Diskopar Dumai Gelar Seleksi Paskibraka 2019

Diskopar Dumai Gelar Seleksi Paskibraka 2019

Diskopar Dumai Gelar Seleksi Paskibraka 2019
Diskopar Dumai Gelar Seleksi Paskibraka 2019

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai menggelar seleksi tahap awal Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tingkat SMA/ SMK sederajat yang ada di Kota Dumai, Minggu (3/3/2019) di Halaman Kantor Bersama, Jalan HR. Soebrantas.

Sebelum melakukan seleksi dilapangan, Diskopar juga sudah melakukan seleksi di sekolah-sekolah tingkat SLTA se Kota Dumai dan juga meyurati sekolah untuk mengirimkan anak didiknya guna mengikuti seleksi Paskibraka tahun 2019.

“Sejak Senin – Jum’at (25/2 – 1/3) kita keliling ke Sekolah melaksanakan seleksi di sekolah dan juga menyurati sekolah untuk mengikutsertakan peserta didiknya maksimal 15 orang guna mengikuti seleksi menjadi anggota Paskibraka Dumai tahun 2019,” ungkap Kabid Kepemudaan Diskopar Dumai,” Norzam, S. Sos, Minggu (3/3/2019).

Lanjutnya, dari 33 sekolah tingkat SMA/ SMK hanya 26 sekolah yang mengikuti seleksi Paskibraka tahun 2019 dengan total peserta sebanyak 309 orang.

“Dari 309 peserta ini, akan kita saring menjadi 70 peserta untuk mengikuti

seleksi Paskibraka tahap selanjutnya, berupa wawancara/ interview, ilmu pengetahuan dan wawasan, tes tertulis dan cek kesehatan pada tanggal 13 Maret 2019. Kemudian, di tanggal 14 Maret nya, kita akan melaksanakan seleksi PBB di halaman Kodim 0320/ Dumai bersamaan juga Tim seleksi Paskibraka Provinsi yang akan menjaring 3 Putra dan 3 Putri terbaik Kota Dumai menjadi Paskibraka di Provinsi Riau,” terang Norzam.

Seleksi tahap awal yang dilakukan Diskopar ini bekerjama dengan TNI,

khususnya Kodim 0320/ Dumai. Seleksi yang dilakukan berupa pengenalan PBB dasar dan juga tinggi serta berat badan yang harus ideal.

“Untuk tinggi Putra 170-180 cm. Sedangkan Putri 165-170 cm. Berat ideal sama dengan tinggi badan ada hitungannya lagi,” bebernya.

Bagi peserta yang dinyatakan Lulus mengikuti seleksi tahap selanjutnya, Norzam berpesan agar tetap mempersiapkan fisik dan mental dengan sebaik – baiknya, semangat, percaya diri plus jangan lupa berdo’a.

“Bagi yang tidak punya kesempatan menjadi anggota Paskibraka tahun ini

jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan di lain waktu. Tetap berjiwa besar,” tukas Norzam seraya menambahkan pihaknya juga membuka ruang kepada adik – adik untuk bergabung bersama marching band Pemko Dumai yakni Gita Wibawa Praja.

Tampak hadir dalam seleksi Paskibraka Kota Dumai tahun 2019, Pasi Ops Kodim 0320/ Dumai, Kapten Yusli beserta anggota, Ketua Purna Praja Indonesia (PPI) Kota Dumai, Dedi Rinaldi dan anggota.

Baca Juga :

Dandim 0320/Dumai Hadiri Pembukaan Olimiade Smile ke V Tahun 2019

Dandim 0320/Dumai Hadiri Pembukaan Olimiade Smile ke V Tahun 2019

Dandim 0320 Dumai Hadiri Pembukaan Olimiade Smile ke V Tahun 2019
Dandim 0320 Dumai Hadiri Pembukaan Olimiade Smile ke V Tahun 2019
Rabu tanggal (6/2/2019) bertempat di Aula SMANegeri I Dumai Jalan Soekarno Hatta RT. 06 Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai, telah dilaksanakan pembukaan Smile Olimpiade ke-V tahun 2019 tingkat SMA, MA, SMK di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta berbahasa Inggris se-Provinsi Riau.

Dengan tema melalui “Smile Olimpiade V Tahun 2019 Kita Bentuk Siswa

yang Terampil, Cerdas, Berkualitas, Berkarakter, Bangsa dan Berprestasi dalam Bidang Olimpiade ditingkat Regional, Nasional dan Internasional”.
Pembukaan ini turut dikuti lebih kurang sebanyak delapan ratus orang tamu dan undangan serta siswa/pelajar.
Serta turut Hadir dalam kegiatan pembukaan ini yaitu, Letkol Inf Horas Sitinjak, S. I. P Dandim 0320/Dumai, Eko Suharjo SE Wakil Walikota Dumai, H.Basrial S.sos kacab Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Drs.Edi Prayitno Kepala Sekolah SMAN I Dumai, M. Nopri Disdikbud Kota

Dumai, Iptu Heru Sucipto Ketua komite SMAN I Dumai.
Serta para kepala sekolah/perwakilan sekolah yang mengikuti Smile olimpiade ke V tahun 2019.
Diawali dengan Menyanyikan lagu Indonesia raya dan diteruskan dengan penampilan Tari tarian kreatif yang dipersembahkan oleh perwakilan siswa yang ikut dalam kegiatan smile olimpiade ini.

Eko Suharjo dalam sambutannya mengatakan, semoga dengan pelaksanaan

olimpiade ini bisa membuat daya berpikir untuk membangun dunia pendidikan yang berkualitas dan bisa bersaing dengan negara lain.
“Dengan kegiatan Smile Olimpiade kita dapat mempertajam daya berpikir untuk membangun dunia pendidikan yang berkualitas yang  bersaing dengan negara-negara asing ditingkat regional,” sampainya.
Selanjutnya, Olimpiade ini pun secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo dengan ditandai pemukul mic sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan pelepasan balon.

Meriahnya Gelaran FLS2N dan FL2N Kota Tanjungpinang 2019

Meriahnya Gelaran FLS2N dan FL2N Kota Tanjungpinang 2019

Meriahnya Gelaran FLS2N dan FL2N Kota Tanjungpinang 2019
Meriahnya Gelaran FLS2N dan FL2N Kota Tanjungpinang 2019

Bertempat di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Dinas Pendidikan Kota

Tanjungpinang melaksanakan kegiatan apresiasi seni siswa dan Penutupan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) Kota Tanjungpinang tahun 2019, Sabtu (6/4).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang, AG, M.Si dalam laporannya menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini sebagai salah satu peningkatan mutu pendidikan melalui seni.

“FLS2N adalah wadah bagi peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, mengekspresikan seni dan keterampilan yang dimiliki,” ungkap Dadang.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dalam

sambutannya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang dan seluruh peserta didik yang telah telah melaksanakan FLS2N dan FL2N ini dengan semarak dan meriah.

“Suksesnya acara ini adalah kesuksesan bersama yang merupakan cerminan dari karakter kita yang selalu menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan serta adat istiadat,” jelasnya.

Wako juga menyampaikan harapannya kepada peserta didik agar perlombaan ini dijadikan ajang untuk mengekspresikan diri melalui seni.

“Lomba ini merupakan bagian dari salah satu cara untuk mengekspresikan seluruh daya upaya yang dimiliki, menang dan kalah itu biasa, karena sebuah kompetisi yang menjadi ukuran adalah kemampuan yang dimiliki sudah disalurkan secara optimal,” lanjutnya.

Acara ini dilakukan secara bertahap dimulai sejak bulan Februari dengan

jumlah peserta 877 orang yang terdiri dari Festival Literasi sebanyak 288 siswa dengan rincian SD 156 siswa, SMP 122 siswa. Festival Lomba Seni Siswa Nasional sebanyak 376 siswa dengan rincian SD 191 siswa dan SMP 185 siswa. Olimpiade Sains Nasional sebanyak 223 siswa dengan rincian SD 139 siswa dan SMP 84 siswa.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dzu6Ja5keW

Nabi Musa AS Dan Bani Isra’il Setelah Keluar Dari Mesir

Nabi Musa AS Dan Bani Isra’il Setelah Keluar Dari Mesir

Nabi Musa AS Dan Bani Isra'il Setelah Keluar Dari Mesir
Nabi Musa AS Dan Bani Isra’il Setelah Keluar Dari Mesir

Dalam perjalanan menuju Thur Sina setelah melintasi lautan di bagian Utara dari Laut Merah dan setelah mereka merasa aman dari kejaran Fir’aun dan kaumnya. Bani Isra’il yang dipimpin oleh Nabi Musa itu melihat sekelompok orang-orang yang sedang menyembah berhala dengan tekunnya. Berkatalah mereka kepada Nabi Musa : “wahai Musa, buatlah untuk kamu sebuah tuhan berhala sebagaimana mereka mempunyai berhala-berhala yang disembah sebagai tuhan.” Musa menjawab : “sesungguhnya kamu ini adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sehat. Persembahan mereka itu kepada berhala adalah perbuatan yang sesat dan bathil serta pasti akan dihancurkan oleh Allah S.w.t. Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu selain Allah S.w.t. yang telah memberikan karunia kepada kamu, dengan menyelamatkan kamu dari Fir’aun, melepaskan kamu dari perhambaannya dan penindasannya serta memberikan kamu kelebihan di atas umat-umat yang lain. Sesungguhnya suatu permintaan yang aneh dari pada kamu, bahwa kamu akan mencari tuhan selain Allah S.w.t. yang demikian besar nikmatnya atas kamu, Allah S.w.t. pencipta langit dan bumi serta alam semesta. Allah S.w.t. yang baru saja kamu saksikan kekuasaan-Nya dengan ditenggelamkannya Fir’aun berserta bala tentaranya untuk keselamatan dan kelangsungan hidupmu.”
Perjalanan Nabi Musa dan Bani Isra’il dilanjutkan ke Gurun Sinai di mana panas matahari sangat teriknya dan sunyi dari pohon-pohon atau bangunan di mana orang dapat berteduh di bawahnya. Atas permohonan Nabi Musa yang didesak oleh kaumnya yang sedang kepanasan diturunkan oleh Allah S.w.t. di atas mereka awan yang tebal untuk mereka bernaung dan berteduh di bawahnya dari panas teriknya matahari. Di samping itu tatkala bekalan makanan dan minuman mereka sudah berkurangan dan tidak mencukupi keperluan. Allah S.w.t. menurunkan hidangan makanan “manna” – sejenis makanan yang manis sebagai madu dan “salwa” – burung sebangsa puyuh dengan diiringi firman-Nya: “Makanlah dari makanan-makanan yang baik yang Kami telah turunkan bagimu.”
Demikian pula tatkala pengikut-pengikut Nabi Musa mengeluh kehabisan air untuk minum dan mandi di tempat yang tandus dan kering itu, Allah S.w.t. mewahyukan kepada Musa agar memukul batu dengan tongkatnya. Lalu memancarlah dari batu yang dipukul itu dua belas mata air, untuk dua belas suku bangsa Isra’il yang mengikuti Nabi Musa, masing-masing suku mengetahui sendiri dari mata air mana mereka mengambil keperluan airnya.
Bani Isra’il pengikut Nabi Musa yang sangat manja itu, merasa masih belum cukup atas apa yang telah Allah S.w.t. berikan kepada mereka yang telah menyelamatkan mereka dari perhambaan dan penindasan Fir’aun, memberikan mereka hidangan makanan dan minuman yang lezat dan segar di tempat yang kering dan tandus mereka menuntut lagi dari Nabi Musa agar memohon kepada Allah S.w.t. menurunkan bagi mereka apa yang ditumbuhkan oleh bumi dari rupa-rupa sayur-mayur, seperti ketimun, bawang putih, kacang dan bawang merah karena mereka tidak puas dengan satu macam makanan.
Terhadap tuntutan mereka yang aneh-aneh itu berkatalah Nabi Musa: “Maukah kamu memperoleh sesuatu yang rendah nilai dan harganya sebagai pengganti dari apa yang lebih baik yang telah Allah S.w.t. karuniakan kepada kamu? Pergilah kamu ke suatu kota di mana pasti kamu akan dapat apa yang telah kamu inginkan dan kamu minta.”

Baca Juga :

Bani Isra’il Keluar Dari Mesir

Bani Isra’il Keluar Dari Mesir

Bani Isra'il Keluar Dari Mesir
Bani Isra’il Keluar Dari Mesir

Bani Isra’il yang cukup menderita akibat tindasan Fir’aun dan kaumnya cukup merasakan penganiayaan dan hidup dalam ketakutan di bawah pemerintahan Fir’aun yang kejam dan bengis itu, pada akhirnya sedar bahwa Risalah yang benar-benar dikirimkan oleh Allah S.w.t. untuk membebaskan mereka dari cengkaman Fir’aun dan kaumnya. Maka berduyun-duyunlah mereka datang kepada Nabi Musa memohon pertolongannya agar mengeluarkan mereka dari Mesir.
Kemudian bertolaklah rombongan kaum Bani Isra’il di bawah pimpinan Nabi Musa meninggalkan Mesir menuju Baitul Maqdis. Dengan berjalan kaki dengan cepat karena takut tertangkap oleh Fir’aun dan bala tentaranya yang mengejar mereka dari belakang akhirnya tibalah mereka pada waktu fajar di tepi Laut Merah setelah selama semalam suntuk dapat melewati padang pasir yang luas.
Rasa cemas dan takut makin mencekam hati para pengikut Nabi Musa dan Bani Isra’il ketika melihat laut terbentang di depan mereka sedang dari belakang mereka dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya yang akan berusaha mengembalikan mereka ke Mesir. Mereka tidak meragukan lagi bahwa bila mereka tertangkap, maka hukuman matilah yang akan mereka terima dari Fir’aun yang zalim itu.
Berkatalah salah seorang dari sahabat Nabi Musa, bernama Yusha’ bin Nun : “wahai Musa, ke mana kami harus pergi?” musuh sudah berada di belakang kami sedang mengejar dan laut berada di depan kami yang tidak dapat dilintasi tanpa sampan. Apa yang harus kami perbuat untuk menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun dan kaumnya?”
Nabi Musa menjawab : “janganlah kamu khuatir dan cemas, perjalanan kami telah diperintahkan oleh Allah S.w.t. kepadaku dan Dialah yang akan memberi jalan keluar serta menyelamatkan kami dari cengkaman musuh yang zalim itu.”
Pada saat yang kritis itu, di mana para pengikut Nabi Musa berdebar-debar ketakutan, seraya menanti tindakan Nabi Musa yang kelihatan tenang saja, turunlah wahyu Allah S.w.t. kepada Nabi-Nya dengan perintah agar memukulkan air laut dengan tongkatnya. Maka dengan izin Allah S.w.t. terbelahlah laut itu, tiap-tiap belahan merupakan seperti gunung air yang besar. Di antara kedua belahan air laut itu terbentang dasar laut yang sudah mengering yang segera di bawah pimpinan Nabi Musa dilewatilah oleh kaum Bani Isra’il menuju ke tepi timurnya.
Setelah mereka sudah berada di bagian tepi Timur dalam keadaan selamat terlihatlah oleh mereka Fir’aun dan bala tentaranya menyusuri jalan yang sudah terbuka di antara dua belah gunung air itu. Kembali rasa cemas dan takut mengganggu hati mereka seraya memandang kepada Nabi Musa seolah-olah bertanya apa yang hendak dia lakukan selanjutnya. Dalam pada itu Nabi Musa telah diilhamkan oleh Allah S.w.t. agar bertenang menanti Fir’aun dan bala tentaranya turun semua ke dasar laut. Karena takdir Allah S.w.t. mereka akan menjadi bala tentara yang tenggelam.
Berkatalah Fir’aun kepada kaumnya tatkala melihat jalan terbuka bagi mereka di antara dua belah gunung air itu: “lihat bagaimana lautan terbelah menjadi dua, memberi jalan kepada kami untuk mengejar orang-orang yang melarikan diri itu. Mereka mengira bahwa mereka akan dapat melepaskan dari kejaran dan hukumanku. Mereka tidak mengetahui bahwa perintahku berlaku dan ditaati oleh laut, jangan lagi oleh manusia. Tidakkah ini semuanya membuktikan bahwa aku adalah yang berkuasa yang harus disembah olehmu?” Maka dengan rasa bangga dan sikap sombongnya turunlah Fir’aun dan bala tentaranya ke dasar laut yang sudah mengering itu melakukan gerak-cepatnya untuk menyusul Musa dan Bani Isra’il yang sudah berada di tepi bagian Timur sambil menanti hukuman Allah S.w.t. yang telah ditakdirkan kepada hamba-hamba-Nya yang kafir itu.
Demikianlah maka setelah Fir’aun dan bala tentaranya berada di tengah-tengah lautan yang membelah itu, jauh dari ke dua tepinya, tibalah perintah Allah S.w.t. dan kembalilah air yang menggunung itu menutupi jalur jalan yang terbuka di mana Fir’aun dengan sombongnya sedang memimpin barisan tentaranya mengejar Musa dan Bani Isra’il. Terpendamlah mereka hidup-hidup di dalam perut laut dan berakhirlah riwayat hidup Fir’aun dan kaumnya untuk menjadi kenangan sejarah dan ibrah bagi generasi yang akan datang.
Pada detik-detik akhir hayatnya, seraya berjuang untuk menyelamatkan diri dari maut yang sudah berada di depan matanya, berkatalah Fir’aun : “aku percaya bahwa tiada tuhan selain Tuhan Musa dan Tuhan Bani Isra’il. Aku beriman pada Tuhan mereka dan berserah diri kepada-Nya sebagai salah seorang muslim.”
Berfirmanlah Allah S.w.t. kepada Fir’aun yang sedang menghadapi sakaratul-maut : “Baru sekarangkah engkau berkata beriman kepada Musa dan berserah diri kepada-Ku? Tidakkah kekuasaan ketuhananmu dapat menyelamatkan engkau dari maut? Baru sekarangkah engkau sadar dan percaya setelah sepanjang hidupmu bermaksiat, melakukan penindasan dan kezaliman terhadap hamba-hamba-Ku dan berbuat sewenang-wenang, merusak akhlak dan aqidah manusia-manusia yang berada di bawah kekuasaanmu. Terimalah sekarang pembalasan-Ku yang akan menjadi pengajaran bagi orang-orang yang akan datang sesudahmu. Akan Aku apungkan tubuh kasarmu untuk menjadi peringatan bagi orang-orang yang meragukan akan kekuasaan-Ku.”
Bani Isra’il pengikut-pengikut Nabi Musa masih meragukan kematian Fir’aun. Mereka masih terpengaruh dengan kenyataan yang ditanamkan oleh Fir’aun semasa ia berkuasa sebagai raja bahwa dia adalah manusia luar biasa lain dari pada yang lain dan bahwa dia akan hidup kekal sebagai tuhan dan tidak akan mati. Khayalan yang masih melekat pada fikiran mereka menjadikan mereka tidak mau percaya bahwa dengan tenggelamnya, Fir’aun sudah mati. Mereka menyatakan kepada Musa bahwa Fir’aun mungkin masih hidup namun di alam lain.
Nabi Musa berusaha menyakinkan kaumnya bahwa apa yang terfikir oleh mereka tentang Fir’aun adalah suatu khayalan belaka dan bahwa Fir’aun sebagai orang biasa telah mati tenggelam akibat pembalasan Allah S.w.t. atas perbuatannya, menentang kekuasaan Allah S.w.t. mendustakan Nabi Musa dan menindaskan serta memperhambakan Bani Isra’il. Dan setelah melihat dengan mata kepala sendiri, tubuh- Fir’aun dan orang-orangnya terapung-apung di permukaan air, hilanglah segala tahayul mereka tentang Fir’aun dan kesaktiannya.
Menurut catatan sejarah, bahwa mayat Fir’aun yang terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir, lalu diawetkan hingga utuh sampai sekarang, sebagai mana dapat dilihat di musium Mesir.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Fir’aun Menghina Dan Mengejek Musa

Fir’aun Menghina Dan Mengejek Musa

Fir'aun Menghina Dan Mengejek Musa
Fir’aun Menghina Dan Mengejek Musa

Selain tindakan kekerasan yang ditimpakan kepada Bani Isra’il kaumnya Nabi Musa, Fir’aun melontarkan penghinaan dan kata-kata ejekan terhadap Nabi Musa dalam usahanya memerangi dan membendung pengaruh Nabi Musa yang semakin bertambah semenjak ia keluar sebagai pemenang dalam pertandingan melawan tukang-tukang sihir kaum Fir’aun.
Berkata Fir’aun kepada pembesar-pembesar kerajaannya : “biarkanlah aku membunuh Musa dan biarlah ia memohon dari Tuhannya untuk melindunginya. Aku ingin tahu sampai sejauh mana ia dapat melepaskan diri dari kekuasaanku dan biarlah ia membuktikan kebenaran kata-kata, bahwa Tuhannya akan melindunginya dari segala tipu daya musuh-musuhnya.”
Dalam lain kesempatan Fir’aun berkata kepada rakyatnya yang sudah diperhambakan jiwanya, terbiasa memuja-mujanya, mengiakan kata-katanya dan mengaminkan segala perintahnya : “hai rakyatku! tidakkah kamu melihat bahwa aku memiliki kerajaan Mesir yang megah dan besar ini di mana sungai-sungai mengalir di bawah telapak kakiku, sungai-sungai yang memberi kemakmuran hidup dan kebahagiaan hidup bagi rakyatku? Dan tidakkah kamu melihat kekuasaanku yang luas dan ketaatan rakyatku yang bulat kepadaku? Bukankah aku lebih baik dan lebih agung dari Musa yang hina-dina itu yang tidak cakap menguraikan isi hatinya dan menerangkan maksud tujuannya. Megapa Tuhannya tidak memakaikan gelang emas, sebagaimana lazimnya orang-orang yang diangkat menjadi raja, pemimpin atau pembesar? Atau mengapa ia tidak diiringi oleh malaikat-malaikat sebagai tanda kebesarannya dan bukti kebenarannya bahwa ia adalah pesuruh Tuhannya?”
Kelompok orang yang mendengar kata-kata Fir’aun itu dengan serta-merta mengiyakan dan membenarkan kata-kata rajanya serta menyatakan kepatuhan yang bulat kepada segala titah dan perintahnya sebagai warga yang setia kepada rajanya, namun zalim dan fasiq terhadap Tuhan Alloh S.w.t.
Dalam pada itu kesabaran Nabi Musa sampai pada puncaknya, melihat Fir’aun dan pembantu-pambantunya tetap berkeras kepala menentang dakwahnya, mendustakan risalahnya dan makin memperhebatkan tindakan kejamnya terhadap kaum Bani Isra’il terutama para pengikutnya yang menyembunyikan imannya karena ketakutan kepada kejaran Fir’aun dan pembalasannya yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Maka disampaikan oleh Nabi Musa kepada mereka bahwa Allah S.w.t. tidak akan membiarkan mereka terus-menerus melakukan kekejaman, kezaliman dan penindasan terhamba-hamba-Nya dan berkufur kepada Allah S.w.t. dan Rasul-Nya. Akan ditimpakan oleh Allah S.w.t. kepada mereka bila tetap tidak mau sadar dan beriman kepada-Nya, bermacam azab dan siksa di dunia semasa hidup mereka sebagai pembalasan yang nyata!
Berdoalah Nabi Musa, memohon kepada Allah S.w.t. : “Ya Tuhan kami, engkau telah memberi kepada Fir’aun dan kaum kerabatnya kemewahan hidup, harta kekayaan yang meluap-luap dan kenikmatan duniawi, yang kesemua itu mengakibatkan mereka menyesatkan manusia, hamba-hamba-Mu, dari jalan yang Engkau ridhai dan tuntunan yang Engkau berikan. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta-benda mereka dan kunci matilah hati mereka. Mereka tidak akan beriman dan kembali kepada jalan yang benar sebelum melihat siksaan-Mu yang pedih.”
Berkat doa Nabi Musa dan permohonannya yang diperkenankan oleh Allah S.w.t. maka dilandakanlah kerajaan Fir’aun oleh krisis keuangan dan makanan, yang disebabkan mengeringnya sungai Nil sehingga tidak dapat mengairi sawah-sawah dan ladang-ladang di samping serangan hama yang ganas yang telah menghabiskan padi dan gandum yang sudah menguning dan siap untuk diketam/dipanen.
Belum lagi krisis keuangan dan makanan teratasi datang menyusul bala banjir yang besar disebabkan oleh hujan yang turun dengan derasnya, sehingga menghanyutkan rumah-rumah, gedung-gedung dan membinasakan binatang-binatang ternak. Dan sebagai akibat dari banjir itu berjangkitlah bermacam-macam wabah dan penyakit yang merisaukan masyarakat seperti hidung berdarah dan lain-lain. Kemudian datanglah barisan kutu-kutu busuk dan katak-katak yang menyerbu ke dalam rumah-rumah sehingga mengganggu ketenteraman hidup mereka, menghilangkan kenikmatan makan, minum dan tidur, disebabkan menyusupnya binatang-binatang itu ke dalam tempat-tempat tidur, hidangan makanan dan di antara sela-sela pakaian mereka.
Pada waktu azab menimpa dan bencana-bencana itu sedang melanda berdatanganlah mereka kepada Nabi Musa minta pertolongannya demi kenabiannya, agar memohonkan kepada Allah S.w.t. mengangkat bala itu dari atas mereka dengan perjanjian bahwa mereka akan beriman dan menyerahkan Bani Isra’il kepada Nabi Musa sekiranya mereka dapat ditolong dan terhindar dari azab bala itu.
Akan tetapi begitu bala-bala itu tercabut dari atas mereka dan hilanglah gangguan yang diakibatkan olehnya, mereka mengingkari janji mereka dan kembali bersikap memusuhi dan menentang Nabi Musa, seolah-olah apa yang terjadi bukanlah karena doa dan permohonan Musa kepada Allah S.w.t. tetapi karena hasil usaha mereka sendiri.

Isi Cerita Ini Terdapat Dalam Al Quran Surah “Al-Mukmin” (Ayat 26), Surah “Az-Zukhruf” (Ayat 51-54), Surah “Yunus” (Ayat 88-89), Surah “Al-A’raaf” (Ayat 130-135) Sebagai Berikut :

“Dan berkata Fir’aun {kepada pembesar-pembesarnya} “Biarlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khuatir dia akan menukar agama atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” {Al-Mukmin : 26}

“Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya {seraya} berkata : “hai kaumku! bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan {bukankah} sungai-sungai ini mengalir di bawahku, maka apakah yang kamu tidak melihatnya? 52) Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan {perkataannya}? 53) Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.” 54) Maka Fir’aun mempergaruhi kaumnya {dengan perkataan itu} lalu mereka patuh kepadanya kerana sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang fasiq.” {Az-Zukhruf : 51 ~ 54}.

“88) Musa berkata : “Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. akibatnya mereka menyesatkan {manusia} dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” 89) Allah S.w.t. berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sesekali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” {Yunus : 88 Hingga 89}.

“130) Dan sesungguhnya Kami telah menghukum {Fir’aun} dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pengajaran. 131) Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata : “ini adalah kerana {usaha} kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang berserta dengannya. Ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah S.w.t. akan tetapi kebanyakkan mereka tidak mengetahui. 132) Mereka berkata kepada Musa : bagaimana kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka sesekali kami tidak akan beriman kepadamu.” 133) Maka Kami {Allah S.w.t.} kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. 134) Dan ketika mereka ditimpa azab {yang telah diterangkan itu} mereka pun berkata : ” hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan {perantaraan} kenabian yang diketahui oleh Allah S.w.t. ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari pada kami pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Isra’il pergi bersamamu.” 135) Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.” {Al-A’raaf : 130 ~ 135}

Selain tindakan kekerasan yang ditimpakan kepada Bani Isra’il kaumnya Nabi Musa, Fir’aun melontarkan penghinaan dan kata-kata ejekan terhadap Nabi Musa dalam usahanya memerangi dan membendung pengaruh Nabi Musa yang semakin bertambah semenjak ia keluar sebagai pemenang dalam pertandingan melawan tukang-tukang sihir kaum Fir’aun.
Berkata Fir’aun kepada pembesar-pembesar kerajaannya : “biarkanlah aku membunuh Musa dan biarlah ia memohon dari Tuhannya untuk melindunginya. Aku ingin tahu sampai sejauh mana ia dapat melepaskan diri dari kekuasaanku dan biarlah ia membuktikan kebenaran kata-kata, bahwa Tuhannya akan melindunginya dari segala tipu daya musuh-musuhnya.”
Dalam lain kesempatan Fir’aun berkata kepada rakyatnya yang sudah diperhambakan jiwanya, terbiasa memuja-mujanya, mengiakan kata-katanya dan mengaminkan segala perintahnya : “hai rakyatku! tidakkah kamu melihat bahwa aku memiliki kerajaan Mesir yang megah dan besar ini di mana sungai-sungai mengalir di bawah telapak kakiku, sungai-sungai yang memberi kemakmuran hidup dan kebahagiaan hidup bagi rakyatku? Dan tidakkah kamu melihat kekuasaanku yang luas dan ketaatan rakyatku yang bulat kepadaku? Bukankah aku lebih baik dan lebih agung dari Musa yang hina-dina itu yang tidak cakap menguraikan isi hatinya dan menerangkan maksud tujuannya. Megapa Tuhannya tidak memakaikan gelang emas, sebagaimana lazimnya orang-orang yang diangkat menjadi raja, pemimpin atau pembesar? Atau mengapa ia tidak diiringi oleh malaikat-malaikat sebagai tanda kebesarannya dan bukti kebenarannya bahwa ia adalah pesuruh Tuhannya?”
Kelompok orang yang mendengar kata-kata Fir’aun itu dengan serta-merta mengiyakan dan membenarkan kata-kata rajanya serta menyatakan kepatuhan yang bulat kepada segala titah dan perintahnya sebagai warga yang setia kepada rajanya, namun zalim dan fasiq terhadap Tuhan Alloh S.w.t.
Dalam pada itu kesabaran Nabi Musa sampai pada puncaknya, melihat Fir’aun dan pembantu-pambantunya tetap berkeras kepala menentang dakwahnya, mendustakan risalahnya dan makin memperhebatkan tindakan kejamnya terhadap kaum Bani Isra’il terutama para pengikutnya yang menyembunyikan imannya karena ketakutan kepada kejaran Fir’aun dan pembalasannya yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Maka disampaikan oleh Nabi Musa kepada mereka bahwa Allah S.w.t. tidak akan membiarkan mereka terus-menerus melakukan kekejaman, kezaliman dan penindasan terhamba-hamba-Nya dan berkufur kepada Allah S.w.t. dan Rasul-Nya. Akan ditimpakan oleh Allah S.w.t. kepada mereka bila tetap tidak mau sadar dan beriman kepada-Nya, bermacam azab dan siksa di dunia semasa hidup mereka sebagai pembalasan yang nyata!
Berdoalah Nabi Musa, memohon kepada Allah S.w.t. : “Ya Tuhan kami, engkau telah memberi kepada Fir’aun dan kaum kerabatnya kemewahan hidup, harta kekayaan yang meluap-luap dan kenikmatan duniawi, yang kesemua itu mengakibatkan mereka menyesatkan manusia, hamba-hamba-Mu, dari jalan yang Engkau ridhai dan tuntunan yang Engkau berikan. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta-benda mereka dan kunci matilah hati mereka. Mereka tidak akan beriman dan kembali kepada jalan yang benar sebelum melihat siksaan-Mu yang pedih.”
Berkat doa Nabi Musa dan permohonannya yang diperkenankan oleh Allah S.w.t. maka dilandakanlah kerajaan Fir’aun oleh krisis keuangan dan makanan, yang disebabkan mengeringnya sungai Nil sehingga tidak dapat mengairi sawah-sawah dan ladang-ladang di samping serangan hama yang ganas yang telah menghabiskan padi dan gandum yang sudah menguning dan siap untuk diketam/dipanen.
Belum lagi krisis keuangan dan makanan teratasi datang menyusul bala banjir yang besar disebabkan oleh hujan yang turun dengan derasnya, sehingga menghanyutkan rumah-rumah, gedung-gedung dan membinasakan binatang-binatang ternak. Dan sebagai akibat dari banjir itu berjangkitlah bermacam-macam wabah dan penyakit yang merisaukan masyarakat seperti hidung berdarah dan lain-lain. Kemudian datanglah barisan kutu-kutu busuk dan katak-katak yang menyerbu ke dalam rumah-rumah sehingga mengganggu ketenteraman hidup mereka, menghilangkan kenikmatan makan, minum dan tidur, disebabkan menyusupnya binatang-binatang itu ke dalam tempat-tempat tidur, hidangan makanan dan di antara sela-sela pakaian mereka.
Pada waktu azab menimpa dan bencana-bencana itu sedang melanda berdatanganlah mereka kepada Nabi Musa minta pertolongannya demi kenabiannya, agar memohonkan kepada Allah S.w.t. mengangkat bala itu dari atas mereka dengan perjanjian bahwa mereka akan beriman dan menyerahkan Bani Isra’il kepada Nabi Musa sekiranya mereka dapat ditolong dan terhindar dari azab bala itu.
Akan tetapi begitu bala-bala itu tercabut dari atas mereka dan hilanglah gangguan yang diakibatkan olehnya, mereka mengingkari janji mereka dan kembali bersikap memusuhi dan menentang Nabi Musa, seolah-olah apa yang terjadi bukanlah karena doa dan permohonan Musa kepada Allah S.w.t. tetapi karena hasil usaha mereka sendiri.

Isi Cerita Ini Terdapat Dalam Al Quran Surah “Al-Mukmin” (Ayat 26), Surah “Az-Zukhruf” (Ayat 51-54), Surah “Yunus” (Ayat 88-89), Surah “Al-A’raaf” (Ayat 130-135) Sebagai Berikut :

“Dan berkata Fir’aun {kepada pembesar-pembesarnya} “Biarlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khuatir dia akan menukar agama atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” {Al-Mukmin : 26}

“Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya {seraya} berkata : “hai kaumku! bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan {bukankah} sungai-sungai ini mengalir di bawahku, maka apakah yang kamu tidak melihatnya? 52) Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan {perkataannya}? 53) Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya.” 54) Maka Fir’aun mempergaruhi kaumnya {dengan perkataan itu} lalu mereka patuh kepadanya kerana sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang fasiq.” {Az-Zukhruf : 51 ~ 54}.

“88) Musa berkata : “Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. akibatnya mereka menyesatkan {manusia} dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami Alloh S.w.t. binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” 89) Allah S.w.t. berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sesekali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” {Yunus : 88 Hingga 89}.

“130) Dan sesungguhnya Kami telah menghukum {Fir’aun} dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pengajaran. 131) Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata : “ini adalah kerana {usaha} kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang berserta dengannya. Ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah S.w.t. akan tetapi kebanyakkan mereka tidak mengetahui. 132) Mereka berkata kepada Musa : bagaimana kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka sesekali kami tidak akan beriman kepadamu.” 133) Maka Kami {Allah S.w.t.} kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. 134) Dan ketika mereka ditimpa azab {yang telah diterangkan itu} mereka pun berkata : ” hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan {perantaraan} kenabian yang diketahui oleh Allah S.w.t. ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari pada kami pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Isra’il pergi bersamamu.” 135) Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.” {Al-A’raaf : 130 ~ 135}

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar

Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar

Minat ialah kecenderungan seseorang dalam berjuang untuk mencari kegiatan dalam bidang tertentu dan diciptakan supaya tumbuh menjadi kebiasaan. Mengapa anak butuh ditumbuhkan Minat belajarnya semenjak dini? Karena andai tidak terdapat Minat dapat menciptakan anak tidak menyenangi pelajaran sampai-sampai sulit berkonsentrasi dan akhirnya dominan terhadap hasil belajar.

Ayah bunda, Minat bisa diekspresikan melewati suatu pengakuan yang mengindikasikan bahwa anak lebih menyenangi suatu urusan daripada yang lainnya, bisa pula dimanifestasikan melewati partisipasi dalam sebuah aktivitas. Anak yang mempunyai Minat terhadap objek tertentu ingin untuk menyerahkan perhatian yang lebih banyak terhadap objek tersebut. Berikut ini ialah beberapa hal yang memprovokasi Minat Belajar anak.

Faktor intrinsik
Merupakan desakan dari dalam yang timbul dari pribadi itu sendiri, yakni keinginan belajar atau melakukan kegiatan karena keinginan diri sendiri tanpa adanya paksaan.
Faktor ini merupakan hal utama seorang anak hendak melakukan sesuatu atas kesadaran dirinya sendiri. Apabila sudah timbul Minat belajar secara intrinsik maka anak bakal menyukai pekerjaan belajar dan selalu menggali tahu lebih dalam terhadap urusan yang disenangi.

Faktor lingkungan
Melakukan aktivitas supaya dapat diterima dan dinyatakan oleh lingkungannya, contohnya dalam pekerjaan belajar anak hendak mendapatkan penghargaan dari orang tuanya. Biasanya anak melakukan pekerjaan ini sebab keinginan dari orang tuanya, tetapi belum pasti anak menyukai pekerjaan tersebut. Dalam urusan ini orang tua pun harus dapat menilai kesenangan anak, meskipun anak terlihat dapat melakukan sesuatu belum pasti anak Minat. Terpenting ialah kita ketahui dahulu kesenangan anak.

Faktor emosional
Minat yang erat hubungannya dengan emosi di mana menyertai seseorang dalam bersangkutan dengan objek Minatnya. Kesuksesan pada suatu kegiatan karena kegiatan tersebut menimbulkan perasaan senang dan kepuasan tersendiri untuk anak. Sebagai orang dewasa, baik guru ataupun orang tua mesti membantu membangunkan Minat belajar lewat proses belajar yang mengasyikkan sehingga anak dapat menjangkau suatu destinasi dari hasil belajarnya.

Sumber : https://www.studybahasainggris.com

Fatayat Nahdlatul Ulama Apresiasi Presiden Jokowi atas Terbitnya Perpres Pengganti Full Day School

Fatayat Nahdlatul Ulama Apresiasi Presiden Jokowi atas Terbitnya Perpres Pengganti Full Day School

Fatayat Nahdlatul Ulama Apresiasi Presiden Jokowi atas Terbitnya Perpres Pengganti Full Day School
Fatayat Nahdlatul Ulama Apresiasi Presiden Jokowi atas Terbitnya Perpres Pengganti Full Day School

Fatayat NU mengaku mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan presiden tentang penguatan pendidikan karakter. Hal itu disampaikan Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini terkait digantinya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2017.

“Fatayat NU sangat mengapresiasi kebijakan presiden telah mengganti

permen yang mengatur soal full day school dengan Perpres 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter tertuang,” jelas Anggia kepada redaksi, Kamis (7/9).

Di sisi lain, Fatayat NU juga mengapresiasi gerakan yang dilakukan PBNU khususnya Ketua Umum KH Said Aqil Sirajd yang sangat gigih serta tawakal mengawal dan memperjuangkan hak-hak anak untuk bisa menjadi manusia berkarakter. Dengan menggantikan permen tersebut dengan perpres yang sudah diteken presiden.

“Fatayat NU mengucapkan terima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas

jihad. Usaha dan kegigihan beliau dalam memperjuangakan aspirasi, kebutuhan, dan pembangunan karakter bagi anak generasi bangsa dengan mencabut permen dan menerbitkan perpres ini,” tegas Anggia.

Presiden Jokowi menandatangani Perpres 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter didampingi para pimpinan organisasi kemasyarakatan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu kemarin (6/9).

Perpres menggantikan Permendikbud 23/2017 yang sempat ditolak banyak

pihak termasuk PBNU karena mengatur waktu sekolah selama lima hari atau delapan jam dalam sehari. Kebijakan yang akrab disebut full day school itu dianggap bisa mematikan madrasah diniyah yang jam belajarnya dimulai pada siang hari

 

Baca Juga :

Isi Buku SD Sebut Ibukota Israel di Yerusalem, Ini Protes Keras PGRI ke Penerbit Yudhistira

Isi Buku SD Sebut Ibukota Israel di Yerusalem, Ini Protes Keras PGRI ke Penerbit Yudhistira

Isi Buku SD Sebut Ibukota Israel di Yerusalem, Ini Protes Keras PGRI ke Penerbit Yudhistira
Isi Buku SD Sebut Ibukota Israel di Yerusalem, Ini Protes Keras PGRI ke Penerbit Yudhistira

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur protes terhadap isi

buku IPS kelas 6 SD yang menyebut ibukota Israel di Yerusalem.

Surat klarifikasi PGRI tertanggal 13 Desember 2017 tersebut dilayangkan kepada Penerbit Yudhistira yang beralamatkan di Kutisari Besar 3, Surabaya beredar.

Buku yang disusun Dra Indriastuti, Drs Sutrisnan Rochadi dan Dwi Suryanti, S.Pd minta segera ditarik dari peredaran.

Di dalam surat yang ditandangani Ketua PGRI Jatim H Ichwan Sumadi dan

Sekretarisnya, H Heru Suparno, itu mempersoalkan materi pada halaman 15 atau tabel 3.3 Tabel Negara di Asia Barat nomor urut 6 tertulis bahwa ibukota Israel adalah Yerusalem, yang seharusnya Tel Aviv.

PGRI dalam surat tersebut, menilai jika isu yang sedang berkembang saat ini tentang pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem menimbulkan pertentangan internasional, khususnya bagi Umat Islam.

Selain itu di Yerusalem terdapat Masjidil Aqso yang merupakan simbol dan

kota suci bagi Islam, Nasrani dan Yahudi.Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi saat dikonfirmasi membenarkan surat karifikasi tersebut.

“Sudah kita kirim hari ini ke penerbitnya,” ujarnya melalui pesan releasenya. ***

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom

Membendung Gerakan Pengkafiran di Dunia Islam

Membendung Gerakan Pengkafiran di Dunia Islam

Membendung Gerakan Pengkafiran di Dunia Islam
Membendung Gerakan Pengkafiran di Dunia Islam

MULTAQA Nasional IV yang bertempat di Gedung Islamic Centre NTB, Rabu-Kamis (18-19 Oktober 2017) dihadiri oleh ratusan Alumni Al Azhar yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia dan tak kurang dari 40 delegasi dari berbagai penjuru dunia.

Beberapa delegasi Al Azhar yang hadir diantaranya: Muhammad Abdul Fadhil Al Qoushi ( Wakil Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Internasional). Prof Dr Muhyidin Afifi ( Sekjen Pusat Riset Al Azhar University), Prof Dr Abas Syuman ( Wakil Rektor Al Azhar University Kairo), Prof Dr Moh Abdul Aziz Almishrawy ( Rektor Al Azhar) TGB Zaenul Majdi ( Gubernur NTB, Ketua IAIA), Prof Dr Quraish Sihab, sesepuh dan mantan ketua IAIA cabang Indonesia dan lain-lain.

Multaqa IV Alumni Al Azhar cabang Indonesia kali ini menjadi istimewa karena mengusung tema “Moderatisme Islam, Dimensi dan Orientasi”.

Dalam kegiatan ini ada enam poin penting menurut pandangan saya.

1. Fenomena gerakan takfiriyah ( pengkafiran) dan banyaknya penganut ideologi takfiriyah ( takfiriyun) menjadi fitnah dan musibah yang belakangan bak sunami merusak nilai, cara hidup serta agama dan umat Islam di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.

 

2. Di Indonesia sendiri paham takfiriyah masif diajarkan oleh kelompok-

kelompok radikal yang bergabung dalam organisasi yang mereka namakan JAD ( Jamaah Anshoru Daulah) atau pendukung Islamic State melalui kajian yang mereka lakukan dalam pertemuan-pertemuan sel, penerjemahan buku, propaganda, berita atau pernyataan tokoh-tokoh radikal, pembuatan buletin, peluncuran situs di media maya, media sosial dan lain-lain sehingga ideologi takfiriyah secara evolutif masuk ke dalam frame pemikiran umat utamanya mereka yang awam dalam masalah agama.

3. Untuk membendung ideologi tersebut Al Azhar dan forum alumni Al Azhar cabang Indonesia menawarkan tiga solusi untuk membendung masalah ini. Yaitu dengan memberikan bimbingan kepada umat ( taujih) pada ajaran agama yang moderat (benar) sesuai ajaran rasulullah, kemudian memberikan pencerahan pemikiran keagamaan kepada umat (tanwir) agar tidak bergabung dengan ideologi radikal dan ketiga pendekatan ( taqrib) yang lembut dan humanis pada mereka yang sudah menganut ideologi radikal.

4. Membendung radikalisme tentu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Karena ideologi radikal biasanya diiringi dengan fanatisme buta dan menutup diri dari kelompok atau pemikiran yang berbeda dengan mereka.

Karenanya, konsep deradikalisasi hendaklah dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan kajian yang strategis, kontinyu dan terarah agar pembendungan ideologi takfiriyah bisa efektif dilakukan.

5. Disamping dibutuhkan usaha yang masif dan kontinyu untuk

mempromosikan Islam moderat melalui berbagai media dakwah moderen seperti youtube, instagram, Path dan lain lain.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Yyj3/history-of-youth-oath-day-october-28-1928