Memilih UPS Untuk PlayStation 4 (PS4)

Memilih UPS Untuk PlayStation 4 (PS4)

 

Keresahan terhadap listrik tentunya menjadi sebuah momok untuk perangkat elektronik yang kita miliki, tidak terkecuali PS4 kesayangan kita, tentunya kita ingin sekali merawat PS4 kesayangan ini dengan sangat hati-hati sehingga awet dipakai, salah satu cara untuk merawat PS4 adalah dengan menjaga kestabilan arus listrik yang masuk ke dalam PS4, karena sering sekali listrik itu sendiri malah menjadi musuh dalam selimut perangkat elektronik kita.

Mungkin akan saya jelaskan sedikit tentang apa itu UPS dan macam-macam jenis dan gangguan listrik apa saja yang biasanya terjadi di rumah kita.

Apa itu UPS?

Sumber daya tanpa hambatan/ dalam bahasa inggrisnya adalah Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan sebuah alat yang dapat menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC, PS4 TV) tanpa terputus pada saat Main Power (listrik PLN) nya tidak bekerja, agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar (Shutdown/ Turn Off PS4), seluruh data dapat disimpan dengan aman (PC), dan komputer atau PS4 dapat dimatikan dengan benar. Jadi fungsi UPS itu BUKAN agar user tetap dapat bekerja, karena waktu UPS biasa bertahan biasanya cuma sebentar.

Kendala listrik yang sering terjadi di rumah kita

Noise – Atau lebih sering kita ketahui dengan tegangan naik-turun namun dalam persentase yang masih wajar, misal listrik kita standar 220 volt, terjadi naik turun sekitar 200 – 240 volt itu masih bisa dianggap noise, hal ini bisa ditanggulangi dengan UPS dengan spesifikasi yang ada, Automatic Voltage Regulation AVR yang akan memonitor daya AC yang masuk dan mengatur output ke 220 volt yang halus dan konsisten.
Blackout – Ini terjadi kalau Power Utama dari PLN tiba-tiba tidak bekerja / mati listrik. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout ini.
Brownout / Sag – Ini terjadi kalo tegangan (voltase) dari PLN turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe setengah dari yang seharusnya, dan waktunya hanya terjadi sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik, atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita , bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin terus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa mengatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Surge & Spike – Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari PLN melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi ketika main power kembali nyala setelah terjadinya Blackout.

Istilah Spike lebih sering dipakai untuk lonjakan tegangan akibat petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.

Jenis-jenis UPS

Pada dasarnya UPS dibagi menjadi 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya adalah pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.

UPS Offline

Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak pada PLN, sumber listrik sekunder adalah inverter atau baterai.

Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS adalah adanya Switch Time atau Transfer Time, yaitu waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada saat sumber listrik primer dianggap gagal menjalankan berfungsinya, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak mendapat listrik. Offline UPS generasi sekarang biasanya memiliki Transfer Time kurang dari 4 mili detik (4 ms).

Dari karakteristik di atas, saya sering kali dapat kendala dari user, ingin UPS harga murah, VA besar, namun saat mati listrik, PC langsung mati, ini karena Transfer Time dari UPS itu tidak kompatibel dengan PSU dari komputer yang memiliki Transfer time lebih lambat dari pada UPS.

UPS Online

UPS Online merupakan kebalikan UPS Offline, yang mana sumber utama listrik primernya adalah batre, hal ini membuat UPS ini sering dikatakan “True UPS”, UPS Online juga biasanya memiliki Switch yang otomatis mengambil aliran listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) jika baterai tidak bekerja. Biasanya UPS Online harganya lebih mahal dari pada Offline.

Spesifikasi UPS yang bagus untuk PS4 kita

Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.

Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas bette di UPS Online secara umum lebih baik daripada di UPS Offline. Hal ini karena diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang – kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis sama listrik PLN ya dianggap terlalu beresiko merusak PS4. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus – menerus, jadi kualitas outputnya harus bener – bener bagus. Namun biasanya ketahanan batre dari UPS Online lebih rendah dari pada Offline

Load Rating (Capacity & Run Time)

Kapasitas UPS tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Mau dipakai untuk berapa total bebannya? misal TV, PS4, Sound System dll Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang tersebut menulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480 Watt, Power Factor = 0,8.

Jika UPS tersebut hanya menampilkan besaran VA saja, maka kalikan saja VA tersebut dengan 0,6, misal UPS dengan spesifikasi 900VA x 0.6, jadi True Powernya adalah 540 Watt.

Jadi UPS seperti apa yang paling cocok untuk PS4 kita

Ini chapter yang paling di tunggu-tunggu, tanpa basa-basi mari kita bahas, pertama kita harus tau berapa maksimal watt yang dibutuhkan oleh PS4 kita saat sedang berat-beratnya memainkan sebuah games.

  1. PS4 Fat : 90-150 Watt
  2. PS4 Slim : 55-110 Watt
  3. PS4 Pro : 75-160* Watt, Namun saat memainkan game dengan resolusi 4K bisa sampai 200 Watt atau bisa lebih (anggaplah max 300 Watt maksimal)

Jenis TV : Konsumsi daya pada TV ini banyak faktornya, seperti besar inch TV, 24”, 32”, 40” 42” atau 50”, resolusi panel HD Ready, FHD atau 4K/UHD, jenis panel misal LCD, LED, OLED, Plasma dll, untuk lebih pastinya kita bisa melihat stiker yang tertera di belakang TV kita, biasanya ada informasi tentang berapa watt TV kita tersebut, atau kita juga bisa searching di internet, misal TV saya tipe Samsung UHD TV 40KU6300, langsung saja saya cari pada bagian Power Consumption (Max) yakni 135W, 135 ini saya sudah mengasumsikan kalo TV tersebut sedang dalam mode 4K, HDR, Brightness paling terang dan semua fitur utama dari TV tersebut sedang aktif. Jika teman-teman memiliki perangkat lain (Speaker/ Sound System) yang terhubung pada UPS silahkan dihitung juga total beban / watt nya

Jadi dari skema di atas sudah diketahui total beban yang saya miliki PS4 Pro+TV 4K (300+135) total 435 Watt, jadi dari ini saya sudah bisa membaca kalau saya membutuh kan UPS dengan True Power lebih dari 435 Watt untuk menjaga PS4 dan TV saya bisa bertahan selama beberapa menit saat listrik tiba-tiba padam.

Biasanya juga informasi spesifikasi yang ada pada UPS juga tidak sesuai 100% dengan kenyataan jadi sebisa mungkin kita mengambil UPS dengan spesifikasi diatas beban yang ada, jangan di pas kan antara beban dan kemampuan UPS untuk menahannya, jika total beban saya 435 Watt ada baiknya saya mengambil UPS dengan spesifikasi 600 Watt, jaga-jaga juga kedepan akan ada alat elektronik lain yang menggunakan UPS tersebut.

Saya menyarankan, tidak hanya saya, namun beberapa member di forum Kaskus (Forum Diskusi Terbesar di Indonesia) menyarankan UPS yang ideal untuk PS4 adalah :

ICA UPS LINE INTERACTIVE – ST SERIES – UPS ST623B

Untuk harga di kisaran 2-2.6jt

Alasannya :

1. UPS tersebut dapat menahan beban hingga 600 Watt
2. Sudah mendukung Pure SINE WAVE
3. Service Center ICA biasanya sudah ada di kota-kota besar seperti di kota sata Balikpapan.
4. Garansi: 1 ( satu ) Tahun service dan Spare part, 6 ( Enam ) Bulan Battery.
5. Karena sudah Pure Sine Wave UPS ini bisa dikategorikan UPS kelas atas dengan harga cukup miring walaupun mesin tipe Offline
6. Sudah built in stabilizer, jadi tidak perlu stabilizer external.
7. Sudah mendukung AVR

Minusnya :

Masih merupakan UPS Offline

Untuk yang memiliki dana lebih, bisa memilih merek APC Online seperti

– APC SURT1000XLi – harga 9.2jt
– APC SMART SUA1000XLI – harga 5.5jt
– APC UPS SMC1000I – harga 4.9jt

UPS jenis Online sudah tentu mahal, dan tentunya lebih banyak fitur  fiturnya.

Epilogue (Berbagi pengalaman pribadi)

Nah ada lagi nih pengalaman saya, saya dulu membeli UPS abal-abal dengan merek yang kurang terkenal dan saya lupa, harga di Balikpapan kalau tidak salah sekitar 800rb, dan penjual memberikan iming-iming kalau UPS tersebut bagus cuma kalah di brand aja yang masih asing di telinga para konsumen, dari ini saya terpancing untuk mengambil UPS tersebut. dan saya sama sekali belum tau mana UPS yang bagus dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih UPS. Akhirnya setelah beberapa bulan saya gunakan alhasil UPS itu sama sekali tidak bisa digunakan, saat PS4 fat + TV 32″ (setup PS lama saya) listrik pada PS4 saya juga ikut padam, hal ini mungkin karena beberapa hal, pertama saya mengambil UPS Offline (karena harga murah), VA yang tertera pada UPS tidak sesuai dengan kenyataan, terakhir mungkin karena umur batre aki yang memang tidak bagus dan relatif pendek. Tidak itu saja saat kondisi tersebut saya paksakan, masih bermain menggunakan UPS, rasa-rasanya PS4 tidak mendapat suplai power PLN dengan bagus, PS4 sering overheat dan kadang restart sendiri, dari sini saya langsung berinisiatif melepas UPS tersebut dan tidak menggunakan UPS lagi.

Report kasus juga dari forum kaskus, banyak member di sana yang menggunakan UPS Abal-abal dan malah merusak PS4 mereka.

Just info, kabel utama listrik di rumah saya sengaja saya baguskan, menggunakan 3 kabel tebal + ground aktif. Mengingat saya main game hanya pada saat malam, dan hanya beberapa jam selain di weekend, dan memang sih kadang pas main terjadi mati listrik, namun biasanya kalau pas main game, dan saat itu turun hujan agak lebat dan berpotensi petir dan mati listrik saya pasti menyudahi permainan saya. Tidak itu saja, jika terjadi listrik abnormal, misal habis menyala atau mati listrik lampu tiba-tiba redup perlahan, saya langsung mencabut kabel power PS4+TV saya walau itu dalam keadaan mati, Saat hujan petir pun sebaiknya kabel power PS4 dan TV dicabut, Saya juga tidak menggunakan koneksi kabel LAN untuk koneksi internet, karena itu juga berpotensi tersambar petir, saya tetap setia dengan wifi walau kadang ya lemot.

Semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat, dan sebagai artikel saya mengambil dari forum kaskus dan berbagai macam sumber.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/