Teknik Budidaya Cabe Rawit

Teknik Budidaya Cabe Rawit

Teknik Budidaya Cabe Rawit
Teknik Budidaya Cabe Rawit

Cabai atau cabai merah atau juga Chili adalah

buah dan tumbuhan anggota (Genus Capsicum). Buahnya dapat di golongkan sebagai Sayur-sayuran maupun Bumbu, Tergantung bagai mana di pergunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia tenggara sebagai penguat rasa makanan. Nah…. Bagi seni masakan Padang cabai bahkan dianggap sebagai bahan makanan Pokok, yang ke 10 (Alih-alih 9) Dan sangat sulit bagi masakan padang di buat tampa cabai Tersebut.

Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe)

Budidaya cabai merupakan pilihan agribisnis yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk itu tips menanam cabai yang benar dan tepat, Baik cara pengendalian hama penyakit maupun teknik budidaya cabai sangat menentukan keberhasilan budidaya cabai tersebut. Tips atau cara menanam cabai di sini telah di sesuaikan dengan kondisi di lapangan pada saat ini. Nah mari kita simak rangkaian sedemikian rupa sehingga tips menanam cabai tersebut sangat praktis dan mudah yang sangat di terapkan bagi anda petani Pemula. Sesuai yang telah di terapkan sebagai berikut.

Syarat-syarat Tumbuh Tanaman Cabai

1. Tanah : Tanah tempat penanaman cabai haruslah gembur dengan kisaran pH 6,5-6,8.

2. Air : Tanaman cabai atau cabe memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhanya. Air tersebut berfungsi sebagai pelarut unsur Hara. Pengangkut unsur hara ke organ tanaman, Pengisi cairan tanaman, Serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh Berlebih-lebihan.

3. Iklim : Angin Sepoi-sepoi sangat cocok untuk budidaya cabai/cabe. Dan curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. intensitas sinar matahari sangat di butuhkan tanaman cabai/cabe, yang berkisar antara 10-12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai/cabe 24 derajat C-28 derajat C.

Persiapan Teknis Budidaya Cabai/Cabe

1. Pemeliharaan Lokasi Budidaya Cabai Atau Cabe : Lokasi budidaya cabai sebaiknya di pilih yang sangat strategis, Dan Transportasi mudah, yang dekat dengan sumber air, Dan jauh dari area penanaman cabai/cabe lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk anda perhatikan, Dan yang paling baik lahan tidak di tanami tanaman cabe selama minimal 2 tahun terakhir agar di peroleh hasil yang Optimal.

2. Pengukuran pH Tanah Budidaya Cabai/Cabe : Pengukuran pH tanah di perlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapue pertanian pada tanah masam atau pH rendah (Di bawah 6,5). Pengukuran dapat menggunakan dengan kertas Lakmus, pH meter, Atau cairan pH tester. Dan Pengambilan titik sampel bisa di lakukan secara Zigzag.

3. Persiapan Sarana Prasarana Budidaya Cabai/Cabe Sesuai Dengan Urutan Sebagai Berikut :

1. Pengadaan tanah untuk media semai.
2. Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian.
3. Pengadaan benih mulsa PHP (Plastik hitam perak).
4. Pengadaan pestisida.
5. Pengadaan ajir, Dan bambu penjepit mulsa PHP (Plastik hitam perak) Dan tali pertanian.
6. Pengadaan Peralatan.
7. Dan persiapan tenaga kerja.

Pelaksanaan Budidaya Cabai/Cabe

Persiapan Lahan Budidaya Cabai, Sesuai Dengan Urutan Sebagai Berikut :

1. Pembajakan dan penggarutan.
2. Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, Dan tinggi mencapai 40-70 cm, Terus lebar sekitar 50-70 cm.
3. Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
4. Pemberian Pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP.
5. Pengadukan/Pencacakan bedengan agar pupuk yang telah di berikan bercampur dengan tanah. Terus rapikan bedengan tersebut.

6. Pemasangan mulsa PHP.
7. Pembuatan lubang tanam.
8. Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm, Dan musim hujan bisa di perlebar 70 cm x 70 cm. Bertujuan untuk menjaga kelembaban udara di sekitar tanaman cabai atau cabe.
9. Pemasangan Ajir.

Persiapan Pembibitan Dan Penanaman Budidaya Cabai/Cabe

1. Rumah atau sungkup pembibitan.
2. Pembuatan media semai, Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, Dan 150 g NPK Halus. Kemudian media semai di masukkan kedalam polibag semai.
3. Penyemaian benih cabai/cabe.
4. Pemeliharaan bibit, Pembukaan sungkup di mulai jam 07.00 – 09.00. Kemudian sungkup di buka lagi sekitar jam 15.00 – 17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harusdi buka penuh, Untuk penguatan tanaman. Kemudian penyiraman jangan terlalu basah, Di lakukan setiap pagi. Dan penyemprotan pestisida di lakukan pada umur 15 Hari setelah semai, Dan dosis 1/2 dari dosis dewasa.
5. Pindah tanam. Bibit cabai atau cabe berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke Lahan.

Baca Juga : 

Hanya Menggulung Lengan Kemeja Panjangmu

Hanya Menggulung Lengan Kemeja Panjangmu

Hanya Menggulung Lengan Kemeja Panjangmu
Hanya Menggulung Lengan Kemeja Panjangmu

 

Meskipun kemeja lengan panjang

biasanya diperuntukkan untuk acara formal tapi, sekarang memakai kemeja juga bisa di saat – saat santai atau kasual kok. Sebenarnya apa sih pesona dari menggulung lengan kemeja? Percaya atau tidak, dengan menggulung lengan kemeja itu bisa menambah tingkat kegantengan kamu di mata cewek – cewek lho! Tapi, menggulung kemeja ternyata ga bisa asal – asal. Untuk itu, Toped mau kasih bocoran beberapa gaya dalam menggulung kemeja.

The Casual Forearm Roll

Gaya ini bisa kamu terapkan buat yang mau tampil kasual dan santai tapi gak mau kemeja kamu jadi kusut karena digulung. Ciri utama gaya gulungan lengan kemeja ini tidak terlalu tinggi dan sebatas lengan atau setengahnya saja.

Lepaskan semua kancing yang ada di pergelangan tangan kemeja kamu.
Balikkan cuff (bagian kaku di ujung lengan kemeja) hingga bagian dalam berada di luar.

Mulai lipat cuff hingga tersembunyi di balik kain lengan kemeja. Yang perlu kamu ingat, pastikan lipatan yang kamu buat sama rata ya Toppers, gak terlalu besar dan gak terlalu kecil.

Ulangi langkah nomor 3, lipat terus hingga batas tinggi yang diinginkan. Batas maksimal adalah ketika ujung siku menyembul dari balik kemeja.

Gulungan Klasik

Gulungan lengan yang satu ini pasti sering Toppers lakukan tapi, meski begitu tetap harus terlihat rapi dong. Kalau gulungan kemeja kamu acak – acakan bukannya memikat cewek – cewek malah jadi mengganggu penampilan kamu di mata kaum hawa.

Buka kancing pada lengan kemeja kamu.

Lipat kerah lengan ke bagian luar dan pastikan lipatan berada berada di mana jahitan kerah lengan bertemu dengan lengan baju.

Ulangi lipatan lengan kemeja mengikuti lebar lipatan kemeja pertama kali sampai beberapa lipatan atau sampai melewati siku. Agar dapat menjaga lipatan tidak mudah tergelincir ke bawah.

Jika bahan kemeja kamu terbuat dari bahan yang licin seperti kain sutra, kamu bisa menggunakan bantuan sebuah peniti dan pastikan kamu meletakkan penitinya di bagian dalam.

The Italian Roll

Nah, jenis gulungan Italian yang satu ini cocok nih buat malam mingguan karena bikin penampilan kamu terlihat stylish selain itu, lipatan ini juga mudah diatur ketika kamu ingin mengubah gaya gulungan sewaktu – waktu.

Lepaskan kedua kancing yang ada di ujung kemeja.
Balikkan cuff lalu tarik lengan kemeja sampai beberapa sentimeter di atas sikut.

Kamu tinggal melipat lengan kemeja yang tersisa, namun jangan sampai menutupi cuff-nya ya. Biarkan ⅓ cuff tersisa, sebagai pemanis.

The Marine Roll

Buat yang mau tampil laki banget bisa nih menerapkan gaya gulungan kemeja ini. The Marine Roll juga cocok buat kamu yang sedang bekerja dan gak mau ribet dengan lengan kemeja panjang yang mengganggu, karena lipatannya tinggi hingga mencapai di atas sikut.

Pertama, ratakan lengan kemeja yang sudah disetrika di atas permukaan datar.
Tekuk lengan pada bagian cuff-nya dan lipat hingga bagian dalam berada di luar.
Gunakan ukuran cuff sebagai acuan dan rapikan tiap lipatan yang kamu buat. Jangan sampai kusut ya Toppers.
Lalu, buat lipatan sesuai dengan ukuran cuff.
Rapikan kembali dan lipat lagi hingga tingginya sesuai selera kamu. Akan lebih baik jika lipatannya jauh di atas sikut.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

AUDIT SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI

AUDIT SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI

AUDIT SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI
AUDIT SISTEM INFORMASI DAN APLIKASI

Pada dasarnya, Audit dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang diguna-kan untuk melakukan pemrosesan data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan.
Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.
Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit system informasi tidak berbeda dengan audit pada umumnya. Tahapan perencanaan, sebagai suatu pendahuluan, mutlak perlu dilaku-kan agar auditor mengenal benar objek yang akan diperiksa. Di samping, tentunya, auditor dapat memastikan bahwa qualified resources sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik ( best practices ). Tahapan perencanaan ini akan menghasilkan suatu pro-gram audit yang didesain sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien, dan dilakukan oleh orang-orang yang kompeten, serta dapat dise-lesaikan dalam waktu sesuai yang disepakati.

Audit Sistem Informasi Berbasis Komputer

Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan improvement.

Audit Sistem Informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.
dimana Pengertian Audit itu sendri yaitu suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.

AUDIT SISTEM INFORMASI

Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai telah dapat digunakan untuk:

a. melindungi asset.

b. menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data.

c. menyediakan informasi yang relevan dan handal.

d. mencapai tujuan organisasi dengan efektif.

e. menggunakan sumber daya dengan efisien.

f. Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang
melindungi sistem tersebut.

g. Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan
berikut ini dipenuhi :
• Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data
dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
• Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan
umum dari pihak manajemen.
• Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
• Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
• Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi
dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
• File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

Sifat Audit

Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :

a. Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan

b. Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.

c. Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.

Baca Artikel Lainnya:

Linear Programming

Linear Programming

Linear Programming
Linear Programming

Pengertian Linear Programming

Menurut Wikipedia (2009), Linear Programming merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal. Masalah tersebut timbul apabila seseorang diharuskan untuk memilih atau menentukan tingkat setiap kegiatan yang akan dilakukan, dimana masing-masing kegiatan membutuhkan sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas.

Sedangkan Menurut Siringoringo (2005), linear programmingmerupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Linear programming banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. Linear programming berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier.

Langkah  pertama dalam model linear programming adalah formulasi masalah, yang meliputi proses pengidentifikasi dan penentuan batasan serta fungsi tujuan. Langkah kedua adalah memecahkan masalah yang dialami. Jika terdapat hanya dua variabel keputusan, maka masalah tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode grafik. Semua permasalahan linear programming juga dapat dipecahkan dengan metode simpleks apabila terdapat tiga variabel keputusan atau lebih. Metode tersebut menghasilkan informasi yang berharga seperti harga bayangan atau harga berganda dan menyediakan analisis sensitivitas lengkap pada input lain dari permasalahan yang dipakai (Heizer, 2005).

Karakteristik yang biasa digunakan dalam persoalan linear programming adalah sebagai berikut (Siringoringo, 2005):

  1. Sifat linearitas suatu kasus dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa cara. Secara statistik, kita dapat memeriksa kelinearan menggunakan grafik (diagram pencar) ataupun menggunakan uji hipotesa. Secara teknis, linearitas ditunjukkan oleh adanya sifat proporsionalitas, additivitas, divisibilitas dan kepastian fungsi tujuan dan pembatas.
  2. Sifat proporsional dipenuhi jika kontribusi setiap variabel pada fungsi tujuan atau penggunaan sumber daya yang membatasi proporsional terhadap level nilai variabel. Jika harga per unit produk misalnya adalah sama berapapun jumlah yang dibeli, maka sifat proporsional dipenuhi. Atau dengan kata lain, jika pembelian dalam jumlah besar mendapatkan diskon, maka sifat proporsional tidak dipenuhi. Jika penggunaan sumber daya per unitnya tergantung dari jumlah yang diproduksi, maka sifat proporsionalitas tidak dipenuhi.
  3. Sifat additivitas mengasumsikan bahwa tidak ada bentuk perkalian silang diantara berbagai aktivitas, sehingga tidak akan ditemukan bentuk perkalian silang pada model. Sifat additivitas berlaku baik bagi fungsi tujuan maupun pembatas (kendala). Sifat additivitas dipenuhi jika fungsi tujuan merupakan penambahan langsung kontribusi masing-masing variabel keputusan. Untuk fungsi kendala, sifat additivitas dipenuhi jika nilai kanan merupakan total penggunaaan masing-masing variabel keputusan. Jika dua variabel keputusan misalnya merepresentasikan dua produk substitusi, dimana peningkatan volumepenjualan salah satu produk akan mengurangi volume penjualan produk lainnya dalam pasar yang sama, maka sifat additivitas tidak terpenuhi.
  4. Sifat divisibilitas berarti unit aktivitas dapat dibagi ke dalam sembaranglevel fraksional, sehingga nilai variabel keputusan non integer dimungkinkan.
  5. Sifat kepastian menunjukkan bahwa semua parameter model berupa konstanta. Artinya koefisien fungsi tujuan maupun fungsi pembatas merupakan suatu nilai pasti, bukan merupakan nilai dengan peluang tertentu.

Pembentukan Model Matematik

Tahap berikutnya yang harus dilakukan setelah memahami permasalahan optimasi adalah membuat model yang sesuai untuk analisis. Pendekatan konvensional riset operasional untuk pemodelan adalah membangun model matematik yang menggambarkan inti permasalahan. Kasus dari bentuk cerita diterjemahkan ke model matematik. Model matematik merupakan representasi kuantitatif tujuan dan sumber daya yang membatasi sebagai fungsi variabel keputusan. Model matematika permasalahan optimal terdiri dari dua bagian. Bagian pertama memodelkan tujuan optimasi. Model matematik tujuan selalu menggunakan bentuk persamaan. Bentuk persamaan digunakan karena kita ingin mendapatkan solusi optimum pada satu titik. Fungsi tujuan yang akan dioptimalkan hanya satu. Bukan berarti bahwa permasalahan optimasi hanya dihadapkan pada satu tujuan. Tujuan dari suatu usaha bisa lebih dari satu. Tetapi pada bagian ini kita hanya akan tertarik dengan permasalahan optimal dengan satu tujuan.

Bagian kedua merupakan model matematik yang merepresentasikan sumber daya yang membatasi. Fungsi pembatas bisa berbentuk persamaan (=) atau pertidaksamaan (≤ atau ≥). Fungsi pembatas disebut juga sebagai konstrain. Konstanta (baik sebagai koefisien maupun nilai kanan) dalam fungsi pembatas maupun pada tujuan dikatakan sebagai parameter model. Model matematika mempunyai beberapa keuntungan dibandingakan pendeskripsian permasalahan secara verbal. Salah satu keuntungan yang paling jelas adala model matematik menggambarkan permasalahan secara lebih ringkas. Hal ini cenderung membuat struktur keseluruhan permasalahan lebih mudah dipahami, dan membantu mengungkapkan relasi sebab akibat penting. Model matematik juga memfasilitasi yang berhubungan dengan permasalahan dan keseluruhannya dan mempertimbangkan semua keterhubungannya secara simultan. Terakhir, model matematik membentuk jembatan ke penggunaan teknik matematik dan komputer kemampuan tinggi untuk menganalisis permasalahan.

Model matematik mempunyai kelemahan. Tidak semua karakteristik sistem dapat dengan mudah dimodelkan menggunakan fungsi matematik. Meskipun dapat dimodelkan dengan fungsi matematik, kadang-kadang penyelesaiannya sulit diperoleh karena kompleksitas fungsi dan teknik yang dibutuhkan. Bentuk umum linear programming adalah sebagai berikut:

Fungsi tujuan :

Maksimumkan atau minimumkan z = c1x1 + c2x2 + … + cnxn

Sumber daya yang membatasi :

a11x1 + a12x2 + … + a1nxn = /≤ / ≥ b1

a21x1 + a22x2 + … + a2nxn = /≤ / ≥ b2

am1x1 + am2x2 + … + amnxn = /≤ / ≥ bm

x1, x2, …, xn ≥ 0

Simbol x1, x2, …, xn  (xi) menunjukkan variabel keputusan. Jumlah variabel keputusan (xi) oleh karenanya tergantung dari jumlah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Simbol c1,c2,…,cn merupakan kontribusi masing-masing variabel keputusan terhadap tujuan, disebut juga koefisien fungsi tujuan pada model matematiknya.Simbol a11, …,a1n,…,amn merupakan penggunaan per unit variabel keputusan akan sumber daya yang membatasi, atau disebut juga sebagai koefisien fungsi kendala pada model matematiknya. Simbol b1,b2,…,bm menunjukkan jumlah masing-masing sumber daya yang ada. Jumlah fungsi kendala akan tergantung dari banyaknya sumber daya yang terbatas.

Pertidaksamaan terakhir  (x1, x2, …, xn ≥ 0) menunjukkan batasan non negatif. Membuat model matematik dari suatu permasalahan bukan hanya menuntut kemampuan matematik tapi juga menuntut seni permodelan. Menggunakan seni akan membuat permodelan lebih mudah dan menarik.

Kasus linear programming sangat beragam. Dalam setiap kasus, hal yang penting adalah memahami setiap kasus dan memahami konsep permodelannya. Meskipun fungsi tujuan misalnya hanya mempunyai kemungkinan bentuk maksimisasi atau minimisasi, keputusan untuk memilih salah satunya bukan pekerjaan mudah. Tujuan pada suatu kasus bisa menjadi batasan pada kasus yang lain. Harus hati-hati dalam menentukan tujuan, koefisien fungsi tujuan, batasan dan koefisien pada fungsi pembatas.

Masalah keputusan yang biasa dihadapi para analis adalah alokasi optimum sumber daya yang langka. Sumber daya dapat berupa modal, tenaga kerja, bahan mentah, kapasitas mesin, waktu, ruangan atau teknologi (Heizer, 2005).

Asumsi  Linear programming

            Model linear programming mengandung asumsi-asumsi tertentu yang harus dipenuhi agar definisinya sebagai suatu masalah linear programming menjadi absah (Ayu, 1996). Membentuk suatu modellinear programming perlu diterapkan asumsi-asumsi sebagai berikut.

  1. Liniearity

Fungsi obyektif dan kendala haruslah merupakan fungsi linier dan variabel keputusan. Tingkat peubah atau kemiringan hubungan fungsional adalah konstan.

  1. Divisibility

Solusi tidak harus bilangan bulat atau bilangan pecahan dengan demikian variabel keputusan merupakan variabel kontinu sebagai lawan dari variabel diskrit atau bilangan bulat

  1. Deterministik

Mencerminkan kondisi masa depan maupun sekarang dan keadaan masa depan sangat sulit untuk diketahui.

  1. Homogeneity

Memiliki arti yaitu sumber daya yang digunakan dalam proses harus sama

  1. Non negativity

Nilai variabel keputusan harus 0.

  1. Semua konstanta CABdiasumsikan memiliki nilai yang pasti.

Syarat  Linear Programming

            Menurut Ayu (1996), linear programming dilakukan dengan syarat yang berlaku. Syarat tersebut ditentukan agar dalam penyelesaian persoalan dapat ditempuh dengan linear programming, berikut syarat linear programming.

  1. Tujuan harus jelas
  2. Ada benda alternatif yang akan dibandingkan
  3.  Sumber daya terbatas
  4. Bisa dirumuskan secara kuantitatif
  5. Adanya keterkaitan peubah (kendala harus sama, bahan baku harus sama atau keterkaitan)

Metode-Metode Linear Programming

            Linear programming dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa macam metode sesuai dengan tingkat persoalannya(Siringoringo, 2005). Metode-metode tersebut sama-sama dapat memecahkan persoalan yang mengandung beberapa permasalahan. Berikut ini metode yang dapat dilakukan dalam memecahkan persoalanlinear programming.

  1. Metode aljabar yaitu mempunyai bentuk perhitungan formulasi standard dengan  mengkombinasi dua variabel yang nilainya dianggap nol hingga diperoleh nilai z terbesar.
  2. Metode grafik yaitu metode yang digunakan untuk memecahkan persoalan yang mengandung dua permasalahan.
  3. Metode simpleks dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang mengandung tiga atau lebih permasalahan dan didasarkan pada proses perhitungan ulang supaya mendapat hasil yang optimal.
  4. Metode big-m biasanya dipakai untuk memecahkan persoalan yang memiliki pembatas “=” atau “>”

Pengolahan data yang dibuat hanya menggunakan dua metode yaitu menggunakan metode grafik dan simpleks. Berikut ini penjelasan untuk metode grafik dan metode simpleks.

Metode Grafik

            Metode grafik adalah suatu metode yang ada dalam linear programming yang digunakan untuk memecahkan persoalan yang mengandung dua permasalahan. Prosedur umumnya adalah untuk mengubah suatu deskriptif kedalam bentuk masalah linear programming dengan menentukan variabel, konstanta, fungsi objektif dan batasan kendala.  Pada metode grafik dilakukan beberapa tahapan, yaitu (Ayu, 1996):

  1. Indetifikasi variabel keputusan.
  2. Identifikasi fungsi objektif.
  3. Identifikasi kendala-kendala.
  4. Menggambarkan bentuk grafik dari semua kendala.
  5. Indentifikasi daerah solusi yang layak pada grafik.
  6. Menggambarkan bentuk grafik dari fungsi objektif dan menentukan titik yang memberikan nilai objektif optimal pada daerah solusi yang layak.
  7. Mengartikan solusi yang diperoleh.

Metode Simpleks

            Metode simpleks adalah salah satu metode yang ada dalamlinear programming yang digunakan untuk memecahkan persoalan yang mengandung tiga permasalahan atau lebih dan didasarkan pada proses perhitungan ulang supaya mendapat hasil yang optimal. Tahap paling awal yang diperhatikan dalam metode simpleks ini adalah tiga tahap yang dilakukan padalinear programming yaitu:

  1. Masalah harus dapat diidentifikasi sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan dengan linear programming.
  2. Masalah yang tidak terstruktur harua dapat dirumuskan dalam model matematika, sehingga menjadi terstruktur.
  3. Model harus diselesaikan dengan teknik matematika yang dibuat

Tahap selanjutnya merupakan tahap teknis yang secara umum ada dalam linear programming (Ayu, 1996). Tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Menentukan variabel keputusan, dimana maksud dari variabel keputusan ini merupakan simbol matematika yang menggambarkan tingkatan aktivitas perusahaan. Tahap ini sebenarnya untuk mempermudah dalam menggunakan metode matematik, dengan memutuskan memakai simbol matematik untuk hal yang ingin dihitung.
  2. Membuat fungsi tujuan, yang dimaksudkan dari fungsi tujuan ini adalah hubungan matematika linier yang menjelaskan tujuan perusahaan dalam terminologi variabel keputusan. Setelah ditentukan variabel keputusan, kemudian digunakan dalam membuat fungsi (persamaan matematika) dari tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
  3. Membuat batasan (kendala) model, maksud dari fungsi batasan adalah hubungan linier dari variabel keputusan yang menunjukkan keterbatasan perusahaan dalam lingungan operasi perusahaan.

Pemodelan Persoalan Linear Programming

Model LP terdiri dari beberapa Decision Variables, sebuahobjective function dan beberapa constraints.  Sebagai langkah awal dalam membuat model LP harus ditentukan Deecision Variables.  Yang dimaksud dengan decision variables disini adalah simbol-simbol matematik yang mewakili banyaknya kegiatan dalam suatu proses operasi.

Sebagai contoh, suatu perusahaan pembuat barang elektronik memproduksi Radio, TV dan VCD-Player.  Jumlah tiap-tiap barang yang diproduksi diberi simbol-simbol X1, X2, dan X3.  Simbol-simbol matematik tersebut mewakili produknya.

X1 = jumlah radio yang diproduksi,

X2 = jumlah TV yang diproduksi, dan

X3 = jumlah VCD-Player yang dihasilkan.

Berdasarkan perubah (decision variables) yang sudah dipilih, semua constraints dan objective function kemudian diekspresikan menggunakan perubah-perubah tersebut.

Untuk objective function, selalu ditulis dalam bentuk maximiseatau minimise dari fungsi yang akan di maksimalkan atau dimimalkan.  Sebagai contoh, apabila keuntungan yang diperoleh dari penjualan satu Radio Rp6000, satu TV Rp4000, dan satu VCD-Player Rp2000, maka objective function untuk mencari keuntungan terbesar ditulis

Maximise  6000 X1 + 4000 X2 + 2000 X3 .

Perubah yang sama juga digunakan untuk penulisan constraints.  Constraints dapat berupa pernyataan keterbatasan sumber daya, bisa juga berupa panduan.  Sebagai illustrasi misalnya setiap Radio memerlukan waktu pengerjaan 2 jam sementara untuk TV hanya 1 jam, sedangkan untuk VCD-Player 1.5 jam.  Adapun sumber daya waktu yang tersedia hanya 40 jam kerja.  Dengan demikian constraint nya dituliskan dalam bentuk

2 X1 + 1 X2 + 1.5 X3 £ 40

Selain itu harus pula dipenuhi bahwa X1, X2, dan X3 harus merupakan bilangan bulat (integer) karena produk Radio, TV dan VCD-Player tidak bisa dalam bentuk angka pecahan (real).  Ditulis dengan simbol: X1, X2, X3 bilangan bulat

Dari illustrasi diatas, maka bentuk umum model LP sebagai berikut:

Maximise (or Minimise)

c1 x1 + c2 x2 + … + cn xn

Subject to:

a11 x1 + a12 x2 + … + a1n xn ( £ or = or ³) b1

a21 x1 + a22 x2 + … + a2n xn ( £ or = or ³) b2

an1 x1 + an2 x2 + … + ann xn ( £ or = or ³) bn

xi : decision variables,

bi : constraint levels,

ci : objective function coefficients,

aij : constraint coefficients.

Teori Penyelesaian Linear Programming

Untuk memudahkan pemahaman LP, diberikan contoh kasus sederhana yang bisa digambarkan secara grafik dan secara komputasi tidak rumit.

Studi Kasus 5-1:

Sebuah perusahaan garmen di Klaten, PT Sarjono, memproduksi baju lengan pendek dan baju lengan panjang.  Perusahan tersebut mempunyai sumber daya utama yaitu penjahitan (bagian jahit) dan pemotongan (bagian pola).  Untuk usaha di bulan depan PT Sarjono mengalokasikan waktu yang disediakan di bagian jahit 240 jam kerja dan di bagian potong 100 jam kerja.

Berdasarkan catatan pekerjaan sebelumnya sudah diperoleh data untuk pembuatan satu pakaian lengan panjang menghabiskan waktu 2 jam pemotongan dan 4 jam penjahitan.  Pembuatan baju lengan pendek memerlukan 1 jam pemotongan dan 3 jam penjahitan.

Data keuntungan setiap baju lengan panjang Rp700 dan lengan pendek Rp500.

PT Sarjono ingin mengetahui jumlah produksi baju (lengan panjang dan lengan pendek) di bulan depan yang menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya dengan keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Penyelesaian Studi Kasus 5-1:

Untuk penyelesaian diatas, terlebih dahulu persoalan dibuat model matematik kemudian diselesaikan persamaan simultannya.  Adapun langkah penyelesaiaannya sebagai berikut:

  • Produk yang dicari harga optimalnya (decision variables) dituliskan dalam simbol matematik terlebih dahulu

X : Jumlah baju lengan panjang yang akan diproduksi,

Y : Jumlah baju lengan pendek yang akan diproduksi.

  • Menuliskan objective function dengan cara memformulasikan yang akan dimaksimalkan atau diminimalkan:

Keuntungan total yang diperoleh PT Sarjono sebesar

700 x baju lengan panjang + 500 x baju lengan pendek

Objective funtion :              Maximise 700 X + 500 Y

  • Menuliskan constraints:

PT Sarjono mempunyai dua keterbatasan sumber daya:

Penjahitan:               4 X + 3 Y £ 240

Pemotongan:           2 X + 1 Y £ 100

Persyaratan lain : Hasil perhitungan harus positif dan angkanya bukan pecahan:

X, Y ³ 0          dan X,Y integer (bilangan bulat)

Daerah feasible 4 X + 3 Y £ 240; 2 X + 1 Y £ 100; X, Y ³ 0

  • Mencari harga optimal objective function di dareah feasible

Salah satu cara termudah untuk mencari harga maksimal dari objective function di daerah feasible adalah dengan melakukan analisis di titik-titik sudut, yang diwakili pada titik A, B,C dan D.

Titik A (X=0, Y=0)             : 700 .0 + 500 . 0 = 0

Titik B (X=50, Y=0)           : 700 . 50 + 500 . 0 = 35000

Titik D (X=0, Y=80)           : 700.0 + 500 . 80 = 40000

Untuk menentukan titik C diperoleh dengan cara menyelesaikan dua persamaan simultan

4 X + 3 Y = 240          (i)

2 X + 1 Y = 100          (ii)

Terlebih dahulu kalikan persamaan (ii) dengan –2, menjadi

4 X + 3 Y = 240

-4 X -2 Y = -200

1 Y = 40

Dengan menggunakan Y =40 akan diperoleh X =30

Titik C (X=30, Y=40)         : 700 . 30 + 500 . 40 = 41000

Dari perbandingan di keempat titik dapat disimpulkan bahwa harga keuntungan terbesar akan diperoleh apabila diproduksi sebanyak 30 pakaian lengan panjang dan 40 pakaian lengan pendek.  Adapun keuntungan maksimal yang diperoleh sebesar Rp 41000,-.

Sumber: https://sel.co.id/

Tipe-Tipe Permasalahan Keamanan

Tipe-Tipe Permasalahan Keamanan

Tipe-Tipe Permasalahan Keamanan
Tipe-Tipe Permasalahan Keamanan

a. Keamanan Tipe 1 PC Nasabah ke Web Server

Di sini dikonsentrasikan mengenai keamanan antara browser yang terdapat informasi nasabah ke web server milik bank. Ketika terjadi koneksi antara browser dan web server mempunyai risiko seperti Network Packet Sniffing. Sebuah kegiatan network protocol, bagaimana sebuah paket diberi label dan diidentifikasi.
Sehingga komputer dapat menentukkan apakah paket tersebut telah diidentifikasi dengan benar. Karena spesifikasi dari network protocols seperti TCP/IP telah digunakan secara luas, sebuah program tertentu dapat dengan mudah mencegah network packets dan mengubahnya menjadi sniffer.
Solusi keamanan tipe 1, yakni keamanan antara browser milik nasabah dengan web server dapat ditangkal dengan keamanan protocol yang disebut dengan Secure Socket Layer (SSL). SSL terdiri dari encryption, server authentification dan messege integrity dalam berkoneksi dengan Internet. Dalam kenyataanya, SSL provides membangun keamanan ”handshake” yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu koneksi.
Handshake ini dihasilkan dalam client server yang menyetujui untuk menggunakan tingkatan keamanan yang mereka gunakan dan mengerjakan semua data yang dibutuhkan ke dalam koneksi Internet. Untuk sementara hanya Netscape Navigator dan Internet Explorer yang mendukung SSL, sementara kebanyakkan situs E-Commerce menggunakan SSL untuk menyimpan informasi rahasia.

b. Keamanan Tipe 2 : Keamanan dalam Lingkungan Sistem

Keamanan tipe 2 merupakan keamanan data pada server Internet Banking dan server back-end dari sistem Internet Banking. Tanpa keamanan data yang tepat memungkinkan terjadi risiko seperti:
– Network Packet Sniffer. Seorang penyerang telah membobol informasi rekening nasabah yang sedang dijalankan network. Kemungkinan yang terburuk dapat mengakses semua rekening nasabah dan dapat membuat rekening ilegal melalui ”backdoor” ke dalam network bank. Selanjutnya, informasi packet-sniffers provides tentang jaringan network bank, dapat dijadikan sasaran penyerang untuk mengirim network packet yang didistribusikan melewati network milik bank.
– IP Spoofing. Ini dapat digunakan untuk mengakses informasi rekening nasabah dengan berbagai cara. Biasanya lewat fasilitas email web site Internet Banking.
– Denial of Service Attacks. Dengan cara tersebut bertujuan mengacaukan setiap akses atau informasi di dalam network. Para penyerang memfokuskan diri untuk dapat membuat pelayanan tidak sesuai dengan biasanya.
Solusi keamanan tipe 2 dengan menggunakan pilihan yang penuh risiko ketika menempatkan keamanan data tidak pada tempatnya. Artinya secure server membutuhkan lebih banyak masukkan daripada authentification verification. Solusinya ialah menggunakan teknologi Firewall. Firewall dapat diimplementasikan dengan software atau hardware atau bahkan keduanya. Firewall selalu digunakan untuk mencegah seseorang atau program yang tak diundang.

c. Keamanan Tipe 3 : Pencegahan Masuknya Orang Tak Diundang

Ini penting untuk memantau atau mencegah orang-orang yang tidak diundang.
Solusinya, dengan menganalisa sistem keamanan secara terus-menerus dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul.
Tampilan pada gambar merupakan tindakan-tindakan keamanan yang terjadi dalam transaksi secara online. Tindakan tersebut sangat mungkin dipergunakan dalam Sistem Internet Banking oleh bank.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Kuatkan Karakter Siswa Melalui Jabar Masagi

Kuatkan Karakter Siswa Melalui Jabar Masagi

 

Kuatkan Karakter Siswa Melalui Jabar Masagi

Program Jabar Masagi resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jabar masagi bertujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter seluruh siswa di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengatakan, program Jabar Masagi akan diterapkan di sekolah melalui muatan lokal (mulok) serta pembuat modul yang berlandaskan ada penguatan pendidikan karakter sesuai dengan keputusan presiden  nomor 87 tahun 2017.

“Jadi kita akan menyiapkan modul ini (Jabar Masagi) sesuai dengan terjemahan dari pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, peraturan pemerintah tentang pendidikan serta peraturan kementerian dan kebudayaan,” tutur Hadadi saat menghadiri persemian Jabar Masagi baru-baru ini.

Hadadi menjelaskan

proses penerapan program jabar Masagi di sekolah akan diterjemahkan sesuai dengan mata pelajaran melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di masing-masing daerah. “Jadi disesuaikan juga dengan mata pelajaran dan kearifan lokal yang ada di daerah, misalnya  seperti membaca al-quran atau gerakan literasi sebelum masuk kegiatan belajar mengajar,” ucap Hadadi.

Kadisik mengatakan

sebelum resmi dirilis awal Desember 2018, Dinas Pendidikan Jawa barat sudah melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak, seperti Kepala Cabang Dinas (KCD), Pengawas dan Kepala Sekolah. Melalui Jabar Masagi, Pemerintah Jawa Barat diharapkan mampu untuk menciptakan siswa yang cerdas, berimbang dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

 Jabar Masagi merupakan konsep yang diadopsi dari Bandung Masagi

gagasan Ridwan Kamil sewaktu menjabat sebagai wali kota Bandung. Secara umum, Jabar Masagi adalah pendidikan karakter yang berpijak pada pendidikan budi pekerti yang berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari masing-masing wilayah di Jawa Barat.

 

Artikel Terkait:

Tiru Gaya Street Style para Warga Korea Selatan di Seoul Fashion Week

Tiru Gaya Street Style para Warga Korea Selatan di Seoul Fashion Week

Tiru Gaya Street Style para Warga Korea Selatan di Seoul Fashion Week

Jakarta Seoul, Korea Selatan tak hanya menjadi kiblat bagi dunia kecantikan. Namun, perkembangan fashion juga terjadi pesat di Korea Selatan. Setelah pekan mode yang sukses digelar diberbagai negara. Kini saatknya Seoul Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk gelaran mode dunia tersebut. Pekan mode ini diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan sejak tanggal 20-23 Maret 2018.

Sejumlah desainer lokal turut menampilkan karya mereka pada gelaran fashion ini. Tak hanya karya-karya spektakuler dari para desainer, para pengunjung pun terlihat antusias dengan memberikan tampilan terbaiknya yang sangat inspiratif. Penasaran tren seperti apa yang mewarnai Seoul Fashion Week 2018? Simak berikut ini.

1. Chunky Sneakers

Akhir-akhir ini beberapa rumah mode ternama melansir chunky sneakers. Sepatu bergaya klasik ini kembali menjadi tren di tahun 2018. Terbukti, para penggemar fashion pun tak segan-segan menggunakan sepatu ini.

2. Oversize Blazer

Blazer juga menjadi salah satu fashion item favorit para pengunjung yang menghadiri Seoul Fashion Week. Namun kali ini blazer mendapat twist berbeda dengan ukuran yang besar sehingga terlihat lebih stylish saat digunakan.

3. Monokrom

Gaya monokrom juga jadi Andalan yang bisa Anda tiru. Jangan ragu untuk menggunakan satu warna dalam gaya Anda. tak lupa untuk menambahkan aksesori pemanis untuk menambah pernyataan.

 

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Thalia, Siswa Berprestasi Debat Bahasa Inggris dari SMAN 1 Pangandaran

Thalia, Siswa Berprestasi Debat Bahasa Inggris dari SMAN 1 Pangandaran

 

Thalia, Siswa Berprestasi Debat Bahasa Inggris dari SMAN 1 Pangandaran

Debat Bahasa Inggris telah menjadi kegemaran Thalia Zahra Ashifa

siswa SMAN 1 Pangandaran. Anak dari pasangan Tedu Setiadi dan Tike Hidiani ini, merupakan anak yang ceria dan ramah terhadap setiap orang.

Thalita menceritakan ia mulai tertarik dengan dunia debat Bahasa Ingggris semenjak SMP. Saat itu, ia sering mengikuti story telling untuk mengasah bakat Bahasa Inggrisnya. Beberapa tahun kemudian, saat kelas XI di SMAN 1 Pangandaran ia beserta teman satu timnya dipercaya untuk mengikuti lomba debat Bahasa Inggris.

“Dari semua peserta yang ikut di lomba tersebut

alhamdulillah bisa dapat penghargaan menjadi Best Speaker. Dan ternyata yang mendapat penghargaan tiga-tiganya semua berasal dari pangandaran,” ujar Thalia saat ditemui di SMAN 1 Pangandaran, Jalan Kamurang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu, 8 Desember 2018.

Thalia menjelaskan tema yang diambil saat itu adalah Kepemimpinan Jokowi adalah Kepemimpinan yang Terbaik. Ia bersama tim mendapat bagian menjadi sisi yang kontra. Saat perlombaan, gugup adalah tantangan yang dihadapi Thalia. Ia perlu memiliki strategi untuk tampil maksimal saat penjurian, yaitu dengan berpikir kritis, membuat argumen, serta pemilihan kata dalam Bahasa Inggris.

Siswa berprestasi kelahiran Jakarta

27 Oktober 2001 ini, melatih bakatnya dalam debat dengan terus berlatih. Ia selalu menyempatkan diri untuk membaca buku, membaca dan menonton berita agar terus update mengenai keadaan sekitar, dan berlatih debat dengan dirinya sendiri agar siap dengan interupsi yang akan diberikan oleh lawan.

“Terkadang Mama membantu melatih dalam Bahasa Inggris

Selain itu, yang selalu menginspirasi saya selama ini adalah Kaka yang juga sering mengikuti debat dan melatih saya dalam debat Bahasa Inggris,” ujar Thalia.

Pesan dan kesan yang didapat Thalia dalam pertama kali mengikuti debat Bahasa Inggris adalah ia bangga terhadap diri sendiri. Ia terus memotivasi terhadap dirinya sendiri untuk lebih baik lagi dari hari ini. Selain itu, ia pun harus percaya diri agar kualitas penampilannya menjadi lebih tinggi.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Struktur Ginjal Manusia

Struktur Ginjal Manusia

Struktur Ginjal Manusia
Struktur Ginjal Manusia

 

Kali ini akan dibahas materi mengenai Struktur Ginjal Pada Manusia, Ginjal merupakan Alat tubuh yang mempunyai fungsi spesifik untuk ekskresi sisa metabolisme yang mengandung nitrogen ialah ginjal.

Stuktur Ginjal Manusia

Ginjal atau ren berbentuk seperti biji buah kacang merah (kara/ercis). Ginjal terletak di kanan dan kiri tulang pinggang yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh dorsal. Ginjal berjumlah dua buah dan berwarna merah keunguan. Ginjal sebelah kiri terletak agak lebih tinggi daripada ginjal sebelah kanan. Lihat Gambar 7.2

‘Lapisan ginjal bagian luar disebut kulit ginjal atau korteks, sedangkan lapisan dalam disebut sumsum ginjal atau medula. Lapisan paling dalam berupa rongga ginjal yang disebut pelvis renalis..

Satuan struktural dan fungsional ginjal

Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil disebut nefron. Tiap nefron terdiri atas badan Malpighi yang tersusun

dari kapsul Bowman, glomerulus yang terdapat di bagian korteks, serta tubulus- tubulus. Tubulus-tubulus tersebut adalah tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul, dan lengkung Henle yang terdapat di bagian medula. Pada sebuah ginjal manusia terdapat kurang lebih 1 juta nefron.

Kapsul Bowman berdinding

Kapsul Bowman berdinding rangkap dengan glomerulus di dalam cekungan kapsulanya. Glomerulus merupakan untaian pembuluh kapiler darah yang dindingnya bertaut menjadi satu dengan dinding kapsul Bowman sehingga zat-zat yang terlarut dalam darah merembes ke dalam ruang kapsul Bowman yang berdinding rangkap.

Pembuluh darah arteri

Pembuluh darah arteri yang bercabang-cabang menjadi sejumlah arteriola yang disebut arteriola aferen. Arteriola aferen bercabang-cabang menjadi kapiler glomerulus. Kapiler glomerulus bersatu kembali menjadi arteriola aferen dan membelit mengelilingi tubulus proksi- mal, lengkung Henle, dan tubulus distal dari suatu nefron. Kapiler glomerulus kemudian bermuara ke dalam venula, serta bergabung menjadi vena renalis menuju vena kava inferior.

Lengkung Henle ialah

Lengkung Henle ialah bagian saluran ginjal (tubulus) yang melengkung pada daerah medula dan berhubungan dengan tubulus proksimal maupun tubulus distal di daerah korteks. Bagian lengkung Henle ada dua, yaitu lengkung Henle asendens (menanjak) dan lengkung Henle desendens (menurun)- Pada orang dewasa, panjang seluruh tubulus ±7,5-15 km.

Demikian materi mengenai Struktur Ginjal Pada Manusia, semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

5 Fitur Microsoft Excel yang Jarang Diketahui

5 Fitur Microsoft Excel yang Jarang Diketahui

Microsoft Excel menjadi keliru satu aplikasi yang benar-benar menopang penyelesaian pekerjaan Anda. Aplikasi ini memiliki banyak sekali fitur yang dapat mempermudah pekerjaaan dalam pengelolaan data, statistik, dan berbagai fitur pemikiran lainnya. Namun, tidak semua fitur selanjutnya sudah diketahui oleh khalayak. Oleh karena itu, bersama dengan menguasai fitur-fitur Microsoft Excel itu, Rekan Kerja dapat sanggup menjadi lebih unggul daripada yang lain, bukan? Mari menyaksikan artikel di bawah ini!

1. Menghemat sementara bersama dengan Basic Template

Ketika menggunakan Microsoft Excel, Anda sanggup menggunakan berbagai dasar template yang sudah ada cocok bersama dengan kebutuhan Anda. Seperti yang sanggup Anda menyaksikan pada foto di bawah ini, Anda sanggup sebabkan berbagai laporan menggunakan Microsoft Excel layaknya financial budgeting, daily schedule, list, dan berbagai laporan lainnya bersama dengan mudah.

2. Merapikan teks bersama dengan Basic Text Function

Pada umumnya, jumlah data yang terdapat di Microsoft Excel cukup banyak. Namun, tidak semua data selanjutnya sudah diketik bersama dengan tepat cocok kaidah PUEBI. Misalnya, ada sebagian kata yang belum tercantum menggunakan huruf kapital yang seragam. Akan tetapi, Anda tidak harus was-was harus merapikannya satu-persatu karena Anda sanggup mengetikkan formula khusus di bawah ini :

Trim : Untuk merapikan postingan dan menghapus space yang tidak diinginkan. Formulanya adalah =TRIM(CELL)
Proper Case : Dengan menggunakan formula ini, setiap kata yang tercantum dapat dimulai huruf kapital. Cocok digunakan untuk penamaan nama. Formulanya adalah =PROPER
Upper Case : Seluruh karakter yang ada di postingan selanjutnya dapat tercantum menggunakan huruf kapital. Formulanya adalah =UPPER
Lower Case : Seluruh karakter yang ada dapat tercantum menggunakan huruf kecil. Formulanya adalah =LOWER
Len : Untuk mengkalkulasi jumlah karakter yang terdapat pada kata tersebut. Formulanya adalah =LEN

3. Mengatur angka bersama dengan Numbers Formatting

Aplikasi Microsoft Excel seringkali digunakan untuk memproduksi angka-angka statistik. Tidak hanya itu, Rekan Kerja termasuk sanggup sesuaikan format angka yang terdapat pada sheet Anda menggunakan Numbers Format yang terdapat pada tab Home. Di sini terdapat sebagian wujud Numbers Formatting yang sanggup digunakan untuk memformat tanggal, mata uang, waktu, pecahan, dan kepentingan lainnya.

4. Menggunakan Freezes agar tidak keliru dalam penginputan

Pernahkah Anda mendapatkan kasus dalam penginputan kala memiliki data yang benar-benar banyak? Atau Anda jadi pusing kala sedang membaca data yang sudah tidak nampak kembali judul kolomnya karena jumlah data yang benar-benar banyak? Rekan Kerja tidak harus was-was kasus itu berjalan kembali karena Anda sanggup menggunakan fitur Freezes yang terdapat dalam tab View.

5. Menggunakan Statistical Function untuk menjumlahkan data

Apakah Anda harus menjumlahkan banyak data dalam sementara yang singkat? Atau Anda menghendaki tahu bagaimana nilai kebanyakan dari kumpulan data yang ada? Hal ini tidak dapat menjadi suatu kasus terkecuali Anda menggunakan aplikasi Excel. Anda hanya harus menggunakan Statistical Function yang terdapat pada tab Formulas. Berikut adalah Statistical Function yang sanggup Anda menggunakan :

Sum : Digunakan untuk menjumlahkan keseluruhan data
Average : Digunakan untuk mengkalkulasi nilai kebanyakan dari keseluruhan data
Count Numbers : Digunakan untuk mengkalkulasi jumlah cell yang berisi angka
Max : Digunakan untuk melacak nilai terbesar
Min : Digunakan untuk melacak nilai terkecil

Itulah lima fitur Microsoft Excel yang sanggup dimanfaatkan untuk pekerjaan Anda.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/