Pengertian Fi’il Ruba’i Mazid

Pengertian Fi’il Ruba’i Mazid

Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il mazidnya memuat huruf lebih dari empat huruf, dengan rincian yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.

Wazan fi’il ruba’i mazid ada 3 bab, yaitu:

  1. Wazan تَفَعْلَلَ ditambah ta’, seperti تَدَخْرَجَ (menjadi terguling), asalnya دَخْرَجَ (tergulingkan).
  2. Wazan اِفْعَنْلَلَ ditambah hamzah dan nun, seperti اِخْرَنْجَمَ (menjadi berkumpul), asalnya خَرْجَمَ (mengumpulkan/berdesakan).
  3. Wazan اِفْعَلَلَّ ditambah hamzah dan takrar lam fi’il yang kedua, seperti اِقْشَعَرَّ (sangat mengerut), asalnya قَشْعَرَ (mengerut).
  4. Fi’il Ruba’I Mazid Dengan Penambahan 1 Huruf
    Fi’il Ruba’i Mazid dengan penambahan 1 huruf hanya ada satu wazan, yaitu:  تَفَعْلُلاً – يَتَفَعْلَلُ – تَفَعْلَلَ
    dengan penambahan ta’ memiliki makna muthowa’ah atau ” hasil perbuatan”, contoh :
    Kata دَخْرَجَ bermakna “menggulingkan”, bila diubah menjadi تَدَخْرَجَ bermakna “terguling”.
  5. Fi’il Ruba’I Mazid Dengan Penambahan 2 Huruf
    Fi’il Ruba’i Mazid dengan penambahan 2 huruf ada dua wazan, yaitu:    افْعِنْلالاً – يَفْعَنْلِل – افْعَنْلَلَ
    اِفْعَلِلَّ  – يَفْعَلِلُّ  – اِفْعَلَلَّ
    Pertama : افْعِنْلالاً – يَفْعَنْلِل – افْعَنْلَلَ
    dengan penambahan hamzah dan nun memiliki makna muthowa’ah atau hasil perbuatan, contoh :
    Kata  خَرْجَمَ bermakna “mengumpulkan unta”, bila diubah menjadi اِخْرَنْجَمَ  bermakna “terkumpul” atau “berdesakan”.
    Kedua : افعللّ  – يفعللّ  – افعللّ
    dengan penambahan hamzah dan syaddah memiliki makna mubalaghoh atau “sangat”, contoh :
    Kata اِقْشَعَرَّ bermakna “berkerut”, bila diubah menjadi اقشعرّ bermakna “sangat berkerut”.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Fi’il Ruba’i Mazid ialah kalimah yang fi’il madzinya memuat huruf lebih dari empat huruf, yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.
  3. Fi’il ruba’i mazid khumasi ialah kalimah yang fi’il madlinya terdiri dari lima huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang satu berupa huruf tambahan.
  4. Fi’il ruba’i mazid sudasi ialah kalimah yang fi’il madlinya memuat enam huruf, yang empat berupa huruf asal dan yang dua berupa huruf tambahan.
  5. Saran

Sebagian besar penduduk di Indonesia adalah beragama islam, maka dari itu sudah seharusnya masyarakat Indonesia mempelajari bahasa Arab dalam upaya untuk memperdalam pemahaman terhadap agamanya, karena mempelajari bahasa Arab tidak kalah pentingnya dengan bahasa-bahasa internasional lainnya, untuk itu demi upaya memajukan bahasa Arab serta memperdalam nilai-nilai keagamaan kita belajarlah bahasa Arab sedini mungkin