Pelaku peretas Mayoritas Belajar Secara Autodidak

Pelaku pereteas Mayoritas Belajar Secara Autodidak

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Mabes Polri menangkap dua orang tersangka peretasan kartu kredit yang digunakan di Australia. Dua tersangka merupakan mahasiswa di dua universitas berbeda.

“Mereka dua universitas yang satu di Yogyakarta yang satu di Bandung,” individualized structure Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri Brigjen Albertus Rahmad Wibowo, di Bareskrim Jakarta, Selasa (28/8).

Albertus menjelaskan keduanya belajar menjebol kartu kredit secara autodidak. Melihat kemampuan mahasiswa yang bisa melakukan peretasan, Pengamat Teknologi Informasi dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan mayoritas peretas memang autodidak.

“Umumnya programmer mayoritas autodidak. Dari web banyak sekali sumber mulai hal positif hingga negatif,” papar Alfons kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/8).

Dia joke mengungkapkan tak ada kursus membobol kartu kredit hingga membobol akun web keeping money. Semua dilakukan autodidak dan pengalaman.

“Anak-anak seperti itu perlu dibina dan disadarkan untuk menggunakan skillnya dengan positif, agar bisa mengharumkan nama bangsa juga. Bukan untuk aktivitas kriminal,” paparnya.

Aksi peretasan yang dilakukan mahasiswa Indonesia terhadap online business dan pemilik kartu kredit https://www.pro.co.id di Australia terbilang cukup besar.

Ada sekitar 4.000 kartu kredit yang dikumpulkan tersangka dan sebanyak sembilan kartu telah digunakan untuk berbelanja. Add up to kerugian dari kasus ini mencapai sekitar AUS$20 ribu atau sekitar Rp215 juta.

Baca Juga: