakan zonasi dalam upaya pemerataan pendidikan.

“Kami sangat mendukung kebijakan zonasi ini sebagai bagian dari upaya

pemerintah dalam memajukan pendidikan dengan cara pemerataan kualitas mutu pendidikan di setiap sekolah di seluruh daerah. Sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit, semua sama,” ujarnya.

Agus Marzuki berharap upaya pemerintah ini didukung oleh masyarakat dan seluruh stakeholder.

“Wandik berharap masyarakat dan seluruh stakeholder mendukung

kebijakan ini. Dan kebijakan ini juga harus dilanjutkan dengan upaya pemerataan guru di setiap sekolah, peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dan kependidikannya serta sarana prasarana pendidikannya yang layak dan memadai,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Purwakarta mengapresiasi langkah pro aktif Wandik tersebut.

“Kami berterimakasih atas langkah Wandik yang pro aktif dalam menyikapi

dunia pendidikan di Purwakarta, khususnya terkait PPDB dan kebijakan pemerataan pendidikan. Ini tanggungjawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat juga swasta sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang. Kami telah diskusikan berbagai permasalahan pendidikan bersama Wandik, termasuk soal daya tampung dan lain sebagainya. Kami dukung sepenuhnya peranan Wandik dalam mendukung kemajuan pendidikan,” demikian Asep Mulyana.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/contoh-soal-teks-ulasan-kelas-8/

Proses Terbentuknya Integrasi

Proses Terbentuknya Integrasi

Proses integrasi tidak dapat berlangsung begitu saja. Integrasi merupakan proses panjang dalam selagi lama. Terjadinya, proses integrasi suatu bangsa perlu dilandasi suatu cita-cita atau tujuan yang sama. Dalam konteks bangsa Indonesia, integrasi perlu berlangsung secara alamiah. Maksudnya, integrasi perlu berlangsung sesuai keanekaragaman budaya bangsa dan perlu lepas dari hegemoni dan donimasi peran politik etnik tertentu. Proses integrasi dilaksanakan melalui fase sosial dan politik. Ogburn dan Nimkof berpendapat bahwa integrasi melalui sebuah proses layaknya bagan berikut;

Proses-proses itu dapat terhitung berfungsi untuk meredakan dan mengendalikan konflik.

1. Akomondasi
Akomondasi adalah suatu proses ke arah tercapainya kesepakatan selagi yang dapat diterima oleh pihak yang terlibat konflik. Akomondasi berlangsung pada orang-orang atau grup yang mau tidak mau perlu bekerja sama meskipun dalam sebenarnya mereka berbeda paham. Tanpa akomondasi dan kesediaan akomondasi, pihak yang terlibat konflik tidak bakal bisa saja bekerja sama untuk selama-lamanya. Jadi, bersama adanya akomondasi integrasi dapat terwujud.

2. Kerja sama
Kerja sama merupakan perwujudan minat dan perhatian orang untuk bekerja berbarengan dalam suatu kesepahaman. Kerja sama dapat dijumpai dalam masyarakat manapun, baik pada grup kecil maupun besar.

3. Koordinasi
Koordinasi adalah kerja sama yang dilaksanakan oleh pihak-pihak yang terlibat konflik yakni pihak yang menang pada pihak yang kalah. Misalnya, selagi penentuan ketua partai politik. Dalam penentuan itu, ada dua orang calon ketua. Setelah dilaksanakan pemungutan suara diperoleh satu calon ketua. Pemenang mengajak pihak yang kalah untuk bekerja sama demi keutuhan dan integrasi partai yang berkaitan.

4. Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya usaha kurangi perbedaan yang terkandung pada orang per orang atau kelompok. Proses asimilasi ditandai bersama pengembangan sikap-sikap yang sama bersama tujuan menggapai kesatuan atau paling sedikit menggapai integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Demikianlah ulasan tentang “Proses Terbentuknya Integrasi”, yang pada peluang ini dapat kami bahas bersama singkat. Semoga ulasan berikut berfungsi bagi yang membacanya…

Baca Juga :

Mewujudkan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pancasila

Mewujudkan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pancasila

Sebagai pedoman dan basic Negara Indonesia, Pancasila perlu dijadikan pedoman di dalam beragam kesibukan dan di dalam tiap-tiap pengambilan keputusan. Setiap tindakan bangsa Indonesia perlu selamanya berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang mencerminkan kepribadi bangsa. Sebagai nilai, Pancasila berisi suatu kekuatan tarik bagi manusia untuk diwujudkan, mempunyai kandungan suatu keharusan untuk dilaksanakan. Nilai merupakan cita-cita yang menjadi stimulan bagi segala sikap, tingkah laku, dan segala manusia yang mendukungnya. Oleh dikarenakan itu, sikap pluralisme terhadap bangsa sangat dibutuhkan dikarenakan tanpa ada sikap itu, maka penduduk cuma mementingkan dirinya sendiri saja lantas nampak sikap egois dan berkurangnya sikap toleransi dan juga sikap saling menghormati antar sesama, kendati itu di dalam lingkungan keluarga sendiri.

Setelah kamu dapat memahami nilai-nilai Pancasila, sebagai yang perlu diwujudkan dan juga pedoman untuk melaksanakannya, kami perlu menata dan menyusun dan juga mengatur proses kehidupan bangsa Indonesia bagi terwujudnya nilai-nilai Pancasila. Misalnya di dalam mengusahakan persatuan bangsa Indonesia, kami perlu menyusun dan mengatur pertalian antar warga negara yang terdiri dari beragam ragam suku, golongan, agama dan budaya. Demikian pula bagaimana mengatur kehidupan beragam sehingga kebebasan kehidupan beragama dapat terjamin. Seperti halnya semboyan Negara kami yakni “Bhineka Tunggal Ika”, kendati berbeda tapi selamanya satu jua. Dengan ada perbedaan itu nampak suatu rancangan baru yang terhadap pada akhirnya terbentuklah rasa nasionalisme dan rasa patriotisme terhadap tanah air Indonesia. Usaha-usaha ekstern, yang diharapkan bagi pelaksanaan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan dengan bangsa Indonesia, misalnya udah dipahami dan juga terlihat miliki nilai bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai itu dapat memberi kekuatan tarik bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkannya.

Namun nilai-nilai Pancasila tampaknya masih sangat umum dan abstrak untuk di tangkap oleh bangsa Indonesia terhadap umumnya, maka masih perlu dijabarkan sehingga mudah dipahami dan terlihat miliki nilai bagi bangsa Indonesia. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Demikianlah ulasan mengenai “Mewujudkan Nilai-Nilai Pluralisme Berdasarkan Pancasila”, yang terhadap kesempatan ini dapat dibahas dengan singkat. Semoga berguna bagi yang membaca…

Baca Juga :

Intergrasi Nasional Bangsa Indonesia diamati dari Sejarah

Intergrasi Nasional Bangsa Indonesia diamati dari Sejarah

Upaya Integrasi nasional bangsa Indonesia terkecuali diamati dari sejarahnya sudah lama dilakukan, yakni mulai zaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit. Kedua kerajaan itu, mengupayakan mempersatukan seluruh lokasi kekuasaan di bawah naungan kerajaan itu. Proses integrasi konsisten berlangsung hingga dengan berkembangnya kekuasaan Islam di Indonesia. Terjalinya pertalian komunikasi antar-daerah di Indonesia berdampak pada terjadinya integrasi di segala bidang kehidupan antar-berbagai suku di Indonesia. Proses integrasi yang berlangsung pada abad ke-16 hingga dengan abad ke-19 berfungsi besar dalam pertumbuhan bangsa Indonesia sekarang ini.

Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang mengalami sistem panjang dalam laksanakan integrasi nasional. Integrasi nasional bangsa Indonesia konsisten menerus diuji. Telah banyak upaya yang diuji untuuk menghindar integrasi bangsa Indonesia sejak sebelum akan kemerdekaan, sehabis kemerdekaan, orde baru, dan orde reformasi. Mulai PRRI, DI/TII, Permesta, GAM, OPM, hingga dengan pada lepasnya Timor-Timur, Sipandan, dan Ligitan dari negara kesatuan Republik Indonesia. Melalui sistem integrasi itulah bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku dapat disatukan ke dalam NKRI.

Meskipun terdiri atas beraneka bhs area dan berada di beraneka pulau, Negara Indonesia sudah dapat disatukan oleh bhs Indonesia. Perbedaan yang tersedia dalam diri bangsa Indonesia dapat dinetralisasi dengan toleransi, saling menghormati, dan tenggang rasa. Proses integrasi bangsa Indonesia juga dipermudah dengan adanya perkawinan campuran antarsuku bangsa. Hal berikut disebabkan oleh makin berkembangnya komunikasi dan transportasi. Suatu integrasi nasional tercapai andaikata unsur-unsur yang berlainan dalam masyarakat secara nasional sudah jadi pola kehidupan yang cocok bakal terwujud suatu bentuk konsistensi dalam bidang-bidang kehidupan di masyarakat.

Demikianlah ulasan tentang “Intergrasi Nasional Bangsa Indonesia diamati dari Sejarah”, yang pada kesempatan ini dapat dibahas dengan lancar. Semoga berfungsi bagi yang membaca…

Baca Juga :

Jangan Pernah Menyerah

Jangan Pernah Menyerah

Jangan Pernah Menyerah
Jangan Pernah Menyerah

Terkisahlah dua ekor anjing scottie muda

yang bersahabat, Buster dan Molfy. Kemana pun mereka pergi selalu bersama dan ada saja petualangan yang mereka lalui setiap harinya. Namun meskipun begitu, kedua sahabat itu sangatlah bertolak belakang kepribadiannya. Buster adalah sosok anjing yang penuh dengan semangat dan selalu berani menghadapi rintangan apapun, sementara sahabatnya Molfy sedikit lebih pendiam dan selalu ragu dalam bertindak.

Suatu hari di Kota Binatang diadakanlah

perlombaan adu bakat untuk para anjing-anjing. Dan pemenangnya selain akan dikukuhkan sebagai anjing terbaik di kota akan pula dihadiahkan stok tulang selama setahun. Seluruh anjing penghuni kota menjadi tergiur untuk ikut ambil serta dalam perlombaan tersebut, tak terkecuali Buster muda.

Buster pun mengajak sahabatnya

Molfy, untuk ikut perlombaan. Namun belum saja mereka mendaftar, Molfy telah merasa gentar terlebih dahulu setelah mengetahui ternyata anjing-anjing yang akan menjadi lawan mereka bukanlah sekedar anjing geladak biasa, melainkan anjing-anjing juara yang lebih memiliki banyak pengalaman, bahkan konon berita yang mereka dapatkan beberapa anjing ras collie dan rottweiller juga akan ikut ambil bagian. Tak urung nyali Molfy semakin ciut, dalam pikirannya bagaimana mungkin anjing kecil seperti dirinya bisa menang melawan para raksasa-raksasa anjing tersebut, bisa-bisa nanti justru dirinya jadi bulan-bulanan anjing-anjing tersebut.

Sementara sahabatnya, Buster

yang tak pernah mengenal kata menyerah tentunya tetap mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut. Buster masih mencoba untuk membujuk Molfy, diberitahunya pada Molfy bahwa tak ada salahnya mereka mencoba, urusan menang atau kalah itu hal belakangan. Tapi Molfy tetap kukuh pada pendiriannya.
Tak terasa waktu perlombaan itu pun akhirnya tiba. Rupanya banyak juga peserta yang turut berlomba.
Perlombaan dibagi dalam tiga babak. Babak ‘Uji Nyali’, babak ‘Ketangkasan’, dan babak ‘Kecepatan’.
Babak pertama pun dimulai, para peserta diharuskan untuk mengambil masing-masing 3 buah tulang emas yang dipersiapkan panitia dan ditaruh di tempat-tempat yang cukup berbahaya. Satu tulang ditaruh di bebatuan yang berada di tengah-tengah sungai di dekat air terjun, tentu hal yang sangat sulit dilakukan mengingat arus sungai yang sangat deras. Tulang yang kedua diletakkan di puncak sebuah bukit namun untuk mendapatkannya para peserta mesti melewati jalanan di lereng yang terjal, sedikit saja mereka salah melangkah maka jurang telah menanti mereka jauh di bawah. Sementara tulang yang terakhir berada di dalam sebuah gua yang katanya ada begitu banyak ular berbisa yang menempati tempat tersebut.
Beberapa anjing-anjing collie dan rottweiller dengan cukup mudah melewati rintangan-rintangan itu. Walau begitu beberapa ada yang gagal dan terhanyut di sungai atau menderita luka-luka karena terjatuh di jurang sementara ada pula yang karena tak berani menghadapi ular berbisa akhirnya menolak memasuki gua yang gelap itu.
Sementara Buster sendiri pun cukup kepayahan melewati babak pertama ini. Ia sempat terseret arus walau akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan buru-buru melompat ke atas sebuah batu. Namun sayangnya Buster hanya berhasil membawa dua buah tulang emas. Sementara tulang yang ketiga tak berhasil di dapatnya karena ketika hendak mengambil tulang tersebut tiba-tiba seekor ular jenis python membelit tubuhnya, dia hampir saja menjadi santapan ular tersebut kalau saja dia dengan cukup cerdik berhasil meloloskan diri.
Namun meskipun begitu, Buster tetap lolos untuk maju dalam babak selanjutnya. Pada babak kedua, babak ‘Ketangkasan’, Buster yang memang cukup cerdas berhasil memperoleh skor tertinggi dan melangkah dengan mudah menuju babak terakhir.
Sahabatnya Molfy terus setia menyaksikan perlombaan dan mendukung Buster. Walau Ia merasa ngeri saat menyaksikan perlombaan pada babak pertama, namun terbersit sedikit rasa sesal di hatinya karena tak ikut mendaftarkan diri. Ditatapnya Buster yang tersenyum karena berhasil mengalahkan para anjing-anjing raksasa tersebut di babak kedua. ‘Bisa saja akulah yang berdiri disana dengan senyum menghiasi wajah’ lirihnya.
Setelah peserta yang tersisa diberi waktu 30 menit untuk istirahat, akhirnya tibalah babak terakhir, babak penentuan.
Seluruh peserta yang kini hanya tersisa lima ekor terdiri dari Buster, Sebas (seekor anjing Collie), Ruffy dan Rockie yang merupakan anjing ras Rottweiller dan satu lagi Spotty (anjing jenis Dalmatian), akan melakukan perlombaan lari melintasi lapangan rumput disisi luar kota dan kemudian mereka akan melewati sebuah bukit kecil lalu kembali melintasi sungai menuju hutan untuk kembali ke kota.
Dan siapapun yang tiba terlebih dahulu dialah yang akan keluar menjadi pemenang dan berhak untuk mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Peluit dibunyikan dan peserta mulai berlari sekencang yang mereka bisa. Dengan mudah Rockie, anjing yang memang sudah terkenal dengan segala kelebihannya, berhasil mengungguli peserta lainnya. Perlombaan berlangsung cukup seru, keempat anjing raksasa Sebas, Ruffy, Rockie dan Spottie saling bersaing merebut posisi pertama. Sementara Buster sendiri, cukup kesulitan mengejar empat anjing lainnya. Ia sudah mengerahkan segala tenaganya untuk mengejar, namun sepertinya mereka semua memang bukan tandingan Buster.
Dan akhirnya seperti yang telah diperkirakan para penduduk Kota Binatang, Rockie-lah yang akhirnya berhasil memenangkan pertandingan.
Buster yang finish di urutan terakhir, sesaat merasa begitu kecewa saat melihat Rockie yang naik ke atas podium.
“Aksi yang kamu tunjukkan dalam perlombaan ini sangatlah menarik anjing muda, aku sangat menikmatinya.” ujar seekor anjing tua. Dan Buster pun tersenyum bangga melupakan rasa kecewa terhadap kekalahannya.

Baca Juga :