Siswa Solo Adakan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Connecticut

Siswa Solo Adakan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Connecticut

Sekolah di AS Tingkatkan Keamanan Pasca Pembunuhan Massal
Sekolah di AS Tingkatkan Keamanan Pasca Pembunuhan Massal

Puluhan siswa sebuah sekolah dasar di Solo mengadakan doa bersama untuk para korban penembakan massal di Connecticut, Amerika Serikat.
SOLO — Sekitar 50 anak berseragam warna merah putih duduk membentuk lingkaran di halaman Sekolah Dasar Joglo 76 Kadipiro, Selasa pagi (18/12), memegang poster bergambar korban penembakan massal di Amerika dan untaian bunga tanda berduka.

Beberapa siswa tak kuasa meneteskan air mata. Salah seorang siswa sekolah tersebut, Amar, mengaku sedih melihat tragedi penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown di negara bagian Connecticut akhir pekan lalu. Apalagi para korbannya adalah anak-anak seusianya, kata Amar.

“Tadi doa bersama untuk korban tragedi SD Sandy Hook di Amerika serikat.

Saya merasa sedih dengan tragedi itu,” ujarnya.

Aksi solidaritas siswa tersebut didampingi para guru sekolah. Lantunan doa dan harapan menggema di sekolah ini. Kepala sekolah SD Negeri Joglo 76 Kadipiro, Kustinah mengungkapkan aksi ini untuk melatih sikap simpati dan empati para siswa SD ini pada tragedi kemanusiaan yang terjadi.

Menurut Kustinah, korban penembakan di SD Sandy Hook Amerika Serikat mayoritas juga seusia para siswa SD di Solo ini.

“Ini supaya anak-anak itu memiliki empati dengan tragedi kemanusiaan.

Yang terjadi di Amerika Serikat kemarin itu korbannya kan teman-teman sebaya siswa di SD ini. Aksi ini ungkapan simpati anak-anak di sekolah ini. Ini salah satu cara untuk mendidik anak agar ikut merasakan penderitaan sesamnya, ikut peduli,” ujar Kustinah.

Dalam aksinya tersebut, para siswa dan guru di SD Joglo 76 Solo ini menyatakan harapan agar tragedi penembakan di Amerika Serikat tidak terjadi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, 20 anak dan enam orang dewasa tewas dalam

penembakan di sekolah di kota kecil Newtown. Pihak berwenang mengatakan penembak, Adam Lanza, yang berusia 20an tahun, menembak diri sendiri ketika polisi mendekati sekolah tersebut.

 

Baca Juga :

 

 

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Puluhan Anak Solo Deklarasikan Generasi Anti Korupsi

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Puluhan Anak Solo Deklarasikan Generasi Anti Korupsi

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Puluhan Anak Solo Deklarasikan Generasi Anti Korupsi
Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Puluhan Anak Solo Deklarasikan Generasi Anti Korupsi

Puluhan anak-anak SD di Solo menggelar aksi memperingati hari anti korupsi Sedunia, 9 Desember dengan mendeklarasikan diri sebagai anak Indonesia generasi anti korupsi.
“Anak-anak Solo anti korupsi..Yes!” demikian kata puluhan anak-anak SD di Solo.

Sekitar 50 anak-anak berseragam olahraga dari berbagai Sekolah Dasar atau SD di Solo meneriakkan yel-yel anti korupsi di ajang Car Free Day atau hari Bebas Kendaraan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu pagi (9/12). Anak- anak Solo ini pun membawa berbagai poster dan mendeklarasikan diri sebagai generasi anti korupsi.

Mereka mengatakan, “Kami anak-anak Solo menjadi generasi anti korupsi..Yes..yes..yes..”

Berbagai poster buatan para siswa SD di Solo tersebut dibentangkan dalam

aksi ini. Poster tersebut berisi ajakan anti korupsi, antara lain Jangan ajarkan kami untuk Korupsi, Sekolah kami rusak karena duit dikorupsi, Indonesia harus bebas dari korupsi, Korupsi sengsara di kemudian hari, dan sebagainya. Salah seorang peserta aksi tersebut, Ardian, siswa kelas 5 SD Kestalan Solo, berharap Indonesia segera bebas dari korupsi.

Anak-anak SD di Solo memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan menegaskan tekad sebagai Generasi Anti Korupsi Indonesia, Sabtu 9/12 (foto: Yudha/VOA).
Anak-anak SD di Solo memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan menegaskan tekad sebagai Generasi Anti Korupsi Indonesia, Sabtu 9/12 (foto: Yudha/VOA).
“Ini poster hari anti korupsi.buatan saya sendiri.ya ini memperingati hari anti korupsi sedunia..supaya negara Indonesia bebas dari korupsi..Kalau Indonesia banyak korupsi kasihan rakyatnya…,” ujar Ardian.

Aksi puluhan anak-anak SD di Solo ini mendapat dukungan para warga

lainnya, diantaranya Hanin Yudo. Menurut Hanin, karakter anti korupsi harus ditanamkan sejak dini, usia anak.

“Ini bagus sebagai pendidikan anti korupsi untuk anak-anak usia dini hingga remaja..mulai dari inilah mereka nanti akan menjadi tunas generasi bangsa selanjutnya. Siapa lagi yang akan meneruskan..sekarang kita, nanti mereka yang menggantikan..karakter anti korupsi ini yang harus dibangun..sekarang ana-anak ini mungkin tidak memahami apa itu korupsi,tetapi dengan menanamkan karakter dan semangat anti korupsi ini mereka akan selalu ingat aksi ini dan memberikan mereka suatu wawasan penting arti sikap anti korupsi.,” puji Hanin Yudo.

Aksi puluhan siswa SD di Solo ini didampingi para guru sekolah dan orang

tua mereke masing-masing. Aksi anak-anak ini menarik perhatian ribuan warga Solo lainnya yang sedang beraktifitas di ajang Car Free Day atau Hari bebas Kendaraan di Solo tersebut.

Selain anak-anak, Aksi memperingati Hari anti Korupsi Sedunia juga dilakukan para mahasiswa dan komunitas pegiat anti korupsi di Solo. Mereka melakukan penggalangan tanda tangan di selembar spanduk dukungan Indonesia Bebas dari Korupsi.

 

Sumber :

https://www.edocr.com/v/rypqab5o/ojelhtcmandiri/Review-Text

Liga Bisbol di North Carolina Bentuk Tim untuk Penyandang Cacat

Liga Bisbol di North Carolina Bentuk Tim untuk Penyandang Cacat

Liga Bisbol di North Carolina Bentuk Tim untuk Penyandang Cacat
Liga Bisbol di North Carolina Bentuk Tim untuk Penyandang Cacat

Liga bisbol untuk pemain dengan kebutuhan khusus di negara bagian North Carolina menyatakan syarat utama bermain dalam liga itu hanyalah keinginan untuk bermain.
Jika gambar mampu mengungkap seribu kata, maka gambar ini mengungkap banyak hal – tentang sukacita anak-anak yang ikut dalam tim. Tetapi, sampai beberapa tahun lalu, tidak semua orang di Hendersonville, North Carolina, punya tim yang memberi kesempatan ikut bermain, termasuk seorang anak bernama True.

Melanie, Ibu True, mengatakan, “Ini favorit saya karena dia sangat ingin bermain bisbol.”

True datang ke Amerika pada usia dua tahun dari Siberia, Rusia. Ia dengan cepat menjadi penggemar olahraga, seperti kakaknya Bradshaw dan seluruh keluarga angkatnya.

“True mencintai bisbol. Ia senang olahraga, kegiatan apapun di udara

terbuka. Selama bertahun-tahun ia menonton adiknya bermain bisbol. Ia duduk di pinggir lapangan dan memberinya semangat. Ia selalu ingin ikut bermain,” tutur Melanie lagi.

Jadi, Melanie, mengungkapkan, keluarganya sangat senang mengetahui tentang Special Needs Baseball atau bisbol untuk mereka yang berkebutuhan khusus. Donnie Jones ikut mendirikan liga itu bersama kakaknya, Chat.

Ia menuturkan,”Sudah lebih dari 15 tahun saya melatih liga kecil. Tetapi dalam pertandingan, saya melihat anak-anak yang hanya menonton kakak atau adik bermain. Saya ingin mereka turun ke lapangan dan ikut bermain. Suatu ketika keinginan itu datang begitu saja, menurut saya, tidak akan ada kesempatan bagi mereka untuk bermain kecuali pada Olimpiade Khusus, yang tidak mungkin bagi sebagian besar mereka.”

Chat, kakak Donnie, meninggal baru-baru ini dan ia sedih menggambarkan

betapa berarti bagi pemain Berkebutuhan Khusus untuk ikut tim seperti saudara-saudara mereka. Tidak ada batasan usia atau kemampuan untuk ikut dalam liga khusus itu sehingga jumlah anggotanya berlipat ganda dalam satu tahun, dari 40 menjadi hampir 80 pemain.

“Siapapun yang ingin bermain, tidak peduli tingkat kemampuan, kami akan carikan cara supaya mereka bisa berpartisipasi penuh. Saya menikmati berada di sana lebih dari apapun yang telah saya lakukan. Maksud saya, itu hal paling menyenangkan yang pernah saya alami di lapangan bisbol,” tutur Donnie Jones lagi.

Dibutuhkan banyak sukarelawan dan dukungan keluarga untuk mengajak pemain ke lapangan. Tetapi bagi mereka yang terlibat, permainan itu memberi kepuasan tersendiri.

Melanie mengatakan tidak ragu-ragu mendaftarkan True masuk tim bisbol,

meskipun ia berkaki palsu. Malah, kata Melanie, True bangga pada kakinya, seperti dalam lakon film Star Wars.

Bisbol bagi anak-anak berkebutuhan khusus di North Carolina ini dimulai pada musim semi 2011, walau Donnie sudah memikirkannya bertahun-tahun sebelumnya. Tetapi, ia tidak tahu cara mewujudkannya. Yang ia tahu hanyalah – ia tidak ingin anak-anak itu membayar.

 

Sumber :

https://crooksandliars.com/user/danuaji88

SEJARAH GAME

SEJARAH GAME

SEJARAH GAME
SEJARAH GAME

berbicara tentang sejarah game komputer, sama seperti halnya dengan sejarah komputer. berikut ini sejarah game dari beberapa sumber yang aku baca.

Game Generasi Pertama

1972, pada saat itu orang belum mengenal konsol atau game komputer, yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey.
Magnavox Odyssey, konsol game pertama di dunia mengoperasikan Pong.
Tidak lama setelah itu sebuah game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.
1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.

Game Generasi Kedua

1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.
Fairchild VES, pertama di dunia yang menggunakan media cartridge.
1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game.
1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya Odyssey pertama, konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya
1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat.
1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja. Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol videogame model apa pun.
Atari 2600, sempat hit tahun 80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600 Jr.

Game Generasi Ketiga

1983, perusahaan bernama Famicom (Jepang) menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang dibintangi karakter fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario.
Famicom dari Nintendo, berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.

Game Generasi Keempat

1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi.
1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.
Game Generasi Kelima
1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya.

Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan media CD.
1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan, belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64.
Ini dia sang Sony Playstation generasi pertama!!

Game Generasi Keenam

1998, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game Xbox yang menjadi hit dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah memanfaatkan fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.
Dari kiri ke kanan: Nintendo GameCube, Microsoft Xbox, Sony Playstation 2. Diurut berdasarkan tingkat popularitasnya.

Baca Juga : 

Sejarah Web

Sejarah Web

Sejarah Web
Sejarah Web

Pengertian web 2.0

Pada tahun 2003 Web 2.0 dipelopori oleh O’Reilly Media, kemudian sekitar tahun 2004, web 2.0 mulai dikembangkan dengan menyatukan teknologi-teknologi gabungan dari HTML, XML, CSS, JavaScript, dan AJAX. HTML dan CSS digunakan untuk mempercantik tampilan web. XML digunakan untuk mendefinisikan format suatu data. JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang dinamis. Dan AJAX digunakan untuk menggabungkan XML dan JavaScript yang menekankan pada pengelolaan konten.
Web 2.0 merupakan perbaikan dari Web 1.0 dimana pada Web 1.0 apabila pengguna ingin mengakses suatu web maka pengguna harus datang mengunjungi alamat web yang ingin diakses terlebih dahulu untuk dapat mengakses web tersebut sedangkan pada web 2.0 apabila pengguna ingin mengakses suatu web maka pengguna tidak perlu datang mengunjungi alamat web yang ingin diakses karena pengguna dapat melakukannya dengan cara mengklik link yang telah tersedia untuk web yang ingin pengguna kunjungi, contohnya pada saat pengguna sedang mengakses situs jejaring social seperti facebook dan pengguna ingin mengunjungi web tertentu maka pengguna tidak perlu membuka web tersebut tetapi pengguna dapa langsung meng-klik link yang ada di facebook yang ditujukan pada web yang ingin pengguna kunjungi. Selain itu web 2.0 sangat membantu pengguna untuk menggunakannya karena Web 2.0 telah dijalankan langsung di atas internet sehingga pengguna dapat menggunakannya kapanpun dan dimanapun pengguna berada dengan hanya langsung mengakses internet dan menggunakannya.

Pengertian Web 2.0 Pengertian web versi 2

Web 2.0 disebut sebagai suatu generasi kedua dari layanan berbasis web dalam dunia komputer yang dijalankan langsung diatas internet sebagai platformnya. seperti contohnya pada saat ini Web 2.0 berkembang sangat pesat untuk penggunaan web pada berbagi pertemanan seperti pada situs jejaring sosial yang menyebabkan kehidupan sosial dalam dunia maya benar-benar dapat dirasakan seperti pada penggunaan yaitu pada penggunaan Blog, Friendster, Facebook, Twitter. Selain situs jejaring social, dapat dicontohkan juga Youtube, Wikipedia, Perangkat komunikasi, dan folksonomi.
Blog dapat dikatakan sebagai web pribadi karena penggunanya dapat menuangkan segala pengalaman dan informasi-informasi yang ingin disampaikannya kepada pembaca atau pengguna lainnya yang mengakses blognya. Friendster, Facebook, Twitter merupakan situs jejaring social yang memungkinkan penggunanya dapat berkomunikasi dan berhubungan dengan berbagai pengguna lainnya diseluruh dunia. Youtube memungkinkan penggunanya untuk mengakses segala informasi yang ingin diperoleh dengan mudah serta dapat meng-upload berbagai informasi yang ingin disampaikan.

Karakteristik Web 2.0 Merupakan suatu Web Platform

Merupakan suatu Web Platform yang memungkinkan penggunanya dapat mengakses web ini kapanpun dan dimanapun pengguna berada, karena web ini telah terinstal dalam internet sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun sehingga akan sangat memudahkan pengguna dalam memanfaatkanya.
Kolaborasi Pengetahuan
Kolaborasi pengetahuan merupakan upaya untuk memunculkan berbagai pengetahuan dari para penggunanya untuk dishare kepada banyak orang, dapat dicontohkan pada penggunaan Wikipedia. Wikipedia merupakan ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel.

Data Yang Kuat dan Unik

Data yang kuat dan unik merupakan kekuatan aplikasi Web 2.0 yang terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya seperti Google.com, yang mempunyai kekuatan pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya seperti Amazon.com yang mempunyai kekuatan pengumpulan data-data buku sangat lengkap. Kemudian contoh lainnya seperti pada GPS yang mempunyai kekuatan pengumpulan data-data peta yang sangat lengkap dari suatu daerah ke daerah lainnya

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak

Sejarah Bangsa Indonesia

Sejarah Bangsa Indonesia

Sejarah Bangsa Indonesia
Sejarah Bangsa Indonesia

Siapa tak kenal burung Garuda

berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie

menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.

Pada saat yang hampir bersamaan

terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno

bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan

DPR RIS adalah

rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II

menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data.

Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi

DPR Dorong Realisasikan Mata Pelajaran PMP Diajarkan di Sekolah

DPR Dorong Realisasikan Mata Pelajaran PMP Diajarkan di Sekolah

Sosialisasi Sistem Zonasi Sekolah PPDB Minim
Sosialisasi Sistem Zonasi Sekolah PPDB Minim

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni ini semestinya tidak sekadar peringatan seremonial semata. Namun harus dimanifestasikan dalam bentuk program yang berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati mendorong pemerintah segera merealisasikan rencana masuknya kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. “Kami mendorong realisasi atas rencana masuknya kembali mata pelajaran PMP dalam kurikulum anak didik di tingkat sekolah di berbagai tingkatan,” ujar Reni dalam rilisnya kepada SINDOnews, Sabtu (1/6/2019).

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PPP ini, keberadaan PMP dalam daftar mata pelajaran sekolah cukup relevan di tengah persoalan yang kerap muncul dalam dunia pendidikan di Indonesia. “Sejumlah persoalan yang muncul di dalam dunia pendidikan kita seperti kekerasan antarsiswa dan perisakan terhadap guru harus disikapi dengan membuat terobosan nyata agar praktik tersebut tak muncul kembali,” kata Reni.

Baca Juga:

Perpres Sistem Zonasi Ditarget Keluar Tahun Ini
Menristekdikti: Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Dia menilai salah satu pemicu munculnya tindakan negatif di kalangan

siswa di dunia pendidikan dipicu memudarnya implementasi nilai moral dan akhlak serta nilai Pancasila yang hanya sekadar dihafal dalam kegaiatan upacara rutin sekolah. “Nilai moral dan Pancasila memudar dalam dunia pendidikan kita. Pendidikan kita masih berkutat dalam persoalan nilai mata pelajaran semata. Prestasi siswa hanya terukur dari sisi nilai mata pelajaran,” sebut Reni.

Reni mendorong pendidikan akhlak dan Pancasila harus diajarkan secara

berkesinambungan dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan mata pelajaran PMP harus dikontekstualkan dengan kondisi anak didik era saat ini.

 

“PMP harus didesain mata pelajaran yang mengasyikan dan tidak menjenuhkan. Oleh karenanya PMP era saat ini harus berbeda dengan era sebelumnya, bukan indoktrinasi, namun melibatkan peran aktif siswa,” jelas Reni.

Reni berharap mata pelajaran PMP dapat direalisasikan untuk diajarkan di

semua jenjang pendidikan dimulai dalam tahun ajaran baru 2019/2020 pada Juli mendatang. “Harapannya realisasi mata pelajaran PMP dapat dimulai di tahun ajaran baru 2019/2020 Juli mendatang,” harap Reni.

 

Baca Juga :

Sistem Zonasi PPDB Perlu Edukasi ke Masyarakat

Sistem Zonasi PPDB Perlu Edukasi ke Masyarakat

Sistem Zonasi PPDB Perlu Edukasi ke Masyarakat
Sistem Zonasi PPDB Perlu Edukasi ke Masyarakat

Sistem zonasi pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB) menuai kekisruhan di beberapa daerah. Namun banyak pihak memandang positif sistem zonasi. Hanya saja diperlukan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kekacauan di tahun mendatang.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan saat ini memang masyarakat Indonesia dalam kondisi masih menolak dengan tinggi kebijakan PPDB sistem zonasi. Akan tetapi, dia menilai, bahwa tujuan sistem zonasi untuk menghapus sekolah unggulan atau favorit harus didukung semua pihak.

“Tugas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengedukasi masyarakat terkait perlunya system zonasi ini untuk memeratakan kualitas pendidikan,” ujarnya pada konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga:

Perpres Sistem Zonasi Ditarget Keluar Tahun Ini
Menristekdikti: Inovasi di Perkuliahan Harus Ditingkatkan

Retno menjelaskan, edukasi kepada masyarakat juga perlu diinformasikan tentang kondisi sekolah biasa dan unggul itu saat ini bedanya sangat tinggi. Dia sebagai guru dan kepala sekolah selama 24 tahun telah melihat bahwa sekolah unggul memiliki akses ke fasilitas hingga bantuan dari daerah dan pusat lebih banyak.

Sementara sekolah yang tidak unggul luput dari perhatian. Melalui sistem zonasi, katanya, maka semua sekolah nantinya akan menjadi berkualitas dan unggul. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan ialah mendorong pemerintah daerah untuk meratakan sarana prasarana dan juga guru berkualitas.

Retno mengungkapkan, kualitas sekolah sudah lebih merata meski sistem

zonasi baru berjalan tiga tahun. Perbaikan kualitas ini, jelasnya, mengacu pada Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) Kemendikbud 2018 yang mendata bahwa cukup banyak pergeseran pada daftar sekolah terbaik di provinsi. Dia meyakini, beberapa tahun kedepan kualitas sekolah akan semakin merata sejalan dengan semakin baiknya penerapan zonasi dalam PPDB.

“Mengukir prestasi tidak mengenal sekolah negeri atau swasta, tidak juga sekolah favorit atau bukan. Prestasi lebih banyak di tentukan oleh semangat belajar dan ketekunan,” jelasnya.

Retno menjelaskan upaya pemerintah daerah yang dia apresiasi salah

satunya ialah Bekasi yang membuka tujuh SMPN baru. Sekolah baru ini dibuka untuk menampung banyaknya siswa yang ingin bersekolah di sekolah negeri. Meski di sisi lain, katanya, penambahan jumlah sekolah negeri ini bisa berdampak pada kurangnya minat siswa ke sekolah swasta.

Dari sisi perlindungan anak, dia menerangkan, KPAI memandang sistem zonasi sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak. Sebab makin dekatnya anak ke sekolah tidak akan membuat anak kelelahan di jalan.

Selain itu anak juga bisa sarapan tepat waktu sehingga pencernaanya pun

sehat. Selain itu juga menghindari kekerasan karena teman main anak di rumah dan di sekolah sebagian besar sama dan orangtuanya saling mengenal.

 

Sumber :

https://www.deviantart.com/gimadelija/journal/Your-High-School-Diploma-Online-804324339

Sistem Zonasi PPDB Butuh Peta Jalan

Sistem Zonasi PPDB Butuh Peta Jalan

Sistem Zonasi PPDB Butuh Peta Jalan
Sistem Zonasi PPDB Butuh Peta Jalan

Masa pendaftaran siswa baru sudah dimulai. Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengkritisi sistem ini dengan menyebut seharusnya sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan dengan membuat peta jalan terlebih dulu.

Ferdiansyah mengatakan, seharusnya pendaftaran peserta didik baru (PPDB) baru dengan sistem zonasi seharusnya dilakukan dengan terlebih dulu membuat peta jalan. Dia menjelaskan, peta jalan ini terkait dengan dua indikator yakni distribusi guru dan pemerataan sarana prasarana. ”Seharusnya zonasi itu dilakukan setelah (membenahi) guru dan sarana prasarana baru zonasi,” katanya di gedung MPR/DPR, Senin (17/6/2019).

Politikus Golongan Karya ini menilai bahwa masyarakat yang mau mencari

sekolah itu pasti melihat dulu apakah sekolahnya berkualitas atau tidak guru-guru yang bertugas di sekolah tersebut. Lalu juga masyarakat akan melihat atau mencari tahu apakah fasilitas yang disediakan di sekolah yang dituju itu sudah menunjang kegiatan belajar mengajar atau belum.

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Ferdi menerangkan, jika kualitas pendidikan di Indonesia sudah merata baik itu dari gurunya, sarana prasarana, tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua maka dia yakin sistem zonasi ini tidak akan banyak menimbulkan masalah. ”Tapi ini kan berbeda. Kenapa misalnya orang mau ke sekolah di Tebet padahal rumahnya di Lebak Bulus itu karena mau cari guru dan sarprasnya bagus,” ungkapnya.

Ferdi melanjutkan, zonasi itu sejatinya harus dilakukan secara bertahap.

Seperti halnya kurikulum 2013, katanya, itu pun dilakukan secara bertahap. Atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pun dilakukan secara bertahap di daerah-daerah yang sudah siap dulu fasilitas komputernya. Ferdi mengatakan, kebijakan yang sifatnya nasional seperti di bidang pendidikan ini memang membutuhkan waktu untuk bisa sukses.

 

Sumber :

https://rahulraheja.atavist.com/school-education-completion-broadening-opportunities

Wawasan Kebudayaan Sultan Agung

Wawasan Kebudayaan Sultan Agung

Sultan Agung ternyata bukan saja pelaku sejarah yang punya bakat di dalam bidang ekonomi. Ia juga seorang raja yang punya bakat di dalam arena kebudayaan. Sultan Agung apalagi mempunyai wawasan khusus mengenai kebudayaan, dan mungkin wawasan kebudayaan Sultan Agung mewakili wawasan orang Jawa.

Bagaimana wawasan orang Jawa? Para ahli kebudayaan Jawa kerap menjelaskan bahwa orang Jawa terbuka kepada efek budaya dari luar. Dalam taraf awal perkembangan, kebudayaan Jawa asli terima efek kebudayaan dari India. Ini mulai lebih kurang tahun 400 Masehi dan berkembang terus hingga dengan 1500. Dalam era ini berjalan sistem akulturasi kebudayaanl. Dengan akulturasi terhadap era ini kebudayaan Jawa disempurnakan oleh masuknya unsur-unsur budaya India. Penyempurnaan itu berproses begitu terpadu agar unsur-unsur budaya dari luar dirasa oleh pendukungnya orang Jawa, sebagai diri sendiri sepenuhnya.
Dengan masuknya budaya India, maka orang Jawa mengenal beragam perihal baru;
Tulisan Pallawa yang lantas berkembang manjadi postingan Jawa.
Sastra yang bermacam-macam seperti Ramayana dan Mahabarata.
Seni pahat, seni ukir dan seni bangunan.
Seni pemerintahan antara lain di dalam wujud sistem kerajaan.
Agama Hindu dan Budda.

Pengaruh budaya India ternyata diterima oleh orang Jawa tidak dengan begitu saja. Melainkan dengan seleksi, yang tentu dengan terima budaya dari India selanjutnya membawa dampak kebudayaan Jawa mengalami peningkatan.

Dalam abad XV penyiaran agama Islam di Jawa muncul memberikan hasil. Penyiaran agama Islam disertai dengan masuknya budaya baru, budaya Islam. Bagaimana sikap orang Jawa terhadap efek budaya Islam? Mereka tidak menolak. Mereka terhubung diri untuk masuknya budaya Islam: postingan Arab, sastra Islam, seni ukir, dan seni bangunan Islam, tata sosial Islam.

Dengan terima budaya Islam, apakah orang Jawa melenyapkan budaya yang telah dimiliknya dan menjadi kaya oleh efek India? Ternyata tidak! Kebudayaan Islam diterima, bakal tetapi kebudayaan Jawa lebih tua dipelihara. Oleh sebab itu mampu dengan mudah dimengerti kalau antara kebudayaan Jawa telah terkena efek India lantas diperkaya oleh masuknya efek kebudayaan Islam. Bahkan ketika orang Barat mampir mempunyai kebudayaan Barat dan Kristen orang Jawa selalu terbuka. Kebudayaan Barat dan Kristen memperkaya kebudayaan Jawa di dalam periode terakhir.

Kembali ke era Sultan Agung, wawasan kebudayaannya nyata mencerminkan wawasan atau pandangan Jawa, yang selalu rela terima masuknya unsur budaya luar untuk memperkaya budaya yang telah dimilikinya, contohnya sebagai berikut.

Legitimasi dengan membawa dampak silsilah. Raja-raja Mataram mengaku keturunan dari Brawijaya, raja Majapahit. Kalau ini ditelusuri terus bakal menunjukan bahwa raja-raja Mataram adalah keturunan tokoh-tokoh pewayangan. Lembaga silsilah telah ada zaman Belitung, abad X, dan muncul juga terhadap zaman Airlangga. Ken Angrok dan Wijaya. Hal yang menarik juga adalah dimasukkannya Nabi Muhammad sebagai tidak benar satu mata rantai silsilah itu.

Tulisan tidak diganti dengan postingan Arab. Penulisan sastra Jawa, babad khusunya, ditunaikan dengan postingan Jawa dengan huruf dan bahasa Jawa termuat kadang-kadang bagian-bagian khusus dari ajaran Islam, seperti syahadat. Sering muncul penjawaan makna Islam, contohnya sarak/sarengat (syaraat atau syariah), pekik (faqih), kadis (hadits), Usman (Uthman), Kasan (Hasan), Kusen (Husain).

Makam Islam biasanya terkandung dibelakang masjid, tetapi Sultan Agung memerintahkan pendirian makam keluarga raja di atas bukit: Imogiri. Ini adalah rutinitas pra-Islam. Perkembangan seni Islam menghasilkan lukisan makhluk hidup di dalam postingan Arab (ayat Quran). Sultan Agung juga menyelenggarakan perayaan sekaten di dalam bulan Mulud untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad.
Sultan Agung berjasa di dalam mengembangkan kalender Jawa dengan memperpadukan tarih Hijriyah dengan tarih Saka. Ia memperkenalkan tarih Jawa ini terhadap tahun 1633.

Dari uraian di atas menjadi nyata bahwa kemajuan kebudayaan Jawa menjadi perhatiannya. Bahkan bukan cuma diperhatikan, ia pun ikut kontribusi kepada kebudayaan Jawa dengan beragam tindakannya itu.

Ia telah memberikan semisal keterbukaan terhadap efek budaya dari luar tanpa mengubur kebudayaan sendiri. Sebaliknya dengan wawasan dan politik kebudayaan, kebudayaan Jawa mampu berkembang.

Upaya dan sumbangan Sultan Agung di dalam perkembangan kebudayaan tidak cuma hingga disitu saja. Ia pun berperan perlu di dalam pengembangan sastra dan bahasa Jawa.

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :