Gerakan Nasionalisme dan Peran Kemal Atatruk

Gerakan Nasionalisme dan Peran Kemal Atatruk

            Setelah perang Dunia I, muncul pula pergerakan militer yang di kepalai oleh Mustafa kamal Atatruk di Turki selatan. Tugasnya adalah merebut Izmir dari tangan tentara sekutu, mustapa kemal berhasil menyelamatkan Turki dari penjajahan Barat.
            Mustapa kemal menentang sultan di Istanbul dengan mendirikan pemerintahan tandingan di Anatolia dengan mendaklarasikan pernyataan-pernyataan sebagai berikut:
1.      Kemeedekaan tanah air dalam keadaan bahaya
2.      Sultan tidak dapat menjalankan pemerintahan karena berada dibawah kekuasaan sekutu
3.      Rakyat Turki harus berusaha sendiri untuk membebaskan tanah air dari kekuasaan asing.
4.      Gerakan pembela tanah air harus dikoodinir oleh panitia nasional
5.      Untuk merealisasikan hal-hal tersebut, perlu diadakan kongres.
Golongan nasional menjadi pemenang dalam pemilu dan Mendirikan Dewan Nasional di Ankara dengan berhasil  membentuk Majelis Nasional Agung (MNA) (1920), dalam siding ini Mustafa Kemal terpilih sebagai ketua.
Pembaharuan yang dilakukan Mustafa Kemal adalah:
1.      Pemisahan antara pemerintahan dengan agama. Ide ini diterima oleh MNA (1920)
2.      Kedaulatan Turki bukan ditangan sultan, tetapi ditangan raktyat
3.      Jabatan khalifah dipertahankan, tetapi hanya memiliki kewenangan  spiritual, sedangkan kewenangan duniawinya ditiandakan (1922)
4.      Khalifah wahid al-Din dipecat dari jabatannya karena berkhianat dengan melarikan diri dibawah perlindungan inggris dan Abdl Majdid diangkat sebagai penggantinya
5.      Berubahnya bentuk Negara dari bentuk khalifah menjadi bentuk republic dan islam menjadi agama Negara (1923)
6.      MNA memutuskan bahwa jabatan khalifah dihapuskan karena dianggap melahirkan dualisme kepemimpinan (1924)
7.      Turki mendeklarasikan sebagai Negara sekuler dengan menghapus Islam sebagai agama Negara (1937).

Peradaban yang berkembang

            Kerajaan Turki usmani merupakan salah satu kerajaan Islam yang bertahan lama yang mampu mengembangkan peradaban dalam berbagai hal. Selain pembangunan dalam bentuk fisik, perkembangan pesat juga terjadi dalam hal pemikiran.
·         Pada bidang militer dan pemerintahan
1. Adanya Akademi militer sebagai  pusat pendidikan dan pelatihan
2. Terbentuknya tentara tangguh Jenissari dan Taujiah
3. Adanya Kitab Muqtadha Al-Abhur, sebagai UU Pemerintahan.