Umpan Balik Mekanikal vs Respon Pengendalian

Umpan Balik Mekanikal vs Respon Pengendalian

Fokus utama dalam subsistem pengendalian keuangan adalah pada perilaku orangorang dalam organisasi, dan bukan pada mesin. Oleh sebab itu, pengendalian keuangan dapat dipahami secara baik melalui penekanan pada pentingnya asu.msiasumsi keperilakuan. Tetapi tidak semua desain pengendalian berhubungan dengan keperilakuan. Aplikasi mekanikal dari pengendalian, seperti halnya pada thermostatyang mengatur suhu ruangan, menekankan umpan balik mekanik daripada respon-respon keperilakuan. Tentu saja, peralatan mekanik dan elektrik serfs metode-metode dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku manusia.

Sebuah alarm peringatan telah dipasang sebagai sarana pengaman untuk mencegah kecelakaanatau sebuah desain sistempassword untuk mencegah orang-orang yang tidakberhak dapat menggunakan komputer, adalah beberapa contoh yang sudah ada. Contohcontoh ini mempekerjakan sarana-sarana mekanik dan elektrik, tapi tujuan, pengendalian adalah untuk mempengaruhi manusiadaripada untuk memunculkan, respon mesin. Karena menekankanpada respon manusia daripada respon mesin, makasubsisteni dari pengendalian keuangan mendasarkan pemikirannya pada asumsi-asumsi keperilakuan. Tujuan keperilakuan Jalam pengendalian keuangan dapat direkonsifiasi dengan sebuah definisi umum tentang pengendalian. Pada umumnya, pengendalian didefinisikan sebagai sebuai inisiatif yang dipilih karena dipercaya bahwa kemungkinan mendapatkan suatu outcome yang diharapkan akan makin meningkat. Dalam pengendalian keuangan hasilhasil pokok yang diharapkan merupakan peristiwa-peristiwa keperilakuan dan penerapannya

dari masalah-masalah keuangan.

Definisi pengendalian cidasarkan pada konsep “keyakinan” dan “probabilitas”. Manajer-manajer memiliki keyakinan tentang cara dunia mereka bekerja den berbagai respon yang mereka harapkan saat sebuah inisiatif dipilih. Outcome keperilakuan dapat diprediksi. Dalam konteks organisasi yang nyata, adalah penting untukmemahami dengan baik hubungan sebabakibat baik terlihat nyata ataupun tidakpada lingkungan yang kompleks. Menetapkan standar yang tinggi di dalam sistemakuntansi biaya, misalnya, tidak menjamin pekerja akan lebih produktif. Demikian juga, pen6rapan sistem akuntansi pertanggung jawaban tidak menjamin manajer akan lebih bertanggungjawab danefektif dalam mengalokasikan sumber berdaya yang dikuasai. Dalam memilih pengendalian keuangan, manajer akan bergantung pada keyakinan dan pengalaman mereka. Outcome keperilakuan yang berhubungan dengan inisiatif-inisiatif pengendalian akan dimengerti dengan lebih realistis dan akurat dalam situasi dimana keyakinan dan taksiran kemungkinan terhadap hal ini daripada hubungan kausal yang naif. Tujuan utamaliteratur akuntansi biasanya menekankan asumsi-asumsi keperilakuan yang pokok dalam pengendalian keuangan. Hal ini dapat dinterpretasikah sebagai evc!usi pemikiran dan perluasan lingkungan yang mempengaruhi akuntansi dan displin akuntansi. Banyak hal yang diperoleh dari penggabungan antara pendekatan perilaku untuk pengendalian dalam akuntansi manajerial dan akuntansi tradisional dengan konsep-konsep nonkeperilakuan dari pengendalian yang ada dalam literatur akuntansi dan auditing.

RECENT POSTS