El Nino Moderat Mulai Terjadi April

El Nino Moderat Mulai Terjadi April

El Nino Moderat Mulai Terjadi April

El Nino Moderat Mulai Terjadi April
El Nino Moderat Mulai Terjadi April

Analisis dan prediksi Enso pemutakhiran dasarian II Maret 2019 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa pada bulan Maret 2019 terjadi El Nino lemah sedangkan bulan April-Juli 2019 kemungkinan adanya El Nino moderat. El Nino adalah suatu keadaan yang cenderung kering dan minim hujan.

Hingga kini, dua provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yakni Riau 19 Februari-31 Oktober 2019 (255 hari) dan Kalimantan Barat 12 Februari-31 Desember 2019 (323 hari).

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab mengungkapkan, secara umum wilayah Indonesia masih berada pada periode akhir musim hujan. Namun di beberapa daerah ada yang sudah mengalami penurunan curah hujan.

“Wilayah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,

Riau dan Nusa Tenggara Timur curah hujan rendah,” katanya kepada Beritasatu di Jakarta, Senin (1/4). Wilayah Riau bahkan sudah kering sejak beberapa bulan terakhir dan mengalami karhutla.

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari mengungkapkan, El Nino lemah hingga moderat diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2019. Oleh karena itu, perlu diwaspadai El Nino saat musim kemarau karena diperkirakan kondisi akan lebih kering.

Sementara itu saat ini peluang curah hujan tinggi pada April 2019 masih

akan terjadi di Pantai Barat Sumatera, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua. Selama periode April-Mei cuaca ekstrem berupa hujan lebat, puting beliung dan hujan es perlu diwaspadai di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua.

Sedangkan curah hujan rendah akan terjadi di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

“Awal musim kemarau April, Mei, Juni di 274 zona musim atau 80,1%,” kata Indra.

Puncak musim kemarau diperkirakan Agustus 2019. Wilayah yang rentan

kekeringan meteorologis yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Sedangkan wilayah rentan karhutla di Riau, Palembang, Jambi dan Kalimantan.

 

Baca Juga :