Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax Pasca Gempa Bumi Sulteng

Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax Pasca Gempa Bumi Sulteng

Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax Pasca Gempa Bumi Sulteng

Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax Pasca Gempa Bumi Sulteng
Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax Pasca Gempa Bumi Sulteng

BANDUNG-Berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax) saat ini banyak tersebar di sejumlah media, khususnya media sosial, pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo RI), Ferdinandus Setu mengatakan, sejak Sabtu (20/09) lalu Menkominfo telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting.

“Kita temukan konten yang berisi informasi hoaks yang beredar, diantaranya hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak, faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa,” ucapnya.

Menurut Ferdinandus, ada juga hoaks korban musibah, faktanya foto yang

digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu serta hoaks Walikota Palu Hidayat meninggal.

Beredar lagi informasi hoax yang menyatakan terjadi Gempa bumi susulan pada 2 oktober 2018. Faktanya, tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti.

“Selain itu, beredarnya hoax gempa bumi susulan, tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti,” kata Ferdinandus dalam keterangan resminya di Bandung, Rabu (03/10).

Menyikapi permasalahan tersebut, Ferdinandus menghimbau agar seluruh

masyarakat untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

“Jika ada informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email

aduankonten@kominfo.go.id, atau mention ke akun twitter @aduankonten,” tuturnya.

 

Baca Juga :