Unsur-unsur Atlas

Unsur-unsur Atlas

Unsur-unsur Atlas

Atlas yang baik dan lengkap harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut.

1) Judul Atlas

Judul atlas merupakan informasi awal dari atlas dan harus mencerminkan keseluruhan isi atlas. Misalnya Atlas Dunia di dalamnya berisi peta permukaan bumi baik daratan maupun perairan, peta benua-benua, peta wilayah Kutub Utara dan Kutub Selatan dan peta negara-negara di benua.

2) Daftar Isi
Daftar Isi merupakan nama-nama peta yang disusun lengkap dengan halaman tempat peta disajikan. Daftar isi berguna untuk membantu pengguna mempermudah dalam mencari peta yang diinginkan.

3) Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan ungkapan pembuat atlas berkenaan dengan isi dan tujuan pembuatan atlas.

4) Legenda
Legenda merupakan keterangan yang menjelaskan tentang simbol-simbol yang digunakan pada peta yang terdapat dalam atlas.

5) Tahun Pembuatan Atlas
Tahun Pembuatan Atlas dicantumkan agar pengguna mengetahui kapan atlas itu dibuat berkenaan dengan kesesuaian data yang disajikan dengan waktu penggunaan.

6) Daftar Indeks
Daftar Indeks berisi daftar nama-nama objek geografi, baik fisik maupun sosial  budaya yang disusun berdasarkan kelompok-kelompok tertentu, misalnya kota, gunung, pegunungan, pulau, kepulauan, sungai, danau, waduk, teluk, selat, laut, samudra tanjung, dan pelabuhan udara, sedangkan setiap kelompok disusun berdasarkan abjad.
Contoh:
Apabila kita ingin mencari kota Deli di Pulau Sumatra, caranya buka daftar indeks kemudian cari kelompok kota dengan urutan abjad “D”. Pada Indeks tertulis Deli 29 A2; artinya angka 18 menunjukkan nomor urut halaman, huruf A adalah kolom antara dua garis bujur (vertikal) dan angka 2 adalah lajur antara dua garis lintang (horizontal).


Baca Juga :

Sembelit

Sembelit

Sembelit

  • Sembelit atau biasa disebut konstipasi dapat disebabkan oleh terjadinya penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi sangat kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Sembelit juga dapat ditimbulkan karena sering menahan buang air besar, emosi seperti rasa gelisah, cemas, takut atau stres. Cara mengatasi sembelit dengan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak serat :
  • ½ cangkir navy beans (buncis putih seukuran kacang yang digunakan dalam berbagai macam hidangan): 9,5 gram (g)
  • 1 pir kecil: 4,4 g
  • ¼ cangkir kurma: 3,6 g
  • 1 apel sedang: 3,3 gram
  • 1 ubi jalar sedang: 4,8 g
  • 1 pisang

Tips Pola Makan yang Baik untuk Memelihara Kesehatan Sistem Pencernaan

Berikut ini adalah beberapa perubahan sederhana yang dapat memperbaiki pola makan Anda dan membantu meringankan sembelit:

  • Tambahkan sayuran. Anda tidak perlu menghitung besar gram serat untuk mencapai jumlah serat yang disarankan. Sebaliknya, targetkan untuk makan 2 mangkuk buah dan 2½ mangkuk sayuran setiap hari. Pilih salad dan bukan kentang goreng dalam makanan Anda, beli sayuran atau buah-buahan untuk camilan serta tambahkan buah kering yang dicincang ke dalam oatmeal dan sereal.
  • Pilih biji-bijian. Ganti roti putih, nasi putih, dan pasta biasa dengan roti gandum dan pasta gandum dan beras merah. Makan lebih banyak gandum, sereal multi-grain, dan kue kering gandum, namun pastikan untuk memilih yang rendah lemak dan rendah gula.
  • Perbanyak kacang. Ganti daging dengan buncis atau hidangan kacang-kacangan setidaknya sekali atau dua kali seminggu.
  • Tambahkan serat secara bertahap. Lakukan perubahan perlahan-lahan selama seminggu atau lebih karena meningkatkan serat terlalu cepat dapat menyebabkan kembung dan gas. Bersabarlah karena mungkin diperlukan waktu bagi tubuh Anda untuk menyesuaikan perubahan.
  • Pertimbangkan suplemen serat. Jika Anda mengalami kesulitan mendapatkan cukup serat dalam diet Anda, pertimbangkan menggunakan suplemen serat seperti Citrucel, FiberCon, dan Metamucil.
  • Tetap terhidrasi. Jika Anda menambah lebih banyak serat ke dalam pola makan Anda, baik dengan makanan atau suplemen, maka pastikan untuk minum lebih banyak cairan untuk membantu pencernaan. Targetkan sekitar 8 gelas sehari. Pilihlah minuman yang rendah atau tidak ada kalori. Hindari minum soda manis dan minuman buah karena akan menambah kalori ekstra yang tidak Anda perlukan.

Memudahkan Sembelit Dengan Olahraga

Melakukan olahraga secara teratur tidak hanya membuat Anda sehat, tapi mungkin juga membantu Anda tetap bugar. Olahraga dapat membantu makanan bergerak lebih cepat melalui usus besar. Meskipun tidak selalu mudah mendapatkan waktu untuk berolahraga, beberapa saran ini dapat membantu:

  • Mulailah berolahraga sekitar 20 menit, tiga hari seminggu, dan tingkatkan sampai setidaknya 30 menit setiap hari dalam seminggu. Selalu konsultasi dengan dokter Anda sebelum mulai melakukan progam olahraga jenis apapun.
  • Waktunya singkat? Bagi aktivitas olahraga dalam satu hari, misal olahraga tiga kali 10 menit, hasilnya sama banyak dengan satu kali 30 menit.

Sumber: https://penirumherbal.co.id/

Cara mengobati diare

Cara mengobati diare

Cara mengobati diare

Minum cuka apel 

minum cuka apel ( apple cider vinegar ) yang dicampur dengan jus atau air. Pakai sekurang-kurangnya 2 sendok makan cuka apel dan ulangilah hingga tanda-tanda diare menghilang.

Kunyit dan Air hangat 

Imbuhkan 1 sendok teh kunyit dengan air hangat. kunyit dapat menenangkan perut, menyeimbangkan sistem pencernaan, dan menambah flora sehat di usus. Dosis mesti diulang setiap hari hingga gejala diare berakhir.

Jauhi susu, telur, dan gandum dari diet harian

Makanan di atas tinggi alergen dan dapat mengakibatkan diare apalagi bagi orang yang telah biasa makan makanan tersebut seumur hidup mereka. Sebagai alternatif, beralihlah ke makanan layaknya susu kedelai. sesudah situasi pencernaan sembuh, perlahan-lahan anda bisa kembali mengkonsumsi makanan tersebut.

Minum Teh hitam atau Teh pahit 

Teh dapat jadi obat diare yang mujarab. bila tidak suka dan terasa  pahit, anda dapat menambahkan madu sejumlah dua sendok makan setiap satu cangkir teh. minumlah teh hitam, raspberry, chamomile, jahe, dan teh blackberry di antara waktu makan guna menenangkan perut serta mencegah dehidrasi.

Minum Air 

Sewaktu diare, tubuh mengeluarkan banyak cairan sehingga  dibutuhkan tambahan pasokan cairan dengan banyak minum air. mengkonsumsi air yang cukup dapat menghindarkan dari dehidrasi. Cobalah meminum air putih, jus buah ataupun sayur bening yang kaya air.

Jauhi mengkonsumsi Alkohol

sistem percernaan terganggu sehingga usus tidak dapat bekerja disebabkan diare. ituasi ini janganlah  diperparah dengan konsumsi minuman beralkohol.

Istirahat yang Cukup

anda dapat menangani diare dengan beristirahat yang cukup. jauhi tidur terlampau malam serta bangun terlalu pagi. sistem percernaan juga butuh istirahat hingga dapat memulihkan diri dan sedia pada waktunya. tidur yang cukup dapat menolong menyembuhkan diare yang anda alami.

Minum Oralit

Di antara obat-obatan yang ampuh dalam menangani diare dengan cepat ialah oralit. Oralit dikenal dengan larutan garam beserta elektrolit ini ampuh untuk menghimpit frekuensi buang air besar yang tidak lazim.


Sumber: https://ironmanfactory.com/

  Sifat Gas Mulia

  Sifat Gas Mulia

  Sifat Gas Mulia

  1. Sifat Atomik
  2. Jari-Jari Atom

Dalam satu golongan, jari-jari atom unsur-unsur gas mulia dari atas ke bawah semakin besar karena meskipun muatan inti bertambah positif, namun jumlah kulit semakin banyak. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron semakin lemah, akibatnya jari-jari atom bertambah besar.

  1. Energi Ionisasi

Energi Ionisasi unsur-unsur golongan gas mulia dari atas ke bawah cenderung semakin kecil. Hal ini dikarenakan meski muatan inti bertambah positif, namun jari-jari atom bertambah besar. Keadaan ini menyebabkan gaya tarik menarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah sehingga energi ionisasi semakin berkurang

  1. Keelektronegatifan
    Nilai keelektronegatifan He, Ne, dan Ar tidak ada, sedangkan nilai keelektronegatifan berkurang dari Kr ke Rn
  2. Bilangan Oksidasi

Nilai bilangan oksidasi He, Ne dan Ar adalah nol, sedangkan Kr, Xe, dan Rn memiliki beberapa bilangan oksidasi

  1. Sifat Fisis

Selain memiliki karakteristik yang khas pada sifat atomik, gas mulia juga memiliki karakteristik yang khas untuk sifat fisisnya. Beberapa sifat fisis gas mulia dirangkum dalam tabel di bawah ini

RECENT POSTS

 

Pengertian Gas Mulia

Pengertian Gas Mulia

Pengertian Gas Mulia

Gas mulia  adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi standar, they semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan reaktivitas yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel periodike (sebelumnya dikenal dengan grup 0). 6 gas mulia tersebut terdapat di alam dengan bentuk helium (He), neon (Ne), argon (Ar), krypton (Kr), xenon (Xe), dan radon yang bersifat radioaktif (Rn). sejauh ini, 3 atom dari grup selanjutnya, ununoctium (Uuo) telah berhasil disintesis  di supercollider, tapi sangat sedikit yang diketahui mengenai elemen ini karena jumlah yang dihasilkan sangat sedikit dan memiliki waktu paruh hidup yang sangat pendek .

Sifat-sifat gas mulia bisa dijelaskan dengan baik dengan teori modern tentang struktur atom: valensi elektron kulit luar mereka dianggap “penuh”, memberi mereka sedikit sekali kesempatan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, dan hanya beberapa ratus senyawa yang telah disiapkan. Titik didih dan titik leleh gas mulia mempunyai nilai yang dekat, berbeda kurang dari 10 °C (18 °F); yang mengakibatkan mereka berbentuk cairan dalam jangkauan suhu yang pendek.

Neon, argon, krypton, dan xenon are didapatkan dari udara mengunakan metode mencairkan/mengembunkan gas dan penyulingan bagian. Helium biasanya terpisah dari gas alami, dan radon biasanya diisolasi dari penguraian radioaktif dari elemen radium yang terurai. Gas mulia mempunyai beberapa aplikasi penting di industri seperti penerangan, pengelasan, dan perjalanan angkasa luar. Gas prnapasan Helium-oksigen biasanya digunakan oleh penyelam laut dalam yang biasanya lebih dari 180 kaki (55 m) untuk menjaga penyelam dari oksigen toxemia, efek berbahaya dari oksigen dalam tekanan tinggi, dan nitrogen narcosis, efek narkotik yang membingungkan dari nitrogen di udara melebihi tekanan biasa. After setelah bahaya yang ditimbulkan hidrogen atas mudah meledaknya elemen tersebut, gas tersebut diganti dengan helium.

  1. Sejarah Gas Mulia

Pada tahun 1894, seorang ahli kimia Inggris bernama William Ramsay mengidentifikasi zat baru yang terdapat dalam udara. Sampel udara yang sudah diketahui mengandung nitrogen, oksigen, dan karbondioksida dipisahkan. Ternyata dari hasil pemisahan tersebut, masih tersisa suatu gas yang tidak reaktif (inert).

Gas tersebut tidak dapat bereaksi dengan zat-zat lain sehingga dinamakan argon (dari bahasa Yunani argos yang berarti malas). Empat tahun kemudian Ramsay menemukan unsur baru lagi, yaitu dari hasil pemanasan mineral kleverit. Dari mineral tersebut terpancar sinar alfa yang merupakan spektrum gas baru. Spektrum gas tersebut serupa dengan garis-garis tertentu dalam spektrum matahari.

Untuk itu, diberi nama helium (dari bahasa Yunani helios berarti matahari). Pada saat ditemukan, kedua unsur ini tidak dapat dikelompokkan ke dalam golongan unsur-unsur yang sudah oleh Mendeleyev karena memiliki sifat berbeda. Kemudian Ramsey mengusulkan agar unsur tersebut ditempatkan pada suatu golongan tersendiri, yaitu terletak antara golongan halogen dan golongan alkali. Untuk melengkapi unsur-unsur dalam golongan tersebut, Ramsey terus melakukan penelitian dan akhirnya menemukan lagi unsur-unsur lainnya, yaitu neonkripton, dan xenon (dari hasil destilasi udara cair). Kemudian unsur yang ditemukan lagi adalah radon yang bersifat radioaktif. Pada masa itu, golongan tersebut merupakan kelompok unsur-unsur yang tidak bereaksi dengan unsur-unsur lain (inert) dan dibri nama golongan unsur gas mulia atau golongan nol.

Sumber :

https://littlehorribles.com/

 

Akibat Kelebihan

Akibat Kelebihan

Kelebihan vitamin C berasal dari makanan tidak menimbulkan gejala. Tetapi konsumsi vitamin C berupa suplemen secara berlebihan tiap hari dapat menimbulkan hiperoksaluria dan risiko lebih tinggi terhadap batu ginjal. Dengan konsumsi 5-10 gram vitamin C baru sedikit asam askorbat dikeluarkan melalui urin. Risiko batu oksalat dengan suplemen vitamin C dosis tinggi dengan demikian rendah, akan tetapi hal ini dapt menjadi berarti pada seseorang yang mempunyai kecendrunga untuk pembentukan batu ginjal.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalah mengenai vitamin C ini adalah : Vitamin C ditemukan oleh Albert Szent-Györgyi pada tahun 1932. Merupakan vitamin yang larut dalam air dan paling labil yang berfungsi sebagai antioksidan. Konsentrasi tertinggi vitamin ini berada di dalam jaringan adrenal, pituitari dan retina. Sumber dari vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, stroberi dll. Akibat yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini adalah penyakit skorbut dan jika kelebihan mengkonsumsi suplemen vitamin C akan menderita penyakit batu ginjal.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

Web Developers Job Description

Web Developers Job Description

Web Developers Job Description
Web Developers Job Description

Mendesain, membangun, atau memelihara situs web

menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.

  • Melakukan atau update situs web langsung.
  • Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
  • Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
  • Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
  • Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
  • Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
  • Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  •  Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
  • Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

IT Project Managers Job Descriptions:

 

  • Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
  • Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
  • Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
  • Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
  • Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
  • Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
  • Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
  • Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
  • Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
  • Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.

Computer  Systems Engineers Job Descriptions:

  • Berkomunikasi dengan staf atau klien untuk memahami persyaratan sistem tertentu.
  • Memberikan saran pada biaya proyek, konsep desain, atau perubahan desain.
  • Dokumen desain spesifikasi, petunjuk instalasi, dan sistem informasi terkait lainnya.
  • Verifikasi stabilitas, interoperabilitas, portabilitas, keamanan, atau skalabilitas arsitektur sistem.
  • Berkolaborasi dengan engineer atau pengembang perangkat lunak untuk memilih solusi desain yang tepat atau memastikan kompatibilitas komponen sistem.
  • Mengevaluasi teknologi yang muncul saat ini untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, portabilitas, kompatibilitas, atau kegunaan.

Memberikan bimbingan teknis atau dukungan

Untuk pembangunan atau tips sistem. Mengidentifikasi sistem data, perangkat keras, atau komponen perangkat lunak yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Memberikan pedoman untuk menerapkan sistem yang aman untuk pelanggan atau tim instalasi.

Memonitor operasi system untuk mendeteksi masalah potensial.


Baca Juga :

Kontrak Kerja Adalah

Kontrak Kerja Adalah

Kontrak Kerja Adalah
Kontrak Kerja Adalah

Definisi kontrak kerja adalah

suatu bentuk perjanjian kerja antara karyawan dan perusahaan.

Adapun isi kontrak kerja yaitu, hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan selama terikat hubungan kerja, yang ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja tersebut oleh pimpinan perusahaan dan karyawan.

Terdapat 3 sistem kontrak kerja, yaitu:

  1. Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), karyawannya biasa disebut dengan karyawan kontrak. Lamanya kontrak 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Masa kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal 2 tahun.
  2. Perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), karyawan dengan kontrak ini disebut dengan karyawan permanent (tetap). Perjanjian kerja yang dibuat bersifat tetap. Pada kontrak kerja ini, karyawan bisa langsung menjadi tetap/permanent atau melalui masa percobaan kerja (probation) untuk paling lama 3 (tiga) bulan. Setelah lulus masa percobaan, karyawan tersebut baru bisa menjadi karyawan tetap.
  3. Untuk kontrak kerja melalui outsourcing, anda akan mengikuti hak dan kewajiban perusahaan outsorcing, walaupun nantinya anda akan disalurkan ke perusahaan yang menjadi klien perusahaan outsourcing, sehingga perjanjian yang dibuat adalah perjanjian tidak langsung dengan tempat anda ditugaskan untuk bekerja. Sedangkan untuk kontrak kerja langsung dengan perusahaan, anda mengikuti hak dan kewajiban perusahaan tersebut.
  1. Prosedur Pengadaan

Prosedur pengadaan terdiri dari prosedur pengadaan tenaga kerja dan prosedur pengadaan barang dan jasa.

Prosedur Pengadaan Tenaga Kerja

Prosedur pengadaan tenaga kerja terdiri dari:

  1. Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi 2, yaitu Job Description dan Job Specification/Job Requirement. Tujuan Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama berdiri, yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan pegawai baru.

  1. Penarikan Tenaga Kerja

Penarikan tenaga kerja diperoleh dari 2 sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal.

Sumber internal yaitu menarik tenaga kerja baru dari rekomendasi karyawan lama dan nepotisme, berdasarkan sistem kekeluargaan, misalnya mempekerjakan anak, adik, dan sebagainya. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber internal yaitu lowongan cepat terisi, tenaga kerja cepat menyesuaikan diri, dan semangat kerja meningkat. Namun, kekurangannya adalah menghambat masuknya gagasan baru, terjadi konflik bila salah penempatan jabatan, karakter lama terbawa terus, dan promosi yang salah mempengaruhi efisiensi dan efektifitas. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber internal adalah untuk meningkatkan semangat, menjaga kesetiaan, memberi motivasi, dan memberi penghargaan atas prestasi.

Sumber eksternal yaitu menarik tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising, yaitu media cetak dan internet. Keuntungan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah dapat meminimaslisasi kesalahan penempatan jabatan, lebih berkualitas dan memperoleh ide baru/segar. Namun kekurangannya adalah membutuhkan proses yang lama, biaya yang cukup besar, dan rasa tidak senang dari pegawai lama. Tujuan menarik tenaga kerja dari sumber eksternal adalah untuk memperoleh gagasan/ide baru dan mencegah persaingan yang negatif.

  1. Seleksi Tenaga Kerja

Ada 5 tahapan dalam menyeleksi tenaga kerja, yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan dan psikologi, wawancara, tes kesehatan dan referensi (pengecekan). Terdapat dua pendekatan untuk menyeleksi tenaga kerja, yaitu :

  • Succecive Selection Process adalah seleksi yang dilaksanakan secara bertahap atau sistem gugur.
  • Compensatory Selection Process adalah seleksi dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua calon untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan.
  1. Penempatan Tenaga Kerja

Penempatan tenaga kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya. Indikator kesalahan penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja yang tidak produktif, terjadi konflik, biaya yang tinggi dan tingkat kecelakaan kerja tinggi.

Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa

Berdasarkan Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa terdapat beberapa metode pemilihan serta sistem penilaian kompetensi penyedia barang dan jasa. secara umum jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa, yang antara lain :

Metode Pelelangan Umum

Metode pelelangan umum merupakan metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.

Pelelangan Terbatas

Pelelangan terbatas dilakukan jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya kompleks, maka dilakukan pelelangan terbatas. Pelelangan terbatas diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi.

Pemilihan Langsung

Pemilihan langsung merupakan pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet.


Sumber: https://dunebuggyforsale.org/farmer-sim-apk/

faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

Sebutkan faktor-faktor demografi yang mempanagaruhi pertumbuhan penduduk

Demografi adalah

suatu bentuk atau penjelasan tentang angka kependudukan di satu Negara yang biasa nilainya tersebut di nilai dari angka kematian, perkawinan, dan migrasi akan tetapi semua itu tidak akan selamanya tetapi dikarenakan berubahnya zaman ke zaman yang dapat merubah angka kependudukan di suatu Negara


Tiga unsur yang menjadi para ilmuan

dalam menyelediki demografi adalah kematian, kelahiran, dan dan juga imigrasi semua itu memang terjadi dikarenakan adanya perkembangan tekhnologi, dan juga dalam mata pencairan uang karena biasa para imigran datang ke kota untuk menjadi nasib agar bisa mendapat pekerjaan yang baik di kota tetapi semua itu belum tentu juga karena dikota padat sekali

manusia dan sudah penuhnya lahan pekerjaan

• Kelahiran apabila kelahiran bisa cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan kelahiran bisa cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan maka otomatis kenaikan penduduk pun bisa melonjak drastis karena bertumbuhnya angka kelahiran

Kematian apabila kematian bertambah

maka angka kependudukan pun akan berkurang akan tetapi bila angka kematian menurun maka akan menambah juga kependudukan dikarenakan angka kelahiran melonjak drastis

• Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti


Sumber: https://multi-part.co.id/re-volt-classic-3d-apk/

Pengertian Urbanisasi

Pengertian Urbanisasi

Sebelum menjawab tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi dan dampak yang ditimbulkan, serta strategi kebijakannya terlebih dahulu diterangkan tentang apa yang dimaksud dengan urbanisasi.

Menurut Keban T. Y dalam Poungsomlee dan Ross (1992), urbanisasi merupakan suatu gejala yang cenderung dilihat dari sisi demografis semata-mata, hal ini sebenarnya kurang tepat karena urbanisasi dapat dilihat secara multidimensional. Disamping dimensi demografis, urbanisasi juga dapat dilihat dari proses ekonomi politik (Drakakis-Smith,1988), modernisasi (Schwab,1982) dan legal (administrasi).

Dilihat dari segi pendekatan demografis urbanisasi dapat diartikan sebagai proses peningkatan konsentrasi penduduk diperkotaan sehingga proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan secara keseluruhan meningkat, dimana secara sederhana konsentrasi tersebut dapat diukur dari proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan, kecepatan perubahan proporsi tersebut atau kadang-kadang perubahan jumlah pusat kota.

Dari pendekatan ekonomi politik, urbanisasi dapat didefinisikan sebagai transformasi ekonomi dan sosial yang ditimbulkan sebagai akibat dari pengembangan dan ekspansi kapitalisme (Drakikis-Smith,1988). Sedangkan dari konteks moderinisasi, urbanisasi dapat dipandang sebagai perubahan dari orientasi tradisional ke orientasi modern tempat terjadi difusi modal, teknologi, nilai-nilai, pengelolaan kelembagaan dan orientasi politik dari dunia barat (kota) ke masyarakat tradisional (desa).

Sedangkan konteks legal, urbanisasi dapat dilihat dari pengembangan kota/kotamadya yang telah ada. Kota-kota tersebut secara hukum memiliki batas administrasi tertentu, dan hanya dapat berubah melalui suatu aturan legal-formal. Konteks ini berbeda dengan konteks fungsional batas-batas kotanya lebih ditentukan oleh fungsi atau karakteritik lokasi.

Everet S. Lee (1976)

mendefinisikan pengertian migrasi dalam arti luas yaitu perubahan tempat tinggal secara permanen tidak ada pembatasan jarak perpindahan dan sifatnya serta setiap migrasi mempunyai tempat asal, tempat tujuan dan adanya rintangan yang menghambat / rintangan.

Adapun faktor-faktor sehingga terjadi urbanisasi dimana faktor sosial ekonomi  di daerah asal yang tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan (needs) seseorang menyebabkan orang tersebut ingin pergi ke daerah lain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi antara daerah asal dan daerah tujuan terdapat perbedaan nilai kefaedahan wilayah (place utility). Dimana daerah tujuan harus mempunyai nilai kefaedahan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah asal untuk dapat menimbulkan mobilisasi penduduk. Ada beberapa kekuatan yang menyebabkan orang terikat pada daerah asal dan ada juga kekuatan yang mendorong orang untuk meninggalkan daerah asal (Mitchell, 1961). Kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal di sebut kekuatan sentripetal (centripetal forces) dapat berupa ikatan kekeluargaan, hubungan  sosial, pemilikan tanah, dan sebagainya dan kekuatan yang mendorong orang untuk meninggalkan daerah asal di sebut kekuatan sentrifugal (centrifugal forces) dapat berupa lapangan pekerjaan yang terbatas atau kurang lapangan pekerjaan selain agraris perbedaan upah antara desa dengan kota atau mungkin kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia di daerah asal, dan lain-lain.

Everet S. Lee (1966), Todaro (1979) dan Titus (1982) berpendapat bahwa motivasi sesorang untuk pindah adalah motif ekonomi, motif tersebut berkembang karena adanya ketimpangan ekonomi antar daerah. Todaro menyebut motif utama tersebut sebagai pertimbangan ekonomi yang rasional.

Everet S. Lee (1976) menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat upah kerja antara perdedaan dengan perkotaan yang menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota yang pesat.

Mobilisasi ke perkotaan mempunyai dua harapan, yaitu harapan untuk memperoleh pekerjaan dan harapan untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada yang diperoleh di perdesaan, dengan demikian mobilitas desa-kota sekaligus mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara desa dengan kota, oleh karena itu arah pergerakan penduduk juga cenderung ke  kota yang memiliki kekuatan yang relatif besar sehingga diharapkan dapat memenuhi pamrih-pamrih ekonomi mereka.

Selain itu Everet S. Lee (1976) juga mengemukakan bahwa yang mendorong untuk migrasi kadang-kadang bukan faktor nyata yang terdapat di tempat asal dan tempat tujuan tetapi adalah tanggapan seseorang terhadap faktor-faktor itu dan terutama tentang keadaan di tempat tujuan berdasarkan informasi dan hubungan-hubungan yang diperoleh sebelumnya. Penelitian Roberts (1978) di negara-negara Amerika Selatan, Hugo (1975)  di Jawa Barat dan Mantra serta Molo (1986) mengenai mobilitas sirkuler penduduk di enam kota besar di Indonesia menyimpulkan bahwa informasi dan hubungan-hubungan itu terjadi antara famili / keluarga dan kerabat sedaerah asal.

Jadi kekuatan sentripetal (centripetal forces) sebagai kekuatan yang mengikat tinggal di daerah asal, antara lain adalah :

³  Jalinan persaudaraan / kekeluargaan yang erat di desa

³  Sistem gotong royong masyarakat perdesaan

³  Keterikatan pada tanah pertanian (budaya agraris)

³  Keterikatan pada tanah kelahiran, aspek religius yang bersifat pribadi, adanya makam keluarga dan sebagainya.

Sedangkan kekuatan sentrifugal (centrifugal forces), sebagai kekuatan mendorong untuk meninggalkan daerah asal atau kekuatan yang melawan kekuatan sentrifugal sehingga terjadi migrasi sirkuler (Hugo, 1975 dan Mantra, 1980) dan Mitchell (1961).

Adapun kekuatan pengikat untuk tetap tinggal di daerah asal adalah :

³  Penghasilan di desa relatif rendah

³  Tidak ada / kurang pekerjaan selain  pertanian

³  Tidak punya lahan pertanian atau punya lahan pertanian tapi sempit.

³  Rendahnya penghasilan di desa berkaitan erat juga dengan tidak dimilikinya lahan atau lahan yang dimilikinya sempit.

Adanya perbedaan tingkat kehidupan antara ke dua daerah tersebut yakni kota dan desa, baik perbedaan tingkat ekonomi, sosial maupun politik, sehingga kota seakan-akan selalu  memberikan kesan yang menyenangkan bagi penduduk desa, karena dikota segalanya dapat dipenuhi dengan mudah, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Kota memberikan bayangan tentang kesenangan hidup dan mudahnya mencari pekerjaan yang layak dengan tidak perlu mengotori tangan.

Disamping adanya faktor penarik yang berasal dari kota, kesulitan-kesulitan hidup yang dirasakan di desa menjadi faktor pendorong bagi terlaksananya proses urbanisasi. Satu hal yang patut dicatat adalah kebayakan dari mereka yang berpindah tempat ke kota ini bukan semata-mata untuk meninggalkan status mereka saja (mobilitas sosial), tetapi lebih merupakan dorongan karena semakin sulitnya mencari kehidupan yang layak di daerah perdesaan.

Sedangkan menurut Khairuddin (1992:212) dalam (Schoorl, 1980:226-267 ; Koesoemaatmadja, 1976:24-25 ; Rahardjo, 1982:53, Marbun, 1979:78-80 ; Landis, 1984:166 ; dan Siagian, 1984:147) menggunakan istilah faktor pendorong (push factors) dan faktor penarik (pull factors), sehingga dari  kedua sisi ini baik faktor pendorong maupun faktor penarik, dapat disebutkan antara lain sebagai berikut

Baca juga: