Bernafas dalam Lumpur’ Hingga Coreti Gedung DPR

Bernafas dalam Lumpur’ Hingga Coreti Gedung DPR

Lama tak terdengar kabarnya, nama Pong Harjatmo mendadak menjadi perbincangan hangat. Bukan karena main film atau sinetron baru, aktor kawakan itu menjadi berita karena aksi nekatnya mencoreti atap Gedung Kura-kura DPR.

Aktor yang lahir di Solo, 13 September 1942 silam itu dikenal sebagai aktor yang kerap memerankan tokoh antagonis. Debut Pong dimulai pada 1969 dalam film Cheque sebagai peran pembantu.

Karir Pong berlanjut dan mambintangi sejumlah film. Antara lain, Tantangan (1969), Bernafas dalam Lumpur (1970), Awan Djingga (1970), Bertjinta dalam Gelap (1971), Dara-Dara (1971), Perawan di Sektor Selatan (1971), Seriti Emas (1971) dan Kipas Sutra (1971).

Pria lulusan Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPJ) ini kemudian beralih ke sinetron setelah dunia film Indonesia tak lagi moncer. Berbeda dengan film, Pong yang tidak lagi muda kerap mendapat peran sebagai orang tua yang baik terhadap anak-anaknya.

Pria yang pernah menjadi tentara ini sempat kembali beraksi di layar lebar pada tahun 2009. Saat itu, Pong didaulat bermain dalam film bergenre action ‘Sang Pembela’.

Di film tersebut, Pong bermain dengan pemain-pemain junior alias baru. Pong juga mengaku tidak canggung. “Dalam film kan perlu adanya regenerasi,” kata pria yang juga terlibat dalam pembuatan film tercepat versi MURI, Jangan Pisahkan Kami, karya sutradara Damien Dematra itu.

Nama Pong kembali ‘naik daun’ saat dirinya diamankan Pamdal DPR setelah mencoreti atap Gedung Kura-kura. Pong mengaku, aksinya itu dilakukan karena kecewa pada kinerja wakil rakyat.

Aktor yang juga dikenal sebagai penari saat muda itu gemas dengan wakil rakyat yang tidak cekatan menyelesaikan persoalan gas yang membahayakan rakyat. Belum lagi, kebiasaan anggota DPR yang gemar membolos.

Untuk menunjukkan kekecewaanya itu, Pong akhirnya memanjat atap Gedung DPR dan mencoretinya. Pong yang ‘ketahuan’ diminta turun kemudian dimintai keterangan di pos polisi DPR.

Menurut petugas, Pong tidak akan ditahan jika mau membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatanny

Pengertian Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral

Bank sentral di suatu Negara pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral akan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

  1. Sejarah Bank Sentral

Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa uang logam (emas, perak, perunggu, dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia.

Seiring dengan waktu dan terus berkembangnya perdagangan dan perekonomian, alat tukar berupa uang logam tersebut mulai menjadi keterbatasan karena memang ketersediaan sumber daya alam yang terbatas untuk mencetak jenis uang seperti itu, dan ini menghambat potensi untuk berkembang lebih besarnya lagi perekonomian suatu negara sementara jenis-jenis produk baru dan bentuk industri baru sangat potensial untuk muncul namun amat disayangkan jika aktivitas perdagangan dan perekonomian secara umum harus terhambat karena mengikuti kemampuan ketersediaan uang berupa logam yang sangat terbatas tersebut.

Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali ditemukan melalui sistem penjaminan yang dalam hal ini dilakukan oleh suatu badan penjamin sekaligus penyimpan yang disebut bank, dimana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau dijanjikan akan memiliki nilai beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh nasabah/masyarakat pada waktu mendatang atau pada masa yang ditentukan. Pada praktik dan perkembangannya masing-masing, bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya sendiri-sendiri dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing yang sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil. Dimana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan cara menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang dijanjikan atau bahkan lebih kecil dari jumlah yang sama dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut. Pada masa itulah mulai terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah model-model fraud dan rekayasa dalam sektor industri yang baru ini, yaitu sektor keuangan.

Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah emas deposit atau logam berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut, namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang, dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Faktor Utama Dari Tindakan Main Hakim Sendiri

Faktor Utama Dari Tindakan Main Hakim Sendiri

Faktor Utama Dari Tindakan Main Hakim Sendiri
Faktor Utama Dari Tindakan Main Hakim Sendiri

Kemajuan pebangunan yang dicapai oleh masyatrakat Indonesia saat ini secara umum dapat dikategorikan pada struktur masyarakat bentuk solidaritas organik. Dengan kemajuan ini tentunya norma hukum yang dianut lebih bersifat restritutif. Namun melihat perilaku nain hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai penerapan hukum yang berlaku pada masyarakat yang memiliki karakteristik solidaritas mekanik. Ketidakselarasan antara kemajuan zaman dengan praktik pelaksanaan hukum ini selanjutnya dapat dikategorikan sebagai penyimpangan.

Seiring dengan jatuhnya kekuasaan orde baru, masyarakat kemudian merasa menggunakan kekuasaan yang dimilikinya, masyarakat kemudian mengadopsi dan meniru pola atau model penggunaan kekuasaan yang dilakukan oleh pemerintah orde baru. Masyarakat telah belajar banyak dari kemampuan pemerintah orde baru dalam menggunakan kekuasaannya, yang selanjutnya dipraktikan dalam bentuk pengadilan jalanan. Tindakan main hakim sendiri ini merupakan upaya masyarakat untuk menciptakan opini kepada pemerintah maupun kepada masyarakat lain secara lebih luas, guna menunjukkan kekuasaanya, meskipun tindakan tersebut disadari telah melanggar hukum.

Faktor penyebab utama dari tindakan Main Hakim Sendiri itu adalah:

  1. Supaya pelaku tidak melakukan perbuatan lagi (residivis) atau pelaku kejahatan yang pernah melakukan perbuatan serupa menjadi jera misalnya curanmor, jambret
  2. Masyarakat tidak lagi mempercayai upaya Hukum yang dilakukan oleh pihak Kepolisian
  3. Karena ikut-ikutan saja, ketika melihat massa secara anarkhis dan membabi buta menghajar pelaku mereka ikut-ikutan.
  4. Perbuatan pidana itu sendiri sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kendala-kendala yang dialami pihak Kepolisian dalam menanggulangi kejahatan Main Hakim Sendiri, antara lain adalah:

  1. Tidak adanya laporan mengenai tertangkapnya pelaku oleh massa.
  2. Tidak adanya laporan mengenai adanya tindakan Main Hakim Sendiri.
  3. Letak TKP yang jauh dari markas Kepolisian, khususnya di daerah yang sulit tranportasi
  4. Tidak ada masyarakat yang mau memberikan ketarangan (saksi) terhadap Tindakan Main Hakim Sendiri.
  5. Ruang tahanan yang kurang memadai untuk tempat tahanan dalam perkara yang melibatkan massa.
  6. Minimnya anggota Kepolisian setingkat Polsek.

Sumber : https://merkbagus.id/

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup
Kemristekdikti Targetkan Cetak 1.000 Startup

Kehadiran pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup menjadi bidang kewirausahaan potensial di era revolusi industri 4.0. Selain mengandalkan teknologi, PPBT ini mampu mencetak lapangan kerja baru dan secara tidak langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sejak 2015 terus mendorong lahirnya PPBT. Ditargetkan di tahun 2019, Kemristekdikti dapat mencetak lahirnya 1.000 startup.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe, mengatakan, jika dari 1.000 PPBT itu butuh lima orang pekerja, artinya membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 5.000 orang. Beberapa inovasi dari PPBT juga erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti aplikasi bagi nelayan (smart fishing), petani dan lainnya. Teknologi dari PPBT dapat membantu peningkatan usaha dan hasil masyarakat tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Sebanyak 65 persen masyarakat kita berprofesi sebagai petani, nelayan dengan pendapatan marginal. Dengan sentuhan teknologi pendapatan mereka bisa naik,” katanya di sela-sela ekspos produk inovasi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi di Puncak, Bogor, Selasa (18/12).

Kehadiran teknologi bisa membuat hasil tangkapan nelayan, produktivitas beras petani dihargai secara pantas, karena dapat memutus mata rantai tengkulak.

Kehadiran revolusi industri 4.0 tidak hanya perlu direspon usaha menengah

dan besar. Industri kecil dan masyarakat wirausaha pun harus siap. Dalam konteks ini, kerja sama dan kolaborasi perlu ditingkatkan agar produk PPBT bisa bersaing hingga skala global.

Tahun 2015, jumlah PPBT yang didampingi dan didanai Kemristekdikti mencapai 52 PPBT, tahun 2016 ada 203 PPBT, tahun 2017 ada 661 PPBT dan tahun 2018 ada 956 PPBT.

Saat ini PPBT yang sudah dewasa atau mature dan tidak memerlukan pendampingan sudah banyak. Hanya saja PPBT dengan omset di atas Rp 1 miliar per bulan baru ada sekitar 6 persen dari jumlah yang ada saat ini.

Sementara itu, ratusan PPBT lainnya beromset di bawah Rp 500 juta per

bulan. “Bagi PPBT yang beromset di atas Rp 1 miliar itu dikategorikan sudah mature dan tidak perlu lagi pendampingan,” ucapnya.

Startup teknologi ini, selain mendapat pendampingan juga bantuan dana senilai Rp 300 juta hingga Rp 450 juta. Pendampingan dilakukan selama 8 bulan, agar pelaksanaan pengembangan bisnis berbasis teknologi benar-benar berjalan sesuai dengan kaidah kelayakan teknologi dan kelayakan bisnis.

Jumain menambahkan, inovasi merupakan penggerak pembangunan ke

depan. Bahkan, lanjutnya, Bappenas mendorong agar produk PPBT tidak hanya sebatas produk lokal tapi bisa merambah ke internasional.

“Beberapa startup didorong untuk ditingkatkan dan dikirim ke Inggris untuk menggali ilmu terkait di sana. Sehingga nantinya menjadi PPBT mature,” ungkap Jumain.

 

Baca Juga :

Pendidikan Anti Korupsi Jangan Dijadikan Mata Pelajaran Baru

Pendidikan Anti Korupsi Jangan Dijadikan Mata Pelajaran Baru

Pendidikan Anti Korupsi Jangan Dijadikan Mata Pelajaran Baru
Pendidikan Anti Korupsi Jangan Dijadikan Mata Pelajaran Baru

Belum lama ini, segenap lembaga dan kementerian (L/K) menandatangani komitmen untuk memerangi dan memberantas korupsi dengan menerapkan pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Soal ini, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, pendidikan antikorupsi jangan dijadikan mata pelajaran baru, tetapi harus diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran sehingga semua guru menjadi teladannya.

“Kami tidak setuju jika dibuat mata pelajaran baru karena jumlah mata pelajaran yang ada sekarang saja sudah sangat banyak dan ini akan menjadi masalah besar,” kata Ramli, Senin(17/12).

Ramli menuturkan, banyak mata pelajaran, tentu akan berimplikasi pada kekurangan guru. Ia mencontohkan untuk SMP di daerah dengan jumlah murid terbatas, tentu hanya membutuhkan tiga rombel dengan total sudah sangat banyak yakni 16 guru. Pasalnya, masing-masing guru mengajar per mata pelajaran. Maka, ada mata pelajaran akan menambah jumlah guru.

Untuk itu, Ramli menyarankan, sebaiknya pemerintah mengemaskan materi pendidikan antikorupsi untuk dimasukan pada semua mata pelajaran serta dikolaborasikan dengan menanamkan nilai-nilai lokal.

Secara terpisah, Guru Besar bidang ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) Rochmat Wahab mengatakan, pendidikan antikorupsi itu sangat penting. Ini sebagai langkah pencegahan timbulnya kecenderungan perilaku korupsi pada waktu individu usia dewasa.

“Jika pendidikan anti korupsi itu dianggap penting diberikan kepada anak-anak, maka strategi yang sangat efektif adalah melatih anak untuk tidak melakukan cheating dan plagiasi sedini mungkin terkait aktivitas akademik. Jika melakukan baik sendiri maupun bersama, maka perlu diberikan sanksi yang mendidik,” kata Rochmat.

Selanjutnya, ia juga mengatakan, anak harus membiasakan melaporkan sesuatu apapun. Baik itu berbentuk uang atau barangn lainnya yang ditemukan di manapun tempatnya dan bukan milik dan haknya. “Anak yang melakukan hal baik bisa diberi penghargaan yang sewajarnya. Jika ditemukan anak yang tidak melaporkan perlu dilakukan pendekatan, sehingga anak-anak yang menemukan itu akhirnya mau melaporkan secara suka rela pada akhir,” ujarnya.

Selanjutnya, mantan rektor UNY ini mengatakan, pendekatan agama perlu

juga dilakukan dalam mengimementasikan pendidikan anti korupsi pada anak. Dalam hal ini, anak diajarkan untuk mengetahui bahwa perilaku mencuri atau korupsi merupakan tindakan yang dilarang agama. Bahkan jika perlu masuk dalam kontrak sekolah dan orangtua, juga masuk dalam tata tertib di sekolah.

Cara Inovatif

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan masyarakat harus paham bahwa kurikulum berbeda dengan pelajaran.

“Jadi kalau nanti dimasukkan ke dalam kurikulum, jangan bayangkan akan

ada mata pelajaran baru. Kalau itu (mata pelajaran baru,red) yang dimaksud, beban di tingkat pendidikan dasar dan menengah sudah terlalu banyak. Jadi nanti harus ada cara-cara yang inovatif dan kreatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah,” terang Muhadjir.

Ia menambahkan, Kemdikbud juga mempunya program Penguatan

Pendidikan Karakter (PPK) yang salah satu poinnya adalah integritas yang menjadi pintu masuk penerapan kurikulum di sekolah. “Kami siap untuk merealisasikan apa yang telah kita canangkan bersama. Kita bersatu tekad untuk membangun Indonesia yang lebih maju, baik, dan bersih untuk masa depan, dengan cara memerangi korupsi di Indonesia,” tegasnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

BMKG Kuatkan Sistem Informasi Gempa Bumi

BMKG Kuatkan Sistem Informasi Gempa Bumi

BMKG Kuatkan Sistem Informasi Gempa Bumi
BMKG Kuatkan Sistem Informasi Gempa Bumi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofsika (BMKG) telah melakukan

koordinasi dalam rangka penguatan dan pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System/Ina-TEWS).

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly, Jumat (4/1).

Sadly mengatakan, guna mengurangi risiko dampak gempa bumi, BMKG

bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah mengajukan beberapa usulan dengan anggaran Rp 7 triliun. Usulan itu antara lain untuk mengedukasi masyarakat terkait pengurangan risiko dampak gempa bumi.

Namun, lanjut dia, besarannya belum pasti, karena masih banyak K/L yang belum mengajukan anggaran kegiatan edukasi publik terkait kebencanaan.

“Kami menyambut sangat baik usulan anggota Komisi V DPR yang

menyarankan agar pemerintah mengalokasi APBN sebesar Rp 20 triliun untuk BMKG, seperti yang diutarakan Rendy Lamadjido, anggota Komisi V DPR,” imbuh Sadly dalam keterangan tertulis.

Sadly bersyukur apabila nantinya anggaran tersebut dapat mendukung BMKG, terutama dalam penguatan dan pengembangan InaTEWS, mulai dari komponen hulu sampai ke komponen hilir untuk keselamatan masyarakat.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

El Nino Moderat Mulai Terjadi April

El Nino Moderat Mulai Terjadi April

El Nino Moderat Mulai Terjadi April
El Nino Moderat Mulai Terjadi April

Analisis dan prediksi Enso pemutakhiran dasarian II Maret 2019 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa pada bulan Maret 2019 terjadi El Nino lemah sedangkan bulan April-Juli 2019 kemungkinan adanya El Nino moderat. El Nino adalah suatu keadaan yang cenderung kering dan minim hujan.

Hingga kini, dua provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yakni Riau 19 Februari-31 Oktober 2019 (255 hari) dan Kalimantan Barat 12 Februari-31 Desember 2019 (323 hari).

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab mengungkapkan, secara umum wilayah Indonesia masih berada pada periode akhir musim hujan. Namun di beberapa daerah ada yang sudah mengalami penurunan curah hujan.

“Wilayah Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,

Riau dan Nusa Tenggara Timur curah hujan rendah,” katanya kepada Beritasatu di Jakarta, Senin (1/4). Wilayah Riau bahkan sudah kering sejak beberapa bulan terakhir dan mengalami karhutla.

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari mengungkapkan, El Nino lemah hingga moderat diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2019. Oleh karena itu, perlu diwaspadai El Nino saat musim kemarau karena diperkirakan kondisi akan lebih kering.

Sementara itu saat ini peluang curah hujan tinggi pada April 2019 masih

akan terjadi di Pantai Barat Sumatera, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua. Selama periode April-Mei cuaca ekstrem berupa hujan lebat, puting beliung dan hujan es perlu diwaspadai di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua.

Sedangkan curah hujan rendah akan terjadi di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

“Awal musim kemarau April, Mei, Juni di 274 zona musim atau 80,1%,” kata Indra.

Puncak musim kemarau diperkirakan Agustus 2019. Wilayah yang rentan

kekeringan meteorologis yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Sedangkan wilayah rentan karhutla di Riau, Palembang, Jambi dan Kalimantan.

 

Baca Juga :

8.239 Siswa Kelas XII di Depok Ikuti UNBK

8.239 Siswa Kelas XII di Depok Ikuti UNBK

8.239 Siswa Kelas XII di Depok Ikuti UNBK
8.239 Siswa Kelas XII di Depok Ikuti UNBK

Hari ketiga pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2018/2019 di Kota Depok, Jawa Barat, diikutin oleh 8.239 siswa kelas XII. Ujian hari ini, Kamis (4/4) mengujikan mata pelajaran Bahasa Inggris.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah II Dadang Ruhyat mengatakan, UNBK di Kota Depok diikuti oleh 63 sekolah. Terdiri dari 13 sekolah negeri sisanya swasta. Jumlah siswa 8.239 orang, dengan rincian 3.853 siswa laki-laki dan 4.386 siswa perempuan.

Dikatakan Dadang, ujian tahunan tersebut dilaksanakan selama empat hari.

Pada tanggal 1 April mata pelajaran Bahasa Indonesia, tanggal 2 April mata pelajaran Matematika, 4 April pelajaran Bahasa Inggris, dan 8 April pelajaran pilihan peminatan IPA/IPS.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Depok Abdul Fatah mengungkapkan, pelaksanaan ujian di sekolahnya berjalan lancar. Ujian tersebut diikuti 426 anak didik, yang dibagi ke dalam 11 ruang kelas. Untuk menyukseskan UNBK, pihaknya mengerahkan 11 pengawas ujian, 11 proktor, dan lima tim teknis.

“Dalam satu kelas ada 20 laptop yang terkoneksi internet. Ujian kami bagi

menjadi dua sesi, yaitu jam 07.30-09.30 WIB dan jam 09.31- 12.30 WIB,” kata Abdul Fatah di Depok, Jawa Barat, Kamis (4/4).

Sedangkan di SMAN 1 Kota Depok ujian dilakukan hanya satu sesi. Menurut Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bagian Kurikulum SMAN 1 Kota Depok Siti Rafingah, hal itu dikarenakan murid yang mengikuti UNBK sebanyak 361 siswa, yaitu 276 peminatan (jurusan) IPA dan 85 IPS.

“Ujian tahun ini kami membuka 18 kelas, sehingga pelaksanaan UNBK

hanya satu sesi. Satu kelas sekitar 20 orang, sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) dari pusat. Sementara pengawas ada 11 orang yang kita rolling setiap hari,” ujar Siti.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/

Soal Ujian Nasional Matematika Diduga Bocor di Medsos

Soal Ujian Nasional Matematika Diduga Bocor di Medsos

Soal Ujian Nasional Matematika Diduga Bocor di Medsos
Soal Ujian Nasional Matematika Diduga Bocor di Medsos

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) diwarnai dengan kabar bocornya mata pelajaran matematika.

Kabar itu dipicu oleh percakapan di grup jejaring media sosial (medsos) LINE ketika soal matematika diujikan pada hari kedua UNBK, Selasa (2/4/2019). Soal matematika itu diduga sudah disebarkan peserta UN pada sesi pertama. Para siswa diduga memotret soal UNBK mengunakan kamera ponsel dan kemudian disebarkan di grup medsos.

Merespons adanya dugaan kebocoran tersebut, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Moch Abduh mengatakan, adanya kebocoran soal menunjukkan bahwa peserta ujian tidak disiplin.

Dalam Prosedur Oprasional Standar (POS) penyelenggara UN telah ditetapkan siswa dilarang membawa HP dan memotret, tetapi para siswa tetap melakukannya.

Di sisi lain, Abduh menilai kejadian itu juga menunjukkan kelalaian pengawas ruang ujian. Dijelaskan dia, rasio pengawas dengan peserta 1:10 atau 2:20.

“Peran mereka memastikan tidak ada yang bawa HP dan mengawasi selama

anak menempuh ujian. Semestinya gerak gerik anak selama ujian bisa dipantau oleh pengawas,” ujar Abduh dalam keterangan tertulisanya kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik).

Pendapat senada juga disampaikan oleh Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi. Menurut dia, BSNP telah mengantisipasi kebocoran soal UN saat ujian berlangsung.

Seharusnya, pengawas ujian lebih ketat mengecek barang bawaan siswa saat masuk ke ruang ujian, khususnya perangkat komunikasi dan elektronik.

“Pengawas juga harus mengecek dan memastikan tidak ada peserta yang membawa alat-alat tersebut,” tuturnya.

Lanjut dia, laporan dugaan kebocoran soal baru diterima BSNP hari ini.

BSNP telah berkoordinasi dengan Puspendik dan Itjen Kemdikbud untuk memeriksa dan menindaklanjuti kasus tersebut, tambahnya.

“Kasus ini masih diselidiki apakah soal yang tersebar palsu atau memang asli. Termasuk oknum penyebar soal tersebut,” ujarnya.

Bambang menuturkan, temuan atau laporan dalam bentuk jejak digital

seperti kebocoran soal ini bisa ditelusuri dengan teknologi, termasuk kronologi kejadian dan siapa yang melakukannya.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku

Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades
Puluhan Orang Tua Siswa Mengadu ke Kades

Akibat anaknya tidak diterima di SMPN 3 Ngamprah Kecamatan Ngamprah

Kabupaten Bandung Barat, 80 orang tua siswa warga Desa Cilame mendatangi kantor Desa, Senin (10/7).

Warga meminta rekomendasi dan jalan keluar dari kepala desa agar anak-anak mereka bisa bersekolah di SMP negeri pilihan mereka. Sebab, jika harus sekolah ke tempat lain warga menolak karena lokasinya jauh.

Adi Suyadi, salah seorang warga Permata RT05/05, Desa Cilame mengatakan, anaknya memilih sekolah ke SMPN 3 Ngamprah karena jaraknya yang dekat dengan rumah. Namun dia mendapatkan kabar jika sekolah itu sudah penuh, sehingga dia dan orang tua lainnya meminta kejelasan persoalan ini ke pihak desa.

“Anak saya Nadia Putri punya NEM 24, 50 dan ingin masuk sekolah itu

karena dekat. Tapi informasinya sudah penuh,” ucapnya, Senin (10/7).

Ketua Komite SMPN 3 Ngamprah Anas Barnas, mengatakan saat ini kuota murid di sekolah ini sudah penuh. Namun dirinya juga merasa prihatin dengan banyaknya warga sekitar sekolah yang tidak terakomodir. Untuk itu dirinya berharap ada kebijakan dari pihak sekolah agar yang tidak terakomodir ini bisa masuk.

“Mereka ini ingin masuk ke SMPN 3 Ngamprah karena kalau ke SPMN 4

Ngamprah jaraknya jauh karena beda desa,” tuturnya.

Kepala Desa Cilame Aas Mohamad Asor mengatakan akan menyampaikan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Bandung Barat.

“Persoalan ini terjadi karena jumlah ruangan kelas terbatas tapi peminat membludak,” tandasnya.

 

Baca Juga :