KEJAHATAN KOMPUTER

KEJAHATAN KOMPUTER

KEJAHATAN KOMPUTER
KEJAHATAN KOMPUTER

Kejahatan Komputer adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokkan dalam beberapa bentuk, antara lain:

1.1. Menggunakan Komputer Orang Lain Tanpa Izin (Joy Computing)

Joy computing atau yang dikenal dengan menggunakan dengan menggunakan computer orang lain tanpa izin merupakan sebuah perbuatan yang mengutak atik isi computer orang lain, baik software maupun hardware. Joy computing ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin membuka atau mencuri data tertentu dari computer milik seseorang. Penggunaan computer atau pencurian data ini dilakukan secara offline. Artinya computer tersebut tidak harus selalu terhubung dengan jaringan internet.

1.2.  Hacking

‘Hacking’ merupakan aktivitas penyusupan ke dalam sebuah sistem komputer ataupun jaringan dengan tujuan untuk menyalahgunakan ataupun merusak sistem yang ada. ‘Definisi dari kata “menyalahgunakan” memiliki arti yang sangat luas, dan dapat diartikan sebagai pencurian data rahasia, serta penggunaan e-mail yang tidak semestinya seperti spamming ataupun mencari celah jaringan yang memungkinkan untuk dimasuki.
Saat ini, marak sekali orang yang memiliki keanehan dengan keisengan mencoba-coba ketangguhan sistem pengaman jaringan sebuah perusahaan ataupun pribadi. Beberapa diantaranya memang memiliki tujuan mulia, yakni mengasah kemampuan mereka di bidang teknologi pengamanan jaringan dan biasanya setelah mereka berhasil menerobos sistem keamanan yang ada, mereka dengan kerelaan hati menginformasikan celah pengamanan yang ada kepada yang bersangkutan untuk disempurnakan. Namun ada juga yang benar-benar murni karena iseng ditunjang oleh motif dendam ataupun niat jahat ingin mencuri sesuatu yang berharga.

1.3.  The Trojan Horse

Trojan horse atau Kuda Troya, dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Dapat disebut sebagai Trojan saja (membuang kata horse). Penggunaan istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam Perang Troya, para prajurit Yunani bersembunyi di dalam Kuda Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.

Kebanyakan Trojan saat ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang hacker untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.

Baca Juga ;

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI SPMB dan SMNPTN

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI SPMB dan SMNPTN

TIPS DAN TRIK MENGHADAPI SPMB dan SMNPTN
TIPS DAN TRIK MENGHADAPI SPMB dan SMNPTN

Menjelang akhir masa SMA, apalagi tuh ya yang namanya detik-detik menjelang UN, anak-anak SLTA dan sederajat kayaknya dah pada pusing tujuh keliling. Mana mikirin UN yang siap menanti, bagaikan lepas dari mulut harimau eh… malah masuk ke mulut buaya. Tapi biasanya neh… habis Ujian Akhir Sekolah anak-anak SMA pada hijrah tuh ke Medan. Apalagi anak SMA N 2 Tarutung yang juga ga mau ketinggalan.

Mungkin teman-teman tidak terlalu memikirkan persiapan menuju SNMPTN atau di jaman kami tuh namanya SPMB. Ok, memang banyak pilihan bimbel (bimbingan belajar) yang tiba-tiba nongol bagiin brosur tentang penerimaan siswa intensive. Dan biasanya orang Tarutung itu paling deman yang namanya Medica. Namun ada juga bimbel lain yang tidak kalah bagusnya, tapi biasanya di Medan juga seh… dan ntar pasti nongol sendiri tuh. Misalnya, Sony Sugema Colege (SSC), Ghanessa Operation (GO), BIMA, MEDICA, PLANET SCHOOL, QUANTUM LERNING (QL) dan lain sebagainya. Biasanya tuh, mereka selain ngasih ilmu yang membosankan, juga memberikan tips dan trik jitu menghadapi SNMPTN. Tapi kali ini beda banget dari apa yang mereka sebutkan, nah,,, mau tau? Makanya Baca dunk..

TIPS 1: MEMILIH JURUSAN

Hal yang utama dalam menghadapi SNMPTN tentunya menentukan pilihan dunk. Kan ga lucu aja, ikut SNMPTN tapi gat au jurusan apa yang mau dipilih, akhirnya salah jurusan deh. Banyak sekali mahasiswa yang terjebak pada tahap ini, akhirnya ketika sudah menjalani perkuliahan nyesal deh seumur jagung. Nah agar tidak nyesal, gimana tuh caranya coy..????

Yang perlu anda lakukan, coba koreksi diri anda, kemampuan kami itu dimana. Jangan terjebak dengan jurusan yang kamu ikuti di SMA, jujur saja dulu saat SMA aku sendiri anak IPA, tahu nya setelah bertapa tujuh hari tujuh malam aku dapat ilham kalau ternyata aku itu cocok di jurusan hukum. Nah, agar teman-teman tidak perlu bertapa seperti itu makanya mulai sekarang tentuin jurusan yang paling kamu minati. Caranya gampang aja, tinggal kamu mau ga melakukannya???

Misalnya nih.. kamu itu ya… orangnya banyak ngomong, jadi jurusan yang cocok buat kamu adalah, Hukum, Ilmu Komunikasi atau jadi guru Ok juga. Tapi kalau kamu itu sukanya menghayal (terserah deh menghayal apa, jorok atau bersih tanggung sendiri akibatnya) aku saranin kamu itu ambil jurusan Sastra, Seni terserah mau seni ukir, seni rupa, seni musik atau seni perang sekalian. Nah gimana kalau kamu itu orangnya suka semuanya???? Wah itu mah… serakah namanya… tapi ada baiknya kamu melihat dibidang mana kamu paling suka dan lihat prospek ke depannya. Dalam artian kamu suka sastra batak, OK fine2 aja, tapi prospeknya gimana??? Nah jangan sampai kejebak di sini, masalahnya terjebak disini susah untuk kembali.

TIPS 2: MENENTUKAN UNIVERSITAS

Tadi kamu sudah menentukan kira-kira jurusan apa yang anda inginkan, dan kamu sudah yakin dengan pilihan itu. Dalam tahap ini, kamu harus menentukan kira-kira kamu mau ambil jurusan itu di universitas mana. Jangan sampai salah, misalnya kamu sukanya jurusan hokum, tapi maunya kuliah di UNIMED, ampe 3000 tahun SSM (Setelah Sesudah Masehi) juga ga akan dapat. Ato mau ngambil kedokteran di ITB,,,jangan harap kamu itu bisa, sejenius apapun otak kamu. Nah disini kamu harus membuat daftar semua universitas yang jurusan kamu itu ada di dalamnya.

Teman-teman saya banyak yang terjebak di tahap ini. Pemikiran tentang mau kuliah di universitas bonafit she boleh-boleh aja, tapi kita harus tahu sampai dimana kemampuan kita. Aku tidak mengajari teman-teman untuk berhenti bermimpi dan berharap, tapi sadar dikit napa??? Jadi saran saya, jangan terjebak, salah sedikit kamu malah akan kehilangan impian kamu. Kamu kan mau kuliah di jurusan yang kamu sukai, bukan kuliah di universitas yang terkenal saja. Ok untuk ini memang ada pembahasan tersendiri.

Untuk menentukan universitas tujuan itu perlu kamu perhatikan tentang beberapa hal, yaitu biaya dan kemampuan kamu. Sebuah universitas yang terkenal pasti saingan masuk kesana sangat sempit bukat, masalahnya banyak orang yang berebut untuk mendapatkan satu kursi di sana. Dan yang terpenting, INI INDONESIA COY…BIAYA KULIAH MAHAL. Biasanya universitas berkelas ini tidak tanggung-tanggung untuk mematok SPL, SPP dan SARDIK sampai setinggi langit. Nah kira-kira bajet kamu mencukupi ngak untuk itu, kalau tidak ambil alternatif lain. Pilih universitas yang biasa saja yang sesuai dengan jurusan kamu. Jangan takut, bukan universitas yang menentukan masa depan kau, tapi kamu sendiri yang nentuin yang penting kamu kuliah dulu trus sarjana, nanti biar waktu yang menjawabnya. OK COY…

TIPS 3: SAAT MENGIKUTI TEST SNMPTN

Mungkin bagi kamu yang belum pernah merasakannya akan saya ceritakan sedikit tentang tatacara saat mengikuti SNMPTN. Biasanya dalam penilaiannya benar itu bernilai 4 poin, salah bernilai -1, kosong bernilai 0 sementara peraturan lainnya tidak berbeda dengan tatacara pengisian LJK UN. Saat test berlangsung biasanya diawasi oleh 2 orang tim pengawas yang disediakan oleh panitia SMNPTN setempat.

Hampir 100% mereka yang gagal karena tahap yang satu itu. dalam hal ini saya berani berpendapat bahwa yang bertarung adalah skill dan nasib. Dan….banyak orang yang lulus dari tahap ini hanya keberuntungan. Kenyataannya bahkan mereka-mereka yang dulunya juara kelas atau juara umum, terkadang tidak lulus SNMPTN malah mereka yang biasa saja lulus dengan lancarnya pada pilihan pertama pula. Inilah yang dinamakan dengan penentuan nasib, tapi saya tidak menyarankan anda untuk sepenuhnya berserah kepada nasib. Ada baiknya kita harus memiliki bekal, karena kita tidak akan pernah tahu nasib kita.

Untuk menghadapi yang satu ini selain belajar sering-seringlah ikut OLIMPIADE, Try Out, SIMULASI dan lain sebagainya. Semakin sering kamu mengikuti itu semua, maka kamu akan semakin terbiasa dan cukup matang untuk menghadapi pembantaian saat SMNPTN nanti. Saya akan memberitahukan rahasia saya ketika menghadapi SPMB dahulu.

Saat SPMB berlangsung dari sekian banyak soal saya tidak perlu mengerjakan itu semua, kamu cukup menghitung pasinggret dari jurusan yang anda inginkan. Misalnya kalau pasinggretnya sekitar 190, berarti kamu harus menghitung setidaknya kamu harus benar sekurang-kurannya 49 soal dari kesemuanya. Dan yang perlu kamu ingat JANGAN PERNAH MENGISI JAWABAN YANG BENAR-BENAR TIDAK KAMU KETAHUI. Nah setelah kamu mengusahakan benar sekurang-kurannya benar 49 soal, kembali kepada jumlah peminat dijurusan itu, kira-kira berapa banding berapa peluang untuk memenangkannya.

Nah jika kamu sudah menghitungnya, jika perbandingannya mencapai 1:5 ke atas, kamu harus berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan poin kamu. Soalnya dengan perbandingan itu, ada sekitar minimal 5 orang yang harus kamu singkirkan. Kamu harus memahami betul tentang teori peluang.

Ini hanyalah tips dan trik, untuk keberhasilannya tergantung kepada usaha kamu menjalankan tips dan trik ini. Jika kamu bertanya kepada saya tentang ke akuratan tips ini saya dapat menjamin 80% kamu akan lulus jika melakukan apa yang saya sebutkan di dalamnya. Karena jauh sebelum kamu membaca tips dan trik ini, saya sudah melakukannya dua tahun lalu dan ternyata berhasil. OK mungkin saya hanya bisa membantu adek-adek sampai di sini, untuk info selanjutnya adek-adek boleh menghubungi aku

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

TARUTUNG DALAM SEBUAH NOSTALGIA

TARUTUNG DALAM SEBUAH NOSTALGIA

TARUTUNG DALAM SEBUAH NOSTALGIA
TARUTUNG DALAM SEBUAH NOSTALGIA

Aku masih bisa mengingat jelas, ketika seorang anak remaja pergi begitu jauh meninggalkan rumahnya demi sebuah tujuan yang dia sebut cita-cita, duduk dengan keringat yang mengalir turun dari ubun-ubunnya . Kini dia berdiri menjadi dirinya sendiri sebagai seorang perantau di negeri asing yang selama ini memenuhi pikirannya. Wajahnya yang keras memandang tajam dalam barisan antrian para calon mahasiswa baru di sebuah unversitas negeri di kota Semarang. Menjadi orang asing di negeri yang asing membuatnya tidak begitu terbiasa dengan suasana di sekitarnya. Dia hanya duduk memegang berkas-berkas kelengkapan dan sambil menunggu namanya di panggil.

“ Agustin Lamasi Hasoloan Hutabarat?” seseorang memandangnya dengan tatapan heran sambil sesekali melirik curriculum vitae yang di pegangnya. “Wong ndi mas?” Tanyanya lagi.

“ Maaf mbak, ga ngerti bahasa Jawa.”

“ Oh maaf. Masnya orang mana?”

“ Saya orang Sumatera Utara mbak, tepatnya dari kabupaten Tapanuli Utara kecamatan Tarutung.” Dia menjawab dengan lengkap tentang asal-usulnya.

“ Tarutung?”

***

“TARUTUNG???”

Itulah ekspresi yang sering aku dapatkan ketika pertama kali menginjak pulau Jawa ini. Aku sedikit berbeda dengan orang-orang batak yang ada di sini, mereka lebih memilih menyebut mereka berasal dari Medan untuk menghindari keheranan dari orang-orang walaupun mereka aslinya dari Siborongborong, Balige, Sidempuan dan lain sebagainya. Tetapi aku tidak, aku selalu bangga menyebutkan, “Aku dari Tapanuli tepatnya Tarutung”. Walaupun dapat dipastikan ekspresi si penanya akan berubah. Dan tak jarang mereka mengatakan, “Memangnya di Tarutung ada penduduknya?”, atau, “Emang Tarutung ada dip eta ya?”.

Aku terbiasa dengan itu. Dan aku sangat bangga. Setiap saat aku dapat mengenang kota kelahiranku yang indah itu. Kota kecil sejuk di kaki bukit barisan yang membentang dari ujung utara pulau Sumatera sampai ujung selatan pulau Sumatera. Kota yang konon ada sejak tahun 1877, yang merupakan tempat pavorit para pedangan pada masa itu untuk melakukan transaksi perdagangan yang lebih dikenal masa itu dengan system barter.

Tak kan pernah habis waktu untuk mengenang kota Tarutung. Dan tak kan pernah bosan untuk terbang mengelanan mencoba mencari celah ruang untuk berimajinasi pergi ke sana. Segala yang indah telah ku lalui di sana. Tumbuh besar hingga seperti sekarang ini ku lalui di sana. Walaupun aku selalu membayangkan untuk menghabiskan hari tuaku suatu saat nanti di sebuah pedesaan di Inggris Utara, namun angan-angan itu tidak pernah mampu mengantikan kenangan nostalgia di Tarutung.

Tarutung mungkin tanah yang diberkati, walaupun tidak berlimpah susu dan madu seperti tanah Kanaan. Juga tidak begitu kaya dibanding dengan daerah lain di tanah air. Namun dari sana telah lahir orang-orang besar, baik para jenderal, public figure, cendikiawan, rohaniawan dan lain sebagainya. Semua berasal dari lembah luas di kaki bukit barisan ini. Dan kini saat aku telah berjalan begitu jauh meninggalkan rumah, berjalan begitu jauh tanah leluhurku, aku masih dapat mengenang nostalgia itu. Tarutung dan segala yang dapat aku bayangkan di dalamnya. Dan kupastikan itu akan tetap hidup dalam ingatanku. Bagiku Tarutung adalah awal dari langkahku dan akan berakhir di sana.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Rektor ITS dan Gus Ipul Mainkan Dolanan Tradisional

Rektor ITS dan Gus Ipul Mainkan Dolanan Tradisional

Rektor ITS dan Gus Ipul Mainkan Dolanan Tradisional
Rektor ITS dan Gus Ipul Mainkan Dolanan Tradisional

Wakil Gubernur Jatim, Saifulah Yusuf merayakan Sumpah Pemuda bersama

alumni ITS IKA PW Jatim dan sivitas akademi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (28/10/2017).

Mereka memainkan egrang dari bundaran ITS menuju ke lapangan dalam ITS.

Rektor ITS Prof Joni Hermana, mengungkapkan festival dolanan ini mengajak mahasiswa yang saat ini kaum milenial untuk kembali mengenang masa lalu.

Selain egrang juga ada permainan tradisional lain seperti gobak sodor dan

betengan.

“Kegiatan ini kami adakan bersama ikatan alumni dan semua mahasiswa serta pegawai. Jadi semua bisa ikut mengenang permainan zaman dulu,”ujarnya.

Dikatakannya, festival dolanan ini juga didaftarkan untuk memecahkan rekor perguruan tinggi penyelenggara permainan egrang batok kelapa terbanyak.

Targetnya ada 2.810 peserta dari alumni hingga mahasiswa yang

menggunakan egrang untuk memecahkan rekor MURI.

BACA JUGA – Hadir di ITS, BUMN Ajak Pemuda Indonesia Bangun Ekonomi Bersama

Kesempatan memakai egrang batok kali pertama dilakukan gus Ipul, sapaan akrab orang nomor 2 di Jatim ini.

Meskipun sempat ragu dan kesulitan di awal memakai, Gus Ipul akhirnya melangkah dengan egrang kedua yang dipilihnya.

“Kegiatan keluarga besar ITS ini patut diapresiasi, karena kegiatan ini pastinya sebagai pengingat dan upaya memelihara kebudayaan juga,”ungkapnya usai memakai egrang sejauh 10 meter dalam kegiatan yang dikemas dalam Festival Dolanan.

 

Baca Juga :

IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS

IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS

IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS
IKOMA Scholarship di UPT Bahasa dan Budaya ITS

UPT Bahasa dan Budaya ITS selalu membuat terobosan menarik bagi

mahasiswa dan civitas akademika ITS. Kali ini, terobosannya adalah Ikoma Scholarship. Ratna Rintaningrum, PhD, Kepala UPT Bahasa dan Budaya ITS, menjelaskan bahwa terkait dengan program IKOMA SCHOLARSHIP merupakan kerjasama IKOMA dan UPT Bahasa ITS.

“Program ini dibiayai oleh IKOMA. Program tersebut kami namakan Program Mencerdaskan Anak Bangsa karena memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar bahasa Inggris secara cuma-cuma di UPT Bahasa dan Budaya ITS”, ungkap Ratna Alumnus S3 Australia ini.

Mengapa tidak berbayar? Menurut Ratna, agar mahasiswa ITS memiliki kesempatan yang sama seperti mahasiswa lain yang mampu membayar sendiri. “Memang mahasiswa ITS karakternya bermacam-macam. Kelompok yang belum mencapai syarat lulus tersebut tetap harus diperhatikan dan ditolong”, ujarnya.

Program ini berangkat dari keprihatinan dan kepedulian dari semua pihak.

“Saya sendiri sebagai Ka UPT Bahasa dan Budaya, tidak rela kalau hanya untuk kelulusan harus mencari jalan dari universitas lain. Tidak boleh lagi terjadi seperti itu. Kita harus mampu menyelesaikan masalah kita sendiri”, imbuhnya.

Ratna mengharapkan bahwa untuk mahasiswa ITS terkait sertifikat EFL-

nya adalah keluaran UPT Bahasa ITS. “UPT Bahasa siap membantu. Diantaranya melalui program ini sebagai salah satu upaya untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa ITS yang score EFL nya belum mencapai syarat kelulusan”, kata Ratna bersemangat.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Kado Dies Natalis Ke-57, ITS Digandeng Kerja Sama Oleh Kemenhub dan KPK

Kado Dies Natalis Ke-57, ITS Digandeng Kerja Sama Oleh Kemenhub dan KPK

Kado Dies Natalis Ke-57, ITS Digandeng Kerja Sama Oleh Kemenhub dan KPK
Kado Dies Natalis Ke-57, ITS Digandeng Kerja Sama Oleh Kemenhub dan KPK

Bertepatan dengan Dies Natalis ke-57, Institut Teknologi Sepuluh

Nopember (ITS) Surabaya kembali mendapat kado spesial. ITS dipercaya untuk diajak kerja sama dengan dua institusi negara sekaligus, yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Rektorat ITS, Jumat (10/11).

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Samsudi dan Ketua KPK RI Ir Agus Rahardjo MSM dengan Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Mengawali sambutannya, Menhub mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah Indonesia saat ini. Adanya tol laut saat ini sudah mampu menekan angka disparitas sebesar 20 persen. Namun bagi Budi, program tol laut ini masih membutuhkan peningkatan, khususnya dalam bidang kapal pengangkut barang yang digunakan.

“Untuk peningkatan tersebut, Kementerian Perhubungan membutuhkan

partner dalam bidang pengetahuan, dan ITS dirasa mampu memberikan masukan atau riset untuk meningkatkan program tol laut beserta kapal untuk tol laut,” jelas alumni Universitas Gadjah Mada tersebut.

Menurut Budi, masih ada beberapa hal yang belum sempurna dalam pengembangan tol laut seperti muatan kapal untuk tol laut dirasa masih hanya mampu menampung sedikit beban, kapal yang digunakan masih merupakan kapal buatan luar negeri dan juga masih terdapat masalah tracking atau pelacakan.

“Pelacakan ini dibutuhkan untuk mengetahui praktik monopoli dalam

program tol laut,” ujar pria berumur 60 tahun tersebut. Dalam hal inilah, lanjut Budi, Kementerian Perhubungan menginginkan sumbangsih riset dan inovasi dari ITS dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

BNI Bantu ITS Salurkan Kredit Pendidikan

BNI Bantu ITS Salurkan Kredit Pendidikan

BNI Bantu ITS Salurkan Kredit Pendidikan
BNI Bantu ITS Salurkan Kredit Pendidikan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan fitur terbarunya, yaitu BNI Fleksi Pendidikan. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Rektorat ITS, Kamis (29/3) sore.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, dan General Manager Divisi Penjualan Konsumer BNI, Hermita, dengan disaksikan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional BNI, Adi Sulistyowati. Penandatanganan MoU ini juga dihadiri sejumlah pimpinan ITS dan BNI Kantor Wilayah Surabaya.

Dalam sambutannya, Adi Sulistyowati mengatakan, BNI dengan ITS sudah menjalin kerjasama sejak 1985, namun baru sebatas untuk pembayaran biaya kuliah (SPP), biaya ujian masuk PTN, dan beberapa pembayaran lainnya. “Karena itu, BNI ingin mengembangkan kerjasama ini, salah satunya dengan memberikan kredit Fleksi untuk para dosen dan mahasiswa ITS,” ujar Adi.

Menurut Adi, langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Republik

Indonesia Joko Widodo yang menghendaki perbankan Indonesia menyediakan produk pembiayaan khusus untuk mendukung dunia pendidikan di tanah air. “Produk pinjaman khusus pendidikan ini selain dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah keuangannya, sekaligus mendorong perluasan basis debitur Produk BNI Fleksi hingga ke kalangan kampus,” jelas Adi lebih lanjut.

BACA JUGA – Pecahkan Masalah Hemat Biaya Listrik, Jangkung Raih Doktor di ITS

Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary BNI Kiryanto mengungkapkan, BNI Fleksi Pendidikan yang diluncurkan kali ini merupakan Fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk kegiatan pendidikan bagi dosen dan juga mahasiswa, yang meliputi biaya Pendidikan Sarjana (S1) hingga mahasiswa tingkat doktoral (S3) di lembaga pendidikan dalam negeri dan luar negeri yang terakreditasi baik nasional maupun internasional. “Peluncuran produk ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa dan dosen di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Kiryanto memaparkan, pola pemberian BNI Fleksi Pendidikan

bagi mahasiswa dibagi menjadi dua. Pertama, BNI Fleksi Mahasiswa Berprestasi yang merupakan mahasiswa aktif S1/ S2/ S3 penerima beasiswa. Kedua, BNI Fleksi Mahasiswa di mana penerima BNI Fleksi merupakan mahasiswa aktif S2 dan S3 yang telah bekerja dan menyalurkan gajinya melalui BNI.

Penerima pola pembiayaan ini dapat memperoleh skim grace period (skema yang memungkinkan debitur hanya membayar bunga dalam kurun waktu tertentu) atau skim reguler. “BNI juga menyalurkan pembiayaan bagi dosen ITS yang melakukan penelitian selama jangka waktu tertentu, dengan cicilan ringan yang berlaku untuk segala jenis penelitian,” imbuh Kiryanto.

Sementara itu, Joni Hermana mengatakan, upaya BNI membantu ITS

dengan kredit Fleksi Pendidikan ini akan memudahkan peneliti di lingkungan ITS untuk mendapatkan dana penelitiannya. Sebenarnya ITS mendapatkan dana penelitian dari pemerintah sebesar Rp 60 miliar – 70 miliar per tahunnya, namun itu terkendala dengan proses alokasi dana tersebut.

 

Baca Juga :

Siklame, Solusi Mudah Bayar Pajak Reklame

Siklame, Solusi Mudah Bayar Pajak Reklame

Siklame, Solusi Mudah Bayar Pajak Reklame
Siklame, Solusi Mudah Bayar Pajak Reklame

Peningkatan jumlah reklame, khususnya di wilayah Surabaya, kerap menimbulkan permasalahan baru. Pasalnya, hal ini seringkali tidak diimbangi dengan pajak pemasukan reklame ke pemerintah. Beranjak dari masalah tersebut, tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Komputer ITS menciptakan aplikasi Siklame sebagai solusinya.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Yusuf Umar Hanafi, Dito Prabowo dan Wahyu Santoso. Ketua tim aplikasi siklame, Yusuf Umar Hanafi menjelaskan bahwa penyebab dari masalah pajak reklame ini lantaran kurangnya kesadaran dari pihak pembayar pajak. “Untuk itu perlu adanya petugas yang dikerahkan guna mendata apakah pajak reklame sudah dibayarkan atau mengecek jangka waktu berlakunya pajak tersebut,”ujarnya.

Seperti diketahui, pendataan pajak reklame oleh petugas saat ini masih

berbasis paper sehingga membutuhkan proses yang cukup lama. “Bayangkan jika di setiap daerah terdapat lebih dari 10 reklame, petugas akan kesulitan untuk mendatanya sekaligus memakan banyak waktu,” tutur mahasiswa yang biasa disapa Yusuf ini.

BACA JUGA – Tingkatkan Standar Mutu, BAN-PT Lakukan Perubahan Akreditasi

Dengan diciptakannya aplikasi Siklame ini, lanjutnya, tentu akan

memberikan kemudahan bagi petugas dalam melakukan pendataan reklame. Prosesnya dimulai dari pihak reklame mengajukan izin ke dinas yang terkait. Kemudian pihak dinas memasukkan data reklame yang diizinkan untuk dipasang. Petugas hanya perlu memverifikasi data sesuai dengan input data dari dinas.

”Kemudahannya di sini dari segi verifikasinya, petugas cukup memberikan

tanda centang di aplikasi Siklame. Selanjutnya petugas men-survey apakah lokasi reklame yang dipasang sudah sesuai dengan data yang telah di-input sebelumnya di dinas,” papar Yusuf.

 

Sumber :

https://jicsweb1.dom.edu/ICS/Resources/Offices_-_Departments/Welcome_and_Information_Desk/ELS_-_English_Language_School/Forums.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=bd529565-edba-472b-a678-1e14e030858b

Mahasiswa Arsitektur Perlu Kenal UU Arsitek

Mahasiswa Arsitektur Perlu Kenal UU Arsitek

Mahasiswa Arsitektur Perlu Kenal UU Arsitek
Mahasiswa Arsitektur Perlu Kenal UU Arsitek

Lulus mengenyam kuliah sarjana dan langsung mengemban gelar arsitek bukanlah perkara mudah. Pasalnnya masih banyak yang harus dipelajari oleh arsitek muda. Oleh karena itu untuk mematangkan persiapan menjadi arsitek, digelarlah seminar Arsitektur Pasca Kampus (ARCAMPUS) 2018 oleh Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Jumat (23/03).

ARCAMPUS kali ini mengangkat tema Regulation Creativity Featuring.

Pembicara yang dihadirkan ialah Ir Hari Sunarko IAI AA, ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur, dan Muhammad Siraj Darami ST, salah satu alumni Departemen Arsitektur ITS.

Hari Sunarko dalam kesempatan tersebut mengenalkan mahasiswa Departemen Arsitektur ITS pada Undang Undang (UU) arsitek di Indonesia yang baru saja diresmikan setahun lalu. Munculnya regulasi pertama yang mengatur profesi arsitek di Indonesia ini, mendatangkan dua prespektif berlawanan. Baik dari para profesional maupun dari akademisi termasuk mahasiswa. “UU arsitek ini ada yang menanggapinya sebagai kesempatan, dan juga sebagai hambatan,” ujarnya.

BACA JUGA – Dua Hal Penting Dipersiapkan Saat Melamar Kerja

Dalam UU RI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek dijelaskan ada beberapa

hal pokok yang perlu digaris bawahi. Mulai dari organisasi induk arsitek di Indonesia, alur keanggotannya, standarisasi dan sertifikasi seorang arsitek, dan juga sanksi bagi arsitek. Selain itu juga ada bagian yang menjelaskan soal keberadaan arsitek asing di Indonesia ke depannya. Hingga hal tersebut kemudian menjadi sebuah kekhawatiran bagi para profesional dan calon arsitek di Indonesia.

Sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, apalagi oleh mahasiswa yang nantinya akan jadi calon arsitek. Menurut pendiri HNK architect ini, penyusunan UU arsitek telah banyak melakukan pertimbangan baik dari kalangan pemerintah maupun pihak-pihak yang punya kapabilitas di dunia arsitektur. “Perlu diketahui, ada arsitek jebolan Arsitektur ITS yang turut andil dalam perancangan UU ini,” jelas pria yang juga merupakan Departemen Arsitektur ITS tersebut.

Disamping mengenalkan UU arsitek kepada mahasiswa, ARCAMPUS tahun

ini juga memberikan ilmu terkait bagaimana menyiapkan potorfolio dan Curriculum Vitae (CV) yang baik untuk nantinya memasuki dunia kerja. Muhammad Siraj Darami ST,menjelaskan bahwa seorang mahasiswa arsitektur meski punya keterampilan dalam menyusun portofolio dan CV.

“Portofolio menunjukan pemikiran dan kemampuan komunikasi kita akan bidang ilmu kita. Sedangkan CV adalah media promosi diri,” ungkap mantan ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur ITS tahun 2014/2015 ini.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&&Id=b948ea76-a5ee-408e-91d5-4d8dedc1a018

Nenek 72 tahun Hadapi Vonis, Akankah Dibebaskan

Nenek 72 tahun Hadapi Vonis, Akankah Dibebaskan

Nenek 72 tahun Hadapi Vonis, Akankah Dibebaskan
Nenek 72 tahun Hadapi Vonis, Akankah Dibebaskan

Dengan alasan kemanusiaan, vonis Marsiyah (72) dipercepat. Nenek yang telah bungkuk asal Purwokerto itu akan diputus bersalah atau tidak, Rabu pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Iya, langsung tuntutan. Tidak pakai replik-duplik. Saksi juga cuma satu kali sidang,” kata pengacara Marsiyah, Ermelina Sengereta saat berbincang dengan detikcom, Rabu (16/6/2010).

Sebelumnya, jaksa tunggal Novika Muzairah menuntut Marsiyah 5 bulan penjara karena melanggar pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Novika meyakini Marsiyah telah mencakar dan menjambak adik menantunya, Febriyanti. Tindakan itu dibantu oleh anak Marsiyah, Yuswati yang juga ikut di gelandang ke pengadilan. Namun tudingan itu buru-buru ditampik.

“Tindakan itu tidak benar. Justru sebaliknya, salah satu saksi Halailah mendengar teriakan minta tolong Marsiyah karena dijambak oleh Febriyanti,” ucap Marlonsius Sihaloho, salah satu pengacara Marsiyah saat membacakan pembelaan pekan kemarin.

Bagi majelis hakim, titik pangkal perkara berada pada Febri. Sikapnya yang kurang sopan dan main nyelonong masuk rumah Yuswati membuat Marsiyah yang tengah berada di rumah menjadi geram. Saat ditegur, bukannya minta maaf justru balik marah dan menimbulkan percekcokan, adegan cakar-cakaran.

“Tidak boleh mau masuk ke rumah orang lain tanpa izin. Termasuk ke kamar orang lain, harus izin ke yang punya. Kalau anak saya masuk tanpa izin ke kamar saya, saya marah. Dari sopan santun sudah tidak benar,” kata salah satu anggota majelis hakim saat memeriksa Febri.

Bagi Marsiyah, ia tidak menyangka cekcok sepele dirumahnya November tahun lalu akan berakhir di pengadilan. Dia berharap, hakim membebaskannya dan dapat pulang ke kampungnya di Purwokerto.

Baca Juga :