Miris! Kekurangan Guru ASN Di Bangkalan Berjumlah Ribuan, Kepsek pun Dijabat Plt

Miris! Kekurangan Guru ASN Di Bangkalan Berjumlah Ribuan, Kepsek pun Dijabat Plt

Miris! Kekurangan Guru ASN Di Bangkalan Berjumlah Ribuan, Kepsek pun Dijabat Plt

Miris! Kekurangan Guru ASN Di Bangkalan Berjumlah Ribuan, Kepsek pun Dijabat Plt
Miris! Kekurangan Guru ASN Di Bangkalan Berjumlah Ribuan, Kepsek pun Dijabat Plt

Bambang Budi Mustiko, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Madura menyebut masih kekurang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sekitar 3 ribu lebih.

Hal itu Ia sampaikan saat dimintai tanggapan perihal tuntutan massa aksi yang melakukan demonstrasi di kantor Disdik setempat, Selasa (01/10) agar supaya kepala sekolah disejumlah SD tidak dijabat Plt.

“Sekarang kami masih banyak kekurangan guru yang berstatus ASN.

Sementara Golongan ASN yang bisa menjabat kepala sekolah minimal harus 3C dan juga harus lulus uji calon kepala sekolah, tidak seperti yang lalu- lalu,” kata Bambang kepada jurnalfaktual.id. Selasa (01/10/2019).
BacaLagi
KKP dan Perinus Berdamai Soal KJA Sabang, FNI: Proses Hukum harus Jalan Terus
Korupsi Tindakan Kejahatan, Mari Kita Tegaskan Korupsi Musuh Bersama

Bambang mengatakan, jika yang menjabat Kepala sekolah tidak memiliki sertifikat 3C dan dinyatakan lulus uji calon kepsek, maka yang terdaftar di Dapodik fungsinya hanya sebagai guru bukan Kepsek.

“Jika tidak bisa lagi kita paksakan (mem Pltkan), otomatis administrasi disekolah itu tidak sah lagi tanda tangannya karena di dapodik sudah ditolak, bukan karena kepala sekolahnya tapi statusnya gurunya, Itu termasuk juga tanda tangan bos dan lainnya termasuk tanda tangan ijasah,” terangnya.

Makanya, kata Bambang, pihaknya mem Plt- kan sejumlah jabatan kepsek

di beberapa sekolah, karena kendala utamanya minim ASN golongan 3C. “Makanya saya ajukan mem Plt kan mem Pltkan kepala sekolah,” tegasnya.

Terkait minimnya sejumlah guru PNS yang mengajar diplosok desa yang hanya ada 1 atau 2 orang, Bambang membenarkan hal tersebut. Akan tetapi, jika pendidikan di Bangkalan dikatakan bobrok, Ia sedikit menepis.

“Iya kalau yang minim guru berstatus ASN di desa desa itu memang benar.

kita memang kekurang guru PNS sekitar 3 ribu lebih. Tapi kalau bobrok enggaklah, makanya ini menjadi kajian akademik bagi kami untuk pembenahan kedepan,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan, Ambar Pramudya Wardhani belum bisa berkomentar terkait jabatan kepsek di sejumlah SD yang di Plt- kan.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/