Gelorakan Semangat Berolahraga

Gelorakan Semangat Berolahraga

Gelorakan Semangat Berolahraga

Hari Olahraga Nasional

Momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-34 Tahun 2017 Tingkat Kota Bogor dimanfaatkan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mengajak semua unsur lapisan warga Kota Bogor untuk terus menggelorakan semangat bergerak dan berolahraga, salah satunya kembali mempopulerkan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).

Dinas Pemuda dan Olahraga

”Saya telah menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mewajibkan semua staff, para siswa untuk exercise (berlatih) olahraga, untuk senam semaksimal mungkin dalam satu minggu. Kita gelorakan lagi SKJ kita populerkan lagi senam-senam yang pernah populer pada masanya dulu,” kata Bima saat memimpin Apel Peringatan Haornas Ke-34 Tahun 2017 Tingkat Kota Bogor di lapangan Gelanggang Olahraga (Gor) Pajajaran, jalan Pemuda, Kota Bogor, Jumat (08/09/2017).

Selain baik untuk kesehatan dan untuk kebugaran kata Bima, olahraga juga bagus untuk kebersamaan. Untuk semua kepala sekolah yang ada di Kota Bogor ia meminta agar sesering mungkin menggerakan para siswanya untuk berolahraga, jalan, naik sepeda maupun lari di seputaran Istana Kepresidenan dan Kebun Raya Bogor.

Camat dan Lurah

Camat dan Lurah tidak lupa diingatkan Bima untuk memperhatikan kesehatan pribadi, maupun staffnya untuk menangkal tren efek dari Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat gaya hidup yang tidak sehat.

Pemerintah Kota

Untuk itu, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara rutin dites tingkat kesehatan dan kebugarannya. Dengan rutin memeriksa dan memperhatikan kesehatan maka tubuh senantiasa sehat dan bugar. “Untuk di lingkungan Pemkot Bogor senam setiap jumat, untuk para pelajar Kota Bogor saya meminta minimal 2 atau 3 kali dalam seminggu untuk SKJ atau saat ini lebih dikenal dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), karenanya saya minta Disdik dan Dispora untuk berkoordinasi,” paparnya.

Di kantor-kantor juga ia mengimbau bawahannya untuk melakukan peregangan otot beberapa jam sekali, karena senam peregangannya sendiri sudah ada saat SKJ.

Taman Sempur

“Menurut saya ini penting, karena itu saya meminta Dispora dan Disdik untuk mengumpulkan seluruh guru olahraga se-Kota Bogor Sabtu (09/09) besok jam 6 pagi di Taman Sempur,” pungkasnya.

 

Sumber : https://dogetek.co/

Sekolah Jangan Lakukan Pungli

Sekolah Jangan Lakukan Pungli

 

Sekolah Jangan Lakukan Pungli

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor

Fahrudin mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar selalu berpedoman pada instruksi menteri melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Fahrudin

Jumat (08/09/2017), menanggapi isu pungutan liar (pungli) yang diduga masih kerap terjadi di sekolah-sekolah Kota Bogor. Sebagai langkah cepat, Dinas Pendidikan pun langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah di aula SMK Negeri 3, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (07/09).

Ia pun menegaskan agar para sekolah tidak keluar dari acuan regulasi tersebut dan jangan pernah melakukan pungutan di sekolah-sekolah. “Jangan ada transaksi di sekolah, jangan pernah ada transaksi antara guru dengan kepala sekolah, ikuti Permen itu (Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016), dan manfaatkan sumbangan masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegas Fahrudin.

Pada pertemuan itu juga, jelasnya

Disdik meminta agar adanya penguatan pendidikan karakter yang harus dilakukan oleh sekolah. Sehingga, tambahnya, akan seimbang antara ilmu pengetahuan dengan teknologi kepada para siswa.

Ilmu pengetahuan dan teknologi

“Seimbangnya antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan karakter yang harus dibangun untuk anak-anak maka mereka harus menjadi anak-anak yang jujur, nasionalis, dan anak-anak yang agamis, anak-anak yang memiliki karakter unggul. Sehingga nantinya mereka siap untuk berkompetisi di dunia nyata kelak,” pungkasnya.

 

Sumber : https://symbiantweet.com/

Sejarah Pendapatan Nasional

Sejarah Pendapatan Nasional

Sejarah Pendapatan Nasional
Sejarah Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty

dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Pengertian Pendapatan Nasional

adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Konsep Pendapatan Nasional

* Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Rumusnya PDB:

PDB = C + G + I + ( X – M )

atau

produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor – impor )

* Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

Rumus PNB yaitu :

Produk Nasional Bruto = PDB + hasil faktor produksi milik domestik yang ada di luar negeri – hasil output faktor produksi milik luar negeri yang ada di dalam negeri

* Produk Nasional Neto (NNP)

Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

Rumus PNN :

Produk Nasional Netto = Produk Nasional Bruto – Depresiasi

* Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

* Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Ekspor Lele

Ekspor Lele

Ekspor Lele
Ekspor Lele

Dampak krisis keuangan global

telah merambah ke Indonesia. Menurut Departemen Perdagangan, pasar ekspor ke Eropa turun dari 17,1% (2003) menjadi 13,9% (pertengahan 2008); pasar ke Amerika turun dari 14,7% menjadi 11,6%; sedangkan pasar ekspor ke Jepang turun dari 14,4% menjadi 12,5%. Selain itu, yang perlu mendapatkan perhatian adalah kemungkinan membanjirnya berbagai produk luar negeri yang diakibatkan tidak terserapnya produk tersebut di pasar-pasar negara-negara maju seperti Eropa, Jepang dan Amerika.

Untuk mengantisipasi krisis keuangan global Indonesia perlu

meningkatkan ekspor. Salah satunya meningkatkan ekspor lele. Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia, dan marak dibudidayakan di Thailand, India, Philipina, dan Indonesia. Di Thailand, produksi ikan lele ± 970 kg/100 m2/tahun. Di India (daerah Assam) produksi rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha. Selama ini, Thailand, Vietnam, dan Cina telah menjadi eksportir lele ke AS maupun Eropa.

Sebagai contoh, Vietnam mampu memasarkan sebanyak 70 ribu ton lele per tahun dengan harga sebesar 2,8 dolar AS per kg. Padahal, potensi produksi Indonesia lebih tinggi dibanding ketiga negara tersebut. Target produksi budidaya lele secara nasional pada 2009 diharapkan mencapai 172 ribu ton, atau naik dari 2005 yang hanya sebanyak 79.020 ton. Sejak 2006 memang telah dirintis ekspor ikan lele dalam bentuk fillet (irisan daging) terutama ke kawasan AS dan Eropa yang permintaannya sangat tinggi. Namun, rintisan ini perlu dioptimalkan, sebab pemanfaatan potensi perikanan budi daya air tawar hingga saat ini baru 10,1%.

Melihat masih cukup bagusnya harga jual

dan kebutuhan konsumen lele dalam negeri, peluang ekspor ini lebih cocok untuk budidaya skala besar dan intensif. Pasalnya, untuk menghasilkan 1 kg fillet lele dibutuhkan sekitar 3 kg lele (senilai Rp. 27.000/kg), belum lagi biaya proses fillet dan pengemasan. Padahal, untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain maka harus bisa menjual dengan harga lebih rendah, yakni sekitar 2,6 USD per kg. Untuk ekspor (fillet), ukuran lele lebih dari 800 gram per ekor, berkebalikan dengan untuk konsumsi dalam negeri yang lebih menyukai lele berukuran kurang dari 800 gram per ekor.
Adapun ekspor berupa lele asap, sedang dijajaki ke sejumlah negara di Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan, DR Victor PH Nikijuluw, Indonesia sudah mengekspor ke Singapura dan Malaysia, hanya jumlahnya masih sangat kecil, tidak lebih dari 1 ton per bulan. Daerah yang diproyeksikan memasok lele asap ini antara lain Bogor, Boyolali, Yogyakarta, dan Purbalingga. Ekspor lele asap merupakan diversifikasi ekspor ikan, setelah selama ini ekspor dalam bentuk fillet yang di-packing dan diberi label merk dari Indonesia.

Melimpahnya hasil panen lele

sering membuat harga jual ikan lele rendah. Oleh karena itu awalnya ikan lele lebih diminati oleh masyarakat kalangan bawah karena harganya yang terjangkau.

Namun dengan adanya inovasi pada bisnis lele yang mampu menepis anggapan rendah pada ikan lele. Dengan mengolah ikan lele menjadi hasil olahan makanan yang enak, unik, serta kemasan yang menarik, mampu meningkatkan nilai jual ikan lele di pasaran. Maka tak heran jika saat ini keadaannya terbalik, produk olahan ikan lele digemari semua kalangan masyarakat. Dari yang awalnya tidak suka dengan ikan lele, kini mencari produk abon lele, keripik tulang lele, kerupuk lele, dendeng lele, es krim lele, nugget lele, hingga mangut lele kaleng untuk dijadikan sebagai oleh – oleh yang praktis.

Untuk menghasilkan kualitas dari ikan lele yang bagus, agar bisa diekspor dan tidak kalah oleh negara lain harus diperhatikan cara pembudidayaanya.

Buat 1 kolam ukuran kecil 2m x 3m, gali tanah sedalam 30an cm, tanah galian urug-kan ke sekitar pinggir calon kolam. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah membeli terpal plastik yang banyak dijual di toko, seharga 50 ribuan, ataupun yang lebih mahal juga bisa, tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus. Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali, kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah (dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20-30 cm lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Jadilah kolam kita yang berbiaya murah. Isilah dengan air jernih, biarkan selama 2-3 malam (jangan langsung ditaburi benih). Beri tanam-tanaman air juga bagus, semisal teratai, ganggang air, kangkung, dsb.

 

Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele

dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150 rupiah per ekor. Coba isi kolam tadi dengan 300-400 ekor benih ikan lele. Beli pakan ikan (pelet) lembut, sekitar 5000 rupiah per kg. Sebulan mungkin menghabiskan sekitar 3 kg, Sebagian di atas kolam dibuat atap pelindung, juga bagus. Sebagian terkena cahaya langsung matahari. Kalau ada sisa nasi makan malam/siang, masukkan saja ke kolam, biar nambah-nambah zat makanan. Air kondisikan alami seperti di rawa/sungai, perbanyak tanaman air. Kalau di awal-awal menabur benih, sebagian ikan mati, jangan panik, ambil saja, buang. 3-4 hari berikutnya ikan akan bertahan hidup normal. Nah, tinggal menunggu sekitar 3 bulan, ikan sudah cukp besar untuk bisa dipanen, dan siap untuk di ekspor

Sumber : https://pendidikan.co.id/

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

 

PDAM Optimalisasi IPA Dekeng

Instalasi Pengolahan Air

Optimalisasi dan rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng 1 dan 2 merupakan upaya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA. Harapannya, kapasitas produksi bisa bertambah dari 1.500 liter/detik menjadi 1.800 liter/detik.

Direktur Teknik

Upaya itu juga, dijelaskan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana, Selasa (07/11/2017), sebagai langkah memaksimalkan fungsi IPA Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan yang berada di zona tiga dan empat.

“Program optimalisasi IPA Dekeng ini akan mulai dikerjakan minggu depan selama sekitar tiga bulan atau sampai Januari 2018 nanti,” katanya.

Saat ini, menurut Syaban

Kondisi pengaliran PDAM sudah seimbang. Artinya, suplai air baku sudah sama dengan air yang dijual di pelanggan. “Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi maka akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena PDAM tidak punya idle capacity,” ujarnya.

Optimalisasi IPA Dekeng

Optimalisasi IPA Dekeng itu, terangnya, akan menjawab kebutuhan tersebut. Nantinya, PDAM akan memiliki idle capacity sebanyak 300 liter/detik. Apalagi, sambungnya, pengerjaan optimalisasi itu diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua IPA.

Masing unit kogulasi

“Fungsi masing-masing unit kogulasi, flok, sedimentasi, dan filter dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan. Selain itu akan dapat meminimalisir gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku,” imbuhnya.


Artikel terkait :

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Panaragan Door To Door Distribusikan E-KTP Warga

Pendistribusian E-KTP

Pendistribusian E-KTP oleh aparatur wilayah terus berlanjut. Termasuk di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Memasuki hari ketiga, Selasa (07/11/2017) Lurah Panaragan Rika Riana Riska Dewi didampingi Bhabinkamtibmas dan stafnya kembali door to door mendatangi rumah warga.

Rika mengatakan

Jumlah E-KTP warga Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah yang sudah dicetak ada 148 keping. Begitu pihak Kelurahan menerima dari Kecamatan langsung mendistribusikannya ke warga. Pendistribusian E-KTP tersebut dilakukan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta staf Kelurahan.

Dalam dua hari pihaknya sudah mendistribusikan

E-KTP warga Kelurahan Panaragan sekitar 90 persen. “Hari ini kami kembali akan mendatangi rumah warga untuk menyerahkan langsung E-KTP yang masih tersisa. Untuk lokasinya di Mantarena Bawah RT. 01, 02, 04 RW 02. Mudah-mudahan hari ini semua KTP yang masih tersisa ini bisa tuntas didistribusikan,” tutur Rika.

Dia menerangkan

Dalam pendistribusian E-KTP ini kendala yang ditemui antara lain warga yang didatangi tidak ada ditempat. Warga tersebut ada yang sedang bekerja dan ada juga yang sedang di luar kota. Namun demikian pihaknya dan juga stafnya tetap berupaya untuk menyampaikan langsung E-KTP nya. “Kami tidak berani menitipkan karena takutnya E-KTP tersebut hilang atau rusak,” jelasnya.

Kelurahan Panaragan

Terkait berapa jumlah warga Kelurahan Panaragan yang belum mendapatkan E-KTP Rika menyebutkan dirinya tidak mengetahui persis jumlah pastinya. Namun menurutnya masih ada sekitar 50 persen warganya yang belum memperoleh E-KTP. “Namun demikian begitu kami mendapat kiriman E-KTP dari Kecamatan secepatnya akan didistribusikan langsung ke warga,” pungkasnya.

Sumber : https://solopellico3p.com/

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

 

Terpilih Menjadi Executive Committee CityNet Asia Pacific

Wali Kota Bogor Bima Arya

Kota Bogor dibawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya akhirnya terpilih sebagai salah satu anggota Executive Committee CityNet Asia Pacific Tahun 2017 periode 2018 – 2021.

Kota Bogor

Kota Bogor yang merupakan satu-satunya kota mewakili Indonesia memperoleh 34 suara dari 48 anggota dalam forum asosiasi pemangku kepentingan perkotaan terbesar yang berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik.

Kota Bogor terpilih mewakili Indonesia

“Alhamdulilah Kota Bogor terpilih mewakili Indonesia duduk sebagai anggota Executive Committee CityNet Asia Pacific Tahun 2017,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Firdaus, Selasa (07/11/2017) yang menghadiri CityNet Congress Colombo 2017 yang digelar 5 – 8 November 2017 di Kolombo, Sri Lanka.

Executive Committee di Asia Pasifik

Kota Bogor berhasil terpilih sebagai anggota Executive Committee di Asia Pasifik dengan kota lainnya diantaranya, Kota Ahmedabad Afghanistan, Kota Penang Malaysia, Kota Busan Korea Selatan, Kota Incheon Korea Selatan, Kota Katmandu Nepal, Kota Lalitpur Nepal, Kota Suwon Korea Selatan, Kota Kolombo Sri Lanka.

“Ya kita (Kota Bogor, red) 1 dari 9 anggota komite yang terpilih karena usulan kita di forum tersebut banyak mendapatkan apresiasi dan dukungan dari anggota lain yang konsen dalam hal pembangunan keberlanjutan,” terangnya.

Dengan terpilihnya Kota Bogor ini kata Firdaus, sangat membantu dalam mewujudkan identitas Kota Bogor kedepan, yakni Smart City (Kota Pintar), Green City (Kota Hijau), dan Herritage City.

“Pastinya Kota Bogor akan menjalankan program dan inovasi-inovasi untuk menguatkan identitas kota, apalagi peran ini lebih luas di wilayah Asia Pasifik,” ujar Firdaus.

Urban Development

Selain itu, Urban Development (pembangunan pemukiman), penanganan masalah transportasi dan penanganan bencana menjadi program yang akan dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu

Kota Bogor sebagai salah satu wajah kota yang berkembang di Indonesia dan sebagai penyangga ibukota, yakni Jakarta memiliki peran yang sangat besar kedepan. Apalagi sejak menjadi kota kediaman Presiden Joko Widodo, Kota Bogor selalu menjadi tuan rumah banyak event internasional di Indonesia.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperkuat posisi dalam organisasi Internasional. Selain itu, kita juga ingin memberi kontribusi lebih besar bagi kota-kota lain di indonesia yang tergabung dalam CityNet,” pungkasnya.

 

Sumber : https://solopellico3p.com/

15 Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Buka Seleksi Mandiri

15 Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Buka Seleksi Mandiri

15 Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Buka Seleksi Mandiri
15 Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Buka Seleksi Mandiri

Sebanyak 15 perguruan tinggi negeri (PTN) wilayah barat meluncurkan Seleksi Mandiri Masuk PTN-Barat (SMM-PTN Barat). SMM PTN-Barat menetapkan kuota hingga 13.000 mahasiswa baru yang akan diterima. Berdasarkan pengalaman tahun lalu jumlah pendaftar yang mengikuti ujian di SMM PTN-Barat sebanyak 48.000 anak.

Namun dari jumlah itu peserta ujian yang akan diterima menjadi mahasiswa baru di 15 PTN mencapai 13.000 orang saja. Dia menjelaskan, SMM PTN-Barat sudah berjalan tiga tahun yang ditujukan untuk memberi kesempatan bagi anak-anak di wilayah Indonesia barat untuk bisa mendaftar di kuliah favorit.

“Kita tahu di Indonesia disparitas pendidikan sangat besar. Jika tidak ada akses, jika tidak ada SMM PTN-Barat (mereka) tidak bisa tembus PTN favorit,’’ kata Ketua SMM PTN- Barat 2019 Samsul Rizal seusai peluncuran Seleksi Mandiri Masuk PTN-Barat di Jakarta, kemarin. Perguruan Tinggi yang sudah tergabung di dalam sistem ujian SMM PTN-Barat ada sebanyak 15 PTN.

Yaitu Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Jambi (UNJA), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Bengkulu (UNIB), Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Universitas Palangkaraya (UPR), Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Teuku Umar (UTU), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dan Universitas Samudera (UNSAM).

SMM PTN-Barat 2019 merupakan seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang penyelenggaraannya dilakukan secara bersama antar perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS PTN-Barat). Penyelenggaraan seleksinya dilakukan berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa, yang dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia SMM PTN-Barat.

Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh ini menjelaskan, pembelian PIN pendaftaran dibuka sejak 1 Mei hingga 12 Juli dan pendaftaran dibuka pada 1 Juni sampai 16 Juli. Sedangkan ujian akan berlangsung pada 18 Juli dan pengumuman akan digelar pada 27 Juli. Dia menjelaskan, biaya registrasi untuk peserta kelompok sainstek atau soshum dipatok Rp350.000 dan untuk kelompok campuran dan kelompok sainstek atau soshum yang ada uji keterampilan dan materi TOEFL sebesar Rp500.000

Menurutnya, kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru merupakan hal

penting, untuk mendapatkan calon mahasiswa berkualitas dan memiliki kompetensi dasar sesuai standar yang ditetapkan. “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bagi seluruh institusi pendidikan, karena itu penyelenggaraanya harus profesional, terjamin, terukur dan efisien,’’ ujarnya.

Dia membeberkan, seleksi calon mahasiswa jalur mandiri yang dilakukan

masing-masing perguruan tinggi, selama ini telah berjalan baik. Namun demikian, bagi peserta penyelenggaraan ini, belum menguntungkan, kurang fleksibel dan kurang efisien, karena bersifat lokal. Di mana tidak ada pilihan untuk memilih perguruan tinggi lain yang diminati calon peserta.

Syamsul menjelaskan, calon mahasiswa Bidikmisi pun dapat mengikuti seleksi SMMPTN selama kuota yang disediakan masih mencukupi. Sementara Wakil Ketua BKS PTN-Barat Johni Najwa menjelaskan, dengan adanya sistem seleksi khusus wilayah barat ini maka akan bisa menampung siswa yang berlokasi di tempat terpencil. Dia menjelaskan, pendaftaran akan berlangsung secara online dan ujiannya nanti akan berlangsung di masing-masing 15 PTN.

Rektor Universitas Negeri Jambi ini menjelaskan, ada perbedaan signifikan

antara SMM PTN-Barat dengan SNMPTN dari persyaratan batas tahun ijazahnya. Yakni SMM PTN-Barat memberikan kesempatan lebih luas kepada mahasiswa dengan ijazah lima tahun terakhir di PTN tujuan UMRAH, UNJA, UNIMAL dan ISBI. Sementara 11 PTN lainnya menerima ijazah tiga tahun terakhir dan bagi peserta Paket C maksimal umur adalah 25 tahun.
(don)

 

Baca Juga :

 

 

Tahun Ini Kuota 19 Sekolah Kedinasan Sedikit Menurun

Tahun Ini Kuota 19 Sekolah Kedinasan Sedikit Menurun

Tahun Ini Kuota 19 Sekolah Kedinasan Sedikit Menurun
Tahun Ini Kuota 19 Sekolah Kedinasan Sedikit Menurun

Pemerintah kembali membuka lowongan di 19 sekolah kedinasan milik kementerian/lembaga. Dibandingkan tahun lalu, jumlah lowongan tahun ini cenderung menurun. Tahun lalu pemerintah membuka lowongan sebanyak 13.677 formasi. Sementara pada tahun ini hanya 9.176 formasi.

“Sebenarnya (dari masing-masing sekolah kedinasan) ada yang naik dan turun formasinya,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Mudzakir saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan bahwa jumlah tersebut lahir atas berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah pertimbangan untuk dapat memberikan pendidikan kedinasan yang optimal dan memperoleh rekrutan terbaik. Mudzakir pun membantah berkurangannya formasi tersebut karena adanya seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. “Tidak,” tuturnya singkat.

Seperti diketahui penerimaan pada lembaga pendidikan kedinasan merupakan salah satu jalur seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebagaimana tahun lalu, terdapat 19 pendidikan tinggi kedinasan di delapan kementerian/lembaga (K/L) yang membuka seleksi. Kedelapan K/L yang membuka penerimaan adalah Kementerian Keuangan (PKN STAN) 3.000 formasi, Kementerian Dalam Negeri (IPDN) sebanyak 1.700 formasi, Badan Siber dan Sandi Negara (STSN) 100 formasi.

Selanjutnya Kementerian Hukum dan HAM (Poltekip dan Poltekim) 600 formasi, Badan Intelijen Negara (STIN) 250 formasi, Badan Pusat Statistik (Politeknik Statistika STIS) 600 formasi. Dilanjutkan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) 250 formasi, dan Kementerian Perhubungan dengan 11 Sekolah Tinggi, Poltek, dan Akademi yang membuka 2.676 formasi.

Pendaftaran akan dibuka pada tanggal 9 sampai 30 April 2019. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal https://sscasn.bkn.go.id. “Pelamar hanya diperbolehkan mendaftar satu program studi pendidikan kedinasan. Kalau mendaftar lebih dari satu, otomatis akan gugur” jelas Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dwi Wahyu Atmaji.

Penerimaan sekolah kedinasan ini akan melalui beberapa tahapan proses seleksi. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, akan dilakukan seleksi administrasi. Bagi yang lolos berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan sistem computer assisted test (CAT). Untuk tahapan seleksi lainnya diatur oleh masing-masing kementerian/lembaga.

Hanya peserta yang lulus keseluruhan tahapan seleksi yang berhak mengikuti pendidikan. Sedangkan untuk pengangkatan menjadi CPNS akan dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan telah memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan kedinasan yang bersangkutan. “Tidak ada satu pihak pun yang dapat membantu kelulusan. Apalagi kalau ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan keharusan menyediakan sejumlah. Itu dipastikan penipuan, karenanya jangan percaya, dan jangan dilayani,” tegasnya.

Selain membuka jalur sekolah kedinasan, pemerintah juga akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Formasi CPNS 2019 yang akan dibuka rencananya kurang lebih 100.000-an. Namun begitu pada awal tahun ini pemerintah telah membuka seleksi PPPK. Saat ini hasil seleksi PPPK tengah dilakukan verifikasi dan validasi di Basan Kepegawaian Negara (BKN). Dari total 72.980 peserta yang mengikuti seleksi PPPK, 51.293 lolos passing grade.

Di mana untuk PPPK guru jumlah yang mengikuti seleksi sebanyak 55.937 peserta, 34.954 di antaranya lolos passing grade. Lalu untuk tenaga kesehatan yang mengikuti seleksi sebanyak 2.141, 1.792 di antaranya memenuhi passing grade. Sementara untuk dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi negeeri (PTN) baru yang mengikuti seleksi sebanyak 2.961, 2.877 diantaranya lolos passing grade. Terakhir untuk penyuluh pertanian yang mengikuti seleksi 11.941, 11.670 diantaranya lolos passing grade.

Sebelumya Kepala Biro (Karo) Humas BKN Mohammad Ridwan

mengatakan sebagian besar daerah akan meloloskan semua peserta yang memenuhi passing grade. Namun dia mengakui bahwa ada sedikit daerah yang hanya akan mengambil nilai tertinggi. Pasalnya daerah-daerah tersebut belum dapat membiayai semua peserta yang lolos passing garde.

Sebagian besar menyampaikan yang diterima sesuai jumlah kelusan

passing grade. Sebagian kecil menyampaikan kurang dari itu. Misalnya ada yang lolos 100 tapi anggaranya hanya mampu 75. Bisa jadi (yang lolos passing grade) tidak masuk. Itu sebagian kecil saja,” jelasnya. Lebih lanjut Ridwan mengatakan bahwa proses verifikasi dan validasi hasil seleksi PPPK tidak jauh berbeda dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Di mana ada empat level verifikasi untuk nantinya mendapatkandigital signature dari kepala BKN. “Setelah mendapatkan digital signature akan dikembalikan ke intansi untuk segera diumumkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama selesai. Sehingga daerah dapat mengumumkan hasil seleksi PPPK. Itu nanti bisa dilihat di situ SSCASN,” ujarnya.

Mengenai target waktu pengumuman, dia mengatakan bahwa pihaknya

berusaha sebaik mungkin agar hasilnya cepat diumumkan. Dia belum dapat memastikan waktu pengumuman. “Pokoknya secepatnya. Tim sedang bekerja keras. Selain verifikasi dan validasi, juga dilakukan perangkingan untuk daerah yang anggarannya hanya mampu dalam jumlah tertentu,” tuturnya.

Lebih lanjut, setelah pengumuman akan dilakukan pemberkasan bagi calon PPPK. Di mana di dalamnya terdapat kontrak kerja. Nanti setelah itu pemda yaang akan membuat surat keputusan (SK) PPPK.
(don)

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/habitat-tumbuhan-paku/

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat
Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah merupakan jabatan strategis di sekolah. Oleh karena itu, ke depan, pengangkatannya pun akan lebih selektif dengan melihat kualifikasi dan kompetensi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang melakukan proses perubahan peran dan fungsi dari pengawas sekolah dan kepala sekolah. Ke depan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier.

“Guru bila bagus bisa jadi kepala sekolah, kepala sekolah bila bagus bisa jadi pengawas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat Sinkronisasi Program Pembinaan Tenaga Kependidikan dengan dinas provinsi/kabupaten/ kota di Jakarta.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menyampaikan, apabila bagus kinerjanya maka kepala sekolah maupun pengawas sekolah bisa menjabat lebih dari dua periode. Namun, dia memberikan catatan bahwa jabatan dua periode ini bisa harus pindah ke sekolah lainnya.

Apabila ada kepala sekolah yang kinerjanya kurang baik, Mendikbud memerintahkan supaya jangan dirotasikan ke sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Pasalnya, hal ini malah akan memperlambat kemajuan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Muhadjir meyakini bahwa reformasi di sekolah tidak akan terjadi jika

kepala seko lah dan pengawas sekolah belum dibenahi. Untuk itulah, pemerintah daerah dituntut agar berani menciptakan pemerintahan yang bersih. Termasuk dalam pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang harus berdasarkan kompetensi, bukan karena dipengaruhi kepentingan politik.

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin

mengatakan, wacana Kemendikbud yang mau mengubah pola jabatan kepala sekolah sangat bagus di ranah gagasan. Akan tetapi, implementasinya bakal tidak mudah. Dia mengungkapkan pada kenyataannya pengangkatan kepala sekolah dan pengawas saat ini ada di pemerintah daerah. Totok mengungkapkan, pada hasil penelitian terakhir yang dilakukan pihaknya hanya ada 10% kepala sekolah yang memiliki nomor unik kepala sekolah (NUKS).

Pada hal, NUKS adalah nomor yang akan diberikan kepada kepala sekolah

yang telah lulus menjalani diklat calon kepala sekolah. Selain itu, kurang dari 5% kepala sekolah yang bahkan belum mempunyai sertifikasi kepala sekolah dan pengawas

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/