Metode Penelitian Juliansyah Noor

Metode Penelitian Juliansyah Noor

Metode Penelitian Juliansyah Noor

Metode Penelitian Juliansyah Noor
Metode Penelitian Juliansyah Noor

Desain Penelitian

Pemilihan desain penelitian dimulai ketika peneliti telah merumuskan hipotesisnya. Desain untuk perencanaan penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan penelitian sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesis maupun dalam membuat kesimpulan.

 Tujuan dari Bab ini adalah untuk mengetahui dalam memilih rancangan yang tepat dan memahami jenis-jenis desain penelitian.

  1. RANCANGAN PENELITIAN

Desain penelitian harus dapat menerjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis. Penjelasan ini dapat dilihat pada Gambar

  

Penelitian                                Penelitian

Eksploratif                               Konklusif

                                   Penelitian             Penelitian

                                Deskriptif                                Kausal

                Cross-sectional       Longitudinal

 

Single Cross            Multiple Cross

Sectional                 sectional

Desain riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

Menurut Malhotra (2006), Desain Penelitian adalah kerangka atau cetak biru dalam melaksanakansuatu proyek riset.

Sedangkan menurut Philips (Cooper,2008) desain penelitian diklasifikasikan sebagai rencana dan struktur investigasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian.

Berdasarkan penelitian dari berbgaai ahli tersebut, maka desain penelitian dibagi dalam dua bagian besar, yaitu secara menyeluruh dan parsial. Secara menyeluruh, desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam hal ini komponen desain dapat mencakup semua struktur penelitian diawali saat menemukan ide, menentukan tujuan, kemudian merencanakan penelitian (permasalahan, merumuskan, menentukan tujuan penelitian, sumber informasi dan melakukan kajian dari

berbagai pustaka, menentukan metode yang digunakan, analisis data dan menguji hipotesis untuk mendapatkan hasil penelitian).

Desain penelitian secara parsial merupakan penggambaran tentang hubungan antarvariabel, pengumpulan data, dan analisis data, sehingga dengan adanya desain yang baik peneliti maupun pihak yang berkepentingan mempunyai gambaran yang jelas tentang keterkaitan antara variabel yang ada dalam konteks penelitian dan apa yang hendak dilakukan seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian.

Didalam Rancangan Penelitian terdapat 2 macam jenis penelitian yaitu

  1. Penelitian Eksploratif, adalah penelitian yang memiliki tujan untuk mendapatkan keterangan, wawasan, pengetahuan, ide, gagasan, dan pemahaman sebagai upaya untuk merumuskan dan mendefinisikan masalah, menyusun hipotesis berdasarkan data dan masa lampau atau teori yang ada.

Penelitian ini dilakukan sifatnya hanya melakukan eksplorasi yaitu berusaha untuk mencari ide atau hubungan yang baru sehingga dapat dikatakan bahwa riset ini bertitik tolak dari variabel, bukan dari fakta.

Desain penelitian ini dapat dianggap sebagai langkah pertama yang diharapkan dapat dipakai untuk merumuskan persoalan dimana pemecahannya dapat memakai jenis penelitian yang lain. Desain penelitian ini relatif tidak memerlukan teori dan hipotesis serta bekerja pada satu variabel.

Menurut Emory (1995) dapat dilakukan dengan dua bidang telaahan studi yaitu:

  1. Literature survey, bertujuan untuk menemukan teori, konsep, variabel dan lainnya.
  2. Experience survey, bertujuan untuk menemukan informasi dari pengalaman orang lain.
  3. Penelitian Konklusif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis. Penelitian konklusif didesain untuk membantu pengambil keputusan dalam menentukan, mengevaluasi, dan memilih alternatif terbaik dalam memecahkan suatu masalah.

Menurut Sekaran (2007), perbedaan desain eksplorasi dengan konklusi adalah

Eksplorasi Konklusif
Tujuan Mendapatkan wawasan dan pemahaman Menguji hipotesis dan menguji hubungan
Karakteristik Informasi yang dibutuhkan didefinisikan dengan longgar Informasi yang dibutuhkan didefinisikan dengan jelas
Prosedur riset fleksibel dan tidak terstruktur Prosedur riset formal dan terstruktur
Sample kecil dan tidak mewakili Sample besar dan mewakili
Analisis data primer secara kualitatif Analisis data secara kuantitatif
Temuan Sementara Kesimpulan
Hasil Biasanya diikuti oleh riset lebih lanjut atau konklusif Temuan digunakan sebagai masukan bagi pembuat keputusan manajemen
  1. Penelitian Deskriptif, bertujuan untuk mendeskripsikan sifat atau karakteristik dari suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat ini. Penelitian ini memusatkan perhatian kepada masalah aktual dan peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Penelitian ini relatif sedikit memerlukan teorisasi dan hipotesis serta dapat bekerja pada satu variabel saja juga lebih dari satu variabel.
  1. Penelitian deskriptif dibedakan berdasarkan horizon waktu yaitu:
  1. Penelitian Cross Sectional, adalah studi yang dapat dilakukan dengan data hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, bulanan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian.

Data yang berkaitan dengan penelitian khusus ini belum dikumpulkan sebelumnya, juga tidak akan dikumpulkan lagi dari para broker tersebut untuk penelitian ini.

  1. Penelitian Longitudinal, adalah mempelajari orang atau fenomena lebih dari satu batas waktu dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. Studi macam ini, jika data variabel terikat dikumpulkan pada dua atau lebih batas waktu untuk menjawab pertanyaan peneliti.

Baca Juga :