Masalah Pendidikan Indonesia yang Tak Pernah Tuntas

Masalah Pendidikan Indonesia yang Tak Pernah Tuntas

Walaupun masalah korupsi telah ditangkap oleh petugas KPK dan selalu berjuang diperbaiki dengan pemilihan aparat – aparat yang bersih tetapi tetap saja Indonesia seolah stagnan di situ saja tanpa tidak sedikit perkembangan yang berarti. Aparat yang bertugas seolah tak pernah dapat mengatasi sekian banyak masalah lapangan yang terjadi. Bukan melulu soal korupsi tetapi pun soal sistem edukasi yang berlaku di Indonesia.

Sampai ketika ini dana edukasi masih terkesan tidak layak, belum lagi kinerja guru yang berlabel “tanpa tanda jasa” lantas membuatnya tidak menemukan penghargaan atas “gaji” yang terbaik sampai-sampai pelayanan pendidikan pun biasa – biasa saja. Itu di antara masalah yang terjadi dan menjadi problematika yang tidak sedikit dibicarakan di lingkungan masyarakat terbawah. Belum lagi masih tidak sedikit ketimpangan yang terjadi dalam dunia pendidikan sampai menimbulkan masalah di babak – babak baru yang tak pernah usai meski presiden telah berganti – ganti. Disini ayo kita coba kupas tentang masalah edukasi Indonesia yang tak pernah tuntas dan semestinya dirapikan oleh petugas negara. Simak kabarnya

Masalah Pendidikan yang Tak Pernah Tuntas

Kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan
Kesenjangan sosial memang menjadi soal yang sangat urgen di negeri ini. Dan urusan ini yang pun menjadi penyebab tingkat edukasi antar satu provinsi dan provinsi beda begitu tidak sebanding. Jika memang bercermin di lokasi yang terdapat di Pulau Jawa, laksana halnya di DKI Jakarta, Jawa Barat dan pun Yogyakarta memang disana edukasi sudah paling baik. Dan hal bertolak belakang kalau anda lihat edukasi yang terdapat di Bangka Belitung atau di Kalimantan atau wilayah lain dimana disana bahkan infrastrukturnya saja tidak begitu memungkinkan.

Sistem Ujian Nasional
Masalah beda yang pun kemungkinan hadir dalam edukasi yang terdapat di Indonesia yakni sistem ujian nasional. Dimana Dosen UIN Sunan Ampel dan Ketua Majelis Dikdasmen pun mengatakan bahwa seluruh pihak turut mesti aktif dan berkomitmen atas ujian nasional supaya tidak terjadi kesimpangsiuran dalam tata seperti ujian nasional yang diadakan bersamaan dan serentak di negeri ini.

Berdasarkan keterangan dari Biyanto pribadi, bahwa capaian nilai anak dalam ujian nasional sebetulnya bukan destinasi utama dari pendidikan. Dan ujian ini pun harus dicerna sebagai di antara tahapan yang mesti dilewati siswa guna menapaki jenjang edukasi yang selanjutnya. Karena tersebut sebenarnya dalam ujian nasional anak mesti konsentrasi berlaku jujur. Tak butuh malu dengan nilai yang tidak cukup baik atau lebih rendah dari rekan – teman, yang urgen jujur.

Infrastruktur edukasi yang tidak cukup memadai
Ada tidak sedikit infrastruktur yang sebetulnya sangat urgen tetapi pun masih belum digenapi sehingga menciptakan sistem edukasi tidak terselenggara dengan lancar. Ini yang sebetulnya harus dirapikan kembali oleh pemerintah.

Demikian tidak banyak informasi mengenai Masalah Pendidikan yang Tak Pernah Tuntas. Semoga menjadi informasi yang berfungsi untuk Anda.

Sumber : http://av1611.org/newslink.php?news_link=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id