Sekolah Jangan Lakukan Pungli

Sekolah Jangan Lakukan Pungli

 

Sekolah Jangan Lakukan Pungli

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor

Fahrudin mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar selalu berpedoman pada instruksi menteri melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Fahrudin

Jumat (08/09/2017), menanggapi isu pungutan liar (pungli) yang diduga masih kerap terjadi di sekolah-sekolah Kota Bogor. Sebagai langkah cepat, Dinas Pendidikan pun langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah di aula SMK Negeri 3, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (07/09).

Ia pun menegaskan agar para sekolah tidak keluar dari acuan regulasi tersebut dan jangan pernah melakukan pungutan di sekolah-sekolah. “Jangan ada transaksi di sekolah, jangan pernah ada transaksi antara guru dengan kepala sekolah, ikuti Permen itu (Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016), dan manfaatkan sumbangan masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegas Fahrudin.

Pada pertemuan itu juga, jelasnya

Disdik meminta agar adanya penguatan pendidikan karakter yang harus dilakukan oleh sekolah. Sehingga, tambahnya, akan seimbang antara ilmu pengetahuan dengan teknologi kepada para siswa.

Ilmu pengetahuan dan teknologi

“Seimbangnya antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan karakter yang harus dibangun untuk anak-anak maka mereka harus menjadi anak-anak yang jujur, nasionalis, dan anak-anak yang agamis, anak-anak yang memiliki karakter unggul. Sehingga nantinya mereka siap untuk berkompetisi di dunia nyata kelak,” pungkasnya.

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

Kasasi Antasari Azhar Ditolak

Kasasi Antasari Azhar Ditolak

Kasasi Antasari Azhar Ditolak
Kasasi Antasari Azhar Ditolak

Majelis hakim di Mahkamah Agung

dalam putusannya menolak permohonan kasasi mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang merupakan terdakwa pembunuhan direktur PT Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Pengajuan kasasi baik dari jaksa maupun terdakwa ditolak.

“Kasasi baik dari jaksa maupun terdakwa ditolak, ” ujar Ketua Majelis Kasasi, Artidjo Alkotsar saat ditemui di gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (21/9/2010).

Vonis kasasi tersebut dipimpin oleh Artidjo Alkotsar

dan anggota majelis hakim, Mugihardjo dan Suryadjaja. Dalam pertimbangannya, majelis kasasi berpendapat bahwa terbukti ada kerjasama antara Antasari Azhar, Williardi Wizard, Sigit Haryo Wibisono dan Jerry Hermawan Lo untuk melakukan pembunuhan terhadap Nazarudin Zulkarnaen.

Alasan selanjutnya, lanjut Artidjo

ada ketidakpuasan dari Antasari Azhar terhadap tim bentukan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan pada waktu Sigit Haryo Wibisono menyerahkan uang ke Williardi Wizard, terdakwa Antasari Azhar mengatakan bahwa dibayar dulu nanti saya ganti.

“Ucapan koordinasi itu sebagai bukti bahwa ada turut serta terdakwa Antasari Azhar,” jelasnya.

Selain itu, menurut Artidjo, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dianggap paling sesuai dan benar.

“Vonis turut serta menganjurkan untuk melakukan pembunuhan

di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lebih sesuai ketimbang di Pengadilan Tinggi yang mengatakan hanya menganjurkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Artidjo menjelaskan dua orang anggota KPK yang menjadi saksi juga mengatakan ada ucapan koordinasi dari Antasari Azhar yang berhasil disadap.

“Ada ucapan koordinasi yang menyatakan, saya atau dia yang mati, ” tandasnya.

Atas keluarnya putusan tersebut, Antasari tetap dihukum 18 tahun penjara. Seperti diketahui sebelumnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Antasari didakwa melakukan pembunuhan berencana dan dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP pasal 340 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Dakwaan tersebut juga berisi bagaimana Antasari berbuat tidak senooh dengan Rhani Juliani, istri siri Nasrudin. Antasari juga dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan membujuk orang lain melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen.

Pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi, pengajuan banding Antasari Azhar juga ditolak.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat hukuman Antasari Azhar dengan 18 tahun penjara karena dinilai sah dan menganjurkan pembunuhan berencana terhadap Nasruddin Zulkarnaen. Putusan yang sama ditujukan kepada terdakwa lain, yakni mantan Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Williardi Wizard 12 tahun, Sigid Haryo Wibisono 15 tahun, dan Jerry Hermawan Lo 5 tahun penjara

Baca Juga : 

Sejarah Pendapatan Nasional

Sejarah Pendapatan Nasional

Sejarah Pendapatan Nasional
Sejarah Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty

dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Pengertian Pendapatan Nasional

adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Konsep Pendapatan Nasional

* Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Rumusnya PDB:

PDB = C + G + I + ( X – M )

atau

produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )

* Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Rumus PNB yaitu :

Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri

* Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

Rumus PNN :

Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi

* Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

* Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Ekspor Lele

Ekspor Lele

Ekspor Lele
Ekspor Lele

Dampak krisis keuangan global

telah merambah ke Indonesia. Menurut Departemen Perdagangan, pasar ekspor ke Eropa turun dari 17,1% (2003) menjadi 13,9% (pertengahan 2008); pasar ke Amerika turun dari 14,7% menjadi 11,6%; sedangkan pasar ekspor ke Jepang turun dari 14,4% menjadi 12,5%. Selain itu, yang perlu mendapatkan perhatian adalah kemungkinan membanjirnya berbagai produk luar negeri yang diakibatkan tidak terserapnya produk tersebut di pasar-pasar negara-negara maju seperti Eropa, Jepang dan Amerika.

Untuk mengantisipasi krisis keuangan global Indonesia perlu

meningkatkan ekspor. Salah satunya meningkatkan ekspor lele. Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia, dan marak dibudidayakan di Thailand, India, Philipina, dan Indonesia. Di Thailand, produksi ikan lele ± 970 kg/100 m2/tahun. Di India (daerah Assam) produksi rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha. Selama ini, Thailand, Vietnam, dan Cina telah menjadi eksportir lele ke AS maupun Eropa.

Sebagai contoh, Vietnam mampu memasarkan sebanyak 70 ribu ton lele per tahun dengan harga sebesar 2,8 dolar AS per kg. Padahal, potensi produksi Indonesia lebih tinggi dibanding ketiga negara tersebut. Target produksi budidaya lele secara nasional pada 2009 diharapkan mencapai 172 ribu ton, atau naik dari 2005 yang hanya sebanyak 79.020 ton. Sejak 2006 memang telah dirintis ekspor ikan lele dalam bentuk fillet (irisan daging) terutama ke kawasan AS dan Eropa yang permintaannya sangat tinggi. Namun, rintisan ini perlu dioptimalkan, sebab pemanfaatan potensi perikanan budi daya air tawar hingga saat ini baru 10,1%.

Melihat masih cukup bagusnya harga jual

dan kebutuhan konsumen lele dalam negeri, peluang ekspor ini lebih cocok untuk budidaya skala besar dan intensif. Pasalnya, untuk menghasilkan 1 kg fillet lele dibutuhkan sekitar 3 kg lele (senilai Rp. 27.000/kg), belum lagi biaya proses fillet dan pengemasan. Padahal, untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain maka harus bisa menjual dengan harga lebih rendah, yakni sekitar 2,6 USD per kg. Untuk ekspor (fillet), ukuran lele lebih dari 800 gram per ekor, berkebalikan dengan untuk konsumsi dalam negeri yang lebih menyukai lele berukuran kurang dari 800 gram per ekor.
Adapun ekspor berupa lele asap, sedang dijajaki ke sejumlah negara di Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan, DR Victor PH Nikijuluw, Indonesia sudah mengekspor ke Singapura dan Malaysia, hanya jumlahnya masih sangat kecil, tidak lebih dari 1 ton per bulan. Daerah yang diproyeksikan memasok lele asap ini antara lain Bogor, Boyolali, Yogyakarta, dan Purbalingga. Ekspor lele asap merupakan diversifikasi ekspor ikan, setelah selama ini ekspor dalam bentuk fillet yang di-packing dan diberi label merk dari Indonesia.

Melimpahnya hasil panen lele

sering membuat harga jual ikan lele rendah. Oleh karena itu awalnya ikan lele lebih diminati oleh masyarakat kalangan bawah karena harganya yang terjangkau.

Namun dengan adanya inovasi pada bisnis lele yang mampu menepis anggapan rendah pada ikan lele. Dengan mengolah ikan lele menjadi hasil olahan makanan yang enak, unik, serta kemasan yang menarik, mampu meningkatkan nilai jual ikan lele di pasaran. Maka tak heran jika saat ini keadaannya terbalik, produk olahan ikan lele digemari semua kalangan masyarakat. Dari yang awalnya tidak suka dengan ikan lele, kini mencari produk abon lele, keripik tulang lele, kerupuk lele, dendeng lele, es krim lele, nugget lele, hingga mangut lele kaleng untuk dijadikan sebagai oleh – oleh yang praktis.

Untuk menghasilkan kualitas dari ikan lele yang bagus, agar bisa diekspor dan tidak kalah oleh negara lain harus diperhatikan cara pembudidayaanya.

Buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah sedalam 30an cm, tanah galian urug-kan ke sekitar pinggir calon kolam. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah membeli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan, ataupun yang lebih mahal juga bisa, tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali, kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20-30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Jadilah kolam kita yang berbiaya murah. Isilah dengan air jernih, biarkan selama 2-3 malam (jangan langsung ditaburi benih). Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

 

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele

dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. Coba isi kolam tadi dengan 300-400 ekor benih ikan lele. Beli pakan ikan (pelet) lembut, sekitar 5000 rupiah per kg. Sebulan mungkin menghabiskan sekitar 3 kg, Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus. Sebagian terkena cahaya langsung matahari. Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah-nambah zat makanan. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Kalau di awal-awal menabur benih, sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, buang. 3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukp besar untuk bisa dipanen, dan siap untuk di ekspor

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Mengenal Apa Itu Membaca Dengan Efektif

Mengenal Apa Itu Membaca Dengan Efektif

Mengenal Apa Itu Membaca Dengan Efektif
Mengenal Apa Itu Membaca Dengan Efektif
Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa haus akan informasi dan pengetahuan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan bahwa “Anyone who stops learning is old, whether at twenty oreighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keepyour mind young.”
Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda.
Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda. Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya “The 7 Habits of Highly Effective People” sebagai berikut: Andaikan saja anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan.”Apa yang sedang anda kerjakan? Anda bertanya.”Tidak dapatkah anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar. “Saya sedang menggergaji pohon ini.””Anda kelihatan letih!” anda berseru. “Berapa lama anda sudah mengerjakannya?””Lebih dari lima jam,” jawabnya, ” dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja keras.””Nah, mengapa anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji itu?” anda bertanya. “Saya yakin anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat.””Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang itu berkata dengan tegas.”Saya terlalu sibuk menggergaji.”Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh kebiasaan manusia efektif.
Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan asetter besar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui keempat dimensi alamiah kita – fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional. Membaca merupakan salah cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkanefektifitasdiri kita. Meskipun kita memiliki “keterbatasan waktu”, kita tetap perlu mngasah gergaji kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang efektif sehingga waktu yang kita gunakan menjadi efisien.
Namun sebelumnya kita perlu mengenali berbagai tipe gaya belajar seseorang,yaitu:
 

a. Visual.

Belajar melalui melihat sesuatu. Kita suka melihat gambar atau diagram. Kitasuka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video.
 

b. Auditori.

Belajar melalui mendengar sesuatu. Kita suka mendengarkan kaset audio,ceramah kuliah, diskusi, debat dan instruksi verbal.
 

c. Kinestetik.

Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Kita suka”menangani”, bergerak, menyentuh dan merasakan/mangalami sendiri.
Semua kita, dalam beberapa hal, memanfaatkan ketiga gaya tersebut. Tetapi kebanyakan orang menunjukkan kelebihsukaan dan kecenderungan pada satu gaya belajar tertentu dibandingkan dua gaya lainnya. Pada anak-anak kecenderungannya adalah pada kinestetik dan auditori, namun pada saat mereka dewasa, kelebihsukaan pada gaya belajar visual ternyata lebih mendominasi. Memahami gaya belajar pribadi anda akan dapat meningkatkan kinerja danprestasianda. Anda akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah. Anda dapatmengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling anda sukai untukmenerimainformasi. Anda akan bisa berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan memperkuat pergaulan anda dengan mereka.
Tiga Faktor Penting Meningkatkan Kemampuan Belajar Ada tiga faktor penting dalam penguasaan ketrampilan untuk belajar:
 
Faktor pertama adalah pola pikir dan sikap (mindset and attitude) kita terhadapbelajar.Kita harus memiliki hasrat (desire) dan kecintaan (passion) yang dalam terhadap nilai-nilai untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Belajar tidak hanya sekedar melalui pendidikan formal semata, tetapi dalam setiap aspek kehidupan kita harus senantiasa mengembangkan sikap belajar. Sikap mau membaca,mendengar,mau mengerti dan mau belajar dari orang lain merupakan sikap yang perlu senantiasa dikembangkan jika kita ingin memperbaiki diri ataupun gagasan kita.
 
Faktor kedua dalam meningkatkan ketrampilan untuk belajar adalah kemampuan kita untuk mendayagunakan kekuatan pikiran kita (terutama pikiran bawah sadar –subconscious mind) untuk mempercepat proses belajar (accelerated learning). Pikiran bawah sadar merupakan kekuatan yang luar biasa jika kita dapatmengoptimalkan potensinya. Seringkali kita melupakan bahwa anugerah yang terindah dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita adalah kemampuan pikiran kita. Hal inilah yang membedakan kita dengan ciptaanNya yang lain.
Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengembangkan ketrampilan untuk belajar adalah dengan banyak membaca. Meluangkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk membaca buku merupakan kebiasaan yang baik bagi kita untuk mulai mengembangkan diri kita.Banyak sekali metoda untuk meningkatkan kecepatan membaca (speed reading) maupun pemahaman (comprehension) terhadap isi dari suatu buku. Ketrampilan inilah yang amat kita perlukan untuk meningkatkan daya serap dan kecepatan kita dalam membaca sebuah buku. Selain membaca, meningkatkan kemampuan dapat diperoleh melalui seminar, pelatihan maupun mendengarkan kaset-kaset motivasi.
 
Faktor ketiga dalam meningkatkan kemampuan belajar kita adalah disiplin diri dan kegigihan (self discipline and persistence).Tanpa kedua hal ini maka belajar hanyalah kegiatan yang sifatnya tergantung suasana hati (mood) dan kita tidak dapat mencapai keunggulan (excelence)hanya dengan belajar setengah hati.
Sudah saatnya kita mengubah kebiasaan-kebiasaan kita. Ada pepatah yang mengatakan “Your Habits will Determine Your Future. Miliki kebiasaan belajar, dan mulai langkah pertama anda. Proses mengubah kebiasaan sangat ditentukan oleh kedisiplinan diri dan kegigihan kita, sehingga setelah melakukannya dalam periode waktu tertentu, hal tersebut tidak lagi menjadi beban tetapi telah menjadi kebutuhan. Jika pada awalnya sulit melakukan tetapi setelah itu anda jadi terbiasa.

Ketrampilan Dasar untuk Membaca yang Efektif.

Sebelum kita mengembangkan kemampuan membaca dengan efektif, kita perlu menguasai terlebih dulu beberapa ketrampilan dasar, yaitu:
1. Konsentrasi 
Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan. Padahal kalau kita menyenangi sesuatu, katakanlah menonton konser musik band favorit kita atau film di bioskop, maka kita akan dapat berkonsentrasi menikmati pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam. Kita ternyata dapat berkonsentrasi cukup lama jika kita melakukan sesuatu yang kita senangi. Inilah pola pikir pertama yang harus kita kembangkan untuk belajar berkonsentrasi.
Hal yang kedua adalah bahwa mengembangkan daya konsentrasi sama halnya dengan mengembangkan dan menguatkan otot-otot tubuh kita. Kita perlu latihan yang teratur dan terus menerus. Salah satu teknik untuk mengembangkan daya konsentrasi adalah teknik kontemplasi.
 
Kontemplasi adalah suatu teknik menggunakan pikiran kita seperti sebuah lampu senter (search light) untuk mencari dan menemukan informasi baru. Untuk melatihnya, anda perlu lakukan setiaphari (sedikitnya 5 menit sampai maksimum 10 menit per latihan). Caranya dimulai dengan fokus terhadap apa yang ingin kita ketahui. Misal, kita ingin mengetahui cara meningkatkan kecerdasan finansial (membaca buku Robert Kiyosaki misalnya), kemudian pikirkan gagasan tersebut secara mendalam dan tanyakan pada diri anda pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa artinya kecerdasan finansial? Apa impilikasinya pada hidup saya? Apakah hal tersebut bisa saya lakukan? Dan seterusnya lakukan sampai sekitar 5-10 menit. Jika anda sudah bisa bertahan konsentrasi 10 menit, tingkatkan kemampuan anda dengan berlatih langsung membaca sebuah buku 10-20 menit. Lakukan setiap hari sampai daya tahan konsentrasi anda meningkat sedikit demi sedikit.
2. Membuat Peta Pikiran (Mind Mapping) 
Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.
Berikut adalah langkah atau prinsip dalam membuat peta pikiran dalam buku Accelerated Learning for the 21st Century karangan Colin Rose dan Malcolm J.Nicholl:
a. Mulai dengan topik di tengah-tengah halaman.
b. Gunakan kata-kata kunci.
c. Buatlah cabang-cabangnya
d. Gunakan simbol, warna, kata, gambar dan citra (images) lainnya.
e. Gunakan seperti poster dengan dasar putih bersih.
f. Buat tulisan atau gambarnya warna warni
g. Gunakan alat tulis berwarna terang
Membuat peta pikiran adalah latihan yang perlu dilakukan terus menerus. Sama halnya seperti teknik kontemplasi, kita perlu berlatih mengunakan petapikiranuntuk mengetahui informasi atau menganalisa masalah.[Bisa juga melihat di Gua Kalong, bagian Peta Konsep dan Otak]
 
3. Relaksasi 
Cara ini dikembangkan oleh Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of Mind. Padaprinsipnya dikatakan bahwa otak atau pikiran kita lebih mudah menyerap danmengingat informasi pada saat kondisi pikiran kita relaks yang ditunjukkandengan frekuensi gelombang otak yang rendah. Mengenai teknik relaksasipernahdibahas dalam edisi Mandiri sebelumnya. Bagi anda yang berminat mempelajari dapat membaca buku Sandy MacGregor tersebut atau buku SELF MANAGEMENT: 12 Langkah Manajemen Diri karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.
Teknik Membaca Cepat
Kita hidup dalam zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang topik yang kita sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Pembaca biasa takkan bisa membaca semua buku yang telah diterbitkan tentang topik yang berkaitan dengan bidang bisnis atau profesionalnya. Sedangkan membaca itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu bahwa membaca sama halnya dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film yang bagus.
Membaca melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita jugaharus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat mengembangkan kemampuan membaca secara efektif sehingga dengan tenggang waktu yang sama, kita bisa mengambil inti dari lebih banyak buku.
Kecuali untuk buku fiksi atau sastra yang memang ingin kita nikmati jalinan cerita, emosi, dan rangkaian kata-katanya, membaca buku nonfiksi (textbook) adalah seperti membaca surat kabar. Yang kita perlukan adalah informasi dan gagasan pokok pengarang. Hanya sedikit orang yang membaca koran dengan cara per bagian, halaman perhalaman.
Kita biasanya membaca beberapa halaman pertama dengan mendetail, lalu hanya sekilas membaca yang lain, mencari topik yang menarik. Sekarang kita akan belajar melakukan hal yang serupa dengan buku yang akan kita baca.Sebelum mulai membaca ada sejumlah alat bantu yang dapat membantu kita untuk dapat memahami keseluruhan isi sebuah buku:
 
Sampul buku:
Biasanya pokok pikiran terpenting dari sebuah buku tercetak di sampulnya. Informasi ini membantu penjualan buku dan memberikan perspektif penerbit tentang isi buku. Sampul buku memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang akan kita dapatkan di bagian dalam. Biografi penulis:
Informasi ini akan memberi tahu kita tentang latar belakang pendidikan,pengalaman dan kegiatan penulis saat ini yang membuat ia bisa menulis buku tersebut. Dengan memahami informasi tentang penulis akan membantu kita untuk lebih mudah mengikuti alur pemikirannya dalam buku tersebut.
 
Bagian awal:
Bagian ini terdiri atas kata pengantar, prakata, atau bab pendahuluan (prolog). Biasanya justru bagian-bagian ini yang perlu secara mendalam kita pelajari, karena intisari seluruh gagasan penulis tentang tema buku tersebut terangkumdalam bagian awal buku. Yang jelas bagian ini memaparkan tujuan penulisan –pernyataan misinya. Pada titik ini kita bisa memutuskan untuk membaca lebihlanjut atau kita hanya akan menggunakannya untuk referensi. Daftar
 
Isi:
Sebenarnya bagian ini adalah kerangka buku. Penulis menggunakan masing-masing topik bab sebagai gantungan untuk menjelaskan keseluruhan pemikirannya tentang topik tertentu. Ada berapa bagian? Berapa bab? Bacalah Daftar Isi dengan teliti untuk melihat apakah topik-topiknya sesuai dengan apa yang kita cari.
 
Indeks:
Teliti indeks di bagian belakang buku. Lihat apakah ada kata-kata kunci yang menarik bagi anda.Kita harus memeriksa semua hal tersebut sebelum membaca bukunya. Inilah yang disebut dengan proses scanning, yaitu kita melihat secara selintas keseluruhan isi dari buku yang akan kita baca. Begitu mulai membaca, kita bisa bebas melompati materi yang sudah kita ketahui atau materi yang tidak kita minati. Pada bagian tertentu kita bisa mendalami karena ada topik atau informasiyangharus kita cermati dan kita cerna lebih dalam. Proses ini disebut dengan proses skimming.
Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk membaca dengan efektif:
  • Setelah melakukan proses scanning, kita dapat membuat peta pikiran (mindcharting) buku tersebut.Tidak usah terlalu detil, tetapi cukup informatif untuk menjelaskan isi buku dalam satu halaman kertas. Kalau perlu kita lakukan rekonstruksi terhadap daftar isi digabung dengan informasi lain dari biografi, kata pengantar, pendahuluan dan sinopsis di sampul buku tersebut.
  • Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menandai informasi atau apa saja yang ingin kita ingat.
  • Pahami jalan pikiran penulis. Semakin cepat kita mengetahui topik, tujuan, pokok masalah materi yang kitabaca, semakin baik pemahaman dan ingatan kita akan hal itu.
  • Hindari baca kata per kata dan kalimat per kalimat. Coba tangkap sekelompok kata dengan mata anda setiap kali menggerakkannya. Apalagi untuk buku berbahasa asing, kita tidak perlu menterjemahkannnya kata demi kata, karena akan menghambat proses penyerapan informasi dalam otak anda. Bandingkan anda membaca dengan bersuara dan membaca dalam hati. Kecepatannyaakan berbeda jauh. Biasanya saya berkonsentrasi pada kalimat pertama dan kalimat terakhir dari sebuah paragraf, atau mata saya melihat seluruh badan paragraf dan menangkap pesan intinya.
  • Buatlah ringkasan sambil membaca. Jika tak ada ringkasan bab, buatlah sendiri setiap selesai membaca satu bab.
  • Bandingkan dengan tulisan lain bertopik sama yang pernah anda baca. Ingat teknik kontemplasi. Cobalah mengembangkan pertanyaan-pertanyaan dankaitansatu sama lain seperti anda mencari sesuatu dengan senter.
  • Untuk mempermudah kita menggunakan buku tersebut sebagai referensi, kita bisa mencatat isi buku tersebut dalam sebuah buku catatan atau kertas khusus yang dapat kita simpan dan kita lihat kembali setiap saat.
Demikianlah prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang perlu kita ketahui untuk meningkatkan efisiensi membaca. Namun sekali lagi, sama seperti ketrampilan yang lain, membaca memerlukan jam terbang. Kita perlu berlatih, berlatih dan berlatih sehingga kecepatan dan efisiensi membaca kita meningkat dari waktu ke waktu. Selamat membaca dan meningkatkan aset pribadi anda yang paling penting, diri anda sendiri.
Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.
Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Apa Itu Kolintang

Mengenal Apa Itu Kolintang

Mengenal Apa Itu Kolintang
Mengenal Apa Itu Kolintang

Kolintang atau kulintang

adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum. Kolintang merupakan bagian dari budaya gong Asia Tenggara, yang telah dimainkan selama berabad-abad di Kepulauan Melayu Timur – Filipina, Indonesia Timur, Malaysia Timur, Brunei, dan Timor. Alat musik ini berkembang dari tradisi pemberian isyarat sederhana menjadi bentuk seperti sekarang. Kegunaannya bergantung pada peradaban yang menggunakannya. Dengan pengaruh dari Hindu, Buddha, Islam, Kristen, dan Barat, Kulintang merupakan tradisi gong yang terus berkembang.
Alat musik ini dibuat dari kayu lokal yang ringan, namun kuat seperti telur, bandaran, wenang, kakinik kayu cempaka, dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan “Mari kita lakukan TONG TING TANG” adalah: ” Mangemo kumolintang”. Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

Sejarah Dan Perkembangannya

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: “Mari kita ber Tong Ting Tang” dengan ungkapan “Maimo Kumolintang” dan dari kebiasaan itulah muncul nama “KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain.
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830).
Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya. Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.
Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat “string” seperti gitar, ukulele dan stringbas.
Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 ½ oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh.

Peralatan Dan Cara Memainkannya

Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat tersebut sebagai berikut:
B – Bas = Loway C – Cello = Cella T – Tenor 1 = Karua – Tenor 2 = Karua rua A – Alto 1 = Uner – Alto 2 = Uner rua U – Ukulele = Katelu M – Melody 1 = Ina esa – Melody 2 = Ina rua – Melody 3 = Ina taweng

Melodi

Fungsi pembawa lagu, dapat disamakan dengan melody gitar, biola, xylophone, atau vibraphone. Hanya saja dikarenakan suaranya kurang panjang, maka pada nada yang dinginkan; harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya( rall). Biasanya menggunakan dua pemukul, maka salah satu melody pokok yang lain kombinasinya sama dengan orang menyanyi duet atau trio (jika memakai tiga pemukul). Bila ada dua melody, maka dapat digunakan bersama agar suaranya lebih kuat.
Dengan begitu dapat mengimbangi pengiring (terutama untuk Set Lengkap) atau bisa juga dimainkan dengan cara memukul nada yang sama tetapi dengan oktaf yang berbeda. Atau salah satu melody memainkan pokok lagu, yang satunya lagi improvisasi.

Cello

Bersama melody dapat disamakan dengan piano, yaitu; tangan kanan pada piano diganti dengan
melody, tangan kiki pada piano diganti dengan cello. Tangan kiri pada cello memegang pemukul no.1 berfungsi sebagai bas, sedangkan tangan kanan berfungsi pengiring (pemukul no.2 dan no.3). Maka dari itu alat ini sering disebut dengan Contra Bas. Jika dimainkan pada fungsi cello pada orkes keroncong, akan lebih mudah bila memakai dua pemukul saja. Sebab fungsi pemukul no.2 dan no.3 sudah ada pada tenor maupun alto.
TENOR I & ALTO I Keenam buah pemukul dapat disamakan dengan enam senar gitar.
ALTO II & BANJO Sebagai ukulele dan “cuk” pada orkes keroncong.
ALTO III (UKULELE) Pada kolintang, alat ini sebagai ‘cimbal’, karena bernada tinggi. Maka pemukul alto III akan lebih baik jika tidak berkaret asal dimainkan dengan halus agar tidak menutupi suara melody (lihat petunjuk pemakaian bass dan melody contra).
TENOR II (GITAR) Sama dengan tenor I, untuk memperkuat pengiring bernada rendah.
BASS Alat ini berukuran paling besar dan menghasilkan suara yang paling rendah.
Susunan Alat
Lengkap (9 pemain) : Melody – Depan tengah Bass – Belakang kiri Cello – Belakang kanan Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).
Nada-nada Dasar
Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:
C = 1 3 5 Cm = 1 2 5 D = 2 4 6 Dm = 2 4 6 E = 3 5 7 Em = 3 5 7 F = 4 6 1 Fm = 4 5 1 G = 5 7 2 Gm = 5 6 2 A = 6 1 3 Am = 6 1 3 B = 7 2 4 Bm = 7 2 4
Sedangkan chord lain, yang merupakan pengembangan dari chord tersebut diatas, seperti C7 = 1 3 5 6, artinya nada do diturunkan 1 nada maka menjadi le . Sehingga saat membunyikan 3 bilah dan terdengar unsur bunyi nada ke 7 dalam chord C, maka chord tersebut menjadi chord C7. Demikian pula dengan chord yang lain.
Cara Memegang Pemukul (Stick) 
Memegang Pemukul Kolintang, memang tidak memiliki ketentuan yang baku, tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan tangan terhadap stik. Tetapi umumnya memegang stick kolintang dilakukan dengan cara : No. 1
Selalu di tangan kiri No. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk) No. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) – agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan.
Dan cara memukul, disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan. ( Nomor nomor tersebut diatas telah tertera disetiap pangkal pemukul stick masing masing alat kolintang)
Teknik Dasar memainkan stick pada bilah kolintang sesuai alat dan jenis irama
Dari sekian banyak irama dan juga lagu yang ada, beberapa lagu sebagai panduan untuk memainkan alat musik kolintang disertakan dalam materi ini. Seperti: • Sarinande • Lapapaja • Halo halo Bandung • Besame Mucho Lagu lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda baik chord dan irama. Lagu lagu tersebut telah dilengkapi dengan partitur serta chord/ accord untuk memudahkan memahami alat musik kolintang.

Demikian pula dengan teknik memukulkan stick pada bilah kolintang. Karena sesuai irama yang beraneka ragam, maka untuk menghasilkan irama tertentu maka teknik memukulkan stik pada tiap alat pun berbeda beda. Pada materi ini, diberikan teknik teknik dasar cara memukulkan stick pada kolintang. Untuk dapat memahami teknik, dibutuhkan pengetahuan akan harga dan jumlah ketukan dalam setiap bar nada. Dan berbekal pengetahuan dasar dasar bermain kolintang ini saja, ditambah dengan bakat individu, maka grup/ kelompok musik kolintang telah dapat memainkan berbagai jenis lagu dengan tingkat kesulitan yang variatif secara sponta.

 

(Sumber: https://weareglory.com/)

Mengenal Apa Itu Heinrich Hermann Robert Koch

Mengenal Apa Itu Heinrich Hermann Robert Koch

Mengenal Apa Itu Heinrich Hermann Robert Koch
Mengenal Apa Itu Heinrich Hermann Robert Koch

Heinrich Hermann Robert Koch

(1843-1910) adalah dokter Jerman, “Bapak Bakteriologi”, penemu basil Tuberkulosis (1882), basil dan spora Anthrax (1876), basil Tipus (1882), basil Kolera (1883), basil Conjunctivitis (1883), Tuberculin (1890), Amuba disentri, siklus kehidupan basil Anthrax, penemu Postulat Koch, pemenang hadiah Nobel untuk kedokteran dan ilmu fisiologi (1905). Ia juga menemukan tetes gantung, teknik memotret bakteri, cara mewarnai bakteri dengan anilin, cara memelihara basil Tuberkulosis di luar dengan memberi makanan berupa agar-agar serum darah dan gelatin.

Ia juga menemukan bahwa Tuberkulosis

ditularkan melalui udara, koleraditularkan melalui air, penyakit tidur (lena) dipindah-pindahkan oleh kutu dan lalat Tzetze, malaria oleh nyamuk. Pada tahun 1896, Koch menemukan Inokulasi Preventif. Ia mempelajari malaria, demam texas, lepra, surra, pes bubo, tipus ternak, dan penyakit tidur. Untuk menemukan sebab-sebab penyakit ia pergi ke Mesir, Afrika Selatan, India, Italia, Jawa, Amerika Serikat, dan New Guinea.

Koch lahir di Clausthal, Prusia

pada tanggal 11 desember 1843 dan meninggal di Baden-Baden, Baden. Keduanya sekarang termasuk wilayah Jerman, pada tanggal 27 mei 1910. Ayahnya buruh tambang yang miskin tapi kaya akan anak. Orang tua Koch mempunyai 13 anak. Koch anak ketiga dan paling disayangi ibunya. Kakak-kakak koch diperbolehkan mengadu nasib di Amerika tapi Koch harus selalu dekat ibunya. Keluarga itu begitu miskin hingga hanya makan daging dua minggu sekali dan makan roti putih hanya pada hari minggu.

Koch anak yang cerdas

sejak kecil barang mainannya adalah kaca pembesar (lup). Ia suka sekali mengamati benda-benda kecil dan serangga. Ia heran mengapa di bawah kaca itu serangga jadi tampak besar. Namun cita-cita yang sebenarnya ia ingin jadi penjelajah dunia dan pemburu ulung. Ia ingin menerobos hutan-hutan di Afrika dan padang es di kutub selatan. Mula-mula ayahnya ingin menitipkan anaknya ke tukang sepatu agar koch jadi tukang sepatu.

Untunglah rencana ayahnya berubah ketika Koch tamat gymnasium(setaraf dengan SMA) ayahnya mendapat warisan. Dengan warisan itu sang ayah dapat membiayai kuliah Koch di Universitas Gottingen. Koch ingin jadi dokter kapal. Dengan jadi dokter kapal ia mengira cita-citanya jadi penjelajah dan pemburu binatang buas akan tercapai. Tapi rupa-rupanya tuhan mempunyai rencana sendiri untuk Koch. Di universitas Gottingen, Koch bertemu dengan Professor Jacob Helle. Yang dengan penuh tanggung jawab menganjurkan Koch agar jadi pemburu kuman atau bakteri, ialah makhluk hidup yang sangat kecil  yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Bakteri yang bentuknya seperti tongkat disebut basil (dari kata lain bacillus yang berarti tongkat).

Sesudah lulus kuliah dan mendapat gelar dokter, Koch jatuh cinta pada seorang gadis bernama Emmy. Emmy menekan Koch agar Koch mau melepaskan cita-citanya menjelajah dunia dan jadi pemburu. Daripada kehilangan calon istri, Koch mengalah. Tapi kelak Koch membalas dendam. Emmy diceraikan dan dengan istri mudanya Koch mengadakan perjalanan jauh ke Mesir, Afrika Selatan, India, Jawa, Amerika, dan sebagainya. Karena desakan ibunya dan Emmy, Koch terpakasa jadi dokter di desa Wollstein, dekat Breslau, Silesia.

Beberapa bulan kemudian ia dan Emmy dikaruniai anak perempuan yang diberi nama Gertrude. Supaya Koch betah tinggal di rumah, emmy membelikan mikroskop. Tapi yang terjadi justru tak seperti yang diharapkan Emmy. Sejak itu Koch sibuk dengan mikroskopnya dan sering melupakan Emmy. Benih-benih perceraian mulai tampak. Pada umur 49 tahun Koch kawin lagi dengan mahasiswi jurusan seni yang berumur 18 tahun. Seperti sudah diceritakan di atas, istri baru ini mau diajak berpergian jauh, sedangkan Emmy tidak.

Kebanyakan pasien koch adalah petani dan peternak. Pada tahun 1875 pada umur 32 tahun, desa mereka dilanda wabah anthrax, penyakit ternak yang sangat ganas. Koch sangat kasihan melihat para petani dan peternak yang kehilangan ternaknya. Ia segera bekerja keras mencari penyebab penyakit itu, untuk menemukan penyebab penyakit, ia menciptakan 4 dalil (postulat) :

  1. Temukan mikrob masing-masing penyakit
  2. Isolir mikrob tersebut dan kembangbiakkan diluar tubuh
  3. Suntikkan mikrob tersebut ke tubuh hewan yang sehat dan ciptakan kembali penyakit tersebut
  4. Ambilah mikrob dari hewan yang dibuat sakit itu dan ulangilah kembali seluruh proses tersebut.

Dengan ke-4 dalil itu Koch berhasil menemukan basil Anthrax, spora basil Anthrax, dan siklus kehidupan penyakit Anthrax.

Pasteur, mikrobiologi Prancis, menemukan vaksin Anthrax. Dengan demikian kedua orang itu dapat menyelamatkan ratusan ribu ternak, tapi jangan mengira bahwa kedua orang itu bekerja sama dengan rukun. Pasteur (orang Perancis) dan Koch (orang Jerman) saling bersaing kalau bukan saling bermusuhan. Pasteur tinggal di Perancis, Koch tinggal di Jerman. Pasteur taat kepada agama tapi bersifat angkuh, suka berdebat karena pandai bicara, sedangkan Koch rendah hati, tak pandai bicara, tapi bekerja dengan sangat teliti dan berhasil meraih hadiah Nobel. Pasteur suka membuat dugaan atau terkaan, tapi Koch berusaha menemukan bukti yang tak terbantah lagi. Koch adalah guru yang cakap dan efektif. Ia mengajar dengan sedikit bicara tapi banyak memberikan contoh, peragaan, dan petunjuk. Murid-muridnya para pembantunya (Gaffky, Kitasato) jadi benar-benar ahli dalam bidangnnya. Dua dari bekas muridnya (Behringdan Ehrlich) memenangkan hadiah Nobel.

Koch hanyalah dokter di desa tapi seorang penemu yang orisinil. Dialah yang menemukan teknik tetes gantung, ialah cara mengisolir bakteri diantara dua keping kaca yang dirapatkan, tapi pada kaca yang satu dibuat ceruk atau lekuk, dan dan ditutup dengan kaca yang lain. Bakteri yang akan diamati diletakkan pada kaca penutup. Ketika koch tidak dapat melihat basil Tuberculosis yang tembus cahaya, ia berhasil menemukan zat warna (anilin, biru metilena) hingga basil itu tampak balam mikroskop. Ketika ia tahu bahwa basil Tuberkulosis tidak dapat dibiakkan diluar tubuh, ia barhasil menemukan gelatin dan adonan serum darah, hingga basil tuberkulosis dapat dibiakkan di luar tubuh.

 

(Sumber: https://balad.org/)

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

 

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

Instalasi Pengolahan Air

Optimalisasi dan rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng 1 dan 2 merupakan upaya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA. Harapannya, kapasitas produksi bisa bertambah dari 1.500 liter/detik menjadi 1.800 liter/detik.

Direktur Teknik

Upaya itu juga, dijelaskan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana, Selasa (07/11/2017), sebagai langkah memaksimalkan fungsi IPA Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan yang berada di zona tiga dan empat.

“Program optimalisasi IPA Dekeng ini akan mulai dikerjakan minggu depan selama sekitar tiga bulan atau sampai Januari 2018 nanti,” katanya.

Saat ini, menurut Syaban

Kondisi pengaliran PDAM sudah seimbang. Artinya, suplai air baku sudah sama dengan air yang dijual di pelanggan. “Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi maka akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena PDAM tidak punya idle capacity,” ujarnya.

Optimalisasi IPA Dekeng

Optimalisasi IPA Dekeng itu, terangnya, akan menjawab kebutuhan tersebut. Nantinya, PDAM akan memiliki idle capacity sebanyak 300 liter/detik. Apalagi, sambungnya, pengerjaan optimalisasi itu diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua IPA.

Masing unit kogulasi

“Fungsi masing-masing unit kogulasi, flok, sedimentasi, dan filter dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan. Selain itu akan dapat meminimalisir gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku,” imbuhnya.


Artikel terkait :

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Pendistribusian E-KTP

Pendistribusian E-KTP oleh aparatur wilayah terus berlanjut. Termasuk di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Memasuki hari ketiga, Selasa (07/11/2017) Lurah Panaragan Rika Riana Riska Dewi didampingi Bhabinkamtibmas dan stafnya kembali door to door mendatangi rumah warga.

Rika mengatakan

Jumlah E-KTP warga Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah yang sudah dicetak ada 148 keping. Begitu pihak Kelurahan menerima dari Kecamatan langsung mendistribusikannya ke warga. Pendistribusian E-KTP tersebut dilakukan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta staf Kelurahan.

Dalam dua hari pihaknya sudah mendistribusikan

E-KTP warga Kelurahan Panaragan sekitar 90 persen. “Hari ini kami kembali akan mendatangi rumah warga untuk menyerahkan langsung E-KTP yang masih tersisa. Untuk lokasinya di Mantarena Bawah RT. 01, 02, 04 RW 02. Mudah-mudahan hari ini semua KTP yang masih tersisa ini bisa tuntas didistribusikan,” tutur Rika.

Dia menerangkan

Dalam pendistribusian E-KTP ini kendala yang ditemui antara lain warga yang didatangi tidak ada ditempat. Warga tersebut ada yang sedang bekerja dan ada juga yang sedang di luar kota. Namun demikian pihaknya dan juga stafnya tetap berupaya untuk menyampaikan langsung E-KTP nya. “Kami tidak berani menitipkan karena takutnya E-KTP tersebut hilang atau rusak,” jelasnya.

Kelurahan Panaragan

Terkait berapa jumlah warga Kelurahan Panaragan yang belum mendapatkan E-KTP Rika menyebutkan dirinya tidak mengetahui persis jumlah pastinya. Namun menurutnya masih ada sekitar 50 persen warganya yang belum memperoleh E-KTP. “Namun demikian begitu kami mendapat kiriman E-KTP dari Kecamatan secepatnya akan didistribusikan langsung ke warga,” pungkasnya.

Sumber : https://solopellico3p.com/

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

 

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

Wali Kota Bogor Bima Arya

Kota Bogor dibawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota Executive Committee CityNet Asia Pacific Tahun 2017 periode 2018 – 2021.

Kota Bogor

Kota Bogor yang merupakan satu-satunya kota mewakili Indonesia memperoleh 34 suara dari 48 anggota dalam forum asosiasi pemangku kepentingan perkotaan terbesar yang berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik.

Kota Bogor terpilih mewakili Indonesia

“Alhamdulilah Kota Bogor terpilih mewakili Indonesia duduk sebagai anggota Executive Committee CityNet Asia Pacific Tahun 2017,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Firdaus, Selasa (07/11/2017) yang menghadiri CityNet Congress Colombo 2017 yang digelar 5 – 8 November 2017 di Kolombo, Sri Lanka.

Executive Committee di Asia Pasifik

Kota Bogor berhasil terpilih sebagai anggota Executive Committee di Asia Pasifik dengan kota lainnya diantaranya, Kota Ahmedabad Afghanistan, Kota Penang Malaysia, Kota Busan Korea Selatan, Kota Incheon Korea Selatan, Kota Katmandu Nepal, Kota Lalitpur Nepal, Kota Suwon Korea Selatan, Kota Kolombo Sri Lanka.

“Ya kita (Kota Bogor, red) 1 dari 9 anggota komite yang terpilih karena usulan kita di forum tersebut banyak mendapatkan apresiasi dan dukungan dari anggota lain yang konsen dalam hal pembangunan keberlanjutan,” terangnya.

Dengan terpilihnya Kota Bogor ini kata Firdaus, sangat membantu dalam mewujudkan identitas Kota Bogor kedepan, yakni Smart City (Kota Pintar), Green City (Kota Hijau), dan Herritage City.

“Pastinya Kota Bogor akan menjalankan program dan inovasi-inovasi untuk menguatkan identitas kota, apalagi peran ini lebih luas di wilayah Asia Pasifik,” ujar Firdaus.

Urban Development

Selain itu, Urban Development (pembangunan pemukiman), penanganan masalah transportasi dan penanganan bencana menjadi program yang akan dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu

Kota Bogor sebagai salah satu wajah kota yang berkembang di Indonesia dan sebagai penyangga ibukota, yakni Jakarta memiliki peran yang sangat besar kedepan. Apalagi sejak menjadi kota kediaman Presiden Joko Widodo, Kota Bogor selalu menjadi tuan rumah banyak event internasional di Indonesia.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkuat posisi dalam organisasi Internasional. Selain itu, kita juga ingin memberi kontribusi lebih besar bagi kota-kota lain di indonesia yang tergabung dalam CityNet,” pungkasnya.

 

Sumber : https://solopellico3p.com/