Sumbangan di Jalan Ganggu Arus Lalin

Sumbangan di Jalan Ganggu Arus Lalin

Sumbangan di Jalan Ganggu Arus Lalin

Sumbangan di Jalan Ganggu Arus Lalin
Sumbangan di Jalan Ganggu Arus Lalin

BANDUNG-Mendekati waktu peringatan HUT RI ke-70, sejumlah panitia terlihat melakukan kegiatan mencari sumbangan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Akibat kegiatan tersebut, tidak sedikit pengguna jalan merasa terganggu.

Ketua Karang Taruna (Tarka) Kota Bandung, Fiki Satari, mengakui adanya kegiatan mencari sumbangan di Jalan-jalan mengganggu arus lalu lintas.

“Meminta sumbangan di ruas jalan atau ruang publik mengganggu kenyamanan masyarakat. Coba mencarinya dengan cara kreatif misal menjual kerajinan,” ucapnya.

Fiki meminta kepada anggota Tarka di Kota Bandung untuk tidak membuat

kegiatan mencari dana untuk kegiatan HUT RI dengan cara meminta sumbangan di jalan.

“Budaya pungutan sumbangan tersebut sudah terjadi menahun sehingga tidak mudah mengubahnya dalam waktu singkat secara keseluruhan,” katanya.

Menurut Fiki, berdasarkan pantauan di lapangan ada sekitar 30 titik pungutan pinggir jalan yang menamakan Karang Taruna dan sudah ditertinbkan.

“Dari 30 titik ditemukan dua titik kencleng ilegal yang mengatasnamakan Karang Taruna,” ujarnya.

Fiki menyatakan, selain berjualan, memungut dana ke warga pun masih

diperbolehkan asal di lingkungan masing-masing dan tidak lintas kecamatan karena harus jelas kegiatannya jika di RW masing-masing.

“Kita meminta dukungan camat dan lurah se-Kota Bandung untuk

mengawasi wilayahnya agar tidak ada posko sumbangan di Jalan raya dan jika ada pungutan dana untuk HUT RI di jalan raya agar melaporkan ke SMS Center pada nomor 0858 6314 1957,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://oneworldherald.com/2019/05/28/rees-mogg-receives-criticism-for-his-new-book/