TEMPAT PEMIJAHAN IKAN HIAS ARULIUS

TEMPAT PEMIJAHAN IKAN HIAS ARULIUS

Memijahkan ikan hias arulius merupakan kegiatan yang bisa dibilang mudah. Tempat memijah yang disediakan buat ikan ini ialah :
1. Kolam atau bak dari semen 2 x 3 m sedalam 50 cm.
2. Akuarium panjang 1 m, lebar 0,5 m, kedalaman 0,5 m.
3. Air yang dikehendaki arulius tidak ada kekecualian dengan ikan hias jenis lain, yaitu bisa dari sumur atau ledeng dengan kesadahan normal, keasaman (pH) 7 dengan suhu antara 23-25°C.
Untuk melengkapi tempat pemijahan ini maka ke dalam tempat pemijahan diisi air setinggi 40 cm. Karena arulius sifatnya memberantakkan telur, maka ke dalam tempat pemijahan harus disediakan tanaman air dasar, untuk melindungi keselamatan telur dari induknya. Tempat pemijahan ini kalau bisa diusahakan menerima sinar matahari pagi. Eceng gondok boleh ditempatkan untuk mengurangi terik matahari dan memberi kesan alami bagi induk.

MEMILIH INDUK IKAN HIAS ARULIUS:

Syarat induk tak boleh ditawar, yaitu harus sehat, bentuk tubuh normal, dan lincah. Usia siap kawin arulius setidaknya 9-12 bulan dengan panjang. tubuh antara 8-10 cm. Untuk membedakan jenis kelaminnya bisa dilihat dari bentuk badan dan sirip punggungnya. Bentuk badan si jantan biasanya lebih panjang dan langsing, sementara si betina lebih montok, buntek dengan penampang badan lebih besar. Selain itu, ikan hias arulius jantan memiliki sirip punggung yang luar biasa cantik, memanjang dengan warna gelap atau kemerahan. Sedang si betina memiliki sirip punggung yang lebih pendek.
PEMIJAHAN IKAN HIAS ARULIUS:
  • Induk ikan hias arulius yang telah dipilih ditaruh ke dalam tempat pemijahan yang sudah dimanupulasi sedemikian rupa sebelumnya, dengan perbandingan jantan-betina 4 : 10. Induk arulius jantan 4 ekor betina 10 ekor. Dengan perbandingan ini diharapkan ikan jantan dapat membuahi telur-telur ikan betina secara merata.
  • Biasanya, induk ikan hias arulius yang telah matang kelamin yang dimasukkan sore hari akan memijah malam harinya. Telur-telur akan jatuh dan berserakan di dasar kolam/akuarium pemijahan, di antara tanaman air. Jadi tidak menempel pada tanaman. Biasanya telur-telur itu akan menetas setelah 24-36 jam.
  • Untuk lebih memberi jaminan keselamatan bagi telur dan benih sebaiknya induk dikembalikan ke tempat pemeliharaan induk, begitu selesai memijah. Ke dalam akuarium diberi aerator sebagai supplyer oksigen. Sedang bak/kolam kurang perlu diberi aerator.
  • Telur dan benih tetap dibiarkan dalam akuarium pemijahan, tanpa perlu diganggu. Setelah menetas, tanaman air dasar boleh dipindahkan. Untuk menjaga agar benih tidak terikut, sebaiknya digoyang-goyangkan terlebih dahulu.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/