Reproduksi Bahasa Nusantara

Table of Contents

Reproduksi Bahasa Nusantara

Reproduksi Bahasa Nusantara

Perkembangan bahasa nusantara memiliki 3 bentuk :

  1. Perkembangan yang disebabkan oleh interaksi antar bahasa daerah itu sendiri yang diakibatkan oleh pertemuan langsung dua daerah.
  2. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh interaksi bahasa daerah dengan bahasa nasional, terutama terjadi intensif sejak awal 1970an sejalan dengan proses formasi negara yang ditegaskan pemerintah orde baru.
  3. Perkembangan bahasa nusantara yang disebabkan oleh pertemuan bahasa ini dengan berbagai proses globalisasi, terutama terjadi sejak tahun 1980an dan secara intensif berlangsung sejak 1990an.

Ketiga masalah perkembangan tersebut menjadi dasar dalam melihat posisi bahasa daerah dewasa ini, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa fakta penting dalam perkembangan bahasa :

  1. Fakta tentang berkurangnya jumlah penutur bahasa nusantara. Hanya ada kelompok tertentu yang masih bisa berbahasa daerah, terutama kalangan tua, sementara anak-anak muda tidak lagi dapat berbahasa daerah dengan baik
  2. Fakta berkurangnya penggunaan sehari-hari bahsa nusantara. Faktor berkurangnya pemakaian sehari-hari selain disebabkan oleh kelompok yang menguasai tidak merata atau berkurang, juga disebabkan oleh berbagai bidang kehidupan ditata melalui bahasa nasional yang kemudian memberi ruang yang sangat terbatas bagi bahasa daerah.
  3. Fakta tentang gagalnya bahasa daerah merespon kebutuhan komunikasi global yang ditandai dengan masuknya “bahasa teknologi” melalui teknologi produksi sejak tahun 1970 hingga teknologi media pada tahun 1990an.

Sumber : https://uptodown.co.id/