6 Tips Penting Dalam Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

6 Tips Penting Dalam Membangun Bisnis Berbasis Teknologi

Tidak tidak cukup dari 1.276 mahasiswa baru Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) mengikuti Kuliah Perdana (Inaugural Lecture) 2018 di Kampus Prasmul BSD, Tangerang Selatan.

Usai acara kuliah perdana, Rektor Universitas Prasmul Prof Djisman Simandjuntak dan penceramah kunci dalam Kuliah Perdana Ariya Hidayat Developer Senior asal Indonesia yang sekarang berkarir di Silicon Valley menyalurkan 6 tips bagaimana membina bisnis berbasis teknologi menghadapi era industri 6.0:

1. Jadi ‘trendsetter’

Ariya mengingatkan menjadi inovatif bukan berarti sekadar mengekor perkembangan teknologi saja. “Banyak anak muda tidak cukup berani dan melulu ikut arus yang telah ada. Soal era industri 4.0 tidak saja soal big data, AI atau robotic saja,” jelas Ariya.

Justru kendala utama ialah berani membuat solusi-solusi dan berani mengeksekusi ide-ide. “Saat anda berhadapan dengan masalah kemacetan, mengapa solusi software Waze malah lahir dari negara beda dan kita melulu tinggal mengikuti, mengapa kita tidak berani mengupayakan untuk menjadi trendsetter?”

2. Efisiensi

Salah satu urusan yang tidak cukup dipersiapkan dunia edukasi kita ialah melatih soft skill guna menghadapi kehidupan nyata. Kemampuan guna bekerjasama, berkolaborasi, mempresentasikan dan mengomunikasikan ide nyaris tidak diajarkan secara formal untuk orang muda.

“Kita terbiasa mengajarkan bagaimana menyatakan dalam beratus-ratus slide daripada bagaimana menjelaskan gagasan atau usulan dalam 15 atau bahkan 5 menit,” kata Ariya.

3. Berkelanjutan

Anak muda ketika ini ingin mudah menyerah. Saat idenya ditampik atau diejek, mereka tergoda guna mengubah dengan hal beda atau urusan baru lainnya. “Anak muda gampang untuk patah semangat sampai-sampai apa yang dilaksanakan seringkali tidak tuntas,” kata Ariya.

“Membangun bisnis berbasis teknologi bukanlah sebuah kompetisi lari sprint tetapi malah lari maraton yang memerlukan stamina, kesabaran, ketekunan dan kegigihan jangka panjang,” tambahnya.

4. Kolaborasi gagasan

Rektor Prasmul Prof Djisman menyampaikan menginjak era industri 4.0 antara bisnis dan teknologi mesti mengerjakan kolaborasi. “Membawa sains dan teknologi atau STEM ke dalam bisnis dapat dilaksanakan denganĀ  https://www.pelajaran.id mengerjakan kolaborasi ide-ide. Saat ini bisnis tidak bisa berjalan tanpa teknologi dan kebalikannya teknologi tidak bisa berkelanjutan tanpa bisnis yang baik,” tegas Djisman.

Inilah yang sekarang dilakukan tidak sedikit pihak, tergolong Universitas Prasmul, dengan membuka co-working space di mana dunia edukasi yang mempunyai keilmuan dapat bekerjasama dengan dunia korporasi, tambahnya.

5. Memperluas spektrum

Djisman kemudian pun mengingatkan menginjak era industri 4.0 bukan berarti anda harus latah pada pengembangan bisnis berbasis teknologi tinggi saja. “Perlu diingat, di Indonesia bisnis yang berkembang mempunyai spektrum luas, mulai dari bisnis teknologi 4.0 hingga industri 1.0,” katanya.

Ada tidak sedikit industri rempah, kebiasaan tari, hasil bumi laksana kopi yang pun perlu pun dikembangkan secara keilmuan dan pun bisnis. “Jangan tak sempat dengan akar kebiasaan kita. Kita tetap memburu bisnis berbasis teknologi tinggi untuk masa mendatang tetapi pun tidak lupa guna mengilmukan bisnis-bisnis tradisional,” ujar Djisman.

6. Kemampuan organisasi

Kembali Ariya mengingatkan, di antara kegagapan orang muda kita ialah kurangnya keterampilan mengelola organisasi bisnis yang dirintis. “Saat menemukan modal besar, tidak sedikit dari kita lantas gagap bagaimana mengerjakan organization scaling dan organization excellent,” jelas Ariya.

Mereka tidak tahu bagaimana menata engineer ketika jumlahnya menjangkau ratusan. Atau paling lambatnya penanganan saat mengalami masalah teknis ialah bukti masih tidak sedikit yang belum siap dalam memperbanyak dan menata unit bisnis secara baik.