Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi

Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi

Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke Sulawesi
Pertamina Kirimkan Bantuan Mobil Tangki ke SulawesiBaca Juga :

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III mengirimkan sejumlah bantuan sarana distribusi BBM dan avtur ke Sulawesi untuk membantu penyaluran BBM ke masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri dari 12 mobil tangki BBM, 1 mobil tangki avtur dan

26 orang awak mobil tangki. Semuanya dilepas pada Selasa (2/10) di TBBM Plumpang, Jakarta dan akan dikirim dengan menggunakan kapal.

Pelepasan tersebut dilakukan oleh GM Marketing Operation Region III Erry Widiastono dan Direktur Operasi Patra Niaga Made Adi Putra.

Erry menyampaikan, mobil tangki yang diberangkatkan ini berasal dari beberapa Terminal BBM yang ada di wilayah MOR III yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

“Jadi ada yang dari TBBM di Ujung Berung, Padalarang, Balongan hingga

Tasik. Mobil tangki ini akan dikirim ke Makassar dan Pare-Pare menggantikan mobil tangki disana yang sudah dikirim membantu Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Selain Mobil Tangki dan AMT yang diberangkatkan hari ini, sebelumnya MOR III juga telah mengirimkan 4 unit mobil tangki kapasitas 5KL pada Senin (1/10) tujuan Palu.

Tak hanya itu, pada Minggu (30/9) Pertamina MOR III juga telah

mengirimkan beberapa perlengkapan distribusi yaitu 22 dus pompa engkol, 2 box nozzle dan 20 pcs selang BBM.

“Dengan adanya bantuan ini maka penyaluran BBM di Sulawesi akan semakin lancar. Karena tim Pertamina yang sudah berada di sana telah mengupayakan maksimal untuk penyaluran BBM ke masyarakat,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Kelabakan Guru Honorer Mogok

Kelabakan Guru Honorer Mogok

Kelabakan Guru Honorer Mogok
Kelabakan Guru Honorer Mogok

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung berharap wacana mogok mengajar dan bekerja para guru honorer kategori 2 tidak terjadi. Sebab, jika para guru honorer ikut mogok massal maka proses belajar mengajar di kelas terhenti.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung, H. Juhana meminta para guru di Kabupaten Bandung tidak perlu mengikuti mogok mengajar secara massal. Dia meminta agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali agar status mereka bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dia berharap, apabila tidak ada peluang guru honorer bisa menjadi PNS maka pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada guru honorer. Mereka sudah banyak yang lama mengabdi di sekolah.

“Dengan banyaknya tenaga honorer yang masa kerjanya sudah lama, wajar kalau mereka berharap diangkat secara otomatis tanpa ada persyarakat. Apalagi dibatasi usia,” jelas Juhana kepada wartawan kemarin. (5/9).

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu beredar surat Front Pembela Honorer Indonesia memberitahukan kepada seluruh guru honorer agar mogok mengajar secara massal. Sejak 15 Oktober hingga 31 Oktober mendatang atau kurang lebih 14 hari kerja.

Saat dikonfirmasi, Ketua Forum Guru Honorer Sekolah (FGHS) Kabupaten

Bandung, Toto Ruhiat mengungkapkan pihaknya mendengar seruan mogok massal mengajar tersebut. Namun, pihaknya mungkin belum mengikuti seruan tersebut sebab di forum terdapat banyak afiliasi.

“Iya benar, ada seruan mogok massal. Kita mungkin belum mengikuti mogok akan lebih ke pendekatan dialog karena ada berbagai afiliasi,” jelasnya

Dirinya bersama ribuan honorer di kabupaten Bandung berharap

pemerintah melalui Menpan RB bisa mengevaluasi dan mempertimbangkan terkait aturan formasi CPNS khususnya bagi tenaga honorer K2.

Lebih lanjut Toto meminta agar Bupati Bandung, Dadang M Naser mengeluarkan surat keputusan yang memudahkan guru honorer bisa mendapatkan dana sertifikasi.

Saat ini, para guru honorer hanya memperoleh surat penugasan yang

ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk penyaluran dana bos dan NUPTK.

“Guru honorer banyak yang sudah PPG dan untuk mendapatkan (dana) sertifikasi maka harus ada SK dari kepala daerah,” jelasnya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi
Sertifikasi Dapat Tingkatkan Kompetensi

Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sosialisasikan program sertifikasi siswa SMK di Jawa Barat di Gedung PPSDM Aparatur, Jalan Cisitu Lama, Kota Bandung, kemarin (9/10).

Kegiatan ini disosialisasikan langsung oleh Kepala PPSDM KEBTKE, Umi Asngadah dan dihadiri oleh Staf Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat serta Kepala Sekolah SMK yang memiliki jurusan kelistrikan di Jawa Barat.

Umi mengutarakan, program sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan

kompetensi siswa SMK, khususnya jurusan ketenagalistrikan. ”Ini akan sangat baik untuk peserta didik. Jadi ketika lulus, tidak hanya bermodalkan ijazah (untuk mencari kerja), namun juga sudah memegang sertifikat tanda lulus uji kompetensi di ESDM di bidang ketenagalistrikan,” tutur Umi.

Awalnya, masih menurut Umi, lahirnya program ini dikhususkan untuk peserta didik dari sekolah 3T (terdepan, terluar dan terdalam). Namun, atas perintah pemerintah pusat, program sertifikasi ini mulai dianjurkan untuk sekolah umum dengan maksud untuk menciptakan siswa SMK yang siap kerja dan memiliki kompetensi tinggi.

Kepala Subbidang Evaluasi PPSDM KEBTKE, Ahmad Nasarudin

menjelaskan, program sertifikasi ini tak lepas dari program pemerintah yang sedang gencar melakukan pembangunan peningkatan batuan energi. ”Akan ada peluang kerja yang besar di bidang ketenagalistrikan dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh SMK,” ucapnya.

Ahmad juga mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, salah satu syarat yang harus dimiliki setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi.

Kepala SMKN 6 Bandung, R.M Lukman menyambut baik program kerja

sama tersebut. Menurutnya, sertifikasi bagi peserta didik di era sekarang menjadi keniscayaan guna kebutuhan di dunia kerja. “Kami menyambut baik kerja sama ini, karena ini akan berguna bagi peserta didik kita saat masuk ke dunia kerja,” ujarnya

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan
Pembinaan Juara 1 LKS SMK 2018 Dilakukan Selama Enam Bulan

Pada siswa juara satu Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat akan mendapatkan pembinaan untuk menghadapi LKS SMK tingkat Nasional pada Juli 2019 mendatang.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK), Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R Mulyadin mengatakan, pembinaan dilaksanakan selama enam bulan. Pembinaan tahun ini lebih panjang waktunya dibandingkan tahun sebelumnya.

Dodin menjelaskan, tahun sebelumnya siswa hanya memiliki waktu satu

bulan untuk persiapan. Tahun ini waktu pembinaan lebih panjang dengan tujuan memaksimalkan kemampuan siswa dalam menghadapi LKS tingkat Nasional. Pembinaan tidak hanya dari sekolah, akan tetapi sekolah bekerjasama dengan mitra industri secara langsung.

”Tahun kemarin ada 53 kompetisi keahlian, tahun ini hanya ada 26 kompetensi keahlian dengan online dua yang diperlombakan. Kita lebih fokus. Jadi Insya Allah dengan kesempatan ini Jawa Barat bisa melakukan persiapan yang maksimal dengan pembinaan baik di sekolah, di Industri, tujuannya agar tingkat kemampuan mereka juga jadi lebih baik,” ujar Dodin saat ditemui Selasa, 23 Oktober 2018.

Pembinaan akan dilakukan secara sistematis dan bekerjasama dengan

mitra industri. Dodin berharap, praktik pembinaan LKS tidak hanya dilakukan di sekolah, akan tetapi langsung di industri. Menurut Dodin, hal tersebut akan membuat kemampuan siswa lebih terarah. Selain itu, fokus pembinaan harus disesuaikan dengan nasional.

”Yang paling penting lagi, tadi kita ngobrol dengan industri, nanti yang dipelajari harus diselaraskan dengan yang di nasional. Misalnya, kita latihan mesin tipe A, begitu di nasional diganti, jadi mereka canggung lagi, harus belajar lagi padahal waktu sudah mepet. Untuk sekarang harus sejalan dengan nasional,” ujar Dodin.

Dodin mengatakan, untuk permulaan, sekolah yang menjadi juara pertama

akan diundang bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Industri. Rapat dilakukan agar ada kebersamaan berbagai pihak untuk membina siswa

 

Baca Juga :

Kembangkan Seni Karawitan

Kembangkan Seni Karawitan

Kembangkan Seni Karawitan
Kembangkan Seni Karawitan

Menanamkan budaya dan seni daerah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pengadilan mewajibkan siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler seni karawitan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa menguasai seni tradisional dan mendulang prestasi di bidang tersebut.

Kepala SDN 2 Pengadilan Yeni Wiarni SPd mengatakan seni karawitan di

SDN 2 Pengadilan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa dari kelas III dan VI.

”Selain Pramuka, kami juga mewajibkan ekstrakurikuler karawitan,” kata Yeni.

Lanjutnya, ekstrakurikuler tersebut digelar seminggu sekali yakni pada hari Senin setelah pulang sekolah. “Biasanya latihannya dilaksanakan selama dua jam pelajaran,” tutur dia.

Yeni menjelaskan, ekstrakurikuler seni karawitan ini bertujuan untuk

menanamkan jiwa seni, khususnya kesenian Sunda yang saat ini sudah mulai terkikis di kalangan anak muda. “Target utamanya memang prestasi, yakni mempersiapkan mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N),” jelasnya.

Tambah dia, berkat latihan yang intensif, SDN 2 Pengadilan menjadi juara tingkat kecamatan pada lomba kesenian tradisional. Makanya SDN 2 Pengadilan menargetkan menjadi juara pertama di tingkat Kota Tasikmalaya. “Mudah-mudahan dengan latihan rutin, SDN 2 Pengadilan menjadi perwakilan Kota Tasikmalaya pada lomba kesenian tradisional untuk tingkat Provinsi Jawa Barat,” papar Yeni.

Untuk persiapan lomba, sambungnya, biasanya dipilih siswa yang memang

berprestasi dan memiliki bakat dalam seni karawitan ini. Selanjutnya diberikan pembinaan secara intensif.

Yeni berharap, melalui ekstrakurikuler karawitan tersebut, bisa menanamkan jiwa seni dan terus memperkenalkan kesenian tradisional khas Sunda. “Mudah-mudahan siswa menguasai bidang kesenian, juga menjadi prestasi,” harapnya

 

Sumber :

https://s.id/6HWry

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar
Kepsek Swasta Geruduk Disdik Jabar

Puluhan kepala sekolah menengah tingkat atas yang tergabung dalam Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (30/10). Mereka meminta anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) semester 2 dicairkan tepat pada waktunya.

Ketua FKSS Jawa Barat Usman menegaskan, pihaknya mempertanyakan tindak lanjut BPMU yang sudah jelas dianggarkan per siswa per tahun. Sesuai dengan pedoman dana bantuan tersebut, untuk anggaran sekolah di kabupaten nilainya Rp 500 ribu, dan untuk kota Rp 700 ribu. Pencairan diberikan per semester.

”Anggaran pertama pada Juni sudah cair. Dan anggaran kedua yang ditunggu-tunggu seharusnya sudah cair. Tapi ada informasi tidak akan cair,” tegasnya.

Pihaknya menggeruduk Disdik Jabar karena mendapat kabar anggaran BPMU tahun anggaran kedua tidak akan cair. ”Maka dari itu kita datang ke sini ramai-ramai. Dan betul. Hasil dari audensi ternyata anggaran kedua tidak akan cair,” katanya.

Pihaknya sudah mendapat jawaban dari Dinas Pendidikan Jabar yang

diwakili Sekretaris Disdik Jabar Firman. Dalam rapat Firman menyebutjan, anggaran dinas tidak cukup. Disdik mengupayakan akan dibayar pada tahun anggaran ke depan. Jika saja tetap tidak cair, pihaknya justru mempertanyakan kebijakan pemerintah terhadap dunia pendidikan. ”Tidak elok kalau tidak cair,” ucapnya.

H.A. Sobandi Ketua FKSS Kota Bandung meminta hak sekolah yang sudah dianggarkan pihak pemerintah. Jika kenyataannya tidak bisa dicairkan, pihaknya justru mempertanyakan di kemanakan dana yang sudah dianggarkan tersebut.

”Semua sekolah swasta se Jawa Barat belum nerima pencairan. Padahal sudah dianggarkan. Kemana uangnya,” tanyanya.

Ketua FKSS Kabupaten Bandung Agus Muhtar menyesalkan kondisi

keuangan Disdik Jabar. Masalahnya, pihaknya sudah menganggarkan dalam RKAS. Kenyataannya, hanya dianggarkan Rp 24 ribu dari jumlah anggaran semula Rp 500 ribu per siswa per tahun.

”Uang Rp 24 ribu tidak cukup untuk apa-apa. Jika seperti ini bagaimana kelangsungan hidup SMA swasta di Kabupaten Bandung,” katanya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Bogor dan Kota Depok Ade Sukmara

menambahkan, sekolah yang sudah menganggarkan dana BPMU dalam RKAS tidak main-main. Artinya, sudah dicantumkan sesuai aturan sekolah. Jika lantas tidak cair, bagaimana pertanggungjawaban kepala sekolah kepada guru, murid, dan orang tua.

 

Sumber :

http://www.nikehuarache.me.uk/basketball-basics-the-rules-concepts-definitions/

Waktu yang Pas Berkata ‘Tidak’ Dalam Pekerjaan

Waktu yang Pas Berkata ‘Tidak’ Dalam Pekerjaan

“It’s only by saying ‘NO’ that you can concentrate on the things that are really important.” – Steve Jobs. Berdasarkan keterangan dari pendiri Apple inc. itu, keberanian berbicara ‘tidak’ dapat membantu seseorang guna lebih konsentrasi dan menyerahkan hasil terbaik di distrik kerjanya. Apakah itu berbicara ‘tidak’ untuk sesama kolega, atasan, atau seorang manajer untuk stafnya.

Pertanyaannya, dalam situasi seperti apa seorang karyawan bisa berbicara ‘tidak’ guna tantangan kegiatan yang datang? Apakah itu berbicara ‘tidak’ untuk atasan, sesama kolega, atau untuk bawahan. Seperti apa etika dan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan? Simak pembahasan dan tip dari founder Daya Lima Family, suatu jasa konsultan yang bergerak dalam bidang people strategist, Rozan Anwar.

Di lingkungan kerja berlaku sistem prioritas. Tiap orang mempunyai to-do list masing-masing, mulai dari CEO, manajer, staf, sampai office boy. Namun, perlu dikenang juga bahwa dalam dunia karier, seorang profesional tidak bicara soal beban kerja, namun tanggung jawab kerja.

Tak jarang, di tengah perjalanan merampungkan pekerjaan, anda mendapat tugas tambahan. Hal-hal laksana ini sering kali tidak terhindarkan. Namun, bukan berarti kita hanya dapat menganggukkan kepala, walau pada prakteknya keputusan ini bakal berkonsekuensi buruk pada kualitas kerja dan performa Anda.

“Sebelumnya, yang mesti ditekankan ialah bukannya anda menolak. Namun, kita menyuruh rekan, atasan, atau bawahan anda untuk beranggapan ulang bareng mencari solusinya. Bahwa andai pekerjaan ekstra ini memang mesti dikerjakan, dengan beban kerja yang sudah ada, maka bakal ada konsekuensi yang mesti ditanggung bersama,” jelas lelaki yang sudah 25 tahun menjadi pengajar di bidang SDM di sekian banyak universitas, tergolong Universitas Indonesia, ini.

Menurutnya, urusan ini sebetulnya tidak bakal menimbulkan tidak sedikit masalah andai organisasi atau institusi kerja itu mempunyai sistem manajemen kinerja yang diturunkan dalam key performance indicator (KPI). Jika telah jelas target yang mesti dijangkau dalam periode tertentu, contohnya mingguan, bulanan, atau tahunan, maka kita dapat mengacu pada sistem ini.

Pendekatan dengan mengacu pada KPI ini, jelas Rozan, memungkinkan kedua belah pihak guna memahami situasi dan target kerja. Sebab, andai memang tugas ekstra ini mempunyai sifat urgent dan mesti dikerjakan, maka kedua belah pihak sudah sepakat dengan konsekuensi yang bakal dihadapi. Apakah tersebut penyusunan ulang prioritas kerja, peningkatan tenggat, atau peningkatan SDM.

“Dengan demikian, setting kondisinya bukan guna gagal, tapi mengejar solusi untuk kebajikan bersama. Sebab, kesepakatan yang lantas terjadi tetap mengacu pada persetujuan bareng dalam manajemen kinerja atau KPI,” tegas Rozan.

Baca Juga :

Cara Quality Time dengan Anak Untuk Orang Tua Super Sibuk

Cara Quality Time dengan Anak Untuk Orang Tua Super Sibuk

Menjadi orang tua yang bekerja mesti pintar-pintar menggali peluang. Tak melulu sibuk dengan urusan kegiatan di kantor, Anda pun dituntut untuk meluangkan waktu yang lumayan demi mengawasi tumbuh kembang anak. Meskipun melulu sebentar, kehadiran orang tua dalam sehari-hari anak ternyata sangat urgen untuk pertumbuhan mental si kecil. Untuk kalian yang super sibuk, ini teknik yang efektif untuk menguras quality time dengan anak.

1. Minta Bantuan Anak Kerjakan Tugas Rumah

Mintalah pertolongan anak memungut peran dalam kegiatan rumah. Untuk balita yang sudah menginjak usia 4 atau 5 tahun, Anda dapat menugaskan mereka menata meja untuk santap malam atau membereskan mainan yang berserakan. Bila sedang memasak, kita juga dapat meminta pertolongan mereka. Tak melulu menghabiskan quality time dengan anak, Anda pun akan mengajarkan mereka bertanggung jawab atas kesucian hunian yang ditempati.

2.Manfaatkan Waktu Sebelum Tidur

Setelah berlalu menyantap santap malam, Anda dapat menggunakan jeda waktu itu untuk berkata dengan si kecil. Bila cuaca memungkinkan, ajak anak berlangsung mengelilingi halaman lokasi tinggal atau perumahan dan tanyakan tentang aktivitasnya sekitar berada di sekolah.

Ketika telah selesai, mohon anak guna mempersiapkan dirinya untuk istirahat yakni dengan menggunakan piyama serta menggosok gigi. Anda dapat membacakan kisah serta menemaninya sampai tidur.

3. Main Game

Kegiatan lainnya yang dapat Anda jajaki untuk menciptakan quality time dengan anak ialah bermain game. Ternyata tidak sedikit permainan asyik yang dapat Anda mainkan bareng tanpa pertolongan gadget. Mulai dari kartu, ludo, halma, monopoli, scrable sampai catur. Tak perlu tidak sedikit mengobrol dan nikmati keseruan ketika permainan berlangsung.

Meskipun tampak sederhana, permainan-permainan diatas ternyata menyerahkan efek yang bagus untuk perkembangan kognitif dan mental si kecil. Misalnya mereka bakal belajar mengenai teknik berhitung, menata keuangan, sampai bagaimana beranggapan kritis guna memecahkan masalah.

4. Berlibur Bersama

Berlibur bareng adalahsalah satu pilihan quality time dengan anak yang lumayan sering dilaksanakan orang tua bekerja. Tak melulu berlibur ke luar kota atau luar negeri, kita juga dapat mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di dekat tempat tinggal. Misalnya kebun binatang, pantai, museum atau taman bermain. Mintalah pendapat si kecil manakah lokasi yang hendak sekali ia kunjungi.

Bila tidak mempunyai waktu yang panjang guna berlibur bersama, Anda dapat menggantinya dengan menyuruh si kecil ‘kencan’. Misalnya pergi bareng ke bioskop, santap malam di restoran atau sebatas berjalan kaki di pusat kota sambil merasakan es krim favoritnya.

5. Membantu Anak Mengerjakan Tugas

Anak, khususnya yang masih berusia di bawah enam tahun, bakal senang bila orang tua memperhatikannya dalam hal-hal kecil tergolong saat menggarap tugas sekolah. Membantu anak bukan berarti memungut alih tanggung jawab untuk menggarap tugas tersebut. Namun Anda mesti memberi arahan yang benar. Karena itu, paling penting untuk orang tua guna terus belajar dan memperluas pengetahuan.

5 urusan diatas dapat diterapkan orang tua yang sibuk untuk menguras quality time dengan anak. Agar seluruh berhasil, usahakan Anda mesti konsentrasi kepada sang anak. Sebisa barangkali singkirkan ponsel atau komputer ketika Anda bareng dengan mereka.

Sumber : http://www.cfw.tufts.edu/external.asp?https://www.pelajaran.co.id

Siasat Agar Skripsi Cepat Selesai

Siasat Agar Skripsi Cepat Selesai

Agar skripsi tidak molor, mahasiswa seharusnya sudah merangkai rencana riset jauh-jauh hari, andai perlu dari hari kesatu kuliah. Terlambat andai mahasiswa malah baru mulai merangkai dan merencanakan apa yang hendak dianalisis ketika skripsi telah di depan mata.

Lalu, bagaimana supaya skripsi tidak molor dan dapat berlalu tepat waktu? Berikut tipsnya:

Niat
Agar skripsi tidak molor, tentunya mesti terdapat niat guna menyelesaikannya dengan baik dari dalam diri Anda. Niat utama menuntaskan skripsi ialah untuk dapat lulus dari kampus, sesudah lulus, Anda pun pasti berniat guna mendapatkan kegiatan yang cocok bukan?

Oleh sebab itu, sebelum mulai menggarap skripsi, niatkan dengan sungguh-sungguh supaya skripsi yang Anda lakukan dapat berlalu dengan tepat waktu.

Buat Tenggat dan Hukuman

Agar skripsi tidak molor, Anda pun harus menciptakan tenggat guna diri sendiri. Tentukan tenggat untuk mengoleksi kembali revisi yang diminta oleh dosen pembimbing. Jika tenggat terlewat, berikan sanksi pada diri sendiri sebab tidak dapat menaati tenggat yang ada.

Ambil Topik yang Dikuasai

Sebaiknya, ambillah topik yang memang kamu sukai dan kuasai. Jangan memaksakan diri untuk memungut topik di luar kemampuan. Jangan memakai standar tinggi, sadari keterampilan yang kita miliki.

Dengan memungut topik yang dikuasai, Anda bakal lebih gampang dan fasih dalam merangkai skripsi. Tidak terdapat kesulitan-kesulitan yang menciptakan Anda bingung dan tidak dapat menyelesaikannya.

Batasi Dulu Bergaul dengan Teman

Ini akan menolong Anda untuk dapat fokus dan dapat saling berdiskusi mengenai skripsi yang sedang dikerjakan. Membatasi pergaulan ini bukan memutus tali silaturahim, namun dengan tujuan supaya skripsi tidak molor. Setelah semuanya selesai, Anda dapat kembali lagi bergaul dengan teman-teman kita yang lainnya.

Pilih Lingkungan Kondusif

Dalam merangkai skripsi, Anda pun memerlukan lingkungan yang kondusif, lingkungan yang tenang dan dapat menolong Anda berkonsentrasi dalam merangkai skripsi.

Sumber : https://www.polytrauma.va.gov/disclaimer.asp?url=https://www.pelajaran.co.id

Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

Sepenggal Kisah saya dan Skripsi
Sepenggal Kisah saya dan Skripsi

hola semua…
sudah lama aku ingin menulis cerita ini.. tapi baru kesampaian sekarang.

semoga beberapa uraian kata dibawah ini dapat menjelaskan serta menceritakan tentang kisah ku dengan Skripsi yang telah kulalui.

dan semoga mungkin bisa bermanfaat bagi yang baca.. Silakan Membaca

NB: agak panjang jadi bacanya pelan-pelan saja

The Story begin
[kira-kira tahun 2008 awal-pertengahan 2008]

yup awal mula ide skripsi saya adalah ketika ada mata kuliah yang bernama “Metode Penelitian Administrasi Negara” nah dari mata kuliah itu munculah cikal bakal skripsi ini. karena diakhir kuliah semester itu tugas akhirnya berupa proposal skripsi, dengan harapan nantinya proposal yang dibikin mahasiswa dilanjutkan menjadi proposal skripsi.

pada mata kuliah ini juga kebetulan diadakan praktek penelitian (lebih tepatnya dosen yang memanfaatkan mahasiswa untuk menjadi enumerator atau tukang survei) tentang kualitas trans Jogja yang pada waktu itu lagi masa awal-awal beroperasi.

nah dari sana lah sebagian ide dari skripsi ini muncul, karena ide sebagian lagi awalnya juga muncul dari matakuliah lain yang juga saya ambil pada semester itu. yaitu matakuliah manajemen Lingkungan. dengan mengkombinasikan manajemen lingkungan dan bus kota, maka ide awal skripsi saya adalah tentang “ketertarikan masyarakat kota Yogyakarta terhadap transportasi umum buskota”

Januari 2009

nah setelah awal tadi, skripsi ini vakum satu semester sampai kemudian di awal Januari saya dikejutkan oleh sebuah sms. dan ternyata sms itu adalah dari dosen pembimbing skripsi saya Bu Ambar Widaningrum (yang selanjutnya sering saya pangggil Madam A. Wida) yang isinya teguran keras mengapa saya belum pernah menghadap beliau.. huah.. malunya minta ampun mpe dosen yang nyari-nyari mahasiswanya… nah maka pada hari berikutnya (lupa saya tanggal berapa) saya memberanikan diri bertemu beliau.

seperti yang saya duga, saya dimarahi (namun entah kenapa nadanya bukan memarahi tetapi lebih ke menegur) karena saya satu-satunya mahasiswa bimbingan beliau yang belum ada proses sama sekali. mulai dari pertemuan tersebutlah saya baru mulai lagi dari awal membuat proposal dimulai dari bab pendahuluan.

namun.. berhubung saya masih mengambil kuliah, beberapa mata kuliah tambahan dan mengulang beberapa (maklum saya bukan termasuk orang yang rajin pangkal pandai), jadi yah proposal itu terhenti lagi sampai bab pendahuluan. >.<

Mei 2010

Vakum 1 tahun lebih. nah proposal itu belum juga mengalami kemajuan. maka karena desakan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan, maka saya berpikir (huahaha sok-sokan berpikir…) hm.. ok saya ralat, maka saya merenung. mengapa saya malas sekali mengerjakan itu proposal. dan usut diusut dan menganalisa. ternyata saya mendapat masukan dari Ibunda tercinta untuk mengakhiri pekerjaan sampingan saya.

(oh iya tadi belum saya ceritakan kalau sebelumnya, mulai dari tahun 2007 akhir saya bekerja sambilan sebagai operator <sebenernya lebih tepat dikatakan kasir> sebuah Gamenet, dan karena memang saya suka ngegame jadi yah cocok sekali menambah alasan saya malas-malasan)

nah mulai mei 2010 itulah saya mengerjakan lagi proposal saya. namun apalah daya juka malas lebih merajalela proposal itupun terhenti di bulan Juli dengan alasan puasa+ lebaran + kemudian mundur mundur terus ada musibah Erupsi Gunung merapi dan saya menyempatkan diri menjadi Relawan. maka tertunda lagi sampai awal Januari 2011.

Baca Juga :