Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat
Pengangkatan Kepala Sekolah Akan Diperketat

Kepala sekolah (kepsek) dan pengawas sekolah merupakan jabatan strategis di sekolah. Oleh karena itu, ke depan, pengangkatannya pun akan lebih selektif dengan melihat kualifikasi dan kompetensi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang melakukan proses perubahan peran dan fungsi dari pengawas sekolah dan kepala sekolah. Ke depan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier.

“Guru bila bagus bisa jadi kepala sekolah, kepala sekolah bila bagus bisa jadi pengawas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat Sinkronisasi Program Pembinaan Tenaga Kependidikan dengan dinas provinsi/kabupaten/ kota di Jakarta.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menyampaikan, apabila bagus kinerjanya maka kepala sekolah maupun pengawas sekolah bisa menjabat lebih dari dua periode. Namun, dia memberikan catatan bahwa jabatan dua periode ini bisa harus pindah ke sekolah lainnya.

Apabila ada kepala sekolah yang kinerjanya kurang baik, Mendikbud memerintahkan supaya jangan dirotasikan ke sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Pasalnya, hal ini malah akan memperlambat kemajuan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Muhadjir meyakini bahwa reformasi di sekolah tidak akan terjadi jika

kepala seko lah dan pengawas sekolah belum dibenahi. Untuk itulah, pemerintah daerah dituntut agar berani menciptakan pemerintahan yang bersih. Termasuk dalam pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang harus berdasarkan kompetensi, bukan karena dipengaruhi kepentingan politik.

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin

mengatakan, wacana Kemendikbud yang mau mengubah pola jabatan kepala sekolah sangat bagus di ranah gagasan. Akan tetapi, implementasinya bakal tidak mudah. Dia mengungkapkan pada kenyataannya pengangkatan kepala sekolah dan pengawas saat ini ada di pemerintah daerah. Totok mengungkapkan, pada hasil penelitian terakhir yang dilakukan pihaknya hanya ada 10% kepala sekolah yang memiliki nomor unik kepala sekolah (NUKS).

Pada hal, NUKS adalah nomor yang akan diberikan kepada kepala sekolah

yang telah lulus menjalani diklat calon kepala sekolah. Selain itu, kurang dari 5% kepala sekolah yang bahkan belum mempunyai sertifikasi kepala sekolah dan pengawas

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/