Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru di Daerah Terpencil

Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikbud Latih Guru di Daerah Terpencil – Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani & rohani, dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Hal ini berlaku juga buat guru daerah spesifik (Gurdasus). Di samping harus memenuhi kualifikasi S1/DIV, guru di daerah ini pula harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dikarenakan syarat lingkungan, Gurdasus mempunyai tantangan dan kendala dalam menaikkan kompetensi dan keprofesionalannya dalam mengikuti program PPG.

Berangkat menurut hal itu, Direktorat Jenderal Guru & Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Khusus menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi Gurdasus sebagai pengajar profesional.

Mereka mengadakan pembinaan itu bekerjasama menggunakan Universitas Muhammadiyah Malang & Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKN dan IPS.

“Pelatihan diselenggarakan melalui¬† https://www.sekolahan.co.id kegiatan prakondisi, yaitu Pelatihan Pengajar Daerah Khusus (PGDK) melalui pembelajaran tatap muka buat menyiapkan Gurdasus berhasil dalam menyelesaikan acara PPG,” tulis fakta resmi Ditjen GTK yg diterima, Senin (1/10/2018).

Lebih lanjut, rilis itu menunjukkan bahwa kegiatan prakondisi dilakukan karena Gurdasus menghadapi tantangan dan kendala pada mengikuti acara PPG dalam jabatan.

Biasanya program PPG pada jabatan dilaksanakan pada bentuk blended learning atau hybrid learning (memadukan pola belajar daring & tatap muka).

Sebagai warta, acara PGDK adalah bagian dari pendidikan layanan spesifik.

Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32 ayat dua, pendidikan layanan khusus adalah pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau udik, rakyat norma terpencil, mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu dari segi ekonomi.

Program PGDK sendiri diperuntukkan bagi guru yg berkualifikasi S1/DIV dan sudah mengabdi dalam sekolah di daerah khusus. Asal memahami saja, pengajar pada wilayah khusus yg mengikuti program ini sudah melalui proses seleksi akademik & pembuktian kelayakan sebagai peserta PPG dalam jabatan.

Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pendidikan berkualitas di wilayah khusus, yaitu daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), Direktorat Pembinaan Pengajar Dikdas pun melaksanakan program PGDK kepada tiga.120 orang guru.

Pelaksanaan acara PGDK ini terintegrasi menggunakan program Pendidikan Profesi Pengajar Dalam Jabatan yg akan dilaksanakan oleh perguruan tinggi.

Hingga ketika ini, tercatat 86 guru berdasarkan daerah khusus berdasarkan provinsi NTT, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengikuti acara PGDK. Kegiatan ini berlangsung mulai berdasarkan tanggal 1 – 8 September 2018 bertempat di PPPPTK PKN & IPS Batu di Jawa Timur. Berdasarkan latar belakang Gurdasus & capaian pembelajaran yang ditetapkan, materi program PGDK difokuskan pada dominasi konten & penguasaan pedagogi.

Adapun materi acara PGDK menggunakan pola 80 jam pengajaran terbagi sebagai 7 bagian. Di antaranya merupakan Kebijakan Umum Program (1), Lalu, dominasi Pedagogi (dua) yang terdiri menurut Kebijakan Pemerintah mengenai Pendidikan, Kurikulum 2013, Pembelajaran Abad 21 dan aplikasinya pada Pembelajaran, Pengembangan Profesi Pengajar & aplikasinya, Teori Belajar & Pembelajaran dan aplikasinya, Karakteristik Peserta Didik & aplikasinya, Strategi Pembelajaran & aplikasinya dan Penilaian dan Tindak Lanjut.

Kemudian Penguasaan Konten Mapel/Bidang Keahlian/Profesional (tiga), Pengenalan Budaya & Kearifan Lokal (4), Pemanfaatan ICT dalam Penyelesaian Perseteruan Pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (5), Tes Formatif & pembahasan (6) dan Tes Sumatif (7).

Dengan adanya Program PGDK ini, Gurdasus pun diperlukan memiliki kesiapan dan kemampuan buat mengikuti program PPG. Setelah selesai mengikuti PGDK, para Gurdasus melanjutkan PPG sesi pendalaman materi mulai tanggal 9-24 September 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Sebagai liputan, Gurdasus adalah galat satu acara pemerintah buat mengatasi pertarungan pendidikan di wilayah 3T.

Hal ini, masuk pada salah satu acara prioritas Nawacita ke-3 Presiden Joko Widodo & Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

Caranya dengan memperkuat daerah & desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk di dalamnya menciptakan pendidikan pada wilayah 3T, sebagai akibatnya Gurdasus bisa mendidik anak bangsa yang hebat menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

baca juga: Inilah 4 Keuntungan Menjadi Anak Ayah, Apasaja?