Inilah 4 Keuntungan Menjadi Anak Ayah, Apasaja?

Inilah 4 Keuntungan Menjadi Anak Ayah, Apasaja? – Siapa yang semenjak kecil menjadi ‘anak Ayah’? Ataukah anda seorang ayah yang sering menguras waktu bareng anak-anaknya?

Terkadang tidak sedikit orang memandang saat seorang anak dekat dengan ayah malah membuat anak jadi manja. Padahal malah ada sejumlah keuntungan dan guna tersendiri menjadi anak yang bertumbuh dekat dengan sang ayah.

Berikut ialah 4 keuntungannya:

Anak jadi lebih sehat

Saat seorang anak kehilangan ayahnya dampak kematian atau perceraian menambah risiko penyakit serius ketika dewasa, menurut keterangan dari studi terbaru. Studi yang meninjau 5 ribu anak muda ini mengejar absennya seorang ayah bisa merusak telomeres, unsur vital dari DNA yang mengayomi sel-sel.

Absennya seorang ayah dampak perceraian memendekkan telomeres sampai 14 persen, sedangkan dampak kematian dapat memendekkannya selama 16 persen. Perpendekkan telomeres ini berhubungan dengan penuaan dini dan kanker. Beberapa peneliti dari Princeton University mengungkapkan stres yang dirasakan oleh anak-anak yang kehilangan ayahnya menjadi penyebab dari perpendekkan telomeres mereka, oleh karena tersebut kehadiran sosok ayah disinyalir menciptakan anak-anak jadi lebih sehat.

Anak punya IQ lebih tinggi

Walau sang ayah sendiri tak mempunyai IQ yang begitu tinggi, melulu dengan terus tercebur dalam tiap kehidupan anak akan menciptakan mereka malah semakin cerdas dan sejahtera. Hal ini diperlihatkan dalam riset dari University of Newcastle.

Sebuah studi pada tahun 2008 menganalisis lebih dari 11 ribu anak umur 5 tahun di Inggris dan mengejar bahwa mereka yang sering menguras waktu bareng ayahnya semenjak kecil mempunyai IQ yang lebih tinggi dan lebih aktif dalam bersosialisasi.

“Yang mengejutkan dari penelitian ini ialah perbedaan yang terukur dalam pertumbuhan anak yang dekat dengan ayahnya dan bagaimana tiga puluh tahun kemudian, orang-orang ini mengalami peradaban lebih dan aktif. Data ini mengungkapkan bahwa mempunyai orang dewasa terlibat ketika masa kanak-kanak menghasilkan guna dalam hal kemampuan dan keterampilan yang bertahan ketika dewasa nanti,” tutur Dr Daniel Nettle, ketua peneliti studi tersebut, dilansir dari Telegraph.

Ayah bakal lebih bahagia dalam pekerjaan

Punya anak barangkali akan dibayangkan oleh sejumlah ayah baru menjadi paling melelahkan dan lumayan mengganggu pekerjaan. Namun menurut keterangan dari studi yang dipublikasikan oleh The Academy of Management Perspectives tahun 2015, semua ayah yang bekerja dan menguras waktu bareng anak-anaknya malah mempunyai kadar kepuasan bekerja lebih banyak ketimbang yang tidak.

Laporan tersebut mengaku pria yang memerhatikan keluarganya memang menjadi kurang konsentrasi pada pekerjaan, tetapi tidak hingga merusak karir mereka. Penemuan ini didapatkan lewat survei online dari hampir seribu ayah bekerja, menyerahkan argumen untuk perusahaan untuk menanam penekanan yang lebih banyak pada hal-hal laksana cuti untuk ayah, jam kerja yang yang luwes dan kemudahan anak.

“Beberapa organisasi harus menyadari keperluan para ayah dan mendukungnya melewati program seperti penataan kerja yang luwes dan lewat teknik informal, tidak menanyai lelaki yang datang terlambat dan kembali lebih cepat andai pekerjaan mereka sudah berlalu lebih dulu,” tegas Beth K Humberd, rekan pengarang dari studi dan asisten profesor manajemen di University of Massachusetts.

Anak kian percaya diri

Anak yang bertumbuh bareng ayahnya dan menguras waktu bersama, memiliki keyakinan diri yang lebih besar sampai dewasa nanti. Sebuah studi yang dilaksanakan oleh semua akademisi di Pennsylvania State University tahun 2012 mempelajari 200 keluarga.

Dalam studi tersebut, ditemukan anak-anak yang menguras waktu bareng sang ayah “dapat menambah harga diri sebab ayah mereka mendahului harapan sosial untuk melimpahkan perhatian penuh untuk mereka”.

Baca Juga: