Orientasi Pengembangan Obyek

Orientasi Pengembangan Obyek

Pengembangan daerah tujuan wisata (DTW) berarti juga akan mengembangkan obyek-byek wisata, karena obyek wisata merupakan bagian dari tujuan wisata.disamping itu kebijaksanaan dinas pariwisata menjadi arahan kebijaksanaan di daerah Yaitu :

1        Menggencarkan promosi pariwisata dari luar negeri dan yang menuju obyek wisata.

2        Meningkatkan mata pelayanaan dan mata produksi wisata.

3        Menggambarkan kawasan-kawasan pariwisata untuk memajukan daerah lokasi yang potensial.

4        Menggalakkan berbagai obyek wisata terutama Di Indonesia  Bagian Timur baik wisata bahari maupun wisata alam.

5        Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepariwisataan.

6        Membudayakan sadar wisata.

Kriteria Pengembangan Kawasan Pariwisata.

Study pengembangan obyek pariwisata diawali dengan pemikiran mengenai landasan, pengembangan kawasan tersebut baik ditinjau dari peran kegiatan pariwisata sebagai salah satu sector pembangunan wilayah maupun fungsi kawasan tersebut dalam kaitannya dengan wialayah pengembangan sekitarnya.

Untuk mewujudkan gagasan pengembangan tersebut dapat terlaksana dengan baik, selanjutnya memerlukan suatu kerja sama pengadaan sarana pariwisata ini dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan memperhatikan sumber daya yang ada serta kemampuan developer.

Citra pegembangan obyek pariwisata digali dari potensi sumber daya yang ada dan menciptakan atraksi menarik sesuai dengan system social dan nilai masyarakat setempat.

7        Pemanfaatan Sumber Daya Alam.

8        Penanganan Masalah Dampak Lingkungan.

9        Pertimbangan Ekonomi Tata Ruang.

10    Organisasi Dan Struktur Tata Ruang.

11    Sistem Transportasi Dan Media Pelayanan.

Adapun Kriteria dasar yang mempunyai syarat kelayakan lokasi kegiatan pariwisata dalam hubungannya dengan para pelaku yang memanfaatkan kegiatan tersebut, antara lain meliputi:

  1. Syarat tata ruang dan konstruksi
  2. Syarat orientasi terhadap cahaya matahari, cuaca, pemandangan alam dan lain sebagainya.
  3. Syarat kemudahan pencapaian obyek wisata, pusat pelayanan umum, hubungan antara unsur kegiatan, fasilitas transportasi.
  4. Syarat keindahan dalam memberikan ekspresi dan ketenangan kawasan, memanfaatkan lingkungan yang berorientasi pada pemandangan alam.
  5. Syarat lingkungan yang serasi

Kegiatan pariwisata cenderung merusak kelestarian lingkungan alam dan budaya setempat, oleh karenanya perlu dijaga agar terhindar dari dampak negative dengan pengawasan dan pengendalian yang ketat, memperhatiakn dan mencerminkan cirri budaya setempat yang khas.

Sumber: https://multiply.co.id/