Tujuan Teknologi Informasi

Tujuan Teknologi Informasi

Tujuan Teknologi InformasiTujuan Teknologi Informasi

Tujuan teknologi informasi dalam memecahkan masalah

Dalam memecahkan masalah, teknologi informasi juga berperan penting di dalamnya. Pemecahan masalah disini berhubungan tentang semua masalah yang terjadi pada manusia. Peran dari teknologi informasi akan sangat vital untuk memecahkan masalah, sebab teknologi informasi didalamnya terdapat sebuah informasi yang berguna sebagai pemecah masalah yang terjadi pada kehidupan manusia sehari-hari.

Selain itu teknologi informasi sebagai pemecah masalah juga dapat diterapkan pada setiap perusahaan. Setiap perusahaan maupun instansi pemerintahan tidak akan pernah lepas dari suatu masalah. Terutama masalah yang berhubungan dengan pengelolaan manajemen.Jika ditinjau dari kehidupan sehari-hari terjadinya masalah bisa disebabkan dari pihak internal maupun pihak eksternal.Banyak pihak yang menganggap bahwa masalah yang datangnya dari pihak eksternal lebih berbahaya sehingga di prioritaskan untuk segera diselesaikan, sedangkan masalah yang datangnya dari dalam (internal) tidak terlalu berbahaya. Sehingga hal inilah yang dapat membuat suatu perusahaan akan mengalami kebangkutran.

Oleh sebab itu peran teknologi pada suatu perusahaan atau instansi sangat berperan penting untuk mengatur perusahaan. Teknologi informasi menyangkut tentang teknologi computer, dimana computer sebagai perangkat utama untuk mengolah informasi yang bermanfaat. Perlu adanya akses internet pada computer agar mendapat informasi yang berkualitas dalam memecahkan masalah, karena  pada jaringan internet banyak informasi yang sangat kita perlukan.

Tujuan Teknologi Informasi dalam membuka kreatifitas.

Kreativitas sangat diperlukan dalam Teknologi Informasi dengan beberapa alasan antara lain: pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian.

Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Contohnya, pembelajaran dengan dukungan Teknologi informasi dan telekomunikasi memungkinkan seseorang dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna.

Melalui teknologi informasi dan telekomunikasi seseorangakan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasan kita. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal yang telah dipaparkan di atas tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap orang  belajar memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran sangat membuka peluang untuk membentuk kreativitas dan kemandirian seseorang. Beragamnya sumber belajar yang dapat diakses membutuhkan kearifan agar selektif dalam memilah dan memilih sumber tersebut. Terbentuknya kreativitas dan kemandirian belajar dalam diri seseorang menjadikan mereka mampu untuk bertahan dan bersaing di era global.nepi dieu


Sumber: https://gurupendidikan.org/