Bakamla Gandeng Universitas Brawijaya Berdayakan Masyarakat Pesisir

Bakamla Gandeng Universitas Brawijaya Berdayakan Masyarakat Pesisir

Bakamla Gandeng Universitas Brawijaya Berdayakan Masyarakat Pesisir

Bakamla Gandeng Universitas Brawijaya Berdayakan Masyarakat Pesisir

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggandeng Universitas Brawijaya, Malang dalam upaya memberdayakan masyarakat pesisir dan perbatasan di Indonesia.

Hal itu dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani bersama antara Kepala Bakamla Laksamana Madya DA Mamahit dan Rektor Universitas Brawijaya M Bisri di Kantor Bakamla, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

“Kami ingin mengajak kalangan akademisi dari universitas untuk bekerja sama apakah dalam bentuk sosial atau kegiatan pembelajaran, riset atau forum discussion dan sebagainya. Kita perlu mendapat masukan, apa saja permasalahan di laut saat ini,” ujar Mamahit.

Mamahit menyebutkan, ada lima poin kerja sama dalam nota kesepahaman tersebut. Di antaranya, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian, pengembangan, pemanfaatan ilmu

pengetahuan dan teknologi, pengembangan sistem dan teknologi informasi, serta pengembangan sarana dan prasarana. Termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Ini yang dalam waktu dekat menjadi prioritas. Langkah utama yang akan dilakukan kami adalah mengidentifikasi hal-hal apa yang bisa langsung dilaksanakan. Ini merupakan kerja sama yang strategis, karena kita bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya.

Menurut Mamahit, ada banyak mahasiswa

, pakar, dan ahli dari Universitas Brawijaya yang dapat dilibatkan dalam merumuskan sebuah kebijakan sehingga bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat pesisir.

“Apa dari pengetahuannya, manajemennya dalam memberdayakan masyarakat pesisir, maupun bagaimana mereka bisa meningkatkan produksi perikanannya. Prioritasnya adalah masyarakat pesisir yang dekat dengan stasiun pengamatan dan kantor zona maritim Bakamla,” ucapnya.

Mamahit menyebutkan, masyarakat pesisir

yang akan diberdayakan ini tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Bangka Belitung, Batam, Kupang, Sulawesi, Merauke, dan Jayapura.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/contoh-teks-ulasan-novel-boy-chandra-surat-kecil-untuk-ayah/