Langkah KPAI Terkait Kekerasan di SPN Dirgantara

JAKARTA — Salah satu SMK di Batam, SPN Dirgantara diduga melakukan kekerasan terhadap galat satu siswanya bernama RS (17) & mempunyai sel tahanan pada pada sekolah. Terkait hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan segera melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait.

Langkah KPAI Terkait Kekerasan di SPN Dirgantara
Langkah KPAI Terkait Kekerasan di SPN Dirgantara

“Kami kan baru akan rapat koordinasi di Kepulauan Riau, Senin 17 September. Kami sudah koordinasi dengan Kemdikbud & Kompolnas, juga bersurat ke Gubernur,” istilah Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiyarti dalam Republika.Co.Id, Rabu (12/9).

Selain melakukan rapat koordinasi baik menggunakan Pemerintah Provinsi & Pemerintah Pusat, KPAI juga akan segera melakukan supervisi pribadi ke sekolah tersebut. KPAI pun mendorong pihak-pihak terkait supaya melakukan investigasi lebih lanjut terhadap SPN Dirgantara.

“KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi & Kemendikbud RI buat melakukan evaluasi terharap proses belajar mengajar dan pola pendidikan yg terjadi pada Sekolah Menengah Kejuruan tadi selama lima tahun ini,” istilah Retno melanjutkan.

Tidak hanya itu, KPAI jua mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas PPPA Provinsi Kepri buat mengontrol & mendampingi perbaikan & perubahan pola pendidikan pada sekolah tadi. KPAI menilai seharusnya, SPN Dirgantara bisa meninggalkan pola kekerasan dan sebagai sekolah yang ramah anak (SRA) sesuai menggunakan anggaran yang berlaku.

Sebelumnya, foto RS dengan tangan diborgol beredar pada media sosial. Bahkan, orang tua RS merasa kaget lantaran foto anaknya yg sedang sidang disiplin. Tindakan tersebut membuat famili RS memalukan & marah. Menurut KPAI, RS pun mengalami stress berat psikologis & membutuhkan rehabilitasi medis maupun psikis.

Baca Juga :