Mungkinkah Mengintegrasikan Pendidikan Sains dan Agama?

Mungkinkah Mengintegrasikan Pendidikan Sains dan Agama? – Siapa bilang mengintegrasikan edukasi sains dan agama ialah hal mustahil? Metode edukasi Madina Islamic School bisa menjadi di antara modelnya. Soal integrasi sains dan edukasi agama ini dikatakan Riyanto Sofyan, Founder Madina Islamic School ketika menerima trafik petinggi Cambridge International ke Indonesia, Jumat (26/10/2018).

Berdasarkan keterangan dari Riyanto, disiplin ilmu sains laksana matematika, algoritma dan aljabar pun ada dalam Al Quran. “Makna yang tersirat dalam Al Quran berisi makna-makna dalam ilmu sains, ilmuwan muslim pendahulu sudah mengajarkan kita tidak sedikit hal ini laksana Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan lainnya,” jelas Riyanto.

Ia menambahkan sejarah pertumbuhan ilmu Aljabar tidak dapat dicungkil dari kemajuan Islam. Riyanto menjelaskan, Al Khawarizmi dikenal sebagai penemu Aljabar sebelum diadopsi Yunani menjadi ilmu aritmatika.

“Jadi sebetulnya tidak susah mengintegrasikan sains dan agama dalam kurikulum pendidikan bila kita tahu akar sejarahnya,” tegasnya.

Dalam  https://www.bahasainggris.co.id urusan akademik, Madina Islamic School menjadi sekolah yang mengadopsi tiga kurikulum sekaligus yakni kurikulum Cambridge International, kurikulum Al-Azhar Cairo, dan kurikulum Nasional.

Meskipun terkesan berat dan sulit untuk siswa, tetapi ketiga kurikulum ini berhasil diterapkan di sekolah yang telah berdiri selama nyaris 15 tahun itu.

Riyanto mengucapkan pada tadinya orang tua murid merasa keberatan dengan diberlakukannya 3 kurikulum sekaligus. Alasannya, menurut keterangan dari orang tua murid dapat mengganggu ekuilibrium waktu belajar dan bermain anak.

“Lambat laun, orang tua murid mulai percaya dengan kurikulum yang diterapkan oleh sekolah, lulusan Madina Islamic School juga tidak sedikit yang kesudahannya diterima di sekolah terbaik domestik dan luar negeri,” tambahnya.

Ian Harris, Head of Marketing Communications Cambridge International Examination, mengucapkan kekagumannya. Sebab, tidak tidak banyak sekolah kewalahan mengintegrasikan sains, dalam urusan ini kurikulum Cambridge International, ke dalam kurikulum baku sekolah.

Di samping Ian Harris, muncul dua petinggi Cambridge International lainnya, yakni Dianindah Apriyani, Senior Country Manager Indonesia dan Eve Sewell, Marketing Communication Manager, Southeast Asia and Pacific.

Madina Islamic School (MIS) sendiri adalahsekolah Islam inklusif dan terpadu mulai dari tingkat pre-school, kindergarten (TK), primary school (SD), dan secondary school (SMP). MIS merealisasikan tiga kurikulum edukasi yaitu kurikulum nasional, kurikulum internasional dari Cambridge School, dan kurikulum Al-Azhar Cairo.

MIS pun menerapkan kepandaian wajib hafalan Al-Quran untuk siswa SD dan SMP.

baca juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru di Daerah Terpencil