TEMPAT PEMIJAHAN IKAN HIAS CUPANG

TEMPAT PEMIJAHAN IKAN HIAS CUPANG

  • Untuk memijahkannya cukup disediakan akuarium berukuran 20 x 40 cm, tinggi 20 cm. Atau toples-toples kaca. Dapat juga dengan menggunakan bak semen berukuran 1 x 2 m atau 1 x 1 m dengan ketinggian bak antara 30-40 cm. Bila pemijahan dilakukan dalam bak semen sebaiknya dibuatkan kamar-kamar dengan sekatan kayu, agar dapat dipakai untuk mengawinkan cupang dalam jumlah yang cukup banyak. Kamar pemijahan ini boleh berukuran hanya 20 x 20 cm.
  • Di dalam tempat pemijahan diberi tanaman air untuk membantu induk jantan membuat sarang busa. Tanaman ini boleh eceng gondok yang mengapung atau Aponogeton yang memanjang dari dasar bak. Bisa juga sekedar potongan daun eceng gondok, jika pemijahan dilakukan pada kamar-kamar yang disekat di bak semen.
  • Air yang digunakan bisa air biasa dari sumur atau ledeng. Sebaiknya telah didiamkan selama 24 jam, untuk menguapkan gas yang tidak dikehendaki. Bila memang air sulit dicari, ikan ini masih mau dikawinkan pada air yang diperoleh dari penampungan hujan. Tentunya harus pula diendapkan sehari semalam.

MEMILIH INDUK IKAN HIAS CUPANG:

  • Untuk membedakan ikan cupang jantan dari betin dapat dilihat dari perbedaan sirip-siripnya dan warna badannya.
  • Ikan hias cupang jantan mempunyai jari-jari sirip anal, punggung, dan ekor yang tumbuh dengan sangat sempurna, yaitu lebih panjang sedikit dibandingkan selaput yang menutupinya. Sedangkan ikan hias cupang betina mempunyai sirip ekor, anal, dan punggung yang biasa, tanpa ada penonjolan dari jari-jari siripnya.
  • Selain itu ikan hias cupang jantan juga terlihat mempunyai ujung sirip punggung yang berwarna kemerahan, yang juga terlihat pada sirip ekor dan analnya. Pada ikan jantan yang telah matang kelamin terdapat bintik-bintik hitam pada punggungnya yang lebih banyak dari biasanya, yang tidak terlihat pada induk ikan hias cupang betina.
  • Ikan-ikan yang dipilih sebagai induk sebaiknya telah berukuran 5 cm dan telah berumur antara 6-7 bulan. Induk jantan berjumlah sebanding dengan induk betina, karena perkawinan ikan hias cupang menganut sistem monogami.
  • Induk yang telah terpilih ditempatkan dalam wadah terpisah, dan diberi makan yang layak, biasanya kutu air atau cuk (jentik nyamuk).

PEMIJAHAN IKAN HIAS CUPANG:

  • Sebelum dipakai, bak atau akuarium dibersihkan dulu untuk menghindari jamur atau bibit penyakit lainnya. Kotoran yang melekat di dindingnya digosok hingga licin, kemudian dibilas dengan air bersih. Jika dirasakan perlu, boleh direndam dengan larutan PK encer, sebelum akhirnya dibilas lagi.
  • Ke dalam akuarium diisi air setinggi 15-18 cm, sedangkan bak boleh sampai kedalaman 25 cm. Kemudian dimasukkan tanaman yang telah dibersihkan. Aponogeton harus diberi pecahan genteng pada dasarnya supaya jangan tumbang, sedangkan eceng gondok dapat ditempatkan begitu saja.
  • Induk-induk ikan hias cupang yang telah dipilih dimasukkan ke dalam tempat pemijahan, satu ikan jantan untuk satu induk ikan betina. Bila menggunakan tempat bak semen, banyaknya induk yang dikawinkan disesuaikan dengan banyaknya sarang yang tersedia.
  • lnduk ikan hias cupang jantan akan membangun sarang busa di antara daun-daunan enceng gondok atau di sekitar tanaman Aponogeton. Induk ikan hias cupang betina hanya mengawasi pasangannya mempersiapkan pelaminan. Setelah sarang busa siap, maka tidak berapa lama induk betina akan menghampiri pasangannya untuk bersama-sama bercumbu di bawah sarang busa.

Baca juga: